Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BACA DOKTER MUDA

KELAINAN KELOPAK MATA

Disusun oleh: Moh. Ahadi Junaedi 019814877

DEPARTEMEN/SMF ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA 2013

KELAINAN KELOPAK MATA

Kelainan kelopak Mata


Trikiasis Trikiasis dimana bulu mata mengarah pada bola mata .yang akan menggosok kornea atau konjungtiva. Biasanya terjadi bersama penyakit lain seperti trakoma, sikatrisial pemfigoid, trauma kimia basa, dan trauma kelopak lainnya. Gejalanya adalah konjungtiva kemotik dan hiperemi, pada kornea terdapat erosi, keratopati dan ukus. Pasien akan mengeluh, fotofobia, Iakrimasi, dan seperti kelilipan. Penyulit yang dapat terjadi adalah erosi kornea dan tukak kornea. Pengobatan sementara dengan epilasi atau mencabut bulu yang salah tumbuh. Biasanya kejadian akan berulang akibat pertumbuhan bulu mata dalarn 6-8 minggu. Dapat efektif dengan melakukan elektrolisis. Bila akan dilakukan pada bagian yang lebih luas maka dilakukan dengan terapi kilo. Pada trakoma dengan trikiasis dilakukan tarsotomi atau dibedah plastik. Entropion Entropion adalah suatu keadaan melipatnya kelopak mata bagian tepi atau margo palpebra ke arah dalam sehingga bulu mata menggeser jaringan konjungtiva dan kornea atau apa yang disebut sebagal trikiasis. Penyebab entropion dapat akibat terbentuknya jaringan perut yang terjadi pad trakoma, atau akibat mekanik dan spasme otot orbikular terutama otot Rioland pada spasme tertentu. Entropion dapat akibat senilitas, spasme, sikatrik, dan lainnya. Pada trakoma entropion terdapat pada kelopak atas. Pengobatannya adalah operasi plastik atau suatu tindakan tarsotomi pada entropion akibat trakoma.

Ektropion Ektropion merupakan kelainan posisi kelopak mata dimana tepi kelopak mata membesar atau mengarah keluar sehingga bagian dalam kelopak mata atau konjungtiva tarsal berhubungan langsung dengan dunia luar. Ektropion dapat disebabkan kelainan kongenital, paralitik, spasme, atonik, semi, mekanik, dan sikatrik. Pada ktropion senil terjadi akibat relaksasi atau kelumpuhan kelopak mata bawah. Ektropiori akan memberikan keluhan epifora, mata merah dan meradang. Akibat ektropion tidak jarang terjadi lagoftalmos sehingga akan terjadi konjungtivitis dan keratitis. Pengobatan ektropion adalah dengan bedah pastik. Distikiasis Terdapatnya penumbuhan bulu mata abnormal atau terdapatnya duplikasi bulu mata daerah tempat keluarnya saluran Meibom. Berbentuk lebih halus, tipis dan pendek dibanding bulu mata normal. Dapat tumbuh ke dalam sehingga mengakibatkan bulu mata menusuk jaringan bola mata atau trikiasis. Bersifat kongenital yang dominan. Biasanya disertal kelainan kongenital lainnya. Pengobatan distrikiasis bila telah memberikan penyulit berupa epilasi atau melakukan krioterapi pada folikel rambut sehingga bulu mata tersebut tidak tumbuh lagi. Lagoftalmos Lagoftaimos adalah suatu keadaan dimana kelopak mata tidak dapat menutup bola mata dengan sempurna. Kelainan ini akan mengakibatkan trauma konjungtiva dan kornea, sehingga konjungtiva dan selaput bening menjadi kering dan terjadi infeksi. Infeksi ml dapat dalam bentuk konjungitivitis atau suatu keratitis. Sebab terjadinya lagoftalmos dapat akibat terbentuknya jaringan perut atau sikatrik yang menarik kelopak, ektropion, paralisis orbikularis okuli, eksoftalmos goiter, dan terdapatnya tumor retrobulbar. Lagoftalmos dapat terlihat pada pasien dalam keadaan koma dimana pada pasien koma biasanya tidak terjadi refleks mengedip. Lagoftaimos

parsial pada waktu tidur dapat ditemukan pada waktu tidur dapat ditemukan pada pasien histeria, lelah, dan anak sehat. Pengobatan pada lagoftaimos merupakan usaha mempertahankan bola mata tetap basah dengan memberikan air mata buatan. Kadangkadang dipergunakan lensa kontak untuk mempertahankan air mata tetap berada dipermukaan kornea. Bebat dengan kasa sebaiknya berhati-hati karena akan mengakibatkan permukaan kornea kering sehingga terjadi erosi kornea. Ella keadaan terlalu berat maka dilakukan blefarorafi dengan menjahit dan mendekatkan kedua kelopak atas dengan bawah. Xantelasma Xantelasma merupakan xantomatosis kutan dengan terdapatnya penonjolan ringan kulit kelopak bulat atau lonjong yang berwarna kuning, yang biasanya terletak dekat kantus intemus. Xantelasma merupakan bentuk degenerasi lemak pada kulit kelopak nasal bawah dan atas sehingga memberikan gambaran kupukupu yang berwarna kuning jingga pada pangkal hidurig. Kelainan mi berhubungan erat dengan kadar kolesterol dalam serum, hiperlipidemia esensial atau pasien diabetes melitus. Dan terlihat pada wanita dalam masa klimakterum, yang berjalan progresif secara perlahan-lahan. Pengobatan didasarkan pada akibat kosmetik yang terjadi dengan melakukan ekstirpasi pada xantelasma tersebut. Pembedahan untuk memperbaiki kosmetik dapat dilakukan dengan memperhatikan kemungkinan akan terjadinya ektropion. Pengobatan dapat dengan pengontrolan pada hiperlipidemia yang akan regresi Iambat daripada xantelasma. Koloboma kelopak Merupakan kelainan kongenital kelopak dimana terlihat celah kelopak pada bagian tengah setengah nasal atas. Kadang-kadang terdapat sekelompok jaringan yang menghubungkan koloboma dengan kelopak. Kelainan in terjadi akibat tidak sempurnanya menutup celah embrional fasial. Pengobatan dengan suatu pemberian dilakukan untuk kosmetik atau untuk mengatasi penyulit yang terjadi.

Penyulit pada keadaan koloboma palpebra adalah terjadinya lagoftalmos, disertai timbulnya konjungtivitis dan keratitis. Ptosis Ptosis merupakan keadaan dimana kelopak mata atas tidak dapat diangkat atau terbuka sehingga celah kelopak mata menjadi lebih kecil dibandingkan dengan keadaan normal. Keadaan ini terutama terjadi akibat tidak baiknya fungsi m. levator palpebra, lumpuhnya saraf ke III untuk levator palpebra atau dapat pula terjadi akibat jaringan penyokong bola mata yang tidak sempurna, sehingga bola mata tertarik ke belakang atau enoftalmos. Penyebab ptosis adalah kelainan kongenital, miogenik, dan neurogenik. Ptosis juga dapat terjadi pada miastenia gravis pada satu mata atau kedua mata. Bila ptosis terjadi sejak lahir atau kon9enital dan tidak segera di atasi dapat mengakibatkan terjadinya arflbliopia eks anopsia pada mata bayi tersebut. Pengobatan adalah dengan memperbaiki fungsi otot levator dengari memperpendek levator sehingga tarsus akan terangkat. Pseudoptosis Bila terdapat suatu kelainan pada kelopak sehingga mengakibatkan kelopak tidak mudah bergerak atau diangkat maka keadaan ni disebut sebagal pseudoptosis. Pseudoptosis akan mengakibatkan tertutupnya bola rnata oleh kelopak. Pesudoptosis dapat terlihat pada kelainan kelopak seperti hordeolum, kalazion, tumor kelopak ataupun blefarokalasis yang mengakibatkan kelopak tersebut sukar terangkat. Pengobatan yang diberikan pada ptosis adalah dengan mengobati dan menghilangkan penyebab pseudoptosis tersebut.

Kelainan kelopak Mata Objektif Kelainan objektif yang dapat ditemukan pada pemeriksaan di kamar terang di bahas di bawah ini:

Kelainan palpebra superior Pada kelopak mata dapat ditemukan kelainan berikut: - Bengkak difus, terdapat pada sindrom nefrotik, penyakit jantung, anemia, dakrioadenitis, dan hipertiroid - Bengkak berbatas tegas, kalazion, tumor - Blefarospasme, kedipan kelopak yang keras dan hilang waktu tidur Blefarospasme, renjatan otot orbikularis okuli kelopak akibat spasme, letih atau rentan. Merupakan tindakan memejamkan mata dengan kuat yang tidak disadari, yang dapat berlangsung beberapa detik sampal beberapa jam. Blefarospasme terjadi bila terdapat erosi kornea, .uveitis anterior, glaukoma akut, glaukoma kongenital. BIefarospasmt esensial tidak diakibatkan kelainan organk dan biasanya teqadi pada kedua mata. Blefarospasme dapat pula diternukan pada pasien psikiatrik dan histeria. - Ekimosis, kulit kelopak yang berubah warna akibat ekstravasasi darah sesudah suatu trauma - Ektropion, melipatnya tepi kelopak ke arah luar bola mata. Ekstropion dapat disebabkan senilitas, paralitik, sikatriks, spasme, dan tumor kelopak. - Entropion, terbalik atau membalik ke dalam tepi jaringan, terutama tepi kelopak bawah. Pada trakoma entropion terdapat pada kelopak atas. Entropion dapat terjadi skibat senilitas, spasme, sikatriks, dan lainnya - Lagoftalmos, kelopak yang tidak dapat menutup sempurna - Merah, radang, tumor - Pseudoptosis, kelopak sukar terangkat akibat beban kelopak Pseudoptosis terdapat pada enoftalmos, ftisis bulbi, kalazion atau tumor kelopak Iainnya, edema palpebra, dan blefarokalasis. - Ptosis, kelopak sukar terangkat atau kelopak seperti jatuh. Ptosis biasanya terdapat pada usia lanjut apalagi setelah pembedahan intraokular, miastenia gravis, sindrom Homer, palsi N III, suntikan toksin botulinum - Sakit kelopak pada tekanan biasanya radang - Sikatriks, jaringan parut pada kelopak - Supersilia, ada atau tidak adanya kelainan kedudukan alis akibat madarosis atau jaringan parut atau tindakan kosmetik

- Trikiasis, silia atau alis mata tmbuh salab arah sehingga dapat merusak kornea akibat tergesek bulu mata pada kornea dan konjungtiva. Trikiasis dapat disebabkan blefaritis, enteropion. - Xantelasma, penimbunan deposit berwarna kekuning-kuningan pada kelopak, terutama nasal atas dan bawah, Xantelasma biasanya dihubungkan dengan hiperlipemia dan dapat tanpa hiperlipemia seperti pada histiositosis dan retikulohistositoma. Kelainan palpebra interior Kelainannya biasanya: - Sama dengan palpebra superior - Sakus Iakrimal bengkak, merah, ditekan keluar sekret - Fungsi ekskresi sistem lakrimal diperiksa dengan uji anel - Madarosis, rontoknya supersilia Fisuria palpebra - Normal - Kecil atau sempit - Besar atau lebar - Blefarofimosis, celah kelopak sempit dan kecil Margo palpebra - Silia lengkap - Trikiasis, penumbuhan silia terbalik sehingga merangsang konjungtiva dan kornea - Pungtum kelenjar Meibom mengeluarkan sekret - Merah dan sakit - Merah, sakit dan ulseratif