Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Perkembangan sektor industri di Indonesia saat ini berkembang pesat. Salah satu sektor industri produksi yang berkembang dengan pesat pada kurun waktu lima tahun terakhir adalah industri produksi plastik di Indonesia, khususnya produk barang plastik, elektronika dan peralatan listrik. Salah satu bahan baku pembuatan peralatan dari plastik adalah resin polyvinyl chloride. Istilah plastik yang sering digunakan oleh masyarakat awam untuk menyebut sebagian besar bahan polimer mulai digunakan pada tahun 1909. Istilah berasal dari kata Plastikos yang berarti dibentuk dan dicetak. Teknologi modern plastik baru dimulai tahun 1920-an, yaitu dengan mulai digunakannya polimer yang berasal dari derivatif minyak bumi. Plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Walaupun industri bahan baku plastik bersifat padat modal dan teknologi, namun berkembang secara bertahap, hingga akhirnya berdiri industri-industri bahan baku plastik antara lain Polystyrene (PS) pada tahun 1985, Vinyl Chloride Monomer (VCM) pada tahun 1989, Polyetylene (PE) dan Polypropylene (PP) pada tahun 1995. Resin PVC telah banyak menggantikan bahan-bahan tradisional seperti kayu, logam, gelas, kulit, kertas dan karet karena bahan ini lebih ringan, lebih kuat, lebih tahan karat, lebih tahan terhadap iklim dan merupakan isolator listrik yang sangat baik. Dengan penambahan plasticizer, resin PVC menjadi cukup elastis untuk digunakan sebagai insulator kabel. Selain itu, bisa juga digunakan sebagai fiber dan coating. Sebagian besar lokasi industri tersebut berada di daerah Banten. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa resin PVC merupakan pelopor berkembanganya industri plastik di Indonesia. Hingga saat ini resin PVC merupakan salah satu produk andalan ekspor indonesia. Hal ini dikarenakan bahan baku pembuatan resin PVC di Indonesia yaitu ethylene masih tersedia banyak dan melimpah di Indonesia. Produksi bahan baku plastik di dalam negeri cenderung meningkat sejalan dengan berkembangnya industri pemakai, terutama industri barang plastik, elektronika dan peralatan listrik. Resin PVC ini dihasilkan oleh beberapa perusahaan di Indonesia.

Antara lain yaitu : Tabel 1.1.1. Produsen Resin PVC di Indonesia Nama perusahaan PT. Asahimas Chemical Lokasi Cilogen Kapasitas produksi (ton/tahun) 285.000 Tahun berdiri 1989

PT. TPC Indoplastic and Chemical PT. Standart Toyo Polymer PT. Sulfindo Adiusaha (ex. Satomo Indovyl Polymers) PT. Eastern Polymer TOTAL Sumber :www.datacon.co.id I.2 Produksi Bahan Baku

Gresik

100.000

1998

Merak Serang

87.000 80.000

1977 1998

Jakarta

36.000 588.000

1976

Vinyl Chloride memiliki nama IUPAC 1-kloroetilena. IUPAC mengakui bahwa penetapan tatanama yang berdasarkan struktur bisa menjadi sangat sulit dipakai karena pengulangan suatu unit kopolimer. Oleh karena itu, IUPAC merekomendasikan namanama yang berdasarkan sumber untuk kopolimer kopolimer. Sehingga nama kopolimer untuk Poli (1-kloroetilena) dinamakan Polivinyl Chloride (IUPAC: Poli(kloroetanadiol)), biasa disingkat PVC, adalah polimer termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di dunia. Resin Polivinyl Chloride adalah salah satu jenis polimer termoplastik yang dibuat dari monomer vinyl chloride dengan rumus molekul CH2=CH-Cl. Vinyl Chloride monomer (VCM) adalah senyawa monomer yang dibuat dari reaksi antara ethylene dengan gas klorin. VCM yang mempunyai rumus kimia C 2H3Cl merupakan gas yang tidak berwarna atau cairan yang berbau manis, mudah terbakar, dan karsinogenik. VCM dalam perkembangannya tidak diproduksi sebagai produk akhir, namun sangat penting karena VCM digunakan hampir secara eksklusif untuk pembuatan polimer, terutama pada pembuatan resin PVC, dan co-polimer lainnya.

Hingga kini di Indonesia sendiri tercatat baru ada dua produsen VCM, yaitu PT. Asahimas Chemical (PT. ASC) dan PT. Satomo Indovyl Monomer (PT. SIM). PT. Asahimas Chemical (PT. ASC) sebagai produsen VCM pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi VCM sebesar 400.000 ton/tahun. Oleh karena itu kebutuhan bahan baku VCM dapat dipenuhi dengan mensuplai dari PT. Asahimas Chemical (PT.ASC) yang berlokasi di cilegon,Banten. I.3 Marketing Aspect/ Aspek Pemasaran Ada lima pabrik resin Polyvinyl Chloride di Indonesia, yaitu PT. Satomo Indovyl Polimer di daerah Serang dengan kapasitas 80000 ton/tahun, PT. Standart Toyo Polimer di Merak dengan kapasitas 87000 ton/hari, PT. Asahimas Subentra chemicals di Cilegon dengan kapasitas 285000 ton/hari, PT. TPC Indo Plastic and Chemicals di Gresik dengan kapasitas 100000 ton/hari dan PT. Eastern Polimer di Jakarta dengan kapasitas 36000 ton/hari. Sehingga total kapasitas produksi saat ini 588000 ton/tahun. (http://www.thefreelibrary.com/Development+of+RESINPVC+resin+industry.0228435011) Di Indonesia, konsumsi bahan baku plastik masih relatif rendah yaitu baru mencapai sekitar 10 kg per kapita per tahun. Sementara di negara Asean lainnya, seperti Singapura (80 kg), Malaysia (60 kg) dan Thailand (31 kg). Hal ini dikarenakan di Indonesia adalah negara yang menduduki peringkat ketiga di dunia dalam hal luas hutan tropis. Namun demikian, keberadaan hutan tropis di Indonesia dalam kondisi terancam. Dalam hal ini resin PVC juga memiliki kontribusi terhadap pelestarian hutan tropis. Jika kayu hutan tropis digunakan sebagai bahan baku pembuatan jendela dan pintu, maka hutan tropis harus dikelola dengan baik untuk menjamin kelestariannya. Agar tidak terjadi eksploitasi terus menerus yang mengakibatkan musnahnya hutan tropis. Sehingga dari semakin pesatnya perkembangan konstruksi bangunan dan permintaan produk plastik maka perlu didirikan suatu pabrik yang memproduksi resin PVC. I.4 Prospek Permintaan produk plastik meliputi plastik film, plastik woven bag, plastik pipe, plastik sheet, plastik housewares, plastik electronic consumer & household appliances, motorcycle & automotive plastik parts dan plastik bottle/container dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Kondisi ini mendorong meningkatnya permintaan bahan

baku plastik. Tercatat, konsumsi enam jenis bahan baku plastik di Indonesia dalam lima tahun terakhir (2003-2007) meningkat, dari 1,7 juta ton naik menjadi sekitar 2,1 juta ton. (http://www.scribd.com/doc/30642092/industri-bahan-baku-plastik-hulu-dan-hilir-diindonesia) Dengan meningkatnya daya beli konsumen khususnya masyarakat Indonesia di daerah perkotaan maka prospek perkembangan industri produk plastik akan semakin cerah. Sedangkan ditinjau secara nasional, perkembangan produk plastik dapat dilihat dari perkembangan produksinya yang dilaporkan oleh Departemen Perindustrian. Jenis produksi produk plastik yang memiliki tingkat kapasitas terpasang dan produksi yang besar antara lain: pipa resin PVC, alat suntik, kantong plastik, komputer, air conditioner, integrated circuit, mesin cuci, rice cooker, kabel telpon dan kabel listrik. Perkembangan selama lima tahun menunjukkan peningkatan yang pesat dalam produksi pipa resin PVC, kantong plastik, televisi, radio, integrated circuit, mesin cuci dan kabel. Perkembangan yang prospektif ini secara langsung mempengaruhi penggunaan bahan baku industri plastik di dalam negeri maupun laju kenaikan impor bahan baku tersebut dari negara-negara lain di dunia. I.5 PENGGUNAAN PRODUK Sifat resin PVC yang menarik membuatnya cocok untuk berbagai macam penggunaan. Resin PVC tahan secara biologi dan kimia. Dengan tambahan berbagai bahan anti tekanan dan stabilizer, resin PVC menjadi bahan yang populer sebagai bingkai jendela dan pintu. Dengan penambahan lain : Pakaian Resin PVC dengan penambahan plastizicer dapat digunakan sebagai plasticizer, resin PVC menjadi cukup elastis untuk digunakan sebagai insulator kabel. Berikut beberapa penggunaan produk resin PVC antara

waterproof sehingga dijadikan bahan pembuatan jaket, mantel, dan tas. Kabel listrik Resin PVC yang digunakan sebagai isolasi kabel listrik harus memakai

plasticizer agar lebih elastis. Namun jika terpapar api, kabel yang tertutup resin PVC akan menghasilkan asap HCl dan menjadi bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Resin PVC LSOH (low smoke, zero halogen) adalah bahan isolasi yang pada umumnya dipilih

Perpipaan Sebagian besar resin PVC dunia dijadikan pipa untuk berbagai keperluan

konstruksi bangunan dan industri. Sifatnya yang ringan, kekuatan tinggi, dan reaktivitas rendah, menjadikannya cocok untuk berbagai keperluan. Pipa resin PVC juga bisa dicampur dengan berbagai larutan semen atau disatukan dengan pipa HDPE oleh panas menghasilkan sambungan permanen yang tahan bocor. Bangunan dan bahan konstruksi Resin PVC tahan korosi dan pelapukan sehingga telah banyak yang

menggunakannya untuk bingkai jendela, flaps lumpur, pipa air dan furnitur taman. Resin PVC juga tangguh dan tidak retak dan mudah dapat dibentuk sehingga dapat diproduksi sebagai serat, busa atau film. Sebagai bahan bangunan, resin PVC relatif murah, tahan lama, dan mudah dirangkai. Komponen kendaraan Penggunaan bahan resin PVC dalam komponen kendaraan mengurangi berat kendaraan maka mengurangi konsumsi bahan bakar dan melestarikan bahan bakar fosil. Bahan resin PVC juga meningkatkan kemudahan untuk mendesain dan meningkatkan keselamatan kendaraan seperti airbag dan juga sifat tahan api. Mainan Bahan resin PVC kuat dan tahan lama serta produk dapat dibuat dalam berbagai warna Medis Penggunaan resin PVC dalam produk-produk peralatan medis telah merevolusi teknik penyimpanan dan pentranfusian darah pada pasien.

I.6 KONSUMSI

Pemakaian Polyvinyl Chloride dapat digunakan secara luas. Sebagian besar dari pemakaian Polyvinyl Chloride digunakan untuk memproduksi pipa. Gambar I.6.1 berikut menampilkan data pemakaian Polyvinyl Chloride di Indonesia

Gambar I.6.1 Penggunaan Polyvinyl Chloride di Indonesia Gambar di atas menunjukkan sebanyak 51% Polyvinyl Chloride di pasar Indonesia digunakan untuk Industri pipa, sehingga lebih dari setengah dari total konsumsi RESIN PVC digunakan untuk produksi pipa.