Anda di halaman 1dari 20

MODUL 6 DAN 7

AKUNTANSI OPERASI KANTOR CABANG

Sebuah perusahaan yang tumbuh sering mendirikan cabang untuk memasarkan hasil produksinya di luar teeritorialnya. Istilah cabang digunakan untuk menggambarkan sebuah unit usaha yang berlokasi pada berbagai tempat dari kantor pusat yang mempunyai persediaan barang dagangan, membuat penjualan, memutuskan kredit dan membuat pengumpulan piutang sendiri. Kantor cabang adalah kesatuan yang memiliki lokasi sendiri dalam suatu kesatuan usaha, yang pencatatan akuntansinya juga dilakukan terpisah. Cabang meskipun merupakan kesatuan akuntansi yang terpisah, tetapi secara hukum mereka tidak terpisah dari induknya. Laporan keuangan cabang digunakan hanya untuk tujuan pelaporan internal. Laporan keuangan keseluruhan dibuat dengan menggabungkan laporan keuangan cabang dengan laporan keuangan kantor pusat. Sebuah cabang mungkin mendapatkan barang dagangan dari kantor pusat atau mungkin sebagian dibeli dari langganan luar. Penerimaan kas oleh kantor cabang biasanya sering disimpan pada bank dalam rekening koran kantor pusat dan biaya-biaya dibayarkan dengan sistem dana tetap yang disediakan oleh kantor pusat. Penggunaan sistem dana tetap ini memberikan pengendalian yang kuat bagi kanor pusat atas penerimaan dan pengeluaran kantor cabang. Akan tetapi, dalam prakteknya untuk cabang yang besar biasanya diperbolehkan untuk memiliki rekening bank tersendiri. AGEN PENJUALAN DAN KANTOR CABANG Masalah teknis antara agen dan kantor cabang seringkali digunakan untuk menjelaskan perbedaan keduanya. Kegiatan agen adalah memamerkan barang dagangan dan menangani pesanan pelanggan, mereka tidak mempunyai persediaan untuk memenuhi pesanan pelanggan ataupun untuk menangani kredit pelanggan. Agen bukan merupakan entitas dan juga bukan kesatuan usaha yang terpisah. Biasanya pencatatan akuntansi yang diperlukan untuk kegiatan agen ini hanya penerimaan dan pengeluaran kas, yang diperlakukan sama seperti sistem kas kecil (pretty cash).Pencatatan atas penjualan yang dilakukan oleh agen, biaya-biaya yang berhubungan dengan penjualan, dan biaya lain-lain dicatat oleh sistem akuntansi kantor pusat. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Sebaliknya kantor cabang memiliki persediaan, melakukan penjualan kepada pelanggan, menangani kredit pelanggan, menagih piutang, mencatat biaya yang terjadi, dan kegiatankegiatan lain yang biasa dilakukan oleh suatu perusahaan. Kegiatan-kegiatan tersebut dicatat berdasarkan sistem akuntansi kantor cabang. PEMBUKUAN AGEN PENJUALAN Seperti telah diuraikan sebelumnya, bahwa agen penjualan tidak memerlukan sistem akuntansi yang lengkap untuk mencatat aktivitasnya yang terbatas. Agen cukup menyelenggarakan buku kas untuk mencatat penerimaan modal kerja dari kantor pusat dan pengeluaran-pengeluaran kas untuk biaya-biaya operasinya yang didukung oleh bukti-bukti pengeluaran. Karena digunakan inprest fund system (sistem dana tetap) maka pada saat mdal kerja hampir habis maka catatan pengeluaran kas beserta bukti-bukti pengeluarannya dikirimkan ke kantor pusat untuk dimintakan pengisian kembali. Apabila terjadi penjualan oleh agen maka harga pokok penjualannya harus ditentukan. Jika digunakan sistem perpetual, pencatatannya dengan mendebit pada perkiraan harga pokok penjualan agen A dan mengkredit pada persediaan barang dagangan. Sedangkan jika digunakan sistem periodik, dengan mendebit perkiraan harga pokok penjualan agen A dan mengkredit pengiriman pada agen. Ayat-ayat jurnal ini hanya dicatat pada akhir periode akuntansi oleh kantor pusat, setelah menerima catatan (memorandum) dari agen-agen. Untuk memberi gambaran yang lebih lengkap ayat-ayat jurnal yang dibutuhkan kantor pusat dalam hubungannya dengan operasi agen penjualan, perhatikan ilustrasi di bawah ini dengan asumsi menggunakan sistem perpetual. 1. Pembentukan modal kerja agen : Modal kerja agen Kas (Untuk mencatat transfer kas ke agen) 2. Transfer persediaan contoh (sample) kepad agen : Persediaan contoh agen Barang dagangan (pembelian) (Untuk mentransfer barang dagangan contoh ke agen) Rp. 9.000.000 Rp. 9.000.000 Rp. 5.000.000 Rp. 5.000.000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

3. Penggantian dana modal kerja agen pada akhir bulan atau tahun : Biaya gaji Biaya utilitas Biaya iklan Biaya lain-lain Kas Rp.2.200.000 Rp. 700.000 Rp.1.200.000 Rp. 300.000 Rp.4.400.000

(Untuk mencatat biaya yang terjadi di agen dan penggantian modal kerja) 4. Penyesuaian persediaan contoh agen pada akhir bulan atau tahun : Biaya iklan Persediaan contoh untuk membebankan pencatatannya pada biaya iklan) Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000

(Untuk menyesuaikan persediaan contoh dengan nilai sebenarnya dan

Jurnal tersebut digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran dan kas dan barang dagangan yang dimiliki agen. Meskipun demikian, sistem yang dijelaskan di atas tidak cukup untuk melakukan kontrol efektif atas penngeluaran-pengeluaran yang dilakukan agen atau untuk mengukur kontribusi kegiatan agen pada pendapatan pusat. Ia juga tidak menyediakan dasar untuk menentukan apakah operasi agen berjalan dengan efisien. Ayat jurnal untuk sistem pencatatan agen yang lebih luas diberikan berikut ini. Jurnal ini memperlakukan aktiva tetap agen penjualan Nelson secara terpisah. Penjualan, harga pokok penjualan dan informasi biaya ditunjukkan dengan basis agen. 1. Membeli tanah dan bangunan untuk agen Nelson : Tanah agen Nelson Bangunan agen Nelson Kas (Membeli fasilitas untuk agen) 2. Membentuk modal kerja agen : Modal kerja agen Nelson Kas (Untuk mencatat transfer kas ke agen Nelson) Rp. 4.000.000 Rp. 4.000.000 Rp. 2.000.000 Rp.18.000.000 Rp. 20.000.000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

3. Transfer barang dagangan ke agen : Persediaan contoh agen Nelson Barang dagangan (Untuk mencatat transfer persediaan contoh) 4. Pembayaran gaji karyawan agen : Biaya gaji agen Nelson Kas (Untuk mencatat pembayaran gaji karyawan agen) 5. Pesanan penjualan dari agen telah diarsipkan dan dilakukan penagihan : Piutang dagang Penjualan Rp. 12.000.000 Rp. 12.000.000 Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000 Rp. 8.000.000 Rp. 8.000.000

(Untuk mencatat penjualan kredit yang dilakukan oleh agen Nelson) Harga pokok penjualan - agen Nelson Barang dagangan (Harga pokok persediaan yang dijual agen Nelson) 6. Penggantian modal kerja agen pada akhir tahun : Biaya promosi agen Nelson Biaya utilitas agen Nelson Biaya lain-lain agen Nelson Kas (Untuk mencatat penggantian modal kerja agen) 7. Pencatatan penyusutan gedung agen : Biaya penyusutan agen Nelson (Untuk mencatat penyusutan gedung agen) 8. Persediaan contoh agen disesuaikan agar mencerminkan pemakaian : Biaya promosi-agen Nelson Persediaan contoh agen Nelson Rp. 1.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. 900.000 Rp. 900.000 Akumulasi penyusutan agen Nelson Rp. 1.800.000 Rp. Rp. 400.000 300.000 Rp. 2.500.000 Rp. 6.000.000 Rp. 6.000.000

(Untuk mencatat nilai persediaan contoh pada nilai yang dapat direalisasikan) Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

SISTEM AKUNTANSI KANTOR CABANG Penerapan akuntansi : 1. Pencatatan untuk kantor cabang dilakukan pada kantor pusat (sentralisasi). 2. Pencatatan untuk kantor cabang dilakukan pada kantor cabang dan kantor pusat. 3. Pencatatan untuk kantor cabang hanya dilakukan pada kantor cabang. 1. Pencatatan untuk kantor cabang dilakukan pada kantor pusat (sentralisasi) Pada prinsipnya sama dengan untuk agen penjualan dimana kantor cabang membuat dokumen-dokumen dasar seperti faktur penjualan, catatan waktu kerja, dan bukti-buktin pendukung transaksi lainnya yang tembusannya atau aslinya dikirimkan ke kantor pusat untuk dicatat di dalam buku jurnal dan buku besar kantor pusat. 2. Pencatatan untuk kantor cabang dilakukan pada kantor cabang dan kantor pusat Pada cara ini kantor cabang membuat jurnal awal secara lengkap yang salinannya dikirimkan ke kantor pusat untuk dicatat dalam jurnal umum dan buku besar. 3. Pencatatan untuk kantor cabang hanya dilakukan pada kantor cabang (desentralisasi) Pada cara ini, setiap cabang membuat pembukuan atas transaksi-transaksi yang terjadi pada kantor cabang secara lengkap yang meliputi jurnal, buku besar dan buku-buku pembantu. Laporan keuangan disiapkan secara tahunan oleh kantor cabang dan dikirimkan ke kantor pusat. Prinsip-prinsip akuntansi, sistem pengendalian internal, format dan isi laporan keuangan ditentukan oleh kantor pusat. Laporan keuangan yang terpisah antara kantor cabang dan kantor pusat digabungkan menjadi laporan keuangan tunggal untuk tujuan pelaporan eksternal. kegiatan akuntansi pada sebuah kantor cabang tergantung pada kebijaksanaan perusahaan. Kebijaksanaan suatu perusahaan mungkin menggunakan sistem

PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI UNTUK SISTEM DESENTRALISASI Rekening timbal balik (reciprocost accounts) Perkiraan-perkiraan yang terjadi akibat transfer kas, persediaan barang dagangan atau perkiraan-perkiraan yang lain oleh kantor pusat ke kantor cabang oleh kantor pusat akan dikreditkan dengan debet perkiraan kantor cabang. Pada kantor cabang dicatat dengan mendebet perkiraan kas, persediaan atau perkiraan-perkiraan lainnya dengan mengkredit perkiraan kantor pusat. Perkiraan kantor pusat adalah perkiraan modal pribadi (ownership equity) yang menunjukkan investasi bersih pada kantor cabang. Pada akhir periode akuntansi Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

kantor cabang menutup perkiraan-perkiraannya. Perkiraan ikhtisar rugi-laba ditutup pada perkiraan kantor pusat. Laba bersih akan menaikkan saldo kredit pada perkiraan kantor pusat dan sebaliknya. Transaksi kantor pusat dengan pihak ekstern dicatat dalam catatan akuntansi kantor pusat seperti biasanya demikian juga transaksi antara kantor cabang dengan di luar kesatuan perusahaan dicatat pada buku-buku kantor cabang menurut prosedur akuntansi yang berlaku umum. Jadi bentuk yang unik dari hubungan kantor cabang dan pusat terletak pada cara pencatatan transaksi antar kantor cabang dan kantor pusat. Jadi perkiraan-perkiraan kantor cabang dan kantor pusat adalah perkiraan timbal balik yang masing-masing menunjukan harta bersih kantor cabang. Ketika kantor pusat mendebet perkiraan kantor cabang, kantor cabang seharusnya mengkredit perkiraan kantor pusat. Tujuan lain dari perusahaan antara rekening timbal balik yaitu untuk menentukan harga pokok penjualan yang terpisah antar kantor pusat dan kantor cabang. Jika ada rekeningrekening timbal balik harus dieliminasi sedangkan yang lainnya cukup digabungkan pada saat pembuatan laporan keuangan gabungan.

TRANSAKSI ANTARA KANTOR PUSAT DAN CABANG Hal yang unik dari akuntansi kantor pusat dan cabang terletak pada pencatatan transaksi yang terjadi antara kantor pusat dan kantor cabang. Pembentukan kantor cabang yang baru memerlukan pencatatan, baik dalam buku kantor pusat maupun dalam buku cabang. Asumsikan PT ELEMENT mendirikan kantor cabang di Surabaya dengan mentransfer kas sebesar Rp.5000.000 dan peralatan Rp. 10.000.000 kepada manajer kantor cabang. Ayat jurnal pada buku kantor pusat dan cabang masing-masing : Buku Kantor pusat : Cabang Surabaya Kas Peralatan (Untuk mencatat transfer kas dan peralatan ke cabang) Rp. 15.000.000 Rp. 5.000.000 Rp. 10.000.000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Buku Kantor Cabang : Kas Peralatan Kantor pusat Rp. 5.000.000 Rp.10.000.000 Rp. 15.000.000

(Untuk mencatat penerimaan kas dan peralatan dari kantor pusat) Transaksi jenis kedua yang terjadi antara kantor pusat dan cabang adalah transaksi pengiriman barang dagangan. Apabila PT. ELEMEN mengirim barang dagangan ke cabang Surabaya dengan harga pokok Rp.8.000.000, maka jurnalnya adalah sebagai berikut : Buku kantor Pusat : Cabang Surabaya Pengiriman ke cabang Surabaya Rp. 8.000.000 Rp. 8.000.000

(Untuk mencatat pengiriman barang pada harga pokok ke Cabang Surabaya) Buku kantor cabang : Pengiriman dari kantor pusat Kantor pusat (Untuk mencatat peneriman kiriman dari kantor pusat) Rp. 8.000.000 Rp. 8.000.000

ILUSTRASI AKUNTANSI KANTOR PUSAT DAN CABANG Misalkan PT. JAYALAH mendirikan cabang baru di Bandung pada awal 19x1 dan transaksi yang terjadi selama tahun 19x1 adalah sebagai berikut : a. Menerima kas dari kantor pusat Rp. 20.000.000 b. Membeli peralatan berumur ekonomis 5 tahun Rp. 10.000.000 secara tunai. c. Menerima pengiriman barang dagangan dari kantor pusat dengan harga pokok Rp.16.000.000. d. Membeli barang dagangan dari pemasok luar Rp. 4.000.000 secara tunai. e. Menjual barang dagangan Rp. 30.000.000 secara tunai. f. Mengembalikan barang dagangan ke kantor pusat Rp. 1.000.000. - Gaji - Utilitas - Sewa Rp. 6.000.000 Rp. 1.000.000 Rp. 3.000.000 HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1 g. Membayar biaya-biaya :

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

- Lain-lain i. j.

Rp. 2.000.000

h. Mengirimkan Rp. 15.000.000 ke kantor pusat. Hutang gaji pada akhir tahun Rp. 1.000.000 dan penyusutan untuk tahun itu Rp.2.000.000. Persediaan barang dagangan cabang pada akhir tahun terdiri dari Rp. 1.000.000 berasal dari pemasok luar dan Rp. 5.000.000 diperoleh dari kantor pusat. Ayat jurnal (dalam 000) untuk mencatat transaksi-transaksi dan peristiwa akhir tahun yang berhubungan pada buku kantor cabang Bandung, dapat dilihat seperti berikut: Transaksi Buku Kantor Pusat 20,0 00 20,00 Kas Menstransfer kas ke cabang Bandung 2 0 Kantor Pusat Menerima kas dari Kantor Pusat 10, Peralatan Kas Mencatat pembelian 16,0 3. Cabang Bandung Pengiriman ke cabang Bandung Menstransfer barang dagangan ke Cabang Bandung 4 00 peralatan Pengiriman dari Kantor Pusat 16,00 0 Kantor Pusat Menerima barang dagangan dari Kantor pusat 4, Pembelian Kas Mencatat pembelian tunai 5 Kas Penjualan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB 000 30,000 000 4,000 30, 000 10,000 20,000 Kas Buku Kantor Cabang Bandung 20, 000

1. Cabang Bandung

16, 000 16,000

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Mencatat penjualan tunai 6. Pengiriman ke cabang Bandung Cabang Bandung Pengembalian barang dagangan dari Cabang Bandung 1,0 00 1,00 0 Kas Mengembalikan bagang dagangan ke kantor Pusat 6, Biaya gaji Biaya utilitas Biaya sewa Biaya lain-lain Kas Mencatat pembayaran biaya-biaya 15,0 8. Kas Cabang Bandung Menerima kas dari Cabang Bandung 9. 00 15,00 0 Kas Mencatat pengiriman kas ke Kantor Pusat Ayat jurnal penyesuaian : 1, Biaya gaji Hutang gaji Gaji yang terhutang 000 1,000 2, Biaya penyusutan-peralatan Akumulasi penyusutanperalatan Biaya penyusutan Rp. 10.000 : 5 th 000 2,000 15,000 Kantor pusat 15, 000 000 1, 000 3, 000 2, 000 12,000 1,000 Kantor pusat 1, 000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Transaksi 10.

Buku Kantor Pusat

Buku Kantor Cabang Bandung Ayat jurnal penutup : 30, Penjualan Persediaan Pengiriman dari Kantor Pusat Pembelian Biaya gaji Biaya penyusutan Biaya utilitas Biaya sewa Biaya lain-lain Kantor pusat Untuk menutup akun kantor pusat 000 6, 000 15,000 4,000 7,000 2,000 1,000 3,000 2,000 2,000

Perhitungan Harga Pokok Penjualan Perhitungan harga pokok penjualan untuk kantor pusat dan cabang PT.JAYALAH adalah sebagai berikut : Kantor Pusat Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Kantor Cabang HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Bandung Persediaan, 1 Januari 19x1 Pembelian Pengirirman ke Cabang Pengiriman dari kantor pusat Barang tersedia untuk dijual Persediaan, 31 Desember 19x1 Harga pokok penjualan Kertas Kerja Pencatatan akuntansi kantor pusat dan cabang bias digabungkan baika dengan menggunakan kertas kerja format neraca saldo ataupun format laporan keuangan. Kedua pendekatan ini digambarkan sebagai berikut. Data-data tentang kantor pusat yang sebelumnya tidak ada ditambahkan untuk melengkapi ilustrasi. 85,000,000 150,000,000 (15,000,000) 220,000,000 (80,000,000) 140,000,000 4,000,000 15,000,000 19,000,000 (6,000,000) 13,000,000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Kertas kerja gabungan pendekatan neraca saldo


PT. JAYALAH KERTAS KERJA KANTOR PUSAT DAN CABANG UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 19X1 (DALAM 000) Cabang Kantor Pusat Debet Kas Piutang dagang Persediaan - akhir Tanah Gedung - neto Peralatan - neto Cabang Bandung 41,000 9,000 60,000 80,000 6,000 20,000 100,000 52,000 8,000 22,000 50,000 60,000 86,000 20,000 100,000 60,000 a. 2.000 b. 20.000 153.000 * 50.000 * 5.000 * 10.000 * 7.000 * 3.000 * 10.000 * 10.000 * 376,000 50,000 5,000 200,000 110,000 20,000 b. 20.000 Bandung Penyesuaian dan eliminasi Laba Rugi Laba Ditahan Neraca

Harga Pokok Penjualan Biaya gaji Biaya penyusutan - gedung Biaya penyusutan - peralatan Biaya utilitas Biaya sewa Biaya lain-lain Deviden

140,000 13,000 43,000 7,000 5,000 8,000 2,000 6,000 1,000 3,000 8,000 2,000 10,000 595,000 51,000

Kredit Hutang dagang Hutang gaji Modal saham Laba ditahan Kantor pusat

50,000 4,000 1,000 200,000 110,000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Penjualan Laba cabang Bandung

229,000 30,000 2,000 595,000 51,000 a. 2.000

259,000

Laba bersih Laba ditahan 31 Desember 19x1 * Dikurangkan

21,000

21,000 121,000 121,000 376,000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Kertas kerja gabungan pendekatan laporan keuangan PT. JAYALAH KERTAS KERJA KANTOR PUSAT DAN CABANG UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 19X1 (DALAM 000) Kantor Pusat Cabang Bandung Penyesuaian dan Laporan Gabungan eliminasi Laporan Laba Rugi Penjualan Laba Cabang Bandung Harga Pokok Penjualan Biaya Gaji Biaya penyusutan - gedung Biaya penyusutan - peralatan Biaya Utilitas Biaya sewa Biaya lain-lain Laba bersih Laba ditahan Kantor Pusat Laba ditahan 1 Januari Kantor pusat (sebelum ditutup) Laba bersih Deviden Laba ditahan / kantor pusat Neraca Kas Piutang dagang - neto Persediaan Tanah Gedung - neto Peralatan - neto Cabang Bandung 229,000 2,000 140.000 * 43.000 * 5.000 * 8.000 * 6.000 * 8.000 * 21,000 110,000 21,000 10.000 * 121,000 41,000 60,000 80,000 20,000 100,000 52,000 22,000 375,000 50,000 4,000 200,000 121,000 375,000 * Dikurangkan 20,000 2,000 22,000 9,000 6,000 b. 20.000 21,000 10.000 * 121,000 50,000 60,000 86,000 20,000 100,000 60,000 a. 2.000 b. 20.000 23,000 1,000 376,000 50,000 5,000 200,000 121,000 376,000 30,000 a. 2.000 13.000 * 7.000 * 2.000 * 1.000 * 3.000 * 2.000 * 2,000 153.000 * 50.000 * 5.000 * 10.000 * 7.000 * 3.000 * 10.000 * 21,000 110,000 259,000

8,000

Hutang dagang Hutang gaji Modal saham Laba ditahan Kantor pusat

22,000 23,000

PENGIRIMAN BARANG DAGANGAN DI ATAS HARGA POKOK Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Prosedur yang diilustrasikan pad kasus PT. JAYALAH didasarkan pada pengiriman barang dagangan dari kantor pusat ke cabang yang menggunakan basis harga pokok. Banyak perusahaan menggunakan harga transfer diatas harga pokok untuk pengiriman internal ke cabang-cabang mereka. Beberapa perusahaan menetapkan harga transfer pada harga jual normal, sementara yang lainnya menggunakan mark-up standar. Alasan yang mendasari penetapan harga transfer diatas harga pokok, antara lain ialah agar aloksi pendapatan antar unit dalam perusahaan dilakukan dengan wajar, agar harga persediaan ditetapkan dengan efisien an agar margin laba dari tiap-tiap cabang diungkapkan dengan sebenarnya. Pengiriman ke Cabang Dicatat pada Harga Pokok Ketika kantor pusat mengirim barang dagangan kepada cabangnya dengan harga transfer diatas harga pokok, pencatatan akuntansi pada buku kantor pusat harus disesuaikan dengan biaya actual dari barang yang dikirim. Ini dilakukan melalui akun tambahan laba cabang atau laba yang belum direalisasikan. Sebagai contoh, kantor pusat PT. FIONA mengirim barang dagangan sejumlah Rp. 100.000.000 ke cabangnya di Tegal dengan mark-up sebesar 20% diatas harga pokok. Ayat jurnal yang harus dibuat adalah : Buku Kantor pusat Cabang Tegal Pengiriman ke cabang Tegal Laba belum direalisasikan cabang Tegal Rp. 120.000.000 Rp. 100.000.000 Rp. 20.000.000

(Untuk mencatat pengiriman ke cabang Tegal 120 % dari harga pokok) Buku kantor cabang Tegal Pengiriman dari kantor pusat Kantor pusat (Untuk mencatat penerimaan persediaan dari kantor pusat) Rp. 120.000.000 Rp. 120.000.000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Pengiriman ke Cabang Dicatat pada Harga Penagihan (billing prices) Beberapa perusahaan mencatat pengiriman barang ke cabang berdasarkan harga penagihan dan menyesuaikan akun laba belum direalisasinya hanya pada kahir periode akuntansi. Pada saat pendekatan ini yang digunakan, saldo akun laba belum direalisasi selama periode akuntansi mencerminkan laba yang belum direalisasi pada persediaan awal cabang, dan akun pengiriman ke cabang mencakup laba belum direalisasi untuk periode berjalan. Untuk lebih jelasnya, anggaplah PT. FIONA mengirim barang ke cabang Tegal dengan harga penagihan : Buku kantor pusat Cabang Tegal Pengiriman ke Cabang Tegal Rp. 120.000.000 Rp. 120.000.000

Dengan jurnal ini akun pengirirman kantor pusat dan cabang akan memiliki saldo yang sama, tetapi diperlukan dua ayat jurnal penyesuaian akhir tahun : Buku Kantor pusat Pengiriman ke cabang Tegal Laba belum direalisasi cabang Tegal (Untuk menyesuaikan pengirirman dengan basis biaya) Laba belum direalisasi cabang Tegal Laba cabang Tegal Rp. 18.000.000 Rp. 18.000.000 Rp. 20.000.000 Rp. 20.000.000

(untuk menyesuaikan laba cabang atas realisasi mark-up pada pengiriman ke cabang) Jurnal pertama menyesuaikan akun pengirirman ke cabang dan akun laba belum direalisasi dengan memunculkan saldo masing-masing Rp. 100.000.000 dan Rp. 20.000.000. Jurnal kedua yaitu untuk menyesuaikan laba cabang dari laba belum direalisasi. BIAYA PENGIRIMAN Biaya pengiriman barang ke lokasi akhir penjualan merupakan elemen penting bagi biaya persediaan barang dan harga pokok penjualan. Ongkos kirim dari kantor pusat ke cabang harus dimasukkan dalam perhitungan persediaan cabang dan harga pokok penjualan. Misalkan barang dagangan dikirim dari kantor pusat ke cabang senilai 125% dari harga pokok Rp. 10.000.000, dan kantor pusat membayar ongkos kirim sebesar Rp. 500.000. Berikut ini ayat jurnal yang harus dibuat pada buku kantor pusat dan kantor cabang : Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Buku kantor pusat Cabang Pengiriman ke cabang Laba belum direalisasi cabang Kas (mencatat pengirirman ke cabang) Buku Cabang Pengirirman dari kantor pusat Biaya pengiriman Kantor pusat (Untuk mencatat pengirimanbarang dari kantor pusat) Rp. 12.500.000 Rp. 500.000 Rp. 13.000.000 Rp. 13.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 2.500.000 Rp. 500.000

ALOKASI BIAYA KANTOR PUSAT DAN CABANG Alokasi biaya antara kantor pusat dan cabang biasanya diperlukan untuk mendapatkan pengukuran yang akurat mengenai laba dari tiap-tiap unit perusahaan. Biaya promosi, misalnya bias berhubungan dengan kegiatan penjualan kantor pusat, atau kegiatan penjualan satu atau lebih cabang. Apabila biaya promosi ini dibayar oleh kantor pusat, maka biaya promosi yang berhubungan dengan cabang harus dibebankan ke cabang. Biaya pensiun yang dibayar oleh kantor pusat dan biaya administrasi & umum kantor pusat juga harus dialokasikan pada kegiatan cabang untuk memberikan informasi lengkap mengenai laba dari tiap unit usaha. Situasi lain yang membutuhkan alokasi biaya terjadi saat pencatatan aktiva tetap dilakukan oleh sistem akuntansi kantor pusat. Berikut beberapa contoh pengalokasian biaya. Jika cabang membayar Rp. 5.000.000 untuk biaya promosi yang berhubungan dengan penjualan kantor pusat dan cabang sama rata, maka Rp. 5.000.000 itu dialokasikan sebagai berikut : Buku Cabang Biaya promosi Kantor pusat Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000 HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Kas

Rp. 5.000.000

(Untuk mengalokasikan 50% biaya promosi pada kantor pusat) Buku kantor pusat Biaya promosi Cabang Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000

(Untuk mencatat biaya promosi yang dibayar oleh cabang) Biaya pensiun Rp. 50.000.000 dan biaya umum kantor pusat Rp. 120.000.000 yang terjadi di kantor pusat dan dialokasikan masing-masing 25% ke cabangnya di Depok dan Cilegon dicatat sebagai berikut : Buku kantor pusat Cabang Depok Cabang Cilegon Biaya pensiun Biaya umum Rp. 42.500.000 Rp. 42.500.000 Rp. 25.000.000 Rp. 60.000.000

(Untuk mengalokasikan biaya pensiun dan umum pada kegiatan cabang) Buku cabang Depok Biaya pensiun Biaya umum Kantor pusat (Untuk mencatat alokasi biaya dari kantor pusat) Buku cabang Cilegon Biaya pensiun Biaya umum Kantor pusat (Untuk mencatat alokasi biaya dari kantor pusat) Rp. 12.500.000 Rp. 30.000.000 Rp. 42.500.000 Rp. 12.500.000 Rp. 30.000.000 Rp. 42.500.000

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

REKONSILIASI KANTOR PUSAT DAN CABANG Apabila terjadi kesalahan dalam mencatat transaksi resiprokal baik pada buku kantor pusat maupun pada buku cabang, dan jika transaksi hanya dicatat pada satu buku saja maka pada kahir tahun tidak akan muncul akun resiprokal kantor pusat dan cabang. Pendekatan yang digunakan untuk rekonsiliasi kantor pusat dan cabang sama dengan pendekatan yang digunakan dalam rekonsiliasi bank. Rekonsiliasi kantor pusat dan cabang pada Desember 19x1 diilustrasikan pada peraga berikut ini, dengan asumsi sebagai berikut : 1. Saldo 31 Desember 19x1 : akun kantor pusat (buku cabang) Rp. 452.300.000, akun cabang Garut (buku kantor pusat) Rp. 492.000.000. 2. Cabang Garut mengirim cek Rp. 12.000.000 tunai ke kantor pusat pada tanggal 31 Desember 19x1. Kantor pusat baru menerima cek tersebut tanggal 4 januari 19x2. 3. Kantor pusat mengirim barang dagangan senilai Rp. 20.000.000 ke cabang Garut pada tanggal 28 desember 19x1 pada harga transfer Rp. 25.000.000. Barang dagangan tersebut baru diterima cabang pada tanggal 8 Janurai 19x2. 4. Biaya promosi sejumlah Rp. 8.500.000 dialokasikan oleh kantor pusat ke cabang Garut. Biaya itu dicatat oleh cabang sebesar Rp. 5.800.000. Jurnal berikut ini dibuat pada buku kantor pusat untuk menggambarkan kas dalam perjalanan (cash in transit) tanggal 31 Desember 19x1 : Kas dalam perjalanan Cabang Garut Rp. 12.000.000 Rp. 12.000.000

Rekonsiliasi Kantor Pusat dan Cabang PT WIJAYA REKONSILIASI KANTOR PUSAT-CABANG GARUT 31 DESEMBER 19X1 (DALAM 000) Akun Akun Kantor Pusat Cabang Garut 452,300 492,00 Saldo buku, 31 Desember 19x1 Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB ,000 0,000 HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1

Kas dalam perjalanan-cabang Garut ke (12,000 kantor pusat Pengiriman dalam perjalanan cabang Koreksi kesalahan : biaya promosi Rp. 8.500.000 dicatat Rp.5.800.000 Saldo disesuaikan, 31 Desember 19x1 25,000 ,000 ,000) -

2,700 ,000 480,000 ,000 480,00 0,000

Jurnal koreksi pada buku cabang Garut untuk mencatat rekonsiliasi : Pengiriman dari kantor pusat-dalam perjalanan Kantor pusat (Untuk mencatat barang dalam perjalanan dari kantor pusat) Biaya promosi Kantor pusat Rp. 2.700.000 Rp. 2.700.000 Rp. 25.000.000 Rp. 25.000.000

(Untuk mengoreksi kesalahan pencatatan alokasi biaya promosi dari kantor pusat)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

HARI SETIYAWATI, SE.,AK.,M.SI AKUTANSI KEUANGAN LANJUTAN 1