Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KULIAH LAPANGAN EKOLOGI HEWAN PITFALL TRAP

OLEH: KELOMPOK 5

ANGGOTA 1. 2. 3. 4. 5. 6. HUSNUL SAKINAH ASRA HOLYZA HANDIKA NOFIA LOLA PUTRI RIDWAN TISMAWATI YULIWIRDAYANI

DOSEN PEMBIMBING Drs. RISTIONO, M.Pd

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

PITFALL TRAP A. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui arthropoda tanah yang hidup pada berbagai waktu (remang petang, rembang malam, rembang pagi) B. Waktu dan tempat Hari/tanggal Waktu Tempat : Sabtu-Minggu/ 25-26 Mei 2013 : 18.00-selesai : Taman Raya Bung Hatta kec.Lubuk Kilangan Kab.Indarung C. Alat dan bahan Alat: Pitfall trap (pancang, kertas karton hitam, gelas plastik) Bahan: 1. Gliserin 2. Plastik D. Cara kerja 1. Memilih daerah yang tepat untuk meletakkan pitfall trap dengan syarat daerah tersebut masih alami dan merupakan habitat arthropoda. 2. Menggali lubang sebesar gelas plastik dengan kedalaman sesuai dengan ketinggian gelas plastik dengan permukaan gelas plastik sejajar dengan permukaan tanah. 3. Masukkan larutan (gliserin) ke dalam gelas plastik. 4. Meletakkan bagian penutup yang berbentuk atap berlawanan dengan arah angin dengan tinggi 2 cm di atas permukaan tanah. 5. Mengganti sampel dan menggambil sampel pada waktu tertentu,yaitu sebagai berikut: a. Sesudah magrib (19.00 WIB)

b. Sesudah subuh (06.00 WIB) 6. Mencatat hasil pengamatan. E. Hasil pengamatan No 1 2 Waktu Pengambilan Sampel Sesudah magrib Sesudah subuh Ordo Hymenoptera Chilopoda Blattaria Jumlah 1 2 1

F. Pembahasan Pada praktikum kuliah lapangan ini dilakukan praktikum pitfall trap. Praktikum pitfall trap merupakan jebakan yang menyebabkan arthropoda jatuh ke dalam wadah. Wadah yang berisi formalin berguna untuk mematikan arthropoda yang terjebak jatuh ke dalam gelas plastik dan gliserin berguna untuk mengundang arthropoda untuk masuk ke dalam gelas. Bagian penutup terbuat dari kertas karton hitam yang ditutupi plastik agar jebakan dapat berfungsi maksimal. Bagian atap penutup diletakkan dalam posisi yang berlawanan dengan arah angin. Pada hasil pengamatan didapatkan bahwa pada sampel yang diambil ssesudah magrib magrib, ordo dari Hymenoptera terjebak. Ini berarti ordo ini hidup pada rembang malam. sesudah subuh didapatkan ordo dari Chilopoda dan Blattaria,ini berarti ordo ini hidup pada rembang pagi. G.Kesimpulan Berdasarkan hasil penganmatan penjebakan hewan dengan cara pit fall trap terdapat beberapa hewan yang terjebak disana. Keseluruhan dari hasil pengamatan bahwa hewan yang paling banyak didapatkan adalah dari ordo Chilopoda ,yang berjumlah 2 ekor,dan di lihat sesudah subuh.