Anda di halaman 1dari 7

PAPER PENYAKIT KARANTINA PES

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Surveilans Epidemiologi semester VI (genap)

Disusun oleh: Prassylvia Hillary Sirait 1011015071 Kelas FKM A 2010

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MULAWARMAN 2013

Artikel Demam Kuning Wed, 14/11/2012 - 15:59 WIB

Demam kuning adalah penyakit demam akut yang ditularkan oleh nyamuk. Demam ini dikenali sebagai penyakit untuk pertama kalinya pada abad ketujuh belas, namun baru pada tahun 1900 sampai 1901 Walter Reed dan rekan-rekannya menemukan hubungan antara virus demam kuning dengan nyamuk Aedes aegypti yang juga menularkan penyakit demam berdarah dengue/DBD. Penemuan ini membuka jalan bagi pengendalian penularan penyakit demam kuning ini. Demam kuning merupakan penyakit yang gawat di daerah tropika. Selama lebih dari 200 tahun sejak diketahui adanya perjangkitan di Yukatan pada tahun 1684, penyakit ini merupakan salah satu momok terbesar di dunia. Pada tahun 1905, New Orleans dan kota-kota pelabuhan di Amerika bagian Selatan terjangkit epidemi demam kuning yang melibatkan sekurang-kurangnya 5000 kasus dan menimbulkan banyak kematian. Diseluruh dunia jumlah angka kejadian penyakit Yellow Fever ini diperkirakan sebanyak 200.000 kasus dengan angka kematian yang lumayan tinggi yaitu 30.000 kematian pertahunnya. Demam kuning hanya terjadi di Afrika dan Amerika Selatan di negara yang terletak dekat khatulistiwa. Pengunjung yang belum diimunisasi, dan orang tinggal di kawasan-kawasan ini menghadapi risiko infeksi. Di Asia belum pernah dilaporkan kasus demam kuning.

Urgensi penyakit ini dalam kesehatan masyarakat Empat puluh lima negara endemik di Afrika dan Amerika Latin, dengan populasi gabungan lebih dari 900 juta, beresiko. Di Afrika, sebuah diperkirakan 508 juta orang tinggal di 32 negara beresiko. Penduduk yang tersisa berisiko berada di 13 negara di Amerika Latin, dengan Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador dan Peru pada risiko terbesar. Ada sebuah 200 000 diperkirakan kasus demam kuning (menyebabkan 30 000 kematian) seluruh dunia setiap tahun. Sejumlah kecil kasus impor terjadi di

negara bebas dari demam kuning. Meskipun penyakit ini belum pernah dilaporkan di Asia, wilayah ini beresiko karena kondisi yang diperlukan untuk transmisi yang hadir di sana. Dalam abad terakhir (XVII ke XIX), wabah demam kuning dilaporkan di Amerika Utara (New York, Philadelphia, Charleston, New Orleans, dll) dan Eropa (Irlandia, Inggris, Perancis, Italia, Spanyol dan Portugal). Kasus fatalitas berkisar harga dari penyakit parah dari 15% menjadi lebih dari 50%. Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di sub-Sahara Afrika, di mana demam kuning merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama yang terjadi dalam pola epidemi. Afrika juga pengalaman wabah periodik namun tak terduga dari demam kuning perkotaan. Tiga puluh dua negara Afrika sekarang dianggap beresiko demam kuning, dengan total populasi 610 juta orang, di antaranya lebih dari 219 juta tinggal di perkotaan. Demam kuning merupakan penyakit endemik di sepuluh negara-negara Amerika Selatan dan Tengah dan beberapa di kepulauan Karibia. Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, dan Peru dan Venezuela yang dianggap paling berisiko. Penyakit ini bukan endemis di daerah Asia juga Indonesia, tapi untuk daerah Afrika dan Amerika Latin, penyakit ini cukup sering dijumpai, sehingga bagi wisatawan yang akan berkunjung kenegara tersebut, maka mereka wajib diberikan vaksinasi Yellow Fever ini. Vaksin Yellow Fever diketahui sangat ampuh mencegah penularan penyakit ini.

PEMBAHASAN Demam Kuning merupakan penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus yang disebut Flavivirus. Pada kasus-kasus yang parah, infeksi virus menyebabkan demam yang tinggi, perdarahan kedalam kulit, dan necrosis (kematian) dari sel-sel dalam ginjal dan hati. Kerusakan yang terjadi pada hati karena virus ini berakibat pada jaundice yang parah yang menguningkan kulit. Oleh sebab itu penyakit ini disebut Yellow Fever atau dalam bahasa Indonesia disebut Demam Kuning.

Infeksi Flavivirus, demam yellow fever dapat berwujud, mulai dari penyakit tanpa gejala hingga ke onset akut viral hepatitis dan demam berdarah. penyakit ini ditemukan di daerah tropis Afrika dan Amerika. Virus ini umumnya menyerang manusia dan monyet, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Penyakit ini dapat menyebabkan wabah, yang dapat dicegah dan dikendalikan oleh kampanye/sosialisasi vaksinasi secara luas kepada masyarakat. Aedes aegypti merupakan vektor yang efektif di perkotaan. Spesies lain Aedes dan nyamuk Haemagogus memainkan peran penting dalam kasus sporadis demam kuning di daerah hutan hujan.

Penularan Pada kebanyakan kasus yang ada, virus demam kuning ditularkan oleh gigitan nyamuk. Pada wilayah kota, demam kuning mungkin ditularkan dari orang ke orang oleh nyamuk Aedes aegypti. Di hutan, demam kuning ditularkan dari monyet-monyet ke manusia oleh nyamuk-nyamuk yang berkembang biak dalam lubang-lubang pohon di hutan-hutan hujan. Diagnosis dari demam kuning dibuat dengan observasi (pengamatan) atau, jika diperlukan, dengan membiakan virus dari contoh darah.

Transmisi Virus demam kuning termasuk dalam kelompok arbovirus dari genus Flavivirus, dan nyamuk adalah vektor utama. Nyamuk ini akan membawa virus dari satu host ke yang lainnya, terutama antara monyet ke monyet, dari monyet ke manusia, dan dari manusia ke manusia. Beberapa spesies nyamuk Aedes dan Haemogogus dapat menularkan virus. Baik nyamuk yang berkembang biak di sekitar rumah (domestik), di hutan (liar) atau di kedua habitat (semi-domestik). Ada tiga jenis siklus penularan, yaitu: 1. Sylvatic (atau hutan) demam kuning: Di hutan hujan tropis, demam kuning terjadi pada monyet yang terinfeksi oleh nyamuk liar. Monyet-monyet yang terinfeksi kemudian menularkan virus kepada nyamuk lain yang memakan

mereka. Nyamuk yang terinfeksi menggigit manusia yang masuk ke hutan, sehingga dalam kasus-kasus tertentu penyakit demam kuning,Sebagian besar infeksi terjadi pada pria muda yang bekerja di hutan (misalnya pekerja penebang pohon). 2. Intermediate demam kuning: Di daerah yang lembab atau semi-lembab Afrika, pernah terjadi epidemi skala kecil. Nyamuk yang berkembang biak di alam bebas dan di sekitar rumah tangga dapat menginfeksi monyet dan manusia. Peningkatan Transmisi manusia dan nyamuk yang terinfeksi menyebabkan di suatu daerah bisa menderita kasus secara bersamaan. Ini adalah jenis yang paling umum untuk wabah di Afrika. Sebuah wabah dapat menjadi epidemi yang lebih parah jika infeksi terjadi di suatu daerah penduduknya penduduknya tidak divaksinasi.dan perkembang biakan nyamuk tidak di cegah. 3. Demam Kuning Perkotaan: wabah besar terjadi ketika orang yang terinfeksi virus demam kuning masuk ke daerah-daerah padat penduduk dengan sejumlah besar orang yang tidak kebal dan nyamuk Aedes. Nyamuk yang terinfeksi menularkan virus dari orang ke orang.

RAP Gejala awal penyakit biasanya muncul 3-6 hari setelah terinfeksi. Pada Fase Akut ditandai dengan demam, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah. Setelah 3-4 hari, kebanyakan keluhan dan gejala yang dirasakan pasien menghilang. Tetapi dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat memasuki masa kritis dimana Pasien akan Kembali mengalami demam tinggi dan beberapa sistem tubuh akan terkena. Pasien dengan cepat mengembangkan penyakit kuning dan mengeluh sakit perut disertai muntah. Pendarahan dapat terjadi dari, hidung, mulut, mata atau perut. Setelah ini terjadi, dapat ditemukan darah di muntahan dan tinja. Fungsi ginjal memburuk. Setengah dari pasien yang memasuki fase ini dalam waktu 10 sampai 14 hari akan meninggal, sisanya sembuh tanpa kerusakan organ yang signifikan.

Pada awal timbul nya Gejala ,Penyakit Demam Kuning ini sulit untuk didiagnosa,. Hal ini karena hampir mirip dengan Penyakit malaria berat, demam berdarah dengue, leptospirosis, hepatitis virus (terutama bentuk fulminan hepatitis B dan D), dan penyakit lainnya juga seperti demam berdarah (Bolivia,

Argentina, Venezuela dan demam pada hemoragik Flavivirus lainnya seperti West Nile, Zika virus dll) untuk membedakan dengan penyakit lainnya diperlukan tes darah untuk mendeteksi antibodi demam kuning yang dihasilkan sebagai respons terhadap infeksi. Beberapa teknik lain yang digunakan juga bisa untuk mengidentifikasi virus dalam spesimen darah atau jaringan hati yang dikumpulkan pada pasien yang telah meninggal akibat Demam kuning.

Pencegahan Hingga saat ini tidak ada pengobatan untuk demam kuning, meskipun obatobat antivirus mungkin dicoba. Obat-obatan yang saat ini ada hanya untuk mengurangi nyeri, gejala-gejala yang timbul serta mengurangi rasa

ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Penyakit biasanya berlalu dalam beberapa minggu. Demam kuning dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksin demam kuning adalah vaksin virus hidup yang dilemahkan. Vaksinasi direkomendasikan untuk orang-orang yang berpergian ke atau tinggal di area-area tropis di Amerika dan Afrika dimana demam kuning terjadi. Vaksinasi merupakan ukuran paling penting untuk mencegah demam kuning. Di daerah berisiko tinggi di mana cakupan vaksinasi rendah, pengendalian wabah melalui imunisasi sangat penting untuk mencegah epidemi. Untuk mencegah wabah di seluruh wilayah yang terkena dampak, cakupan vaksinasi harus mencapai minimal 60% sampai 80% dari populasi yang berisiko. Vaksinasi pencegahan dapat ditawarkan melalui imunisasi bayi rutin dan kampanye massa satu kali untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di negara-negara yang beresiko, serta untuk wisatawan yang berkunjung ke daerah endemik demam kuning. WHO sangat menganjurkan vaksinasi demam kuning rutin untuk anak-anak di daerah beresiko untuk penyakit ini. Vaksin demam kuning aman dan terjangkau, serta

mampu memberikan kekebalan efektif terhadap demam kuning dalam satu minggu pada 95% dari mereka yang divaksinasi. Sebuah dosis tunggal memberikan perlindungan bagi 30-35 tahun atau lebih, dan mungkin untuk seumur hidup. Selain vaksinasi, tindakan pencegaha lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari gigitan nyamuk ketika bepergian ke daerah tropis. Nyamuk demam kuning yang menyebar biasanya menggigit pada siang hari, khususnya pada senja dan fajar. Tindakan yang dilakukan dapat berupa mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, menggunakan lotion anti nyamuk, serta penggunaan kelambu. Dalam beberapa situasi, pengendalian nyamuk merupakan hal penting disamping pemberian vaksinasi . Risiko penularan demam kuning di daerah perkotaan dapat dikurangi dengan menghilangkan tempat berkembang biak nyamuk potensial dan memasukkan insektisida ke air yang merupakan perkembangan nyamuk tahap awal . Aplikasi insektisida semprot untuk membunuh nyamuk dewasa selama epidemi perkotaan, dikombinasikan dengan kampanye vaksinasi darurat, dapat mengurangi atau menghentikan penularan demam kuning Secara historis, kampanye pengendalian nyamuk Aedes aegypti berhasil dieliminasi, vektor demam kuning perkotaan, dari negara-negara daratan sebagian besar Amerika Tengah dan Selatan. Di Indonesia sendiri, tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Kuning yang merupakan penyakit karantina turut diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1962 Tentang Karantina Udara. Selain dengan kebijakan dan peraturan, pencegahan yang dilakukan seiring dengan pencegahan penyakit DBD, yaitu dengan menekan jumlah nyamuk Aedes Aegypti, seperti fogging, pemakaian kelambu, 3M, penggunaan abate, dan lain sebagainya.