Anda di halaman 1dari 37

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Politeknik merupakan lembaga pendidikan formal yang mendidik tenaga professional.Secara umum sistem pendidikan yang dipakai bertitik tolak pada kebutuhan tenaga praktis yang mempunyai ruang lingkup antara pendidikan sarjana dan pendidikan menengah umum. Kegiatan ini merupakan faktor pendukung yang sangat dominan untuk orientasi di atas, terutama dalam pemahaman lebih lanjut terhadap teori yang didapat. hal tersebut diatas berdasarkan pada porsi pendidikan di politeknik yang menitik beratkan 60% kepada praktikum seperti percobaan laboratorium dan bengkel, serta 40% kepada teori yang dilakukan dengan disiplin tinggi. Untuk keperluan diatas, politeknik menyediakan sarana dan fasilitas yang dibutuhkan. Namun demikian untuk mencapai mahasiswa praktisi professional perlu ditambah dengan program Praktek Kerja Lapangan (PKL). Dalam rangka menyelesaikan pendidikan D-III, kepada para mahasiswa diwajibkan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan membuat laporannya dalam bentuk karya tulis ilmiah. PKL dilaksanakan selama 1 bulan pada industri tersebut yang merupakan salah satu mata kuliah wajib. Penempatan mahasiswa pada industri tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan

berpikir dan pengetahuan yang lebih luas. Selama PKL mahasiswa akan melakukan observasi, pengumpulan informasi, maupun pengamatan berbagai proses atau prosedur kerja di industry. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada mahasiswa untuk meningkatkan wawasan, pemahaman dan pengalaman praktek langsung pada dunia kerja yang nyata sehingga mempu membandingkan teori dan pengalaman kerja dilapangan dalam berbagai bidang sesuai dengan program studinya masing-masing. Disamping itu PKL juga dapat melatih mahasiswa dalam melatih mehasiswa dalam menulis laporan sesuai dengan kaidah tulisan ilmiah.

Pada kesempatan ini penulis melaksanakan praktek kerja yang berlokasi di area Ammonia, dimana penulis juga menyerap sedikit banyak informasi tentang Evaluasi Performance Turbin Uap, juga dalam kesempatan ini praktikan mendapat kesempatan yang luar biasa dengan adanya shutdown pabrik. Oleh karena itu semua rotating equipment diover haule. Adapun tujuan di over haule pada turbine diantaranyauntuk mengecek clearance pada rotor, blade, labyrinth, membersihkan part-part serta bagian dalam turbine, untuk mengukur rotor dudukan bearing dan lain sebagainya. 1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan Sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam melaksanakan Praktek Kerja Lapangan ini antara lain adalah sebagai berikut: a. Menyelesaikan salah satu tugas pada kurikulum yang ada pada Politeknik Negeri Lhokseumawe. b. Mengetahui serta memahami peralatan yang digunakan dan permasalahan yang dihadapi dilapangan. c. Menerapkan dan membandingkan ilmu-ilmu teorities yang didapat di perguruaan tinggi ke dalam pekerjaan nyata. d. Memahami segi-segi ekonomis pengoperasian suatu sarana produksi. e. Merupakan bekal pengalaman kelak bila telah menyelesaikan studi.

1.2.1

Tujuan Umum Adalah memuat tujuan PKL secara umum yaitu : 1. Menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk praktek kerja pada industri/instansi serta menelaah bila terjadi perbedaan untuk penyesuaian. 2. Mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan dunia industry/instansi. 3. Melatih mahasiswa untuk bekerja mandiri di lapangan dan

menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan pekerjaan yang nanti akan ditekuni oleh para lulusan. 2

4. Menambah wawasan mahasiswa mengenai kerja dan manajemen industri/instansi. 1.2.2. Tujuan Khusus Memicu mahasiswa untuk bekerja dalam bidang kahliannya. Sebagai syarat untuk menyelesaikan Diploma III

1.3

Profil Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda bergerak dalam bidang industri pupuk serta

industri kimia lainnya. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Februari tahun 1982, memiliki dua unit pabrik, yaitu unit pabrik PIM - 1 dan pabrik PIM - 2, dan pabrik PIM - 1 mulai beroperasi pada tahun 1985 sedangkan PIM -2 mulai beroperasi pada tahun 1994. 1.3.1 Sejarah Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda bergerak dalam bidang industri pupuk serta industri kimia lainnya. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Februari tahun 1982, memiliki dua unit pabrik, yaitu unit pabrik PIM - 1 dan pabrik PIM - 2, dan pabrik PIM - 1 mulai beroperasi pada tahun 1985. Pembangunan proyek pabrik PIM-1 awalnya dirintis oleh PT. PUSRI Palembang pada tahun 1981. Penandatanganan kontrak pembangunan pabrik dilakukan pada tanggal 02 Oktober 1981 antara Pemerintah RI dengan kontraktor utama PT. Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang. Pembangunan pabrik PIM-1 dimulai pada tanggal 13 Maret 1982 dan dapat diselesaikan 3 bulan lebih awal dari rencana. Pada akhir tahun 1984 pabrik PIM-1 mulai berproduksi. Pengapalan produksi perdana dilakukan pada 7 Pebruari 1985 dan pada tanggal 20 Maret 1985 pabrik PIM-1 diresmikan oleh Presiden RI dengan kapasitas produksi sebagai berikut: Unit Urea, menggunakan teknologi Mitsui Toatsu, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea/hari.

Unit Ammonia, menggunakan teknologi Kellog, Amerika, dengan kapasitas desain 1.000 ton amoniak/hari yang telah dioptimalkan menjadi 1.170 ton amoniak/hari. Pada saat meresmikan pabrik PIM-1, Presiden RI menyatakan akan segera mendirikan pabrik PIM-2 di tempat yang sama. Sejak saat itu, Proyek pengembangan pabrik pupuk PIM-2 mulai dijajaki. Pada tahun 1994 proyek ini tercatat dalam Blue Book Bappenas dan pada 20 Nopember 1996 Pemerintah menyetujui pembangunan Proyek PIM-2. Pemancangan tiang pertama Proyek PIM-2 dilakukan pada tanggal 25 Pebruari 1999, tetapi karena situasi keamanan tidak kondusif, Proyek ini dihentikanPembangunannya sejak 18 Desember 1999 dan baru dimulai pembangunannya kembali pada 3 Juli 2002. Produksi amoniak (first drop) terjadi pada tanggal 18 Februari 2004 dan pada 15 Agustus 2005 Proyek PIM-2 dinyatakan selesai dengan kapasitas sebagai berikut : Unit Urea, menggunakan tcknologi Aces - TEC, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea /hari. Unit Ammonia, menggunakan teknologi Kellog Brown & Root, AS, dengan kapasitas desain 396.000 ton ammonia/Tahun. Tertundanya pembangunan Proyek PIM-2, yang dibangun oleh Konsorsium Toyo Engineering Corporation Japan, PT. Rekayasa Industri dan PT. Krakatau Engineering, ini telah berdampak pada peningkatan biaya, yaitu dari USD 310,2 juta menjadi USD 344,8 juta.

1.3.2

Lokasi Pabrik pupuk Urea PT Pupuk Iskandar Muda terletak di wilayah Zona

Industri Lhokseumawe (ZILS) 250 Km sebelah timur Banda Aceh, di Krueng Geukueh, kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Propinsi

Aceh,Indonesia.

Gambar 1.1 Pabrik Urea

Gambar 1.2 Pabrik Ammonia

Gambar 1.3 Peta lokasi PT. PIM Lokasi pabrik di Krueng Geukueh dipilih dengan beberapa pertimbangan, yaitu: Berdekatan dengan sumber cadangan bahan baku gas bumi yang sangat besar di Arun. Berdekatan dengan sumber air baku di sungai Peusangan. Sinergi sarana pelabuhan dengan PT. Asean Aceh Fertilizer dan Pelabuhan Umum.

Sinergi pipa gas alam dengan PT. Asean Aceh Fertilizer. Di jalur lalulintas kapal internasional, Selat Malaka, sehingga sangat strategis terhadap negara sasaran ekspor.

Untuk

pengembangan

usaha,

PTPupuk

Iskandar

Muda

telah

menyediakan lahan, lengkap dengan fasilitas pendukung seluas 323 ha, yang terdiri dari : Areal Pabrik dan Perkantoran seluas: 162 Ha. Perumahan dan sarana fasilitas seluas: 161 Ha.

Gambar 1.4 Lay Out PT. PIM 1.3.3 Struktur Organisasi

Produktifitas suatu perusahaan tidak hanya tergantung pada penggunaan teknologi canggih, tetapi juga dipengaruhi oleh sistem pengelolaan perusahaan itu sendiri. Sistem dan unsur pengelolaan biasanya diwujudkan dalam bentuk struktur organisasi. Struktur organisasi suatu perusahaan bertujuan untuk mempertinggi efektifitas perusahaan, memperlancar dan mempermudah pengelolaan dan pembagian tugas. Dengan demikian pihak pimpinan akan lebih mudah memonitor kemajuan dan gerak perusahaan, disamping itu karyawan akan lebih mudah menyampaikan kepada atasan.

Struktur organisasi yang baik bagi suatu perusahaan adanya suatu sistem atau struktur yang mencerminkan pembagian tugas yang jelas dan efektif. Semua unsur organisasi perusahaan dalam pelaksanaan kegiatan menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik intern maupun ekstern untuk mencapai kesatuan gerak secara sinergi yang disesuaikan dengan tugas pokok masingmasing. Dewan Direksi (Board of Director) berfungsi mengelola perusahaan secara korporat sesuai dengan yang telah ditetapkan pemegang saham melalui kebijakan strategi koorporasi dan strategi fungsional seperti : pemasaran, produksi, keuangan, pengembangan dan pemberdayaan seluruh aset dan potensi yang dimiliki. Secara struktural unit kerja dibawah Direksi sebagai eselon I adalah Kompartemen, Sekretaris Perusahaan dan Satuan Pengawas Intern (SPI) yang dipimpin oleh General Manager (Eselon-1) dan unit kerja di bawah Kompartemen disebut Departemen dipimpin oleh Manajer (Eselon-2). Unsur-unsur organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda, terdiri dari : Unsur Pimpinan Unsur Pembantu Pimpinan Unsur Pelaksana Unsur Penunjang Unsur Pengawasan Unsur Pimpinanadalah Direksi yang terdiri dari : Direktur Utama, Direktur Produksi, Teknik & Pengembangan, Direktur Komersil, Direktur SDM & Umum. Unsur Pembantu Pimpinan terdiri dari: Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawasaan Pemeliharaan, Intern (SPI), Kompartemen Produksi, Kompartemen Pemasaran,

KompartemenKeuangan,

Kompartemen

Kompartemen Sumber Daya Manusia dan Kompartemen Umum. Unsur Pelaksanaanadalah yang langsung melaksanakan proses produksi, pemeliharaan pabrik serta yang melaksanakan pemasaran produk, yaitu :

Kompartemen Produksi , Kompartemen Pemeliharaan dan Kompartemen Pemasaran. Unsur Penunjang Terdiri dari Departemen lainnya sebagaimana yang tertera pada struktur organisasi (terlampir). Unsur Pengawasanmerupakan Unit kerja yang melakukan pengawasan dan inspeksi seluruh kegiatan perusahaan meliputi operasional dan keuangan yang terdiri : Satuan Pengawasan Intern (SPI), Kompartemen Pemeliharaan (Departemen Inspeksi dan K-2) dan Kompartemen Produksi (Departemen Rendal Produksi). 1.4 Ruang Lingkup Kerja Perusahaan Proses produksi pengolahan bahan baku menjadi pupuk urea di PT. Pupuk Iskandar Muda dibagi menjadi tiga unit : 1. Unit Utility 2. Unit Ammonia 3. Unit Urea 1.4.1 Unit Utility Unit Utility merupakan unit penunjang bagi unit-unit yang lain dalam suatu pabrik atau sarana penunjang untuk menjalankan suatu pabrik dari tahap awal sampai produk akhir Pada PT. Pupuk Iskandar Muda, Unit Utility meliputi: 1. Area Water Intake Facility 2. Unit Pengolahan Air 3. Unit Pembangkit Steam 4. Unit Pembangkit Listrik 5. Unit Udara Instrument/Udara Pabrik 6. Unit Pemisahan Udara (ASP) 7. Unit Gas Matering Station 8. Unit Pabrik CO 2 dan Dry Ice

9. Unit Pengolahan Air Buangan 1.4.2 Unit Ammonia Disini penulis mencoba menjelaskan tahapan proses terbentuknva ammonia sebagai bahan baku Urea. Tinjauan produksi ini pada pabrik PT. PIM II. Karena pada saat ini pabrik ammonia yang berproduksi adalah pabrik PIM II, karena kekurangan pasokan gas dari, EXXON MOBIL. Proses pembuatan Ammonia di PT. Pupuk Iskandar Muda menggunakan teknologi Kellog Brown And Root (KBR) dari Amerika Serikat. Bahan baku yang digunakan untuk produksi ammonia adalah gas alam, Pabrik ammonia PT. PIM II mampu memproduksi ammonia sebanyak 1200 ton/hari. steam dan udara. Pabrik Ammonia II lebih Efisien dalam pemakaian Gas Alam dibandingkan

pabrik ammonia I . Karena pabrik ammonia II untuk menghasilkan 1 ton ammonia membutuhkan gas alam 28,08 mm. sedangkan ammonia I membutuhkan 37.7 mm/ btu. Proses pembuatan ammonia terdiri dari beberapa unit. Yaitu: a) Unit persiapan gas umpan haku. b) Unit pembuatan gas sintesa. c) Unit pemurnian gas sintesa. d) Unit sintesa ammonia. e) Unit pendinginan ammonia. f) Unit daur ulang ammonia. g) Unit daur ulang hidrogen. h) Unit pembangkit steam. 1.4.3 Unit Urea Urea pertama kali dibuat oleh Wohler (1828) secara sintesa dengan memanaskan ammonium cyanat (NH 4 CO). sehingga terbentuklah urea (NH 2 CONH 2 ). Pernbuatan urea secara sintesa pada tahun 1828, menandai permulaan dan pemanfaatan sintesa senyawa organik. Bassarow (1870), berhasil membuat 9

urea dan dehidrasi ammonium karbamat (NH 2 CONH 4 ), yang menjadi dasar dan proses pembuatan urea yang sekarang dipakai secara komersil. Pada tahun 1920 I. G. Ferben, membuat pabrik urea di Jerman berdasarkan proses dehidrasi ammonium karbamat dan juga dapat membuat urea dengan rnereaksikan ammonia (NH 3 ) dengan karbondioksida (CO 2 ) pada temperatur dan tekanan tinggi. Unit urea di PT. Pupuk Iskandar Muda dirancang untuk memproduksi urea prill sebanyak 1725 ton/hari sebelum dilakukan optimalisasi. Tetapi setelah dilakukan optimalisasi produksi urea meningkat menjadi 1983 ton/han. Urea dihasilkan dan reaksi antara ammmonia (NH 3 ) dengan karbondioksida (CO 2 ). Proses yang dipakai adalah proses Mitsui Toatsu Recycle C Improved. Proses ini dipilih karena mempunyai beberapa kelebihan, antara lain: murah ongkos pembangunannya. Mudah pengperasiannya dan dapat menghasilkan produksi yang tinggi. Unit urea dibagi dalam empat seksi. yaitu: 1. Seksi sintesa 2. Seksi pemurnian 3. Seksi daur ulang 4. Seksi pengkristalan dan pembutiran 1.5 Penerapan Keselamatan Kerja PT. PIM selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian lingkungan. Perusahaan menyadari bahwa pengelolaan kesehatan dan keselamatan kerja yang prima dan penuh tanggung jawab terhadap lingkungan sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang. Perusahaan senantiasa mengambil tindakan tepat untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan gangguan kesehatan di tempat kerja, selalu mengutamakan agar karyawan mendapat tempat kerja yang aman dan sehat. Perusahaan sangat memperhatikan masalah dan dampak lingkungan dari seluruh

10

aktivitas perusahaan. Seluruh aktivitas perusahaan dievaluasisecara ilmiah dampaknya terhadap lingkungan dan dilakukan tindakan pengawasan dan pencegahan. Melalui praktek manajemen yang efektif, perusahaan berupaya menjamin kesehatan dan keselamatan kerja karyawan dan meminimumkan dampak negativeterhadap lingkungan serta menciptakan sumbangsih positif kepada masyarakat. Kami tidak pernah menganggap hal tersebut sebagai beban, tapi merupakan bagian investasi perusahaan bagi masa depan kitabersama. Untuk mencapai tujuan tersebut PT. PIM bertekad untuk : 1. Membangun landasan kepatuhan sejalan dengan peraturan K3 dan pelestarian lingkungan serta komitmen sukarela. 2. Mengupayakan perbaikan berkelanjutan atas berbagai aspek yang berkaitan dengan kinerja K3 dan pelestarian lingkungan. 3. Menetapkan dan pengkajian sasaran, penilaian dan pelaporan kinerja K3 dan pelestarian lingkungan dengan menerapkan best practices yang tepat pada situasi setempat. 4. Memupuk pemahaman yang lebih baik mengenai masalah K3

danpelestarian lingkungan, terkait dengan aktivitas usaha perusahaan. 5. Menempatkan K3 dan pelestarian lingkungan sebagai bagian yang tidakterpisahkan dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) danLaporan Tahunan. 6. Menyertakan partisipasi karyawan sebagai bagian dari upaya peningkatan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.

Dalam rangka mengimplementasikan K3 dan pelestarian lingkungan, maka PT PIM beserta anak perusahaan dan sedapat mungkin mitra kerja yang terlibat,wajib menempatkan berbagai isu yang berkaitan dengan K3 dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari strategi jangka panjang, RKAP serta Laporan Tahunan. Usaha-usaha yang telah dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan keselamatan kerja sebagai berikut :

11

1. Meningkatkan

kualitas

peralatan

menuju

ke

arah

lebih

baik,

sehinggadisukai oleh pengguna dan jumlahnya diharapkan pada tahun 2012 sudah memadai untuk 1:1 orang. 2. Melakukan kegiatan - kegiatan/program yang menuju K3, memberikan rekomendasi keselamatan kepada kondisi yang Un-Safe Condition Simulasi/latihan penanggulangan keadaan darurat pabrik dan kegiatan SAFETY lainnya. 3. Membuat prosedurprosedur tentang keselamatan dan penanggulangan bahaya berdasarkan sistem manajemen K3. 4. Melakukan pemeriksaan dan pengukuran terhadap bahaya kebocoran gasyang mudah terbakar dan bahan-bahan bahan berbahaya dan beracun. 5. Melaksanakan hazop study bersama unit kerja terkait terhadap peralatan yang berisiko bahaya tinggi. 6. Peningkatan Kesehatan Karyawan. 7. Melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala melaksanakan pengobatan/perawatan dan tindakan rehabilitasi mediskepada karyawan yang sakit/kecelakaan kerja dan melaksanakan penyuluhan kesehatan secara intensif dan kontinyu. 8. Melakukan pemantauan lingkungan kerja.Penyediaan sarana olah raga dan melaksanakan senam wajib bagi karyawan setiap hari jumat pagi. 9. Pemberianextra foodingbagi karyawan pabrik dan melaksanakan

pemantauan gizi terhadap suplai makanan dan minuman untuk karyawan yang dipasok dari luar. 10. Penerapan program hidup sehat bagi karyawan yang mengalami kelainandari hasil pemeriksaan kesehatan berkala (senam rutin, treadmill, konsultasi dokter umum/spesialis).

12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Evaluasi Performance Turbin Uap Perubahan performance turbin merupakan massalah penting yang perlu

diperhitungkan

dalam

operasikarena

akan

mempengaruhi

efisiensi

dan

keselamatan sistem. Analisis operasi turbin dan pembangkit uap akibat perubahan beban dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi dan keselamatan. Analisis dilakukan berdasar keseimbangan massa uap yang melewati turbin dan pembangkit uap, dihitung berdasar proses Siklus Rankine. Evaluasi dilakukan pada operasi turbin dan pembangkit uap akibat penurunan beban dari kondisi design yang disimulasi dengan penutupan katup pengatur. Hasil perhitungan pada operasi pembangkit uap menunjukkan bahwa penurunan beban turbin mengakibatkan kenaikan temperatur dan tekanan pembangkit uap, dan selanjutnya dapat mengurangi pembebanan termal siklis steam turbin.

Gambar.2.1. Siklus Rankine

13

Proses yang dialami fluida kerja pada masing masing komponen adalah sebagai berikut : Proses kompresi (1-2) Daya dari luar diberikan kepada pompa melaui poros untuk memutar impeller yang melekat pada poros.Dengan putaran impeller, zat cair yang terisap melaui mata impeller pada sisi isap dan ikut bersama impeller. Putaran ini menimbulkan gaya sentrifugal yang menyebabkan zat cair mengalir dari tengah impeller keluar melaui saluran diantara bilah bilahnya. Proses ini berlaku untuk pompa dinamik, sedangkan untuk pompa jenis positif dilakukan dengan jalan mengatur ruang yang dilakukan oleh alat yang dapat bergerak seperti piston. Dengan adanyan penambahan pulsa pada zat cair, kecepatan alirannya menjadi tinggi dan tekanannya bertambah.Zat cair dalam kecepatan kecepatan tinggi ini ditampung dalam suatu wadah berbentuk rumah siput dengan pompa jenis valute atau cincin cincin pada pompa diffuser.Head kecepatan pada zat cair berubah menjadi head tekanan.Zat cair dengan tekanan tinggi dibuang keluar melaui sisi buang pompa. Pada prinsipnya pompa berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi fluida berbentuk tekanan sehingga zat cair dapat mengalir dari tempat yang bertekanan lebih rendah. Proses pemasukan kalor (2-3). Zat cair yang bertekanan tinggi dialirkan kedalam boiler, kemudian dilakukan penambahan kalor dari luar, apabila suhu zat cair telah melewati titik didihnya, maka akan berubah menjadi uap. Uap yang terjadi adalah uap basah.Fluida dalam bentuk ini tidak dapat langsung digunakan, karena uap ini mengandung kondensat yang dapat mengakibatkan erosi atau pengikisan pada sudu sudu turbin. Untuk mengatasinya uap harus dipanaskan lanjut sehingga uap tersebut menjadi uap kering sempurna untuk dapat dugunakan pada turbin uap Proses ekspansi(3-4) Uap kering dengan tekanan tinggi dialirkan kedalam turbin.Pada nozzle yang terdapat didalam turbin tekanan fluida diubah menjadi kecepatan dengan memperkecil daerah laluan fluida kerja. Uap yang bekerja dengan kecepatan

14

tinggi akan membentur sudu sudu gerak dan mengakibatkan berputanya roda turbin. Uap yang telah melakukan proses ekspansi akan mengalami penurunan kecepatan. Uap yang keluar dari exahaust kecepatannya diubah kembali menjadi tekanan dengan jalan memperbesar daerah laluan pada exahaust. Proses pengeluaran uap (4-1) Uap yang dikeluarkan melalui turbin mempunyai suhu yang cukup tinggi dengan daerah tekanan rendah, sehingga masih membentuk campuran antara uap dengan air.Untuk menjadikan fluida kerja kembali dalam bentuk cairan jenuh, perlu penurunan suhu yang dapat dilakukan didalam kondensor.

Siklus ideal yang terjadi didalam turbin adalah siklus Renkine ; Air pada siklus 1 dipompakan, kondisinya adalah isentropik s1 = s2 masuk ke boiler

dengan tekanan yang sama dengan tekanan di kondenser tetapi Boiler menyerap panas sedangkan kondenser melepaskan panas, kemudian dari boiler masuk ke turbin dengan kondisi super panas h3 =h4 dan keluaran dari turbin berbentuk uap jenuh dimana laju aliran massa yang masuk ke turbin sama dengan laju aliran massa keluar dari turbin, ini dapat digambarkan dengan menggunakan diagram T-s berikut:

3 T Cp

2 4 1

Gambar.2.2 Diagram Temperatur (T)

15

Menurut Hukum pertama Thermodinamika, kerja yang dihasilkan oleh suatu proses siklus adalah sama dengan Jumlah Perpindahan Kalor pada fluida kerja selama proses siklus tersebut berlangsung. Jadi untuk proses Siklus 1 2 2 3 3 4 1 Dengan rumus: W = T dS W = Kerja per satuan berat fluida kerja Ds = Luas 1 2 - 2 2 3 4 - 1 pada diagaram ( T s ) Dalam kenyataan Siklus sistem Turbin Uap menyimpang dari Siklus Ideal (Siklus Rankine ) antara lain karena faktor tersebut dibawah ini : 1. Kerugian dalam pipa atau saluran fluida kerja, misalnya kerugian gesekan dan kerugian kalor ke atmosfer disekitarnya . 2. Kerugian tekanan dalam ketel uap 3. Kerugian energi didalam turbin karena adanya gesekan pada fluida kerja dan bagian-bagian dari turbin. 2.2 Klasifikasi Turbin Uap Turbin Uap dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori yang berbeda berdasarkan pada konstruksinya, prinsip kerjanya dan menurut peoses penurunan tekanan uap sebagai berikut: 2.2.1 Klasifikasi Turbin berdasarkan Prinsip Kerjanya 1. Turbin Impulse Turbin impuls atau turbin tahapan impuls adalah turbin sederhana berrotor satu atau banyak (gabungan ) yang mempunyai sudu-sudu pada rotor itu. Sudu biasanya simetris dan mempunyai sudut masuk dan sudut keluar.

Turbin satu tahap. Turbin impuls gabungan. Turbin impuls gabungan kecepatan.

Ciri-ciri dari turbin impuls antara lain: Proses pengembangan uap / penurunan tekanan seluruhnya terjadi pada sudu diam / nosel.

16

Akibat tekanan dalam turbin sama sehingga disebut dengan Tekanan Rata. 2. Turbin Reaksi Turbin reaksi mempunyai tiga tahap, yaitu masing-masingnya terdiri dari baris sudu tetap dan dua baris sudu gerak. Sudu bergerrak turbin reaksi dapat dibedakan dengan mudah dari sudu impuls karena tidak simetris, karena berfungsi sebagai nossel bentuknya sama dengan sudu tetap walaupun arahnya lengkungnya berlawanan. Ciri-ciri turbin ini adalah :

Penurunan tekanan uap sebagian terjadi di Nosel dan Sudu Gerak Adanya perbedaan tekanan didalam turbin sehingga disebut Tekanan Bertingkat.

2.2.2

Klasifikasi Turbin Uap Berdasarkan Pada Tingkat Penurunan Tekanan Dalam Turbin

Turbin Tunggal ( Single Stage ) Dengan kecepatan satu tingkat atau lebih turbin ini cocok untuk untuk daya kecil, misalnya penggerak kompresor, blower, dll. Turbin Bertingkat (Aksi dan Reaksi ). Disini sudu-sudu turbin dibuat bertingkat, biasanya cocok untuk daya besar. Pada turbin bertingkat terdapat deretan sudu 2 atau lebih. Sehingga turbin tersebut terjadi distribusi kecepatan / tekanan. 2.2.3 Klasifikasi Turbin berdasarkan Proses Penurunan Tekanan Uap Turbin Kondensasi. Tekanan keluar turbin kurang dari 1 atm dan dimasukkan kedalam kompresor. Turbin Tekanan Lawan. Apabila tekanan sisi keluar turbin masih besar dari 1 atm masih dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin lain. Turbin Ekstraksi. Didalam turbin ini sebagian uap dalam turbin diekstraksi untuk roses pemanasan lain, misalnya proses industri. 17 sehingga

2.3

Prinsip Kerja Turbin Uap Secara singkat prinsip kerja turbin uap adalah sebagai berikut :

Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Didalam nosel energi panas dari uap dirubah menjadi energi kinetis dan uap mengalami pengembangan. Tekanan uap pada saat keluar dari nosel lebih kecil dari pada saat masuk ke dalam nosel, akan tetapi sebaliknya kecepatan uap keluar nosel lebih besar dari pada saat masuk ke dalam nosel. Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu turbin yang berbentuk lengkungan dan dipasang disekeliling roda turbin. Uap yang mengalir melalui celah-celah antara sudu turbin itu dibelokkan kearah mengikuti lengkungan dari sudu turbin. Perubahan kecepatan uap ini menimbulkan gaya yang mendorong dan kemudian memutar roda dan poros turbin. Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu turbin berarti hanya sebagian yang energi kinetis dari uap yang diambil oleh sudu-sudu turbin yang berjalan. Supaya energi kinetis yang tersisa saat meninggalkan sudu turbin dimanfaatkan maka pada turbin dipasang lebih dari satu baris sudu gerak. Sebelum memasuki baris kedua sudu gerak. Maka antara baris pertama dan baris kedua sudu gerak dipasang satu baris sudu tetap ( guide blade ) yang berguna untuk mengubah arah kecepatan uap, supaya uap dapat masuk ke baris kedua sudu gerak dengan arah yang tepat. Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang terakhir harus dapat dibuat sekecil mungkin, agar energi kinetis yang tersedia dapat dimanfaatkan sebanyak mungkin. Dengan demikian effisiensi turbin menjadi lebih tinggi karena kehilangan energi relatif kecil.

2.4

Dasarperhitungan Dalam menentukan performance suatu peralatan, perlu diketahui terlebih

dahulu parameter-parameter yang menentukan performance peralatan tersebut.

18

2.4.1. Daya Beban Daya beban adalah sejumlah daya yang dibutuhkan oleh prime mover agar dapat beroperasi pada kondisi yang diinginkan. Beban yang digerakkan oleh turbin uap item 51-112-JT adalah daya pompa sentrifugal dan daya pompa dapat ditentukan dengan langkah langkah sebagai berikut : A. Head Pompa

Head pompa dapat dihitung berdasarkan persamaan Bernaully, yaitu : p1/(.g)+(V12)/(.g)+z_1+Hp = p2/(.g)+(V22)/(.g)+z_2 Dimana : P V Z g Hp = Tekanan fluida = Kecepatan aliran fluida = Ketinggian permukaan fluida = Percepatan gravitasi = Densitas fluida = Head total fluida

Head pompa merupakan selisih antara head hisap dengan head buang. Secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut : HP = Hd Hs atau : Hp = p1/(.g)+(V12)/(.g)+z_1 = p2/(.g)+(V22)/(.g)+z_2 Dimana ; Hd Hs P/p g V/p g Z = Head discharge = Head suction = Head tekanan = Head kecepatan = Head ketinggian (m) (m) (m) (m) (m)

19

B.

Daya Hidrolik Daya hidrolik adalah energi yang secara efektif diterima oleh fluida dari

pompa persatuan waktu. Daya hidrolik dapat dinyatakan sebagai berikut : Nh = . g . Q . Hp Dimana ; Nh Q G Hp C. Daya pompa Daya yang diperlukan untuk menggerakkan pompa sama dengan daya hidrolik ditambah dengan kerugian daya didalam pompa. Daya pompa dapat dinyatakan sebagai berikut : Np=Nh/p Dimana : Np Nh p 2.4.2 = Daya pompa = Daya hidrolik = Efisiensi pompa (kW) (kW) (%) = Daya hidrolik = Densitas fluida = Kapasitas aliran fluida = Percepatan grafitasi = Head pompa (kW) (kg/m3) (m3/s) (m/det3) (m)

Daya Poros Turbin (Daya Efektif) Daya efektif adalah daya-daya internal turbin dikurang dengan daya yang

hilang akibat kerugian-kerugian mekanis. Persamaannya adalah:

Neff = Ni - Nm Dimana: Ni Neff = Daya internal = Daya effektif (kW) (kW)

20

Nm

= Kerugian gaya mekanis

(kW)

Pada turbin (51-112-JT ) pentransmisian energi mekanik dalam bentuk putaran dari turbin ke pompa dilakukan dengan perantaraan roda gigi yang

mereduksi dari putaran tinggi ke putaran rendah (kecepatan poros turbin terhadap kecepatan poros pompa). Transmisi antara turbin dengan pompa didukung oleh bantalan jenis journal bearing untuk menahan gaya radial dan ball bearing untuk menahan gaya aksial yang terjadi. Besar daya efektif turbin dapat dihitung dengan persamaan: Neff =Np/t Dimana: Np t g = Daya pompa = Effisiensi transmisi = 98,1 % (kW) (%)

2.4.3

Daya Internal Turbin Daya internal turbin adalah daya yang dihasilkan oleh turbin uap. Daya ini

dapat dihitung dengan persamaan: Ni = (427 . G . Hi)/102 Dimana : Ni G Hi = Daya internal turbin = Massa aliran uap = Penurunan kalor dalam turbin = ho - hi Hi Ho 427;102 = Enthalpi uap masuk = Enthalpi uap keluar = Faktor konversi (kW) (kg/s)

21

2.4.4

Effisiensi Mekanis Turbin Effsiensi mekanis adalah perbandingan antara daya efektif turbin dengan

daya internal yang dihasilkannya, atau dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut: m = Nw/Neff x 100% 2.4.5 Effisiensi Overall Turbin Effisiensi overall turbin merupakan hubungan antara daya fluida pompa dengan daya internal yang dihasilkan, persamaannya adalah sebagai berikut :

ov = Nw/Ni x 100 % Dimana : Nw Ni = Daya air = Daya internal (kW) (kW)

2.5

Komponen Utama Turbin Uap

Gambar 2.1 kontruksi dan komponen turbin uap Turbin Uap terdiri beberapa bagian yang fungsinya satu dengan yang lain saling berhubungan diantaranya adalah :

22

1. Cassing Casing adalah sebagai penutup bagian-bagian utama turbin. 2. Rotor Rotor adalah bagian turbin yang berputar yang terdiri dari poros, sudu turbin atau deretan sudu yaitu Stasionary Blade dan Moving Blade. Untuk turbin bertekanan tinggi atau ukuran besar, khususnya unuk turbin jenis reaksi maka motor ini perlu di Balanceuntuk mengimbagi gaya reaksi yang timbul secara aksial terhadap poros.berfungsi sebagai saluran gas masuk pada stage pertam,maka materialnyaharustahan terhadap abrasive dan korosi. 3. Shaft Shaft turbin berfungsi untuk meneruskan putaran dan daya ke beban yang digerakkan. Pada poros turbin dipasang roda turbin dan bantalan 4. Kopling Kopling berfungsi sebagai penerus putaran dan daya poros turbin kebeban poros yang digerakkan. 5. Journal Bearing Journal bearing adalah Turbine Part yang berfungsi untuk menahan gayaradial atau gaya tegak lurus rotor. 6. Bearing Clearance Bearing clearance adalah dimana kita harus mencari jarak antara shaf dengan thrust bearing dengan menggunakan lead wire lalu kita ukur berapa ketebalan timah tersebut dengan menggunakan micrometer,karena apabila jarak shaf dengan thrust bearing terlalu renggang maka mesin tersebut akan mengalami vibrasi yang sangat keras. 7. Thrust Bearing Thrust bearing adalah Turbine Part yang berfungsi untuk menahan atau untukmenerima gaya aksial atau gaya sejajar terhadap poros yang merupakan gerakan maju mundurnya poros rotor. 8. Gland Packing

23

Gland packing adalah Sebagai Penyekat untuk menahan kebocoran baik kebocoran Uap maupun kebocoran oli. 9. Labirinth Ring Labirint ring adalah mempunyai fungsi yang sama dengan gland packing. 10. Impuls Stage Impuls stage adalah sudu turbin yang berada padatingkat pertama. 11. Stasionary Blade Stasionary blade adalah sudu-sudu yang berfingsi untuk menerima dan mengarahkansteam yang masuk. 12. Moving Blade Moving blade adalah sejumlah sudu-sudu yang berfungsi menerima dan merubah Energi Steam menjadi Energi Kinetik yang akan memutar generator.

24

BAB III METODOLOGI PKL

3.1 Tempat dan Waktu PKL Adapun Tempat danWaktu PKL dilaksanakan di Pabrik PT. Pupuk Iskandar Muda, pada instansi Departemen Rotati K2. Pabrik ini terletak di wilayah zona Industri Lhokseumawe 250 Km sebelah Timur Banda Aceh, di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Nanggro Aceh Darussalam. Praktek Kerja Lapangan di PT. Pupuk Iskandar Muda ini dilaksanakan selama satu bulandengan pembagian jadwal setiap kegiatan ditentukan oleh pembimbing selama Praktek Kerja Lapangan berlangsung. 3.2 Metodologi Pelaksanaan PKL a) Pengarahan secara umum dari ManagerSafety Shoes tentang keselamatan kerja, dan pengambilan safety. b) Wawancara dengan Superintendent Inspeksi Rotating dan K2 dan karyawan PT. PUPUK ISKANDAR MUDA yang terlibat dalam kegiatan PKL tentang bidang apa yang akan di Evaluasi. c) Pengenalantentang Turbin yang ada di PT. PUPUK ISKANDAR MUDA serta fungsinya. d) Penulisan Penyelesaian tugas khusus, materi dan judul tugas khusus dengan judul Evaluasi Performance Turbin Uap dan pengambilan data dari PT. PUPUK ISKANDAR MUDA dan kunjungan ke perpustakaan yang bertujuan untuk mendapatkan literature yang diperlukan. e) Kajian kepustakaan

25

3.3

Rangkuman Pekerjaan Yang Dilakukan Selama PKL Pembongkaran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Persiapan alat alat kerja, Buka kopling, Buka hab kopling, Buka aksesoris, Buka link sistem governor, Buka governor, Buka bearing out side, Buka bearing in side, Untuk nomor 8 dan 9, dapat diperiksa seal dan olinya apakah masih layak pakai atau harus diganti. 9. Buka turbin,

10. Buka ring seal (carbon ring), Ring tersebut harus diukur dan bila rusak diganti. 11. Angkat rotor dan keluarkan perlahan lahan, Pada rotor dilakukan pemeriksaan atau di inspeksi tingkat kelayakan pemakaiannya.

Pemasangan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Masukkan kembali ball bearing dan sleve bearing, Masukkan kembali rotor perlahan lahan, Masukkan ring seal, Tutup turbin, Tutup kembali bearing in side dan out side, Tutup kembali governor, Tutup kembali link sistem governor, Masukkan kembali aksesoris, Masukkan kembali kopling,

10. Tutup kembali hab kopling dan cover kopling,

26

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN TUGAS KHUSUS

4.1

Hasil Dikarenakan pada saat Praktek Kerja Lapangan banyak mencakup tentang

Pompa, Turbine Dan Kompresor, maka penulis bertekat dan memilih antara ketiga komponen tersebut yaitu tentang turbin uap. Secara garis besar pompa dapat didefinisikan adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu fluida incromfressible dari tekanan rendah ketekanan tinggi atau dalam keadaan yang rendah ke keadaan yang lebih tinggi. Dalam menentukan performance suatu peralatan, perlu diketahui terlebih dahulu parameter-parameter yang menentukan performance peralatan tersebut. Maka oleh karena itu, daya beban pompa sangat perlu diketahui terlebih dahulu. Pada kesempatan tersebut saya sebagai penulis laporan ini ingin menganalisa bagaimana perbandingan pompa yang kondisi desain dan bagaimana pompa yang kondisi aktual (lapangan).

Untuk kondisi Design Turbin(isentropis) baik HP turbin maupun LP turbin, analisis dilakukan dengan menentukan besarnya entalpi uap (h1,h2,h3 dan h4) berdasarkan tekanan dan temperatur uap. setelah diketahui nilai dari entalpi uap maka daya yang dihasilkan turbin secara ideal dapat ditentukan berdasarkan persamaan daya turbin. Sedangkan kondisi aktual, entalpi uap (h1 dan h2) pada turbin HP ditentukan berdasarkan tekanan masuk dan keluar serta temperatur masuk dan keluar . Sedangkan entalpi uap (h3 dan h4) pada turbin LP ditentukan dengan memperhitungkan uap yang terhisap oleh ejektor melalui persamaan balans di kondensor. Persamaan balans di kondensor berguna untuk menentukan kualitas uap yang melalui turbin, sehingga dapat diketahui besarnya entalpi uap (h4) yang

27

keluar dari turbin LP. Setelah nilai uap diketahui maka besarnya.Prestasi kerja turbin dilihat dari besar-kecilnya nilai efisiensi turbin. Nilai efisiensi diperoleh setelah diketahui nilai entalpi dan daya turbin diketahui. Dalam menentukan performance suatu peralatan, perlu diketahui terlebih dahulu parameter parameter yang menentukan perhitungan performance paralatan tersebut. 4.1.1 Evaluasi Performance pada kondisi Design Dari data sheet turbin uap item 51-112-JT dan pompa item 51-112-J, SHINKOKINZOKU IND .CO.LTD dapat diperoleh data-data sebagai berikut: Turbin : Speed Tekanan uap masuk Tekanan uap keluar Temperatur uap masuk Temperatur uap keluar Massa aliran uap Pompa : Speed Tekanan buang (Discharge) Tekanan hisap (suction) Kapasitas Effisiensi pompa Temperatur pompa Densitas fluida : n : Pd : Ps : Q : p : T : = 2960 rpm = 7,32 kg/cm2.G = -0,77kg/cm2.G = 126 m3/jam = 0,035 m3/s = 66% = 52 0C = 0,987 kg/m3 : n : Ps : Pe : Ts : Te : M = 2960 rpm = 38,3 kg/cm2.G = 3,52 kg/cm2.G = 321 0C = 227 0C = 1764 kg/jam = 0,49 kg/s

28

Dari data-data diatas, maka dapat ditentukan:


1. Head Pompa

Hp

= Hd Hs =

= 7,32cp 104 m/s2 9,81 -0,77kg/cm2 10 4 9,81 0,987 kg/m3 9,81 =82 m

2. Daya Hidrolik (Nh) Nh =

. g . Q.Hp (watt)

= 0,987 kg/m3 x 9,81 x 0,035 m3/s x 82 m = 277886W = 277,886 Kw

3.

Effisiensi Pompa. (Asumsi = 66 %)

4. Daya Pompa Np =
=

( kW )

= 421,03 kW

5. Daya Turbin (Daya Efektif) = Np / nt = = 637,8 Kw 6. Ni Daya Internal Turbin

kw
29

Dimana : G Hi = Massa Aliran Uap (1,764 kg/s) = Penurunan Kalor Dalam Turbin = = Enthalpy Uap Masuk = 758 kj/kg = Enthalpy Uap Keluar = 718,3 kj/kg

Maka, Ni

= = 29316 w = 293,16kw

7.

Effisiensi Mekanis

= =
= 45,9% 8.

100% 100%

Effisiensi Overall Turbin

= =

100% 100%

= 94,7 %

4.1.2

Evaluasi Performance Pada Kondisi Aktual Dari data aktual turbin uap item 51-112-JT, dan pompa item 51-112-J,

SHINKOKINZOKU IND . CO.LTD dapat diperoleh data-data sebagai berikut: Turbin Speed Tekanan uap masuk : n : Pi = 2955 rpm = 38kg/cm2x G

30

Tekanan uap keluar Temperatur uap masuk Temperatur uap keluar Massa aliran uap

: Pe : Ti : Te : M

= 3,5kg/cm2 x G = 320 oC = 225 oC = 1764 kg/jam = 0,49 kg/s

Pompa Speed Tekanan buang (Discharge)

: n : Pd : Ps : Q

= 2955 rpm = 7,30 kg/cm2 x G = -0,75 kg/cm2 x G = 124 m3/jam =0,034m3/s = 50 oC = 65 % = 0,987 kg/m3

Tekanan hisap(suction)

Kapasitas (Q) Temperatur pompa Effisiensi Densitas fluida

: T : np :

Dari data-data diatas, maka dapat ditentukan : 1. Hp Head Pompa = Hd Hs .. ( m )

= Pd.104.g Ps .104.g .g = 7,30kg/cm2 104 m/s2 9,81 -0,75kg/cm2 10 4 9,81


0,987 kg/m3 9,81

= 81,5 m 2. Daya Hidrolik Nh = . g . Q.Hp ( watt ) = 0,987kg/ =268301 W = 268,301 kW


3. Effisiensi Pompa. (Asumsi= 65 %

x 9,81 x 0,034

/s x 81,5 m

31

4. Daya Pompa Np =
=

( kW )

= 412,77 kw

5. Daya Turbin (Daya Efektif)


= Np / nt

= = 635,03 Kw

6. Ni

Daya Internal Turbin

kW

Dimana : G = Massa Aliran Uap= 1,764 kg/s


=Penurunan kolor dalam turbin=

Dari tabel ASME maka diperoleh nilai : = Enthalpy Uap Masuk = 3200C = 2550C Maka, Ni = = 162,1kw 7. Effisiensi Mekanis Turbin (38 kg/cm2) (3,5 kg/cm2) = 756kj/kg

= Enthalpy Uap Keluar = 717,2kj/kg

100%

32

100%

= 25,5 %

8.

Effisiensi overall turbin

= =

100%
100%

= 93,8 % 4.2 Pembahasan Dari hasil data yang didapat, maka dapat disimpulkan bahwa Evaluasi Performance pada data design dengan Evaluasi Performance pada dataaktual terjadi perbedaan. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah hasil Berdasarkan evaluasi dan perhitungan performance turbin uap 51-112-JT,diperoleh : Tabel 4.2Perbandingan Evaluasi Perhitungan Perfarmance Kondisi Design Dan Kondisi Aktual Parameter Head pompa Daya Hidrolik Daya Pompa Daya Poros Turbin Daya Internal Turbin Efisiensi Mekanis Efisiensi Overall Kondisi Design 82 m 277,88 Kw 421,03 Kw 637,92 Kw 293,1 Kw 45,9 % 94,7 % Kondisi Aktual 81,5 m 268,30 kw 412,77 kw 635,03 Kw 162,1kw 25,5 % 93,8 %

Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 4.2, bahwa daya yang dihasilkan turbin tergantung dari kapsitas uap yang masuk ke dalam turbin dan besarnya penurunan entalpi uap. Daya yang dibangkitkan oleh turbin secara design lebih besar dibandingkan oleh turbin secara aktual. Hal ini disebabkan 33

karena kerugian-kerugian yang terjadi di dalam turbin belum diperhitungkan misalnya kerugian akibat kebocoran, kerugian tekanan, kerugian uap melalui sudu-sudu turbin. Dari hasil perhitungan pula diperoleh efisiensi overall dalam kondisi aktual sebesar 93,8% yang menunjukkan besarnya energi yang dimanfaatkan secara efektif oleh sudu turbin dan sisanya hilang akibat kerugian yang terdapat di dalam turbin tersebut. Efisiensi ioverall dapat ditingkatkan dengan memperkecil penurunan entalpi turbin. Efisiensi mekanis dalam kondisi aktual sebesar 25,5% memberikan indikasi bahwa energi yang dimanfaatkan secara tidak efektif dalam memutar poros turbin. Kerugian mekanis diakibatkan gesekan poros dengan bantalan lebih rendah. Efisiensi termal menunjukkan prestasi sistem turbin secara umum menunjukkan bahwa energi yang dimanfaatkan dalam kondisi aktual rendahyaitu 162,1 kw yang berarti terdapat kehilangan energi yang besarnya 131 kw terserap dalam mengatasi kerugian di dalam turbin, dan terbuang ke lingkungan sekitar.

34

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan Dari data data yang didapat diatas menyimpulkan bahwa turbin pada

pengoperasian (kondisi aktual) dilapangan tidak bekerja pada kondisi designnya, namun demikian masih bekerja pada batas normalnya yang diizinkan sehingga secara keseluruhan turbin 51-112-JT masih sangat baik untuk dioperasikan. Kenaikan effesiensi ini disebabkan beberapa faktor, antara lain: 1. Performance atau prestasi kerja turbin sangat dipengaruhi oleh besarnya kerugian-kerugian yang berhubungan dengan kondisi uap itu sendiri maupun kerugian-kerugian mekanis seperti gesekan, tubrukan dan lainlain. 2. Performance turbin dapat ditingkatkan dengan dengan memperkecil kerugian yang terjadi seperti mengurangi kebocoran melalui ruang bebas sehingga energi uap dimanfaatkan secara efektif dalam memutar poros turbin. 3. Performance pompa masih cukup baik terutama bagian impeller, wearingring dan casing ring yang mungkin masih bisa dinaikkannya tekanan discharge pompa.

5.2

Saran Dari hasil perhitungan, pengamatan di lapangan, Analisa dan kesimpulan

yang di dapat dari turbin 51-112-JT penulis menyimpulkan: 1. Untuk dapat mempertahankan effisiensi turbin dan menjaga

keseimbangan antara uap yang masuk dengan uap yang keluar. Lakukan report pada kondisi design (normal speed operasi), jangan jauh menyimpang.

35

2. Pada saat menjalankan turbin lakukan pemanasan dahulu sekitar setengah jam, dan kondisi valve drum casing dalam keadaan terbuka yang bertujuan untuk membuang kandungan air pada uap dan juga menjaga temperatur uap sebagaimana terdapat pada data sheet. 3. Lakukan evaluasi / inspeksi secara keseluruhan dan berperiodik baik turbin maupun pompa yang kiranya dapat mempengaruhi atau menurunkan effisiensi dan gejalagejala yang lain pada pengoperasian turbin atau pompa.

36

DAFTAR PUSTAKA

1. Munandar, Aris.W, Penggerak Mula Turbin, ITB, Bandung, 1982 2. Reynold, W. Thermodinamika Teknik, Erlangga, Jakarta, 1987 3. Sheylakin, P. Turbine kukus, Terjemahan Ir. Zulkifli Harahap, Erlangga, Jakarta, 1988 4. Dietzel, Fritz. 1996. Turbin, Pompa dan Kompresor. Penerbit Erlangga. Jakarta.

37