Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PERIOPERATIF JANTUNG (PRE INTRA POST BEDAH JANTUNG) by. HASRAT JAYA ZILIWU, S.

Kep

SEJARAH

Karena sifat mistiknya, jantung merupakan organ terakhir yang menjalani terapi bedah. Lebih kurang 100 tahun yang lalu di Jerman, Ludwig Rehn mengantarkan era bedah jantung dengan menjahit ventrikel kanan seorang anak muda yang mengalami perdarahan akibat luka tusuk. Di Amerika Serikat, bedah jantung pertama dilakukan tahun 1902, juga menutup luka tusuk pada jantung. Tapi pembedahan trauma jantung tidak berkembang lebih jauh sampai perang dunia II (Mc Cauley. Brest and Mc Goon, 1985). Periode sekitar peralihan abad lalu juga memperlihatkan usaha-usaha awal untuk meringankan stenosis katub mitral dan katub pulmonal telah gagal, dan ini berlangsung sampai tahun 1948 ketika Charles Bailey memakai valvulatomi untuk melakukan komisurotomi tertutup yang berhasil pada penderita stenosis katub mitral. Teknik-teknik untuk perbaikan terbuka stenosis atau insufisiensi katub perlu menunggu perkembangan sirkulasi ekstrakorporeal. Lebih dari 100 tahun yang lalu kemajuan intervensi bedah pada penyakit jantung berjalan sangat cepat, sampai kita mempelajari lebih jauh tentang proses penyakit dan kemajuannya, kita akan terus memperbaiki dan memperluas pilihan diagnosa dan intervensi keperawatan untuk mencapai derajat kesemuhan klien yang mengalami proses bedah jantung (perawatan perioperatif jantung).

PENGKAJIAN

Pengkajian klien dilakukan untuk membuat rencana perawatan pada klien bedah jantung. Pengkajian harus mencerminkan tinjauan klien secara holistik, memudahkan perumusan diagnosa keperawatan dan memasukkan standart praktik yang diterima seperti yang dibuat oleh Assosiation of Operating Room Nurses (AORN) untuk klien perioperatif dan American Nurses Assosiation (ANA) & American Hearth Assosiation AHA) untuk klien dengan gangguan sistem kardiovaskuler. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan pengkajian berkaitan dengan perawatan perioperatif jantung, antara lain : Riwayat Riwayat harus mencakup informasi tentang status kesehatan klien sebelumnya dan harapan atau persepsinya terhadap penyakit serta intervensi yang akan dilakukan, antara lain : Tingkat kecemasan/ketakutan klien Lama inap klien sebelum operasi berhubungan dengan peningkatan resiko terhadap infeksi luka Status klien darurat/emergency, semidarurat atau elektif/terencana Waspadai gejala-gejala yang mungkin timbul, seperti :

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

25

Penyakit jantung iskemik umumnya mengeluh nyeri dada (angina pektoris) Penyakit katub jantung menunjukkan nafas pendek, sinkop, letih, nyeri angina atau nyeri abdomen atas (akibat hepatomegali karena gagal jantung kanan) Catat awitan, durasi, kualitas, lokasi, penyebaran, gejala-gejala yang berhubungan, faktor pencetus dan faktor yang meringankan dari tiap-tiap gejala Beri perhatian khusus pada obat-obatan inotropik, diuretik dan depressan miokardium, juga terapi antibiotik, antihipertensi dan kortikosteroid

Faktor Resiko Ini penting dalam merencanakan perawatan untuk rawat inap dan pemulangan karena berfokus pada area yang memerlukan pendidikan klien lebih lanjut. Faktor resiko meliputi : Riwayat penyakit jantung dalam keluarga Hiperkolesterolemia atau hipertrigliseridemia Merokok Asupan alkohol Faktor-faktor psikososial seperti pekerjaan yang duduk dalam waktu lama dan tingkat stress yang tinggi Riwayat demam reumatik atau tonsilitis yang sering pada masa kanak-kanak kerusakan katub jantung Diabetes melitus mempengaruhi sistem vaskular dan menghambat proses penyembuhan serta memudahkan klien mendapatkan infeksi Obesitas meningkatkan beban kerja jantung Faktor-faktor individual, seperti asupan kopi, status nutrisi, pola tidur, faktor kerja dan ekonomi, jauh dari fasilitas laboratorium, aktifitas, pengaturan hidup, dinamika keluarga, pendidikan, kepercayaan dan nilai keagamaan serta budaya Pengkajian Fisik Pengkajian fisik memberikan data dasar dan informasi tentang masalah-masalah potensial yang memerlukan intervensi kepada perawat. Meskipun sistem kardiovaskuler merupakan fokus pengkajian, temuan dari parameter pengkajian yang lain menuntun perawat perioperatif dalam mengintegrasikan informasi ke dalam rencana perawatan klien yang komprehensif. Ini semua harus ditinjau dalam merencanakan perawatan untuk klien bedah jantung, meliputi : Pengkajian umum 1. Kulit Keadaan kering, dingin, diaforesis, pucat, edema, pengisian kapiler yang buruk, memar/hematoma dan ptekia mencerminkan fungsi kardiovaskuler yang terganggu Penderita endokarditis dapat memiliki nodus osler (lesi eritematous yang sangat nyeri akibat emboli yang terinfeksi) di bantalan jari tangan atau jari kaki 2. Penglihatan dan sakit kepala Gangguan perfusi cerebral dan mungkin akibat curah jantung yang tidak adekuat atau penyakit aterosklerotik

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

26

Obat digitalis dapat mempengaruhi penglihatan dan fungsi mental bedakan dengan gangguan sirkulasi Identifikasi sumber infeksi kronis (tonsil, sinus dan karies dentis) nyeri akibat infeksi

3. Gastrointestinal Disfungsi ventrikel kanan nyeri, intoleransi makanan, nafsu makan menurun, pertambahan berat badan yang tiba-tiba, pirosis/heartburn dan kesulitan menelan 4. Genitourinarius Curah jantung yang lemah perubahan atau perkemihan, perubahan gairah atau fungsi seksual penurunan fungsi

5. Sistem Neurologi Meliputi perubahan tingkat kesadaran, ingatan, pemahaman dan status emosional. Bingung, gelisah, bicara tidak jelas, baal dan paralisis merupakan tanda kerusakan perfusi cerebral. Sinkop dapat terjadi karena curah jantung yang menurun akibat stenosis katub aorta, emboli cerebral yang berasal dari atrium kiri yang membesar pada stenosis katub mitral atau penyakit aterosklerotik cerebral. 6. Pernafasan Menunjukkan derajat kegagalan jantung. Bagaimana frekwensi, kualitas dan pola pernafasan Adanya batuk dan bunyi nafas seperti rales, mengi dan ronki menunjukkan adanya edema paru dan perlunya toilet paru preoperatif yang ketat Observasi pengembangan dada, pemakaian otot-otot bantu, retraksi diafragma dan retraksi/bulging interkostal Apakah ada ortopnea atau dispnea nokturnal praoksismal 7. Sistem Kardiovaskuler Bagaimana status kardiovaskuler klien ? Apakah ada ketidaknyamanan atau nyeri dada, lengan, bahu, punggung, atau rahang ? Dingin merupakan stressor lain, karena menggigil yang menyertai saat kedinginan meningkatkan laju metabolisme sehingga membuat jantung bekerja lebih keras ! Indentifikasi ukuran, konfigurasi dan gerakan dinding dada. Hipertropi ventrikel atau lesi jet (aliran kecepatan tinggi dalam jantung) akibat stenosis aorta adanya thrill, heaves/pulsasi yang terlihat dan teraba pada area iktus kordis Penyakit jantung iskemik, penyakit katub jantung dan perikarditis adanya bising jantung, murmur dan friction rub Nadi apikal, femuralis dan radialis mencerminkan fungsi jantung bagaimana frekwensi, irama dan kualitasnya ? Tekanan darah mungkin normal, rendah atau tinggi. Tekanan darah tinggi/hipertensi waspadai hipertropi ventrikel kiri. Tekanan darah rendah/hipertensi waspadai perubahan fungsi neurologis, gastrointestinal dan ginjal.

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

27

Pengkajian klien harus komprehensif karena fungsi jantung mempengaruhi semua sistem organ tubuh. Lakukan pengkajian dengan teliti dan rumuskan masalah sesuai dengan tingkat kebutuhan klien

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Kebanyakan klien dengan prosedur pembedahan jantung akan mengalami evaluasi klinik lengkap yang mencakup pemeriksaan non-invasif dab invasif. Pemeriksaan Non-invasif 1. EKG (Electrocardiography) Dilakukan dalam keadaan istirahat EKG latihan (uji stress) mungkin dilakukan karena perubahan segmen ST yang menandakan iskemia miokardium 2. Rontgenografi dada Memberikan informasi tentang ukuran rongga jantung, aorta toracica dan vaskular paru, serta adanya kasium di katub, perikardium, arteri koronaria dan aorta. 3. Echocardiography Adalah uji non-invasif yang mengevaluasi struktur dan fungsi jantung dengan mentransmisikan gelombang suara ke jantung dan mengukur gelombang suara yang dipantulkan kembali ke transduser. Digunakan untuk mengkaji fungsi kaub jantung dan menetukan derajat stenosis atau regurgitasi katub serta menunjukkan tumor atau trombus pada rongga atrium 4. Pencitraan radionuklida Memberikan gambaran gerakan dinding dan aliran darah melalui jantung dan mengukur fungsi jantung. Dapat dipakai sebagai pelengkap pada kateterisasi jantung karena umumnya dapat ditoleransi oleh banyak klien. Paling umum dikenal dengan nama Multiplegated Acquistion Scanning (MUGA Scan), dikenal juga sebagai pencitraan kumpulan darah. Pemeriksaan Invasif Kateterisasi jantung masih merupakan standar emas dalam memberikan informasi yang paling pasti tentang luas dan lokasi penyakit jantung iskemik, penyakit katub jantung dan penyakit jantung kongenital. Angiografi koroner memperlihatkan anatomi koroner dan dan ventrikulografi menggambarkan kelemahan kontraktil ventrikel, serta beberapa defek intrakardium kongenital. Pemeriksaan digunakan untuk mengkaji derajat disfungsi miocardium dan untuk merencakan intervensi seperti CABG (Coronary Artery Bypass Grafting), bantuan mekanik ventrikel atau transplantasi jantung, jika fungsi jantung abnormal tidak dapat dipulihkan.

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

28

PEMERIKSAAN LABORATORIUM Uji laboratorium digunakan untuk mengkaji berbagai fungsi sistem organ, antara lain : 1. Uji Hematologi Mengukur hemoglobin, hematokrit, leukosit, trombosit, dan memberikan informasi tentang fungsi dan kapasitas pembawa oksigenasi dada. Trombosit rendah antisipasi perdarahan yang lama

2. Uji fungsi hati dan ginjal Abnormal pada penderita gagal jantung kronik akibat kongesti pada hati dan penurunan aliran darah ginjal, seperti protein meningkat, albumin meningkat, kreatinin meningkat dan lain-lain 3. Pemeriksaan laboratorium tambahan selama periode perioperatif meliputi AGDA dan enzim yang menandai kerusakan miokardium.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Pertukaran : Pola respon manusia yang melibatkan saling memberi dan menerima Bersihan jalan nafas tidak efektif Resiko tinggi aspirasi Resiko tinggi perubahan suhu tubuh Pola nafas tidak efektif Curah jantung menurun Resiko tinggi dan atau Kekurangan volume cairan Kelebihan volume cairan Gangguan pertukaran gas Hipertermia/hipotermia Resiko infeksi Resiko cedera (listrik, fisik, kimia, mekanik) Perubahan nutrisi : kurang/lebih Perubahan membram mukosa mulut Resiko dan atau Kerusakan integritas kulit Perubahan perfusi jaringan (ginjal, cerebral, kardiopulmonal, gastrointestinal, perifer) Rasional : Pola pertukaran mencakup kebanyakan diagnosa fisiologis yang umum ditemui selama perioperatif dan mencerminkan hasil yang diharapkan dari klien yang berkaitan dengan sistem organ tubuh secara keseluruhan, terutama berhubungan dengan oksigenasi dan sirkulasi, efek anastesi, efek immobilisasi, efek perubahan tingkat kesadaran. 2. Berkomunikasi : Pola respon manusia yang melibatkan pengiriman pesan Gangguan komunikasi verbal Rasional :

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

29

Gangguan komunikasi verbal biasanya disebabkan insufisiensi kardiovaskuler, penurunan tingkat kesadaran, sedasi, dispnea, atau penghalang fisik seperti selang endotrakheal. Ketidakmampuan untuk berbicara atau memahami bahasa yang dominan juga merusak komunikasi. 3. Berhubungan : Pola respon manusia yang melibatkan menjalin pertalian Perubahan proses keluarga Konflik peran orangtua Perubahan penampilan peran Perubahan pola seksualitas atau Disfungsi seksual Gangguan interaksi sosial atau isolasi sosial Rasional : Menjalin dan mempertahankan pertalian sering dipengaruhi oleh penyakit jantung. Jantung dirasakan oleh banyak orang lebih dari sekedar pompa yang rumit dan konsekwensi fisiologis penyakit jantung mempengaruhi kemampuan klien untuk mempertahankan peran pribadi, profesional dan sosial. Nyeri dan letih, dua gejala umum yang membuat interaksi sosial, penampilan peran dan proses keluarga lebih sulit bila klien tidak nyaman dan lelah. Difungsi seksual mungkin ada sebagai akibat dari gejala yang diuraikan di atas dan ini juga akibat perfusi yang buruk. 4. Menilai : Pola respon manusia yang melibatkan penentuan harga relatif Tidak patuh Rasional : Bila persahabatan disangkal atau terancam oleh gejala-gejala kelemahan, maka klien berada dalam distress spiritual. Mereka tidak bisa beribadah atau mendapat dukungan spiritual dari pemuka agama. Pada waktu yang bersamaan kewaspadaan akan masalah ini mendorong petugas kesehatan untuk meminta kunjungan rumah oleh ustad, pastor atau pendeta. Persepsi bahwa jantung merupakan tempat bersemayamnya jiwa dan banyak klien yang takut mati mendorong adanya diagnosa ini. 5. Bergerak : Pola respon manusia yang melibatkan aktifitas Resiko/Intoleransi aktifitas Defisit aktifitas pengalihan Keletihan Perubahan pertumbuhan dan perkembangan Gangguan manajemen pemeliharaan rumah Gangguan mobilitas fisik Kurang perawatan diri : higiene, berpakaian, makan, eliminasi Gangguan pola tidur Gangguan menelan Rasional : Aktifitas hidup sehari-hari memerlukan sikap mental dan kemampuan fisik untuk melakukan aktifitas tersebut. Letih, nyeri dan dispnoe dapat mengganggu pola tidur dan menciptakan kurangnya kemampuan merawat diri dalam higiene, berdandan atau makan. Gangguan mobilitas fisik dan gangguan penanganan pemeliharaan rumah tidak lazim ditemui pada klien dengan insufisiensi curah jantung untuk memenuhi kebutuhan akibat latihan. Klien ini kemungkinan

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

30

kekurangan aktifitas pengalihan. Anak-anak penderita lesi kongenital yang berat akan memperlihatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. 6. Persepsi : Pola respon manusia yang melibatkan penerimaan informasi Gangguan citra tubuh Ketidakberdayaan Gangguan identitas pribadi Keputusasaan Harga diri rendah kronik/situasional Perubahan sensori/perseptual : penglihatan, pendengaran, kinestetik, pengecapan, taktil, penghiduan Rasional : Defisit aktifitas mungkin mempengaruhi bagaimana individu mempersepsikan diri mereka sendiri. Gangguan citra tubuh dan konsep diri berhubungan dengan keterbatasan fungsional karena penyakit. Harga diri dan identitas pribadi terpengaruh dan rasa tidak berdaya serta putus asa menjadi nyata dengan kenyataan bahwa tidak dapat melakukan aktifitas yang sebelumnya bisa dilakukan. Perubahan sensori dan persepsi menjadi semakin jelas karena penyakit semakin memburuk. Faktor emosional dan fisik mungkin dijumpai pada klien yang memperlihatkan perubahan pada penglihatan, pendengaran, pergerakan, penghiduan dan pengecapan. 7. Pengetahuan : Pola respon manusia yang melibatkan arti yang berkaitan dengan informasi Kurang pengetahuan Perubahan proses pikir Rasional : Kurang pengetahuan lazim terjadi pada klien dengan penyakit jantung karena sifat penyakit yang kompleks dan kecanggihan teknik diagnosis dan terapinya. Apalagi bila klien menggunakan beragam mekanisme koping untuk menyesuaikan diri terhadap stress emosional. Pendidikan klien dimulai dengan pengkajian apa yang diketahui klien. 8. Perasaan : Pola respon manusia yang melibatkan kesadaran subjektif dan informasi Ansietas Takut Nyeri Nyeri kronik Rasional : Ketidaknyamanan fisik dapat terjadi akibat rasa takut dan cemas yang meningkat. Takut memiliki sumber yang dapat dikenali dan perawat dapat mengurangi rasa takut dengan menanyakan klien tentang rasa takut yang dialaminya. Cemasmerupakan ancaman yang tidak spesifik dan mungkin akibat rasa dari takut yang tidak dapat dirumuskan atau bahaya yang tidak diketahui.

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

31

RENCANA PERAWATAN

(secara umum pada klien perioperatif jantung) Prosedur perioperatif jantung yang sering dialami klien, antara lain : 1. Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) 2. Penggantian katub aorta 3. Penggantian katub mitral 4. Perbaikan katub trikuspid 5. Perbaikan defek septum atrium (ASD) 6. Perbaikan aneurisma aorta asendens dada (dissecting) 7. Perbaikan aneurisma thorasica desendens 8. Pemasangan automatic Implantable Cardioverter Defribillator (AICD) 9. Pemasangan alat bantu ventrikel 10.Transplantasi jantung

Pedoman Standar Tindakan Pembedahan Jantung

Keperawatan

untuk

Klien

dengan

Memperlihatkan pengetahuan tentang respons fisiologis dan psikologis terhadap operasi 1. Periopeatif Puasa Premedikasi Waktu dan cara transportasi ke OK Kejadian di tempat prainduksi pemasangan jalur arteri dan jalur vena perifer Kunjungan oleh perawat sirkulasi Pindah ke OK dan naik ke meja operasi Lingkungan OK dingin, banyak staf, lampu, peralatan, pakaian Induksi/premedikasi Jalur sentral, selang nasogastrik Kateter urine Persiapan kulit Perkiraan lama operasi 2. Intraoperatif Mengkaji keinginan klien terhadap pengetahuan Menghormati pengingkaran yang normal Jika diminta, uraikan prosedur yang akan dilakukan, gunakan model jantung Menjawab pertanyaan klien dan keluarga 3. Postoperatif Menguraikan lingkungan ICU bedah bising, peralatan, protokol Menguraikan kondisi klien saat masuk ICU selang, kateter, dingin, kulit pucat, dalam keadaan terbius, tidak bisa bicara karena diintubasi Metode komunikasi alternatif Menjelaskan jam besuk dan perkiraan lama nginap 4. Mengkaji efek penyakit kardiovaskuler status fungsi, status fisiologi dan status psikologis

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

32

5. Mengkaji pemahaman klien tentang penyakit kardiovaskuler 6. Mengkaji efek obat-obatan jantung pada proses pikir klien 7. Menentukan pengetahuan klien tentang regimen pengobatan saat ini 8. Mendapatkan perasaan dan pemahaman klien tentang prosedur bedah jantung, prosedur alternatif yang mungkin 9. Mendorong mengungkapkan rasa takut 10.Menentukan kepercayaan agama yang mempengaruhi prosedur bedah 11.Mengkaji ketakutan, kekuatiran, pemahaman keluarga terhadap prosedur 12.Mencatat adanya jaringan parut sternotomi, operasi ulang memerlukan masa operasi yang lebih lama dan berkaitan dengan perdarahan yang banyak. Beritahu klien dan keluarga tentang kemungkinan masa operasi yang lama 13.Mendapatkan pemahaman klien tentang prosedur operasi sebelumnya, jika klien mempunyai pertanyaan atau belum paham, rujuk kep petugas kesehatan yang tepat bila perlu 14. Mengkaji pemahaman klien tentang komplikasi bedah jantung yang mungkin infark miokard perioperatif, stoke, hemorragik, gagal ginjal, atelektasis, disritmia bahkan kematian 15.Memastikan dimana keluarga menunggu selama operasi bebas dari infeksi 1. Menggunakan obat penghilang rambut atau pencukur listrik untuk mencukur rambut ; hindari pisau cukur 2. Mengkaji faktor resiko terhadap infeksi postoperatif infeksi jantung sebelumnya, lama operasi, lama pintas kardiopulmonal, transfusi darah, kehilangan darah setelah operasi, lama rawat inap 3. Membalut semua jalur intravena dan intraarteri 4. Menyiapkan larutan antibiotik topikal untuk irigasi 5. Memastikan sistem drainase urine tertutup, menjaga kantung urine tidak menyentuh lantai 6. Secara rutin merendahkan lutut (atau lebih rendah jika diperlukan vena tungkai) dalam mengantisipasi pemasangan jalur tekanan arteri femoralis, balon intra aorta dan atau melakukan pintas femoral-femoral 7. Batasi instrumen dan peralatan yang digunakan untuk pangkal paha atau tungkai 8. Jika meretraksi jantung dari sisi kanan klien, ganti gaun dan sarung tangan setelah retraksi selesai 9. Jika meja operasi dielevasi, rendahkan (untuk beberapa deseksi IMA) atau putar dari sisi ke sisi (untuk mengalirkan udara ke ventrikel), lakukan tindakan yang tepat untuk mempertahankan sterilitas lapangan, gaun dan sarung tangan ; lakukan tindakan pencegahan untuk mempertahankan sterilitas jalur pintas

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

33

10.Pertahankan alat-alat tetap steril sampai klien keluar dari OK (pada kasus insisi perlu dibuka kembali untuk eksplorasi) 11.Catat jumlah dan nomor seri semua implan Mempertahankan integritas kulit 1. Memberi bantalan pada tangan, siku dan belakang kepala, beri bantalan pada kaki jika mungkin 2. Jika hipotermia dalam digunakan, lindungi telinga, hidung dan bagian yang menonjol lainnya ; beri bantalan pada tangan, lengan dan kaki. Cegah kontak langsung es atau potongan es dengan kulit dan jaringan 3. Menjaga duk tidak menyentuh ekstremitas bawah dan kepala 4. Menyiapkan tempat tidur ICU dengan diberi matras Bebas dari cedera akibat perubahan posisi 1. Telentang Mempertahankan kesejajaran tubuh dengan tepat ; pada penderita artritis atau masalah punggung letakkan pada posisi fungsional ; menggunakan bantalan ektra jika perlu pada lengan dan di bawah tungkai Mempertahankan eksesibilitas ke pangkal paha Menyiapkan personal ekstra untuk mengatur posisi klien 2. Lateral Meletakkan klien hingga pangkal paha dapat diakses Menggunakan rol, bantal antara tungkai, memberi bantalan pada lengan, siku dan kaki ; memasang papan lengan, menggunakan bantalan pasir atau alat lain untuk menstabilkan baik anterior maupun posterior ; memasang plester adhesif menyilang bokong (jika ini tidak mengganggu akses ke tempat yang akan dibedah) Bebas dari cedera akibat benda asing yang tertinggal 1. Menghitung plester umbilikal, kanula, spons, konektor selang, kawat penuntun, jarum dan alat lain yang digunakan secara cermat 2. Mencegah meninggalkan debris jaringan di atas instrumen partikel kalsium, plak, trombus, dan sebagainya 3. Menjaga instrumen tetap besih dari darah dan bahan partikulat lainnya 4. Memberitahu dokter bedah tentang bahan partikulat yang tertinggal di tempat bedah Bebas dari cedera akibat bahaya kimia 1. Mengidentifikasi cairan, larutan, iritasi, injektan heparin injeksi, papaverin, kalsium klorida, epinefrin, dan sebagainya di atas lapangan steril 2. Menguji obat penghilang rambut terhadap reaksi alergi 3. Mengikuti protokol rumah sakit untuk reaksi darah alergik 4. Menyuntik pembuluh darah hanya dengan larutan fisiologis atau cairan yang telah ditentukan 5. Memastikan bahwa suhu larutan topikal adalah tepat untuk digunakan (dingin selama henti jantung, hangat sebelum atau setelah henti jantung) 6. Membuang tepung sarung tangan dari bagian luar sarung tangan setelah memasang sarung tangan dan sebelum memegang jaringan 7. Menyiapkan bantalan insulasi jantung, plester lap dingin dan sebagainya untuk mempertahankan hipotermik selama perbaikan jantung

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

34

Bebas dari cedera akibat bahaya fisik 1. Menyiapkan kereta khusus dalam mengantisipasi porsedur darurat 2. Bila OK dalam keadaan tidak digunakan, pertahankan ruangan dalam keadaan siap pakai untuk prosedur jantung, gergaji sternum terpasang, lampu tersedia, unit bedah listrik dalam urutan kerja, defibrilator dan fibrilator tersedia 3. menguji defibrolator dan fibrilator sebelum digunakan, siapkan defibrilator cadangan 4. Mempermudah membasahi tangan ahli bedah dan asisten bedah bila menjahit dengan benang yang halus untuk mencegah terjadi robekan 5. Melihat benang jahitan, tidak menaruh barang di atas ujung benang jahit yang bebas, memeriksa benang terhadap kekusutan sebelum diberikan keahli bedah ; jangan mengklem benang dengan jepitan logam tanpa pelindung (gunakan klem benang jahit khusus) 6. Menyiapkan perlengkapan cadangan atau sumber perlengkapan alternatif 7. Mencegah meregangkan retraktor sternum (IMA) berlebihan 8. Periksa klem vaskuler, forcep dan pemegang jarum dan sebagainya 9. Memantau EKG selama henti jantung yang diinduksi, mengamati aktifitas EKG dan menyiapkan untuk menginfuskan kembali kardioplegia jika aktifitas listrik jantung terhenti 10. Mempertahankan pasokan ekstra larutan dingin topikal 11. Menyiapkan kawat pacu sementara epikardial untuk tindakan jaga-jaga 12. Memantau tekanan jantung dan paru, perhatikan penurunan tekanan darah, peningkatan tekanan paru menunjukkan disfungsi miokardial ; jika jalur tekanan arteri pulmonalis belum dipasang, antisipasi pemasangan jalur ini segera setelah operasi ; jalur tekanan atrium kiri mungkin dipasang siapkan perlengkapan yang diperlukan 13. Menggunakan sump suction bila klien diberi heparin secara penuh ; penghisapan dengan sump suction untuk menghemat darah 14. Menggunakan discard suction untuk mengirigasi larutan (untuk mengurangi jumlah irigasi yang kembali ke pompa pintas dan menyebabkan penurunan hematokrit) 15. Menggunakan discard suction untuk membuang larutan topikal dari rongga pleura (jika dibuka) dan kavum perikardium 16. Menggunakan discard suction untuk larutan antibiotik 17. Mempertahankan suhu dingin dalam ruangan selama periode henti jantung yang diinduksi ; meningkatkan suhu selama penutupan insisi, verifikasi dengan ahli bedah ; siapkan selimut hangat di tempat tidur ICU 18. Memantau suhu klien ; verifikasi akurasi sistem pemantauan ; melaporkan malfungsi ; menyesuaikan suhu ruangan 19. Menyiapkan film rontgen, film kateterisasi jantung, arteriogram, angiogram dan sebagainya 20. Jika operasi ulang, menampilkan film dada anterior dan lateral (untuk melihat perlekatan struktur mediastinum ke sternum, untuk menghitung kawat dada, untuk melihat adanya prostesis, dsb.) Bebas dari cedera akibat bahaya fisik 1. Memastikan lokasi tempat bantalan dispersi ESU yang tepat 2. Jika digunakan lebih dari satu ESU, tempatkan bantalan dispersif dengan tepat

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

35

3. Memeriksa apakan defibrilator dan pacu jantung eksternal dalam urutan kerja yang benar ; urutan yang dijadwalkan secara teratur mempertahankan pemeriksaan dengan rekayasa biomedik 4. Menyekat ujung proksimal pensil bedah listrik bila menggunakan kavitas dalam atau retrosternum ; verifikasi dengan ahki bedah 5. Memeriksa lead dan kawat pacu epikardial terhadap lekukan atau patah ; jika kawat pacu tidak digunakan setelah operasi, taruh penutup berpenyekat di atas ujung distal setiap kawat ; siapkan generator pacu jantung eksternal 6. Memverifikasi setelan defibrilator dengan ahli bedah 7. Meminta ahli bedah untuk mengungkapkan bila defibrilator akan dilepas Pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit 1. Mempertahankan pasokan darah dan produk darah yang adekuat melalui komunikasi dengan bank darah, memverifikasi dengan ahli bedah dan ahli anastesi 2. Mengantisipasi akan kebutuhan trombosit, fresh frozen plasma dengan oprasi ulang, riwayat antikoagulasi dan terapi antiplatelet ; menyediakan agen hemostatik topikal 3. Memastikan autotranfusi bekerja dengan baik, menyiapkan selang pengisap tambahan ; jika perencanaan untuk cairan pengisap harus dibuang, perawat sirkulasi dapat mengubah pembatas sebelum mengisap cairan ini sehingga darah dapat disimpan 4. Memeriksa jalur pintas sebelum melakukan pintas kardiopulmonal ; memperhatikan adanya udara dalam jalur arteri dan membritahu ahli bedah 5. Mencegah lekukan pada selang pintas ; menghindari menekan di atas jalur pintas ; memplester sambungan selang pintas dengan adekuat 6. Mengidentifikasi jalur aliran masuk dan jalur aliran keluar, jika perlu beri label 7. Memverifikasi apakah jalur pengisap berfungsi 8. Memverifikasi apakah urine mengalir ketika kateterisasi kandung kemih, bertahu ahli bedah jika urine tidak ada 9. Memonitor selang dada dan mengantisipasi penempatan selang dada tepat 10. Memantau drainase selang dada dengan teliti dan beritahu ahli bedah jika drainase melebihi jumlah yang diperkirakan (150 200 ml perjam) Partisipasi dalam rehabilitasi 1. Mengkaji kemampuan klien untuk bernafas dalam dan batuk, mengajarkan klien tentang bagaimana menggunakan bantal batuk dan menekan (splint) 2. Mengkaji pemahaman klien tentang prosedur yang dilakukan , mengklarifikasi kesalah pengertian ; jika perlu rujuk klien ke spesialis untuk informasi tambahan 3. Mengkaji pemahaman klien tentang modifikasi gaya hidup yang disarankan ; mengkaji perasaan klien tentang perubahan ini 4. Mendorong klien untuk mengklarifikasi kesalah pengertian dan mencari informasi dan dukungan tambahan jika diperlukan 5. Mengkaji kemampuan keluarga untuk membantu klien dalam rehabilitasi dan penyembuhan 6. Memverifikasi pengetahuan klien tentang tanda dan gejala yang harus dilaporkan yang berhubungan dengan prosedur yang spesifik 7. Memverifikasi pegnetahuan klien tentang obat-obatan yang diresepkan meliputi nama, dosis, waktu, efek samping serta tanda dan gejala ; buat daftar obat-obatan

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

36

Created by Hasrat : /var/www/apps/conversion/tmp/scratch_1/150517307.doc

37