Anda di halaman 1dari 6

1

ACARA PRAKTIKUM BIOFISIK


Event I: DIFUssion A. Tools and Materials 1. Beker glass 2. Pipettes 3. Liquid of metilen blue 4. Kristal CuSO4 5. Aquadestilata B. steps 1. Teteskan larutan metilen blue pekat ke gelas piala berisi aquadestilata. Amati penyebaran warna biru dari metilen blue tersebut! 2. Masukkan bristal CuSO4 ke dalam gelas piala yang berisi aquadestilata. Amati penyebaran warna biru dari kristal CuSO4. 3. Catat waktu sampai warna larutan merata 4. Ulangi percobaan di atas, tetapi setelah penetesan larutan segera diaduk. Apa yang terjadi? Bandingkan dengan yang sebelumnya!

ACARA II: OSMOSIS A. Alat dan Bahan 1. Erlen-Meyer 2. Gelas piala 3. Karet gelang 4. Telur ayam 5. Larutan asam cuka pekat 6. Larutan sukrosa 21% 7. Larutan metilen blue B. Cara Kerja 1. Masukkan telur ke dalam gelas piala berisi larutan asam cuka pekat, biarkan selama 24 jam! 2. Buang larutan asam cuka dengan perlahan-lahan, kemudian bilar atau cuci telur tersebut dengan air mengalir. Kupas perlahan-lahan supaya kulit arinya tidak sampai rusak atau robek. Selanjutnya ambil kulit ari telur tersebut untuk dipakai sebagai membran semipermeabel! 3. Tambahkan 1 atau 2 tetes larutan metilen blue ke dalam larutan sukrosa 21% dalam ErlenMeyer! 4. Tutup mulut Erlen-Meyer dengan membran (kulit ari telur) kemudian ikat erat-erat dengan karet gelang! 5. Balikkan Erlen-Meyer dan masukkan mulutnya ke dalam gelas piala yang berisi aquadestilata. Tandai tinggi permukaan larutan dalam Erlen-Meyer! 6. Amati apa yang terjadi! Apakah permukaan larutan sukrosa naik atau turun? Mengapa bisa terjadi demikian?

ACARA III: PLASMOLISIS DAN DEPLASMOLISIS A. Alat dan Bahan 1. Gelas obyektif 2. Gelas penutup 3. Silet 4. Mikroskop 5. Stopwacth 6. Daun tumbuhan Rhoeodiscolor 7. Larutan sukrosa 21% 8. Aquadestilata B. Cara Kerja 1. Sayat atau iris permukaan bagian bawah (bagian yang berwarna merah) daun Rhoeodiscolor! 2. Letakkan irisan tersebut pada gelas benda yang telah ditetesi aquadestilata kemudian tutup dengn gelas penutup! 3. Amati di bawah mikroskop. Apabila sel-sel daun tersebut sudah tampak jelas, tetesi dengan larutan sukrosa 21% pada salah satu sisi/ujung gelas penutupnya dan pada sisi/ujung lainnya tempelkan kertas penghisap (tisue) atau kertas saring, sehingga aquadestilata akan terhisap/tertarik oleh kertas penghisap tersebut. Selanjutnya medium irisan daun tadi telah berganti dengan larutan sukrosa 21%. 4. Amati setelah berlangsung 5 menit! Catat perubahan yang terjadi (terutama waktu terjadinya PLASMOLISIS)! 5. Ganti larutan sukrosa 21% dengan aquadestilata! 6. Amati dan catat waktu terjadinya DEPLASMOLISIS!

ACARA IV: MENGUKUR TURGIDITAS RELATIF A. Alat dan Bahan 1. Oven 2. Petri dish 3. Timbangan 4. Lampu neon 5. Daun tumbuhan 6. Kertas tisue B. Cara Kerja 1. Buat potongan daun contoh tumbuhan percobaan 2. Timbang potongan daun tersebut untuk mendapatkan berat segar (BS) 3. Isi petri dish dengan air (aquadestilata) secukupnya 4. Masukkan minimal 10 potong daun yang telah dipersiapkan 5. Letakkan di bawah sinar lampu neon atau di jendela, dan biarkan selama 2 3 jam 6. Angkat dari petri dish, keringkan kelebihan air dengan kertas tisue kemudian timbang sebagai berat turgid (BT) 7. Keringkan dalam oven, kemudian timbang lagi untuk mendapatkan berat kering (BK) C. Tugas 1. Hitung berat turgid, dimana BT = BS-BK/BT-BK X 100%

ACARA V: TRANSPIRASI DAN PENGUAPAN MELALUI LUBANG KECIL A. Alat dan Bahan: 1. Labu Erlenmeyer 2. Botol jam 3. Timbangan 4. Pelubang gabus (paku berbagai ukuran) 5. Tutup gabus 6. Vaseline, kanada balsem (atau sabun wing) 7. Stop watch (arloji) 8. Kertas aluminium foil 9. Potongan tumbuhan lengakp dengan daun (beberapa helai daun) 10. Air secukupnya 11. Karet gelang 12. Kertas buram B. Cara Kerja untuk TRANSPIRASI 1. Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Persiapkan sepotong dahan tumbuhan lengkap dengan daunnya (usahakan jangan sampai layu). 3. Isi labu Erlenmeyer dengan air secukupnya 4. Pasang atau set potongan dahan tumbuhan yang telah dipersiapkan. Atur sedemikian rupa (Bagian pangkal dahan pada mulut labu Erlenmeyer diberi vaseline atau kanada balsem atau sabun wing), sehingga tidak ada penguapan kecuali melalui stomata daun. Buat 2 set, jelasnya lihat Gambar. 5. Timbang dan catat beratnya. 6. Letakkan 1 set percobaan di dalam dan satu lainnya di luar. 7. Lakukan ulangan penimbangan setiap 30 menit, catat perubahan beratnya.

Gambar: Model percobaan C. Cara Kerja untuk PENGUAPAN MELALUI LUBANG KECIL 1. Isi botol jam dengan air secukupnya, persiapkan minimal 4 botol jam 2. Lubangi kertas aluminium foil dengan paku yang bervariasi ukurannya. 3. Biarkan botol jam pertama terbuka 4. Tutup botol jam kedua dengan aluminium foil berlubang 1 yang dilubangi dengan paku besar 5. Tutup botol jam ketiga dengan kertas aluminium foil berlubang 4 yang dilubangi dengan paku kecil. Jarak antar lubang 2 cm 6. Tutup botol jam keempat dengan kertas aluminium foil berlubang 9 yang dilubangi dengan paku kecil. Jarak antar lubang 1 cm

7. Timbang semua botol perlakuan yang telah dipersiapkan 8. Ulangi penimbangan setiap 30 menit, dan catat perubahan beratnya D. Tugas 1. Hitung laju transpirasi melalui daun 2. Hitung rata-rata laju transpirasi pada setiap helai daun 3. Bandingkan dengan perlakuan mana, kehilangan air paling banyak. 4. Bandingkan kehilangan air melalui tarnspirasi dengan penguapan melalui lubang kecil. Jelaskan, mengapa demikian! ACARA VI: UJI POTENSIAL AIR () UBI JALAR ATAU KENTANG A. Alat dan Bahan 1. Gelas kimia (lima buah) 2. Pelubang (bor) gabus 3. Penggaris (sebaiknya jangka sorong) 4. Timbangan 5. Umbi ubi jalar atau ketang 6. Aquadestilata (= air suling) 7. Larutan sukrosa: 0,2 M; 0,4 M; 0,6 M; 0,8 M; dan 1 M B. Cara Kerja 1. Buatlah batangan umbi uji jalar atau kentang dengan pelubang gabus 2. Potong batangan umbi yang dihasilkan tadi dengan ukuran tertentu, dan catat setiap ukuran panjangnya (atau timbang berat) 3. Rendamlah beberapa potongan (minimal 3 potong) dalam gelas kimia yang telah berisi larutan sukrosa dengan berbagai keenceran, kecuali 1 dengan hanya aquadestilata. 4. Tutup semua perlakuan dengan alumnium foil, dan biarkan selama kurang lebih 2-3 jam. 5. Angkat dan ukur panjang masing-masing potongan umbi tadi (dan timbang lagi). C. Tugas 1. Bagaimanakah perubahan panjang (atau berat)? Jelaskan mengapa demikian! ACARA VII: UJI POTENSIAL AIR () DAUN DENGAN METODE SHARDAKOV A. Alat dan Bahan 1. Gelas kimia atau tabung reaksi (12 buah) 2. Silet 3. Helai daun tumbuhan tertentu 4. Larutan sukrosa: 0,1 M; 0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; 0,5 M; dan 0,6 M B. Cara Kerja 1. Isi gelas kimia (tabung reaksi) dengan larutan sukrosa, masing-masing dibuat rangkap (double) 2. Buatlah potongan daun, usahakan sama ukurannya 3. Rendamlah 10 potongan daun dalam gelas kimia (tabung reaksi) yang telah berisi larutan sukrosa dengan berbagai keenceran.

4. Tutup semua perlakuan dengan alumnium foil, goyangkan pelan-pelan dan biarkan selama kurang lebih 2-3 jam. 5. Keluarkan potongan daun tersebut, kemudian larutan sisa diuji dengan larutan pengetes yang konsentrasinya sama dengan larutan yang dites.

C. Tugas 1. Bagaimanakah prilaku larutan pengetes pada masing-masing larutan yang dites? Jelaskan mengapa demikian!

ACARA VIII. PENGUKURAN POTENSIAL AIR JARINGAN TUMBUHAN A. Tujuan 1. Mempelajari prinsip fisika yang menentukan aliran bersih ( net flux) air pada sistem osmotik 2. Mempelajari teknik pengukuran potensial air jaringan tumbuhan 3. Mempelajari aliran bersih air yang tidak saja melewati membran sel tunggal, tetapi juga antar sel melalui jaringan pengangkutan di dalam tubuh tumbuhan, dari tanah ke tumbuhan, dan dari tumbuhan ke atmosfer B. Alat dan Bahan 1. Gelas beaker 2. Aquadestilata 3. Sukrosa 4. Umbi kentang 5. Gunting 6. Pisau 7. Paper towel 8. Timbangan analitik 9. Tabung reaksi 10. Alat pelubang gabus (diameter 3 cm) C. Cara Kerja 1. Siapkan gelas beaker (150-250 ml) sebanyak 12 buah! 2. Setiap gelas beaker diisi masing-masing dengan 0,00; 0,05; 0,10; 0,15; 0,20; 025; 0,30; dan 0,35 molal (m) larutan sukrosa! 3. Buatlah silinder umbi kentang dengan pelubang gabus sebanyak 12 potong. Lakukan seteliti mungkin agar silinder umbi kentang tadi memiliki ukuran panjang yang sama! 4. Letakkan silinder umbi kentang tadi pada kertas towel yang sudah dilembabkan! 5. Setiap potongan silinder umbi kentang ditimbang dengan timbangan analitik dan catat beratnya masing-masing! 6. Potong lagi silinder umbi kentang tadi dengan ukuran yang sama (tebal sekitar 5 mm)! 7. Masukkan potongan silinder umbi kentang tersebut ke dalam tabung rekasi atau gelas kimia yang berisi sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda! 8. Biarkan selama 1,5 jam! 9. Angkat potongan silinder umbi kentang tersebut dan tempatkan kembali pada kertas towel yang telah dilembabkan! 10. Segera timbang lagi dan catat beratnya! 11. Hitung persentase perubahan berat dengan rumus: Berat akhir berat awal/berat awal x 100%

12. Gambar grafik menggunakan kertas grafik yang menggambarkan hubungan antara perubahan berat atau persentase perubahan berat dengan konsentrasi larutan sukrosa dan potensial osmotik! 13. Kalibrasi axis potensial osmotik, setelah melakukan kalkulasi (perhitungan) potensial osmotik () untuk setiap larutan sukrosa dengan menggunakan formula berikut: - = miRT m = molalitas larutan sukrosa i = Konstanta ionisasi, nilai numerik 1 untuk sukrosa R = Gas konstan (0,083 liter bars/mol derajat) T = Temperatur absolut (oC + 273) 14. Nilai untuk semua larutan sukrosa dapat dihitung secara lebih sederhana dengan menggunakan rumus: m1/1 = m2/2 15. Tentukan nilai interfolasi pada grafik yang menunjukkan tidak ada perubahan berat! 16. Hitung nilai untuk larutan tersebut! Nilai tersebut sama dengan nilai potensial air jaringan. Model tabel pengamatan No. Konsentrasi Berat awal Berat akhir Perubahan berat Persentase larutan sukrosa (gr) (gr) (mgr) perubahan berat (m) (%) 1. 0,00 2. 0,05 3. 0,10 4. 0,15 5. 0,20 6. 0,25 7. 0,30 8. 0,35 ACARA IX. GERAK KAPILER AIR PADA TANAH A. Alat dan Bahan 1. Labu (gelas) ukur minimal 50 ml (3 buah) 2. Gelas kimia 3. Arloji 4. Air secukupnya 5. Pasir, tanah lempung dan tanah liat. Semuanya dalam keadaan kerang (kadar air sangat rendah) B. Cara Kerja 1. Isi gelas kimia dengan air secukupnya. 2. Isi gelas ukur: pertama dengan pasir, kedua dengan tanah lempung dan ketiga dengan tanah liat. 3. Letakkan gelas ukur yang berisi tanah tadi dengan posisi terbalik (bagian mulut di bawah) ke dalam gelas kimia yang telah berisi air. 4. Amati gerak kapiler air pada masing-masing perlakuan. Catat dimana terjadinya gerak kapiler air paling cepat dan dimana paling lambat. 5. Jelaskan, mengapa terjadi demikian! Kesimpulan apa yang bisa diambil dari percobaan ini?