Anda di halaman 1dari 3

Irama Junctional (nodal) Hal ini ditimbulkan karena supresi nodus SA atau otomatisasi AV junction meningkat.

Aktivitas nodus SA dapat ditekan oleh stimulus vagus, digitalis, penyekat beta, SA blok. Otomatisasi junction dapat ditingkatkan oleh digitalis, demam rematik, miokarditis, dan infark miokard. Irama AV Junction Irama ini dapat terjadi bila AV junction menjadi pace maker dominan dengan kecepatan denyut impuls 40-60/ menit maka depolarisasi atrial terjadi secara retrograde sehingga gelombang P menjadi negatif di lead II, III dan aVF sedang depolarisasi ventrikel normal.

Gambar 1.1 Junctional Rhytm

Ciri-cirinya : Irama teratur Frekwensinya 40-60 x/menit Gelombang P bisa tidak ada, bisa terbalik (tidak bakal positip) Kompleks QRS normal Kalau frekwensinya lebih dari 40x/menit dinamakan slow junctional rhytm.

Ada 4 bentuk junctional rhythm P wave yaitu: a. Depolarisasi atria terjadi sebelum ventrikel. Gelombang P negative di lead II, PR interval memendek kurang dari 0,12 detik. b. Depolarisasi atria dan ventrikel terjadi bersamaan. Gelombang P tersembunyi di dalam QRS kompleks dan tidak tampak pada EKG. c. Depolarisasi atria terjadi sesudah ventrikel. Gelombang P negative di lead II setelah QRS kompleks.

d. Bila tidak tampak ada gelombang P kemungkinan depolarisasi atria mengalami blok, depolarisasi ventrikel normal. Adapun jenis dari irama AV junction antara lain: a. Takikardia Junctional Tidak tampak ada gelombang P mungkin karena depolarisasi atria dan ventrikel terjadi bersamaan atau depolarisasi atria mengalami blok. Terjadi pada digitalis intoksikasi atau pada infark miokard.

Gambar 1.2 Takikardia Junctional Ciri-cirinya: Sama dengan junctional rhytm, bedanya frekfensi atau HR pada junctional takikardia lebih dari 100 x/menit

b. AV Junction Dipercepat Adalah bila HR irama AV junction menjadi lebih dari 60x/menit.

Gambar 1.3 Accelerated Junctional

Ciri-cirinya : Sama dengan junctional rhytm, bedanya frekwensi atau HR pada accelerated junctional antara 60-100 x/menit.

c. Kontraksi AV Junction Prematur (PJC) PJC timbul bila ada AV junction mencetuskan impuls sebelum denyut sinus normal terjadi. Takikardi Junksional dengan HR 100-170x/menit.

Gambar 1.4 Junctional Ekstra Sistole Ciri-cirinya : Irama tidak teratur Ada premature beat sebelum waktunya, dengan adanya gel P yang terbalik atau tidak

adanya gel P.

d. Wandering Pacemaker Bila gelombang P yang timbul berturut-turut dipengaruhi oleh lebih dari satu pacemaker. Fenomena ini disebut Wandering Pacemaker. Disini pacemaker beralih dari nodus SA ke AV junction.