Anda di halaman 1dari 5

MASSAGE DIABETES

Manfaat Massage pada Pasien Diabetes Melitus Rose (2001) menyatakan bahwa massage dapat meningkatkan sirkulasi darah dan limphe, memfasilitasi transpor oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Ada banyak manfaat massage untuk tubuh terutama pasien dengan diabetes. Di bawah ini keuntungan yang paling utama dari massage untuk pasien diabetes yaitu: 1. Relaksasi Pasien yang hidup dengan diabetes, hidupnya penuh dengan stress. Ketakutan dengan komplikasi, kecemasan terhadap kondisi tubuh, hubungan interpersonal merupakan beberapa gambaran stress yang dihadapi pasien diabetes. Massage dapat memberikan rasa rileks dan perasaan nyaman pada tubuh. Sentuhan atau massage yang diberikan dapat menurunkan produksi hormone stres. 2. Sirkulasi Massage dapat meningkatkan sirkulasi pada darah dan limphe (Otis, 2002), memfasilitasi transpor oksigen dan nutrien lain ke jaringan tubuh. Perbaikan sirkulasi menimbulkan uptake insulin oleh sel menjadi meningkat. Massage pada tangan dan kaki dapat bermanfaat untuk perbaikan sirkulasi pada pasien diabetes. 3. Efek Myofascia Meningkatnya kadar glukosa darah menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah akan mengakibatkan mobilitas dan elastistas dari otot dan jaringan penghubung menjadi kaku. Massage yang dilakukan pada bagian tubuh yang mengalami kekakuan dapat memperbaiki pergerakan sendi. Massage juga meningkatkan kekuatan otot, pergerakan postur tubuh serta menyeimbangkan system hormone dan syaraf. Massage tidak hanya bermanfaat secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Massage menyampaikan perhatian, penerimaan, dukungan dan empati melalui sentuhan dan tekanan yang diberikan (Aslani, 2003). Derajat neuropati telah dikelompokkan Dyck dalam Alberti (1992) dan Pickup and Williams (1997) yaitu : Derajat 0 (tidak neuropati) dengan tidak ada simptom dan terdapat kurang dari 2 tanda tes abnormalitas. Derajat 1 (neuropati asimptomatis) dengan tidak ada simptom tetapi 2 atau lebih tanda fungsi abnormalitas.

Derajat 2 (neuropati simptomatis) dengan sedikit simptom dan terdapat 2 atau lebih fungsi abnormalitas. Derajat 3 (Neuropati parah) dengan simptom ketidakmampuan dan 2 atau lebih fungsi abnormalitas. Simptom yang dimaksud diatas adalah hilangnya sensasi, perubahan sensasi nyeri yaitu merasa baal atau numbness. Sedangkan fungsi abnormalitas adalah hilangnya fungsi sensori seperti hilangnya rasa nyeri, tidak dapat merasakan suhu dan tidak dapat merasakan getaran. Menurut Ezzo et al (2001) ada protokol yang harus diperhatikan dalam memberikan massage khususnya untuk pasien neuropati diabetik, umumnya untuk pasien diabetes mellitus yaitu : 1. Area Permukaan Massage Massage yang dilakukan pada permukaan tubuh yang luas lebih terlihat hasil yang optimal. Tetapi massage pada sekelompok otot besar juga dapat terlihat hasil yang maksimal. 2. Kedalaman Massage Jika massage dilakukan untuk meningkatkan absorbsi pada daerah injeksi insulin maka massage yang dilakukan pada daerah itu adalah massage yang dalam. Untuk menurunkan komplikasi dari diabetes, massage yang dilakukan adalah massage sedang seperti effleurage, petrissage atau friction. 3. Durasi Massage Untuk melihat hasil yang maksimal, waktu yang lebih lama lebih baik dari pada waktu yang sedikit. Untuk menurunkan neuropati diabetik waktu yang dibutuhkan untuk massage pada kaki adalah 10-15 menit. Jika massage dilakukan pada seluruh tubuh maka waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 30-60 menit. 4. Frekuensi Massage Massage dapat dilakukan per minggu atau per hari. Kurashova dalam Ezzo (2001) menyarankan untuk melihat hasil dan manfaat massage pada pasien diabetes, maka massage dilakukan minimal 3 kali seminggu dan per hari dapat dilakukan 2 hari sekali. Kontraindikasi Massage Kondisi-kondisi yang tidak boleh untuk dilakukan massage, tanpa izin dan persetujuan dari petugas kesehatan : thrombosis atau phlebitis, suhu tubuh sangat tinggi, penyakit kulit yang menular, varises vena, luka baru, luka memar pada pasien diabetes mellitus, penyakit infeksi atau inflamasi, tulang sendi yang patah, meradang atau bergeser, tumor, ibu hamil (Aslani, 2003).

PENGKAJIAN NEUROPATI PADA KAKI

Nama Umur Pekerjaan Alamat

: : : : Telp.

Pemakaian obat Pemeriksaan kadar glukosa Diet Pemeriksaan sensasi

: dosis : rutin / tidak rutin : teratur / tidak R L

Sentuhan Microfilament

Beri tanda + pada lingkaran jika microfilament terasa oleh responden

Sensasi nyeri/pain.. Getaran.......... Sensasi suhu...............

PANDUAN MASSAGE KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS

No. 1.

2.

3.

PENGKAJIAN Cek perencanaan keperawatan klien Kaji kaki klien (sensasi, derajat, ada luka, dll) PERENCANAAN Cuci tangan di air yang mengalir Siapkan alat : - Body lotion/minyak massage - Handuk/kain kering - Air hangat IMPLEMENTASI Kondisikan pasien dalam keadaan tidur atau rebahan atau posisi yang dianggap klien nyaman, sedangkan anda di depan telapak kaki pasien (seperti dalam gambar)

TINDAKAN

Pilih salah satu kaki sesuai dengan keinginnan klien yang akan diberikan treatment Alasi kaki klien dengan handuk atau kain kering Ambil body lotion atau minyak massge, usapkan ke seluruh tangan Lakukan massage dengan jari anda yang paling memberikan kekuatan, lakukan dengan cara menekan dimulai dengan bagian telapak kaki bagian bawah sampai ke atas dan kebawah lagi, dengan cara memutar.

4.

Massage yang dilakukan tidak membuat sakit dan nyeri pada klien, tapi dapat dirasakan oleh pasien Lakukan massage dengan cara memutar tersebut 10 kali dalam 15 menit pada telapak kaki pasien

EVALUASI Respon klien setelah dilakukan massage Kondisi kaki(adanya kemerahan, bengkak) Respon klien selama Massage Area, kedalaman, frekuensi dan

5.

DOKUMENTASI