Anda di halaman 1dari 3

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN BPH

1. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan obstruksi trktus urinarius akibat pembesaran kelenjar prostat ditandai pasien mengeluh tidak bisa BAK sejak 12 jam yang lalu, ingin berkemih tapi tidak keluar urin dan pancaran miksi berkurang TUPAN : setelah dilakukan tindakan keperawatan 6x24 jam tidak terjadi obtruksi TUPEN : setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam mengalami perbaikan eliminasi urin dengan criteria klien dapat beradaptasi dengan terpasangnya kateter, warna urin jernih dan tidak ditemukannya tanda-tanda infeksi

Intervensi Rasional Berikan dorongan kepada klien untuk Posisi yang normal memberikan kondisi mengambil posisi normal (duduk untuk rileks yang kondusif untuk berkemih berkemih) Anjurkan pasien untuk berkemih tiap 2-4 Meminimalkan retensi urine dan distensi jam dan bila tiba-tiba dirasakan. berlebihan pada kandung kemih. Observasi aliran urine, perhatikan ukuran Untuk mengevaluasi obstruksi dan pilihan dan kekuatan pancaran urine. intervensi. Awasi dan catat waktu serta jumlah urine Retensi urine meningkatkan tekanan setiap kali berkemih. dalam saluran perkemihan yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal. Lakukan irigasi kateter jika kateter Irigasi kateter dilakukan untuk digunakan secara berkala atau terus meminimalisasi distensi kandung kemih menerus dengan teknik steril. akibat obstruksi Kolaborasikan pemberian antispamodik sesuai indikasi Kolaborasi prostaktektomi untuk obat Mengurangi spasme kandung kemih dan mempercepat penyembuhan. melakukan Mnegurangi obstruksi akibat pembesaran kelenjar prostat

2. Nyeri berhubungan dengan obstruksi traktus urinarius akibat pembesaran kelenjar prostat yang ditandai klien mengeluh sakit meningkat ketika akan mulai berkemih TUPAN : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 6x24 jam nyeri dapat diatasi

TUPEN : setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam nyeri dapat berkurang dengan kriteria klien mengatakan nyeri berkurang, ekspresi wajah klien rileks, posisi tubuh nyaman dan TTV normal Intervensi Perhatikan tirah baring bila di indikasikan. Rasional Diperlukan pada awal selama fase akut, ambulansi, dini dapat memperbaiki pola berkemih normal dan menghilangkan nyeri. Untuk mengontrol spame kandung kemih

Kompres hangat di daerah area abdomen

Ajarkan pengguanaan teknik relaksasi, Menurunkan tegangan otot, memfokuskan termasuk latihan nafas dalam, dan kembali perhatian dan dapt meningkatkan visualisasi. kemampuan koping klien. Kolaborasikan dengan dokter untuk Menghilangkan nyeri dan pemberian obat-obat (analgesic dan spasme otot kandung kemih. antispasmodic). mencegah

3. Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang diagnosis, rencana pengobatan dan prognosis ditandai dengan klien tampak gelisah dan berkeringat di dahi TUPAN : setelah dilakukan tindakan keperawatan ansietas dapat diatasi TUPEN : setelah dilakukan tindakan keperawatan 2x24 jam ansietas dapat berkurang dengan criteria klien tidak cemas, tampak tenang dank lien mendukung setiap tindakan keperawatan yang akan dilakukan Intervensi Rasional Lakukan pendekatan dengan klien / bina Dengan pendekatan menjadikan klien trust dengan berbincang-bincang percaya sehingga mau mengungkapkan kecemasannya Memberikan penjelasan tentang penyakit, prosedur perawatan dan pengobatan dengan memberikan informasi yang sederhana dan spesifik Klien dapat memahami informasi yang disampaikan sehingga kecemasaanya berkurang dan klien mempunyai motivasi untuk melaksanankan perawatan

Berikan informasi tentang anatomi dasar Memiliki informasi tentang anatomi dapat seksual. membantu pasien memahami implikasi tindak lanjut sesuai dengan afek penampilan seksual Kaji implikasi prosedur dan harapan masa Memberikan dasar pengetahuan, dimana

depan.

pasien dapat membuat atau menentukan pilihan informasi. Memberikan motivasi dapat meningkatkan positive thinking pada klien mengenai kesembuhan penyakit

Beri motivasi dan dukungn pada klien