Anda di halaman 1dari 22

9 juni 2013 EDiSi nO.

885/TAHun KE-2
Soeharto terUSik,
benny Moerdani dicopot
hal
4
P
ada awal 1980-an, kiprah bisnis putra-putri Soeharto telah bikin cemas para
petinggi ABRI. Tapi hanya segelintir jenderal yang berani berbicara langsung.
Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah pernah berhari-hari tak diacuhkan
dan Jenderal Benny Moerdani dicopot sebagai Panglima ABRI karena nekat
mempertanyakan hal itu.
I
L
U
S
T
R
A
S
I
:

Z
A
K
I

A
L
F
A
R
A
B
I
TOPIK UTAMA
doa UntUk
taUfiq kieMaS
di haUl Soeharto
hal
3
EMPAT MATA
fathanah
bUkan
Maniak
SekS
hal
12
OTOMOTIF
Mobil nyaMan
bUat lebaran
hal
19
topik utama
9 juni 2013
2
PEMiMPin REDAKSi/PEnAnggung jAwAb: Arifin Asydhad wAKiL PEMiMPin REDAKSi: Andree Pri yanto SiDAng
REDAK Si: Arif Arianto, Bagus Wijanarko, Basuki Rahmat Nugroho, Deddy Sinaga, Dimas Adityo, Erwin Dariyanto, Femi
Diah, Nur Khoiri, Oktamandjaya Wiguna, Rudy Prasetyo, Sapto Pradityo, Sudrajat, Suryani Ika Sari, Sutarto, Toto Sunandar,
Utami Widowati biRo jAKARtA: Astrid Septriana, Budi Alimuddin, Firda Puri Agustine, Hardani Tri Yoga, Hidayat Setiaji,
Kustiah, Mercy Raya Simarmata, Pasti Liberti Mappapa, Raisya Maharani Latief, Ropesta Sitorus, Tia Agnes Astuti REDAKtuR
bAHASA: Dewi Kartika Teguh W., Habib Rifai tiM KREAtif: Mahmud Yunus, Andhika Akbaryansyah, Erwin Santoso, Fuad Hasyim, Luthfy Syahban,
Mindra Purnomo, Rusdi Saleh, Suteja, Talib Abdillah, Zaki Alfarabi iLuStRAtoR: Edi Wah yono tiM foto: Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris
Suyono, Agus Purnomo
DiREKtuR utAMA: Budiono Darsono DiREKtuR: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy MAnAjEMEn PRoDuK: Rohalina Gunara, Sena
Achari, Rizky Putra. ALAMAt REDAKSi & iKLAn: Aldevco Octagon Building - Lt 2 Jl. Warung Buncit Raya No. 75 Jakarta Selatan 12740 Telepon:
(021) 704 1177 (Hunting) Fax: (021) 704 4472 E-mail: harian@detik.com Online: www.hariandetik.com iklan: sales@detik.com Harian Detik
dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp
pembagian bantuan
langsung Sementara
Masyarakat tak akan
meningkatkan citra
demokrat.
Jakarta Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dimin-
ta mengganti tiga menteri
dari Partai Keadilan Sejahte-
ra sebagai sanksi tegas ter-
hadap sikap partai itu, yang
menolak kebijakan peme-
rintah menaikkan harga
bahan bakar minyak ber-
subsidi. Langkah itu sekali-
gus menandai berakhirnya
jalinan koalisi PKS dengan
pemerintah.
Opsi pertama, saya anjur-
kan Yudhoyono tegas terha-
dap sikap penolakan PKS.
Jika memang perlu dikeluar-
kan dari sistem pemerintah-
an, ya keluarkan saja, ujar
pengamat politik Hanta Yuda
kepada wartawan seusai
diskusi Polemik Sindo di
Warung Daun, Cikini, Jakar-
ta Pusat, kemarin.
Opsi berikutnya, ia melan-
jutkan, sebaiknya PKS ber-
sikap konsisten dengan cara
keluar dari koalisi seca-
ra sukarela bila memang
menolak kebijakan peme-
rintah dan menarik ketiga
menterinya. Namun, sejauh
ini, baik Presiden Yudhoyo-
no maupun PKS tak berani
melakukan masing-masing
opsi tersebut. Padahal
waktu terus berjalan, ujar
Hanta.
Sikap PKS menolak
kenaikan harga BBM, Hanta
menilai, tak lebih sebagai
strategi pencitraan semata
untuk menaikkan elektabi-
litas partai. Sikap tersebut
juga dinilai sebagai cara
untuk meraih simpati pub-
lik karena saat ini partai-
nya sedang terjerat kasus
korupsi.
Penolakan juga bisa digu-
nakan untuk memperku-
at posisi PKS di koalisi. Jadi
mereka tidak mau kalah
sebelum berperang, ujarnya.
Sedangkan Ketua Dewan
Pimpinan Pusat Par-
tai Demokrat Didi Irawadi
mengatakan status men-
teri dari PKS sepenuhnya
merupakan wewenang pre-
rogatif Presiden Yudho-
yono. Menurut dia, yang
terpenting saat ini PKS
harus tegas menentukan
sikap. Karena itu, serah-
kan ke Yudhoyono dan pim-
pinan koalisi, ujarnya.
Ia menepis pernyataan
Hanta bahwa PKS sering
tak dilibatkan dalam rapat-
rapat di Sekretariat Gabung-
an koalisi partai pendukung
pemerintah. Tidak pernah
tak diundang, semua diun-
dang, tidak mungkin enggak
diundang, jadi itu enggak
benar, ujar Didi.
Sikap PKS menolak kenaik-
an harga BBM itu anta-
ra lain diwujudkan dengan
menebar berbagai spanduk
di sejumlah tempat. Wakil
Sekretaris Jenderal DPP
Partai Golkar Harry Azhar
Azis menilai langkah terse-
but lucu karena kontradik-
tif dengan kenyataan kader
PKS berada di kabinet.
Sebab, kenaikan harga
BBM akan diimbangi dengan
pembagian Bantuan Lang-
sung Sementara Masyarakat
(BLSM) melalui Kemente-
rian Sosial, yang menteri-
nya merupakan kader PKS.
Kan lucu juga saat PKS
nolak, PKS yang membe-
rikan BLSM, ujar Haris
dalam diskusi yang sama.
Rakyat saat ini, menu-
rut Harry, sudah cerdas.
Kenaikan harga BBM dan
pembagian BLSM tidak akan
dikaitkan dengan partai ter-
tentu. Septiana LedySia
tiga Menteri pkS
diMinta diganti
R
A
C
H
M
A
N

H
A
R
Y
A
N
T
O

/

D
E
T
I
K
F
O
T
O
Wakil Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama mem-
buka Indonesia Yachts Show di
Marina Batavia, Jakarta Utara,
kemarin. Pameran itu diikuti
21 kapal pesiar dari berbagai
negara di dunia.
Pameran
Kapal Pesiar
9 juni 2013
topik utama
3
presiden meminta masyarakat
mengibarkan bendera setengah
tiang selama dua hari.
Solo Di tengah salawat yang dilan-
tunkan ribuan warga di Ndalem Kalitan,
Solo, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf
tiba-tiba mengajak segenap hadirin men-
doakan arwah Ketua Majelis Permusya-
waratan Rakyat Taufiq Kiemas, 70 tahun,
yang wafat di Singapura kemarin petang.
Ajakan habib karismatik asal Solo ter-
sebut langsung disambut dengan seruan
amin oleh hadirin. Demikian juga keti-
ka sang habib mendoakan putra Wiranto,
Zainal Nurrizqi, yang meninggal di Afrika
Selatan pada 29 Mei lalu. Wiranto, yang
duduk di samping Habib Syech, langsung
mengangguk dan tertunduk.
Taufiq Kiemas meninggal saat menja-
lani perawatan intensif di sebuah rumah
sakit di Singapura. Rencananya, jenazah
Taufiq akan langsung dimakamkan di
Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakar-
ta Selatan, di samping makam kedua
orang tuanya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyo-
no akan memimpin upacara pemakam-
an Ahad ini. Sedangkan Wakil Presiden
Boediono akan memimpin upacara pele-
pasan jenazah Taufiq di Halim Perdana-
kusuma.
Dari kediaman pribadi di Cikeas, Bogor,
Presiden Yudhoyono mengajak rakyat
Indonesia mengibarkan bendera sete-
ngah tiang selama dua hari sebagai tanda
berkabung. Ini sebagai wujud kecintaan
kita kepada Pak Taufiq Kiemas sebagai
salah satu negarawan kita, ujar Presi-
den Yudhoyono, yang pada 2004 pernah
diolok-olok Taufiq sebagai jenderal
cengeng.
Kabar duka suami mantan presiden
Megawati Soekarnoputri itu pertama kali
disampaikan Wakil Ketua Dewan Per-
wakilan Rakyat Pramono Anung mela-
lui akun Twitter @pramonoanung. Telah
meninggal dunia Bapak Haji Taufiq Kie-
mas saat ini dan mohon diampuni seluruh
kesalahan dan didoakan, demikian ditu-
lis Pramono, yang pernah menjadi Sekre-
taris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan. Ia berada di Singapura untuk
mendampingi Megawati beserta keluarga.
Sebelum mengembuskan napas ter-
akhir, kondisi Taufiq sempat membaik
dan menyapa seluruh anggota keluarga
yang hadir. Tadi sore sempat baik dan
menyapa keluarga yang menunggu, kata
Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.
Taufiq dirawat di Singapura sejak 3 Juni
lalu. Dua hari sebelumnya, Taufiq meng-
hadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di
Ende, Nusa Tenggara Timur. Ia mendam-
pingi Wakil Presiden Boediono meresmi-
kan monumen Sukarno di tempat itu.
MuchuS Budi R | Ray JoRdan | SudRaJat
R
E
N
O

E
S
N
I
R

/

A
N
T
A
R
A
doa UntUk taUfiq kieMaS
di haUl Soeharto
Bukan Cuma Milik PDIP
w
akil Presiden Boediono punya kenangan
khusus atas Taufiq Kiemas. Sebab, pada 1
Juni lalu, dia masih bersama Taufiq di Ende,
Nusa Tenggara Timur. Saat itu kondisi Taufiq, kata
Boediono, terlihat sangat ceria ketika memperingati
Hari Pancasila di tempat yang sangat bersejarah.
Beliau beberapa kali menyampaikan bahwa sangat
baik memperingati Hari Pancasila di daerah-daerah,
kata Boediono dalam jumpa pers mendadak di Hotel
Premier Basko, Jalan Prof Dr Hamka, Padang, Suma-
tera Barat, kemarin.
Ia mengaku sangat terkejut mendengar berita keper-
gian Taufiq. Boediono juga mengaku belajar banyak
dari Taufiq bagaimana cara mengelola bangsa. Peran
Taufiq disebutnya sangat unik di masa ketika kehidupan
politik di Tanah Air diwarnai oleh lebih banyak pragma-
tisme dan pertimbangan jangka pendek. Beliau meng-
ingatkan kita pada dasar-dasar kebangsaan, 4 pilar
selalu beliau ingatkan, ujarnya.
Kalau masyarakat ingin menghormati Taufiq, ia
melanjutkan, yang terbaik adalah kembali menghayati
dan mengamalkan pilar bangsa.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hajri-
yanto Y. Thohari menyebut Taufiq sebagai politikus seni-
or yang dia jadikan teladan. Taufiq, kata dia, bukan hanya
milik PDI Perjuangan, tapi juga milik bangsa dan nega-
ra Indonesia. Kepeduliannya pada Pancasila, UUD 1945,
NKRI, dan Bineka Tunggal Ika sangat luar biasa menge-
sankan, ujarnya. ikhwanuL haBiBi | eLvan dany SutRiSno
FOKUS
9 JUNI 2013 4
MEREKA MERINDUKAN
SOEHARTO
L
I
F
E
S
elepas kilometer 90
jalan tol Cipularang
(Cikampek-Purwa kar-
ta- Padalarang), truk
tertutup terpal berwar-
na cokelat itu tampak terengah-
engah Kamis siang lalu. Mesinnya
menderu, asap hitam pekat menge-
pul dari knalpotnya.
Tapi, di belakang bak truk itu,
segores senyum khas milik
penguasa Orde Baru, Soeharto,
terus tersungging. Piye kabare,
bro? Enak jamanku to, le?, begi-
tu bunyi goresan kalimat dengan
cat merah dan hitam di bawahnya.
Jumlah bak truk bergambar
serupa kian banyak melaju dari
arah Cikampek menuju Jakarta
pada malam harinya. Cuma, pesan
kalimatnya lebih variatif. Ada yang
berbunyi Iseh enak jamanku to
le (masih enak masa pemerin-
tahanku, kan, Nak) atau becik
ketitik olo ketoro, yang artinya
berbuat baik pasti diingat, berbu-
at buruk akan ketahuan.
Kalimat-kalimat khas de ngan
tampilan wajah Soeharto pun
banyak dijual bebas dalam ben-
tuk kaus. Di sebuah gerai yang
biasa menjual kaus jersey klub-
klub sepak bola dunia di Jalan
R. Sanim, Beji, Depok, misalnya,
tergantung warna-warni kaus
bergambar Soeharto. Harganya
rata-rata di bawah Rp 50 ribu.
Dua calon anggota legislatif Par-
tai Golkar di Tasikmalaya, Jawa
Barat, malah sengaja mema-
sang wajah Soeharto mesem
untuk menarik simpati dukungan
masyarakat. Kami menangkap
harapan masyarakat yang meng-
inginkan kembali ke kehidupan
kondusif seperti saat dipimpin
almarhum (Soeharto), kata Ketua
Dewan Pimpinan Daerah Partai
Golkar Kota Tasikmalaya Noves
Narayana kepada Detik pada 21
Mei lalu.
***
Budayawan Agus Hadi Sudji-
wo alias Sujiwo Tejo menilai hal-
hal semacam itu menunjukkan
masyarakat Indonesia memang
merindukan suasana kepemim-
pinan seperti pada era Soeharto.
5
FOKUS
9 JUNI 2013
Warga Indonesia
merindukan suasa-
na ekonomi, poli-
tik, dan sosial pada
zaman Soeharto
memimpin Indo-
nesia, ucapnya.
Ia yakin lukisan-
lukisan sosok Soe-
harto di bak truk di
jalanan itu bukan hasil
rekayasa sekelompok
orang yang dekat dengan Soe-
harto. Itu murni hasil olah pikir
para sopir, pemilik truk, atau pelu-
kis itu sendiri, ucapnya.
Indikasi lain yang
sesungguhnya ter-
asa ironis. Teman-
temannya yang
berkecimpung di
bidang kesenian
dan kebudayaan
mengaku sangat
bangga dengan
adanya Taman Mini
Indonesia Indah. De-
ngan adanya TMII, mere-
ka dapat menggelar Kongres
Kebudayaan Internasional beberapa
tahun lalu tanpa hambatan akomo-
dasi, tempat rekreasi, dan ilustrasi
kebudayaan itu sen-
diri.
Padahal TMII
itu kan warisan
kepemi mpi nan
Presiden Soe-
harto atas ide Ibu
Tien, yang mere-
ka tentang 40 tahun
lalu, tutur mantan
wartawan Kompas itu.
Aktor senior Slamet
Rahardjo Djarot pun meng-
akui tak sedikit karya nyata Soe-
harto bagi bangsa ini. Ia antara
lain menyebut program keluarga
berencana dan penyediaan pangan
serta papan.
Hanya, di era kepemimpinan Soe-
harto, kebebasan berbicara dan
menggunakan pikiran amat diba-
tasi demi menjaga stabilitas poli-
tik. Pangan dan papan oke, tapi
kami enggak boleh gunain (isi) kepa-
la kami, kata pengasuh acara Sen-
tilan-Sentilun di Metro TV itu.
Amrida Eko, guru sekolah mene-
ngah atas di Jakarta, termasuk
yang ikut menikmati kebebasan
berekspresi di era reformasi seka-
rang ini. Namun kebebasan sema-
cam itu lebih banyak dinikmati oleh
kalangan masya-
rakat menengah
ke atas, yang
secara ekonomi
dan pendidikan
memang lebih
baik.
S e b a l i k n y a
bagi kebanyakan
masyarakat bawah.
Gonjang-ganjing poli-
tik yang tak pernah surut
dan berimplikasi pada kesta-
bilan ekonomi membuat mereka
harus menanggung akibatnya.
Era Soeharto bagi sebagian besar
masyarakat menengah ke bawah,
kata dia, terasa menyejukkan. Soe-
harto bagai dewa dan raja yang
melindungi rakyatnya karena ber-
hasil memberikan rasa aman serta
menjaga kestabilan ekonomi dan
politik, tuturnya.
Bagi Menteri Pemuda dan Olahra-
ga era Soeharto, Hayono Isman, saat
berkuasa Soeharto memang paling
banyak melakukan pembangunan
fisik di Indonesia. Dia juga mampu
menjaga Indonesia dari perpecah-
an, walaupun banyak dihujat pada
akhir-akhir masa jabatannya.
Mundurnya Pak Harto saya
Bertemu dengan warga di salah satu desa di Indramayu, Jawa Barat
Sujiwo Tejo
Slamet Rahardjo
F
O
T
O
-
F
O
T
O
:

I
N
C
O
G
N
I
T
O

P
A
K

H
A
R
T
O
Soeharto bagai dewa dan raja yang
melindungi rakyatnya karena berhasil
memberikan rasa aman serta menjaga
kestabilan ekonomi dan politik.
FOKUS
9 JUNI 2013 6
yakini sebagai sikap kesatria
dan kebesaran hatinya serta
rasa cintanya pada Indonesia.
Sebab, apabila beliau tak mun-
dur waktu itu, perpecahan NKRI
tak terelakkan, ujar Hayono,
yang kini menjabat Wakil Ketua
Dewan Pimpinan Pusat Partai
Demokrat.
Salah satu warisan Soehar-
to yang paling berharga, ia
melanjutkan, adalah upaya
presiden kedua Indonesia itu
membumikan Pedoman, Peng-
hayatan, dan Pengamalan Pan-
casila (P4). Walaupun saat ini
P4 dipandang sebagai upaya
indoktrinasi pemerintah Orde
Baru terhadap warga negara
Indonesia, kata Hayono, P4 ter-
bukti mampu menjadi filosofi
perekat NKRI hingga kini.
***
Seolah hendak mengukuh-
kan kerinduan masyarakat ter-
hadap sosok Soeharto, adik tiri
dan putra-putri penguasa Orde
Baru itu kemarin meresmi-
kan pembangunan monumen
Soeharto di Dusun Kemusuk,
Bantul, Yogyakarta. Hal itu ber-
tepatan dengan hari lahir sang
Jenderal Besar. Terlihat hadir
dalam acara itu Menteri Koor-
dinator Kesejahteraan Rakyat
Agung Laksono, Menteri Per-
tahanan Purnomo Yusgianto-
ro, Menteri Pendidikan M. Nuh,
serta mantan Menteri Perta-
hanan dan Keamanan/Pangli-
ma ABRI Wiranto.
Tadi malam juga digelar tah-
lilan yang diikuti ribuan warga
di Kalitan, Solo, Jawa Tengah,
yang merupakan tempat tinggal
keluarga besar Ibu Tien Soe-
harto. Puluhan spanduk verti-
kal berwarna kuning mencolok
tak hanya terpasang di seki-
tar Kalitan, tapi juga di sejum-
lah ruas Jalan Ahmad Yani dan
Jalan Adi Sucipto.
Selain terpajang foto Soehar-
to di bagian atas, ada foto Ketua
Umum Partai Golkar Aburizal
Bakrie berdampingan de ngan
Hardono, Ketua DPD Partai
Golkar Surakarta. Di tengah
spanduk tertulis kalimat petu-
ah Jawa mikul dhuwur men-
dhem jero, yang maknanya
menjunjung tinggi segala jasa
dan kebaikannya dan menutupi
segala salah dan kekurangan-
nya.
BUDI ALIMUDDIN | BAGUS KURNIAWAN |
MUCHUS BUDI R | SUDRAJAT
Soeharto didampingi putri sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana (baju merah), berdialog dengan warga.
DETIKCOM
7
FOKUS
9 JUNI 2013
S
ebagian orang
sah-sah saja
merindukan
masa-masa kehidupan
era Orde Baru di bawah
Presiden Soeharto.
Tapi, bagi Koordinator
Komisi untuk Orang
Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Haris Azhar, peran atau andil Soeharto
dalam berbagai pelanggaran hak asasi
manusia tak boleh diabaikan, apalagi dilu-
pakan.
Ada belasan kasus pelanggaran HAM
yang sepatutnya menjadi tanggung jawab
Soeharto, ujarnya. Karena itu, ia mengaku
cemas atas proyek pembangunan monu-
men Soeharto oleh Keluarga Cendana yang
kemarin diresmikan.
Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengeta-
huan Indonesia, Dr Asvi Warman Adam,
menyebutkan Soeharto, yang dijuluki The
Smiling General, adalah satu sosok dalam
dua wajah. Dia sebagai pembangun seka-
ligus yang paling destruktif sepanjang
Indonesia berdiri. Sebagai pembangun,
kata Asvi, Soeharto telah membuktikan-
nya dengan membangun jaringan listrik di
pelosok-pelosok desa di Pulau Sumatera,
Jawa, dan Sulawesi. Juga terintegrasinya
saluran irigasi di sejumlah sentra-sentra
pertanian pangan.
Tapi, sebagai penghancur, Soeharto juga
terbilang sukses.
Buktinya, kata Asvi, ada-
lah kehancuran tatan-
an pemerintahan desa
di seluruh Indonesia
yang memiliki kekhas-
an masing-masing.
Soeharto menyera-
gamkan bentuk peme-
rintahan dan birokrasi
terkecil negara ini pada era Orde Baru yang
berlanjut hingga saat ini. Undang-Undang
Desa menggerus kearifan lokal dan keane-
karagaman manajemen pemerintah desa
di pelosok Indonesia, ujarnya.
Selain itu, Soeharto melakukan penghan-
curan besar-besaran di tubuh perusahaan-
perusahaan negara dengan membiarkan
para pejabat pemerintah memerah uang
badan usaha milik negara hingga akhirnya
berutang ke sana-kemari.
Asvi mengungkapkan, pernah suatu kali
tetangganya yang bekerja PT Pertami-
na bercerita bagaimana yayasan-yayas-
an yang dikendalikan Soeharto meminta
perusahaan minyak itu membangun sebu-
ah gedung di kawasan Kuningan, Jakarta.
Setelah gedung jadi, Pertamina diharus-
kan menyewa salah satu ruangan gedung
itu. Ini kan aneh. Anda diminta memba-
ngun gedung dengan dana Anda sendiri.
Tapi, setelah gedung jadi, Anda malah tidak
boleh menikmati fasilitasnya kecuali de-
ngan membayar, ucapnya. BUDI ALIMUDDIN
DUA WAJAH
THE SMILING
GENERAL
PELANGGARAN HAM
REZIM ORDE BARU
Pembantaian 1965-1970
Penembakan misterius
Kasus Timor Timur
Daerah Operasi Militer Aceh 1976
Daerah Operasi Militer Papua 1967
Kasus dukun santet Banyuwangi 1998
Kasus pembunuhan Marsinah 1995
Kasus Talangsari, Lampung, 1989
Kasus Trisakti 1998
Kasus Mei 1998
Kasus Semanggi I 1998
Kasus penculikan aktivis 1997-1998
Kasus Tanjung Priok 1984
Kasus 27 Juli 1996
SUMBER: KONTRAS
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Sebagai penghancur,
Soeharto juga
terbilang sukses.
FOKUS
9 JUNI 2013 8
L
I
F
E
P
ada 28 Oktober
1995, Menteri
Pemuda dan
Olahraga
Hayono Isman mendam-
pingi Presiden Soeharto
dan Ibu Tien terbang
menuju Surabaya untuk
mengikuti peringatan Sumpah
Pemuda di Kabupaten Pasuruan,
Jawa Timur. Di tengah penerbangan,
terjadi dialog kecil antara Soeharto
dan istrinya. Hayono, yang duduk di
belakang Soeharto, cuma sempat
mendengar saran Ibu Tien agar sua-
minya itu tak lagi mencalonkan diri
sebagai presiden pada 1997.
Saya mendengar ibu Tien waktu itu
bilang, Wis to, Pak, leren (sudahlah
Pak, berhenti), ucap Hayono meni-
rukan perkataan Ibu Tien saat dihu-
bungi Detik melalui telepon Jumat
lalu. Pada 28 April 1996, perempu-
an bernama leng-
kap Raden Ayu
Siti Hartinah itu
meninggal kare-
na sakit jantung.
Andai kala itu
Soeharto mengikuti
saran dan nasihat
sang istri, kata Hayono,
niscaya catatan sejarah tak
akan seperti sekarang ini. Ia yakin
Soeharto harus lengser pada 21 Mei
1998 akibat terlalu lama berkuasa.
Jika dia tak mau dicalonkan lagi
pada 1997, saya yakin sejarah akan
berbeda dari hari ini, ucapnya.
Mantan wartawan Suara Karya,
Bambang Wiwoho, punya kisah lain.
Menurut pria yang dikenal amat
dekat dengan Jenderal Yoga Soe-
gomo saat menjadi Kepala Badan
Koordinasi Intelijen Negara ini, per-
mintaan agar Soeharto tak men-
calonkan diri lagi sebagai presiden
sudah disampaikan pada 1985.
Kala itu, Yoga menyampaikannya
secara khusus di Cendana, disak-
sikan Menteri-Sekretaris Negara,
yang juga Ketua Umum Golongan
Karya, Sudharmono, dan Jenderal
Benny Moerdani. Yoga berjanji akan
mendukung penuh dan menjamin
keamanan siapa pun suksesor yang
ditunjuk Soeharto pada Pemilu 1988.
Saran itu didasari kondisi sosial-
politik yang, menurut pengamatan
dan analisis intelijen, sudah
tidak kondusif bagi Soe-
harto untuk terus
memimpin karena
telah 22 tahun ber-
kuasa dan usia-
nya akan 67 tahun
pada Pemilu 1988.
Hal itu diperburuk
oleh kiprah putra-
putri di bidang bisnis yang terus
menggurita, sehingga rawan memi-
cu kecemburuan sosial dan menjadi
sasaran tembak.
Puncak keemasan kepemimpinan
Pak Harto itu diprediksi hanya ber-
langsung pada periode 1983-1988.
Tapi Pak Benny dan Pak Dharmono
menentang keras saran Pak Yoga.
Padahal Ibu Tien sangat setuju,
tutur Wiwoho saat berbincang de-
ngan Detik kemarin siang.
Setelah menyampaikan saran ter-
sebut, Yoga pun dikucilkan Soeharto.
Sebaliknya, Benny mendapat-
kan promosi sebagai Pang-
lima ABRI, sedangkan
Sudharmono menjadi
wakil presiden. Semen-
tara sebelumnya Yoga
biasa menghadap seti-
ap Jumat malam, sejak
pertemuan itu dia tak lagi
DIMINTA LENGSER
SEJAK 1985
Yoga Soegomo
Sudharmono
9
FOKUS
9 JUNI 2013
USIK BISNIS ANAK SOEHARTO,
DUA JENDERAL DISINGKIRKAN
U
mar Wirahadikusumah
amat dikenal dengan sikap
jujur dan tegas terhadap
aturan main. Tak mengherankan
bila dipercaya memimpin Badan
Pemeriksa Keuangan selama dua
periode sebelum menjadi wakil
presiden pada 1983-1988. Saking
lurus dan jujurnya, Umar, yang per-
nah menjadi Kepala Staf Angkatan
Darat, sempat berselisih pendapat
dengan Presiden Soeharto.
Ia, misalnya, menyampai-
kan ketidaksetujuannya kepa-
da Soeharto mengenai kebijakan
petrus (penembakan misterius)
yang dilancarkan aparat keaman-
an dengan target para residivis
dan preman. Pak, apakah tidak
sebaiknya mereka ditangkap dan
dipenjara saja, ucap Umar
seperti diungkapkan
istrinya, Siti Karlina,
dalam biografi Bukan
Sekadar Istri Praju-
rit. Namun Soehar-
to menukas dengan
dingin, Biarlah nanti
saya yang memper-
tanggungj awabkan
kepada Tuhan.
Ketika melihat sepak-ter-
jang putra-putri Soeharto yang
kian merajalela dalam berki-
prah di dunia bisnis, Umar kem-
bali menyampaikan protes. Kali
ini Soeharto tak cuma menampik
kritik Umar. Ia menunjukkan keti-
daksenangannya karena kiprah
putra-putrinya diusik bawahannya
itu dengan mendiamkan Umar
selama beberapa hari.
Adapun nasib Jen-
deral Benny Moer-
dani lebih tragis.
Ia dicopot sebagai
Panglima ABRI
tak lama setelah
menyar ankan
agar Soehar-
to tak mencalon-
kan diri kembali
sebagai presiden
dan mempertanya-
kan kiprah bisnis putra-putri-
nya. Begitu saya angkat masalah
tentang anak-anaknya terse-
but, Pak Harto langsung berhenti
main. Segera masuk kamar tidur,
meninggalkan saya di ruang bili-
ar, sendirian, tuturnya seperti
diungkapkan karibnya, Ben Mboi,
dalam buku Benny Tragedi Seorang
Loyalis yang ditulis Julius Pour.
Berkat saran Laksamana Sudo-
mo, dalam susunan kabinet
Pembangunan IV, 1988-1993,
Soeharto masih mencantum-
kan nama Benny sebagai Menteri
Pertahanan. Itu pun tanpa meng-
hubungi Benny seperti dilakukan
Soeharto terhadap calon menteri
lainnya. Saya sudah tidak pernah
dihubungi Pak Harto, juga tidak
lewat telepon, sejak saya sudah
tidak lagi jadi Panglima ABRI,
tutur Benny di halaman 346 buku
yang sama.
Retnowati Abdulgani-Knapp
punya teori tentang sikap Soe-
harto yang membiarkan putra-
putrinya berkiprah bebas di dunia
bisnis. Sebagai presiden yang
berkuasa 32 tahun, bisa dipasti-
kan waktu untuk anak-anak dan
keluarganya amat terbatas. Apa-
lagi, sewaktu dia mulai berkuasa,
anak-anak umumnya masih kecil.
Mungkin saja kemudian ada
semacam rasa bersalah sehing-
ga, kalau putra-putrinya memin-
ta apa pun, dikabulkan saja. Ini
sangat manusiawi, lo, ujar penu-
lis buku Soeharto: The Life And
Legacy of Indonesia Second Presi-
dent itu.
Retnowati lantas merujuk pada
sejumlah tokoh, seperti Marga-
ret Thatcher yang putranya, Mark
Thatcher, memiliki sikap dan
perilaku hampir serupa dengan
anak-anak Soeharto. Anak Bush
(George W. Bush Jr) kabarnya
juga kan bermasalah. Anaknya
Pangeran Charles, (Pangeran)
Harry, kan juga begitu. SUDRAJAT
Benny Moerdani
Bambang Wiwoho
Keluarga Seoharto
Umar
Wirahadikusumah
mau menghadap ke Cendana. Hubung-
an Yoga dengan Benny juga mereng-
gang dan disebut-sebut para pengamat
terjadi rivalitas. Wiwoho sebagai orang
kepercayaan Yoga pun turut terkena
imbas. Hubungan saya dengan Pak
Benny juga jadi kurang harmonis, ujar-
nya.
Kisah tersebut, ia melanjutkan, ditu-
angkan dalam buku 34 Wartawan Istana
Bicara tentang Pak Harto, yang renca-
nanya diluncurkan akhir Maret lalu.
Namun, kata Wiwoho, yang pernah
bertugas di Istana pada 1972-1980,
buku tersebut urung beredar karena
masih harus dilakukan beberapa per-
baikan dari sisi tata letak dan redaksio-
nal. Masih banyak salah tulis, ujarnya.
Selain itu, ada kisah lain yang tengah
disiapkan dalam buku tersendiri oleh
penulis buku Memoar Jenderal Yoga
itu. Salah satunya mengisahkan ope-
rasi intelijen pada 1981-1982, yang
disiapkan Yoga dan Menteri Penerang-
an Ali Moertopo. Jadi mereka waktu
itu sudah mengkondisikan agar Pak
Harto diberi gelar Bapak Pembangun-
an sebagai gelar mumpuni agar tak
mencalonkan lagi pada Pemilu 1983,
tutur Wiwoho.
Namun operasi intelijen itu diakui
gagal karena ada pihak lain yang justru
memanfaatkan untuk tujuan lain. Soe-
harto, yang telah berkuasa 17 tahun,
pun tak terbendung, dan terpilih kem-
bali menjadi presiden.
BUDI ALIMUDDIN | SUDRAJAT
Sudharmono dan
Benny Moerdani yang
menolak saran Yoga
Soegomo agar Soeharto
lengser, dipromosikan
jadi wakil presiden
dan Panglima ABRI.
Begitu saya angkat
masalah tentang
anak-anaknya terse-
but, Pak Harto lang-
sung berhenti main.
Segera masuk kamar
tidur, meninggalkan
saya di ruang biliar,
sendirian.
12 mei 2013
10
Mengajak orang
tua belajar meng-
arahkan anak
menunaikan tugas-
tugas kecil.
K
akak-adik bocah laki-laki
berusia 6 dan 4 tahun itu
berjalan bergandengan
tangan keluar dari pintu
gerbang rumah per-
manen. Tangan si kakak menen-
teng plastik besar berwarna putih.
Keduanya mendapat tugas dari
ibundanya untuk mengantar bebe-
rapa potong pakaian kotor ke laundry
(binatu) di ujung gang.
Nanti, kalau sudah sampai laundry,
cepat pulang, ya, ucap sang bunda,
yang mengenakan kaus merah,
mengingatkan kedua putranya itu. Si
kakak mengangguk.
Di perempatan jalan, sekitar 30
meter dari rumah, perhatian si adik
tertuju pada teman-teman sebaya-
nya yang tengah naik odong-odong.
Rupanya dia tergoda. Tapi sang kakak
menyergah dengan alasan uang yang
diberikan oleh bunda mereka hanya
pas untuk membayar binatu. Keti-
ka si adik merengek dan menangis,
si kakak tak menggubrisnya. Setelah
menyerahkan pakaian dan membayar
biaya binatu, kakak membujuk adik
untuk pulang.
Semua adegan tersebut merupakan
bagian dari program Tugas Pertama,
yang akan tayang perdana di Trans 7
pada Ahad ini. Program ini mengajak
orang tua di Indonesia belajar cer-
das mengarahkan anak agar mampu
menunaikan tugas-tugas kecil, seper-
ti membeli sekaleng susu atau pergi
ke binatu, kata Mathilda, Produser
Eksekutif Tugas Pertama, dalam kon-
ferensi pers di gedung Trans TV, Jalan
Kapten Tendean, Jakarta Selatan,
Rabu lalu.
Siaran yang ditayangkan pada pukul
09.00-09.30 WIB itu menampilkan
berbagai ekspresi lugu anak-anak
usia prasekolah dasar saat mendapat
penugasan dari orang tua. Gangguan
di jalan saat menunaikan tugas bisa
jadi karena bertemu dengan seseo-
rang atau sesuatu yang menakutkan,
sehingga ekspresi yang muncul bisa
menjadi hiburan tersendiri, yang ter-
ekam lewat beberapa kamera ter-
sembunyi.
Sifat edukasinya, kata Mathilda, seti-
ap orang tua yang menjadi penon-
ton akan menyaksikan bagaimana
para orang tua yang menjadi target
kru memberikan perintah yang jelas
tanpa memaksa si anak. Jadi, dari
bahasa orang tua dan gaya
tutur mereka, para orang tua
bisa belajar dalam meng-
arahkan anaknya, ucapnya.
Selain itu, dalam seti-
ap episode, kru produksi
dan orang tua target akan
didampingi psikolog, yang
memberikan konsultasi dan
komentar-komentar atas
perilaku anak dan orang
tuanya. Jadi sudah terukur
dan ada kendalinya, ucap-
nya.
Produser Tugas Pertama,
Kumala Trinanda, meng-
akui program ini dibu-
at dengan mengadaptasi
program televisi di Jepang,
Hajimete no Otsukai, yang
populer sejak beberapa
tahun lalu. Untuk peser-
ta di Tugas Pertama, kata
dia, tim membuka pen-
daftaran terbuka kepada
kerabat kerja di lingkung-
an keluarga besar Trans
7. Setelah itu, diadakan
survei terhadap calon
peserta dan diang-
gap memenuhi krite-
ria. Orang tua pun diajak
berdialog dengan psiko-
log dan tim kreatif.
Budi Alimuddin
Menggoda Tugas
Pertama Anak
F
O
T
O
-
F
O
T
O
:

D
O
K

T
R
A
N
S

T
V
trans pilihan
9 juni 2013
10
9 juni 2013
10
trans pilihan
9 juni 2013
asal tahu
11
j
auh sebelum Joko Widodo
blusukan di seantero Kota
Solo, dan kini di Ibu Kota
Jakarta, pada awal kekua-
saannya Soeharto pun biasa mela-
kukan hal semacam itu. Istilah yang
digunakan adalah incognito, sema-
cam penyamaran mengunjungi ber-
bagai wilayah.
Kisah-kisah incognito Soeharto
itu terangkum dalam buku berta-
juk Incognito Pak Harto: Perjalanan
Diam-diam Seorang Presiden Mene-
mui Rakyatnya, yang diluncurkan di
gedung Granadi, Jakarta, Rabu lalu.
Buku setebal 279 halaman yang ditu-
lis Mahpudi dan diterbitkan Yayasan
Harapan Kita itu banyak memuat
foto Soeharto yang belum pernah
dipublikasikan media massa.
Tapi sejarah pun mencatat, penda-
hulunya, Presiden Sukarno, pernah
melakukannya.
Seperti dikisahkan oleh Mangil
Martowidjojo, mantan Komandan
Detasemen Kawal Pribadi, dalam
buku Kesaksian tentang Bung Karno
1945-1967, Bung Karno kerap
menyamar sebagai warga biasa.
Saat itu, Bung Karno berjalan
kaki masuk-keluar kampung dan
meninjau persawahan di Yogyakar-
ta. Melihat cacing merayap di tengah
jalanan yang panas, dia dengan
cepat memegangnya dan mema-
sukkannya ke sawah.
Menurut Mangil, Bung Karno
pernah pergi ke daerah Senen
dan bercakap-cakap dengan para
gelandangan di sana. Tiba-tiba ada
seorang perempuan yang menge-
nali suaranya, Lo, itu kan suara
Bapak! Itu Bapak, ya? Keruan saja
hiruk-pikuk pun tak terhindarkan.
Mangil pun langsung membawa
Bung Karno pergi.
***
Saking getolnya melakukan
inspeksi mendadak (sidak), Wakil
Presiden Umar Wirahadikusumah,
1983-1988, pernah dijuluki Wapres
Sidak oleh kalangan pers daerah.
Julukan itu muncul karena Umar,
yang dikenal amat pendiam, kerap
selanang-selonong ke sejumlah dae-
rah tanpa diketahui aparat pemerin-
tah daerah setempat.
Suatu hari pada awal Mei 1984,
dia memilih bertahan selama 40
menit di dalam pesawat yang tran-
sit di Surabaya karena cuaca buruk.
Takut inspeksinya (ke Malang)
bocor, begitu dia beralasan.
Lahir dari keluarga bangsawan
tidak membuat pribadi Umar jauh
dari kehidupan rakyat jelata. Di sela-
sela berdialog dengan para petani
tebu di Jawa Timur, dia memin-
ta seseorang membeli nasi bung-
kus. Dalam perjalanan dari pabrik ke
pantai, di dalam jip Umar menyantap
nasi bungkus itu.
***
Jenderal M. Yusuf pun dikenal
sebagai orang yang tak betah beker-
ja di belakang meja saat menjadi
Menteri Pertahanan dan Keaman-
an /Panglima ABRI (1978-1983).
Hampir setiap pekan dia berkeliling
daerah, mendatangi asrama praju-
rit secara mendadak dan berdialog
dengan mereka.
Apakah sudah punya pacar?
Siap, Jenderal. Sudah!
Sudah kau pegang dia?
Siap, Jenderal. Sudah!
Apanya?
Siap, Jenderal. Tangannya!
Begitulah antara lain dialog yang
berlangsung seperti terekam
dalam biografi Panglima Para Pra-
jurit yang ditulis wartawan senior
Atmadji Sumarkidjo. Bila mene-
mukan hal-hal yang dianggap
tak patut, Yusuf tak segan-segan
mencopot panglima daerah yang
dikunjunginya. Panglima Kodam
XII Tanjungpura Brigadir Jende-
ral Subhan Djajaatniadja dicopot
dalam tempo setengah hari. Pang-
dam Sriwijaya Brigadir Jenderal
Obrin dicopotnya karena cuti ke
Singapura saat Yusuf berkunjung
ke Palembang.
Kalau mau cuti, lihat-lihat-
lah keadaan sekeliling, ujar Yusuf
seperti dikisahkan Rais Abin dalam
buku Mission Accomplished terbitan
Kompas, September 2012.
danu daMaRJati | SudRaJat
kala bUng karno
pindahkan
cacing kepanaSan
empat mata
9 juni 2013 12
S
efti Sanustika melantun-
kan lagu tersebut dengan
penuh perasaan di sela-
sela perbincangan dengan Detik
di kediamannya Rabu siang lalu.
Lagu bertajuk Gerimis Terang
Bulan itu khusus diciptakan
Suto Pranto untuk Sefti.
Lagu yang dibuka deng-
an gesekan biola yang menya-
yat hati itu rencananya segera
dirilis oleh Sefti dalam waktu
dekat. Kamis malam lalu, dia
tampil menyanyikan sebuah
lagu dangdut di Indosiar. Jumat
besok aku mau take vokal di
daerah Roxy, ujar istri Ahmad
Fa thanah itu dengan riang.
Selain menyiapkan single lagu
dangdut, dia baru saja tampil di
sebuah film televisi yang dita-
yangkan MNC TV. Selain mele-
pas kesedihan akibat sang
suami harus mendekam di
rumah tahanan Komisi Pembe-
rantasan Korupsi, perempuan
kelahiran Depok, Jawa Barat,1
September 1983, itu mengaku
kembali ke dunia hiburan untuk
survive, baik sebagai pribadi,
Sefti SanuStika:
Fathanah
Bukan
Maniak
SekS
Hujan gerimis, di terang bulan/Hati mena-
ngis, yang kurasakan/Kau yang dulu kusayang-
sayang/Membagi cinta
Di dalam hatiku menderita/Di dalam hatiku
malang/Apa ini jawaban kesetiaan/Ketulusan
kau balas dengan kecewa
D
O
K

P
R
I

H
A
S
A
N

A
L
H
A
B
S
H
Y

/

D
E
T
I
K
F
O
T
O
istri, maupun ibu bagi bayi
berusia 2 bulan, Ameera
Naura. Anakku kan harus
minum susu, karena ASI-ku
tak keluar, ujarnya.
Sebelum menikah de ngan
Fathanah, Sefti mengelu-
arkan album berjudul Bang
Ujang pada 2003. Lalu meri-
lis single Tukang Porot bebe-
rapa tahun kemudian. Dari
dalam tahanan KPK, Fa-
thanah pun tak kuasa lagi
mencegah istrinya nan can-
tik-sintal itu kembali terjun
ke dunia hiburan.
Khusus seputar kasus
sang suami, Sefti ogah ber-
bicara. Tapi ia blak-blakan
mengungkapkan soal latar
cinta kasihnya dengan Fat-
hanah, meski soal aktivi-
tas pribadi mereka berdua
disampaikan secara off the
record. Berikut ini petikan
perbincangan yang dise-
lingi suguhan rujak tum-
buk, soto mi, dan es kelapa
antara Tia Agnes dari Detik
dengan Sefti di kawasan
Citayam.
Lagu ini sengaja dibuat ter-
kait dengan kasus yang
menimpamu, ya?
Pas lagi heboh-hebohnya
kasus aku beberapa pekan
lalu, aku memutuskan
menyanyi lagi, bikin single.
Soalnya, aku kan bingung
harus bagaimana, padahal
hidup kan harus jalan terus.
Jadi mau enggak mau nya-
nyi lagi. Sebenarnya ada dua
lagu yang mau dirilis. Per-
tama, Gerimis Terang Bulan
karya Suto Pranto. Tapi yang
kedua masih disimpan.
Liriknya menceritakan ten-
tang kamu?
Ya, tentang kegalauan,
tentang dikhianati dan terus
merasa sakit. Lagi indah-
indahnya dan nyamannya
berumah tangga, tiba-tiba
ada masalah. Ya, disesuai-
kanlah, biar nyerempet-nye-
rempet dikit sama kejadian
sekarang. Sesuai dengan
timing-nyalah.
Dengan membawakan lagu
ini, apa pesan yang ingin
kamu sampaikan?
Ya, pesannya supaya hati-
hati sama pasangan, harus
lebih perhatian lagi. Mak-
sudnya, waktu kebersamaan
itu sangat penting, harus
dijaga benar. Aku kan kema-
rin, walaupun tiap hari kete-
mu sama Bapak, komunikasi
itu jarang. Jadi seperti sibuk
sendiri-sendiri. Bapak juga
kalau pulang rumah sibuk
main iPad. Ya, komunikasi
terbatas. (Sefti menunduk
dan matanya berkaca-kaca.)
Konsep klip videonya
sudah disiapkan?
Masih dibahas sih sebenar-
nya, cuma setting-nya di alam
terbuka. Mungkin di Kawah
Putih, Ciwidey. Sebab, untuk
lagu-lagu mellow begitu,
kayaknya bagus kalau di tem-
pat seperti itu. Cuma, sebe-
lum merilis klip video, aku
mungkin akan mendahulu-
kan RBT (ring back tone) dulu.
Ada yang menyebut lang-
kah kamu ini sebagai aji
mumpung?
Kalau aku sih terserah orang
mau nilai apa, aku berpikir
untuk masa depan. Aku kan
harus bekerja. Aku sih meng-
anggap pemberitaan media
massa ini menjadi momen
tepat buat aku berpromosi.
Aku niatnya buat bekerja,
mencari rezeki yang halal buat
menghidupi anak dan diri aku.
13
empat mata
9 juni 2013
D
O
K

P
R
I
D
O
K

P
R
I

H
A
S
A
N

A
L
H
A
B
S
H
Y

/

D
E
T
I
K
F
O
T
O
Aku niatnya
mencari rezeki
halal buat meng-
hidupi anak dan
diri aku.
empat mata
14
F
O
T
O

S
U
D
R
A
J
A
T
Suka Dipijat, Ogah DibOhOngi
5 hal Disukai
jalan-jalan
Jalan-jalan itu enggak harus ke luar kota atau luar
negeri, yang penting keluar dari rumah saja sudah
jalan-jalan.
belanja
Saya paling suka belanja baju. Ya, biasalah, cewek,
ha..ha..ha.
Makanan pedas
Paling favorit makan bakso dan soto mi yang pedas.
high heels
Tinggi saya 155 sentimeter. Sejak SMA dan mulai nya-
nyi antarpanggung, aku suka banget pakai high heels,
sampai koleksi. Paling tinggi pakai high heels yang 15
sentimeter. Pegel sih, tapi mau gimana lagi, sudah hobi.
pijat
Pijatan itu bisa menghilangkan rasa capek. Tapi paling
sering panggil tukang pijat ke rumah karena aku paling
enggak suka melakukan perawatan atau message di
salon. Buang waktu.
5 hal tak Disukai
Dibohongi
Ku tak mau lagi dibohongi. Itulah sepenggal lirik dalam
single Tukang Porot yang dinyanyikan Sefti. Selama
ia mengenal lelaki, menurut dia, peristiwa dibohongi
yang paling parah adalah yang sekarang menimpanya.
ular
Ular adalah hewan melata yang paling menjijikkan.
Macet
Pastinya macet bikin semua orang jadi pusing.
kendarai Sepeda Motor
Aku ini enggak bisa kendarai sepeda motor. Sejak 7
tahun lalu, aku sudah punya SIM dan menurutku mobil
itu adalah kendaraan yang paling aman.
berolahraga
Memang aku tidak suka olahraga. Enggak tahu kena-
pa, malas saja.
S
efti mengaku mengenal
Ahmad Fathanah sejak
pertengahan 2011 dan
menikah pada Desember
tahun yang sama. Menurut
dia, perjumpaan singkat ini
dikenalkan oleh teman sua-
minya. Sikap Fathanah yang
terbuka mengakui berbagai
kenakalan-nya pada masa
lalu membuatnya mengira
calon suaminya itu sudah
benar-benar bertekad akan
bertobat.
Karena itu, meski terpaut
usia 15 tahun, Sefti tak ber-
keberatan untuk dinikahi.
Ternyata ia terkecoh.
Saya menafsirkan sega-
la pengakuannya sebagai
indikasi penyesalan, insaf.
Saya pikir dia akan tobat,
ternyata, ujar Sefti
tanpa meneruskan kali-
matnya.
Saat pertama kali mende-
ngar kasus ini, kamu sam-
pai kolaps?
Pingsan sih enggak, cuma
nangis dan nyesek saja. Yang
aku pikirin semoga kan-
dungan enggak kenapa-
kenapa deh. Masalahnya,
aku lagi hamil 7 bulan. Pas
aku hamil, sering banget
terjadi perdarahan. Mungkin
bawaan dari anaknya seper-
ti itu kali ya, tapi pas 7 bulan
ke atas malah sehat-sehat
saja. Aku juga sempat diop-
name pas tahun baru.
Saat hamil ngidam apa?
Enggak sampai ngidam.
Cuma aku sering banget
mual pas masuk kamar
mandi. Aku juga sempat
sebal dan marah-marah
melulu, sensitif banget
pokoknya. Oh, ya, aku per-
nah minta soto ceker yang di
pinggir jalan Sarinah. Di situ
kan ramai dan enak tuh.
Terus, dibelikan Pak
Fatha nah?
Enggak. Katanya beli
sendiri saja, ha-ha-ha.
Memang sudah pukul 12
malam juga sih waktu itu.
Sering sebut kata
sayang?
Iya, makanya aku enggak
curiga. Dia kan sering ngu-
capin kata sayang. Sela-
lu panggil, Mah, lagi apa,
Sayang? Dalam bentuk apa
pun dia perhatian, makanya
aku sih enggak begitu curi-
ga dia gimana-gimana. Lagi
pula selama denganku dia
enggak suka yang aneh-
tERkECOh
pEngakuan
Fathanah
K
A
P
A
N
L
A
G
I
15
empat mata
9 juni 2013
SEFti kEMbang kaFE
aneh. Bapak sangat men-
jaga kehamilanku dan tahu
banget aku ingin sekali
punya anak. Bapak bukan
maniak seks.
Ketika media memberita-
kan ada banyak wanita lain
yang...?
Ya, pasti cemburulah. Tapi
aku juga jadi kasihan karena
di sana dia pasti sudah men-
derita banget. Ya, memang
manusiawi kalau aku marah.
Hatiku juga kan bukan ter-
buat dari baja.
Enggak minta maaf ke
kamu?
Ya, paling minta maaf dan
bilang sudah tobat, itu masa
lalu. Maafin, Mah, maafin.
Dia bilang itu sembari pakai
wajah sedih, terus peluk-
an. Masak iya dia mau lan-
tang cerita gitu sudah kasih
ini-itu ke mereka. Ya, laki-
laki begitu. Kalaupun sudah
salah terkesan menutupi.
Dia takut mungkin, takut
aku tinggal, ha-ha-ha.
Kamu yakin masih tetap
akan mendampingi Fatha-
nah?
Aku pikir kasihan juga.
Kalau aku tinggal, siapa yang
ngurusin dia. Istrinya sudah
punya suami lagi, jauh lagi,
di Makassar. Aku juga pikir-
kan anakku, Ameera. Aku
enggak mikirin harta gima-
na-gimana. Aku juga seka-
rang kerja, gimana keluarga
gue supaya tetap survive dan
bisa menghidupi anak. Urus-
an orang mau ngomong apa,
enggak usah dipedulikan.
Respons dari pihak keluar-
ga Fathanah?
Aku sempat bertemu
dengan adiknya yang di Jati-
waringin. Dia menyarankan
supaya aku menyanyi lagi.
Sekarang mau gimana lagi,
enggak ada simpanan, mas-
kawin saja sudah disita KPK.
Kamu yakin dia kelak tak
akan punya wanita lain
lagi?
Insya Allah yakin, ya.
Mudah-mudahan semua ini
yang terakhir kalinya. Aku
juga biar enggak ada godaan
kalau ke dunia nyanyi lagi.
Kita tidak membatasi diri
mau berteman sama siapa
saja. Siapa pun yang ngun-
dang nyanyi, aku oke. Kalau
enggak ada kerjaan, ya di
rumah.
iRMa DaRMawangSa, pEnyanyi DangDut
tEStiMOni
S
aya pertama
kenal Sefti sekitar
2001 atau 2002.
Kebetulan saat itu kami
sedang ada nyanyi off air di
panggung prajurit Depok.
Lalu perkenalan berkem-
bang menjadi sahabat
sampai kami suka bagi-
bagi pekerjaan.
Maksudnya, kalau saya
enggak bisa, saya tawar-
kan nama dia. Begitupun
sebaliknya. Kayak lempar
job gitu. Yang saya ingat,
Sefti itu banyak hafal lagu
dangdut yang lagi nge-
tren di kafe dan panggung.
Sedangkan saya lebih hafal
lagu-lagu yang pop. Aliran
lagu-lagu Sefti itu dangdut
keriting, ha-ha-ha.
Nah, saat pertengah-
an 2011, Sefti kenal Abang
(Ahmad Fathanah), dia
berubah 180 derajat. Mulai
berhenti menjadi penya-
nyi dangdut sampai berhi-
jab. Dia sih kan sebenarnya
orangnya periang, pecicil-
an, dan supel. Tapi, sete-
lah nikah, jadi feminin gitu.
Kalau ke arah positif, saya
sih doain saja.
Waktu itu dia off kerja,
katanya sih mau fokus
punya anak. Tapi memang
setahuku sama Abang
tidak boleh terjun ke
dunia entertain lagi. Pada-
hal, di masa kejayaannya
dulu, Sefti termasuk kem-
bang desa di kafe-kafe
se-Jakarta Selatan dan
Jakarta Timur.
Selain memang tubuh-
nya yang seksi dan mon-
tok, kualitas suaranya
bagus banget. Alhamdu-
lillah, sekarang dia mulai
nyanyi lagi meski Abang
dan keluarganya lagi kena
musibah. Sebagai saha-
bat sih, aku selalu men-
dukung dia dan siap jadi
pendengar curhatan-nya.
TiA AgnES
nama Lengkap : Sefti Sanustika
Panggilan : Sefti
Tempat/
Tanggal Lahir : Depok,
1 September 1983
usia : 30 tahun
Profesi : Penyanyi dangdut
Hobi : Jalan-jalan
Twitter : @septisanustika
Orang Tua:
Ayah : Sanusi, 53 tahun
Ibu : Eti Suhaeti, 48 tahun
Saudara : Faisal Ramdan
Status : Anak pertama
dari dua bersaudara
Suami : Ahmad Fathanah
Anak : Ameera Naura
Riwayat Pendidikan:
Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jakarta Jurusan Humas
(2001-tidak selesai)
SMA Tugu Ibu, Depok
(1998-2001)
SMP Setia Negara, Depok
(1995-1998)
Album: Bang Ujang (2003)
Single:
Tukang Porot (2013)
Gerimis Terang Bulan (2013)
BiOData

H
A
S
A
N

A
L
H
A
B
S
H
Y

/

D
E
T
I
K
F
O
T
O
melancong
9 juni 2013 16
Ayo, kapan lagi bisa
ke puncak ini kalau
bukan sekarang!
S
elain gili (pulau) dan
pantai, Lombok
memiliki gunung
berapi tertinggi kedua di
Indonesia, yang siap mema-
cu adrenalin para pendaki-
nya. Rinjani. Dengan keting-
gian 3.726 meter di atas per-
mukaan laut (mdpl), gunung
ini menyuguhkan peman-
dangan alam nan cantik.
Tak mengherankan bila
beberapa penghargaan
disematkan pada gunung ini,
seperti World Legacy Award
untuk kategori Destination
Stewardship dari Conserva-
tion International and Natio-
nal Geographic Traveler
pada 2004 serta finalis Tou-
rism for Tomorrow Award
pada 2005 dan 2008.
Aku menjejakkan kaki di
puncaknya sebagai salah
satu peserta Jelajah Maha-
karya Indonesia pada 29
April hingga 4 Mei lalu.
Tak aneh bila aku menye-
butnya Pendakian ala Bin-
tang Lima, bukan lagi modal
dengkul seperti biasanya.
Pendakian kali ini memakan
waktu cukup singkat, hanya
dua hari satu malam, dari
yang umumnya tiga hari dua
malam.
Setelah makan siang di
Sheraton Lounge, kami
dijemput minibus ber-AC
yang terbagi menjadi lima
kelompok, termasuk panitia.
Tujuannya Sembalun. Lahan
persawahan yang terham-
par bak permadani dan per-
kebunan yang dinaungi hijau
perbukitan menjadi peman-
dangan utama selama tiga
jam perjalanan. Begitu men-
dekati Lembah Semba-
lun menjelang senja, angin
dingin mulai menjamah.
Singkat cerita, menjelang
magrib, kami tiba di sebuah
resor ternama di sana. Panitia
menyiapkan tenda untuk isti-
rahat dan menyuguhkan saji-
an istimewa khas Lombok.
Selepas isya, seluruh peserta
dan panitia melakukan brie-
fing persiapan pendakian dan
pembagian kelompok untuk
esok harinya.
Pagi harinya, mobil off
road mengantar kami ke
titik pendakian. Suguhan
pemandangan bukit savana
memanjakan mata, selain di
kanan-kiri terdapat ladang
warga. Menurut Pak Agus,
sopir yang mengantarkan
kami, jalur Sembalun cukup
digemari oleh pendaki kare-
na cukup landai.
Menjelang siang, sinar
matahari semakin menye-
ngat, panasnya cukup mem-
bakar, dan semua peserta
mulai tampak kelelah-
an. Tapi aku tak habis pikir
dengan stamina para por-
tir yang membawa barang-
barang kami. Meski cuma
mengenakan sandal jepit,
Mitos penAMpAkAn
Dewi AnjAni Di RinjAni
Briefing persiapan
pendakian dan
pembagian kelompok.
I
b
n
u

A
f
A
n
Ibnu AfAn
mereka tetap sigap melang-
kah.
Beruntung, terdapat re-
fresh ment yang disediakan
di tiap pos pemberhentian.
Tenaga kami pun pulih kem-
bali berkat para portir yang
telah menyiapkan itu semua.
Tidak seperti gunung-
gunung yang pernah aku
daki sebelumnya, sepanjang
perjalanan aku tak mene-
mukan sumber-sumber air.
Seandainya saja tidak ada
portir, apa jadinya?
tujuh bukit
penyesalan
S
etelah makan siang
dengan menu
penuh gizi di Pos 3
Padalobang, kami menu-
ju tujuh Bukit Penyesalan.
Sesuai dengan namanya,
kontur bukit ini sungguh
menyiksa. Tanjakannya
seolah-olah tiada henti,
membuat yang tak kuat
minat benar-benar menye-
sal berniat ke Rinjani. Belum
lagi sengatan matahari
membuat tubuh kami cepat
mengalami dehidrasi.
Beranjak sore, matahari
mulai bergeser dan kabut
pun turun. Hawa pegunung-
an mulai sejuk dinaungi
cemara-cemara gunung.
Langkah kami pun sema-
kin pejal.
Sekitar empat jam berja-
lan, kami tiba di Pelawangan
Sembalun pada ketinggi-
an sekitar 2.700 mdpl. Ten-
da-tenda sudah berdiri dan
sajian minuman hangat juga
siap tersedia. Begitu juga
dengan toilet portabel.
Segara Anak tampak dari
pos terakhir ini sebelum
menuju puncak Anjani. Sam-
bil menunggu kawan lain
yang belum tiba, kopi, teh,
dan rokok menjadi pengha-
ngat melepas lelah setelah
tidak menyerah dari Bukit
Penyesalan yang gagah.
puncak anjani
P
ukul 01.00 WIT, semua
peserta dibangunkan
untuk summit attack.
Udara dini hari menusuk
tulang, belum lagi trek
menuju puncak didominasi
oleh tanjakan berbatu dan
berpasir. Bekal selama
perjalanan kembali panitia
persiapkan. Dokter-dokter
tangguh pun siap menemani
selama perjalanan. Jam
menunjukkan pukul 01.30
WIT, semua peserta bersiap,
teriring doa semoga selamat
sampai puncak sana.
Ada hal yang masih meng-
gelayuti pikiran. Dari infor-
masi yang didapat, beberapa
pendaki pernah berjumpa
penampakan Dewi Anjani di
sana. Dewi Anjani? Aku ber-
tanya-tanya, dalam pikiran
sempat teringat gunung-
gunung yang pernah aku
daki memang memiliki
mitos tersendiri. Tiba-tiba
saja perasaan mistis itu
membangunkan kewaspa-
daan.
Perjalanan menuju pun-
cak memakan waktu lima
jam. Jalur curam, sisi kiri
jurang dan sisi kanan ada-
lah kaldera menganga siap
menelan apa pun yang jatuh
ke bawahnya. Suhu pada
jam tangan menunjukkan 8
derajat Celsius saat pukul
5 pagi di ketinggian 3.400
mdpl. Langkah kami melam-
bat karena trek yang dilalui
semakin menanjak dan ber-
pasir. Belum lagi angin ber-
tiup dari arah kiri bisa saja
mengantarkan kami ke sisi
kaldera yang menganga.
Pukul 06.00 WIT, sang
surya mulai menampak-
kan sinar jingganya. Puncak
Anjani terlihat sangat dekat
dari kejauhan. Namun, keti-
ka kami berusaha mendekat,
ia terasa semakin menjauh
karena kaki ini seakan-akan
beku karena termometer
menunjukkan suhu 6 dera-
jat Celsius pada ketinggian
3.600 mdpl. Sebagian peser-
ta sudah ada yang sampai di
puncak. Aku duduk sejenak
menikmati surya yang men-
coba menawarkan keha-
ngatan.
Sempat terpikir untuk
menyudahi perjalanan, tapi
seorang kawan memberi-
kan perlawanan. Ayo, kapan
lagi lu bisa nyampe puncak
ini kalau bukan sekarang!
Akhirnya pukul 07.00 WIT
aku sampai juga di puncak.
Tampak dari puncak, Pulau
Lombok yang luas terben-
tang. Danau Segara Anak
yang terpapar semburat
surya pagi semakin mem-
pesona diri dan, dengan
gagahnya, Gunung Baru Jari
tumbuh berdiri. Kami menik-
mati keindahan dengan
mengabadikannya bersama.
Momen yang sangat berhar-
ga dan akan sulit terulang.
Puas berfoto-foto, kami
bergegas kembali. Perja-
lanan turun tentunya lebih
cepat. Begitu juga saat
menuruni Bukit Penyesal-
an setelah mengisi perut di
Pelawangan Sembalun.
Ibnu AfAn, mAhAsIswA fAkultAs
AdAb dAn humAnIorA, unIversItAs
IslAm negerI, CIputAt
17
melancong
9 juni 2013
Bukit
Penyesalan
I
B
N
U

A
F
A
N
I
B
N
U

A
F
A
N
I
B
N
U

A
F
A
N
9 juni 2013
Bersaing ketat
dengan Nissan All
New Serena dan
Mazda Biante.
m
ulai awal bulan depan,
kaum muslim, yang
merupakan penduduk
mayoritas di republik
ini, akan menunaikan
ibadah Ramadan. Artinya, hajatan
akbar yang rutin menyertai ber-
ikutnya adalah mudik Lebaran ke
kampung halaman. Bagi Anda yang
biasa atau berencana melakukan-
nya bersama keluarga dengan
menggunakan kendaraan pribadi,
tiga jenis mobil multi-purpose ve-
hicle (MPV) kelas medium ini layak
menjadi pertimbangan.
Setelah menjajal MPV besutan
Mazda, yakni Mazda Biante, ke Ban-
dung dua pekan lalu, Kamis lalu gilir-
an Toyota Navigator One (NAV-1)
yang kami uji coba melintasi rute
berbeda. Lega dan sudut pandang
luas, begitulah komentar teman
saat memasuki kabin mobil berka-
pasitas mesin 2.000 cc itu. Kondisi
itu pulalah yang membuat saya cepat
beradaptasi dengan mobil ini.
Terlebih membaca speedometer
dan indikator lain pada center cluster
begitu mudah. Bagian ini memang
diletakkan di bagian tengah atas
dashboard. Desain speedometer
memang terbilang sederhana, tapi
kehadirannya cukup berarti karena
mudah terlihat dan informatif.
Kami pun memacu kendaraan ke
ruas tol Jakarta-Cikampek. Sesaat
setelah mengaktifkan mesin, saya
sengaja menginjak pedal gas per-
lahan, tapi dengan tekanan yang
semakin berat. Hasilnya, saya bisa
merasakan tenaga pada setiap ting-
kat putaran mesin atau di setiap
posisi gigi.
Saya merasakan paduan peng-
gunaan perbandingan gigi rasio
transmisi yang pendek dengan tek-
nologi Valvematic menjadi tena-
ga besar terasa di setiap posisi gigi
memang terbukti. Tak hanya itu,
perpindahan gigi dari satu posisi
ke posisi lain saban saya mengin-
jak pedal gas terasa halus.
Begitupun saat melakukan bebe-
rapa manuver, berpindah-pindah
jalur dengan menaikturunkan ting-
kat kecepatan, di sepanjang jalan
tol Cikampek-Padalarang, tingkat
akselerasi dari lambat ke kecepat-
an 100 kilometer per jam berlang-
sung cuma 9-10 detik. Halus tanpa
entakan berarti.
Kondisi serupa terasa saat menya-
lip truk dan bus, yang umumnya
tampak terengah-engah melaju di
ruas tol tersebut. Transmisi Shif-
tronic tujuh tingkat percepatan
amat membantu saat melakukan
manuver semacam ini. Hanya butuh
waktu hitungan detik untuk mema-
cu kecepatan, sehingga meraih
kecepatan 130-140 kilometer per
jam dengan enteng pada posisi gigi
enam. Sama sekali tidak terasa
(berat), begitu komentar teman
saya.
Setelah merasakan kinerja mesin,
saya menguji kemampuan sus-
pensi. Saat akan melintasi turunan
tajam yang sedikit menikung deng-
an permukaan lintasan berkemi-
ringan 15 derajat, pedal gas sengaja
saya injak sedikit dalam. Hasilnya,
guncangan akibat oleng tak ter-
asa di kabin. Perangkat suspen-
si independen MacPherson di roda
depan dan Torsion Beam di bela-
kang bekerja sempurna.
Pada saat kembali ke Jakarta
pada malam harinya, pandangan
ke depan tetap terasa tajam dan
nyaman berkat dua lampu utama
headlamp projector. Terlebih dua
lampu kabut besar di bagian bawah
bumper depan turut menyokong
pencahayaan.
Suasana segar semakin kental
ketika teman saya memutar tem-
bang lawas yang dilantunkan Matt
Monroe, Walk Away, di pemutar com-
pact disc yang tersambung ke moni-
tor. Tak terasa kami pun tiba kembali
di Jakarta. Sebelum tiba, saya meng-
intip indikator bahan bakar. Terlihat
rata-rata konsumsi bahan bakar 10,2
kilometer untuk 1 liter. ARiF ARiAnTO
MoBil NyAMAN
BuAt leBArAN
9 juni 2013
18
otomotif
9 juni 2013
otomotif
19
K
eesokan harinya, giliran
keluarga kecil yang saya
bawa untuk mencoba mobil
ini dengan menelusuri tempat-
tempat keramaian di Kota Bogor.
Kami sengaja menelusuri rute
yang macet untuk mengetahui
kenyamanan penumpang di
kabin. maklum, sebagai mobil
keluarga, Toyota nAV-1 tentunya
harus cocok untuk digunakan
perjalanan jauh.
Formasi kursi dua di baris kedua
dan tiga di baris belakang mem-
buat kabin terasa lega. Terle-
bih kursi pada baris kedua bisa
digeser hingga jauh ke belakang.
Alhasil, ruang untuk selonjoran
kaki juga luas. Tangan pun terasa
nyaman karena pada bangku di
baris itu juga dilengkapi sandaran
atau hand rest.
Kelebihan lain, dua kursi itu
bisa diputar 180 derajat alias bisa
diputar menghadap ke belakang.
Dengan cara itu penumpang bisa
berhadapan. Bagasi untuk barang
juga cukup besar. Soal keamanan,
selain airbag, pada tiap bangku
dilengkapi sabuk keselamatan.
Pintu geser elektronik dan
ground clearance atau keting-
gian dek dari tanah yang hanya
15-16 sentimeter menjadikan
akses keluar-masuk lebih mudah.
meski terkesan sepele, persoalan
ini menjadi soal penting saat per-
jalanan jauh yang kerap berhenti
dan penumpang keluar-masuk.
namun kenyamanan tak hanya
diberikan kepada penumpang, tapi
juga kepada pengemudi. Selain
lingkar kemudi yang bisa dimaju-
mundurkan sesuai dengan kebu-
tuhan berkat fitur steering switch,
pada lingkar kemudi dilengkapi
tombol pengatur peranti audio-
video. Bila tangan terasa lelah,
bisa disandarkan ke sandaran
tangan. Alhasil, meski melakukan
perjalanan yang cukup jauh, kami
tak terasa lelah. ARiF ARiAnTO
ToyoTA nAV-1 mAzDA BiAnTe niSSAn All new SerenA
meSin 1.987 cc 1.997 cc 1.997 cc
4 Silinder 16 katup 4 Silinder 16 katup 4 Silinder 16 katup
DoHc Valvetronic DoHc DoHc Twin VcT
TenAgA 158 PS@6.200 rpm 50 PS@6.200 147 PS@5.600
TorSi mAKSimum 20 kgm@4.400 19,4 kgm@4.500 21 kgm@4.400
TrAnSmiSi cVT Shiftronic otomatis 5 Percepatan cVT 7 Percepatan
BAHAn BAKAr multipoint injection Direct injection Direct injection
KomPreSi 10 : 1 11,2 : 1 11,2 : 2
PAnjAng 4,6 meter 4,715 meter 4,77 meter
Tinggi 1,85 meter 1,835 meter 1,865 meter
leBAr 1,695 meter 1,77 meter 1,695 meter
grounD cleArAnce 155 milimeter 150 milimeter 160 milimeter
jArAK SumBu roDA 2,825 meter 2,850 meter 2,860 meter
HArgA Tipe V rp 390 juta Tipe HwS rp 385 rp 380 juta
Penumpang Merasa Tenang
PerBAnDingAn
DengAn
mPV SejeniS
PengABuTAn
1
1
2
3
2 3
F
O
T
O
-
F
O
T
O
:

R
A
C
H
M
A
N

D
E
T
I
K
F
O
T
O

/

B
E
R
B
A
G
A
I

S
U
M
B
E
R
9 juni 2013 9 juni 2013
20
sport
P
apiss Cisse, bomber
Newcastle United, termasuk
ekstrem dalam hal meme-
gang teguh ajaran Islam.
Menenggak alkohol, keluyuran
malam, hingga bermain perempu-
an merupakan pantangan pria asal
Senegal itu. Juga termasuk menge-
nakan jersey terbaru The Magpies
sebutan Newcastle.
Cisse bukan tanpa alasan meno-
lak memakai kostum klub. Mak-
lum, dia kecewa setelah mengetahui
Newcastle akan memasang Wonga,
sponsor klub, sebuah perusahaan
pinjaman. Pemain 26 tahun itu seca-
ra terang-terangan mengatakan
kepada klub bahwa sponsor baru itu
melanggar ajaran dan etika dalam
Islam.
Wonga dihujat setelah menerap-
kan pinjaman berbunga selangit,
khususnya kepada orang-orang
miskin. Ini tidak benar jika klub
memakai sponsor yang jelas-jelas
melanggar ajaran dan etika Islam,
ujar Cisse.
Sejauh ini Newcastle belum mau
berkomentar soal keluhan pemain-
nya tersebut. Namun aksi Cisse ini
mungkin akan diikuti rekan setim-
nya sesama muslim, seperti Cheick
Tiote dan Hatem Ben Arfa. Namun
ini bukan pertama kalinya pemain
menolak mengenakan kostum yang
bertentangan dengan ajaran Islam.
Namun salah satu kunci yang bisa
menjadi penengah adalah klausul
dalam kontrak Cisse. Dalam kontrak
pasti terdapat klausul yang menye-
butkan soal sponsor atau aturan ter-
tentu yang bisa dilanggar pemain.
Meski sukses menjadi pencetak gol
tersubur di klub, Cisse dibuat gerah
setelah klub memutuskan mene-
rima suntikan modal dari Wonga,
yang menggantikan Virgin Money,
sebagai sponsor utama klub musim
depan.
Frederic Kanoute, mantan penye-
rang Tottenham Hotspur, diizinkan
memakai kostum tanpa sponsor.
Aksi itu dilakukan pemain Mali saat
bergabung dengan klub Spanyol,
Sevilla, yang memakai sponsor situs
judi 888.com.
Islam mengajarkan pemeluknya
tidak boleh mengambil keuntungan
dari meminjamkan fulus.
miRROR | BAGuS W
Gara-gara riba, ogah Pakai Jersey Klub
DiJAtuhi KArtu
MerAh, BAlotelli
tiNJu teMBoK
StADioN
tulis apa yang Anda
mau.
ZLIN Mario Balotelli kem-
bali membuat geger setelah diusir
dalam duel kualifikasi Piala Dunia
2014. Setelah dijatuhi kartu merah
pada menit ke-72, penyerang Ita-
lia itu kemudian meninju tembok
sebelum menendang tembok Stadi-
on Generali Arena dalam perjalanan
menuju terowongan.
Duel antara Italia dan Republik
Cek dalam lanjutan Grup B itu ber-
akhir tanpa gol. Namun kelakuan
tengil Super Mario langsung men-
dapat perhatian utama publik. Mak-
lum, hanya berselang empat menit,
bomber AC Milan itu menerima dua
kartu kuning.
Balotelli menerima kartu kuning
pertama setelah melanggar striker
Republik Cek, Libor Kozak, pada
menit ke-68. Performanya kian ter-
coreng setelah wasit mengusirnya
akibat mendorong muka bek kanan
lawan, Theodor Gebre Selassie, keti-
ka keduanya berduel bola atas.
Hasil ini masih mengukuhkan
posisi Italia di puncak klasemen Grup
B dengan koleksi 14 poin. Namun
Balotelli, yang dikenal tempera-
mental, merespons kartu merah
yang diterimanya dengan menulis
status di Twitter. Tulis apa yang
Anda mau, tapi Anda harus berso-
rak kepada negara tertentu. Saya
menulis ini dari HATI. Dan lihat per-
tandingan lagi. Semuanya, demiki-
an kicauan Balotelli.
Pemain 22 tahun ini sebenarnya
mempunyai talenta besar dan men-
jadi salah satu tulang punggung
Italia di lini serang. Namun tingkah
laku minornya di lapangan kadang
membuat repot timnya. Cesare
Prandelli, arsitek Italia, mengaku
ingin mengganti Balotelli sete-
lah pemainnya itu menerima kartu
kuning pertama. Balotelli harus
menerima situasi dan mesti bersi-
kap dewasa. Kami akan menegas-
kan hal ini kepadanya, katanya.
Prandelli memplot Balotelli dan
Stephan El Shaarawy sebagai bom-
ber. Skenario ini tidak berjalan mulus
dan justru berakhir dengan pahit.
Mantan pelatih AS Roma itu berkelit
amarah anak buahnya tersulut sete-
lah menerima kartu kuning perta-
ma. Kami melihat Balotelli di ruang
ganti. Dia kecewa dan saya pikir ini
bukan masalahnya, ucapnya.
Setali tiga uang, Gianluigi Buffon
menyebutkan Balotelli hanya tidak
beruntung. Padahal duel udara,
menurut dia, sudah biasa terjadi
dalam pertandingan sepak bola.
Balotelli marah karena dia kecewa,
tidak lebih, ujar kiper veteran itu.
REuTERS | FOOTBAll-iTAliA | BAGuS W
F
O
T
O
-
F
O
T
O
:

G
E
T
T
Y

I
M
A
G
E
9 juni 2013
21
Bangku Cadangan Beratap Kaca Pertama di Dunia
RIO DE JANEIRO Piala Konfede-
rasi 2013 bukan hanya menjadi tem-
pat para pemain memoles penampilan
menjelang tampil di Piala Dunia 2014.
Pengenalan produk-produk olahra-
ga, termasuk bangku pemain beratap
kaca, juga akan mewarnai kompetisi
yang diklaim sebagai Piala Dunia mini
itu.
Bangku beratap gelas ini akan men-
jadi produk pertama yang akan diper-
kenalkan kepada publik bola. Adalah
AGC, perusahaan pembuat kaca, kimia,
keramik, dan barang-barang bertekno-
logi tinggi, yang menjadi penyedia.
Atap kaca ini memiliki teknologi pelin-
dung kaca seperti yang digunakan pada
ponsel-ponsel cerdas, komputer tab-
let, atau layar televisi datar. Atap kaca
ini akan digunakan dalam 16 pertan-
dingan yang digelar pada 15 sampai 30
Juni nanti.
AGC menyebutkan produknya tahan
karat. Warna di tiangnya juga tidak akan
pudar dan akan tetap terlihat bersih.
Biasanya atap bangku pemain terbu-
at dari plastik. Saya senang salah satu
produksi perusahaan akan mendukung
salah satu pertandingan olahraga ter-
besar, kata Kazuhiko Ishimura, Presi-
den dan Direktur Eksekutif Asahi Glass
Co Ltd.
Ishimura menyebutkan atap gelas ini
merupakan evolusi dalam pengem-
bangan kaca. Dia hakulyakin produk-
nya bisa mengubah masa depan. Kami
juga berencana mendukung Piala Dunia
2014 di Brasil, ujarnya.
AGC dipilih sebagai produk tempat
duduk pemain di Piala Dunia 2014. Peru-
sahaan ini membuat produk pertama
atap kaca di Afrika Selatan dan nanti-
nya akan membuka cabang di Sao Paulo
untuk membantu pertumbuhan industri
ekonomi di Brasil. REuTERS | BAGuS W
Cr7 gengsi melihat
pendapatan jumbo
Messi.
LISABON Real Madrid dipaksa
memutar otak agar bisa mem-
pertahankan Cristiano Ronaldo.
Agen pemain Portugal itu senga-
ja meminta gaji 32 juta pound
sterling atau sekitar Rp 488 mili-
ar saban tahun atau kliennya
memilih kembali bergabung
dengan Manchester United.
Ronaldo memang optimistis
bakal memperpanjang kontrak
di Bernabeu. Meski digaet deng-
an harga selangit pada 2009, CR7
gagal menyumbang gelar juara
bagi Los Blancos musim lalu.
Walhasil, rumor pun merebak
bahwa pemain yang kontraknya
baru akan berakhir pada Juni
2015 itu sedang melirik Setan
Merah.
Namun dia hakulyakin masih
akan memperkuat Madrid musim
depan. Saya tidak khawatir soal
perpanjangan kontrak. Saya tahu
bakal segera memperpanjang
kontrak, ujarnya.
Florentino Perez sengaja mem-
bentengi CR7 dengan menyebut-
kan bintangnya tidak mempunyai
harga alias tidak dijual. Dia ingin
gacoan Irina Shayk itu memban-
tu tim meraih gelar juara ke-10
Eropa buat klub, yang terakhir
meraihnya pada 2002.
Toh, MU tidak kehilangan akal.
Kubu Old Trafford terus melaku-
kan pendekatan untuk menggaet
kembali mantan bintangnya itu.
CR7 memainkan kartunya agar
kubu Perez mengganjarnya seba-
gai pemain dengan bayaran ter-
mahal sepanjang sejarah kulit
bundar.
Awalnya, dia meminta gaji 17
juta pound sterling saban tahun.
Secara hitungan, dia akan men-
dapat gaji 345 ribu pound sterling
saban pekan. Dia juga meminta
100 persen haknya yang dia per-
oleh dari sponsor. Secara total,
pendapatannya dari iklan menca-
pai 15 juta pound sterling saban
tahun.
Menurut sumber terdekat
Ronaldo, langkahnya ini bukan
semata ingin diklaim seba-
gai pemain serakah. Namun
dia ingin membuktikan bahwa
dia adalah bintang terbesar
di lapangan hijau saat ini. Dia
merasa gengsi melihat Lionel
Messi, yang memiliki pendapat-
an 14 juta pound sterling per
tahun dari iklan dan mempunyai
perjanjian menerima 100 persen
haknya dari sponsor.
THESun | REuTERS | BAGuS W
roNAlDo MiNtA
GAJi rP 488 MiliAr
9 juni 2013
sport
F
O
T
O
-
F
O
T
O
:

G
E
T
T
Y

I
M
A
G
E
offside
9 juni 2013
22
b
intang lapangan hijau memang tak bisa dipisahkan dari
polah para kekasih dan istrinya. Wanita-wanita cantik
itu menjadi pemanis tribun VIP stadion ataupun teman
saat bersantai dalam liburan. Bagaimana polah WAGs di jeda
musim kompetisi ini?
U
l
a
h
W
a
g
S

S
a
a
t
J
e
d
a

k
o
M
p
e
t
i
S
i
M
anchester City meng-
akhiri musim kompetisi
Liga Primer de ngan
hasil kurang memuaskan. Klub
berjulukan The Citizens itu
gagal mempertahankan gelar
juara. Namun bukan berarti
para punggawanya tak bisa ber-
senang-senang setelah mela-
koni serentetan pertandingan.
Toh, liburan masih menjadi
cara paling jitu untuk mele-
pas ketegangan dan suntuknya
beban yang diemban setahun
lalu. Joe Hart tak butuh libur-
an rumit dengan biaya selangit.
Penjaga gawang City itu mem-
bawa kekasihnya terbang ke
Pantai Cabo, Meksiko.
Keduanya memaksimalkan
waktu dengan bersantai-san-
tai di atas pasir putih. Sengatan
sinar matahari menjadi hibur-
an yang menyenangkan. Kimberly percaya diri mengenakan bikini two pieces
berwarna merah muda. Sedangkan Joe Hart memilih celana pendek merah
hati. Meski pakaian yang dikenakan tak nyetel, mereka tetap terlihat kom-
pak dan harmonis. Keduanya terus-menerus tersenyum di pantai itu, kata
sumber kepada The Sun. Fd
Berjemur
di Pantai meksiko
Kimberly Crew
Heboh
di Barcelona
P
opularitas Neymar kembali meroket. Pemain Brasil yang sebe-
lumnya membela Santos itu sepakat berlabuh di Barcelona mulai
pekan lalu. Sukacita tak hanya dirasakannya sendiri, tapi sang
kekasih, Bruna Marquezine, tak kalah heboh meluapkan kegembiraan.
Bruna meluangkan waktu untuk turut terbang ke Barcelona saat Ney-
mar menandatangani kontrak dengan El Barca. Dia tak sendirian. Model
asal Brasil itu membawa beberapa rekan ke markas Azulgrana.
Bruna mengabadikan banyak momen dengan berfoto bersama teman-
temannya, kata sumber kepada Daily News. Neymar tak kalah antusi-
as mengungkapkan keyakinannya untuk lima tahun ke depan bersama
Barcelona. Tim ini luar biasa. Mereka punya pemain dan suporter yang
sangat besar, dua hal yang sangat penting bagi tim sepak bola, kata
Neymar. Fd
Bruna Marquezine