Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH COMMUNITY RELATIONS MANAJEMEN PT ECCO INDONESIA TERHADAP PEMAHAMAN MASYARAKAT DESA TENGGULUNAN TENTANG PENANGANAN LIMBAH INDUSTRI

Sri Wahyuni Nur Maghfirah Aesthetika Poppy Febriana (Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP-Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jl. Mojopahit 666B Sidoarjo. eMail: wahyuni_moetz18@yahoo.co.id, fira.estetika@gmail.com, poppyfebriana11@gmail.com)

ABSTRAK
Penelitian yang berjudul Pengaruh community Relations manajemen PT Ecco Indonesia terhadap Pemahaman Masyarakat pada Limbah Industri ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh community relations yang dilakukan oleh manajemen PT Ecco Indonesia terhadap Pemahaman Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi perusahaan pada Limbah Industri yang dihasilkan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel sejumlah 95 orang responden. Data penelitian kemudian dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) community relations yang dilakukan manajemen PT Ecco Indonesia cukup baik (67,3%), 2) pemahaman masyarakat tentang limbah industri PT Ecco Indonesia juga termasuk cukup baik (68,8%), 3) terdapat pngaruh community relations manajemen PT Ecco Indonesia terhadap pemahaman masyarakat Desa Tenggulunan tentang penanganan limbah industri, 4) hipotesa diterima yaitu ada hubungan yang signifikan antara community relations manajemen PT Ecco Indonesia dengan pemahaman masyarakat tentang penanganan limbah industri sebesar 81,5%. Keywords: Community Relations, Pemahaman, Masyarakat, Limbah Industri

182 KANAL, Vol. 1, No. 2, Maret 2013, Hal. 111-220.

THE EFFECT OF COMMUNITY RELATIONS CONDUCTED BY THE MANAGEMENT OF PT ECCO INDONESIA TOWARD TENGGULUNAN COMMUNITYS UNDERSTANDING ON INDUSTRIAL WASTE MANAGEMENT

ABSTRACT The study, entitled "The Effect of Community Relations conducted by the management of PT Ecco Indonesia toward Tenggulunan communitys Understanding on Industrial Waste Management" aims to determine the effect of community relations conducted by the management of PT Ecco Indonesia toward the Understanding of people living in the vicinity of the company on industrial waste generated. This quantitative study used a sample of 95 respondents. The research data were then analyzed using simple linear regression analysis. The results show that 1) the community relations was done well enough by the management of PT Ecco Indonesia (67.3%), 2) the public's understanding on industrial waste of PT Ecco Indonesia is also quite good (68.8%), 3) there is an effect of community relations of management of PT Ecco Indonesia toward the understanding of people living in Tenggulunan on industrial waste management, 4) the accepted hypothesis shows that that there is a significant relationship between community relations done by the management of PT Ecco Indonesia with public awareness about waste management industry amounted to 81,5%. Keywords: Community Relations, Understanding, Community, Industrial Waste

PENDAHULUAN Keberadaan perusahaan-perusahaan yang berdiri di tengah-tengah pemukiman warga mungkin akan menimbulkan masalah terhadap limbah polusi yang dihasilkan. Tergantung dari perusahaan dalam mengolah limbah dan proses pembuangan limbahnya. PT Ecco Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri sepatu yang berbahan dasar terbuat dari kulit binatang. PT Ecco Indonesia tersebut memproduksi sendiri bahan baku yang akan dijadikan sepatu dalam jumlah besar. Pabrik tersebut berdiri pada tahun 1991 yang terletak di tiga desa di Kecamatan Candi yakni tepatnya berada di Desa Candi, Desa Bligo, dan Desa Tenggulunan. Di dalam pabrik tersebut meliputi dua proses dalam mengolah kulit yaitu mencakup Beam House (tempat pemrosesan kulit mentah menjadi wetblue/kulit setengah jadi) dan proses penyamakan kulit. Dari proses-proses tersebut maka akan menimbulkan potensi pencemaran lingkungan yang sangat tinggi. Proses pembuangan limbah cair PT Ecco Indonesia sendiri meliputi dari beberapa proses melalui Instalasi Pengelolahan Limbah (IPAL) yang pada

Sri Wahyuni, Nur Maghfirah A & Poppy Febriana, Pengaruh Community Ralations...

183

akhirnya nanti pembuangan terakhir dialirkan ke sungai melalui pipa-pipa besar yang dikubur di dalam tanah. Sungai yang menjadi aliran limbah itu sendiri adalah tidak lain sungai yang berada tepat di samping pabrik Ecco. Keberadaan pabrik Ecco sendiri mungkin bisa menimbulkan masalah melihat bahwa pabrik tersebut dapat berdiri diantara pemukiman yang padat penduduk. Melihat situasi tersebut maka muncul pemikiran warga yang bermukim di sekitar kawasan pabrik tersebut bahwa dahulunya sebelum didirikannya pabrik Ecco tidak ada masalah yang menyangkut mengenai kekeringan di saat musim kemarau dan air got keruh yang naik serta sumur warga yang keruh pada saat musim penghujan dan masalah satu lagi yakni keruhnya sumur-sumur warga pada saat musim penghujan menjadi keruh di sebabkan karena limbah dari pabrik Ecco tersebut., menurut staf TU kantor balai desa Tenggulunan. Dari masalah tersebut warga menyimpulkan bahwa semata-mata masalah tersebut tidak bersumber dari adanya limbah Ecco namun terjadinya kekeringan sumur-sumur warga yang berdekatan dengan pabrik Ecco disebabkan karena adanya kekuatan tenaga penyedot air yang ada di dalam pabrik lebih besar dibandingkan dengan milik warga, sedangkan keruhnya air got dan sumur-sumur warga disebabkan oleh limbah dari rumah tangga warga itu sendiri. Untuk mengatasi masalah yang muncul di masyarakat, manajemen Ecco melakukan komunikasi/interaksi kepada masyarakat desa Tenggulunan. Hal tersebut dilakukan untuk menarik simpati kepada masyarakat dengan trik-trik Public Relations memberikan kepercayaan kepada publik yang mana perusahaan tersebut dapat diterima oleh publik khususnya yang berkenaan dengan masalah limbah produksi. Serta untuk memberikan image positif dengan pencitraan nama baik perusahaan dimata masyarakat. Bentuk interaksi yang dilakukan oleh manajemen Ecco kepada masyarakat sekitar adalah dalam bentuk sosialisasi berkenaan dengan limbah, kegiatan sosial, partisipasi kegiatan masyarakat, bidang ekonomi, dan bidang lingkungan serta pembangunan Kegiatan ekternal yang dilakukan oleh manajemen PTEI bertujuan untuk menjaga hubungan harmonis dan memberikan kesan yang baik, tetapi aktifitas tersebut hanya sebatas pada saat publik tersebut berada di dalam lingkup perusahaan. Berangkat dari fenomena diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh Communitty Relations Manajemen PT Ecco Indonesia terhadap pemahaman masyarakat Desa Tenggulunan tentang penanganan Limbah Industri? Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menjelaskan cara PT. Ecco Indonesia dalam memberikan pemahaman masyarakat Desa Tenggulunan tentang

184 KANAL, Vol. 1, No. 2, Maret 2013, Hal. 111-220.

penanganan limbah industri dan menjelaskan pengaruh Community Relation dalam memberikan pemahaman masyarakat Desa Tenggulunan tentang penanganan limbah industri.

LANDASAN TEORI 1. Hubungan dengan Khalayak Sekitar (Community Relations) Community adalah orang-orang yang bertempat tinggal disekitar kompleks organisasi (perusahaan, jawatan, dll). Berkomunikasi dengan mereka senantiasa perlu dilakukan, oleh karena mereka pada suatu waktu mungkin diperlukan. Umpamanya saja di sekitar komplek itu terdapat pos tentara, pos polisi, klinik, dll, patut dihubungi sekali-kali. Komunikasi dengan mereka dapat dilakukan umpamanya dengan anjangsana dengan membagikan kalender. Atau mengundang mereka apabila perusahaan merayakan peringatan hari ulang tahun. Community Relations menurut Wilbur J. (Bill) Peak merupakan partisipasi suatu lembaga yang berencana, aktif dan berkesinambungan dengan dan di dalam suatu komunitas untuk memelihara dan membina lingkungannya demi keuntungan kedua pihak, lembaga atau komunitas (Effendy, 1986:149). Public Relations akan senantiasa menghadapi komunitas yang heterogen, yang untuk itu ia perlu berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh komunitasnya, seperti pendapat Cultip dan Center, yaitu: kesejahteraan komersial, dukungan agama, lapangan kerja, fasilitas pendidikan yang memadai, hukum, ketertiban, keamanan, pertumbuhan penduduk, perumahan beserta kebutuhanny yang sesuai, kesempatan berekreasi dan berkebudayaan yang bervariasi, perhatian terhadap keselamatan umum, penanganan kesehatan yang progresif, pemerintah ketataprajaan yang cakap. Partisipasi lain yang dapat dilakukan oleh Public Relations adalah sesuai pendapat Hamidjojo dan Iskandar dalam Effendy (1986:152), yaitu : a. Partisipasi buah pikiran, contoh anjangsana, pertemuan atau rapat. b. Partisipasi tenaga, contoh menolong orang lain, membangun desa. c. Partisipasi harta benda, contoh sumbangan untuk pembangunan desa, membiayai untuk pengobatan orang lain. d. Partisipasi keterampilan dan kemahiran. Sehingga mendorong komunitas untuk berkarya. e. Partisipasi sosial, contoh untuk paguyuban, seperti arisan, koperasi, melayat atau menghadiri kondangan.

Sri Wahyuni, Nur Maghfirah A & Poppy Febriana, Pengaruh Community Ralations...

185

2.

Pemahaman Masyarakat Menurut Poesprodjo (1987: 52-53) bahwa pemahaman bukan kegiatan berpikir semata, melainkan pemindahan letak dari dalam berdiri disituasi atau dunia orang lain. Mengalami kembali situasi yang dijumpai pribadi lain didalam erlebnis (sumber pengetahuan tentang hidup, kegiatan melakukan pengalaman pikiran), pengalaman yang terhayati. Pemahaman merupakan suatu kegiatan berpikir secara diam-diam, menemukan dirinya dalam orang lain.

METODE PENELITIAN Penelitian dengan pendekatan eksplanatif menggunakan sampel sebanyak 95 orang responden. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah Community Relations manajemen PT Ecco Indonesia sebagai variabel bebas (X) dan pemahaman masyarakat pada limbah industri sebagai variabel terikat (Y). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi partanyaan tertulis dengan alternatif empat jawaban untuk menyatakan kesetujuan atau ketidak setujuan terhadap isi pernyataan dalam empat kemungkinan untuk pernyataan favourable dan unfavourable yang telah tersedia berbentuk pilihan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden. Skala yang dipergunakan adalah skala likert dengan skor antara 1 sampai dengan 4. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi yang digunakan untuk memprediksi bagaimana perubahan nilai variabel dependen bila nilai variabel independen dinaikkan atau diturunkan nilainya (dimanipulasi). Semua perhitungan dalam uji kesahihan dan keandalan alat ukur, uji prasyarat analisa, dan analis data menggunakan komputer melalui program SPSS 17.0 for windows. Dalam penelitian ini ditetapkan signifikansi pada taraf 0,05.

HASIL DAN PEMBAHASAN Dilihat dari deskripsi usia responden diketahui bahwa sebagian besar 50,5% (48 orang) dari sampel penelitian berusia antara 25-35 tahun, sebanyak 32,6% (31 orang) berusia 18-25 tahun, sebanyak 16,9% (16 orang) berusia lebih dari 31 tahun. Bila dilihat dari deskripsi pekerjaan responden terdapat 40% (38 orang) bekerja sebagai wiraswasta, terdapat 28,4% (27 orang) bekerja sebagai PNS, sebanyak 17,9% (17 orang) bekerja di swasta dan sebanyak 13,7% (13 orang) bekerja lainnya.

186 KANAL, Vol. 1, No. 2, Maret 2013, Hal. 111-220.

Dilihat dari tingkat pendidikan terakhir responden diketahui bahwa sebanyak 55,8% (53 orang) lulus SMA, 17,9% (17 orang) lulus SMP, 16,8% (16 orang) lulus perguruan tinggi dan 9,5% (9 orang) lulus SD. Deskripsi jenis kelamin responden sebesar 55,8% (53 orang) berjenis kelamin laki-laki dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 44,2% (42 orang). 1. Hasil Uji Asumsi a. Uji Validitas Uji Validitas Skala Community Relations Manajemen Dari uji validitas item skala komunikasi manajemen diperoleh hasil: Tabel 1. Sebaran item Skala Community Relations Manajemen
Sebaran item Favourable 1,2,4,6,7,10,12,1317,18 Unfavourable 3,5,8,9,11,14,15, 16,19,20 Jumlah item 10 item Nomer item gugur 7 Jumlah item 1 item Nomer item sahih 1,2,4,6,10,1213, 17,18 3,5,8,9,11,14, 16,19 Jumla h item 9 item

10 item

15,20

2 item

8 item

Total

20

3 20

17

Hasil uji validitas skala comunity relations manajemen dapat di temukan dari 20 item skala ini diperoleh 3 item yang tidak valid. Ketiga item tersebut mempunyai koefisien korelasi dengan skor totalnya lebih kecil dari r tabel= 0,202 untuk = 5% dengan n = 95 1) Uji Validitas Skala Pemahaman Masyarakat pada Limbah Industri Dari uji validitas item skala pemahaman masyarakat pada limbah industri diperoleh hasil sebagai berikut:

Sri Wahyuni, Nur Maghfirah A & Poppy Febriana, Pengaruh Community Ralations...

187

Tabel 2. Sebaran item Skala Pemahaman Masyarakat pada Limbah Industri


Jumlah item 10 item Nomer Aitem gugur 2 Jumlah item 1 item Nomer item sahih 3,5,7,8,10,11 14,16,19 1,4,6,9,12, 15,17,18,20 18 20 Jumlah item 9 item

Sebaran item Favourable 2,3,5,7,8,10,11 14,16,19 Unfavourable 1,4,6,9,12,13,15, 17,18,20 Total

10 item

13 2

1 item

9 item

20

Hasil uji validitas skala pemahaman masyarakat pada limbah industri dapat ditemukan dari 20 item skala ini diperoleh 2 item yang tidak valid. Kedua item tersebut mempunyai koefisien korelasi dengan skor totalnya lebih kecil dari r tabel = 0,202 untuk = 5% dengan n = 95 b. Uji Reliabilitas Reliabilitas pada skala komunikasi manajemen dan skala pemahaman masyarakat pada limbah industri dihitung dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach. Setelah dihitung, maka nilai koefisien reliabilitas alpha untuk variabel komunikasi manajemen diperoleh hasil sebagai berikut : N subyek = 95 dan Alpha Cronbach = 0,897. Sedangkan untuk variabel pemahaman masyarakat pada limbah industri dengan hasil sebagai berikut : N subyek = 95 dan Alpha Cronbach = 0,911. Menurut Azwar (2008:96) bahwa reliabilitas di atas 0,8 adalah baik, maka dapat dinyatakan bahwa skala komunikasi manajemen dan skala pemahaman masyarakat pada limbah industri adalah reliabel. Mengingat nilai reliabilitas berkisar dari 0 hingga 1, dan semakin mendekati 1 berarti semakin reliabel, maka dapat dikatakan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini cukup reliabel dan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat diterima. c. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah nilai-nilai yang diperoleh dari hasil pengumpulan benar-benar mengikuti distribusi atau kurva normal atau tidak, atau bisa dikatakan untuk melihat normal tidaknya sebaran data variabel data penelitian dalam populasi.

188 KANAL, Vol. 1, No. 2, Maret 2013, Hal. 111-220.

Uji normalitas bertujuan untuk melihat normal tidaknya sebaran data variabel data penelitian dalam populasi. Hasil uji normalitas pada skala Pemahaman Masyarakat pada Limbah Industri sebesar 17,459 > 0,05. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut sebarannya normal. d. Skor Kriterium Skor kriterium untuk mengetahui sejauh mana penilaian community relations manajemen yang dilakukan perusahaan terhadap pemahaman masyarakat pada penanganan limbah industri. Berikut diketahui tabel kriteria penilaian adalah: Tabel 3. Skor Kriteria Penilaian
Skor 51 60 61 70 71 80 81 100 Keterangan Kurang Cukup baik Baik Sangat baik

- Skor kriterium community relations manajemen perusahaan Skor kriterium diperoleh dari skor total hasil perhitungan dibagi dengan skor total kriteria ideal dari masing-masing item. Skor ideal masingmasing item adalah 4 dikalikan jumlah responden dan jumlah item yang ada yakni 20. Skor yang diperoleh dari hasil hitungan untuk community relations sebesar 5117 sementara skor kriterium yang ideal 4 x 95 x 20 = 7600. Skor kriterium yang diperoleh 5117 : 7600 = 0,673 x 100% = 67,3%. Berdasarkan tabel kriteria penilaian maka community relations yang dilakukan manajemen PT Ecco Indonesia cukup baik. - Skor kriterium pemahaman masyarakat pada limbah industri Skor kriterium diperoleh dari skor total hasil perhitungan dibagi dengan skor total kriteria ideal dari masing-masing item. Skor ideal masingmasing item adalah 4 dikalikan jumlah responden dan jumlah item yang ada yakni 20. Skor yang diperoleh dari hasil hitungan untuk pemahaman masyarakat pada limbah industri sebesar 5255 sementara skor kriterium yang ideal 4 x 95 x 20 = 7600. Skor kriterium yang diperoleh 5255 : 7600 = 0,688 x 100% = 68,8%. Berdasarkan tabel kriteria penilaian maka pemahaman masyarakat tentang penanganan limbah industri cukup baik.

Sri Wahyuni, Nur Maghfirah A & Poppy Febriana, Pengaruh Community Ralations...

189

e. Uji Linieritas Uji linieritas pengaruh komunikasi manajemen terhadap pemahaman masyarakat pada limbah industri mempunyai korelasi linier, hal ini ditunjukkan dengan nilai F beda sebesar (1,698) dengan = 0,081 > 0,05. Dengan demikian, korelasinya linier. 2. Analisis Data Regresi Analisis regresi linier sederhana mengestimasi besarnya koefisienkoefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier, yang melibatkan satu variabel bebas (independent variable), digunakan sebagai alat untuk mempredikasi besarnya nilai variabel tergantung (dependent variabel). Berdasarkan tabel Correlation yang memuat hubungan antara variabel komunikasi manajemen dengan pemahaman masyarakat pada limbah industri. Dari tabel tersebut dapat diperoleh besarnya korelasi 0,903 dengan signifikansi 0,012. Karena signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti H1 diterima. Artinya ada hubungan yang signifikan antara community relations manajemen dengan pemahaman masyarakat pada limbah industri. Berdasarkan tabel Model Summary, diperoleh hasil R Square (koefisien determinansi) sebesar 0,815 yang berarti 81,5% variabel pemahaman masyarakat pada limbah industri dipengaruhi oleh variabel komunikasi manajemen sedangkan sisanya sebesar 18,5% oleh variabel lainnya yang bukan menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini. Pada tabel Anova, dapat diperoleh F hitung sebesar 15,365 dengan tingkat signifikansi 0,011 < 0,05. Berarti model regresi yang diperoleh nantinya dapat digunakan untuk memprediksi pemahaman masyarakat tentang limbah industri. 3. Uji Statisitik Uji-t Berdasarkan uji-t dapat diperoleh t hitung sebesar 0,398 dengan signifikansi 0,017. Karena signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti H1 diterima. Artinya koefisien regresi Constant signifikan. Berdasarkan uji-t dapat diperoleh t hitung sebesar 2,674 dengan signifikansi 0,013. Karena signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti Ha diterima. Artinya koefisien regresi Pemahaman Masyarakat pada Limbah Industri signifikan. Berdasarkan Tabel Correlation yang memuat hubungan antara variabel komunikasi manajemen dengan pemahaman masyarakat pada limbah industri. Dari tabel tersebut dapat diperoleh besarnya korelasi 0,903 dengan signifikansi

190 KANAL, Vol. 1, No. 2, Maret 2013, Hal. 111-220.

0,012. Karena signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti Ha diterima. Artinya ada hubungan yang signifikan antara community relations manajemen Ecco dengan pemahaman masyarakat pada limbah industri. Berdasarkan tabel Model Summary, diperoleh hasil R Square (koefisien determinansi) sebesar 0,815 yang berarti 81,5% variabel pemahaman masyarakat pada limbah industri dipengaruhi oleh variabel community relations manajemen sedangkan sisanya sebesar 18,5% oleh variabel lainnya yang bukan menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini. Pada tabel Anova, dapat diperoleh F hitung sebesar 15,365 dengan tingkat signifikansi 0,011 < 0,05. Berarti model regresi yang diperoleh nantinya dapat digunakan untuk memprediksi pemahaman masyarakat pada limbah industri. Pada tabel Coefficients diperoleh model regresi yaitu sebagai berikut: Pemahaman Masyarakat pada Limbah Industri = 0,834 0,016 comunity relations manajemen. Berdasarkan uji-t dapat diperoleh t hitung sebesar 2,674 dengan signifikansi 0,013. Karena signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak yang berarti H1 diterima. Artinya koefisien regresi Pemahaman Masyarakat pada Limbah Industri signifikan.

SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut : 1. 2. 3. Community relations yang dilakukan Manajemen PT Ecco Indonesia terkait dengan limbah industri termasuk cukup baik (67,3%). Pemahaman masyarakat Desa Tenggulunan tentang penanganan limbah industri cukup baik (68,8%) Terdapat pengaruh antara Community Relations Manajemen PT Ecco Indonesia Terhadap Pemahaman Masyarakat Desa Tenggulunan Tentang Penanganan Limbah industri dimana dengan melakukan pendekatan dan komunikasi interpersonal serta community relations secara efektif pihak manajemen yang mewakili PT Ecco Indonesia mampu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat terkait hasil pengolahan limbah industri, sehingga masyarakat lebih memahami bahwa limbah yang dihasilkan tidak memberikan dampak yang merugikan buat kehidupan masyarakat di sekitar lokasi pabrik.

Sri Wahyuni, Nur Maghfirah A & Poppy Febriana, Pengaruh Community Ralations...

191

4. Hipotesa (H1) diterima yaitu ada hubungan yang signifikan antara Community Relations manajemen PT Ecco Indonesia dengan pemahaman masyarakat pada limbah industri. 5. Dari penelitian ini variabel yang mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang penanganan limbah industri adalah community relations manajemen PT Ecco Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, maka dapat dikemukakan saran bahwa diharapkan bagi perusahaan, dalam hal ini PT Ecco Indonesia lebih meningkatkan kemampuan kinerjanya terkait dengan pengolahan limbah industri dengan benar sehingga bisa meminimalisasi dampak negatif bagi masyarakat dan perusahaan itu sendiri. Selain itu juga lebih meningkatkan potensi karyawannya terutama yang tergabung dalam divisi manajemen sehingga bisa mengoptimalkan kinerja dan hasilnya secara maksimal.

DAFTAR RUJUKAN
Azwar. 2008. Tes Prestasi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Effendy, Onong Ucjana.1992. Humas Suatu Studi Komunikologis. Bandung:CV. Remadja Karya. Nirwana, Maya Diah. 2003. Dasar-Dasar Public Relations. Sidoarjo:Muhammadiyah University Press. Poesprodjo. 1987. Pendidik Dengan Cerdas. Jakarta: Pustaka Populer Obor Rakhmat, Jalaluddin. 1989. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung:PT. Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif n R dan D. Bandung:Alfabeta. Suprawoto. 2006. Strategi Komunikasi. Bandung:Amrico. id.wikipedia.org/wiki/masyarakat (akses, 15 Maret 2012).

192 KANAL, Vol. 1, No. 2, Maret 2013, Hal. 111-220.

Anda mungkin juga menyukai