Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.karena berkat RahmatNya-lah kami dapat menyelesaikan Makalah tentang Laporan Peta Geologi Daerah Bogor. Adapun Makalah ini dibuat sebagai Persyaratan Melengkapi Proses Pembelajaran Mata Kuliah Geologi Teknik. Pertama-tama, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Saroso BS, selaku Dosen Mata Kuliah Geologi Teknik, dan semua pihak yang telah membantu melancarkan tersusunnya Makalah ini. Kami berharap Makalah ini dapat berguna khususnya bagi kami,umumnya bagi orangorang yang membacanya.Kamipun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan Makalah yang kami buat. Bandung, Mei 2009

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan Peta Geologi merupakan bentuk ungkapan data dan informasi geologi suatu daerah atau Wilayah atau kawasan dengan tingkat kualitas berdasarkan skala.Peta Geologi juga menggambarkan informasi sebaran dan jenis serta sifat batuan,umur,stratigrafi,struktur,tektonika,fisiografi dan sumber daya mineral serta energi.Adapun peta Geologi disajikan berupa gambar dengan warna,symbol dan corak atau gabungan ketiganya.Penjelasannya berisi informasi,misalnya situasi daerah,tafsiran dan rekaan geologi dapat diterangkan dalam bentuk keterangan pinggir. 1.2 Maksud dan Tujuan Adapun Makalah yang berjudul Laporan Peta Geologi daerah Bogor bermaksud untuk memenuhi persyaratan Tugas akhir Mata Kuliah Geologi Teknik,yang mana dalam makalah ini berisi diantaranya tentang:Toografi,Relief,Morfologi dan kondisi geologi yang meliputi;sebaran geologi,statigrafi geologi,struktur geologi, sebaran batuan,stratigrafi batuan,dan struktur batuan yang meliputi Wilayah Bogor tepatnya Daerah Cipanas.Isi dari Makalah ini berupa penggambaran Peta topografi yang menggambarkan relief/timbulan berdasarkan garis kontur yang yang menunjukan garis tinggi suatu Relief.

BAB II Topografi / Relief / Morfologi

BAB III KONDISI GEOLOGI

BAB III

BAB IV KONDISI GEOLOGI ( Penampang batuan ) 1. Sebaran batuan Anggota batu gamping formasinyalindung: Batu gamping kaya akan molusca dan foraminifera, tersingkap sebagai lensa-lensa dalam formasi nyalindung. Umur anggota batu gamping ini setara dengan formasi nyalindung yakni miosen tengah. Formasi nyalindung: Batu pasir glokonit gampingan berwarna hijau, batu lempung, napal, napal pasiran, konglomerat, bereksi dan batu gamping: napal tufan yang di jumpai di sepanjang sungai cijarian kaya akan molusca. Batuan ini di duga berumur miosen tengah (n13) yang secara selaras menindih formasi lengkong. Breksi gunung api: Breksi bersusunan andesit-basal, setempat aglomerat, lapuk. Tuf: Tuf berbatu apung Anggota TUF dan breksi formasi jampang: Terutama batu pasir tuf dasitan, tuf andesit, tuf batu apung, dan breksi andesit / dasit tufan gampingan (musper, 1939b) dan batu lempung napalan: setempat lapisan batu gamping mengandung fosil trillina howchini, lepidoihcyclina brouweri, globorotalia materi, globorotalia fohsi barisanensis yang memberikan indikasi umum miosen awal. Anggota ini merupakan bagian paling bawah dari formasi jampang yang menindih selaras raja mandal.

Lava gunung api: Aliran lava; di daerah bogor bersusunan basal dengan labradorit, piroksen, dan hornblende; di daerah pelaabuhan ratu, bersusunan andesit dengan oligoklas-andesin, dan Banyak sekali horenblenda. Formasi raja mandala: napal tufan, lempung natalan, batu pasir dan lensalensabatu gamping mengandung fosil globigerina digecainica, globigerina praebulloides, orbulina, lepidocyclina, dan sepirotslypes (budiman, hubungan tertulis, 1971) yang memberikan kisaran umur oligosen akhir sampai miosen awal, dan menindih secara tak selaras formasi batu asih. Tebal formasi ini sekitar 1100m ( musper, 1939b) . Formasi bentang; batu pasir tufan dengan batu apung dan lignit, napal tufan, serpih tufan dan breksikonglomeratan gampingan; keteblan lebih dari 500m; perlapisan baik dijumpai pada singkapan sepanjang sungai cigadung. Berdasarkan kandungan fosil-fosil globogelinoides emeisi dan lobigerinoides obliquus extremus (budiman, hubungan tertulis, 1971 ), maka umur satuan ini adalah miosen akhir. Satuan ini secara tak selaras mendidih formasi nyalindung.. Formasi lengkong: batu pasir gampingan; perselingan perarian halus dari pada batu lanaudan batu lempung dengan lignit; napal pasiran. Berdasarkan kandungan fosil-fosil globorotalia siakensis, sphaeroidineelopsis seminulina, dan cycloclipes indopacificus ( LEMIGAS, hubungan tertulis, 1973 ). Satuan ini berumur neosen awal, dan secara stratigrafi menjemari dengan formasi bojonglopang, ketebalan formasi ini lebih dari 300m. Endapan lebih tua, lahar dan lava, basal andesit dengan oligoklas-andesi, labradorit, olifin, piroksen, dan horen blenda. 2. Statigrafi batuan 3. Struktur batuan