Anda di halaman 1dari 39

Kofaktor Enzim Enzim mempunyai berat molekul berkisar dari kira-kira 12.000 sampai lebih dari 1 juta.

Beberapa enzim hanya terdiri dari polipeptida dan tidak mengandung gugus kimiawi selain residu asam amino. Enzim terdiri dari dua bagian yaitu apoenzim (tersusun atas protein) dan gugus prostetik (tersusun atas non protein),sedangkan keseluruhan enzim disebut holoenzim. Gugus prostetik ini terdiri dari: Kofaktor dan koenzim. Kofaktor terdiri dari molekul anorganik, sedangkan koenzim terdiri dari molekul organic. Gugus Prostetik Gugus prostetik berikatan erat dengan enzim (protein) oleh ikatan kovalen. Gugus prostetik dapat berupa senyawa organik tertentu, vitamin atau ion logam. Misal FAD yang mengandung riboflavin (Vitamin B2) yang merupakan bagian FAD yang menerima atom Hidrogen. Ion logam kita dapatkan pada sitokrom sebagai pembawa elektron misalnya Fe. Pada waktu melepas besi tereduksi menjadi Fe2+, pada waktu melepas elektron, teroksidasi menjadi Fe3+. Kofaktor Kofaktor berperananan baik membantu proses katalisis oleh enzim maupun penyusunan struktural yang penting. Fungsi kofaktor pada umumnya adalah untuk memantapkan ikatan nantara subtract pada enzim atau mentransfer electron yang timbul selama katalisa. Kofaktor adalah komponen nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas katalitik oleh sebagian enzim. Kofaktor beberapa enzim adalah molekul anorganik seperti zink, besi dan tembaga. Jika kofaktor enzim adalah molekul organic maka disebut koenzim. Beberapa enzim mengandung atau memerlukan unsur anorganik esensial sebagai kofaktor :

Kofaktor Enzim

No Kofaktor 1 Zn2+

Nama Enzim Karbonik anhidrase, karboksipeptidase, alkalin fosfatase, amino peptidase

Keterangan Enzim karbonik anhidrase mengkatalisis CO2 dalam darah, enzim karboksipeptidase mengkatalisis protein dalam prankreas, enzim alkalin fosfatase menghindrolisis fosfat dalam beberapa jaringan, dan enzim amino peptidase menghidrolisis peptida dalam ginjal. Zink juga berperan di dalam sintesa Dinukleosida Adenosin (DNA) dan Ribonukleosida Adenosin (RNA), dan protein.

Fe2+

Oksidase sitokhorm katalase

Sitokrom merupakan senyawa heme protein yang bertindak sebagai agens dalam perpindahan elektron pada reaksi oksidasi-reduksi di dalam sel. Zat besi mungkin diperlukan tidak hanya untuk pigmentasi bulu merah yang diketahui mengandung ferrum, tetapi juga berfungsi dalam susunan enzim dalam proses pigmentasi

Fe3+

Oksidase sitokhorm katalase

Unsur besi merupakan

Kofaktor Enzim

komponen utama dari hemoglobin (Hb), sehingga kekurangan besi dalam pakan akan mempengaruhi pembentukan Hb 4 Cl dan Ca Amilase Amilase bekerja dalam lebih ludah baik akan dengan

adanya ion klorida dan kalsium 6 Cu2+ Oksidase sitokhrom dan Tirosinase dalam aktivitas enzim pernapasan, sebagai kofaktor bagi enzim tirosinase dan sitokrom oksidase. Tirosinase mengkristalisasi reaksi oksidasi tirosin menjadi pigmen melanin (pigmen gelap pada kulit dan rambut). Tembaga berperan

Kofaktor adalah komponen enzim yang bersifat non-protein yang berfungsi mengaktifkan enzim. Sifatnya stabil terhadap perubahan suhu atau suatu reaksi. Kofaktor dibedakan menjadi dua tipe yaitu, gugus prostetik dan ko-enzim.

Kofaktor Enzim

Koenzim Enzim yang tidak mempunyai gugus prostetik, memerlukan senyawa organik lain untuk aktivitasnya juga disebut koenzim. Koenzim tidak melekat erat pada bagian protein enzim. Contoh NAD, NADP, Koenzim-A, ATP. http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/04/enzim-dan-respirasi-padatumbuhan.html

Dari dua kelompok kofaktor tersebut , peranan koenzim dan gugus prostetik serta hubungannya dengan vitamin akan dibahas lebih lanjut dengan beberapa contoh. Vitamin ialah golongan senyawa kimia yang terdapat dalam jumlah kecil makanan tetapi mempunyai arti yang penting, sebab kekurangan vitamin akan menimbulkan beberapa jenis penyakit, misalnya beri-beri, skorbut, rabun senja, dan lain-lain yang di golongkan ke dalam penyakit kekurangan vitamin atau avitaminosis. Beberapa koenzim mempunyai struktur yang mirip dengan vitamin tertentu. Pada koenzim tertentu, molekul vitamin menjadi bagian dari molekul tersebut. Hubungan antara vitamin dengan koenzim tampak pada contoh berikut ini. Anna Poedjiadi,2007

Struktur kimia dari vitamin yang larut dalam air sangat beraneka ragam, tetapi mereka mempunyai sifat molekul plar, sehingga larut dalam air. Semua vitamin yang larut dalam air, dapat disintesis oleh tumbuh-tumbuhan (kacang-kacangan, bijibijian, sayuran berdaun hijau dan ragi) kecuali vitamin B12. vitamin B komplek dan vitamin C karena ke larutannya dalam air, tidal dapat disimpan lama dalam bentuk stabil, harus disediakan terus menerus dalam makanan, kecuali vitamin B12, pada hati manusia dapat disimpan untuk persediaan beberapa tahun. Semua vitamin yang larut dalam air, kecuali vitamin C, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik. Vitamin B, Koenzim, dan fungsi Enzimatiknya Kofaktor Enzim 4

Vitamin Tiaminin (B1)

Bentuk koenzim Tiaminin pirofosfat (TPP)

Fungsi enzimatik Transfer atau pengangkatan gugus aldehida

Reboflovin (B2)

Flavin adenin dipuklotida (FAD) Flovida mononukleotida (FMN)

Transfer hidrogen Transfer hidrogen Transfer hidrogen

Nikotinamida

Nikotinamida adenin dinukletida (NAD+) Nikotinamida adenin demikleotida fosfat (NADP+)

Asam fantolenat

Koenzim A (KoA)

Transfer atau karier gugus asil

Peridoksen (B6)

Peridoksalfosfat

Transfer gugus amino, gugus karboksil dari rasenisasi.

Biotin

Biotin

Transfer atau pengangkatan gugus karboksial Transfer satu C Pergeseran 1,2 dari atom hidrogen, karier gugusan metil

Asam falat Vitamin B12

Asam titrahidroksi falat Koenzim B12

Asam lipoat

Lipoatmid

Transfer gugus asil

Sumber : Frank B. Amstrong 1989 1. Tiamin (Vitamin B1) Tiamin (vitamin B1) diperlukan dalam makanan semua hewan, kecuali

hewan memamah biak. Tiamin dijumpai pada semua tumbuhan, tetapi dalam konsentrasi, tinggi terdapat dalam padi-padian sebagai molekul bebas, lapisan luar dari biji padi-padian kaya akan tiamin. Kekurangan Kofaktor Enzim tiamin pada diet manusia 5

menyebabkan penyakit beri-beri, suatu penyakit yang ditandai tidak terkendalinya syarat, paralisis dan kehilangan berat badan. Tiamin pertama kali diisolasi dan dimurnikan tahun 1926, dan struktur kimianya ditentukan pada awal tahun 1930-an oleh Robert R. Williams di Amerika Serikat. Struktur kimia teamin, mengandung, sistem dua cincin yaitu perimidin dan tiazol. Pada jaringan hewan tiamin terutama terdapat sebagai tiamin pirofosfat atau kimia difosfat (TPP), yang merupakan bentuk koenzimnya.

NH2 C N H3C C N C HC CH2 N

H C S

C CH3

CH2

CH2OH

Tiamin (vitamin B1)


NH2 C N H3C C N C HC CH3 O O CH2 N C C CH2 O P O P O H C S O O

Tiami pirofosfat (TPP)

Tiamin penafosfat berfungsi sebagai koenzim pada beberapa reaksi penting dalam metabolis karbohidrat, yang melibatkan pengangkatan atau transfer, gugus aldehida dari molekul donor menjadi molekul penerima. Pada reaksi tersebut TPP berfungsi sebagai senyawa perantara yang membawa gugus aldehida yang terikat secara kovalen pada cincin tiazol. Contohnya adalah reaksi yang dekatalisis oleh Kofaktor Enzim 6

enzim perivat dekarboksilase yang merupakan langkah penting dalam permentasi glukosa oleh klamer untuk menghasilkan alkohol pada reaksi dekarboksilasi piruvat, gugus korboksil dari piruvat dikeluarkan sebagai CO2 dan sisa molekul piruvat yang kadang-kadang disebut sebagai asetaldehida aktif, secara bersamaan dipindahkan ke posisi C-2 dari cincin taizol (tempat reaktif TPP) yang terikat kuat dengan TPP untuk menghasilkan turunan hidroksietil. Senyawa antara ini hanya sementara terdapat, karena gugus hidroksielil dilepaskan dengan cepat dari koenzim untuk menghasilkan asetaldehida bebas.
Dekarboksilase piravat

CH3

C O

COO + H2O

CH3

C O

HCO3-

Reaksi dalam Tahapan Piruvat + H2O + TPP E -hidroksietil-TPP-E -hidroksietil-TPP-E + HCO3Asetaldehida + TPP-E

TPP juga mempunyai peran sebagai koenzim dari enzim dehidrogenase piruvat dan dehidrogenase -ketoglutarat yang lebih kompleks. Reaksi ini terjadi pada lintas utama oksidasi karbohidrat di dalam sel.

2. Riboflavin (Vitamin B2) Riboflavin pertama kali diisolasi dari susu, disintesis oleh semua tumbuhan dan banyak mikroorganisme, jadi ditemukan dalam semua bahan biologik. Hewan tingkat tinggi harus memperoleh vitamin dari makanan. Riboflavin atau vitamin B2 terdiri dari D-ributol yang terikat pada cincin isoaloksazin vitamin ini telah terbukti berperan sebagai faktor pertumbuhan pada tikus. Kini dapat diperoleh secara komersial dari mikroba tertentu.

Kofaktor Enzim

C H3C H3C C C C H C C

N C C N

C NH C N O

CH2 HCOH HCOH HCOH CH2OH

Riboflavin (Vitamin B2) Riboflavin adalah komponen dari dua koenzim yang berhubungan erat yaitu blavin monomukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD).

Kofaktor Enzim

Riboflatin

O CH2 O P O O

Flavin monouklestida (FMN) Riboflavin monofosfat


O

NH2 N N

Kofaktor Enzim

O CH2

O H H

H OH OH

Flavin adenin dinukleotida (FAD) FMN dan FAD adalah koenzim dari kelas enzim dehedrogenase yang dikenal sebagai plano protein atau dehidrogenase plavin yang mengkatalisis reaksi oksidasi reduksi. Pada reaksi-reaksi yang dikatalisis oleh enzim.enzim ini, cincin iso

aloksazin plavin mulektida berfungsi sebagai pembawa sementara sepasang atom hedrogen yang dipindahkan dari molekul substrat
H C H 3C S H + H3C C C H C N N R C C O C C O N C C NH S+ H3C C C H C N N H R C C H3C C H C C H N C O C NH

Sunstrat

Flavin nukleotida

Substrat terdehidrogenasi

Reduksi flavin nukleotida

Dehidrogenase suksinat adalah contoh dehidro genase plavin, yang mengandung FAD, yang mengkatalisis reaksi oksidasi suksinat menjadi fumarat. Suksinat + E-FAD Fumarat + E-FADH2
FMN

Loktat
Laktat dehidro genase

Piruvat

3. Asam Nikotinat dan Nikotinamida Nikotinamida adalah merupakan bentuk amida dari asam nikotinat. Untuk menghindarkan salah pengertian dengan alkaloid Kofaktor Enzim mikotin dari tembakau maka 10

diberikan mama alternatif bagi asam nikotinat yaitu niasin untuk penggunaannya secara umum. Kekurangan niasin menyebabkan penyakit lidah hitam (black tangue) pada ujung dan pellogra (bahasa Itali, yang berarti kulit kasar) pada manusia, asam nikotinal banyak terdapat pada tumbuhan dan jaringan hewan, terutama daging. Nikotinamida dapaty disintesis dari triptofan. Nikotinamida adalah komponen yang merupakan bagian aktif dari dua koenzim, yaitu nikotinamida adenin dinakleotida (NAD+) dan nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADP+) yang dulunya dikenal masing-masing sebagai koenzim I dan koenzim II.
H C HC HC N
Asam nikotinat (Niacin)

O C CH C OH HC HC

H C C CH N
Nikotinamid (Niasinamid)

O C NH2

NH2 N N Adenin O N O P O CH2 O H H OH Ribosa O OH H H


1

O P OO-

Lokasi gugusan fosfat tambahan dari NADP+

O C

Kofaktor Enzim

NH2

11

P O

N O CH2 O H H OH Ribosa OH H H

Nikotinamida adenin dinukleotida (NAD+) Koenzim0koenzim ini terdapat dalam bentuk teroksidasi (ditentukan sebagai NAD+ dan NADP+) dan bentuk tereduksi (NADH dan NADPH). Bagian mikotenamida koenzim ini berperan sebagai pembawa sementara ion hidrida yang dipindahkan secara enzimatik dari molekul ensbstrat oleh kerja enzim dehidrogenase tertentu.

C H HC S H + HC N + R CH O C C C NH2 S + HC CH O N + R + H+ HC C C NH2

Substrat

NAD

Substrat terhidrogen nasi

NADH

Contoh reaksi enximatik tersebut adalah reaksi yang dikatalisasi oleh dehidrogenase malat, yang menyebabkan dehidrogenasi malat, menghasilkan oksaloasetat dan pada saat aktivasi asam lemak dalam oksidasi asam lemak. Tahap ini terjadi pada oksidasi karbohidrat. Enzim ini mengkatalisasi pemindahan dapat balik ion hidrida dari malat ke NAD+ membentuk NADH, sedangkan atom hidrogen lainnya meninggalkan gugus hidroksil malat dan muncul sebagai ion H+ bebas.
Dahidrogenase malat

Kofaktor Enzim

12

L-Malat + NAD+

Oksaloksetat + NADH + H+

4. Asam Pantotenat Kata pan pada asam pantotenat berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti dimana saja vitamin ini ditemukan pada semua jaringan, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan, dan juga pada mikrooganisme asam pantotenat tersebar demikian luasnya dalam berbagai bahan makanan sehingga tidak ada penyakit yang diketahui disebabkan oleh kekurangan vitamin ini. Asm pantotenaf yang juga dikenal sebagai vitamin B5, untuk pertama kalinya diisolasi tahun 1938 dari Khamir dan ekstrak hati oleh Roger J. Williams/ bentuk koenzim dari asam pemtotenat adalah Koenzim A (disingkat KOA atau KOA-SH). Disebut demikian karena pertama kali dijelaskan sebagai suatu kofaktor untuk reaksi asetilasi enzimatik tertentu. Koenzim A

mengandung gugus toil atau silf hidril (-SH) yang reaktif yang terletak pada bagian merkaptoetilamin- dari koenzim, tempat gugus asil berikatan secara koralen membentuk tisester selama pemindahan gugus asil.
CH3 C HO OH CH3
NH2

O CH2 CH2 NH C

OH CH2

Asam pantotenat
H HS CH2 CH2 NH C O CH2 CH2 NH C O C CH3 C CH2 O OP O O OP O H H HC

N C N C

C N CH N

adenin

CH3 O

OH CH3

-Merkaptoetilamin

Asam pantotenat

H O OH

Ribosa 3 fosfat
O O O O

Koenzim A Kofaktor Enzim 13

C O

O-

-H2O + HS KoA R C O S KoA

Asilo KoA (Tioester) Transfer gugus asil :


R C O S KoA

Substrat

C O

Substrat

+ HS

KoA

Secara biologi KoA penting sebagai pembawa atau donor dari gugus asil seperti pada reaksi asam piruvat menjadi asam sitrat yang merupakan reaksi awal pada siklus asam sitrt, yaitu lintas utama bagi degradasi oksida tub karbohidrat dan pada reaksi oksidasi asam lemak di dalam sel aerobik. Pembentuk Asetil KoA :
CH3 C O COO- + NAD+ + KoA
Dehidro genase

SH

H2O
Piruvat

CH3

C O

KoA

HCO- 3 + NADH + H+

Asetil-KoA

Penggunaan Asetil-KoA
COOCOOCH3 C O CH2 COOCH2 COOS KoA + C O CH2

Sintase Sitrat
HO C

COO- + KoA

Asetil KoA

Oksaloasetat

Sitrat

Kofaktor Enzim

14

Pada reaksi I,

asetil-KoA dibentuk selama dekarboksilasi oksidatil piruvat oleh dehidrogenase piruvat komplek

Pada reaksi II,

gugus

asetil

pada

asetil-KoA

depindahkan

keoksaloaselat

menghasilkan sitrat oleh sintase sitrat.

5. Piridoksin (Vitamin B6) Pendokpin atau vitamin B6 terdiri dari tiga senyawa yang berhubungan erat, yaitu peridoksin, piridoksal dan piridoksamin. Ketiganya tersebar ;uas di alam baik pada hewan maupun tumbuhan. Padi-padian termasuk sumber yang sangat kaya vitamin B6. Bentuk aktif vitamin B6 :
CH2OH HO CH2OH HO CHO CH2OH HO CH2NH2 CH2OH

H3C

H3C

H3C

Piridoksin

Piridoksal

Pitidoksamin

Bentuk aktif dari vitamin B6 adalah peridoksal fosfat, yang selalu terdapat dalam bentuk aminopiridoksumin fosfat, yang berfungsi sebagai gugus prostetik sejumlah enzim yang mengkatalisis reaksi mentabalisme asam amino, transaminasi, dekarboksilasi dan rasemisasi. Walaupun reaksi-reaksi ini dikatalisis oleh enzim yang berlainan, tetapi koenzimnya sama yaitu piridoksal fosfat.
MgADP HO Piridoksal Kinase O O CH2OH CH2 O P OH

CH2OH HO

MgATP CH2OH

Kofaktor Enzim
H3C N

H3C

15
N

PIridoksal

Piridoksal fosfat

CHO HO CH2 O

OP O OHO

CH2-NH2 CH2 O

OP O O-

H3C

H3C

Piridoksal fosfat, bentuk penerima gugus amino

Piridoksamin fosfat, bentuk penerima gugus amino

Pada gambar transaminasi yang dikatalisis oleh transaminasi atau aminotransferase, piridoksal fosfat yang terikat kuat, berfungsi sebagai pembawa sementara gugus amino dari senyawa donor yaitu asam -amino, menuju senyawa penerima gugus amino yaitu asam -keto
+

NH3 COO-

CO2 R

NH3 COO-

CH

CH2

O R C COO-

Dekarboksidasi

(D + L) Kofaktor Enzim 16

O R C COO- + R

NH3 COO-

CH

Rasemisasi Transaminasi

Reaksi transamenasi
COOH COOH CH2 CH2 H C NH2 COOH Asam glutamat (donor asam amino) COOH Glatamat-aspartat COOH CH2 transaminase CH2 C =O COOH Oksaloasetat (akseptort Asam keto) - ketogkketaraf (Produk Asam keto) COOH CH2

CH2 C =O

CH2 H-C-NH2 COOH Aspartaf (Produk Asam Amino)

Reaksi Dekarboksilasi
COOH CH2 CH2 H-C-NH2 COOH Asam glutamat Glatamat dekarbok Silase H-C-NH2 H COOH CH2

+ CO2

Reaksi Pasemisasi :
COOH COOH Glatamat rasemase

Kofaktor Enzim

17

NH2 -C-H CH2 CH2

H-C- NH2 CH2 CH2 COOH

L-Asam glutamat

D-Asam Glutamat

Telah diketahui ada kira-kira 20 macam reaksi asam amino, dimana periodoksal fosfat terlibat, salah satu diantaranya adalah interkonversi serin dan lesin. Koefnzim piridoksal ini menarik perhatian sebab berikatan dengan lisin pada enzim fosfarilase dalam hewan dan tumbuhan.

6. Biotin Biotin untuk pertama kalinya diisolasi pada tahun 1935 oleh Dritz Kogl dan Benno Jonnis, dari konsentrat hepar sebagai faktor pertumbuhan dari ragi. Pada hewan kebutuhan biotin di cukupi oleh bakteri usus yang mensintesis vitamin ini kebanyakan usus hewan membuat cukup biotin untuk memenuhi kebutuhannya. O HN HC H2C S Biotin Biotin dapat ditemukan dalam padi-padian ragi, telur dan limpa. Biotin disebut juga sebagai anti egg white injury Kofaktor Enzim faktor, yaitu faktor yang dapat 18 NH CH CH (CH2)4 COOH

memperbaiki keadaan definisi yang dibuat pada hewan percobaan dengan

memberikan putih telur yang banyak. Misalnya, tikus diberi makanan yang mengandung putih telur mentah yang banyak, menyebabkan kerontokan rambut, radang kulit, dan hilangnya koordinasi otot ini diakibatkan oleh adanya glikoprotein dalam putih telur yang disebut avidin, yang mengikat biotin dengan sangat kuat sehingga tidak dapat diserap oleh dinding tesus, sehingga vitamin ini tidak berperan sebagai koenzim.

Avidin + Biotin

Avidin biotin

Dengan memasak putih telur, avidin akan menjalani denatrasi sehingga tidak mampu lagi menyikat biotik. Dengan demikian telur masak tidak pengganggu penyerapan biotin. Enzim yang memerlukan biotin mengkatalisis penggabungan (karboksilasi) atau transfer CO2 (transkarboksilasi). Dalam reaksi karboksilasi diperlukan ATP, Mg2+ dan biotin, sebagai N-karbaksi biotinilklisin yang bertindak sebagai pembawa CO2.

O
-

O N HC H2C S N-karboksibiotinillesin (N-karboksibiositin) NH CH O CH (CH2)4 C N H (CH2)4 H C NH+3 COO-

Dua langkah dalam reaksi karboksilasi Langkah 1 : Enzbiotin + HCD-3 + ATO ENZ karboksibiotin + ADP + Pi Langkah 2 : Substrat + ENZ karboksibiotin Substarat terkaboksilasi + enz-biotin Kofaktor Enzim 19

Contoh dari reaksi karboksilasi yang bergantung kepada biotin adalah reaksi yang dikata lesis oleh karboksidase perivat yang melangsungkan karboksidasi perivat menjadi aksalo aselat dan karboksidasi propesional KoA menjadi metilmalonil KoA.

ATP + HACO-3 + CH3-C COOO Piruvat

ADP+ Pi + -COO-CH2 C COOO Oksalo aselat

7. Asam Folat Asam folat pertama kali diisolasi dari daun bayam dan namanya berasal dari bahasa latin, Bolium = daun, struktur kimia dari asam folat mengandung suatu

derivat pteridin, asam p-amino benzoat dan asam glutamat

OH C N C N C CH2 N C H

H C

H C C

O C N H CH CH2 COOH CH2 COOH

H2N

C N

C N

HC

C H

C H

2-Amino-4-hidroksi-6mentil[teridin

Asam p-Aminobenzoat (PABA)

Asam glutamat

Vitamin ini dapat menolong keadaan anemia pada unggas dan berperan sebagai faktor pertumbuhan untuk berbagai mikroba. Nama lain dari asam folat adalah asam pteroilglutamat, asam folat sendiri tidak mempunyai aktivitas koenzim, Kofaktor Enzim 20

tetapi molekul ini tereduksi secara enzimatik di dalam jaringan menjadi asam tetrahidropolat (FH4), merupakan bentuk koenzim aktifnya Asam folat + HADPH + H+
Folat reduk tase

FH2 + NADP+

FH2 + HADPH + H+

dihirofolat reduktase

FH2 + NADP+

Asam tetrahidrofolat (FH4) atau TGF berfungsi sebagai pembawa sementara gugus 1karbon di dalam sejumlah reaksi enzimatik yang kompleks. Di sini, gusgus metil (-CH3), metelen (-CH2), metinil (-CH = ), formil (-CHO), atau formino (-CH = NH) dipindahkan dari satu molekul ke molekul lainnya.

8. Vitamin B12 (Sianokobalamin) Vitamin B12 merupakan vitamin yang memiliki struktur kimia komplek dibandingkan dengan vitamin lainnya. Vitamin B12 tidak dibuat paling oleh

tumbuhan atau hewan, tetapi dapat dijumpai pada hewan dan mikroorganisme. Vitamin B12 ini hanya dapat disintesis oleh mikroorganisme 50% vitamin B12 pada orang dewasa dihasilkan oleh bakteri usus. Menurut H.A Baker, vitamin B12

merupakan bagian dari koenzim B12, dengan struktur sebagai berikut :

Kofaktor Enzim

21

H2COH H H O O P O O C3H CH CH2 NH CO CH2 CH2 H CH2 CH3

H O H

OH H C C HC C N C H CH2 CH2 CONH2 CH3 C N H CH CH2 CH2 CONH2 CH3 N C CH2 CONH2 CH3 CH2 CH2 CN C N C N H CH3
Sistim cincin korin

C C

CH3 CH3

5,6-Dimetibenzimidazol ribonukleotida

Co

CH2 CONH2 CH3

CH3 H

CH2 CONH2

NH2

CONH2

Kofaktor Enzim

22

HC CH2 H H OH OH C O H N N

CH
5 Deoksidenosin

Koenzim B12 Vitamin B12 bersifat unik diantara semua vitamin lainnya, yaitu molekulnya tidak hanya mengandung suatu molekul organik yang kompleks, tetapi juga

mengandung unsur mikro yang esensial yaitu kobalt (Co). Vitamin B12 disebut juga sianokobalamin sebab molekulnya mengandung gugus amino yang berikatan dengan kobalt, kompleks terkoordinasi serupa dengan sistem cincin porfinin pada heme dan protein heme pada bentuk koenzim vitamin B12 yang disebut 5

desksiadenosilkobalamin, gugus siono digantikan oleh gugus S;deoksiadenosil. Bentuk lain dari koenzim B12 adalah metilkobalamin. Vitamin B12 disebut juga antipernisim anemia, karena pertama kali diketemukan sebagai senyawa yang dapat mengobati penyakit anemia permisiosa, yaitu pembentukan sel-sel darah merah tidak dewasa dan rapuh, vitamin B12 dikenal sebagai faktor pertumbuhan beberapa bakteri dan protozora. Koenzim vitamin B12 desintesis dari vitamin B12 dengan enzim khusus, sintetase B12. koenxim ini tidak stabil, jika kena cahaya matahari akan berubah menjadi hanokobalamin atau hidroksi kobalamin, terdapat dua jenis reaksi enzimatik yang memerlukan koenzim vitamin B12 jenis pertama mengakatalisis penggeseran 1,2 suatu atom hidrogen dari satu atom karbon substrat ke atom berikutnya dengan pengeseran 2,1 (terbalik) yang serentak dari beberapa gugus lainnya, alkil, karboksil, hidroksil atau gugus amino

C 12 X

C 11 X

C 12 H

Kofaktor Enzim

11

23

Reaksi koenzim B12 yang diketalisis oleh mutase metilaspartat,


H HOOC C H H C H H HOOC C H C H

Mutase metil aspartot

CHNH2 COOH

CHNH2 H COOH

Asam glutamat

Asam B-metil aspartat

Jenis reaksi yang kedua, koenzim B12 tertindak sebagai pembawa gugusan metil yang didapat dari N5 metiltetrahidrobolat, terhadap molekul akseptor yang sesaui, dalam suatu reaksi, gugus metil menduduki posisi, S-deaksi adensil dari koenzim B12, suatu contoh adalah metilasi dari homosistein untuk menghasilkan metionin
CH
3

SH CH2 CH2 Koenzim B12 HC COONH3+ N5 metil-FH4

FH4

S CH2 CH2 HC COONH3+

Homosistenin Kofaktor Enzim

Metionin 24

9. Asam Lipoat Asam lipoat yang juga disebut asam tioktat dekristalisasi tahun 1951 oleh Lester J. Reed dan Irurin C. Gunsalus dan hewan-hewan. Ketika pertama kali diisolasi asam lipoat diduga merupakan vitamin B, namun bukti mutakhir menunjukkan bahwa hewan mensintesis sejumlah kecil asam lipoat yang diperlukan, dan dengan demikian tidak mempunyai kebutuhan diet terhadap homolekul ini. Sering diklasifikasi.

Sebagai vitamin B karena fungsi koenzimatiknya, dan asam lipoat disebut sebagai suatu vitamin, psenzo.
H2 C H2C S S CH CH2 CH2 CH2 CH2 COOH H2C SH SH H2 C CH CH2 CH2 CH2 CH2 COOH

Asam lipoat (bentuk teroksidasi)

Asam dihidrolipoat (bentuk bereduksi)

Ada dua bentuk asam lipoat, yang pertama adalah asam lipoat dalam bentuk teroksidasi, yang merupakan suatu disulfida siklik dan yang kedua adalah asam dihirdokpoat, bentuk tereduksi dengan dua gugusan sulfhidril pada C-6 dan 8. Bentuk koenzim dari asam lipoat, seperti biotin, berikatan secara kovalen melalui suatu ikatan amida pada gugus amino- suatu residu lisil spesifik dari apoenzim, lipolisin N- asam lipoal berfungsi dalam dua dekorboksilasi aksidatil kunci dalam pemanfaatan aerobik karbohidrat untuk energi dengan menstransfer suatu gugusan asil, yang disumbangkan oleh tiamin pirofosfat (TPP) kepada KoASH.
H2 C H2C S S Residu lisil CH CH2 CH2 CH2 CH2

O C N H CH2 CH2 CH2 CH2

O C NH+3 COO

Kofaktor Enzim

25

Lipoamid (-N-Lipolisin)

Skema fungsi asam lipoat dalam reaksi transfer gugusan asal :


O C TPP dan C R + C S S C Enz Enz TPP + C SH S C C C O C C SH S C C O Enz R + CoA -SH C SH SH O C Enz + CoA S C R Enz R + Enz TPP

C C TPP dan S S C

Masing-masing mewakili tiamin pirofosfat dan lipoamid

Bahasa Inggris
Coenzyme A large number of enzymes needed for the other components can serve as a catalyst. Kofaktor Enzim 26

This component is generally called the cofactor. Cofactor is divided into three groups, namely prosthetic groups, coenzymes and activators. Prosthetic group is a group that is bound to the enzyme cofactor and not easily separated from the enzyme, flavin adenine dinucleotide for example, which is the prosthetic group is bound to the enzyme succinate dehydrogenase. A coenzyme is a small organic molecules, resistant to heat, which can be easily dissociated and separated from the enzyme by dialysis, for example, is NAD, NADP, hidrofosfat tetra acid, thiamine pyrophosphate and ATP. Activators in general is that the metal ions bound or easily detached from the enzyme, such as metal activator is C + +, Mn + +, Mg + +, Cu + + or Zn + +. Some of the coenzyme has a similar structure to vitamin even become part of the vitamin molecule. The relationship between vitamin to coenzyme tamapak the following example:

Niacin, a vitamin in the form of the name of nicotinamide or nicotinic acid molecules. Nicotinamide molecule exists as part of the molecule NAD +, NADP +. Niacin deficiency will lead to pellagra in humans. Riboflavin or vitamin B2 molecule composed of D-bound ribitol issoaloksazon substituted ring. These vitamins are known as growth factors. Riboflavin molecule is part of the FAD molecule. Lipoic acid is a vitamin which is also a growth factor and contained in the liver. This acid is present in two forms of oxidized and reduced, works as a cofactor in the enzyme pyruvate dehydrogenase and ketoglutarate dehydrogenase, plays a role in the separation of the acyl group reactions. Biotin is a vitamin found in liver and binds to a protein. Biotin functions as a coenzyme in carboxylation reactions. Thiamine or vitamin B1 is generally contained in a free state in rice or wheat. Vitamin B1 deficiency will result in beriberi disease. Coenzyme derived from vitamin B1 is tiaminifosfat (TPP) and play a role in the reaction using keto decarboxylase enzyme negligent, negligent keto acid oxidase, transketolase and Kofaktor Enzim 27

fosfo ketolase. Vitamin B6 consists of three compounds, namely pyridoxal, pyridoxine and piridoksamin. Vitamin B6 deficiency can cause dermatitis (skin disease) and disorders of the central nervous system. Coenzyme of vitamin B6 is piridoksalfosfat and piridoksaminofosfat. Folic acid and its derivatives there are many in nature. Intestinal bacteria produce small amounts of phosphoric acid. Coenzyme derived from vitamin is tetrahidrofosfat acid (FH4). FH4 role is as a carrier of one carbon unit compounds useful in the biosynthesis of purines, serine and glycine. Vitamin B12 as isolated from the liver is sianokobalamina. Function of vitamin B12 is working on several reactions among other reactions CC bond breaking, bond CO, and CN bond with the enzyme mutase and dehidrase. Pantothenic acid is found in nature as components in a molecule of coenzyme A. This vitamin is needed by the body as a growth factor. Coenzyme A plays an important role as a carrier of acetyl groups, particularly in fatty acid biosynthesis.

In addition to having structural relationships coenzyme with vitamins, some are not related circuitry coenzyme vitamin, namely adenosine triphosphate or ATP. Coenzyme is one of those high-energy compounds. ATP serves as a coenzyme that removes phosphate groups. When ATP releases a phosphate group, the ATP will be changed to adenosine diphosphate (ADP) is also the energy used for other reactions. ATP together with kinase enzymes, such as hexokinase and pyruvate kinase plays a role in carbohydrate metabolism.

Koenzim Sejumlah besar enzim membutuhkan suatu komponen lain untuk dapat berfungsi sebagai katalis. Komponen ini secara umum disebut kofaktor. Kofaktor ini dibagi tiga kelompok, yaitu gugus prostetik, koenzim dan aktivator. Gugus prostetik adalah kelompok kofaktor yang terikat pada enzim dan tidak mudah terlepas dari enzimnya, contohnya flavin adenine dinukleotida yang merupakan gugus prostetik yang terikat Kofaktor Enzim 28

pada enzim suksinat dehidrogenase. Suatu koenzim adalah molekul organik kecil, tahan terhadap panas, yang mudah terdisosiasi dan dapat dipisahkan dari enzimnya dengan cara dialisis, contohnya adalah NAD, NADP, asam tetra hidrofosfat, tiamin pirofosfat dan ATP. Aktivator pada umumnya ialah ion-ion logam yang terikat atau mudah terlepas dari enzim, contohnya aktivator logam adalah K++, Mn++, Mg++, Cu++ atau Zn++. Beberapa koenzim mempunyai struktur yang mirip dengan vitamin bahkan menjadi bagian dari molekul vitamin tersebut. Hubungan antara vitamin dengan koenzim tamapak pada contoh berikut :

Niasin, merupakan nama vitamin yang berupa molekul nikotinamida atau asam nikotinat. Molekul nikotinamida terdapat sebagai bagian dari molekul NAD+, NADP+. Kekurangan niasin akan mengakibatkan pellagra pada manusia. Molekul riboflavin atau vitamin B2 terdiri atas D ribitol yang terikat pada cincin issoaloksazon yang tersubstitusi. Vitamin ini dikenal sebagai faktor pertumbuhan. Molekul riboflavin merupakan bagian dari molekul FAD. Asam lipoat adalah suatu vitamin yang juga merupakan faktor pertumbuhan dan terdapat dalam hati. Asam ini terdapat dalam dua bentuk teroksidasi dan tereduksi, berfungsi sebagai kofaktor pada enzim piruvat dehidrogenase dan ketoglutarat dehidrogenase, berperan dalam reaksi pemisahan gugus asil. Biotin adalah vitamin yang terdapat dalam hati dan berikatan dengan suatu protein. Biotin berfungsi sebagai koenzim dalam reaksi karboksilasi. Tiamin atau vitamin B1 umumnya terdapat dalam keadaan bebas dalam beras atau gandum. Kekurangan vitamin B1 akan mengakibatkan penyakit beri-beri. Koenzim yang berasal dari vitamin B1 ialah tiaminifosfat (TPP) dan berperan dalam reaksi yang menggunakan enzim alpa keto dekarboksilase, asam alpa keto oksidase, transketolase dan fosfo ketolase. Vitamin B6 terdiri dari tiga senyawa yaitu piridoksal, piridoksin dan piridoksamin. Kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan dermatitis (penyakit kulit) dan Kofaktor Enzim 29

gangguan pada sistem saraf pusat. Koenzim dari vitamin B6 ialah piridoksalfosfat dan piridoksaminofosfat. Asam folat dan derivatnya terdapat banyak dalam alam. Bakteri dalam usus memproduksi asam fosfat dalam jumlah kecil. Koenzim yang berasal dari vitamin ini ialah asam tetrahidrofosfat (FH4). Peranan FH4 ialah sebagai pembawa unit senyawa satu atom karbon yang berguna dalam biosintesis purin, serin dan glisin. Vitamin B12 sebagaimana diisolasi dari hati adalah sianokobalamina. Fungsi vitamin B12 adalah bekerja pada beberapa reaksi anatara lain reaksi pemecahan ikatan C-C, ikatan C-O, dan ikatan C-N dengan enzim mutase dan dehidrase. Asam pantotenat terdapat dalam alam sebagai komponen dalam molekul koenzim A. vitamin ini diperlukan oleh tubuh sebagai faktor pertumbuhan. Koenzim A berperan penting sebagai pembawa gugus asetil, khususnya dalam biosintesis asam lemak.

Di samping koenzim yang mempunyai hubungan struktural dengan vitamin, ada pula koenzim yang tidak berhubungan dnegan vitamin, yaitu adenosine trifosfat atau ATP. Koenzim ini termasuk golongan senyawa berenergi tinggi. ATP berfungsi sebagai koenzim yang memindahkan gugus fosfat. Bila ATP melepaskan 1 gugus fosfat, maka ATP akan berubah menjadi adenosine difosfat (ADP) juga energi yang digunakan untuk reaksi lain. ATP bersama dengan enzim kinase, misalnya heksokinase dan piruvat kinase berperan dalam metabolisme karbohidrat. http://ira-raners.blogspot.com/2011/05/biokimia-enzim.htm

Kofaktor Enzim

30

Coenzymes
Coenzymes: A nonprotein component of enzymes is called the cofactor. If the cofactor is organic, then it is called a coenzyme. Coenzymes are relatively small molecules compared to the protein part of the enzyme. Many of the coenzymes are derived from vitamins. The coenzymes make up a part of the active site, since without the coenzyme, the enzyme will not function. In the graphic on the left is the structure for the coenzyme, NAD+, Nicotinamide Adenine Dinucleotide. Nicotinamide is from the niacin vitamin. The NAD+ coenzyme is involved with many types of oxidation reactions where alcohols are converted to ketones or aldehydes. Vitamin niacin Coenzyme nicotinamide adenine dinucleotide (NAD+) flavin adenine dinucleotide (FAD) coenzyme A (CoA) coenzyme B-12 thiaminpyrophosphate (TPP) Function oxidation or hydrogen transfer oxidation or hydrogen transfer Acetyl group carrier Methyl group transfer Aldehyde group transfer

riboflavin pantothenic acid vitamin B-12 thiamin (B-1)

Kofaktor Enzim

31

Alcohol Dehydrogenase Active Site: The NAD+ is represented as cyan in the graphic on the left. The alcohol is represented by the space filling red, gray, and white atoms. The reaction is to convert the alcohol, ethanol, into ethanal, an aldehyde. Reaction: CH3CH2OH + NAD+ ---> CH3CH=O + NADH + H+ This is an oxidation reaction and results in the removal of two hydrogen ions and two electrons which are added to the NAD+, converting it to NADH and H+. This is the first reaction in the metabolism of alcohol. The active site of ADH has two binding regions. The coenzyme binding site, where NAD+ binds, and the substrate binding site, where the alcohol binds. Most of the binding site for the NAD+ is hydrophobic as represented in green. Three key amino acids involved in the catalytic oxidation of alcohols to aldehydes and ketones. They are ser-48, phe 140, and phe 93.

Kofaktor Enzim

32

Koenzim: Sebuah komponen nonprotein enzim yang disebut kofaktor. Jika kofaktor adalah organik, maka disebut koenzim. Koenzim adalah molekul relatif kecil dibandingkan dengan bagian protein enzim. Banyak dari koenzim yang berasal dari vitamin. Para koenzim membuat sebuah bagian dari situs aktif, karena tanpa koenzim, enzim tidak akan berfungsi. Dalam grafik di sebelah kiri adalah struktur untuk koenzim, NAD +, Nikotinamida adenin dinukleotida. Nikotinamida adalah dari vitamin niasin. NAD + koenzim yang terlibat dengan berbagai jenis reaksi oksidasi dimana alkohol diubah menjadi keton atau aldehida. Vitamin niasin Koenzim nikotinamida adenin dinukleotida (NAD
+)

Fungsi oksidasi atau transfer hidrogen oksidasi atau transfer hidrogen Asetil kelompok pembawa Metil kelompok Transfer Aldehid kelompok Transfer

riboflavin asam pantotenat vitamin B-12 thiamin (B-1)

flavin adenin dinukleotida (FAD) koenzim A (KoA) koenzim B-12 thiaminpyrophosphate (TPP)

Kofaktor Enzim

33

Alkohol Dehidrogenase Aktif Site: The NAD + direpresentasikan sebagai cyan pada grafik di sebelah kiri. Alkohol diwakili oleh ruang mengisi merah, abu-abu, dan atom putih. Reaksi adalah mengubah alkohol, etanol, ke etanal, aldehida. Reaksi: CH 3 CH 2 OH + NAD + ---> CH 3 CH = O + NADH + H + Ini merupakan reaksi oksidasi dan hasil dalam penghapusan dua ion hidrogen dan dua elektron yang ditambahkan ke NAD +, mengubahnya menjadi NADH dan H +. Ini adalah reaksi pertama dalam metabolisme alkohol. Situs aktif dari ADH memiliki dua daerah yang mengikat. Situs mengikat koenzim, di mana NAD + mengikat, dan situs substrat mengikat, dimana alkohol mengikat. Sebagian besar situs pengikatan untuk NAD + adalah hidrofobik yang diwakili dalam warna hijau. Tiga asam amino kunci yang terlibat dalam oksidasi katalitik dari alkohol ke aldehida dan keton. Mereka ser-48, phe 140, dan phe 93. http://www.elmhurst.edu/~chm/vchembook/571cofactor.html Kofaktor Enzim 34

Ringkasan Kofaktor enzim Enzim mempunyai berat molekul berkisar dari kira-kira 12.000 sampai lebih dari 1 juta. Beberapa enzim hanya terdiri dari polipeptida dan tidak mengandung gugus kimiawi selain residu asam amino. Enzim terdiri dari dua bagian yaitu apoenzim (tersusun atas protein) dan gugus prostetik (tersusun atas non protein),sedangkan keseluruhan enzim disebut holoenzim. Gugus prostetik ini terdiri dari: Kofaktor dan koenzim. Kofaktor terdiri dari molekul anorganik, sedangkan koenzim terdiri dari molekul organic. Gugus Prostetik Gugus prostetik berikatan erat dengan enzim (protein) oleh ikatan kovalen. Gugus prostetik dapat berupa senyawa organik tertentu, vitamin atau ion logam. Misal FAD yang mengandung riboflavin (Vitamin B2) yang merupakan bagian FAD yang menerima atom Hidrogen

Kofaktor adalah komponen nonprotein yang diperlukan untuk aktivitas katalitik oleh sebagian enzim. Kofaktor beberapa enzim adalah molekul anorganik seperti zink, besi dan tembaga. Jika kofaktor enzim adalah molekul organic maka disebut koenzim. Beberapa enzim mengandung atau memerlukan unsur anorganik esensial sebagai kofaktor : No Kofaktor 1 Zn2+ Nama Enzim Karbonik anhidrase, karboksipeptidase, alkalin Keterangan Enzim karbonik anhidrase mengkatalisis CO2 dalam darah,

Kofaktor Enzim

35

fosfatase, amino peptidase

enzim karboksipeptidase mengkatalisis protein dalam prankreas, enzim alkalin fosfatase menghindrolisis fosfat dalam beberapa jaringan, dan enzim amino peptidase menghidrolisis peptida dalam ginjal. Zink juga berperan di dalam sintesa Dinukleosida Adenosin (DNA) dan Ribonukleosida Adenosin (RNA), dan protein.

Fe2+

Oksidase sitokhorm katalase

Sitokrom merupakan senyawa heme protein yang bertindak sebagai agens dalam perpindahan elektron pada reaksi oksidasi-reduksi di dalam sel. Zat besi mungkin diperlukan tidak hanya untuk pigmentasi bulu merah yang diketahui mengandung ferrum, tetapi juga berfungsi dalam susunan enzim dalam proses pigmentasi

Fe3+

Oksidase sitokhorm katalase

Unsur besi merupakan komponen utama dari hemoglobin (Hb), sehingga kekurangan besi dalam pakan

Kofaktor Enzim

36

akan mempengaruhi pembentukan Hb 4 Cl dan Ca Amilase Amilase bekerja dalam lebih ludah baik akan dengan

adanya ion klorida dan kalsium 6 Cu2+ Oksidase sitokhrom dan Tirosinase dalam aktivitas enzim pernapasan, sebagai kofaktor bagi enzim tirosinase dan sitokrom oksidase. Tirosinase mengkristalisasi reaksi oksidasi tirosin menjadi pigmen melanin (pigmen gelap pada kulit dan rambut). Tembaga berperan

Kofaktor adalah komponen enzim yang bersifat non-protein yang berfungsi mengaktifkan enzim. Sifatnya stabil terhadap perubahan suhu atau suatu reaksi. Kofaktor dibedakan menjadi tiga tipe yaitu, gugus prostetik dan ko-enzim.

Koenzim Enzim yang tidak mempunyai gugus prostetik, memerlukan senyawa organik lain untuk aktivitasnya juga disebut koenzim. Koenzim tidak melekat erat pada bagian Kofaktor Enzim 37

protein enzim. Contoh NAD, NADP, Koenzim-A, ATP. Semua vitamin yang larut dalam air, kecuali vitamin C, berfungsi sebagai koenzim atau kofaktor dalam reaksi enzimatik. Vitamin B, Koenzim, dan fungsi Enzimatiknya Vitamin Tiaminin (B1) Bentuk koenzim Tiaminin pirofosfat (TPP) Fungsi enzimatik Transfer atau pengangkatan gugus aldehida Reboflovin (B2) Flavin adenin dipuklotida (FAD) Flovida mononukleotida (FMN) Nikotinamida Nikotinamida adenin dinukletida (NAD ) Nikotinamida adenin demikleotida fosfat (NADP+) Asam fantolenat Koenzim A (KoA) Transfer atau karier gugus asil Peridoksen (B6) Peridoksalfosfat Transfer gugus amino, gugus karboksil dari rasenisasi. Biotin Biotin Transfer atau pengangkatan gugus karboksial Asam falat Vitamin B12 Asam titrahidroksi falat Koenzim B12 Transfer satu C Pergeseran 1,2 dari atom hidrogen, karier gugusan metil Asam lipoat Lipoatmid Transfer gugus asil
+

Transfer hidrogen Transfer hidrogen Transfer hidrogen

Kofaktor Enzim

38

Koenzim adalah berupa molekul organic yang mentranspor gugus kimia atau electron dari satu enzim ke enzim yang lain, molekul organic itu terikat pada bagian protein enzim. Pada beberapa enzim, koenzim atau kofaktor hanya terikat secara lemah atau dalam waktu sementara pada protein, tetapi pada enzin lain senyawa ini terikat kuat atai terikat secara permanen ini di sebut gugus prostetik.Enzim yang stukturnya sempurna dan aktif mengkalis, bersamasama dengan koenzim atau kofaktor disebut haloenzim dan dan koenzim dan kofaktor bersifat stabil waktu pemanasan atau terdenaturasi oleh pemanasan yaitu apoenzim (bagian protein enzim).

Kofaktor Enzim

39