Anda di halaman 1dari 10

Aspek Dampak Lingkungan

Manusia tidak akan dapat hidup sendirian tanpa adanya tumbuhan dan binatang di sekitarnya. Komponen yang ada di sekitar manusia yang sekaligus sebagai sumber mutlak kehidupannya merupakan lingkungan

hidup bagi manusia. Maka manusia wajib mengelola lingkungannya den- gan tujuan antara lain:

1. Tercapai keselarasan hubungan manusia dan lingkungan hidup seba- gai tujuan membangun manusia Indonesia seutuhnya.

2. Terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana.

3. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup.

4. Terlaksana pembangunan berwawasan lingkungan untuk generasi sekarang dan mendatang.

5. Terlindungi negara terhadap dampak kegiatan luar wilayah negara

yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Kapitalisme, secara perlahan telah mendorong lingkungan hidup Indonesia ke kondisi sangat kritis. Hilangnya hutan, terkupasnya permu- kaan bumi, hingga terpaparnya air tawar dengan limbah beracun berba- haya. Senyatanya, sangat sukar untuk menakar komitmen lingkungan hidup dari seorang pengusaha. Ketika ada kata setuju, masih sangat sulit untuk melihat pelaksanaannya hingga ke level lapangan. Pertentangan pemahaman dan keinginan yang bisa jadi sulit diterjemahkan. Oleh karena itu sangat penting ditekankan melaksanakan AMDAL dengan baik setiap kali memulai investasi. Studi AMDAL wajib dilaksanakan dan didiskusikan sebelum suatu proyek didirikan atau dibangun. Hasil studi AMDAL menjadi bahan pertimbangan dalam pemberian izin usaha atau kegiatan oleh Bupati/Walikota atau Gubernur atau Menteri. Apabila rencana kegiatan mendapat izin dan melanjutkan pelaksanaan kegiatan, pemrakarsa diwajibkan melakukan hal-hal yang telah tertera dalam: Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) untuk mengurangi atau mengendalikan dampak, dan Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) untuk memantau dampak yang terjadi.

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

JENIS RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN YANG WAJIB DILENGKAPI DENGAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP

1. Bidang Pertahanan dan Keamanan; kegiatan yang berkaitan dengan

aktivitas militer dengan skala/besaran berpotensi menimbulkan resiko

lingkungan dengan terjadinya ledakan serta keresahan sosial akibat

kegiatan operasional dan penggunaan lahan yang cukup luas.

2. Bidang Pertanian; dampak penting yang ditimbulkan usaha budidaya

tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan berupa erosi tanah,

perubahan ketersediaan dan kualitas air, persebaran hama, penyakit

dan gulma, serta perubahan kesehatan tanah akibat penggunaan

pestisida/herbisida. Juga muncul potensi konflik sosial dan

penyebaran penyakit endemik. Dihitung potensi dampak penting

kegiatan terhadap ekosistem, hidrologi, dan bentang alam.

3. Bidang Perikanan; usaha budidaya tambak udang, ikan, dan

pembangunan pelabuhan perikanan adalah perubahan ekosistem

perairan dan pantai, hidrologi, dan bentang alam. Pembukaan hutan

mangrove akan berdampak terhadap habitat, jenis dan kelimpahan

dari tumbuh-tumbuhan dan hewan yang berada di kawasan tersebut.

4. Bidang Kehutanan; gangguan terhadap ekosistem hutan, hidrologi,

keanekaragaman hayati, hama penyakit, bentang alam dan potensi

konflik sosial.

5. Bidang Kesehatan.

6. Bidang Perhubungan.

7. Bidang Teknologi Satelit.

8. Bidang Perindustrian; pencemaran air, udara, tanah, gangguan kebis-

ingan, bau, dan getaran. Beberapa jenis industri menggunakan air

dengan volume sangat besar, yang diperoleh baik dari sumber air

tanah ataupun air permukaan. Penggunaan air ini berpengaruh terha-

dap sistem hidrologi sekitar. Berbagai potensi pencemaran, gangguan

fisik dan gangguan pasokan air menimbulkan dampak sosial.

9. Bidang Prasarana Wilayah, Potensi konflik yang timbul sangat berkai-

tan dengan tingkat kepadatan penduduk karena umumnya membu-

tuhkan lahan yang luas dan seringkali mengubah tata guna lahan.

Aifrid Agustina

125

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

10.Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. 11.Bidang Pariwisata; gangguan ekosistem, hidrologi, bentang alam dan potensi konflik sosial. 12.Bidang Pengembangan Nuklir, kegiatan-kegiatan yang berkaitan den- gan pengembangan dan penggunaan teknologi nuklir selalu memiliki potensi dampak dan resiko radiasi. Persoalan kekhawatiran masyara- kat yang selalu muncul terhadap kegiatan-kegiatan ini juga menye- babkan kecenderungan terjadinya dampak sosial. 13.Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), ber- potensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,. Kegiatan-kegiatan ini juga secara ketat diikat dengan per- janjian internasional (konvensi Basel) yang mengharuskan pengenda- lian dan penanganan yang sangat seksama dan terkontrol. 14.Bidang Rekayasa Genetika, Kegiatan-kegiatan yang menggunakan ha- sil rekayasa kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem ge- netika.

PRA AMDAL Sebagaimana tercantum dalam pasal 33 ayat (1) PP No 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Ungkungan, maka tiap usaha

dan/atau kegiatan wajib diumumkan kepada masyarakat sebelum Pem- rakarsa menyusun AMDAL. Ketentuan ini kemudian dijabarkan ke dalam Keputusan Kepala BAPEDAL Nomor 08 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Dalam Proses AMDAL. Untuk mengatur pelaksanaan hal tersebut (pra-AMDAL), maka Sekretariat Komisi Penilai AMDAL Pusat mempunyai tugas:

1. Memberi contoh format pengumuman rencana usaha dan/atau kegiatan ke pemrakarsa;

2. Membuat surat pengantar kepada media cetak dan/atau elektronik (bila diperlukan)

3. Meminta bukti pengumuman:

a. Media cetak, berupa bukti asli pengumuman dari surat kabar;

Aifrid Agustina

126

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

b. Media elektronik, berupa surat pernyataan dari kantor station televisi atau radio yang menyatakan bahwa pemrakarsa telah

melakukan pengumuman;

c. Lokasi kegiatan, berupa bukti asli pengumuman (poster/leaflet) dan surat dari instansi yang berwenang (misal: Lurah) tentang pemrakarsa telah melakukan pengumuman.

4. Mengarsip poster/iklan pengumuman dan mencatat tanggal pengu- muman;

5. Menyimpan arsip saran, masukan dan tanggapan dari masyarakat;

6. Membuat surat tanggapan/ucapan terima kasih terhadap saran, masukan dan tanggapan yang telah diterima

7. Mendata saran, masukan dan tanggapan dari masyarakat.

PROSES PENILAIAN DOKUMEN KA-ANDAL

1. Penerimaan dokumen KA-ANDAL

2. Persiapan penilaian dokumen KA-ANDAL

3. Penilaian dokumen KA-ANDAL

4. Pasca rapat/perbaikan dokumen KA-ANDAL

5. Keputusan kesepakatan KA-ANDAL

PROSES PENILAIAN DOKUMEN ANDAL, RKL DAN RPL

1. Penerimaan dokumen ANDAL, RKL dan RKL

2. Persiapan penilaian dokumen ANDAL, RKL dan RKL

3. Penilaian dokumen ANDAL, RKL dan RKL

4. Pasca rapat/perbaikan dokumen ANDAL, RKL dan RKL

5. Keputusan kelayakan lingkungan

INFORMASI PENDUKUNG Sekretariat Komisi Penilai AMDAL Pusat membuat dan menyediakan data atau informasi pendukung, antara lain:

1. Dokumen AMDAL (KA-ANDAL, ANDAL, RKL dan RPL serta Ringkasan Eksekutif) yang telah disetujui oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala BAPEDAL;

2. Daftar dokumen AMDAL baik dokumen yang sedang diproses dan yang telah disetujui;

Aifrid Agustina

127

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

3. SK MenNeg LH atau Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan mengenai Kesepakatan / Penolakan KA-ANDAL dan Kelayakan / Keti- daklayakan rencana usaha dan / atau kegiatan;

4. Daftar nama dan alamat Gubernur;

5. Daftar nama dan alamat Bupati/Walikota;

6. Daftar nama dan alamat Bapedalda Propinsi;

7. Daftar nama dan alamat Bapedalda Kabupaten/Kota;

8. Daftar nama dan alamat para pakar di bidang lingkungan;

9. Daftar nama dan alamat Lembaga Swadaya Masyarakat lingkungan;

10.Daftar nama dan alamat Pusat Studi Lingkungan (PSL); 11.Daftar nama dan alamat Konsultan AMDAL; 12.Kebijakan dan PP yang berkaitan di bidang AMDAL khususnya dan pengelolaan lingkungan hidup umumnya, baik yang dikeluarkan oleh Bapedal/LH maupun oleh Sektor dan Daerah; 13.Saran, masukan dan tanggapan masyarakat terhadap dokumen AMDAL; 14.Kronologi dokumen AMDAL yang diproses di BAPEDAL;

KRITERIA, PRINSIP & TEKNIK PENILAIAN AMDAL

1. Kriteria dan Teknik Penilaian Melalui metode historis empiris yang telah diutarakan dan hasil review terhadap berbagai dokumen AMDAL yang telah disetujui serta arsip notulensi Sidang Komisi Penilai AMDAL, Tim studi pada akhirnya dapat merumuskan seperangkat kriteria uji untuk penilaian dokumen AMDAL

yang bersifat praktis, logis-sistematis dan dapat dipertanggung-jawabkan (akuntabel), yaitu merupakan pilar utama penilaian dokumen AMDAL:

1. Uji Administratif

2. Uji Fase Kegiatan Proyek

3. Uji Mutu

Uji Mutu Aspek Konsistensi

Uji Mutu Aspek Keharusan

Uji Mutu Aspek Relevansi

Uji Mutu Aspek Kedalaman

Aifrid Agustina

128

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

Enam kriteria uji tersebut secara sengaja disusun berjenjang (hierarkis), dengan maksud sekaligus menunjukkan teknik penilaian yang digunakan.

2. Persyaratan Pengguna

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para pengguna agar Pedoman penilaian dokumen AMDAL ini dapat berdaya-guna tinggi, yakni:

Penilai dokumen AMDAL telah memahami dan menguasai konsep penyusunan AMDAL,

Penilai dokumen AMDAL memahami benar maksud-maksud yang ter- kandung di dalam setiap kriteria penilaian dokumen AMDAL,

Proses penilaian dilakukan secara berjenjang.

Jenjang penilaian yang tertinggi, yakni Uji Relevansi dan Uji Kedalaman, harus dilakukan oleh Penilai yang berkompeten di bidang keilmuan tertentu dan/atau yang telah berpengalaman dalam penilaian/penyusunan AMDAL.

1.

2.

3.

4.

5.

Tiap hasil penilaian harus didokumentasikan dengan rapi, mudah ditelusuri dan terlindung dari kerusakan atau hilang
Tiap hasil penilaian harus didokumentasikan dengan rapi, mudah
ditelusuri dan terlindung dari kerusakan atau hilang
Uji Administratif
Uji Fase Kegiatan Proyek
umum,
mudah
Uji Konsistensi
Uji Keharusan
Uji Relevansi
Uji Kedalaman
spesifik,
spesialis

Gambar 9.1. Kriteria & Jenjang Uji

3.

Landasan Hukum Penilaian Dokumen AMDAL

Aspek Komisi Penilai Ada empat peraturan perundangan yang mengatur penilai dokumen AMDAL, khususnya tentang Komisi Penilai AMDAL, yakni:

1) PP No. 27 Tahun 1999 tentang AMDAL, khususnya Pasal 8 - 13 ten- tang Komisi Penilai AMDAL, dan Pasal 14 – Pasal 23 tentang Tata Lak- sana.

Aifrid Agustina

129

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

2) KepMenNeg LH No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi Penilai AMDAL. 3) KepMenNeg LH No. 41 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan Komisi Penilai AMDAL Kabupaten/Kota. 4) KepMenNeg LH No. 42 Tahun 2000 tentang Susunan Keanggotaan Komisi Penilai dan Tim Teknis AMDAL Pusat.

Aspek Penilaian Subtansi AMDAL Adapun peraturan perundang-undangan yang dapat digunakan sebagai landasan hukum untuk penilaian substansi dokumen AMDAL adalah sebagai berikut:

1) KepMenNeg LH No. 2 Tahun 2000 tentang Panduan Penilaian Do- kumen AMDAL. 2) Keputusan Kepala Bapedal No. 056 Tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting. 3) Keputusan Kepala Bapedal No. 9 Tahun 2000 tentang Pedoman Penyusunan AMDAL. 4) Keputusan Kepala Bapedal Nomor 08 Tahun 2000 tentang Keterli- batan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses AMDAL 5) KepMenNeg LH No. 4 Tahun 2000 tentang Panduan Penyusunan AM- DAL Kegiatan Pembangunan di Daerah Lahan Basah. 6) Keputusan Kepala Bapedal No. 299/BAPEDAL/11/96 tentang Pedoman Teknis Kajian Aspek Sosial dalam AMDAL. 7) Keputusan Kepala Bapedal No. Kep-124/12/1997 tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan Masyarakat dalam AMDAL.

Tabel 9.1. Contoh Uji Konsistensi

Aifrid Agustina

130

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

Dokumen KA Dokumen ANDAL Komponen atau parameter lingkun- gan yang diidentifi- kasi berpotensi terkena dampak
Dokumen KA
Dokumen ANDAL
Komponen atau
parameter lingkun-
gan yang diidentifi-
kasi berpotensi
terkena dampak
penting
Komponen atau pa-
rameter lingkungan
yang berpotensi terk-
ena dampak penting.
Tercantum dalam Bab
Metode Studi
Komponen atau pa-
rameter dampak
lingkungan yang
diprakirakan besar
dampak dan sifat
penting dampak.
Komponen atau
parameter dampak
lingkungan yang
dievaluasi untuk
keperluan kelaya-
kan lingkungan.
(Kolom 1)
(kolom 2)
(kolom 3)
(kolom 4)
1. Kualitas udara
1. Kualitas udara
1. Kualitas udara
1. Bentang alam
2. Kualitas air laut
2. Kualitas air laut
2. Kualitas air laut
2. Kualitas air laut
3. Arus laut
3. Arus laut
3. Arus laut
3. Arus laut
4. Vegetasi darat
4. Vegetasi darat
4. Vegetasi darat
4. Sedimentasi
5. Vegetasi pantai
5. Vegetasi pantai
5. Vegetasi pantai
5. Vegetasi pantai
6. Satwa langka
6. Satwa langka
6. Satwa langka
6. Biota sungai
7. Biota laut
7. Biota laut
7. Biota laut
7. Biota laut
8. Kesempatan
8. Kesempatan kerja
8. Kesempatan kerja
8. Kesempatan
kerja
9. Perekonomian lokal
9. Perekonomian
kerja
9.
Perekonomian
10. Hak ulayat
lokal
9.
Perekonomian
lokal
11. Interaksi sosial
10. Hak ulayat
lokal
10. Hak ulayat
11. Interaksi sosial
10. Hak ulayat
11. Interaksi sosial
11. Interaksi sosial
12.
Pendapatan
Dipetik dari Bab
Ruang Lingkup
Studi Dokumen
KA
Dipetik dari Bab
Metode Studi,
Dokumen ANDAL
Dipetik dari Bab
Prakiraan Dam-
pak Penting,
ANDAL
Dipetik dari Bab
Evaluasi Dampak
Lingkungan,
ANDAL

Contoh:

Kesimpulan: dokumen ANDAL harus diperbaiki, karena:

Dokumen ANDAL disusun konsisten dengan dokumen KA hanya sampai pada Bab

Prakiraan Dampak Lingkungan (lihat kolom 1, 2 dan 3).

Evaluasi kelayakan lingkungan yang termuat pada Bab Evaluasi Dampak Lingkungan, tidak

dilakukan berdasarkan komponen dampak penting lingkungan yang identik dengan yang

dianalisis pada Bab Prakiraan Dampak (ada 4 komponen lingkungan yang berbeda)

Aifrid Agustina

131

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

Tabel 9.2. Contoh Uji Konsistensi – Proyek berada pada Tahap Studi Kelayakan

Dokumen KA

 

Dokumen ANDAL

 

(Kolom 1)

 

(kolom 2)

(kolom 3)

(kolom 4)

Alternatif Lokasi 1

 

Alternatif Lokasi 1

Alternatif Lokasi 1

Evaluasi holistik:

1. Kualitas air sungai

1.

Kualitas air sungai

1.

Kualitas air sungai

Alternatif Lokasi 1

2. Populasi ikan

2.

Populasi ikan

2.

Populasi ikan

1. Kualitas air sungai 2. Populasi ikan 3. Produksi padi

3. Vegetasi darat

3.

Vegetasi darat

3.

Produksi padi

4. Kesempatan kerja

4.

Kesempatan kerja

4.

Kesempatan kerja

5. dst

5.

dst

5.

dst

4. Kesempatan kerja

11.Interaksi sosial

11.

Interaksi sosial

11.

Konflik sosial

5. dst

 

15. Konflik sosial

&

 

&

&

vs

Alternatif Lokasi 2

1. Kualitas air sungai

Alternatif Lokasi 2

1. Kualitas air sungai

Alternatif Lokasi 2

1. Kualitas udara

Alternatif Lokasi 2

1. Kualitas udara

2. Transportasi sun-

gai

3. Satwa langka

4. Kesempatan kerja

5. dst

2. Transportasi sun-

gai

3.

4.

5.

Satwa langka

Kesempatan kerja

dst

2. Transportasi

sungai

3.

4.

5.

Tangkapan ikan

Kesempatan kerja

dst

2. Sarana angkutan

3. Tangkapan ikan

4. Kesempatan kerja

5. dst

17. Sikap thd proyek

13. Sikap thd proyek

13.

Sikap thd proyek

13.

Sikap thd proyek

Dipetik dari Bab Ruang Lingkup Studi Dokumen KA
Dipetik dari Bab
Ruang Lingkup
Studi Dokumen
KA
Dipetik dari Bab Metode Studi, Dokumen ANDAL
Dipetik dari Bab
Metode Studi,
Dokumen ANDAL
Dipetik dari Bab Prakiraan Dam- pak Penting, ANDAL
Dipetik dari Bab
Prakiraan Dam-
pak Penting,
ANDAL
Dipetik dari Bab Evaluasi Dampak Lingkungan, ANDAL
Dipetik dari Bab
Evaluasi Dampak
Lingkungan,
ANDAL

Contoh:

Kesimpulan: dokumen ANDAL harus diperbaiki, karena:

Bab Prakiraan Dampak dan Bab Evaluasi Dampak (ANDAL) disusun tidak konsisten

dengan dokumen KA (lihat jenis & jumlah dampak penting di kolom 1, 3 dan 4).

Evaluasi kelayakan lingkungan yang termuat pada Bab Evaluasi Dampak Lingkungan,

tidak dilakukan berdasarkan komponen dampak penting lingkungan yang identik dengan

yang dianalisis pada Bab Prakiraan Dampak (ada banyak komponen lingkungan yang

berbeda, bandingkan kolom 3 dan 4)

Aifrid Agustina

132

Analisis Kelayakan Pabrik

Aspek Dampak Lingkungan

ABSTRAKSI DOKUMEN AMDAL

a. Judul Kegiatan

b. Jenis AMDAL

c. Lokasi & Koordinat Proyek

d. Nama Pemrakarsa & Alamat

e. Nama Konsultan & Alamat

f. Status AMDAL

g. Deskripsi Kegiatan

h. Isu pokok

i. Kewajiban Pemrakarsa

j. Pengelolaan Lingkungan

k. Pemantauan Lingkungan

Referensi

Darsono, V., 1992, Pengantar ILmu Lingkungan, Univ. Atma Jaya Yogyakarta

SOP sekretariat komisi penilai AMDAL pusat

TEKNIK PENILAIAN DOKUMEN AMDAL, ASISTEN DEPUTI URUSAN KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN

Aifrid Agustina

133