Anda di halaman 1dari 6

TAHAP-TAHAP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN OBAT BARU

Dimulai dari pencarian/penemuan zat yang mempunyai efek farmakologis sampai dapat digunakan sebagai obat di klinik, biasanya melalui beberapa tahap penelitian yaitu : 1. penapisan obat (drug screening), yaitu pencarian atau penemuan zat yang berkhasiat. 2. Uji pra klinis (preclinical testing) atau pengujian pada binatang percobaan. 3. Uji klinis (clinical trial, clinical testing)

A. pencarian obat baru. obat adalah zat kimia dan di dalam alam terdapat jutaan bahkan ratusan juta senyawa kimia, namun hanya beberapa ribu saja yang dapat dipergunakan sebagai obat. cara - cara penemuan zat-zat yang dapat dijadikan obat dapat dibagi atas 4 cara yaitu : penelitian pada obat tradisional

bahan-bahan obat tradisional, baik berupa tumbuhan, hewan, maupun mineral, diteliti senyawa-senyawa yang dikandungnya, diidentifikasi dan selanjutnya dilakukan percobaanpercobaan pada binatang. Obat-obat yang ditemukan dengan cara ini adalah kurare, efedrin, digitalis, kina dan reserpin. penemuan secara kebetulan

sesuatu zat atau bahan yang mempunyai efek farmakologi pada penelitian-penelitian biologi, kimia, ataupun observasi-observasi gejala-gejala penyakit, faal tubuh, dll. obat-obat yang ditemukan secara kebetulan diantaranya ialah vitamin C, vitamin B1, penisilin, insulin, kortikosteroid. vitamin C ditemukan berkat penelitian kramer yang menemukan penyakit defisiensi yang pertama yaitu scurvy, penyakit yang diobati dengan banyak makan jeruk, lemon, atau sitrun, dan daribahan2 ini ternyata kemudian dapat diisolasikan vitamin C

1. Penapisan Penapisan (screening) ialah melakukan percobaan-percobaan farmakologi pada binatang percobaan, atau preparat organ terpisah (isolated organ) untuk dapat mendeteksi senyawasenyawa kimia yang mempunyai efek farmakodinamik atau kemoterapi untuk dijadikan obat. Cara ini banyak digunakan oleh industri-industri farmasi dalam usaha mencari obat baru.

prosedur penyaringan ini telah banyak digunakan untuk mencari obat-obat seperti antihipertensi, antibiotika, antitusif, spasmolitik,analgesik, antipiretik, psikotropik. obat-obat yang dihasilkan dari penelitian laboratorium (kimia).

Dewasa ini penelitian-penelitian di laboratorium menghasilkan jumlah obat yang semakin meningkat. Obat-obat baru dapat dihasilkan dengan cara memodifikasi struktur kimia obat yang sudah ada, yaitu mengadakan substitusi pada gugus-gugusan tertentu dari molekul obat yang telah diketahui dengan baik. Obat-obat baru dapat dihasilkan dari sumber alamiah (dari tanaman atau hewan), dibuat secara sintetik atau semisintetik (kombinasi natural dan sintetik). Obat-obat yang ditemukan dengan cara ini diantaranya ialah derivate-derivat semisintetik dan sintetik dari morfin, obat-obat antihistamin, derivat atropin dengan efek samping yang lebih sedikit dari obat asalnya. penelitian asam deoksiribonukleat (DNA) rekombinan telah mendapatkan sumber kimia lain dari senyawa-senyawa organik, dengan melakukan record informasi genetik, para ilmuwan telah dapat mengembangkan bakteri yang dapat menghasilkan insulin untuk manusia.

2. Uji praklinis (Pengujian pada binatang) bahan atau senyawa kimia yang telah ditemukan mempunyai efek, diteruskan penelitiannya pada binatang percobaan, sebelum dicobakan pada manusia. penelitian ini bertujuan untuk penilaian keamanan pemakaian obat, untuk mengetahui efek toksik, efek farmakodinamik, farmakokinetik, dan pengaruh obat terhadapa berbagai organ tubuh, dan menentukan perkiraan dosis atau batas-batas dosis yang efektif dan aman pada percobaan dengan manusia nantinya. pengujian pada binatang meliputi : 1. Penelitian toksikologi umum, meliputi : - penelitian toksisitas akut - penelitian toksisitas subakut - penelitian toksisitas kronis 2. penelitian toksikologi khusus, meliputi : - penelitian efek pada organ reproduksi atau efek teratogenik. - penelitian efek karsinogenik - penelitian efek mutagenik - penelitian efek adiksi

3. penelitian efek farmakodinamik 4. penelitian efek farakokinetik 5. penelitian teknik farmaseutik

1. penelitian toksikologi umum Penelitian toksikologi umum ini dilakukan pada beberapa spesies binatang, seperti mencit, tikus putih, anjing, monyet, dan babi. Walaupun data toksisitas pada binatang percobaan yang normal tidak dapat langsung disamakan dengan manusia yang menderita suatu penyakit, data pada binatang percobaan ini mempunyai arti dan nilai yang sangat penting dalam penentuan dan perbandingan keamanan pemakaian obat pada manusia. a. penelitian toksisitas akut untuk menyatakan toksisitas akut suatu obat, umumnya dipakai ukuran LD50 (dosis letal median 50), yaitu suatu dosis yang dapat membunuh 50% dari sekelompok binatang percobaan. demikian juga sebagai ukuran dosis terapi, ukuran yang umum digunakan ialah ED50 (dosis efektif median 50) dari sekelompok binatang percobaan. LD50 secara statistik menyatakan bahwa dosis ini akan membunuh binatang-binatang dengan sensitivitas yang rata-rata hampir sama. LD 50 merupakan hasil dari suatu pengujian/assay dan bukanlah pengukuran kuantitatif. LD50 bukanlah merupakan nilai mutlak, dan akan bervariasi dari satu lab ke lab lainnya, setiap kali dilakukan percobaan. oleh karena itu, kondisi-kondisi pada percobaan pengujian harus dicatat, demikian pula spesies dan strain binatang yang digunakan harus sama pada setiap kali dilakukan percobaan. demikian pula cara pemberian, konsentrasi zat penambah untuk melarutkan obat atau untuk membuat bentuk suspensi atau bubuk, dan besarnya volume yang diberikan harus seteliti mungkin dan dicatat. diet, suhu lingkungan dan variabel lain tidak selalu dapat dikontrol dengan baik. oleh karena itu, suatu standar yang berhubungan dengan pemberian obat ini harus diteliti seb.agai pembanding. penelitian toksisitas akut harus dilakukan pada beberapa spesies yang berbeda-beda paling sedikit 2 jenis roden dan 1 jenis nonroden.

b. penelitian toksisitas subakut umumnya dilakukan selama 14-21 hari, bertujuan untuk memperluas uji toksisitas dengan mnentukan : 1. dosis toksik minimal dan dosis maksimal yang dapat ditoleransi 2. kemungkinan adanya toleransi dan akumulasi. dosis toksik minimal adalah dosis terkecil yang masih memberikan efek terapi. dosis maksimal adalah dosis terbesar yang tidak menimbulkan gejala toksik. cara pemberian obat dan besarnya dosis yang diberikan bergantung pada kebutuhan uji klinik. umumnya obat2 yang diberikan secara oral, dengan dosis bertingkat dengan variasi yang diduga efektif pada manusia, dan sebagian lagi dengan variasi dosis sekitar dosis toksik. binatang percobaan diteliti dan diobservasi dengan ketat dan dilakukan berbagai pemeriksaan laboratorium terhadap darah dan urine, termasuk pemeriksaan histologi dan patologi anatomi.

c. penelitian toksisitas kronis Penelitian toksisitas kronis dikerjakan dalam jangka waktu yang lama, dapat sampai beberapa bulan. penelitian teratogenik dapat berlangsung terus sampai beberapa generasi. penelitian ini umumnya dilakukan pada 2 jenis spesies binatang, masing2 minimal selama 90 hari, dengan menggunakan sedikitnya 3 tingkatan dosis, satu diantaranya untuk menentukan level/tingkatan dosis terkecil yang memberikan efek toksik. penggunaan bianatang lebih dari 1 spesies dimaksudkan untuk dapat mliputi semua reaksi atau efek samping yang tidak terlihat pada satu spesies, mungkin terlihat pada spesies lain. binatang yang digunakan adalah binatang dalam masa pertumbuhan yaitu untu melihat perubahan berat badan yang dapat dibandingkan dengan kelompok kontrol. semua perubahan yang terjadi pada binatang diobservasi dan dicatat, termasuk perubahan tingkah laku. secara periodik hewan dimatikan untuk melihat perubahan2 yang mungkin terjadi pada organ2 tubuh dengan pemeriksaan hispatologik.

2. penelitian toksikologi khusus a. penelitian efek teratogenik untuk keamanan pemakaian obat pada wanita, khususnya wanita hamil, diperlukan penelitian-penelitian tentang pengaruh atau efek obat-obat terhadap organ reproduksi dan terhadap janin yang dikandungnya. Obat-obat tertentu yang diberikan pada ibu-ibu hamil

khususnya pada kehamilan trisemester pertama dapa mempengaruhi perkembangan janin sehingga dapat terjadi kelainan kongenital (cacat bawaan). binatang betina diberi obat secara terus-menerus, mulai sejak belum dikawinkan sampai hamil dan melahirkan. secara periodik, binatang-binatang ini dimatikann untuk melakukan pemeriksaan histologi pada janin, untuk melihat perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada organ-organ janin yang sedang dalam perkembangan. dengan adanya peristiwa yang menggemparkan di tahun 1960-an, saat pemakaian talidomid yang disangka aman sebagai obat penenang pada wanita hamil muda ternyata telah menimbulkan beratus-ratus bayi lahir dengan cacat bawaan (Phocomelia).

b. penelitian efek karsinogenik karsinogenik adalah induksi sifat2 keganasan pada sel-sel tubuh. untuk ini belum ditemukan teknik pemeriksaan khusus. dan untuk efek karsinogenik ini hanya dapat dilakukan pencegahan dengan menghindarkan pemakaian obat-obat yang diduga atau yang telah dilaporkan dapat menimbulkan efek karsinogenik.

c. Penelitian efek mutagenik mutagenik adalah perubahan-perubahan dalam materi genetik pada hewan pada berbagai usia yang merupakan suatu induksi abnormalitas yng diturunkan. penelitian ini terutama dilakukan untuk obat-obat yang aka digunakan dalam waktu lama, dan pada obat-obat yang diketahui ada hubungannya dengan zat-zat yang dapat memberikan efek mutagenik.

d. penelitian efek adiksi efek adiksi digunakan untuk obat-obat yang dapat mempengaruhi SSP. untuk ini, obat diberikan dalam dosis yang ditingkatkan, dan ditentukan juga kemungkinan gejala-gejala yang timbul bila pemberian obat dihentikan secara mendadak.

3. PENELITIAN EFEK FARMAKODINAMIK Penelitian efek farmakodinamik ialah penelitian mengenai aktivitas obat terhadap berbagai fungsi organ tubuh. dengan penelitian ini, dapat diperkirakan efek terapinya, dan bila mungkin dapat diketahui dan dimengerti mekanisme kerjanya. biasanya dilakukan juga penelitian farmakologi-biokimia sehingga dapat diketahui efek obat pada tingkat sel dan tingkat molekul.

4. PENELITIAN UJI FARMAKOKINETIK penelitian farmakokinetik adalah penelitian mengenai absorpsi,distribusi,

metabolisme/biotransformasi, dan ekskresi obat, dengan jalan mengukur kadar obat dalam darah, jaringan, atau cairan tubuh, dan urine.

5. PENELITIAN TEKNIK FARMASEUTIK penelitian teknik farmaseutik adalah penelitian mengenai bentuk sedaan yaitu penelitian pendahuluan tentang sifat-sifat fisika, kimia, dan bentuk sediaan obat yang akan diberikan, kestabilan obat dalam tablet, kapsul atau larutan, dan sebagainya bergantung pada cara pemakaian yang diinginkan. penilaian yang dilakukan untuk setiap bentuk sediaan adalah proses pembuatan dan kestabilan bentuk sediaan.

UJI KLINIS uji klinis (clinical trial) ialah suatu penelitian farmakologi klinik untuk menilai atau menguji suatu zat calon obat / bahan berkhasiat pada manusia, untuk menentukan keampuhan/efektivitas dan keamanan suatu obat dalam mengobati suatu penyakit. jadi, dengan uji klinis akan dapat diketahui seberapa jauh zat yang diuji memberikan efek yang menguntungkan dalam pengobatan dan berapa jauh zat tersebut dapat merugikan atau membahayakan manusia yang memakai obat tersebut dalam pengobatan suatu penyakit.

Sumber : Kumpulan Kuliah Farmakologi edisi 2 staf pengajar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Tahun 2008
Kumpulan kuliah farmakologi/Staf Pengajar Departemen Farmakologi. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya-Ed.2- Jakarta : EGC.2008