Anda di halaman 1dari 15

STASE BEDAH DAN ANASTESI PERIODE 1 APRIL 2013-8 JUNI 2013 RUMAH SAKIT RAJAWALI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS

KRISTEN KRIDA WACANA (UKRIDA)

CASE REPORT SELULITIS

DOSEN PEMBIMBING : Dr.Romzi ,Sp.B

DISEDIAKAN OLEH :

1. MOHAMAD HAFEZOL AFZAN BIN ADRUS 11.2011.145 2. NURAIHAN BT MOHD JALALUDIN 11.2012.061

I. IDENTITAS PASIEN Nama lengkap Umur Status perkawinan Pekerjaan Alamat : Tn C : 42 tahun : Sudah menikah : Pedagang : Jl Rajawali Timur Jenis kelamin : Laki- laki Suku bangsa : Sunda Agama Pendidikan : Islam : SMP

II. ANAMNESIS Diambil secara autoanamnesis tanggal 4 Mei 2013 Jam 14.00 WIB.

Keluhan Utama: Os mengeluh kaki kanan bengkak sejak 1 minggu SMRS.

Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang dengan keluhan kaki kanan bengkak sejak 1 minggu SMRS. Pasien menyatakan pada awalnya timbul benjolan kecil seukuran wang logam Rp100 di daerah buku lali kanan. Benjolan dirasakan nyeri,panas dan terlihat kemerahan, kadang disertai rasa gatal. Pasien tidak mengetahui penyebab timbulnya benjolan tersebut. Pasien menyatakan bahwa benjolan mulai timbul setelah bangun dari tidur. Riwayat trauma di daerah bengkak disangkal. Setelah dua hari yaitu kira-kira 7 hari SMRS, kaki kanan pasien mulai membengkak dari jari kaki hingga di atas buku lali. Keluhan nyeri bertambah terutama apabila pasien berjalan. Pasien turut menyatakan di daerah bengkak teraba hangat dan kenyal seperti ada cairan. Selain itu, kulit di daerah yang membengkak mulai terkelupas. Pasien turut mengeluh badannya terasa panas turun naik seperti demam.Os mengatakan bahwa dia berobat ke rumah sakit lain dan diberi obat tahan sakit dan antibiotic yang diminum 3 kali sehari.Os lupa nama obat yang diberikan.Setelah obat diminum,os masih merasa nyeri di kaki kanan. 1 hari SMRS keluhan belum berkurang,kaki bertambah bengkak,berdenyut-denyut terutama apabila berjalan. Badan masih dirasakan panas. Kulit di daerah kaki kanan menjadi kering dan menggelupas.Keluhan belum membaik ,os berobat ke IGD RS Rajawali.

Riwayat Penyakit Dahulu Os menyatakan bahwa dia baru pertama kali mengalami kejadian seperti demikian. Riwayat menderita DM, hipertensi, riwayat allergi disangkal. Riwayat Hidup Riwayat kelahiran: Pasien dilahirkan pada tanggal 19 November 1971 di rumah dan ditolong oleh bidan Kehidupan Berkeluarga dan Perkawinan: Pasien sudah bernikah dan mempunyai dua orang anak. Pasien bekerja sebagai pedagang. Kesan ekonomi cukup. Riwayat Makanan Frekuensi/hari : 2-3x /hari Variasi/hari Jumlah/hari : Bervariasi : 1 porsi/kali

Nafsu makan : Baik Riwayat Imunisasi ( - ) BCG ( - ) Hep B ( - ) DPT ( - ) Polio ( - ) Campak ( ) Lainnya,.

Penyakit Dahulu (Tahun) ( - ) Wasir/Hemorrhoid ( - ) Batu Ginjal / Saluran Kemih ( - ) Batu ginjal/saluran kemih ( - ) Hernia ( - ) DM ( - ) Batu empedu ( - ) Tifus abdominalis ( - ) Ulkus ventrikuli ( - ) Volvulus (- )Penyakit pembuluh darah Lain-lain : ( - ) Operasi ( - ) Kecelakaan ( -) Appendisitis ( - ) Tumor ( - ) Penyakit Prostat ( - ) Diare Kronis ( - ) Perdarahan otak ( - ) Kelainan kongenital ( - ) Colitis ( - ) Tetanus ( - ) Abses hati ( - ) Tuberkulosis (- ) Hepatitis ( -) Fistel (- ) Struma tiroid ( - ) Typhoid ( - ) Patah tulang ( - ) Gastritis ( - ) Hipertensi ( - ) ISK ( - ) Luka bakar

Riwayat Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang sedang atau pernah menderita gejala yang sama Adakah Keluarga /Kerabat Yang Menderita: Penyakit Alergi Asma Tuberkulosis Arthritis Rematisme Hipertensi Jantung Ginjal Lambung Ya Tidak Hubungan

III. STATUS GENERALIS Keadaan umum Kesadaran : Tampak sakit sedang : Compos Mentis

Pemeriksaaan umum Tinggi badan Berat badan Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan (frekuensi dan tipe) Keadaan gizi Kesadaran Sianosis Udema umum Habitus Mobilisasi(aktif/pasif) : 173 cm : 74 kg : 120/70 mmHg : 80 kali/menit : 37.8C : 22 kali/menit (abdominothorakal) : Gizi baik IMT : 24 kg/m2 : Compos mentis : Tidak ada : Tidak ada : Atletikus : Aktif

Kulit Warna : Sawo matang Jaringan parut : Tidak ada Pertumbuhan rambut : Merata Suhu raba : Hangat Keringat : Umum: + Setempat: Lapisan lemak : Merata Kelenjar getah bening Submandibula : Tidak teraba membesar Supraklavikula : Tidak teraba membesar Lipat paha : Tidak teraba membesar Kepala Ekspresi wajah : Wajar Rambut : Merata Mata Exophthalmus : Tidak ada Kelopak : Normal Konjungtiva : Tidak Anemis Sklera : Tidak ikterik Lapangan penglihatan : Normal Deviatio konjungae : Tidak ada Telinga Tuli : Tidak Lubang : MAE lapang Serumen : Tidak ada Cairan : Tidak ada Mulut Bibir : Tidak sianosis Langit-langit: Utuh Gigi geligi : Utuh
5

Effloresensi : Tidak ada Pigmentasi : Tidak ada Pembuluh darah : Tidak tampak melebar Lembab / kering : Kering Turgor : Berkurang Ikterus : Tidak ada Edema : Tidak ada

Leher : Tidak teraba membesar Ketiak : Tidak teraba membesar

Simetri muka : Simetris Pembuluh darah temporal : Teraba pulsasi

Exopthalmus : Tidak ada Lensa : Jernih Visus : Mata kanan 6/6, mata kiri 6/6 Gerakan mata : Normal ke segala arah Tekanan bola mata : Normal per palpasi

Nystagmus : Tidak ada

Selaput pendengaran : Intak Penyumbatan : Tidak ada Perdarahan : Tidak ada

Tonsil : Tidak hiperemis T1-T1tenang Bau pernapasan : Tidak ada bau Trismus: Tidak ada

Faring : Tidak hiperemis Lidah : Tidak kotor Leher Tekanan vena Jugularis (JVP) : 5 - 2 cm H2O Kelenjar Tiroid : Tidak teraba membesar Kelenjar Limfe : Tidak teraba Dada Bentuk : Simetris. Pembuluh darah : Tidak tampak kolateral Paru Depan Kiri Inspeksi Kanan

Selaput lendir : Tidak hiperemis

Belakang

Simetris saat statis dan dinamis, Simetris saat statis dan dinamis, sela iga cekung sela iga cekung

Simetris saat statis dan dinamis, Simetris saat statis dan dinamis, sela iga cekung sela iga cekung (-), nyeri tekan(-)

Kiri Palpasi Kanan Kiri Perkusi Kanan Kiri Kanan

Benjolan (-), nyeri tekan (-) Benjolan Fremitus taktil simetris

Fremitus taktil simetris

Benjolan (-), nyeri tekan (-) Benjolan (-) , nyeri tekan (-) Fremitus taktil simetris Sonor Sonor Vesikuler, Rh (-), Wh (-) Vesikuler, Rh (-), Wh (-) Fremitus taktil simetris Sonor Sonor Vesikuler, Rh (-), Wh (-) Vesikuler, Rh (-), Wh (-)

Auskultasi Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi

Ictus cordis terlihat jelas pada sela iga V linea midclavicula kiri Ictus cordis teraba, kuat angkat Batas atas : ICS II linea parasternal kiri.

Batas kiri : ICS V, linea midclavicula kiri. Batas kanan : ICS IV, linea sternal kanan. Auskultasi BJ I-II reguler murni, murmur (-), gallop (-)

Pembuluh darah Arteri Arteri temporalis Arteri karotis Arteri brakhialis Arteri radialis Arteri femoralis Arteri poplitea Arteri tibialis posterior Arteri dorsalis pedis Kanan Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Tidak teraba pulsasi Tidak teraba pulsasi Kiri Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi Teraba pulsasi

Perut Inspeksi Dinding perut Hati Palpasi Limpa Ginjal Apendiks Perkusi Auskultasi Refleks dinding perut Warna kulit sawo matang, tidak ada jaringan parut dan striae. Supel, nyeri tekan epigastrium (-), massa (-) Tidak teraba membesar Tidak teraba pembesaran Ballotement -/Tidak nyeri tekan pada titik Mc. Burney Timpani Bising usus 10 kali/menit Dalam batas normal

Alat kelamin : Tidak dilakukan pemeriksaan

Anggota gerak Kanan Lengan Otot Sendi Gerakan Kekuatan Lain lain Tonus Massa Normotonus Normal Aktif Aktif +5 Petechiae(-), Rumple Leed (-) Normotonus Normal Aktif Aktif +5 Petechiae(-), Rumple Leed (-) Kiri

Tungkai dan kaki Luka Varises Otot Sendi Gerakan Kekuatan Edema Lain lain Refleks Bisep Refleks tendon Trisep Patella Achilles Kremaster Refleks kulit Refleks patologis Tonus Massa

Kanan Normotonus Normal Aktif Aktif +5 + Eritem, hangat, supurasi, deskuamasi kulit -

Kiri

Normotonus Normal Aktif Aktif +5 -

+2 +2 +2 +2 Tidak dilakukan + 8

+2 +2 +2 +2 Tidak dilakukan + -

IV. STATUS LOKALIS -Pedis dextra


-Tanda tanda inflamasi +ve (kalor, dolor, rubor, tumor, fungsio laesa. -Supurasi -Deskuamasi kulit

Distribusi : lokalisata Ukuran, bentuk : plakat, difus Effloresensi : tanda inflamasi +, supurasi, Ditemukan tanda-tanda inflamasi (kalor, dolor, rubor, tumor, fungsio laesa) pada articulatio pedis dextra. Batas tidak jelas (difus), disertai supurasi. Lapisan epidermis deskuamasi, nyeri tekan. Os juga mengalami hambatan pergerakan sendi pedis dekstra pada fleksi, ekstensi, endorotasi, eksorotasi dan sirkumduksi.

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG -Laboratorium Darah :


-Urinalisis:

Hb: 13.0g/dL Ht : 39% Trombosit: 272.000 uL Leukosit: 14.400 uL

pH : 5.0 Berat jenis : 1,020 Sedimen : Leukosit 0-2 Eritrosit 8-10 Epitel 1-3

VI. RINGKASAN (RESUME/SAILENT FEATURES) Anamnesis : Pasien datang dengan keluhan kaki kanan bengkak sejak 7 hari SMRS. Riwayat trauma di daerah kaki disangkal. Keluhan disertai nyeri terutama waktu berjalan, disertai demam terus menerus. Keluhan awal berupa benjolan kemerahan, nyeri dan kadang terasa gatal. Setelah dua hari mulai membengkak dari jari hingga atas buku lali, kemerahan, teraba hangat, dan teraba seperti ada cairan. Riwayat berobat ke dokter umum diberikan antibiotic dan obat penahan nyeri, selama satu minggu keluhan belum ada perubahan. Kulit di daerah yang membengkak mulai kering dan terkelupas. Riwayat DM, hipertensi, allergi disangkal. Pasien baru pertama kali mengalami keluhan seperti ini. Pemeriksaan fisik : Ku : tampak sakit sedang Kes : CM TTV : Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan (frekuensi dan tipe) : 120/70 mmHg : 80 kali/menit : 37.8C : 22 kali/menit (abdominothorakal)
10

Status lokalis : Ditemukan tanda-tanda inflamasi (kalor, dolor, rubor, tumor, fungsio laesa) pada articulatio pedis dextra. Batas tidak jelas (difus), disertai supurasi. Lapisan epidermis deskuamasi, nyeri tekan. Os juga mengalami hambatan pergerakan articulatio pedis dekstra pada fleksi, ekstensi, endorotasi, eksorotasi dan sirkumduksi. Pemeriksaan penunjang : -Laboratorium Darah : Hb: 13.0g/dL, Ht : 39%, Trombosit: 272.000 uL, Leukosit: 14.400 uL VII. DIAGNOSIS KERJA :

Selulitis articulation pedis dextra VIII. PENATALAKSANAAN Medikamentosa: Sanmol 500mg Natrium diklofenak 50mg Ceftriaxone 1g Metronidazole 5mg 3x1 3x1 1x1 1x1 Peroral Peroral Intravena Intravena

Non-medikamentosa Verban Tirah baring Imobilisasi sementara Makanan seimbang

IX. PROGNOSIS Vitam : bonam Fungsionam : bonam Sanationam : bonam

11

X.

FOLLOW UP ( Tanggal 5 Mei 2013 Jam 0800 WIB ) S : Os mengatakan bahwa sudah tidak panas lagi. Kaki kanan juga dirasakan sudah membaik. Tidak ada keluhan baru.

O : Keadaan umum :Baik Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 120/70mmHg Nadi : 78 kali per menit Frekuensi pernafasan : 21 kali per menit Suhu : 36.5 C

A : Sellulitis articulatio pedis dextra

P: Medikamentosa: Sanmol 500mg Natrium diklofenak 50mg Ceftriaxone 1g Metronidazole 5mg 3x1 3x1 1x1 1x1 Peroral Peroral Intravena Intravena

Non-medikamentosa Verban Tirah baring Imobilisasi sementara Makanan seimbang

12

TINJAUAN PUSTAKA SELUITIS DEFINISI Penyakit infeksi akut,biasanya disebabkan oleh streptococcus,gejala utamanya ialah eritema berwarna merah cerah,dan berbatas tegas serta disertai gejala konstitusi.Kelainan kulit yang berupa infiltrate yang difus di subkutan dengan tanda-tanda radang akut.

ETIOLOGI Biasanya Streptococcus B Hemolyticus.Dalam keadaan normal,kulit memiliki berbagai jenis bakteri.Tetapi kulit yang utuh merupakan penghalang efektif yang mencegah masuk dan berkembangnya bakteri dalam di dalam tubuh .Jika kulit terluka,bakteri bisa masuk dan tumbuh di dalam tubuh ,menyebabkan infeksi dan peradangan.Jaringan kulit yang terinfeksi menjadi merah,panas dan nyeri. Faktor resiko terjadinya selulitis adalah : 1. Gigitan serangga,hewan atau manusia 2. Luka di kulit 3. Riwayat penyakit pembuluh darah perifer,diabetes mellitus 4. Tindakan terhadap penyakit jantung,paru-paru atau gigi yang baru dijalani penderita. 5. Pemakaian obat imunosupresan atau kortikosteroid.

13

PATOGENESIS Bakteri pathogen yang menembus lapisan luar menimbulkan infeksi pada permukaan kulit atau menimbulkan peradangan.Selepas menembus lapisan luar kulit,infeksi akan menyebar ke jaringan-jaringan sekitar.

Bakteri pathogen ( Streptococcus piogenes,streptococcus group A, staphylococcus aureus )

Menyerang kulit dan subkutan

Meluas ke jaringan yang lebih dalam

Menyebar secara sistemik

Terjadi peradangan akut

Eritema local pada kulit

Edema kemerahan

Lesi

Nyeri tekan

Kerusakan integritas kulit

Gangguan rasa nyaman dan nyeri

GEJALA KLINIS Terdapat gejala konstitusi : demam,malaise.Lapisan kulit yang diserang ialah epidermis dan dermis.Penyakit ini didahului trauma,karena itu biasanya tempat predileksinya di tungkai bawah.Gejala awal berupa kemerahan dan nyeri tekan di suatu daerah yang kecil di kulit.Kelainan kulit yang utama ialah eritema yang berwarna cerah,berbatas tegas dan pinggir tidak meninggi dengan tanda-tanda radang akut.Dapat disertai edema,vesikel,dan bula.Terdapat leukositosis. Jika tidak diobati,akan menjalar ke sekitarnya terutama ke proksimal.Kalau sering residif di tempat yang sama terdapat elephantiasis.

14

DIAGNOSA Diagnosis selulitis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan dan laboratorium.Oada pemeriksaan fisik adanya macula erimatous,tepi tidak meninggi,batas tidak jelas,edema,infiltrate dan teraba panas.Dapat disertai limfangitis dan limfadenitis.Penderita biasanya demam dan dapat menjadi septicemia.Pada pemeriksaan laboratorium,terjadi leukositosis ( 15.000-20.000) .Titer ASTO mungkin akan meningkat pada minggu pertama.

DIAGNOSIS BANDING Erisipelas Seliulitis yang mengenai lapisan superficial kulit iaitu pembuluh limfe. Flegmon Selulitis yang mengalami supurasi.Terapinya sama dengan selulitis hanya ditambah insisi.

PENGOBATAN Istirahat,tungkai bawah dan kaki yang diserang ( elevasi) ,tingginya sedikit lebih tinggi dari jantung.Pengobatan sistemik ialah antibiotic,topical diberikan kompres terbuka dengan larutan antiseptic.Jika terdapat edema diberikan antiseptic.

15