Anda di halaman 1dari 34

TUGAS ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PEMBULUH DARAH DAN SARAF DAERAH KEPALA ATAU WAJAH PEMBULUH DARAH

Selain alat pemompa, darah juga memerlukan pembuluh untuk dapat beredar ke seluruh tubuh. Pembuluh ini berbentuk bulat, dengan ukuran berbeda-beda, dan berdiameter antara 0,01 mm hingga 10 mm. Ada tiga macam pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Ketiga pembuluh darah tersebut selalu berhubungan satu dengan lainnya dan membentuk suatu sistem.

MACAM MACAM PEMBULUH DARAH

1) Pembuluh Darah Arteri (Pembuluh Nadi)

Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung. Tujuannya adalah sistemik tubuh, kecuali a.pulmonalis yang membawa darah menuju paru untuk dibersihkan dan mengikat oksigen.Arteri yang membawa darah dari bilik kiri menuju seluruh tubuh disebut aorta. Sementara itu, pembuluh yang membawa darah dari bilik kanan menuju paru-paru disebut arteri pulmonalis. Arteri mengandung darah kaya oksigen, kecuali arteri pulmonalis mengandung darah kaya karbon dioksida.

Arteri bercabang-cabang membentuk cabang lebih kecil yang disebut arteriole. Arteriole ini membentuk cabang-cabang lebih kecil dan ujung-ujungnya berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh. Cabangcabang ini disebut kapiler. Arteri terbesar yang ada dalam tubuh adalah aorta, yang keluar langsung dari ventrikel kiri jantung. Aorta yang keluar keluar dari ventrikel kiri jantung sebagai aorta ascendens. Kemudian, aorta ascendens mengalami percabangan yaitu arcus aorta sebelum melanjutkan diri sebagai aorta descendens. Arcus aorta memiliki tiga percabangan yaitu: 1. A.brachiocephalic/a.anonyma. Arteri ini akan bercabang menjadi a.carotis communis dextra, a.subclavia dextra dan a.thyroidea ima (yang mendarahi kelenjar thyroid bagian inferior). 2. 2. A.carotis communis sinistra. 3. 3. A. subclavia sinistra.

Setiap a.carotis communis (baik dextra maupun sinistra) akan bercabang menjadi a.carotis interna (yang mendarahi otak) dan a.carotis externa (yang mendarahi wajah, mulut, rahang dan leher) . Sedangkan setiap a.subclavia (baik dextra dan sinistra) akan bercabang antara lain menjadi a.vertebralis (mendarahi otak dan medula spinalis). Kedua a.vertebralis (dextra dan sinistra) akan menyatu menjadi arteri-arteri spinal yang segmental, dan sebelum naik ke otak akan membentuk a.basilaris. A.basilaris lalu bercabang menjadi a.cerebralis posterior dan beranastomosis dengan a.communicating posterior dan a.cerebralis anterior membentuk circulus Willisi yang khas di otak.

A. subclavia sendiri tetap berjalan ke ekstremitas atas sebagai a.aksilaris dan mempercabangkan a.subscapularis, yang mana akan mempercabangkan a.circumflexa scapulae. Selain itu, a.subclavia juga akan bercabang menjadi a.mammaria interna (memperdarahi dinding dada depan dan kelenjar susu), a.thyrocervicalis dan a.costocervical. Cabang dari a.thyrocervical adalah a.thyroidea inferior yang mendarahi kelenjar thyroid, a.suprascapular (a.transversa scapulae) dan a.transversa colli (a.transversa cervical). Pendarahan arteri ekstremitas atas Pendarahan ekstremitas atas disuplai oleh a.aksilaris, yang merupakan cabang dari a.subclavia (baik dextra maupun sinistra). A.aksilaris ini akan melanjutkan diri sebagai a.brachialis di sisi ventral lengan atas, selanjutnya pada fossa cubiti akan bercabang menjadi a.radialis (berjalan di sisi lateral lengan bawah, sering digunakan untuk mengukur tekanan darah dan dapat diraba pada anatomical snuffbox) dan a.ulnaris (berjalan di sisi medial lengan bawah).

A.radialis terutama akan membentuk arkus volaris profundus, sedangkan a.ulnaris terutama akan membentuk arkus volaris superfisialis, yang mana kedua arkus tersebut akan mendarahi daerah tangan dan jari-jari.

Pendarahan arteri ekstremitas bawah Pendarahan ekstremitas bawah disuplai oleh a.femoralis, yang merupakan kelanjutan dari a.iliaka eksterna (suatu cabang a.iliaka communis, cabang terminal dari aorta abdominalis). Selanjutnya a.femoralis memiliki cabang yaitu a.profunda femoris, sedangkan a.femoralis sendiri tetap berlanjut menjadi a.poplitea. A.profunda femoris sendiri memiliki empat cabang a.perfontrantes. Selain itu juga terdapat a.circumflexa femoris lateral dan a.circumflexa femoris medial yang merupakan percabangan dari a.profunda femoris.

A.poplitea akan bercabang menjadi a.tibialis anterior dan a.tibialis posterior. A.tibialis anterior akan berlanjut ke dorsum pedis menjadi a.dorsalis pedis yang dapat diraba di antara digiti 1 dan 2. A.tibialis posterior akan membentuk cabang a.fibular/peroneal, dan a.tibialis posterior pedis sendiri tetap berjalan hingga ke daerah plantar pedis dan bercabang menjadi a.plantaris medial dan a.plantaris lateral. Keduanya akan membentuk arcus plantaris yang mendarahi telapak kaki. Sedangkan di daerah gluteus, terdapat a.gluteus superior, a.gluteus inferior dan a.pudenda interna. Ketiganya merupakan percabangan dari a.iliaca interna. Pendarahan arteri organ-organ visera

Pendarahan organ-organ visera disuplai oleh aorta abdominalis, suatu terusan dari aorta descendens. Cabang-cabang dari aorta abdominalis tersebut adalah: a.phrenicus inferior, a.coeliaca, a.mesenterica superior, a.suprarenal media, a.renalis, a.gonadal (a.ovarica/a.testicular), a.lumbar, a.mesenterica inferior, a.sacral mediana, dan a.iliaca communis. Organ-organ dalam seperti hati, lambung, dan limpa disuplai oleh a.coeliaca, kelenjar anak ginjal disuplai oleh a.suprarenal media, ginjal disuplai oleh a.renalis, intestinum disuplai oleh a.mesenterica superior dan inferior.

2) Pembuluh Darah Vena (Pembuluh Balik)

Vena merupakan pembuluh yang membawa darah ke jantung. Vena bercabang-cabang membentuk venula. Venula membentuk cabang-cabang lebih kecil yang disebut kapiler. Vena yang berhubungan langsung dengan jantung atau paru-paru dikenal dengan vena kava.

Vena mengandung banyak darah kaya karbon dioksida, kecuali vena pulmonalis mengandung banyak oksigen. Vena merupakan pembuluh berdinding lebih tipis, kurang elastis, dan lubang pembuluh lebih besar daripada arteri. Pembuluh ini mempunyai beberapa katup untuk mencegah agar darah tidak berbalik arah.

3) Pembuluh Darah Kapiler

Kapiler merupakan pembuluh darah berukuran kecil sebagai perpanjangan arteri dan vena. Dinding sel pembuluh ini bersifat permeabel sehingga cairan tubuh dan zat-zat terlarut dapat keluar masuk melalui dinding selnya. Selain itu, juga terjadi pertukaran oksigen, karbon dioksida, zat-zat makanan, serta hasil-hasil ekskresi dengan jaringan yang ada di sekeliling kapiler.

Beberapa pembuluh kapiler mempunyai lubang berukuran sempit sehingga sel darah merah dapat rusak jika melewatinya. Diameter pembuluh ini dapat berubahubah. Kapiler dapat menyempit karena pengaruh temperatur lingkungan yang rendah dan membesar bila ada pengaruh temperatur lingkungan yang tinggi serta bahan kimia, seperti histamin.

Meskipun ukuran arteriole dan kapiler lebih kecil dibandingkan dengan arteri dan vena, tetapi jumlah volume darah secara keseluruhan lebih besar di arteriole dan kapiler. Volume darah di dalam kapiler 800 kali volume darah di dalam arteri dan vena. Jantung dan Pembuluh Darah Definisi Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing masing memiliki ruang sebelah atas (atrium) yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar.

Fungsi Jantung Fungsi utama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida). Jantung melaksanakan fungsi tersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida; jantung kemudian mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh. Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol); selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung disebut sistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan. Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena besar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan. Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Pembuluh Darah Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri, arteriola, kapiler, venula dan vena. Arteri (kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggung tekanan darah yang paling tinggi. Kelenturannya membantu mempertahankan tekanan darah diantara denyut jantung. Arteri yang lebih kecil dan arteriola memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu. Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena membawa darah kembali ke jantung). Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah. Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung. Vena memiliki dinding yang tipis, tetapi biasanya diameternya lebih besar daripada arteri; sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dan tidak terlalu dibawah tekanan.

Pasokan Darah ke Jantung Otot jantung (miokardium) sendiri menerima sebagian dari sejumlah volume darah yang mengalir melalui atrium dan ventrikel suatu sistem arteri dan vena (sirkulasi koroner) menyediakan darah yang kaya akan oksigen untuk miokardium dan kemudian mengembalikan darah yang tidak mengandung oksigen ke dalam atrium kanan. Arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri merupakan cabang dari aorta; vena kardiak mengalirkan darah ke dalam sinurskoroner, yang akan mengembalikan darah ke dalam atrium kanan. Sebagian besar darah mengalir ke dalam sirkulasi koroner pada saat jantung sedang mengendur diantara denyutnya (selama diastol ventrikuler). Gejala-gejala Penyakit Jantung 1. Nyeri Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremasremas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia). Jika darah yang mengalir ke otot yang lainnya (terutama otot betis) terlalu sedikit, biasanya penderita akan merasakan nyeri otot yang menyesakkan dan melelahkan selama melakukan aktivitas (klaudikasio). Perikarditis (peradangan atau cedera pada kantong yang mengelilingi jantung) menyebabkan nyeri yang akan semakin memburuk ketika penderita berbaring dan akan membaik jika penderita duduk dan membungkukkan badannya ke depan. Aktivitas fisik tidak menyebabkan nyeri bertambah buruk. Jika menarik nafas atau menghembuskan nafas menyebabkan nyeri semakin membaik atau semakin memburuk, maka kemungkinan juga telah terjadi pleuritis (peradangan pada selaput yang membungkus paru-paru). Jika sebuah arteri robek atau pecah, penderita bisa merasakan nyeri tajam yang hilangtimbul dengan cepat dan tidak berhubungan dengan aktivitas fisik.

Kadang arteri utama (terutama aorta) mengalami kerusakan. Suatu aneurisma (penonjolan aorta) bisa secara mendadak mengalami kebocoran atau lapisannya mengalami robekan kecil, sehingga darah menyusup diantara lapisan-lapisan aorta (diseksi aorta). Hal ini secara tiba-tiba menyebabkan nyeri hebat yang hilang-timbul karena terjadi kerusakan yang lebih lanjut (robeknya aorta) atau berpindahnya darah dari saluran asalnya. Nyeri dari aorta seringkali dirasakan di leher bagian belakang, diantara bahu, punggung sebelah bawah atau di perut. Katup diantara atrium kiri dan ventrikel kiri bisa menonjol ke dalam atrium kiri pada saat ventrikel kiri berkontraksi (prolaps katup mitralis). Penderita kadang merasakan nyeri seperti ditikam atau ditusuk jarum. Biasanya nyeri terpusat di bawah payudara kiri dan tidak dipengaruhi oleh posisi maupun aktivitas fisik. 2. Sesak Nafas Sesak nafas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner). Pada stadium awal dari gagal jantung, penderita merasakan sesak nafas hanya selama melakukan aktivitas fisik. Sejalan dengan memburuknya penyakit, sesak akan terjadi ketika penderita melakukan aktivitas yang ringan, bahkan ketika penderita sedang beristirahat (tidak melakukan aktivitas). Sebagian besar penderita merasakan sesak nafas ketika sedang berada dalam posisi berbaring karena cairan mengalir ke jaringan paru-paru. Jika duduk, gaya gravitasi menyebabkan cairan terkumpul di dasar paru-paru dan sesak akan berkurang. Sesak nafas pada malam hari (nokturnal dispneu) adalah sesak yang terjadi pada saat penderita berbaring di malam hari dan akan hilang jika penderita duduk tegak. Sesak nafas tidak hanya terjadi pada penyakit jantung; penderita penyakit paru-paru, penyakit otot-otot pernafasan atau penyakit sistem saraf yang berperan dalam proses pernafasan juga bisa mengalami sesak nafas. Setiap penyakit yang mengganggu keseimbangan antara persediaan dan permintaan oksigen bisa menyebabkan sesak nafas (misalnya gangguan fungsi pengangkutan oksigen oleh darah pada anemia atau meningkatnya metabolisme tubuh pada hipertiroidisme).

3. Kelelahan atau Kepenatan Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan. 4. Palpitasi (jantung berdebar-debar) Biasanya seseorang tidak memperhatikan denyut jantungnya. Tetapi pada keadaan tertentu (misalnya jika seseorang yang sehat melakukan olah raga berat atau mengalami hal yang dramatis), dia bisa merasakan denyut jantungnya. Jantungnya berdenyut dengan sangat kuat atau sangat cepat atau tidak teratur. Dokter bisa memperkuat gejala ini dengan meraba denyut nadi dan mendengarkan denyut jantung melalui stetoskop. Palpitasi yang timbul bersamaan dengan gejala lainnya (sesak nafas, nyeri, kelelahan, kepenatan atau pingsan) kemungkinan merupakan akibat dari irama jantung yang abnormal atau penyakit jantung yang serius. 5. Pusing dan Pingsan Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan. Gejala ini juga bisa disebabkan oleh penyakit otak atau saraf tulang belakang, atau bisa tanpa penyebab yang serius. Emosi yang kuat atau nyeri (yang mengaktifkan sebagian dari sistem saraf), juga bisa menyebabkan pingsan. SARAF WAJAH Saraf wajah adalah ketujuh (VII) dari dua belas pasangan saraf kranial . Ini muncul dari batang otak antara pons dan medula , dan kontrol otot-otot ekspresi wajah, dan fungsi dalam penyampaian rasa sensasi dari anterior dua pertiga dari lidah rongga dan oral. Ini juga memasok preganglionik parasimpatis serat untuk beberapa kepala dan leher ganglia . Saraf wajah merupakan perkembangan yang berasal dari lengkungan hyoid (kedua faring lengkungan branchial ). Pembagian motor nervus facialis berasal dari piring basal dari embrio pons , sementara divisi sensorik berasal dari krista neural tengkorak .

Fungsi 1.Eferen Fungsi utamanya adalah kontrol motor dari sebagian besar otot-otot ekspresi wajah . Hal ini juga innervates perut posterior digastric otot, stylohyoid otot, dan stapedius otot tengah telinga . Semua otot ini adalah otot lurik branchiomeric asal berkembang dari lengkung faring Facial juga memasok parasimpatis serat ke kelenjar submandibula dan kelenjar sublingual melalui chorda tympani . Persarafan parasimpatis berfungsi untuk meningkatkan aliran air liur dari kelenjar ini. Ini juga memasok persarafan parasimpatis ke mukosa hidung dan kelenjar lakrimal melalui ganglion pterygopalatine . Saraf wajah juga berfungsi sebagai dahan eferen dari refleks kornea . Selain itu, menerima rasa sensasi dari anterior dua pertiga dari lidah melalui chorda tympani, sensasi rasa dikirim ke bagian gustatory dari nukleus soliter . Sensasi umum dari dua pertiga anterior lidah disediakan oleh serat aferen dari divisi ketiga dari saraf kranial kelima (V-3). Ini (VII) sensorik (V-3) dan rasa serat perjalanan bersama-sama sebagai nervus lingualis sebentar sebelum chorda tympani meninggalkan saraf lingual untuk memasuki fossa temporal tengah melalui fisura petrotympanic. Dengan demikian bergabung dengan sisa nervus facialis di meatus akustik internal sebelum synapsing dalam inti soliter. Sel tubuh dari chorda tympani berada di ganglion geniculate , dan ini serabut parasimpatis sinaps di ganglion submandibula, terlampir Untuk nervus lingualis. Saraf wajah juga memasok sejumlah kecil persarafan aferen ke orofaring bawah tonsil palatina . Ada juga sejumlah kecil sensasi kulit yang dibawa oleh nervus intermedius dari kulit dalam dan di sekitar daun telinga (daun telinga). Lokasi Badan your Sel tubuh untuk nervus facialis dikelompokkan dalam area-area anatomis yang disebut inti atau ganglia . Sel tubuh untuk saraf aferen ditemukan di ganglion geniculate untuk sensasi rasa. Sel tubuh untuk otot saraf eferen ditemukan dalam nukleus motorik wajah sedangkan sel tubuh untuk saraf parasimpatis eferen ditemukan dalam nukleus salivatory unggul .

Patologi Orang mungkin menderita kelumpuhan saraf akut wajah , yang biasanya dimanifestasikan oleh kelumpuhan wajah. palsy Bell adalah salah satu jenis idiopatik kelumpuhan saraf akut wajah, yang lebih akurat digambarkan sebagai ganglionitis saraf beberapa tengkorak yang melibatkan nervus facialis, dan hasil yang paling mungkin dari infeksi virus dan juga kadangkadang sebagai akibat dari penyakit Lyme . Bell palsy iatrogenik juga mungkin sebagai akibat dari (gigi salah ditempatkan lokal anestesi blok saraf alveolar inferior ). Meskipun memberikan tampilan stroke hemi-plegic, efek menghilang dengan obat Pengujian nervus facialis Sukarela gerakan wajah, seperti kerutan alis, menunjukkan gigi, mengerutkan kening, menutup mata erat-erat (ketidakmampuan untuk melakukannya disebut lagophthalmos ) [1] , mengerucutkan bibir dan mengepulkan pipi, semua tes saraf wajah. Seharusnya tidak ada terlihat asimetri. Dalam UMN lesi, yang disebut pusat tujuh , hanya bagian bawah dari wajah pada sisi kontralateral akan terpengaruh, karena kontrol bilateral untuk otot-otot wajah bagian atas (frontalis dan orbicularis oculi). Turunkan motor neuron lesi dapat mengakibatkan cerebral CNVII ( Bell palsy adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bentuk idiopatik dari kelumpuhan saraf wajah), dinyatakan sebagai kelemahan wajah baik atas dan bawah pada sisi yang sama dari lesi. Rasa dapat diuji pada 2 anterior / 3 lidah. Hal ini dapat diuji dengan spons yang telah dicelupkan ke dalam larutan rasa, atau dengan stimulasi elektronik (mirip dengan menempatkan lidah Anda pada baterai). Refleks kornea . Busur aferen diperantarai oleh serabut aferen sensorik Umum saraf Trigeminal . Busur eferen terjadi melalui saraf wajah. Refleks berkedip konsensual melibatkan kedua mata sebagai respon terhadap rangsangan dari satu mata. Hal ini disebabkan persarafan dari saraf wajah dari otot-otot ekspresi wajah, yaitu orbicularis oculi , bertanggung jawab untuk berkedip. Dengan demikian, refleks kornea efektif tes berfungsinya kedua Saraf kranial V dan VII.

Trigeminal saraf

Saraf trigeminal (kelima saraf kranial , juga disebut saraf kelima, atau hanya CNV atau CN5) bertanggung jawab untuk sensasi di wajah. Informasi sensorik dari wajah dan tubuh diproses oleh jalur paralel dalam sistem saraf pusat.

Saraf kelima adalah terutama saraf sensorik, tetapi juga memiliki fungsi motorik tertentu (menggigit, mengunyah, dan menelan). Pembagian motor saraf trigeminal berasal dari piring basal dari embrio pons , sementara divisi sensorik berasal dari krista neural tengkorak . Fungsi Fungsi sensorik dari saraf trigeminal adalah untuk memberikan sentuhan, proprioseptif , dan nociceptive afference dari wajah dan mulut. Fungsi motorik mengaktifkan otot-otot pengunyahan , yang tensor timpani , tensor Veli palatini , mylohyoid , dan perut anterior digastric . Anatomi Peripheral Distribusi dermatom saraf trigeminal Saraf trigeminal adalah yang terbesar dari saraf kranial . Namanya adalah ("trigeminus" = tri atau tiga, dan-geminus atau kembar, kembar atau tiga kali) berasal dari fakta bahwa setiap saraf, satu di setiap sisi pons, memiliki tiga cabang utama: syaraf mata (V 1 ), yang saraf maksilaris (V 2), dan nervus mandibularis (V 3). Saraf mata dan rahang atas adalah murni sensorik. Saraf mandibula memiliki kedua fungsi sensorik dan motorik. Tiga cabang berkumpul di ganglion trigeminus (juga disebut ganglion semilunar atau ganglion gasserian), yang terletak di dalam gua Meckel , dan berisi badan sel dari serabut saraf sensorik yang masuk. Ganglion trigeminal adalah analog dengan akar dorsal ganglia dari sumsum tulang belakang, yang mengandung sel tubuh dari serat sensorik yang masuk dari seluruh tubuh. Dari ganglion trigeminal, akar sensorik tunggal besar memasuki batang otak pada tingkat pons . Berdekatan dengan akar sensorik, akar motor yang lebih kecil muncul dari pons pada tingkat yang sama. Serabut motorik melewati ganglion trigeminal dalam perjalanan mereka ke otot perifer, tetapi sel tubuh mereka berada dalam inti saraf kelima, jauh di dalam pons. Bidang distribusi kulit ( dermatom ) dari tiga cabang saraf trigeminal memiliki batas yang tajam dengan tumpang tindih relatif sedikit (tidak seperti dermatom di seluruh tubuh, yang menunjukkan tumpang tindih). Injeksi anestesi lokal seperti lidokain mengakibatkan hilangnya sensasi lengkap dari sumur-didefinisikan daerah wajah dan mulut. Misalnya, gigi pada satu sisi rahang dapat mati rasa dengan menyuntikkan nervus mandibularis. Namun,

kadang-kadang cedera atau penyakit dapat mempengaruhi proses dua atau tiga cabang saraf trigeminal, dan dalam kasus ini, cabang-cabang yang terlibat dapat disebut:

V1/v2 distribusi - mengacu pada cabang oftalmik dan rahang V2/V3 distribusi - mengacu pada cabang rahang atas dan bawah V1-V3 distribusi - mengacu pada semua tiga cabang

Hal ini juga diperhatikan bahwa saraf di sisi kiri rahang sedikit melebihi jumlah saraf di sisi kanan rahang. cabang sensorik dari saraf trigeminal

Dermatom distribusi saraf trigeminal Oftalmik itu, cabang maksila dan mandibula meninggalkan tengkorak melalui tiga terpisah foramen : yang fisura orbital superior , yang foramen rotundum dan foramen ovale . Para

mnemonik Tanding s r oom o nly dapat digunakan untuk mengingat bahwa V 1 melewati fisura orbital s uperior, V 2 melalui foramen r otundum, dan V 3 melalui foramen o lembah. [1]

N. oftalmik (V 1) membawa informasi sensorik dari kulit kepala dan dahi, kelopak mata atas, konjungtiva dan kornea mata, hidung (termasuk ujung hidung, kecuali nasi alae), mukosa hidung, sinus frontal , dan bagian dari meninges (yang dura dan pembuluh darah).

N. maksilaris (V 2) membawa informasi sensorik dari kelopak mata bawah dan pipi, yang nares dan bibir atas, gigi atas dan gusi, mukosa hidung, langit-langit dan atap faring, rahang tersebut, ethmoid sphenoid dan sinus, dan bagian meninges.

N. mandibula (V 3) membawa informasi sensorik dari bibir bawah, gigi dan gusi yang lebih rendah, dagu dan rahang, bagian telinga luar, dan bagian (kecuali sudut rahang, yang dipasok oleh C2-C3) dari meninges. Saraf membawa mandibula touch / posisi dan sakit / sensasi suhu dari mulut. Ini tidak membawa sensasi rasa (chorda tympani bertanggung jawab untuk rasa), tetapi salah satu cabang nya, nervus lingualis , membawa beberapa jenis serabut saraf yang tidak berasal dari nervus mandibularis.

Bermotor cabang dari saraf trigeminal Cabang motorik dari saraf trigeminal didistribusikan dalam nervus mandibularis . Serat ini berasal dari inti motorik saraf kelima, yang terletak dekat nukleus trigeminal utama di pons. Saraf motorik secara fungsional sangat berbeda dari saraf sensorik, dan asosiasi mereka di cabang-cabang saraf perifer mandibula lebih merupakan masalah kenyamanan daripada kebutuhan. Dalam anatomi klasik, saraf trigeminal dikatakan telah umum somatik aferen (sensorik) komponen, serta eferen viseral khusus (motor) komponen. Cabang motor kontrol saraf trigeminal gerakan delapan otot, termasuk empat otot-otot pengunyahan .

Otot-otot pengunyahan masseter temporalis

pterygoideus medial lateral yang pterygoideus

Lainnya Veli tensor palatini mylohyoid perut anterior digastric tensor timpani

Dengan pengecualian tensor timpani, semua otot-otot yang terlibat dalam menggigit, mengunyah dan menelan. Semua memiliki perwakilan kortikal bilateral. Sebuah lesi sentral (misalnya, stroke yang ), tidak peduli seberapa besar, tidak mungkin untuk menghasilkan defisit diamati. Cedera pada saraf perifer dapat menyebabkan kelumpuhan otot-otot pada satu sisi rahang. Rahang menyimpang ke sisi lumpuh ketika membuka. Ini arah mandibula adalah karena tindakan pterygoids normal pada sisi yang berlawanan. Anatomi Tengah Saraf kelima adalah terutama saraf sensorik. Anatomi sensasi di wajah dan mulut adalah subjek dari sisa artikel ini. Latar belakang informasi pada sensasi ditinjau, diikuti dengan ringkasan dari jalur sensorik pusat. Anatomi sentral saraf kelima kemudian dibahas secara rinci. Sensasi Artikel utama: sistem somatosensori Ada dua tipe dasar sensasi: touch / posisi dan nyeri / suhu. Mereka dibedakan, berbicara kasar, oleh kenyataan bahwa sentuhan / posisi input datang ke perhatian segera, sedangkan nyeri / suhu masukan mencapai tingkat kesadaran hanya setelah penundaan kentara. Pikirkan menginjak pin. Ada kesadaran segera menginjak sesuatu, namun butuh beberapa saat sebelum mulai sakit. Secara umum, sentuh / informasi posisi dibawa oleh myelinated (cepat-melakukan) serabut saraf, sedangkan nyeri / suhu informasi yang dibawa oleh unmyelinated (lambat-melakukan) serabut saraf. Reseptor sensorik utama untuk touch / posisi ( korpuskel Meissner itu ,

reseptor Merkel , Pacinian sel-sel , sel-sel Ruffini itu , reseptor rambut , otot organ spindle , golgi organ tendon ) secara struktural lebih kompleks daripada reseptor primitif untuk nyeri / suhu, yang ujung saraf telanjang . The "sensasi" istilah, seperti yang digunakan dalam artikel ini, mengacu pada persepsi sadar sentuhan / posisi dan nyeri / informasi suhu. Ini tidak mengacu pada apa yang disebut "indera khusus" (bau, penglihatan, rasa, pendengaran dan keseimbangan), yang diproses oleh saraf kranial yang berbeda dan dikirim ke korteks serebral melalui jalur yang berbeda. Persepsi dari medan magnet, medan listrik, getaran frekuensi rendah dan radiasi inframerah oleh vertebrata bukan manusia tertentu diproses oleh setara dengan saraf kranial kelima dalam hewan-hewan ini. "Sentuhan" istilah, seperti yang digunakan dalam artikel ini, mengacu pada persepsi rinci, informasi taktil lokal, seperti dua titik diskriminasi (perbedaan antara menyentuh satu titik dan dua titik berdekatan) atau perbedaan antara nilai amplas ( kasar, menengah dan halus). Orang yang kekurangan sentuhan / posisi persepsi masih bisa "merasa" permukaan tubuh mereka, dan karena itu dapat merasakan "sentuhan" dalam minyak mentah, ya-atau-tidak ada cara, tetapi mereka tidak detail persepsi kaya yang biasanya kita alami. "Posisi" istilah, seperti yang digunakan dalam artikel ini, mengacu pada sadar proprioception . Proprioceptors ( organ spindel otot dan organ tendon Golgi ) memberikan informasi tentang posisi sendi dan pergerakan otot. Banyak dari informasi ini diproses pada tingkat sadar (terutama oleh serebelum dan vestibular inti). Namun, beberapa informasi ini tersedia pada tingkat sadar. Dua jenis sensasi pada manusia, sentuhan / posisi dan nyeri / suhu, diproses oleh jalur yang berbeda dalam sistem saraf pusat. Perbedaan ini sulit-kabel, dan dipertahankan sepanjang jalan ke korteks serebral. Dalam korteks serebral, sensasi lebih lanjut terprogram untuk (berhubungan dengan) daerah kortikal lainnya. Jalur Sensorik Jalur sensoris dari pinggiran ke korteks diringkas di bawah ini. Ada jalur terpisah untuk touch / posisi sensasi dan nyeri / sensasi suhu. Semua informasi sensorik yang dikirim ke inti tertentu di talamus . Thalamic inti, pada gilirannya, mengirimkan informasi ke daerah-daerah tertentu di korteks serebral .

Masing-masing jalur terdiri dari tiga bundel serabut saraf, yang dihubungkan bersama dalam seri: Perlu dicatat bahwa neuron sekunder di setiap jalur decussate (menyeberang ke sisi lain dari sumsum tulang belakang atau batang otak). Alasan untuk ini adalah karena awalnya Spinal Cord bentuk segmentally. Kemudian, serat decussated menjangkau dan menghubungkan segmen dengan Pusat Tinggi. Alasan utama untuk decussation adalah bahwa kiasma optik terjadi (serat hidung salib saraf optik sehingga setiap belahan otak menerima visi kontralateral) dan untuk menjaga koneksi interneuronal pendek (bertanggung jawab untuk memproses informasi) semua jalur sensorik dan motorik berkumpul dan divergen masing-masing untuk belahan kontralateral. (Courtesy H. Balram Krishna, kutipan dari manual Cunningham Anatomi Praktis) Jalur sensorik sering digambarkan sebagai rantai neuron individu dihubungkan secara seri. Ini terlalu menyederhanakan. Informasi sensorik diproses dan dimodifikasi pada setiap tingkat dalam rantai dengan interneuron dan masukan dari daerah lain dari sistem saraf. Sebagai contoh, sel-sel dalam nukleus trigeminal utama ("V Utama" dalam diagram) menerima input (tidak ditampilkan) dari formasi reticular dan dari korteks serebral. Informasi ini memberikan kontribusi ke output akhir dari sel-sel dalam V Utama ke talamus. C S segmen VPL SI VM MD IL VPM Utama V Spinal V = segmen serviks. = sacral. = nukleus posterolateral ventral . = somatosensori korteks primer . = korteks prefrontal ventromedial . = nukleus dorsal medial thalamic . = Intralaminar nukleus . = nukleus posteromedial Ventral . = nukleus trigeminal Utama . = nukleus trigeminal spinalis .

Touch / informasi posisi dari tubuh dibawa ke thalamus oleh lemniscus medial ; touch / informasi posisi dari wajah dibawa ke thalamus oleh lemniscus trigeminus . Nyeri / suhu

informasi dari tubuh dibawa ke thalamus oleh spinothalamic tract , sakit / informasi suhu dari wajah dibawa ke thalamus oleh saluran trigeminothalamic (juga disebut saluran quintothalamic). Persiapan untuk sentuhan / posisi sensasi dari wajah dan tubuh bergabung bersama di batang otak. Sebuah peta touch / posisi tunggal sensorik dari seluruh tubuh diproyeksikan ke thalamus. Demikian juga, jalur untuk rasa sakit / sensasi suhu dari wajah dan tubuh bergabung bersama di batang otak. Sebuah peta nyeri / suhu tunggal sensorik dari seluruh tubuh diproyeksikan ke thalamus. Dari thalamus, sentuhan / posisi dan nyeri / informasi suhu diproyeksikan ke berbagai daerah dari korteks serebral. Tepatnya di mana, kapan, dan bagaimana informasi ini menjadi sadar sepenuhnya di luar pemahaman kita pada saat ini. Penjelasan kesadaran adalah salah satu misteri yang belum terpecahkan besar dalam ilmu pengetahuan. Rincian jalur yang menghubungkan tubuh bagian bawah ke korteks serebral berada di luar lingkup artikel ini. Rincian jalur yang menghubungkan wajah dan mulut ke korteks serebral dibahas di bawah ini. Nukleus Trigeminal

Inti batang otak: Merah = Bermotor; Biru = Sensory; Dark Blue Inti = Trigeminal

Hal ini tidak dihargai secara luas bahwa semua informasi sensorik dari wajah (semua informasi touch / posisi dan semua informasi nyeri / suhu) akan dikirim ke nukleus trigeminal.Dalam anatomi klasik, sebagian besar informasi sensorik dari wajah dibawa oleh saraf kelima, namun sensasi dari bagian-bagian tertentu dari mulut, bagian-bagian tertentu dari telinga dan bagian-bagian tertentu dari meninges dibawa oleh "somatik umum aferen" serat dalam saraf kranial VII (yang nervus facialis ), IX (yang saraf glossopharingeus ) dan X ( saraf vagus ). Tanpa pengecualian, bagaimanapun, semua serabut sensoris dari saraf tersebut berhenti dalam nukleus trigeminal. Pada memasuki batang otak, serabut sensoris dari V, VII, IX, dan X akan diurutkan keluar dan dikirim ke inti trigeminal, yang dengan demikian mengandung peta sensorik lengkap dari wajah dan mulut. Para mitra tulang belakang dari inti trigeminus (sel-sel di cornu dorsalis dan kolom dorsal inti dari sumsum tulang belakang) berisi peta sensorik lengkap dari seluruh tubuh. Inti trigeminal meluas di seluruh seluruh batang otak, otak tengah ke dari medula, dan terus ke kabel serviks, di mana ia bergabung dengan sel tanduk dorsal sumsum tulang belakang. Inti anatomi dibagi menjadi tiga bagian, terlihat di bagian mikroskopis dari batang otak. Dari ekor untuk rostral (yaitu, naik dari medula ke otak tengah) mereka adalah tulang belakang trigeminal inti, inti trigeminal utama, dan nukleus trigeminal mesensefalik. Tiga bagian dari inti trigeminal menerima berbagai jenis informasi sensorik. Inti trigeminal spinalis menerima nyeri / suhu serat. Inti utama trigeminal menerima sentuhan / posisi serat. Inti serat mesensefalik menerima proprioceptor dan mechanoreceptor dari rahang dan gigi. Nukleus Trigeminal Spinal Para nukleus trigeminal spinalis merupakan nyeri / sensasi suhu dari wajah. Nyeri / suhu serat dari perifer nociceptors dilakukan dalam saraf kranial V, VII, IX, dan X. Pada saat memasuki batang otak, serat sensorik yang dikelompokkan bersama dan dikirim ke inti tulang belakang trigeminal. Ini bundel serat masuk dapat diidentifikasi dalam penampang pons dan medula spinalis sebagai saluran inti trigeminal, yang sejajar tulang belakang trigeminal inti itu sendiri. Saluran tulang belakang dari V adalah analog dengan, dan berkesinambungan dengan, saluran Lissauer yang di sumsum tulang belakang. Inti trigeminal spinalis berisi peta nyeri / suhu sensorik dari wajah dan mulut. Dari nukleus trigeminal tulang belakang, serat sekunder melintasi garis tengah dan naik di lemniscus trigeminal ke thalamus kontralateral. Para lemniscus trigeminal berjalan sejajar dengan

lemniscus medial , yang membawa rasa sakit / temperatur informasi ke thalamus dari seluruh tubuh. Nyeri / suhu serat yang dikirim ke beberapa thalamic inti. Seperti dibahas di bawah, pengolahan pusat nyeri / temperatur informasi sangat berbeda dari pengolahan pusat touch / informasi posisi. representasi Somatotopic

Kulit bawang distribusi saraf trigeminal Persis bagaimana rasa sakit / suhu serat dari wajah didistribusikan ke inti tulang belakang trigeminal telah menjadi subyek kontroversi. Pemahaman ini adalah bahwa semua informasi nyeri / suhu dari semua area tubuh manusia diwakili (di sumsum tulang belakang dan batang otak) dengan cara, naik ekor-ke-rostral. Informasi dari ekstremitas bawah diwakili di sumsum lumbal. Informasi dari ekstremitas atas direpresentasikan dalam kabel dada. Informasi dari leher dan bagian belakang kepala diwakili dalam kabel serviks. Informasi dari wajah dan mulut diwakili dalam nukleus trigeminal tulang belakang. Dalam nukleus trigeminal tulang belakang, informasi diwakili dalam mode kulit bawang. Tingkat terendah dari inti (di sumsum serviks atas dan bawah medula) mewakili daerah perifer dari wajah (kulit kepala, telinga dan dagu). Tingkat yang lebih tinggi (di medula atas) mewakili daerah yang lebih sentral (hidung, pipi, bibir). Tingkat tertinggi (di pons) mewakili mulut, gigi, dan rongga faring. Distribusi kulit bawang sama sekali berbeda dari distribusi dermatom cabang perifer saraf kelima. Lesi yang menghancurkan daerah yang lebih rendah dari nukleus trigeminal tulang belakang (tapi yang cadangan daerah yang lebih tinggi) melestarikan sakit / sensasi suhu di hidung (V 1), bibir atas (V 2) dan mulut (V 3) sementara menghilangkan rasa sakit / sensasi

suhu dari dahi (V 1), pipi (V 2) dan dagu (V 3). Analgesia dalam distribusi ini adalah "nonphysiologic" dalam arti tradisional, karena menyilang beberapa dermatom. Namun demikian, analgesia persis distribusi ini ditemukan pada manusia setelah sectioning bedah saluran tulang belakang dari inti trigeminus. Inti trigeminal spinalis mengirimkan nyeri / temperatur informasi ke thalamus . Hal ini juga mengirimkan informasi ke mesencephalon dan formasi reticular batang otak. Jalur terakhir ini analog dengan saluran spinomesencephalic dan spinoreticular dari sumsum tulang belakang, yang mengirimkan rasa sakit / suhu informasi dari seluruh tubuh ke daerah yang sama. Mesencephalon yang memodulasi masukan menyakitkan sebelum mencapai tingkat kesadaran. Formasi reticular bertanggung jawab untuk orientasi (sadar) otomatis dari tubuh terhadap rangsangan yang menyakitkan. Nukleus trigeminal Utama Para nukleus trigeminal utama mewakili touch / posisi sensasi dari wajah. Hal ini terletak di pons, dekat lokasi masuknya saraf kelima. Serat membawa membawa touch / informasi posisi dari wajah dan mulut (melalui saraf kranial V, VII, IX, dan X) dikirim ke inti trigeminus utama ketika mereka memasuki batang otak. Inti trigeminus utama berisi peta sentuhan / posisi sensorik dari wajah dan mulut, seperti trigeminal inti tulang belakang berisi rasa sakit yang lengkap / peta suhu. Inti utama adalah analog dengan kolom dorsal inti (yang gracile dan cuneate inti) dari sumsum tulang belakang, yang berisi peta sentuhan / posisi dari sisa tubuh. Dari nukleus trigeminal utama, serat sekunder melintasi garis tengah dan naik di lemniscus trigeminal ke kontralateral talamus . Para lemniscus trigeminal berjalan sejajar dengan leminscus medial , yang membawa sentuhan / informasi posisi dari sisa tubuh untuk thalamus. Beberapa informasi sensorik dari gigi dan rahang yang dikirim dari nukleus trigeminal utama untuk thalamus ipsilateral, melalui kecil saluran trigeminus dorsal . Jadi touch / informasi posisi dari gigi dan rahang diwakili bilateral di talamus (dan karenanya di korteks). Alasan untuk ini pengolahan khusus dibahas di bawah ini. Nukleus trigeminal mesensefalik Para nukleus trigeminal mesensefalik tidak benar-benar sebuah "inti." Sebaliknya, itu adalah ganglion sensorik (seperti ganglion trigeminus) yang terjadi yang akan tertanam di batang

otak. The "inti" mesensefalik adalah satu-satunya pengecualian dari aturan umum bahwa informasi sensorik melewati ganglia sensoris perifer sebelum memasuki sistem saraf pusat. Hanya jenis tertentu dari serat sensorik memiliki tubuh sel dalam nukleus mesensefalik: proprioceptor serat dari serat rahang dan mechanoreceptor dari gigi. Beberapa serat masuk ke inti motor V, sehingga seluruhnya melewati jalur untuk persepsi sadar. Para refleks brengsek rahang adalah sebuah contoh. Tapping rahang memunculkan refleks penutupan rahang, persis dengan cara yang sama bahwa menekan lutut memunculkan tendangan refleks kaki bagian bawah. Serat yang masuk lainnya dari gigi dan rahang pergi ke inti utama V. Seperti disebutkan di atas, informasi ini diproyeksikan bilateral ke talamus. Ini tersedia untuk persepsi sadar. Kegiatan seperti menggigit, mengunyah dan menelan memerlukan simetris, koordinasi simultan dari kedua sisi tubuh. Mereka pada dasarnya kegiatan otomatis, yang kita membayar sedikit perhatian sadar. Mereka melibatkan komponen sensorik (umpan balik tentang touch / posisi) yang diproses pada tingkat yang sebagian besar tidak sadar. Anatomi yang tidak biasa "V mesensefalik" telah ditemukan di semua vertebrata , dengan pengecualian lamprey dan hagfishes . Lamprey dan hagfishes adalah vertebrata hanya tanpa rahang. Hal ini jelas, karena itu, bahwa informasi tentang menggigit, mengunyah dan menelan dipilih untuk pengolahan khusus di batang otak vertebrata, khususnya dalam inti mesensefalik. Lamprey dan hagfishes memiliki sel dalam brainstems mereka yang dapat diidentifikasi sebagai prekursor evoutionary dari inti mesensefalik. Ini "internal ganglion" sel ditemukan di bagian akhir abad ke-19 oleh seorang mahasiswa kedokteran muda bernama Sigmund Freud . Persiapan ke thalamus dan korteks Kami telah mendefinisikan sensasi sebagai persepsi sadar sentuhan / proprioception dan rasa sakit / informasi suhu. Dengan satu-satunya pengecualian penciuman, semua masukan sensorik (sentuhan / posisi, nyeri / suhu, penglihatan, rasa, pendengaran, dan keseimbangan) dikirim ke thalamus sebelum dikirim ke korteks. Thalamus secara anatomis dibagi menjadi sejumlah inti yang terpisah. Inti thalamic terlibat dalam sensasi, dan proyeksi kortikal mereka, akan dibahas di bawah. Sentuh / posisi sensasi

Para homunculus sensorik Touch / informasi posisi dari tubuh dikirim ke nukleus posterolateral ventral (VPL) dari talamus. Touch / informasi posisi dari wajah tersebut dikirim ke inti posteromedial ventral (VPM) dari talamus. Dari VPL dan VPM, informasi diproyeksikan ke korteks sensorik primer (SI) di gyrus postcentral dari lobus parietalis . Penyajian informasi sensorik dalam SI diatur somatotopically. Daerah sekitarnya dalam tubuh diwakili oleh daerah-daerah berdekatan di korteks. Ketika bagian tubuh tertarik dalam proporsi kepadatan persarafan mereka, bagaimanapun, hasilnya adalah "orang kecil," aneh terdistorsi sensorik homunculus . Banyak buku teks klasik mereproduksi Penfield diagram-Rasmussen, yang sekarang usang. Misalnya, jari kaki dan alat kelamin ditunjukkan dalam diagram klasik pada permukaan mesial korteks, padahal sebenarnya mereka diwakili pada kecembungan ini.
[3]

Apa yang

lebih penting, diagram klasik menyiratkan peta sensorik tunggal utama tubuh, padahal sebenarnya ada beberapa peta utama. Setidaknya empat terpisah, homunculi sensorik anatomis yang berbeda telah diidentifikasi dalam SI. Mereka mewakili berbagai campuran masukan dari reseptor permukaan, reseptor dalam, cepat beradaptasi reseptor, dan perlahan-lahan beradaptasi reseptor perifer. Sebagai contoh, benda halus akan mengaktifkan sel-sel tertentu, sedangkan benda bermata akan mengaktifkan sel-sel lain. Informasi dari semua empat peta dalam korteks sensorik primer (SI) adalah dikirim ke korteks sensorik sekunder (SII) di lobus parietalis. SII berisi dua homunculi lebih sensorik.

Secara umum, informasi dari satu sisi tubuh diwakili di sisi berlawanan dalam SI, tetapi pada kedua belah pihak dalam SII. Pencitraan MRI fungsional dari stimulus yang ditetapkan (misalnya, membelai kulit dengan sikat gigi) "menyala" satu fokus dalam SI dan dua fokus di SII. Sensasi Nyeri / suhu Nyeri / informasi suhu yang dikirim ke VPL (tubuh) dan VPM (wajah) dari thalamus (inti yang sama yang menerima sentuhan / informasi posisi). Dari thalamus, nyeri / suhu dan sentuhan / informasi posisi diproyeksikan ke SI. Dalam kontras dengan menyentuh / informasi posisi, bagaimanapun, nyeri / temperatur informasi juga dikirimkan ke inti thalamic lain, dan diproyeksikan ke area tambahan dari korteks serebral. Beberapa nyeri / suhu serat yang dikirim ke nukleus dorsal medial thalamic (MD), proyek mana yang akan anterior cingulate cortex. Serat lainnya dikirim ke inti (VM) ventromedial dari thalamus, yang proyek ke korteks picik. Akhirnya, beberapa serat dikirim ke intralaminar inti (IL) dari thalamus melalui formasi reticular . Proyek IL difus ke seluruh bagian dari korteks serebral. Para insula dan cingulate cortex adalah daerah otak yang mewakili persepsi kita dari sentuhan / posisi dan nyeri / suhu dalam konteks persepsi simultan lain (penglihatan, penciuman, rasa, pendengaran dan keseimbangan), dan dalam konteks ingatan kita dan menyajikan emosional negara. Perlu dicatat bahwa nyeri perifer / suhu informasi yang disalurkan langsung ke otak pada tingkat mendalam, tanpa pengolahan sebelumnya. Hal ini kontras tajam dengan cara yang menyentuh / informasi posisi ditangani. Proyeksi thalamic berdifusi dari IL dan inti thalamic lainnya bertanggung jawab untuk keseluruhan tingkat kesadaran seseorang. Thalamus dan formasi reticular "mengaktifkan" seluruh otak. Perlu dicatat bahwa nyeri perifer / suhu informasi feed langsung ke dalam sistem ini juga. Ringkasan Pengolahan kompleks nyeri / temperatur informasi di thalamus dan korteks serebral (sebagai lawan dari pengolahan, relatif sederhana langsung dari sentuhan / informasi posisi) mencerminkan sistem, filogenetis tua sensorik yang lebih primitif. Informasi, kaya rinci kami terima dari perifer touch / posisi reseptor ditumpangkan pada latar belakang kesadaran, memori dan emosi yang diatur, sebagian, dengan nyeri perifer / reseptor temperatur.

Yang menjadi batasan untuk sentuhan / posisi persepsi relatif mudah untuk mengukur, dan mirip dalam semua manusia. Yang menjadi batasan untuk nyeri / persepsi suhu sulit untuk mendefinisikan dan bahkan lebih sulit untuk diukur. "Touch" adalah sensasi obyektif. "Nyeri" adalah sensasi, sangat individual pribadi yang sangat bervariasi antara orang yang berbeda. Hal ini dikondisikan oleh kenangan mereka dan dengan emosi mereka. Perbedaan mendasar antara anatomi jalur untuk sentuhan / posisi persepsi dan rasa sakit / sensasi suhu membantu menjelaskan mengapa nyeri, nyeri terutama kronis, sangat sulit untuk mengelola. Sindrom Wallenberg Wallenberg sindrom (juga disebut sindrom medula lateral) adalah demonstrasi klinis klasik anatomi saraf kelima. Ini memberikan ringkasan yang bermanfaat poin penting tentang pengolahan informasi sensorik dengan saraf trigeminal. Sebuah Stroke biasanya menyerang hanya satu sisi tubuh. Jika stroke menyebabkan hilangnya sensasi, defisit akan lateralized ke sisi kanan atau sisi kiri tubuh. Satu-satunya pengecualian untuk aturan ini adalah lesi saraf tertentu tulang belakang dan sindrom meduler, yang Wallenberg sindrom adalah contoh yang paling terkenal. Dalam sindrom Wallenberg, stroke menyebabkan hilangnya rasa sakit / sensasi suhu dari satu sisi wajah dan sisi lain dari tubuh. Penjelasan melibatkan anatomi batang otak. Di medula, spinothalamic tract ascending (yang membawa nyeri / suhu informasi dari sisi berlawanan dari tubuh) berdekatan dengan saluran tulang belakang turun dari saraf kelima (yang membawa nyeri / suhu informasi dari sisi yang sama dari wajah). Sebuah stroke yang memotong suplai darah ke daerah ini (misalnya, gumpalan di arteri cerebellum posterior inferior) menghancurkan kedua saluran secara bersamaan. Hasilnya adalah hilangnya rasa sakit / suhu sensasi (tapi tidak menyentuh / posisi sensasi) dalam suatu pola yang unik "kotak-kotak" (wajah ipsilateral, tubuh kontralateral) yang sepenuhnya diagnostik.

Tabel 1. Segmental Deskripsi saraf wajah dan Koneksi Tengah

Panjang, Segmen Lokasi mm

Supranuclear Batang otak

Serebral korteks Inti motorik nervus facialis, inti salivatory unggul tractus solitarius

NA NA

Meatal segmen Labirin segmen Timpani segmen Mastoid segmen Extratemporal segmen

Batang otak ke internal kanal auditori (IAC) Fundus dari IAC untuk absen wajah Geniculate ganglion untuk keunggulan piramida Piramidal proses untuk foramen stylomastoideum Stylomastoideum Foramen untuk anserinus pes

13-15 3-4 8-11 10-14 15-20

Tujuan dari artikel ini adalah untuk meninjau secara singkat anatomi saraf wajah di masingmasing segmen dan mengikuti saraf dari asal yang paling proksimal ke organ akhir, yaitu, otot-otot ekspresi wajah.

REFERENSI

http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&rurl=translate. google.co.id&u=http://reference.medscape.com/druginteractionchecker&usg=ALkJrhiLhlDVpShrmbwMPzI-Ocs2PBiTGA http://en.wikipedia.org/wiki/Facial_nerve http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&rurl=translate. google.co.id&u=http://emedicine.medscape.com/&usg=ALkJrhhm2AG-A6UHZygsZBXEIRF8YNLZg

Blumenfeld H. Neuroanatomy Melalui Kasus klinis. Sinauer Associates, Inc 2002. A. Anatomi Brodal neurologis dalam Kaitannya dengan Clinical Medicine, 3rd ed. Universitas Oxford tekan, 1981. Brodal P. Central Nervous System. Oxford University Press, 2004. Carpenter MB, Sutin J. Manusia Neuroanatomy, 8 ed. Williams & Wilkins, 1983. DeJong, RN. Para neurologis Pemeriksaan, 3rd ed. Hoeber, 1970. Kandel ER, Schwartz JH, Jessell TM. Prinsip Neural Science, 4th ed. McGraw-Hill, 2000. Martin JH. Neuroanatomy Teks dan Atlas, 3rd ed. McGraw-Hill, 2003. Patten J. Diagnosa Diferensial Neurologis, 2nd ed. Springer, 1996. Ropper, AH, Brown RH. Adam dan Prinsip Victor Neurology, 8 ed. McGraw-Hill, 2001. Wilson-Pauwels, L, Akesson, EJ, Stewart, PA. Saraf kranial: Anatomi dan Klinik Komentar. SM Decker Inc, 1998.