Anda di halaman 1dari 24

BAB 1 Pendahuluan A .

Latar Belakang
Hak kekayaan intelektual dewasa ini telah menjadi isu internasional disamping isu HAM , terorisme dan demokrasi. Indonesia sebagai salah satu negara yang telah meratifikasi kenvensi WTO dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 yang termasuk didalamnya Agremeent on Trade Related Aspects of Intellectual Proferty Right (TRIPs) , dan beberapa konvensi internasional lainnya. Konsekuensinya Indonesia harus menyesuaikan peraturan perundangundangan HKI dengan konvensi internasional .Hak cipta diatur dengan UndangUndang No 7 Tahun 1987 tentang perubahan atas Undang-Undang No 6 Tahun 1982 , dan disempurnakan dengan Undang-Undsang No 12 Tahun 1997 , tarmasuk Tata Letak Sirkuit Terpadu diatur dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2001 dan peraturan perundang-undang lainnya yang berkaitan dengan HAKI . Dalam perkembanganya masalah HAKI mengalami banya kendala mulai subjek-subjek HAKI yang relatif sedikit yang memahami HKI dilain pihak pola pikir masyarakat untuk mendaftarkan HKI relatif masih sedikit. Sementara pelanggaran atas Hak Kekayaan Intelektual semakin meningkat mulai pembajakan karya orang lain secara tanpa hak , pemalsuan merek , mengedarkan dan menjual barang hasil pelanggaran HKI terus meningkat . Maka diperlukan kerja sama dari semua pihak didalam menanggulangi masalah ini secara komferensi dan menyeluruh . Mulai dari peningkatan sosialisasi hukum yang berkaitan dengan HKI kepada masyarakat , peningkatan kinerja aparat penegak hukum uintuk lebih bersikaf aktip dan agresif didalam menyekat perkembangan kejahatan dibidang HKI . Dalam hal itu , perkemnbangan didunia hukum HKI itu sendiri perlu ditingkatkan, tidak hanya meningkatkan pemahaman-pamahaman ,ide-ide juga

perkembangan hukum HKI itu sendiri perlu ditingkatkan untuk lebih menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat . Maka dari itu ,kami nantinya pada pembahasan ini nantinya mencoba memaparkan masalah-masalah HKI yang timbul ditengah-tengah masyarakat . Khususnya pada kesempatan ini mengenai Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang kami anggap perlu kita kaji dan pahami bersama . Sirkuit Terpadu itu sendiri adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurangkurangnya satu dari elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik .2 Sedangkan Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu.3 Kenapa hal ni dianggap perlu lita pahami dan kaji secara bersama , karena selain literatur mengenai desain tata letak sirkuit terpadu itu sendiri terbatas , pada realitanya masyarakat kelas atas masi banyak yang belum mengerti dan memahami apa itu desain tata letak sirkuit terpadu . Apa lagi dengan msyarakat menengah kebawah yang pada kenyataannya merekahlah yang banyak diambil HKI-nya .

Candra Irawan, 2003 , Hak Kekayaan Intelektual ( Interlletual Properti Rama Prabu ( Cyber Journalis ) , Ulasan Peradaban Kita "Cermin Retak

Right ) ,UNIB PRESS ,Bengkulu , Hal 1.


2

Kekayaan Intelektual , Yahoo.Com. , Hal 3 . 3Ibid ,Halaman 4.

B . Rumusan Masalah
Apa yang sebenarnya terkandung di dalam HKI dalam bidang Tata Letak Sirkuit Terpadu ? Bagaimana perlindungan hukum HKI didalam bidang Tata Letak Sirkuit Terpadu ? Bagaimana perkembangan HKI dibidang Tata Letak Sirkuit Terpadu itu sendiri di Indonesia ?

C . Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Memenuhi tugas kuliah; 2. Mendokumentasikan pemikiran melalui tulisan; 3. Mengekspresikan diri melalui karya seni tulis; 4. Meningkatkan sumber bacaan bagi mahasiswa Fakultas Hukum UNIB; 5. Menambah literatur data / buku di Fakultas Hukum UNIB; 6. Sosialisasi hukum kepada masyarakat.

BAB II Pembahasan I. Landasan Teori


Ulasan Peradaban Kita "Cermin Retak Kekayaan Intelektual" Penulis : Rama Prabu ( Cyber Journalis ) HKI merupakan hak yang berasal dari karya, karsa, dan daya cipta kemampuan intelektualitas manusia yang memiliki manfaat serta berguna dalam menunjang kehidupan manusia dan mempunyai nilai ekonomi. Bentuk nyata dari hasil karya, karsa, dan daya cipta intelektualitas manusia tersebut dapat berupa ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan sastra. Menakar pemahaman masyarakat luas tentang Hak Kekayaan Intelektual memang terasa miris, tidak untuk saling menyalahkan tapi inilah potret yang kini dipegang bangsa kita, bangsa yang kaya dengan asset dan kaya dengan karyakarya intelektual yang tinggi, tapi belum juga sadar akan pentingnya HKI. Nenek moyang kita tidaklah seluruhnya seorang pelaut seperti dalam lagu-lagu, banyak diantaranya mereka pemikir dan penemu baik sadar atau tidak sadar. Kita sepatutnya yakin dan percaya bahwa penyelamatan bangsa ini tidak hanya bertumpu pada bagaimana menjaga selat malaka dan garis terluar pulau-pulau kita, tapi kesadaran untuk mulai menata kekayaan bangsa sebagai asset nasional membutuhkan perhatian serius. Ini adalah penyelamatan karya budaya dan mabian muka peradaban bangsa kita, hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang berbudi pekerti seperti Ki. Hadjar Dewantara merumuskannya dalam arti budaya. Karena kekayaan intelektual bangsa Indonesia harus dikukuhkan. Kekayaan Intelektual dan Hak Kekayaan Intelektual Walaupun menurut Dirjen Hak Kekayaan Intelektual/HKI Prof. Abdul Bari Azed yang mengatakan akan segera merevisi UU Hak Cipta, Desain, Paten, dan Merek yang termasuk dalam HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang

meliputi manajemen koreksi hak cipta, pendefinisian ulang desain industri, dan redefinisi kategori merek, tapi secara umum kekayaan intelektual (KI) merupakan kekayaan yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia. Karyakarya yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia dapat berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Karya-karya tersebut dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia melalui curahan waktu, tenaga, pikiran, daya cipta, rasa dan karsanya. Hal tersebut yang membedakan kekayaan intelektual dengan jenis kekayaan lain yang juga dapat dimiliki oleh manusia tetapi tidak dihasilkan oleh intelektualitas manusia. Sebagai contoh, kekayaan alam berupa tanah dan atau tumbuhan yang ada di alam merupakan ciptaan dari sang Pencipta. Meskipun tanah dan atau tumbuhan dapat dimiliki oleh manusia tetapi tanah dan tumbuhan bukanlah hasil karya intelektual manusia. Kekayaan atau aset berupa karya-karya yang dihasilkan dari pemikiran atau kecerdasan manusia mempunyai nilai atau manfaat ekonomi bagi kehidupan manusia sehingga dapat dianggap juga sebagai aset komersial. Karya-karya yang dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia baik melalui curahan tenaga, pikiran dan daya cipta, rasa serta karsanya yang dapat berupa ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan sastra sudah sewajarnya diamankan dengan menumbuhkembangkan sistem perlindungan hukum atas kekayaan tersebut yang dikenal sebagai sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI). HKI merupakan cara melindungi kekayaan intelektual dengan menggunakan instrumen-instrumen hukum yang ada, yakni Hak Cipta, Paten, Merek dan Indikasi Geografis, Rahasia Dagang, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Perlindungan Varietas Tanaman. HKI merupakan hak privat (private rights) bagi seseorang yang menghasilkan suatu karya intelektual. Di sinilah ciri khas HKI, seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Hak eksklusif yang diberikan negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas)nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut

mengembangkannya. Tujuan perlindungan kekayaan intelektual melalui HKI secara umum meliputi: Pertama, Memberi kejelasan hukum mengenai hubungan antara kekayaan dengan inventor, pencipta, desainer, pemilik, pemakai, perantara yang menggunakannya, wilayah kerja pemanfaatannya dan yang menerima akibat pemanfaatan HKI untuk jangka waktu tertentu; Kedua, Memberikan penghargaan atas suatu keberhasilan dari usaha atau upaya menciptakan suatu karya intelektual; Ketuga, Mempromosikan publikasi invensi atau ciptaan dalam bentuk dokumen HKI yang terbuka bagi masyarakat; Keempat, Merangsang terciptanya upaya alih informasi melalui kekayaan intelektual serta alih teknologi melalui paten; Kelima, Memberikan perlindungan terhadap kemungkinan ditiru karena adanya jaminan dari negara bahwa pelaksanaan karya intelektual hanya diberikan kepada yang berhak. Sekapur Sirih Undang-Undang tentang Paten, Merek, Hak Cipta, Rahasia Dagang, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Desain Industri, Perlindungan Varietas Tanaman. Paten Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 Tentang Paten. Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri Invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Invensi adalah ide Inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses. Paten diberikan untuk Invensi yang baru dan mengandung langkah inventif serta dapat diterapkan dalam industri. Suatu Invensi mengandung langkah inventif jika Invensi tersebut bagi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu di bidang teknik merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya. Penilaian bahwa suatu Invensi merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya harus dilakukan dengan memperhatikan keahlian yang ada pada saat Permohonan diajukan atau

yang telah ada pada saat diajukan permohonan pertama dalam hal Permohonan itu diajukan dengan Hak Prioritas. Merek Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek. Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersamasama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya. Merek Kolektif adalah Merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya. Selain perlindungan terhadap Merek Dagang dan Merek Jasa, dalam Undang-undang ini diatur juga perlindungan terhadap indikasi-geografis, yaitu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang karena faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam atau faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. Selain itu juga diatur mengenai indikasi-asal. Hak Cipta Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu Ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran,

imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi. Ciptaan adalah hasil setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra. Pemegang Hak Cipta adalah Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut. Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup: a). buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain; b). ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu; c). alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan; d). lagu atau musik dengan atau tanpa teks; e). drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim; f). seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan; g). arsitektur; h). peta; i). seni batik; j). fotografi; k). sinematografi; l). terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan. Masa berlaku hak cipta itu sendiri dikatakan, ciptaan yang dimiliki oleh 2 (dua) orang atau lebih, hak cipta berlaku selama hidup pencipta yang meninggal dunia paling akhir dan berlangsung hingga 50 (lima puluh) tahun sesudahnya. Rahasia Dagang Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang. Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang. Hak Rahasia Dagang adalah hak atas rahasia dagang yang timbul berdasarkan Undang-undang ini. Lingkup perlindungan Rahasia Dagang meliputi metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di bidang teknologi dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui

oleh masyarakat umum. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu. Perlindungan hukum terhadap Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu menganut asas orisinalitas. Suatu Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dapat dianggap orisinal apabila merupakan hasil upaya intelektual Pendesain dan tidak merupakan suatu hal yang sudah bersifat umum bagi para Pendesain. Selain itu, Desain Tata Letak sebuah Sirkuit Terpadu dalam bentuk setengah jadi juga merupakan objek perlindungan dari undang-undang ini sebab sebuah Sirkuit Terpadu dalam bentuk setengah jadi dapat berfungsi secara elektronis. Perkembangan teknologi yang berkaitan dengan Sirkuit Terpadu berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, jangka waktu perlindungan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu hanya diberikan untuk masa 10 (sepuluh) tahun, yang dihitung sejak tanggal penerimaan atau sejak tanggal Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tersebut pertama kali dieksploitasi secara komersial dan tidak dapat diperpanjang. Desain Industri Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri, Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya

yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, atau komoditas industri. Perlindungan Varietas Tanaman Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Perlindungan Varietas Tanaman. Perlindungan Varietas Tanaman yang selanjutnya disingkat PVT, adalah perlindungan khusus yang diberikan negara, yang dalam hal ini diwakili oleh Pemerintah dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kantor Perlindungan Varietas Tanaman, terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Hak Perlindungan Varietas Tanaman adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia dan/atau pemegang hak Perlindungan Varietas Tanaman untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu. Varietas tanaman yang selanjutnya disebut varietas, adalah sekelompok tanaman dari suatu jenis atau spesies yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan tanaman, daun, bunga, buah, biji, dan ekspresi karakteristik genotipe atau kombinasi genotipe yang dapat membedakan dari jenis atau spesies yang sama oleh sekurang-kurangnya satu sifat yang menentukan dan apabila diperbanyak tidak mengalami perubahan. Pemuliaan tanaman adalah rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru dan mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan. Menurut Hilman dan Romadoni (2001) sistem HKI juga telah menimbulkan suatu perubahan budaya dan cara pandang suatu bangsa dengan: Satu, Mendorong dokumentasi yang baik pada kegiatan riset. Dua, Mendorong semangat kompetisi. Tiga, Mendorong kreativitas ilmuwan melalui insentif yang membuat mereka berkonsentrasi dan menjadi sejahtera sebagai peneliti tanpa harus menjadi usahawan. Empat, Menciptakan kepedulian dan perhatian pada sistem ekonomi global, karena HKI terkait dengan masalah perdagangan dan

10

perindustrian. Lima, Mendorong perlindungan hasil riset dan implementasi atau komersialisasinya. Dan Kadis Perindang Prov. Jabar menulis HKI dapat menjadi solusi atas persoalan-persoalan yang menyengkut Intelektual Property Right. HKI bukanlah penghalang tapi pembuka jalan, HKI bukanlah pengeluaran biaya tapi income, HKI bukanlah hukuman tapi peluang. (Klinik HKI, http://disperidag-jabar.go.id) Sekapur sirih diatas semoga menjadi pemicu kita untuk mulai menyiapkan diri dalam memahami lebih jauh akan arti dan guna dari hak-hak atas kekayaan intelektual yang anda miliki. Jangan ada kata terlambat dalam memulai; karena negara wajib melindungi warganya, pun warga harus tau cara mencintai produk negeri sendiri!

II. Pengertian dan Dasar Hukum


Pengertian Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yaitu : 1. Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. 2. Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu. 3. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalah hal eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut.

11

Dasar Hukum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. Lisensi * Pemegang Hak berhak memberikan Lisensi kepada pihak lain berdasarkan perjanjian Lisensi untuk melaksanakan semua perbuatan, kecuali jika diperjanjikan lain. * Pemegang hak tetap dapat melaksanakan sendiri atau memberi Lisensi kepada pihak ketiga untuk melaksanakan perbuatan, kecuali jika diperjanjikan lain. * Perjanjian Lisensi wajib dicatatkan dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. * Perjanjian Lisensi yang tidak dicatatkan dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tidak berlaku terhadap pihak ketiga. * Perjanjian Lisensi diumumkan dalam Berita Resmi Tata Letak Sirkuit Terpadu. Bentuk dan Isi Perjanjian Lisensi 1. Perjanjian Lisensi dilarang memuat ketentuan yang dapat menimbulkan akibat yang merugikan bagi perekonomian Indonesia atau memuat ketentuan yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual wajib menolak pencatatan perjanjian Lisensi yang memuat ketentuan sebagaimana

12

dimaksud dalam butir 1 di atas. 3. Ketentuan mengenai pencatatan perjanjian Lisensi diatur dengan Keputusan Presiden. Pengalihan Hak 1. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dapat beralih atau dialihkan dengan: a. pewarisan; b. hibah; c. wasiat; d. perjanjian tertulis; atau e. sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundangundangan. 2. Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu disertai dengan dokumen tentang pengalihan hak. 3. Segala bentuk pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu wajib dicatat dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang tidak dicatatkan dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tidak berakibat hukum pada pihak ketiga. 5. Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diumumkan dalam Berita Resmi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Pengalihan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tidak menghilangkan hak Pendesain untuk tetap dicantumkan nama dan identitasnya, baik dalam Sertifikat Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Berita Resmi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu maupun dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

13

Untuk mempermudahkan pengertiannya secara garis besar istilah "desain tata letak sirkuit terpadu" dibagi dua yaitu "desain tata letak" dan "sirkuit terpadu", yang masing-masing pengertiannya adalah sebagai berikut: Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang didalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu didalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan sirkuit terpadu. Persyaratan : 1. Surat Kuasa ditandatangani diatas materai Rp. 6000,2. Surat Pernyataan ditandatangani diatas materai Rp. 6000,3. Foto Copy KTP 4. Foto Copy Akte Pendirian Perusahaan yang dilegalisir (jika berbadan usaha) 5. Foto Copy NPWP (jika berbadan usaha)

III.

LINGKUP DESAIN TATA LETAK SIRKUIT TERPADU (DTLST)

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang mendapat perlindungan : 1. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diberikan untuk Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang orisinal. 2. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dinyatakan orisinal apabila desain tersebut merupakan hasil karya mandiri Pendesain, dan pada saat

14

Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tersebut dibuat tidak merupakan sesuatu yang umum bagi para Pendesain. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tidak dapat diberikan jika Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tersebut bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku, ketertiban umum, agama atau kesusilaan. a. Subyek DTLST Penemu desain tata letak sirkuit terpadu disebut pendesain. Pendesain adalah seorang atau beberapa orang yang menghasilkan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tsb. Dengan demikian yang memperoleh hak atas suatu desain selain pendesain adalah yang menerima hak tersebut dari pendesain. Yang berhak memperoleh hak DTLST adalah pendesain, atau beberapa pendesain dalam hal bekerja bersama (Pasal 5). Pasal 6 menjelaskan bahwa yang dalam hal hubungan dinas yaitu pegawai negeri dan instansi terkait adalah instansi yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan agar suatu desain yang dibuat berdasarkan pesanan , misalnya instansi pemerintah, tetap dipegang oleh instansinya selaku pemesan, kecuali diperjanjikan lain. Ketentuan ini itidak mengurangi hak pendesain untuk mengkalim haknya apabila DTLST digunakan untuk hal-hak di luar hubungan kedinasan tersebut. Bila DTLST dibuat atas hubungan kerja, yaitu hubungan di lingkungan swasta, atau hubungan individu dengan pendesain, orang yang membuat adalah pendesain dan pemegang hak, kecuali diperjanjikan lain. b. Obyek DTLS Obyek DTLST yang dilindungi adalah yang orisinial. Yang dimaksud dengan orisinal adalah apabila desain tersebut merupakan hasil karya pendesain

15

itu sendiri dan bukan merupakan tiruan dari hasil karya pendesain lain. Artinya desain tersebut merupakan hasil karya mandiri pendesain. Dan, pada saat desain itu dibuat bukan merupakan hal yang umum bagi para pendesain. Selain orisinal desain itu harus mempunyai nilai ekonomis dan dapat diterapkan dalam dunia industri secara komersial. Dasar Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diberikan atas dasar permohonan. Hak pemegang Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu 1. Pemegang Hak memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor dan/atau mengedarkan barang yang di dalamnya terdapat seluruh atau sebagian Desain yang telah diberi Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. 2. Dikecualikan dari ketentuan yang dimaksud adalah pemakaian Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu untuk kepentingan penelitian dan pendidikan sepanjang tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pemegang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

IV. Jangka Waktu Perlindungan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu


1. Perlindungan terhadap Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu diberikan kepada Pemegang Hak sejak pertama kali desain tersebut dieksploitasi secara komersial dimana pun atau sejak Tanggal Penerimaan. 2. Dalam hal Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu telah dieksploitasi secara komersial, Permohonan harus diajukan paling lama 2 (dua) tahun

16

terhitung sejak tanggal pertama kali dieksploitasi. 3. Perlindungan diberikan selama 10 (sepuluh) tahun. 4. Tanggal mulai berlakunya jangka waktu perlindungan dicatat dalam Daftar Umum Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan diumumkan dalam Berita Resmi Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

V . Contoh Kasus Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu


1. Kasus Pembajakan Software di Indonesia By admin Personal Add comments Kasus pembajakan software di indonesia terus meningkat seiring dengan meningkat SDM para pengguna softwarenya. dalam hal ini SDM pengguna software memang meningkat, tapi bukan berati kesadaran untuk menghargai hak cipta kekayaan intelektual juga meningkat, SDM yang meningkat adalah SDM yang digunakan untuk bajak membajak, SDM untuk melakukan crack pada software-software yang dibuat oleh penciptanya. terkadang Seorang lulusan sarjana komputer atau informatika pun juga hoby bajak membajak. MEDAN Berdasarkan laporan Business Software Alliance (BSA) dan International Data Corporation(IDC) dalam Annual Global Software Piracy Study 2007, Indonesia adalah negara terbesar ke-12 di dunia dengan tingkat pembajakan software. Persentasenya cukup mengkhawatirkan yakni mencapai 84 persen. Misalnya dari 100 komputer yang diteliti, sebanyak 84 buah diantaranya menggunakan softwer ilegal. Fenomena ini sangat menyedihkan karena pembajakan ini mematikan kreasi dan industri software itu sendiri, kata Perwakilan BSA Indonesia, Donny A Sheyoputra, di Medan, Selasa. Ia mengatakan, dewasa ini Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 300 perusahaan yang bergerak di sektor Teknologi Informasi (TI). Dari jumlah itu, hanya 10 perusahaan lokal yang bergerak di industri

17

software, sisanya lebih banyak berkecimpung diluar software, misalnya perusahaan sistem integrasi dan service dan perusahaan distributor produk hardware. Menurut dia, minimnya jumlah industri software di tanah air dikarenakan seluruh pengembang software lokal sangat dirugikan oleh pembajakan. Software mereka di bajak dan dijual dengan harga sekitar 4-5 dolar dipasaran, bahkan perangkat lunak yang sudah dijual dengan harga 5 dolar pun masih dibajak dan dijual dengan harga dua 2 dolar saja. Banyaknya pembajakan ini juga telah menghapus kesempatan untuk meningkatkan pendapatan industri lokal senilai 1,8 miliar dolar, katanya. Direktur Bamboomedia Cipta Persada, sebuah produser softwer lokal, Putu Sidarta, mengatakan, maraknya pembajakan software telah menyebabkan rendahnya kreativitas di industri bidang software ini. Berdasarkan laporan para distributor kami diseluruh Indonesia, software Bamboomedia telah banyak dibajak. Jika produk asli dijual dengan harga Rp45.000, maka produk bajakannya hanya dijual dipasaran Rp2.500,katanya. ant/ahi. 2. Perlindungan Layout-Desain Sirkuit Terpadu di Pakistan Pakistan sebagai anggota WTO dan penandatangan Persetujuan

Perdagangan Terkait Aspek Hak Kekayaan Intelektual ("Perjanjian TRIPs") melakukan di Maroko pada tahun 1995 untuk membuat undang-undang untuk memasukkan, antara lain, Bagian 35-38 dari Perjanjian TRIPs yang diperlukan Pakistan untuk membuat ketentuan-ketentuan untuk melindungi-Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu sesuai dengan Perjanjian tentang HAKI atas Rangkaian Elektronik Terpadu ("IPIC Perjanjian") dan Perjanjian TRIPs. Kami sangat senang untuk memberitahu Anda bahwa pada tanggal 12 September 2001 Presiden Pakistan diundangkan Layout Terdaftar-Desain Sirkuit Terpadu Ordonansi, 2001 yang sesuai dengan TRIPs 'dan persyaratan IPIC Perjanjian's

18

Ketentuan ini berhubungan dengan undang-undang, antara lain, definisi "sirkuit terpadu" dan "layout-desain", persyaratan untuk perlindungan, hak eksklusif, obat dalam kasus pelanggaran, serta eksploitasi dan pendaftaran. Ketika sebuah layout-desain terdaftar menurut Undang-undang, hakpemegang memperoleh sebuah monopoli eksklusif mereproduksi desain layoutterdaftar secara keseluruhan atau sebagian daripadanya di Pakistan dan memperoleh hak untuk membatasi setiap orang yang tidak sah dari mengimpor, menjual atau penyebaran untuk tujuan komersial tata letak desain-terdaftar, atau sirkuit terpadu di mana tata letak desain-terdaftar didirikan atau artikel dilengkapi seperti sirkuit terpadu di sejauh terus direproduksi sah mengandung desain layout. Definisi: Pasal 2 (c) Undang-undang mendefinisikan sirkuit terpadu berarti "sebuah produk dalam bentuk akhir atau bentuk peralihan, di mana elemen-elemen, setidaknya salah satunya adalah elemen aktif, dan beberapa atau semua interkoneksi adalah integral dibentuk dalam atau pada sepotong bahan yang dimaksudkan untuk melakukan fungsi elektronik ". Pasal 2 (d) Undang-undang mendefinisikan layout-desain untuk berarti "tiga disposisi dimensi, apapun menyatakan, dari unsur-unsur, setidaknya salah satunya merupakan elemen aktif dan dari beberapa atau semua interkoneksi dari sirkuit terpadu atau seperti disposisi tiga dimensi dipersiapkan untuk sirkuit terpadu yang dimaksudkan untuk pembuatan. Kedua definisi ini dekat dengan definisi yang ditentukan oleh Pasal 2 (i) IPIC Perjanjian. Pendaftaran: Ordonansi ini memerlukan pendaftaran wajib sebelum perlindungan apapun yang diberikan kepada pemegang kanan . Bagian 7 dari Ordonansi menggambarkan proses perolehan Pendaftaran tersebut . Hal ini membutuhkan sebuah aplikasi untuk pendaftaran desain-tata letak yang akan diajukan di Kantor Paten .

19

Ini menyatakan bahwa permohonan pendaftaran desain-layout dapat diajukan hanya jika desain layout belum dieksploitasi secara komersial atau telah komersial dieksploitasi setiap tempat di dunia untuk tidak lebih dari dua tahun. The Ordinance requires an application for registration to contain,- Undang-undang mengharuskan permohonan pendaftaran mengandung, (I) permohonan pendaftaran desain tata letak dan penunjukan singkat dan tepat daripadanya . (II) nama, alamat, kebangsaan dan jika berbeda dari alamat, tempat tinggal kebiasaan pemohon. Semua aplikasi ini harus disertai oleh : (I) Surat kuasa, penunjukan wakil pemohon, jika ada (pelamar nonpenduduk diwajibkan untuk diwakili oleh penduduk praktisi hukum dan berlatih di Pakistan). (II) Salinan gambar dari desain tata letak dan sampel dari sirkuit terintegrasi bersama dengan informasi mendefinisikan fungsi elektronik yang sirkuit terpadu dimaksudkan untuk melakukan, bagaimanapun, pemohon dapat menghilangkan bagian-bagian seperti salinan atau gambar yang berkaitan dengan cara pembuatan sirkuit terpadu, asalkan bagian-bagian disampaikan adalah cukup untuk memungkinkan identifikasi dari desain-tata letak. (III) Pembayaran biaya yang ditentukan kepada Kantor Paten. (IV) Menentukan tanggal eksploitasi komersial pertama dari desain-tata letak suatu tempat di dunia (jika demikian), dan (V) Memberikan keterangan yang menentukan hak pemohon. Pengaruh Perlindungan Undang-undang baru ini memberikan bahwa tindakan-tindakan berikut ini akan melanggar hukum jika dilakukan tanpa ijin dari pemegang kanan, yaitu; (I) Reproduksi, apakah dengan dipasang pada suatu sirkuit terpadu atau sebaliknya, desain tata letak terdaftar secara keseluruhan atau

20

sebagian daripadanya, kecuali tindakan reproduksi bagian yang tidak sesuai dengan persyaratan orisinalitas; dan (II) Mengimpor, menjual atau mendistribusikan untuk tujuan komersial desain layout terdaftar, atau sirkuit terpadu di mana tata letak desainterdaftar didirikan atau artikel dilengkapi seperti sirkuit terpadu di sejauh terus mengandung melawan hukum direproduksi tata letak -desain. Pelanggaran dan Penegakan Hak Undang-undang ini ditentukan obat pidana sipil maupun terhadap pelanggaran hak-hak eksklusif dari pemegang kanan. Ini menyediakan pelanggaran yang akan terdiri dari kinerja dari setiap tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh pemegang-kanan (lihat "Pengaruh Perlindungan" di atas). Undang-undang mengatur bahwa atas permintaan pemegang hak, atau lisensinya jika nanti telah meminta pemegang hak untuk melakukan proses pengadilan untuk bantuan khusus dan pemegang hak menolak atau gagal untuk melakukannya dalam jangka waktu yang wajar, Pengadilan Negeri dapat memberikan dan perintah untuk mencegah pelanggaran atau pelanggaran dekat dan kerusakan penghargaan dan memberikan jaminan obat lain yang diatur dalam hukum yang relevan yang berlaku. Pelanggaran dan Sanksi Undang-undang mengatur bahwa setiap orang yang, tanpa izin, dengan sengaja melakukan tindakan apapun yang melanggar hukum di bawah undang mengatakan, ia akan bersalah atas tindak pidana yang dihukum untuk jangka waktu yang dapat memperpanjang hingga dua tahun, atau dengan denda yang tidak boleh kurang dari dua ratus ribu rupiah (sekitar US $ 2.000), atau dengan keduanya. Pengadilan juga dapat memerintahkan penyitaan, perampasan dan penghancuran desain tata letak sirkuit terpadu atau artikel dan jika ada bahan atau alat yang telah banyak digunakan dalam pelaksanaan pelanggaran.

21

BAB III Penutup 1. Kesimpulan


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu. Perlindungan hukum terhadap Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu menganut asas orisinalitas. Suatu Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dapat dianggap orisinal apabila merupakan hasil upaya intelektual Pendesain dan tidak merupakan suatu hal yang sudah bersifat umum bagi para Pendesain. Selain itu, Desain Tata Letak sebuah Sirkuit Terpadu dalam bentuk setengah jadi juga merupakan objek perlindungan dari undang-undang ini sebab sebuah Sirkuit Terpadu dalam bentuk setengah jadi dapat berfungsi secara elektronis. Perkembangan teknologi yang berkaitan dengan Sirkuit Terpadu berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu, jangka waktu perlindungan Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu hanya diberikan untuk masa 10 (sepuluh) tahun, yang dihitung sejak tanggal penerimaan atau sejak tanggal Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu tersebut pertama kali dieksploitasi secara komersial dan tidak dapat diperpanjang. Dengan adanya fungsi dan peranan tanah HKI terutama mengenai Desain Tata letak Sirkuit terpadu yang penting ini , maka prosedur dan tata cara pendaftaran HKI nasional perlu disosialisasikan kembali, terutama di dalam aspek

22

hukum administrasinya . Hal ini guna untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan fungsi HKI itu sendiri, dilain pihak memperbaiki hukum administrasi nasional untuk menuju tata hukum yang transparansi dan akuntabilitas . Karena melihat perkembangan HKI itu sendiri ditengah masyarakat dan peranan HKI yang tidak hanya bagi subjek hukum itu sendiri , tetapi juga bagi peningkatan taraf hidup masyarakat dan pembangunan ekonomi nasional terutama dalam hal meningkatkan devisa negara untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.

2. Saran
Didalam upaya meningkatkan aspek hukum HKI terutama dalam bidang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu perlu ditingkatkannya sosialisasi hukum kepada masyarakat. Hal ini juga dapat dilakukan melalui seminar nasional, penyuluhan hukum, berita nasional dan juga melalui situs-situs internet. Melihat banyaknya jalan di dalam meningkatkan tertib administrasi ini maka dari itu sangat penting adanya peranan dari semua pihak guna mensinergikan fungsi dan kegunaan sub-sub organ yang dapat dan memiliki peran di dalam tujuan dan citacita hukum yang ingin dicapai. Hal ini dilandasi dari pengamatan bahwa, tertib hukum khusunya bidang HKI tidak mungkin dapat dicapai tanpa adanya peningkatan dari pandangan dan pola pikir masyarakat mengenai fungsi dan peranan dari pendaftaran HKI ke Dirjan HKI dan aspek hukum dari tindakan itu sendiri.

23

DAFTAR PUSTAKA
a) http://republika.co.id/berita/36399/Indonesia_Peringkat_12_Pembajakan_ Software b) Tim Lindsey, et.al. Hak Kekayaan Intelektual: Suatu Pengantar, Bandung: Alumni, 2000. c) Info@pakistanlaw.com Email: info@pakistanlaw.com atau http://www.pakistanlaw.com . d) Irawan Candra , 2003 ,Hak Kekayaan Intelektual ( Intellectual Property Right ) , Bengkulu : UNIB PRESS.

24