Anda di halaman 1dari 5

SINOPSIS TUTORIAL

Blok : 18 UP : 4 (Kucingku Sulit Kencing)

Nama : Fathur Rohman H Learning Objective :

No. Mahasiswa: 5969

1) Mengetahui urolitiasis dari etiologi sampai penanganan Ringkasan Belajar Pengertian Urolithiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya batu (urolith) atau kristalkristal pada saluran air kencing (tractus urinarius). Batu dan kristal tersebut dapat ditemukan di ginjal, urethra, dan kebanyakan di vesika urinaria (kandung kencing) (Tiley et all, 2000). Etiologi Penyebab terjadinya urolithiasis antara lain : 1. Faktor Endogen (misal : faktor genetik familial pada hiper sistinuria) 2. Faktor eksogen - Infeksi Infeksi bakteri (Staphylococcus sp., Proteus sp) >> memecahkan ureum >> konversi urea menjadi amoniak >> akumulasi mineral magnesium ammonium fosfat >> terbentuk kristal struvit - Obstruksi statis urine Obstruksi dan statis urine >> mudah infeksi >> resiko terbentuknya batu saluran kemih -

- Jenis kelamin (lebih banyak ditemukan pada jantan) - Ras (lebih banyak ditemukan pada kucing persia ) - Air minum Banyak minum >> mengurangi terbentuknya batu, kurang minum kadar semua substansi meningkat, yang mempermudah pembentukan batu - Pekerjaan Sering dikandangkan, pemalas dan tidur lebih >> rentan terjangkit urolithiasis - Makanan Kandungan mineral yang terlalu tinggi >> memicu terbentuknya batu - Suhu Daerah tropis yang menyebabkan keringat berlebihan beresiko terkena batu saluiran kemih (Sani, 2010). Pathogenesis Pembentukan urolit biasanya dipengaruhi oleh adanya nidus Kristal, pH urin dan ada atau tidaknya factor inhibitor kristal dalam urin. Pembentukan urolit meliputi fase awal pembentukan dan fase pertumbuhan. Fase awal dimulai terbentuknya nidus kristal. Pembentukan nidus kristal tersebut tergantung pada pusat nucleus atau matriks (meskipun subtansi matriks protein nonkristal juga dapat berperan sebagai nukleusi) dan supersaturasi urin oleh kristal kalkulogenik. Sedangkan derajad supersaturasi urin dipengaruhi oleh banyaknya kristal yang dieksresikan oleh ginjal dan volume urin. Fase pertumbuhan nidus kristal tergantung pada; 1. Kemampuan untuk tetap bertahan dalam lumen traktus ekskretorius system urinarius. 2. Derajad dan durasi supersaturasi urin yang mengandung kristal baik yang identik atau berbeda dengan kristal yang ada dalam nidus. 3. Sifat fisik nodus kristal, jika suatu kristal mempunyai sifat yang cocok dengan kristal lain, maka beberapa kristal dapat saling menggabungkan diri dan tumbuh menjadi nidus atau kristal lain. Urolit yang berlangsung lama juga dapat menimbulkan infeksi ascendens yang terjadi pada traktus urinarius bagian bawah dan penyebaran infeksi secara hematogen dari infeksi local ditempat lain. Infeksi descendens juga dapat terjadi pada bagian atas traktus urinarius dan infeksi kelenjar prostate kronis merupakan sumber infeksi (Tiley et all, 2000).

Gejala klinis Sering kencing, tetapi urin yang keluar hanya sedikit (gejala awal urolit), disamping itu juga ditemukan adanya gejala lain seperti stranguria (mikturisi sulit dan disertai rasa sakit) (Tiley et all, 2000). Diagnosis Berdasar gejala klinis, pemeriksaan klinis yang didukung oleh pemeriksan laboratorium seperti; WBC, RBC, differensial WBC, Hb, urinalisis, uji sendimentasi epitel dan lain-lain yang dianggap perlu (Tiley et all, 2000). Untuk menegakkan diagnose dilakukan pemeriksaan radiologis/USG. Kalkuli pada saluran perkencingan dapat terdiri dari kalsium, fosfat dan oksalat yang merupakan kalkuli yang bersifat radiopaq yang dapat diamati dengan kontras media negative (CO2, O2 dan nitrous oksid), sedangkan urat, xantin dan matriks merupakan kalkuli yang bersifat radiolusent yang membutuhkan kontras media positif untuk mengamatinya (Erwin, 2009). Pengobatan dan pencegahan Teknik Operasi Jika indikasi cystotomi untuk pengangkatan sistik kalkuli, maka kalkulinya dikeluarkan baru kemudian vesika urinaria dijahit kembali, namun jika indikasinya terhadap tumor maka tumornya diangkat. Tanpa Operasi Untuk mengatasi urolitiasis tanpa operasi yaitu dengan pemberian obat-obatan yang dapat merelaksasi muskulus, kemudian dapat digunakan kateter, mendorong urolit ke dalam vesika urinaria, memasukkan larutan garam fisiologis ke traktus urinarius (Hartiningsih, 2000).

Pengobatan dan pencegahan menurut jenis batu : Kalkuli fosfat. Infeksi harus diberantas. Urin diasamkan sehingga pH <> 7,5 ). Dengan demikian sistin mudah larut dan merangsang hewan untuk lebih banyak minum. Kalkuli oksalat. Diberikan NaCl dalam diet supaya terjadi polidipsi dan poliuria. Kalkuli campuran. Terapi ditujukan terhadap sistitis dan terapi spesifik terhadap kalkuli primer. Kristal struvit. Pada kucing yang sering mengalami kristaluria struvit diberikan NaCl dan urinary acidifiers untuk menurunkan pH urin (Anonim, 2011). DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Urolithiasis Pada Hewan Kecil. http://yourpetinfo.blogspot.com/2010/01/urolithiasis-pada-hewan-kecil.html. (diakses 20 Juni 2011)

Erwin. 2009. Urolithiasis. http://erwinklinik.multiply.com/journal/item/9/Urolithiasis. (diakses 20 Juni 2011) Hantiningsih. 2000. Diktat Kuliah. Urolit Pada Anjing dan Penangannya Dengan Operasi atau Tanpa Operasi. Yogyakarta : Bagian Ilmu Bedah dan Radiologi FKH-UGM Purmamaningsih, H. 2011. Urinalisis. Yogyakarta : FKH UGM Sani, A. 2010. Batu Saluran Kemih. http://meetabied.blogspot.com/2010/03/askep-batu-salurankemih.html. (diakses 20 Juni 2011) Tiley, L. P and F.W.K. Smith. 2000. The 5-Minute Veterinary Consults, Canine and Feline. Philadhelpia : Lipincoot Williams and Wilkins