Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN KASUS

ERITRODERMA

Pembimbing: dr.Rudy, Sp.KK oleh : Bagus Ngurah Mahakhrisna 06.70.0097 Mohammad Sulhan 05.70.0178

LAB/SMF ILMU KULIT DAN KELAMIN RSUD SIDOARJO FAKULTAS KEDOKTERAN WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2012

LAPORAN KASUS
ERITRODERMA

Pembimbing: dr.Rudy, Sp.KK oleh : Bagus Ngurah Mahakhrisna 06.70.0097 Mohammad Sulhan 05.70.0178

Sidoarjo, 04 Oktober 2012. Mahasiswa Mahasiswa

(DM.Bagus Ngurah Mahakhrisna)

(DM.Mohammad Sulhan)

Pembimbing

(dr.Rudy.W, Sp.KK)

PENDAHULUAN

Eritoderma adalah terdapatnya eritema universal yang biasanya di sertai skuama. eritroderma dapat di sebabkan oleh bermacam-macam penyakit lain di samping alergi karena obat, misalnya psoriasis. Penyakit sistemik termasuk keganasan pada system limforetikular (Penyakit Hodgkin, Leukemia). Pada eritoderma karena alergi obat terlihat eritema tanpa skuama. skuama baru timbul pada stadium penyembuhan. Obat-obat yang biasa menyebabkannya ialah sulfonamide, penisilin dan fenilbutazon

STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis kelamin Berat badan Alamat Pekerjaan Agama Status Tgl.pemeriksaan : An.R : 13 tahun : Laki-Laki : 30 kg : Penambangan RT 05 RW 01 Kecamatan Bolong Bendo : Pelajar : Islam : Belum menikah : 02-10-2012

II. AUTOANAMNESIS Keluhan utama : Bintik-Bintik Berwarna Kemerahan Keluhan tambahan : Riwayat penyakit sekarang : Pasien Anak Laki-Laki berusia 13 tahun di bawa oleh orang tuanya ke RSUD Sidoarjo dengan keluhan bintik-bintik berwarna kemerahan sejak 2 hari yang lalu. Awalnya terdapat luka pada kaki pasien dan oleh ayahnya di bawa ke puskesmas (Tanggal 29 september 2012). Kemudian di puskesmas pasien di beri antibiotik (Cefadroxil). Kemudian pada tanggal 30 september 2012. Pasien mengeluh leher terasa gatal dan badan terasa panas, serta muncul bintik-bintik kemerahan pada daerah leher. Dan bintikbintik kemerahan mulai menyebar ke seluruh tubuh. Oleh orang tua pasien kemudian diberikan dexamethasone 2x1 serta CTM 2x1.pasien memang memiliki riwayat alergi obat terhadap penisilin dan cefadroxil. Tetapi ayah pasien lupa mengatakan bahwa pasien memiliki alergi terhadap cefadroxil

III. STATUS GENERALIS Keadaan umum : Cukup Kesadaran Vital sign TD Nadi Respirasi Suhu Kepala : Mata : A/I/C/D : -/-/-/Leher : pembesaran KGB ( ) Thorax : Cor : S1S2 Tunggal Reguler -/Wh -/: 110/70 MmHg : 92 x/menit : 16 x/menit : 36.3C : Compos mentis

Pulmo : Rh Abdomen :

Hepar : tidak teraba Lien : tidak teraba

Ginjal : tidak teraba

IV. STATUS DERMATOLOGIS Lokasi Efloresensi : Kepala, badan, tangan kanan dan kiri :

Tampak Makula eritema yang berbatas tidak tegas di sertai dengan papula milier diatasnya

Lokasi Efloresensi

: Kaki kanan dan kiri :

Tampak makula eritema yang berbatas tidak tegas di sertai dengan papula milier diatasnya, di sertai erosi, ekskoriasi, tampak krusta serta skuama halus di sekitarnya

V. RESUME Pasien anak laki-laki, usia 13 tahun datang dengan keluhan bintik-bintik berwarna kemerahan sejak 2 hari yang lalu Awalnya pasien mengalami luka di kaki dan berobat ke puskesmas diberi cefadroxil Keesokan harinya pasien merasa gatal dan badan terasa panas, serta muncul bintikbintik kemerahan pada leher yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh Pasien memiliki alergi obat terhadap penisilin dan cefadroxil Sebelumnya pasien pernah menderita sakit seperti ini (alergi terhadap penisilin) Status Generalis: Dalam batas normal Status dermatologis : Lokasi Efloresensi : Kepala, badan, tangan kanan dan kiri :

Tampak Makula eritema yang berbatas tidak tegas di sertai dengan papula milier diatasnya

Lokasi Efloresensi

: Kaki kanan dan kiri :

Tampak makula eritema yang berbatas tidak tegas di sertai dengan papula milier diatasnya, di sertai erosi, ekskoriasi, tampak krusta serta skuama halus di sekitarnya VI. DIAGNOSIS BANDING Eksantema Morbiliformis VII. DIAGNOSIS KERJA Eritroderma karena erupsi obat cefadroxil

VIII. PENATALAKSANAAN 1. Semua obat yang dicurigai di hentikan. 2. Obat Sistemik Prednison : 3 x 10 Mg/hari Aerius 1x1

X. PROGNOSIS Du bois ad bonam

PEMBAHASAN Pada kasus dengan erupsi obat alergi seringkali didapatkan gambaran klinis berupa rasa gatal yang disertai dengan demam. Dimana pada pasien ini juga didapatkan keluhan seperti ini setelah pasien minum obat cefadroxil. Pasien juga mengeluh munculnya bintik-

bintik berwarna kemerahan mulai dari leher dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.ini sesuai dengan teori bahwa pasien yang memiliki alergi obat akan memberikan gambaran klinis seperti di atas yaitu macula eritema yang difus di seluruh atau hampir seluruh tubuh (mengenai 90% atau lebih permukaan tubuh). Pada eritroderma yang disebabkan oleh obat sistemik biasanya akut dan skuama baru timbul pada periode penyembuhan. Dimana pada pasien skuama yang timbul pada kedua kakinya di sebabkan oleh luka yang memang sudah ada sebelumnya, bukan di sebabkan oleh erupsi obat. Ini menandakan bahwa pasien belum memasuki stadium penyembuhan. Terapi pada kasus ini yaitu memberikan edukasi kepada pasien untuk menghentikan pemberian obat yang di curigai menimbulkan erupsi obat. Disamping itu dapat di berikan kortikosteroid (Prednisolon 3x10mg/hari) yang dosisnya dapat di turunkan apabila terdapat perbaikan gambaran klinis. Dengan pengobatan yang baik maka prognosa pada kasus eritroderma yang di sebabkan oleh erupsi obat memberikan prognosa yang baik.

ERITRODERMA
Definisi
Eritroderma adalah kelainan yang di tandai oleh eritema difus generalisata sampai universal, biasanya disertai skuama luas, dan disebabkan oleh berbagai hal

Etiologi
Obat-obat yang sering menyebabkan eritroderma, antara lain: alopurinol, sulfa, preparat emas, fenitoin, fenobarbital, isoniazid, ampisilin, sepalosporin dan yodida. Selain obat, eritroderma dapat disebabkan oleh beberapa dermatosis yang meluas(Psoriasis, neurodermatitis, pitiriasis rubra dan dermatitis seboroik), penyakit sistemik (TB), dan Proses keganasan (mikosis fungoides dan leukemia limfositik)

Gambaran Klinis: Eritema difus diseluruh tubuh atau hampir seluruh tubuh (mengenai 90% atau lebih permukaan tubuh). Skuama halus atau kasar timbul bersamaan dengan eritema atau kemudian setelah proses penyembuhan. Pada eritroderma yang disebabkan obat sistemik biasanya akut dan skuama baru timbul pada periode penyembuhan. Pada eritroderma kronis, eritema tidak begitu tampak karena berbaur dengan hiperpigmentasi. Keluhan dan kelainan lain yang dapat di jumpai, antara lain gangguan fungsi regulasi tubuh badan, dapat hypothermia atau hipertermia(biasanya di sertai menggigil), Pruritus, malaise, dan nyeri sendi.

Patofisiologi
Patofisologi eritroderma belum jelas, yang dapat diketahui ialah akibat suatu agent dalam tubuh, maka tubuh bereaksi berupa pelebaran pembuluh darah kapiler (eritema) yang universal. Kemungkinan berbagai sitokin berperan.

Diagnosis
Diagnosis eritoderma oleh obat sistemik ditegakkan berdasarkan anamnesis penggunaan obat, yang di ikuti oleh gambaran klinis eritoderma.

Diagnosis Banding:
1. Eksantema skarlatiniformis/morbiliformis oleh bakteri atau virus, tetapi biasanya eritemanya tidak difus dan awitannya akut.

2. Eritroderma yang disebabkan oleh dermatosis yang meluas, penyakit sistemik, dan keganasan.

Pengobatan
Sebaiknya penderita di rawat di rumah sakit. 1. Semua obat yang dicurigai di hentikan. Obat Sistemik Kortikosteroid : 3-4 x 10 Mg/hari 2. Anti Histamin: biasa diberikan bila gatal. 3. Obat Topikal Untuk kulit berskuama diberikan emolien. Misalnya salap lanolin 10% Bedak Salisilat 2% Krim hidrokortison 1-2%

Prognosis
Prognosis eritroderma akibat obat sistemik biasanya lebih baik daripada eritroderma oleh sebab lain.

DAFTAR PUSTAKA

1. Djuanda, Adhi, Prof.dr; Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi keenam; Balai Penerbit FKUI; Jakarta 2009.

2. Atlas penyakit kulit dan kelamin.bagian SMF ilmu kesehatan kulit dan kelamin.cet 5 .surabaya:airlangga university press,2008. 3. Djuanda, Adhi, Prof.dr; Erupsi Obat Alergik; Balai Penerbit FKUI: Jakarta 1993

Anda mungkin juga menyukai