Anda di halaman 1dari 6

Hookworms

(Necator americanus, Ancylostoma duodenale) Terutama mengenai daerah terletak 300S 400N N.americanus, tu. Daerah - daerah amerika, sub saharan Africa A.duodenale eropa, north africa, northern asia Infeksi di daerah hangat & lembab; Miners disease Tunnel disease

Kemoterapi Helminthiasis

Helminthiasis, infeksi oleh parasit cacing mengenai > 2 milyar orang di seluruh dunia Prevalensi paling besar di daerah tropis Dapat terjadi infeksi simultan oleh lebih dari 1 parasit (mixed infection) Penyebaran dapat berlangsung oleh karena travel, migrasi, operasi militer, dan lain lain Cacing patogen pada manusia tergolong Metazoa, diklasifikasi ke dalam :
Roundworms (Nematodes) Flatworm flukes (Trematodes) tapeworms (Cestodes)

Infeksi hookworms : Larva di tanah penetrasi kulit paru migrasi oral cavity mukosa jejunum (dewasa) Tujuan terapi :
Perbaikan volume darah Pengeluaran parasit

Terapi terpilih : Mebendazole albendazole, Hati2 Heavy mixed infection dg A.lumbricoides Thiabendazole (topikal/oral) : d.o.c cutaneus larva migrans / Creeping eruption A.braziliense

Nematodes (Roundworms)
Ascaris lumbricoides Infestasi parasit pada daerah tropis dapat mengenai 70 % - 90 % populasi Prevalensi terbanyak pada anak di daerah dengan sosio ekonomi buruk Infestasi terjadi via makanan a/ tanah terkontaminasi embryonated A.lumbricoides eggs Terapi terpilih : Mebendazole, albendazole, Pyrantel pamoate Piperazine efektif, lebih jarang digunakan

Trichuris trichiuria (Whipworm)


Banyak mengenai anak2 Daerah lembab hangat Sering bersama infeksi Ascaris & hookworm Penyebaran : makanan terkontaminasi telur Mebendazole Albendazole terapi paling aman & paling efektif thd whipworm Pyrantel pamoate inefektif

oleh karena dapat terjadi neurotoksisitas & reaksi hipersensitivitas Mebendazole dan albendazole terapi terpilih pada kasus infeksi asimptomatik sedang Mebendazole dan albendazole cidal hati hati pada infeksi berat Terapi pilihan : Pyrantel pamoate Obat aman selama kehamilan : pyrantel pamoate & piperazine

Strongiloides stercoralis
Threadworm / dwarf threadworm Dapat bereplikasi & perub. Siklus larva reinfeksi Larva infektif penetrasi kulit / mukosa paru dewasa di intestine Infeksi berat & serius autoinfeksi pada penderita imunosupresi Terapi terbaik infeksi intestinal : Ivermectin Benzimidazole (dg efektifitas yang makin ber< ): Thiabendazole, albendazole, mebendazole

Enterobius vermicularis (Pinworm)


Prevalensi lebih besar pada iklim sedang drpd iklim tropis Jarang menyebabkan infeksi serius Obat - obat terpilih : pyrantel pamoate, mebendazole, albendazole Piperazine (selama 1 minggu) juga efektif kurang nyaman

Trematodes (Flukes)
Schistosoma haematobium, schistosoma mansoni, schistosoma japonicum main species blood flukes Schistosomal disease umumnya melibatkan hepar, spleen, GIT, lower GUT Praziquantel : d.o.c seluruh spesies Schistosoma

Filariae
Filaria di jaringan limfatik : W.bancrofti, B.malayi, B.timori Filaria jaringan : Loa loa, Onchocerca volvulus, Mansonia sp. Lymphatic filariasis penyebaran o/ nyamuk terinfeksi parasit; 90 % disebabkan oleh W.brancrofti Loa - loa, disebarkan o/ deerflies O.volvulus, disebarkan o/ blackflies reaksi thd microfilaria dpt sebabkan tropical pulmonary eosinophilia

Kemoterapi
Benzimidazole
Broad spectrum anthelmintic agents Derivat benzimidazole paling banyak digunakan : thiabendazole, mebendazole, albendazole Kerja anthelmintik : Aktif terutama thd intestinal nematodes, aktivitas tidak banyak berhub. dg konsentrasi dlm darah

Diethylcarbamazine & Ivermectin obat utama terapi lymphatic filariasis Diethylcarbamazine best single drug terapi Loiasis Ivermectin best single drug terapi Onchocerciasis

Dosis lazim mebendazole & albendazole sgt efektif thd :


Ascariasis Intestinal capillariasis Enterobiasis Trichuriasis Infeksi hookworms

Aktif thd bentuk larva & dewasa Nematoda Albendazole lebih efektif drpd mebendazole dlm terapi hookworms, strongiloidiasis, cystic hydatid disease & neurocysticercosis

Cestodes (flatworms)
Taenia saginata (beef tapeworm) Taenia solium (pork tapeworm) Infeksi parasit :
Intestinal Ekstraintestinal (cysticercosis)

Benzimidazole menyebabkan perubahan biokimia pada organisme peka :


hambatan fumarate reductase mitokondria penurunan transpor glukosa uncoupling fosforilasi oksidatif hambatan polimerisasi mikrotubule via ikatan pada tubulin

Pencegahan dengan memasak daging pada suhu min. 600 C selama 5 menit Praziquantel : d.o.c infeksi intestinal Albendazole praziquantel : d.o.c cysticercosis

Selektivitas obat : ikatan pada tubulin parasit pada konsentrasi <<< drpd protein mamalia

Farmakokinetika
Kelarutan benzimidazole thd air terbatas perbedaan kecil kelarutan perbedaan besar pada besarnya absorpsi Absorpsi oral thiabendazole cepat, kadar puncak plasma dicapai 1 jam Sebagian besar obat diekskresi dlm urine dlm waktu 24 jam sebagai 5-hydroxythiabendazole, terkonjugasi dg gluconate atau sulfate

Jadwal pemberian diperpanjang 5 - 7 hari pada disseminated strongiloidiasis Penggunaan thiabendazole pada intestinal strongiloidiasis tergeser o/ Ivermectin Thiabendazole satu - satunya obat yang terbukti efektif pada disseminated strongiloidiasis Mebendazole, sgt efektif dlm terapi infeksi intestinal nematoda tu. mixed infection Mebendazole hanya diberikan dlm bentuk oral

Mebendazole, absorpsi buruk & tidak teratur konsentrasi plasma rendah & tidak merefleksikan dosis yang diberikan Bioavailibilitas rendah akibat buruknya absorpsi & first-pass metabolism 95 % terikat protein plasma, dimetabolisme ekstensif Metabolit sebag.besar ditemukan dalam empedu, sejumlah kecil dlm urine dlm bentuk senyawa induk

Albendazole, sgt efektif thd infeksi gastrointestinal nematoda, termasuk mixed infection Strongiloidiasis intestinal lebih efektif diterapi albendazole & Ivermectin Albendazole : d.o.c cystic hydatid disease o.k E. granulosus Obat terpilih neurocysticercosis Albendazole + diethylcarbamazine plg banyak digunakan dlm terapi lymphatic filariasis

Absorpsi albendazole variatif, absorpsi oral tidak teratur; ditingkatkan dengan adanya makanan berlemak & garam empedu Albendazole dimetab. ekstensif o/ hati 70% terikat protein, waktu paruh plasma beragam 4 - 15 jam Distribusi ke jaringan baik, termasuk pada hydatid cyst Albendazole lebih efektif drpd mebendazole pd hydatid cyst disease Metabolit terutama diekskresi di urine

Hindari reaksi serius pakai kombinasi albendazole + Ivermectin pada daerah dg filariasis yg tdp bersama dg onchocerciasis atau loiasis Toksisitas, S/E, KI Sebaiknya tidak digunakan pada kehamilan tu.trimester I kecuali pertimbangan risk-benefit bermanfaat

Kegunaan terapi
Thiabendazole bermanfaat dlm terapi cutaneus larva migrans (creeping eruption) & infeksi S.stercoralis Perbaikan klinis & kesembuhan creeping eruption dg 15% terapi topikal thiabendazole; diberikan 2 - 3 kali/hari selama 5 hari Regimen terapi strongiloidiasis : 10 mg/kg 2X/hari 2 hari; dosis total harian tidak boleh melebihi 3 gram

Diethylcarbamazine
1st-line agent lymphatic filariasis & terapi tropical pulmonary eosinophilia o.k W.bancrofti & B.malayi Obat terbaik pada Loiasis Aktivitas thd microfilaria kemungkinan via gangguan metabolisme asam arakidonat parasit & endothel host vasokonstriksi, agregasi trombosit & granulosit sekitar parasit Aktivitas filaricidal diduga via gangguan proses intraseluler & transpor beberapa makromolekul ke membran plasma

Farmakokinetika
Absorpsi GIT berlangsung cepat kadar puncak plasma dicapai 1 - 2 jam stl single oral dose Waktu paruh plasma beragam, 2 - 10 jam dipengaruhi keasaman urine Metabolisme cepat Metabolit utama Diethylcarbamazine-N-oxide bioaktif Ekskresi urinary & extraurinary route > 50% dosis oral ditemukan utuh dlm urine pd urine asam menurun pd urine alkali

Ivermectin
Banyak dipakai dlm penanganan infeksi parasit nematoda & arthropoda (insects, thicks, & mites) yang merusak bahan makanan & hewan domestik Thn 1996, FDA U.S menyetujui penggunaan pada manusia dlm terapi Onchocerciasis & intestinal strongiloidiasis

alkalinisasi urine efek terapeutik & toksik meningkat turunkan dosis pd disfungsi ginjal Kegunaan Terapi Regimen terapi bergantung tujuan :
population-based therapy control filarial disease prophylaxis

Aktivitas antiparasit
Sgt efektif & poten thd beberapa tahap perkembangan parasit Nematoda & insecta yang menyerang hewan & manusia Ivermectin imobilisasi organisme dg mencetuskan paralisis tonik glutamategated Cl channel hanya ditemukan pada invertebrata Avermectin juga memiliki afinitas tinggi thd GABA-gated & ligand-gated Cl channel pada nematoda & insects

Toksisitas & S/E


Pada dosis harian tidak lebih dari 8 - 10 mg/kg jarang serius Efek samping utama tjd akibat respons tubuh host thd kerusakan parasit, tu. microfilaria Reaksi berat tu. o.k infeksi masif Loa loa, dpt tjd perdarahan retina Pd Onchocerciasis Mazzotti reaction (intense itching, skin rashes, enlargement & tenderness of the lymph node, fine papular rash, fever, tachycardia, arthralgia & headache)

Afinitas reseptor rendah pada Cestoda & Trematoda kurang sensitif thd avermectin Afinitas thd reseptor GABA pd invertebrata 100 X drpd afinitas thd reseptor GABA di otak (mamalia) Efektif thd bentuk microfilaria, kurang efektif thd bentuk dewasa cacing Efektif thd S.stercoralis, A.lumbricoides, & cutaneus larva migrans

Komplikasi okuler :
Limbitis Punctate keratitis Uveitis Atrophy of retinal pigment epithelium

Farmakokinetika
Kadar puncak plasma dicapai stl 4 5 jam stl dosis oral Terminal half-life 57 jam low systemic clearance & large Vol.distribution 93 % terikat protein plasma Metabolisme ekstensif > 10 metabolit Tidak ditemukan ivermectin dlm urine baik bentuk utuh maupun bentuk konjugasi P-glycoprotein efflux pump (blood brain barrier) cegah ivermectin masuki CNS relatif aman

Reversible proteinuria Delayed reaction


Lymphangitis Swelling & lymphoid abscesses

Diethylcarbamazine aman pada kehamilan

Kegunaan Terapi
Onchocerciasis Lymphatic filariasis Infeksi intestinal Nematodes Toksisitas, S/E & KI Kebanyakan akibat Mazzotti-like reaction akibat kematian microfilaria KI pada gangguan blood-brain barrier meningitis & African trypanosomiasis

Piperazine
Sangat efektif thd A.lumbricoides & E.vermicularis Bertindak sbg GABA agonis peningkatan konduktansi Cl hiperpolarisasi & penurunan eksitabilitas otot Menyebabkan flaccid paralysis pd cacing ekspulsi cacing dg peristalsis Absorpsi berlangsung cepat, 20% ditemukan dlm urine dlm bentuk utuh

Metrifonate

Senyawa organofosfor, pertama kali digunakan sebagai insecticida Metrifonate prodrug, diubah scr nonenzimatik oleh pH fisiologik dichlorvos, potent cholineesterase inhibitor Kadar puncak plasma (metrifonate & dichlorvos) dicapai 1 jam stl dosis oral Half life 1,5 2 jam Murah, efektif, mdh diterima alternatif Praziquantel dlm terapi urinary schistosomiasis o/ S.haematobium

Sbg alternatif thd Mebendazole a/ pyrantel pamoate dlm terapi ascariasis & enterobiasis Dikontraindikasikan pd penderita epilepsi Efek neurotoksik meningkat pada disfungsi ginjal Pernah digunakan pada kehamilan tanpa menimbulkan kelainan Dosis lethal konvulsi & depresi napas

Umumnya ditoleransi baik; efek samping mild vertigo, kelelahan, mual & kolik tidak sering Penderita diterapi metrifonate sebaiknya tidak terpapar insecticida sebelumnya atau mendapat depolarizing neuromuscular blocking agent selama min.48 jam

Praziquantel
Derivat pyrazinoisoquinoline aktivitas anthelmintik Aktif thd Cestode & Trematode; Nematode tidak dipengaruhi Pada dosis efektif rendah peningkatan aktivitas muskuler diikuti kontraksi & paralysis spastik parasit terlepas dari dinding pembuluh darah V.mesenterica hati Dosis lebih tinggi kerusakan tegumen antigen cacing terpapar

Niclosamide
Derivat halogenated salicylanilide Diperkenalkan pertama th 1960 sebagai Taeniacide 2nd choice thd Praziquantel dlm terapi infeksi intestinal o/ T.saginata, D.latum, H.nana, sebag. besar Cestoda lain Murah, efektif, & tersedia di berbagai belahan dunia Penggunaan Niclosamide beresiko pd infeksi T.solium ???

Absorpsi oral baik, kadar puncak plasma dicapai 1 - 2 jam Metabolisme ekstensif 80 % terikat protein plasma Waktu paruh 0,8 - 3 jam 70 % dari dosis oral ditemukan sebagai metabolit dlm urine dlm 24 jam

Toksisitas, S/E, KI

Pada neurocysticercosis, reaksi inflamasi thd Praziquantel dpt sebabkan meningismus, kejang, perubahan mental, cerebrospinal pleocytosis Relatif aman pada anak > 4 th Dosis tinggi praziquantel sebabkan aborsi pada tikus hindari penggunaan pada kehamilan Dikontraindikasikan pada ocular cysticercosis respons host dpt sebabkan kerusakan permanen pd mata

Pyrantel pamoate
Digunakan pertama kali pada kedokteran hewan sbg broad spectrum anthelmintic; ditujukan pada pinworm, roundworm & hookworm Pyrantel & analognya bertindak sbg depolarizing neuromuscular blocking agent Bekerja secara nonselektif dg membuka kanal kation aktivasi persisten reseptor nicotinic acethylcholine spastic paralysis Pyrantel juga hambat cholineesterase

Absorpsi GIT pyrantel pamoate buruk berperan dlm selektivitas kerja pada gastrointestinal nematode Sebagian besar ekskresi via feces Pyrantel alternatif thd mebendazole dlm terapi ascariasis & enterobiasis Pyrantel efektif thd infeksi hookworm Penggunaan pada kehamilan & anak < 2th tidak dianjurkan Pyrantel antagonistik dg Piperazine jgn digunakan bersama