Anda di halaman 1dari 14

ASKEP SELULITIS LAPORAN PENDAHULUAN ASKEP SELULITIS Selulitis adalah infeksi lapisan dermis atau subkutis oleh bakteri.

Selulitis biasanya terjadi setelah luka atau gigitan di kulit. Gambaran klinis Daerah kemerahan yang membengkak di kulit serta terasa hangat dan nyeri bila dipegang. Demam. Penatalaksanaan Antibiotik sistemik. (Elizabeth J. Corwin) Selulitis adalah inflamasi supuratif yang juga melibatkan jaringan subkutan. Etiologi Streptokokus pyogenes Menifestasi klinis Gejala konstitusi berupa malaise, menggigil, dan demam yang dapat timbul mendadak. Kelainan kulit berupa infleltrasi difus subkutan dengan tanda-tanda radang akut yang dimulai dengan eritema lokal dan nyeri yang cepat menyebar dan infiltratif ke jaringan dibawahnya dapat pula terjadi limfangitis, selulitis dapat mengalami supurasi. Komplikasi Gangren, abses, sepsis, dengan resiko tinggi pada anak-anak dan dewasa yang immunocompromised Patoflow ASKEP Selulitis

Penatalaksanaan Antibiotik sistemik, yaitu pinisilin, sefalosporin, atau vankimisin. (Kapita Selekta Kedokteran, Edisi:2)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN TN J. P DENGAN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN SELULITIS DI PAVILIUN MARKUS RSU BETHESDA GMIM TOMOHON
I. Pengkajian A. Identitas klien Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Suku/Bangsa Agama Status Pernikahan

: Tn. J. P : 44 Tahun : SLTA : Pegawai PLN : Minahasa/Indonesia : Kristen Protestan : Kawin

Alamat Tgl MRS Tgl pengkajian No. RM

: Toli-toli, panasakan. lingk. IV, Sulteng : 19 Juli 2009 Jam: 22:12 : 23 Juli 2009 Jam: 09:40 : 169411

Penanggung jawab Nama : Umur : Pendidikan : Pekerjaan : Agama : Alamat : Hub. Dgn Klien :

Ny. E. K 36 Tahun S1 PNS Kristen Protestan Toli-toli, panasakan. lingk. IV, Sulteng Istri

B. Data Biologis 1. Keluhan Utama Luka,dan gatal 2. Riwayat Keluhan sekarang Saat di kaji klien mengatakan ada luka sudah 1 bulan yang lalu, di kaki kanan, luka tidak sembuh-sembuh, dan kemerahan menjalar hingga ke atas lutut, ukuran luka 3 cm, kedalam 1 cm, keluar nanah jika di tekan pada area luka. maka keluarga klien menganjurkan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di RSU Bethesda GMIM Tomohon. 3. Riwayat Kesehatan Lulu Klien mengatakan tidak pernah di rawat di RSU, ketika dilakukan operasi baru klien di rawat di RSU. 4. Riwayat Kesehatan Keluarga Klien mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit keturunan, baik itu hipertensi, DM, dan penyakit kronis lainnya. 5. Riwayat Spiritual Klien mengatakan rajin beribadah baik itu ke geraja maupun ibadah kolom dan kaum bapa. Serta percaya akan agama yang dianutnya.

6. Riwayat Psikososial Hubungan klien dengan keluarga dan masyarakat sekitar baik/akrab, saat di RS klien sering berkomunikasi dengan pasien-pasien, klien bertanya-tanya tentang pengobatan yang diberikan bahasa yang di gunakan bahasa indonesia. C. Pola Kebiasaa Sehari-hari 1. Nutrisi dan Cairan Dirumah : Makan : 3 x sehari, jenis : nasi, ikan, sayur dan buah, Napsu makan baik. Minum : 6-7 gelas sehari, jenis : air putih, teh Saat dikaji : Klien sudah makan jam 07.00 menu nasi, ikan, sayur, porsi makan dihabiskan, Klien sudah minum 1 gelas dihabiskan. 2. Eliminasi BAB Saat dikaji BAK : Dirumah : 1 x/hari konsistensi lembek : Klien belum BAB : Dirumah : 3-4 x/hari Saat dikaji Dirumah Saat dikaji : Klien sudah BAK 3. Pola istirahat dan tidur : Tidur malam : 8-9 jam sehari : Klien mengatakan tidur malam 7-8 jam sering terbangun karena nyeri pada luka, Tidur siang 1-2 jam 4. Personal hygiene Dirumah : Klien mandi 2x/hari, menggunakan sabun mandi, Cuci rambut 2x/hari menggunakan shampo, Menggosok gigi 2x/hari menggunakan pasta gigi. Semua dilakukan sendiri di kamar mandi pasien. Saat dikaji : Klien mandi 1x/hari, menggunakan sabun mandi, Cuci rambut 1x/hari hanya menggunakan sabun, Menggosok gigi 1x/hari menggunakan pasta gigi, dilakukan sendiri si kamar mandi pasien. Tidur siang : 1-2 jam sehari

5. Aktivitas dan olaraga Dirumah Saat dikaji : Klien biasanya main bola volley, biasanya pagi pergi ke pasar, pergi kerja ke kontor. : Klien hanya bisa jalan-jalan di sekitar ruangan. 6. Ketergantungan - Merokok - Alkohol : Klien biasa rmerokok. : Pasien tidak pernah mengkomsumsi minuman yang beralkohol. - Obat-obatan : Tidak pernah

D. Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan Umum : Tampak sakit sedang. Kesadaran GCS : Compos mentis : Mata Verbal Motorik - TD - Nadi 3. Berat Badan : 130/80 mmHg : 88 x/menit : 66 Kg :4 :5 :6

2. Pemeriksaan Tanda-tanda vital - Suhu Badan : 36 0 C - Pernapasan : 20 x/menit 4. Tinggi Badan : 161 Cm E. Pemeriksaan head to toe 1. Kepala Inspeksi : Distribusi rambut hitam, sedikit beruban, alopesia (+) - Palpasi : Tidak ada massa/benjolan, kulit kepala bersih. 2. wajah - Inspeksi : Simetris kiri dan kanan tidak ada odema pada wajah. 3. Mata - Inspeksi : Penglihatan baik, sklera tidak ikterus, kunjungtiva tidak anemis. - Palpasi : Tidak ada nyeri tekan di daerah sekitar mata, tidak ada odema palpebra.

4. Telinga - Inspeksi : pendengaran baik, tidak ada serumen di telinga. 5. Hidung - Inspeksi : Penciuman baik, pernapasan cuping hidung tidak ada, tidak ada sekret - Palpasi : tidak ada polip. Tidak ada nyeri tekan. 6. Mulut - Inspeksi : Bibir lembab, gigi lengkap, bau (+) 7. Leher - Inspeksi : kebersihan cukup. - Palpasi : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan kelenjar tiroid, tidak terdapat distensi venajugularis 8. Dada - Inspeksi : pergerakan baik, simetris kiri dan kanan. - Palpasi : Tidak ada nyeri tekan. S2 menutupnya katup aorta dan pulmonalis, tidak ada bunyi tambahan, noramla 9. Abdomen - Inspeksi : Terlihat lemas - Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran neoplasma, hati dan limpa tidak teraba. 10. Genetalia - Inpeksi : Kebersihan cukup 11. Anus - Inspeksi : Ada lubang anus. 2. Ekstremitas Atas - Inspeksi : Dapat digerakan kedua tangan, jari-jari lengkap, tidak ada odema, kuku tangan tampak panjang. - Palpasi : Tidak ada odema, tidak ada nyeri tekan 13. Ekstremitas Bawah : kaki kanan: Dapat digerakan kedua kaki, terdapat luka di kaki kanan, jari-jari langkap, ada timbul ke merahmerahan di area luka, ukuran luka 3 cm, kedalam 1 cm, kuku tampa kotor Kaki kiri - Palpasi : Jari-jari kaki lengkap. Tida ada edema. : Adanya nyeri tekan di daerah luka, odema di area luka, sering gatal pada malam hari. Auskultasi : peristaltik usus ada; normal Auskultasi : Bunyi jantung SI katup mitral dan trikuspidalis

14. Kulit - Inspeksi : Kulit sawo matang - Palpasi : Turgor kulit baik F. Pemeriksaan Laboratorium Tanggal 20 juli 2009 LED HB Leukosit : 40% : 15,6 : 8800/mm3 Nilai normal <10-15% 13-16 g.dl 5000-10.000 ul 15.000-400.00/ul 50-70% 20-40% 2-8% 0,5-1.1 mg/dl 75-115 mg/dl

Trombosit : 18.000/mm3 N. Segmen : 62 % Limfosit Monofit Glukosa : 31 % :7% : 102 mg/dl

Creatinine : 1.11 mg/dl

G. Therapy Medik - Becom C - Clinex - Celestamin - Baquinor - Medixam 1x1 3x3 mg 2x1 3x500 mg 2x1 4mg

- Inj. Starxam 2x1 gr

PENGELOMPOKAN DATA DS : - Klien mengatakan ada timbul merah-merah di area luka - Klien mengatakan sering gatal pada malam hari. - Klien mengatakan merasa cemas dengan pengobatan yang di berikan.

DO : - Luka di kaki kanan. - Kulit tampak merah pada area luka. - Keluar pus jika ditekan pada area luka. - Ukuran luka 3cm x 3 cm, kedalam, 1 cm - LED : 40% ANALISA DATA No 1. DATA DS : Klien mengatakan ada timbul merah-merah di area luka Klien mengatakan sering gatal pada malam hari. DO : Kulit tampak merah pada area luka Keluar pus jika di tekan pada area luka Luka di kaki kanan Ukuran luka 3cm x 3 cm, kedalam, 1 cm ETIOLOGI Selulits Adanya lika/gigitan di kulit Luka terkontaminasi micoorganisme >8 jam masuk ke lapisan dermis dan subkutis Mikroorganisme (bakteri) menginfeksi lepisan dermis dan subkutis Sistem imun berespon dengang meningkatkan antibody Reaksi AG-AB Cedera sel Kerusakan integritas kulit Cedara sel Pelepasan histamine oleh ujung saraf Gatal-gatal Respon garukan Gejala pruritis bertambah Klien bertnya-tanya tentang perubahan status kesehatan Kecemasan MASALAH Kerusakan itegritas kulit

2.

DS : - Klien mengatakan merasa cemas dengan pengobatan yang di berikan. DO : - LED : 40% - Ukuran luka 3cm x 3 cm, kedalam, 1 cm

Kecemasan

Diagnosa keperawatan

- Kerusakan itegritas kulit b.d Trauma: kerusakan permukaan kulit kerena destruksi lapisan kulit. - Kecemasan b.d Krisis situasi ; perawatan di rumah sakit/prosedur isolasi, transmisi interpersonal dan kontogen, mengingat pengalaman trauma, ancaman kecacatan.

No 1.

ASUHAN KEPERAWATAN Perencanaan keperawatan Diagnosa keperawatan Tujuan Intervensi Kerusakan itegritas kulit b.d Trauma: kerusakan permukaan kulit kerena destruksi lapisan kulit. DS : - Klien mengatakan ada Setelah dilakukan perawatan selama 1 hari dengan criteria hasil: - Menunjukan regenerasi jaringan.

Rasional

Tgl Jam 1. Kaji/catat ukuran, 1. Memberikan informasi 1. warna, kedalam luka, perhatikan jaringan nerkotik dan kondisi sekitar luka. dasar tentang kebutuhan penanaman kulit dan memungkinkan petunjuk tentang sirkulasi pada area graf.

Me

war

per

nek

sek

timbul merah-merah di - Mencapai area luka penyembuhan tepat - Klien mengatakan waktu pada area luka. sering gatal pada malam hari. DO : - Kulit tampak merah pada area luka - Keluar pus jika ditekan pada area luka. - Luka di kaki kanan - Ukuran luka 3cm x 3 cm, kedalam, 1 cm 2. Barikan perawatan luka yang tepat dan tindakan control infeksi.

kem

Jam silang, menurunkan kontaminasi silang

2. Mencegah kontaminasi 2. Me

luk

tind

2.

1. Kaji status mental, 1. Pada awal, pasien dapat 1. termasuk suasana menggunakan situasi, perawatan perawatan dengan hati/efek, ketakutan. penyangkalan dan represi untuk dirumah sakit/prosedur criteria hasil: menurunkan dan isolasi, ancaman - Menyatakan kesadaran menyaring informasi 2. Berikan penjelasan keseluruhan. 2. kecatatan, ancaman perasaan dan sesering mungkin 2. Pengetahuan apa yang terhadap /perubahan menerimanya dengan dan informasi diharapkan untuk tentang prosedur menurunkan ketakutan status kesehatan. cara sehat perawatan. dan ansietas, - Klien mnyetakan tidak menjelaskan kesalahan DS : konsep, dan takut lagi - Klien mengatakan meningkatkan kerja - Menunjukan 3. Catat petunjuk sama. 3. merasa cemas dengan perilaku misalnya, 3. Indikator derajat ketrampilan pengobatan yang di gelisah, kurang ansietas/stress mis, pemecahan masalah, kontak mata. pasiendapat merasakan berikan. tidak terkotrol di rumah penggunaan sumber sakit. DO : yang efektif - LED : 40% Kecemasan b.d Krisis Setelah silakukan

Me term hati

Me sese info pro

Me per geli mat

CATATAN PERKEMBANGAN Tanggal 24/07 -2009

No. DX

Implementasi Jam: 08.30 Mengkaji/catat ukuran warna kedalaman luka, perhatikan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka, luka tampak kemerahan, ukuran Jam: 10.45 Memberikan perawatan luka yang tepat dan tindakan control infeksi. A: O: Jam: 14:00 S:

Evaluasi

1.

- Klien mengatakan belum ada perubahan pada luka

- Penyembuhan tidak tepat waktu pada area luka.

- Masalah belum teratasi. P: Lanjutkan intervensi keperawatan. 24/07 -2009 2. Jam : 09.00 Mengkaji status mental, termasuk suasana hati/efek, ketakutan. Jam : 10.35 Jam Memberikan penjelasan sesering mungkin san informasi tenteng prosedur perawatan Jam : 11.00 Mencatat petunjuk perilaku mata A: misalnya gelisah, kurang kontak - Masalah teratasi sebagian O: - Klien telah mengerti tentang penjelasan dan informasi yang diberikan. S: - Klian masih bertanya-tanya tentang proses pengobatan. Jam : 14.00

P: - Lanjutkan intervensi keperawatan.

25-07 -2009

1.

Jam: 08.30 Mengkaji/catat ukuran warna kedalaman luka, perhatikan jaringan nekrotik dan kondisi sekitar luka, luka tampak kemerahan, ukuran Jam: 08.45 Memberikan perawatan luka yang tepat dan tindakan control infeksi.

Jam: 14:00 S: - Klien mengatakan belum ada perubahan pada luka

O: - Penyembuhan tidak tepat waktu pada area luka.

A: - Masalah belum teratasi.

P: Lanjutkan intervensi keperawatan. 25-07 -2009 2. Jam : 0.8.00 Mengkaji status mental, termasuk suasana hati/efek, ketakutan. S: - Klian masih bertanya-tanya tentang proses pengobatan. Jam : 09.45 Mencatat petunjuk perilaku mata O: penjelasan dan informasi yang diberikan. A: misalnya gelisah, kurang kontak - Klien telah mengerti tentang Jam : 14.00

- Masalah teratasi sebagian P: - Lanjutkan intervensi keperawatan.