Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM HISTOLOGI DAN EMBRIOLOGI HEWAN

SIKLUS REPRODUKSI PENGAMATAN APUSAN VAGINA HAMSTER DAN PENGAMATAN SUMBAT VAGINA HAMSTER

Disusun Oleh :

Yulia F05109031

Prodi Pendidikan Biologi Jurusan P. MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendiidkan Universitas Tanjungpura Pontianak 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah : 1. Mengamati apusan vagina hamster. 2. Mengamati adanya sumbat vagina pada hamster betina.

B. Dasar Teori
Pada hewan betina yang dewasa seksual dikenal adanya

siklus reproduksi. Siklus reproduksi adalah siklus seksual yang terdapat pada individu betina dewasa seksual dan tidak hamil yang meliputi perubahan-perubahan siklik pada organ-organ reproduksi tertentu misalnya ovarium, uterus, dan vagina di bawah pengendalian hormon reproduksi. Siklus reproduksi meliputi antara lain siklus esterus, siklus ovarium, dan siklus menstruasi (Bajil, 2011). Pada kebanyakan vertebrata dengan pengecualian primata, kemauan menerima hewan-hewan jantan terbatas selama masa yang disebut estrus atau berahi. Selama estrus, hewan-hewan betina secara fisiologis dan psikologis dipersiapkan untuk menerima hewan-hewan jantan, dan perubahan-perubahan struktural terjadi di dalam organ assesori seks betina. Hewan-hewan monoestrus menyelesaikan satu siklus estrus setiap tahun, sedangkan hewan-hewan poliestrus menyelesaikan dua atau lebih siklus estrus setiap tahun apabila tidak diganggu dengan kehamilan. Siklus estrus adalah siklus reproduksi yang berlangsung pada hewan non primata betina dewasa seksual yang tidak hamil. Pada mencit, siklus estrus terdiri atas beberapa fase utama adalah fase diestrus, fase proestrus, fase estrus, dan fase metestrus. 1. Fase diestrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel berinti dalam jumlah yang sangat sedikit dan leukosit dalam jumlah yang sangat banyak. Lamanya fase ini kurang lebih 55 jam.

2. Fase proestrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel berinti berbentuk bulat, leukosit tidak ada atau sangat sedikit. Lamanya fase ini kurang lebih 18 jam. 3. Fase estrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel menanduk yang sangat banyak, dan beberapa sel epitel dengan inti yang berdegenerasi. Lamanya fase ini kurang lebih 25 jam. 4. Fase metestrus adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel menanduk dan leukosit yang banyak. Lamanya fase ini kurang lebih 8 jam. Fase-fase siklus estrus dapat didentifikasi dengan membuat apusan vagina. Pengamatan terhadap sitologi apusan vagina dapat dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya. Aplikasi uji apusan vagina dapat digunakan untuk menentukan aktivitas esterogenik suatu bahan.

Tabel 2.1. Aplikasi uji apusan vagina untuk menentukan aktivitas esterogenik suatu bahan

No. 1. 2. 3. 4. 5. Sel epitel menanduk

Tipe Sel

Skor 6 5 5 4 4

Sel epitel menanduk dan leukosit Sel epitel menanduk dan sel epitel intermediat Sel epitel intermediate dan sel epitel menanduk Sel epitel menanduk, sel epitel intermediate, dan sel epitel intermediate. Sel epitel intermediate, sel epitel intermediate, dan sel epitel menanduk Sel epitel intermediate, sel epitel menanduk, dan leukosit Sel epitel intermediate Leukosit, sel epitel intermediate, dan sel epitel menanduk, dan Leukosit dan sel epitel intermediate Leukosit, sel epitel biasa

6.

7. 8. 9. 10. 11.

3 3 2 1 0

Pada saat hewan berada pada fase diestrus, maka pada saat itu hewan-hewan tersebut tidak aktif secara seksual. Semua hewan mamalia betina kecuali primat tingkat tinggi, kopulasi hanya dimungkinkan berlangsung pada periode tertentu di dalam setiap siklus estrusnya. Periode dimana secara psikologis dan fisiologis hewan betina bersedia menerima pejantan dinamakan berahi atau estrus. Ketika berahi, seekor betina berada pada status psikologis yang berbeda secara jelas dibandingkan dengan sisa periode di luar berahi di dalam siklus. Pejantan biasanya tidak menunjukkan perhatian seksual pada betina di luar masa berahi, dan bila pejantan akan mengawini betina, maka hewan betina akan menolak. Terdapat korelasi antara keadaan fisiologis dengan kejadian - kejadian endokrin reproduksi. Manifestasi berahi ditimbulkan oleh hormon seks betina, yaitu esterogen yang dihasilkan oleh folikel-folikel ovarium. Pemberian esterogen secara eksogen pada hewan betina dapat menimbulkan berahi pada hamper setiap saat selama periode siklus estrus, bahkan pada hewan betina yang diovariektomi. Siklus estrus berhubungan erat dengan perubahan organ-organ reproduksi yang berlangsung pada hewan betina (Tirtayasa, Tanpa tahun). Pada fase estrus yang dalam bahasa latin disebut oestrus yang berarti kegilaan atau gairah, hipotalamus terstimulasi untuk melepaskan gonadotropinreleasing hormone (GRH). Estrogen menyebabkan pola perilaku kawin pada mencit, gonadotropin menstimulasi pertumbuhan folikel yang dipengaruhi follicle stimulating hormone (FSH) sehingga terjadi ovulasi. Kandungan FSH ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan luteinizing hormone (LH) maka jika terjadi coitus dapat dipastikan mencit akan mengalami kehamilan. Pada saat estrus biasanya mencit terlihat tidak tenang dan lebih aktif, dengan kata lain mencit berada dalam keadaan mencari perhatian kepada mencit jantan. Fase estrus merupakan periode ketika betina reseptif terhadap jantan dan akan melakukan perkawinan, mencit jantan akan mendekati mencit betina dan akan terjadi kopulasi. Mencit jantan melakukan semacam panggilan ultrasonik dengan jarak gelombang suara 30 kHz 110kHz yang dilakukan sesering mungkin selama masa pedekatan dengan mencit betina, sementara itu mencit betina menghasilkan semacam pheromon yang dihasilkan oleh kelenjar preputial yang diekskresikan melalui urin. Pheromon ini berfungsi untuk menarik perhatian mencit jantan. Mencit dapat mendeteksi pheromon ini karena terdapat organ vomeronasal yang terdapat pada bagian dasar hidungnya. Pada tahap ini vagina pada mencit betinapun membengkak dan berwarna merah. Tahap estrus pada mencit terjadi

dua tahap yaitu tahap estrus awal dimana folikel sudah matang, selsel epitel sudah tidak berinti, dan ukuran uterus pada tahap ini adalah ukuran uterus maksimal, tahap ini terjadi selama 12 jam. Lalu tahap estrus akhir dimana terjadi ovulasi yang hanya berlangsung selama 18 jam. Pada dasarnya dua jenis siklus yang berbeda ditemukan pada mamalia betina. Manusia dan banyak primata lain mampunyai siklus menstrtuasi (menstrual cycle), sementara mamalia lain mempunya siklus estrus (estrous cycle). Pada kedua kasus ini ovulasi terjadi pada suatu waktu dalam siklus ini setelah endometrium mulai menebal dan teraliri banyak darah, karena menyiapkan uterus untuk kemungkinan implantsi embrio. Satu perbedaan antara kedua siklus itu melibatkan nasib kedua lapisan uterus jika kehamilan tidak terjadi. Pada siklus mnestruasi endometrium akan meluruh dari uterus melalui serviks dan vagina dalam pendarahan yang disebut sebagai menstruasi. Pada siklus estrus endometrium diserap kembali oleh uterus, dan tidak terjadi pendarahan yang banyak (Campbell, 2004). Siklus estrus dapat dibagi dalam beberapa tahap yaitu tahap diestrus, proestrus, estrus, dan metestrus. Tahap-tahap siklus dapat ditentukan dengan melihat gambaran sitologi apusan vagina. Paad saat estrus, vagina memperlihatkan sel-sel epitel yang menanduk. Apusan vagina biasanya dibuat pada hewan hewan laboratorium, umpanya mencit dan tikus, sebelum hewan jantan dan betina disatukan, penyatuan sebaiknya dilakukan pada saat estrus awal. Pada saat estrus, vulva hewan betina biasanya merah dan bengkak. Adanya sumbat vagina setelah penyatuan menandakan bahjwa kopulasi telah berlangsung, dan hari itu ditentukan sebagai hari kehamilan yang ke nol. Pada fase estrus, terlihat pengaruh estrogen dan dikarakteristikkan oleh sel kornifikasi yang nyata (jelas) dan hilangnya leukosit. Pada akhir fase estrus, lapisan kornifikasi tampak sloughed off dan invasi leukosit terjadi. Selama diestrus, leukosit tampak berlimpah. Fase proestrus, tanpa leukosit dan dikarakteristikkan oleh sel epitel yang dinukleasi. Fase estrus terjadi dengan pengaruh hormon gonadotropin dan sekresi estrogen mempunyai pengaruh yang besar. Fase metestrus, selama fase ini dimana sinyal stimulasi estrogen turun. Uterus dipengaruhi oleh progesteron dan menjadi sikretori. Tipe fase ini adalah jelas dan mungkin berakhir 1-5 hari. Beberapa hewan mengeluarkan akibat penurunan tingkatan estrogen. Pada fase metestrus dimana uterus dipengaruhi oleh progesteron dan menjadi sikretori. Tipe fase ini adalah jelas dan mungkin berakhir 1-5 hari.Fase diestrus dikarakteristikkan oleh aktivitas corpus luteum dimana dalam memproduksi progesteron.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap estrus adalah histologi dan fungsi hipotalamus serta hipofisis dalam kaitannya dengan proses reproduksi, terjadinya pubertas pada hewan betina termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi siklus estrus serta proses pembentukan sel kelamin (gametogenesis). Selain itu terdapat faktorfaktor lain yang lebih berpengaruh yaitu hormon (Anonym, 2011).

BAB II METODOLOGI

A. Alat dan Bahan


Alat : Kaca objek dan kaca penutup Pipet tetes Beaker glass Botol semprot Mikroskop Bak atau kandang hamster Botol minum untuk hamster

Bahan : Hamster betina dan hamster jantan Cotton bud NaCl 0,9% Metylen blue 1% Air

B. Cara Kerja
Pengamatan Apusan Vagina Hamster : 1. Ambil hamster betina, kemudian pegang dengan tangan kiri, ibu dan telunjuk jari memegang tengkuknya atau leher dorsal. 2. Dengan jari tengah, jari manis, dan kelingking memegang badan dan ekor. 3. Bagian vagina disemprotkan NaCl 0,9% menggunakan pipet yang tumpul, kemudian dihisap 3 sampai 4 kali dengna hati-hati dan perlahan-lahan.\ 4. Cairan pada pipet hasil penyemprotan/pengisapan berubah keruh, kemudian diteteskan pada objek glass 1 sampai 2 tetes. Biarkan sampai kering. 5. Tetesi dengan larutan pewarna metilen blue 1%. Biarkan 5 sampai 10 menit.

6. Amati di bawah mikroskop. Bila zat warna berlebih, bilas dengan air dengan cara meneteskan air. 7. Tutup dengan glas penutup.

Pengamatan Sumbat Vagina Hamster : 1. Satukan hamster betina yang sudah siap kawin dengan hamster jantan. 2. Keesokan harinya ( 12 jam) ambil hamster betina, kemudian pegang dengan tangan kiri, ibu dan telunjuk jari memegang tengkuknya atau leher dorsal. Dengan jari tengah, jari manis, dan kelingking memegang badan dan ekor. 3. Amati terjadi tidaknya sumbat vagina pada hamster tersebut.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Pengamatan Apusan Vagina Hamster : Fase Estrus dan beberapa sel epitel yang terikut. Keterangan : = Sel Epitel = Siklus Estrus

Gambar 1. Fase estrus pada hamster betina.

Pengamatan Sumbat Vagina Hamster : Pada pengamatan hari pertama, tidak ditemukan adanya sumbat vagina pada hamster betina tersebut. Tetapi, pada malam keesokan harinya terlihat sumbat vagina pada hamster betina tersebut.

Gambar 2. Sumbat vagina pada hamster betina

B. Pembahasan
Hamster adalah binatang sejenis hewan pengerat, terdapat berbagai jenis di dunia dan hampir ada di tiap negara. Bentuknya yang mini membuat hamster mudah untuk dibawah kemana-mana dan tidak memerlukan kandang yang terlalu besar untuk merawatnya. Hamster termasuk ke dalam subfamili cricetinae. Subfamili ini terbagi ke dalam sekitar 18 spesies, yang diklasifikasikan ke dalam enam atau tujuh genus. Kerajaan: Filum: Kelas: Ordo: Famili: Animalia Chordata Mamalia Rodentia Cricetidae

Hamster

jantan

memiliki testis yang

besar

sesuai

dengan

ukuran tubuh mereka. Hamster muda lebih sulit melakukan seks. Hamster melakukan pembuahan pada usia yang berbeda tergantung dari spesiesnya, tetapi hal ini bisa dilakukan pada usia 1 bulan sampai 3 bulan. Hamster jantan tetap dapat melakukan pembuahan selama hidupnya, namun betina tidak. Hamster betina mengalami estrus kira-kira setiap tiga hari. Musim pengembangbiakan terjadi pada bulan April sampai Oktober, dengan 1 sampai 13 anak lahir setelah periode gestasi selama 13 sampai 22 hari.[2]Gestasi terjadi 16 sampai 18 hari untuk hamster Sirian, 18 sampai 21 hari untuk hamster Rusia, 21 sampai 23 hari untuk hamster Tiongkok dan 23 sampai 30 untuk hamster Roborovski. Setelah hamster betina hamil, induk hamster akan membangun sarang dan mengumpulkan anaknya disana. Mereka tidak berambut, mata mereka tertutup dan sangat kecil. Setelah 1 minggu, mereka mulai berkeliling sarang mereka dan makan. Setelah 3 minggu, anak hamster bisa meninggalkan sarang mereka. Kecuali untuk hamster Roborvski, yang baru bisa keluar dari kandang dalam waktu 4 minggu. Biasanya, hamster jantan dan betina dipisah saat hamster betina melahirkan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Anak dari hamster juga tidak boleh dipegang, agar tidak dimakan oleh induk. Setelah satu minggu mereka mulai

mengeksplorasi keluar sarang. Mereka telah seluruhnya selesai setelah 3 minggu, atau 4 minggu untuk hamster Roborovski. Kebanyakan orang akan menjual hamster ke toko-toko ketika usia hamster 2 sampai 8 bulan. Pada hamster, memiliki siklus estrus terdiri atas beberapa fase utama adalah fase diestrus, fase proestrus, fase estrus, dan fase metestrus. Dari pengamatan apusan vagina hamster yang telah dilakukan, diketahui bahwa hamster tersebut sedang mengalami siklus estrus dengan cirri sel epitel yang menanduk (cornified). Hamster betina tersebut dikawinkan dngan hamster jantan pada sore harinya, dan dibiarkan selama 12 jam, yang kemudian keesokan harinya diamati apakah terdapat sumbat vagina atau tidak. Ternyata, tidak terdapat sumbat vagina pada hamster betina tersebut. Tetapi, malam setelah selang sehari terlihat sumbat vagina pada hamster betina tersebut.

BAB IV KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah : 1. Pada pengamatan apusan vagina, hamster betina tersebut sedang mengalami siklus estrus. 2. Pada pengamatan sumbat vagina, terdapat sumbat vagina selang sehari setelah dikawinkan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Siklus Estrus pada Tikus (Laporan Praktikum). http://nay--

13.blogspot.com/2011/02/bab1.html. Diakses; Rabu, 25 april 2012. Bajil. 2011. Makalah Farmakologi Toksikologi I.

http://bajilfarmasiumi.blogspot.com/2011/10/farmakologi.html. Diakses; Rabu, 25 april 2012. Campbell, et. al. 2004. Biologi. Jakarta; Erlangga. Tirtayasa, Eri. Tnpa tahun. Siklus Reproduksi.

http://eri08tirtayasa.blogspot.com/2011/11/siklus-reproduksi.html. Diakses; Rabu, 25 april 2012.