Anda di halaman 1dari 17

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Mengingat pentingnya keluarga dalam masyarakat dan juga pentingnya peran perawat dalam merawat keluarga, sehingga penulis berminat untuk menulis makalah ini agar kelak berguna bagi perawat terkhususnya mahasiswa keperawatan. Disini peran perawat sangat penting dalam menangani keluarga, terutama keluarga yang membutuhkan bantuan dari perawat dalam masalah kesehatannya. Disini perawat selain menjaga dan merawat pasien perawat juga juga di tuntut untuk sebagai pendidik, penghubung atau koordinator, pelindung atau advocat, pemberi pelayanan langsung atau konselor, dan modifikator lingkungan. Dalam keluarga terdapat jenis-jenis keluarga yaitu kelurga inti, keluarga besar, keluarga berantai, keluarga duda atau janda, keluarga berkomposisi, dan keluarga kabitas. Keluarga merupakan bagian terkecil dalam masyarakat. Dalam keperawatan, keluarga merupakan salah satu sasaran asuhan keperawatan. Keluarga merupakan salah satu sasaran asuhan keperawatan. Keluarga memegang peranan penting dalam promosi kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit pada anggota keluarganya. Nilai yang di anut keluarga dan latar belakang etnik atau kultur yang berasal dari nenek moyang akan mempengaruhi interpretasi keluarga terhadapa suatu penyakit. Masalah kesehatan dan adanya krisis perkembangan dalam suatu keluarga dapat mempengaruhi anggota keluarga yang lain karena keluarga merupakan satu kesatuan (unit). 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas ada berbagai hal yang akan penulis bahas tentang konsep keluarga dan tujuan keluarga, diantaranya: 1.2.1 Bagaimana konsep keluarga? 1.2.1.1 Apa defenisi keluarga? 1.2.1.2 Bagaimana tipe atau bentuk keluarga? 1.2.2 Bagaimana peran perawat keluarga? 1.2.2.1 Bagaimana karakteristik pelayanan keperawatan keluarga?

1.2.2.2 Bagaimana tingkatan praktik keperawatan keluarga? 1.2.2.3 Apa tujuan keperawatan keluarga? 1.2.2.4 Apa factor yang mempengaruhi perkembangan keperawatan keluarga? 1.2.2.5 Bagaimana batasan keahliaan keperawatan keluarga?

1.3

Tujuan Penulisan

1.3.1 Tujuan Umum Mengetahui tentang konsep keluarga dan tujuan keluarga dengan berbagai aspek atau bagiannya. 1.3.2 Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus penulisan makalah ini sebagai berikut: 1. Mengetahui tentangkonsep keluarga. 2. Mengetahui tentangdefenisi keluarga. 3. Mengetahui tentangtipe atau bentuk keluarga. 4. Mengetahui tentang karakteristik pelayanan keperawatan keluarga. 5. Mengetahui tentang tingkatan praktik keperawatan keluarga. 6. Mengetahui tentang tujuan keperawatan keluarga. 7. Mengetahui tentang factor yang mempengaruhi perkembangan keperawatan keluarga. 8. Mengetahui tentang batasan keahliaan keperawatan keluarga. 9. Mengetahui tentang peran perawat keluarga.

1.4

Metode Penulisan Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan

metode observasi dan kepustakaan.Adapun teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut. 1.4.1 Studi Pustaka Pada penulisan makalah ini metode yang digunakan adalah studi pustaka yaitu dengan mengumpulkan berbagai jenis buku referensi.

1.4.2

Internet Dalam metode ini penulis mencari informasi dari internet dan situs-situs yang

relevan dan realistis.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Keluarga Istilah keluarga akan menghadirkan gambaran adanya individu dewasa dan anak yang hidup bersama secara harmonis dan memuaskan. Bagi lainnya, istilah inilah memiliki arti yang berlawanan. Keluarga bukan sekedar gabungan dan jumlah dari beberapa individu. Keluarga memiliki keragaman seperti anggota individunya dank lien memiliki nilai-nilai tersendiri mengenai keluarganya harus anda hormati. Anggap keluarga sebagai suatu kelompok hubungan yang didentifikasikan klien sebagai keluarga atau jaringan individu yang memepengaruhi kehidupan masing-masing tanpa melihat adanya hubungan biologis ataupun hukum. Keluarga merupakan institusi pusat pada masyarakat Amerika : namun telah banyak terjadi perubahan konsep, struktur dan fungsi dari unit keluarga seiring berjalan nya waktu. Keluarga banyak menghadapi tantangan seperti pengaruh kesehatan dan penyakit. Mengasuh dan membesarkan anak, perubahan struktur dan keluarga, serta pelayanan untuk orangtua yang mencapai lansia. Kerakteristik keluarga seperti durabilitas, ketangguhan, dan keragaman membantu adaptasi keluarga dalam mengatasi tantangan tersebut. Durabilitas keluarga adalah istilah untuk sistem struktur dan dukungan intrakeluarga namun pada keluarga yang melangkahi batasan rumah tangga. Sebagai contoh, orang tua dapat menikah kembali atau anak dapat meninggalkan rumah pada saat dewasa, namun pada saat dewasa, namun pada akhirnya keluarga melangkahi periode waktu yang panjang dan juga perubahan gaya hidup. Ketangguhan keluarga adalah kemampuan keluarga untuk beradaptasi terhadap stresor yang diduga maupun tidak. Kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan peran, masa perkembangan, dan krisis menunujukkan ketangguhan.tujaun keluarga bukan han ya untuk bertahan terhadap tantangan, namun juga untuk menjadi berhasil dan berkembang akibat diperolehnya pengetahuan baru. Keragaman keluarga Adalah keunikan tiap keluarga. Sebagai contoh, sebuah keluarga akan mengalami pernikahan untuk pertama kalinya dan

mempunyai anak, sedangkan keluarga lain telah memiliki cucu pada usia yang sama pada keluarga pertama tersebut. Setiap orang pada unit keluarga memiliki kebutuhan, kekuatan, dan pertimbangan pertimbangan yang spesifik. Saat anda merawat klien dan keluarganya, anda mempunyai tanggungjawab untuk memahami dinamika keluarga dan membangun serta sumber daya keluarga tersebut . tujuan pusat pelayanan keperawatan yang berpusat pada keluarga adalah mempromosikan, mendukung, dan mengkomodasi kesejahteraan dan kesehatan keluarga maupun anggota individualnya.

2.1.1 Definisi Keluarga Menurut Stuart (ICN,2001) Lima hal penting dalam definisi keluarga yaitu : 1. Keluarga adalah suatu sistem atau unit. 2. Komitmen dan keterikatan antar anggota keluarga yang meliputi kewajiban dimasa yang akan datang. 3. Fungsi keluarga dalam pemberian perawatan melliputi perlindungan, pemberian nutrisi da sosialisasi untuk seluruh anggota keluarga. 4. Anggota-anggota keluarga mungkin memiliki hubungan dan tinggal bersama atau mungkin juga tidak ada hubungan dan tinggal terpisah. 5. Keluarga mungkin memiliki anak atau mungkin juga tidak.

2.1.2 Tipe atau Bentuk Keluarga a. Keluarga inti (Nuclear Family), adalah keluarga yang terdiri ayah, ibu dan anak-anak. b. Keluarga besar (Extended Family), adalah keluarga inti yang ditambah dengan anak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara, dan sebagainya. c. Keluarga berantai (Serial Family), adalah keluarga yang terdiri dari wanita danpria yang menikah lebih dari satu kali atau merupakan suatu keluarga inti. d. Keluarga duda atau janda (Single Family), adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.

e. Keluarga berkomposisi (Composite), adalah keluarga yang perkawinannya lebih dari satu (poligami dan hidup secara bersama). f. Keluarga kabitas (Cahabitation), adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentu suatu keluarga.

2.2 Peran Perawat Keluarga Sebagai kekhususan perawat keluarga memiliki peran yang cukup banyak dalam memberikan asuhan keperawatan keluarga diantaranya: 1. Peran perawatsebagai pendidik atau educator Perawat memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga dalam rentang sehat sakit. Contoh : a. Pendidikan kesehatan tentang pentingnya imunisasi pada balita. b. Mengajarkan pencegahan ispa pada ibu dengan anak-anak beresiko terserang ispa. c. Mengajarkan cara membersihakan kotoran pada hidung anak saat anak terserang batuk pilek. 2. Peran perawat sebagai penghubung atau coordinator / kolaborator Dalam menjalankan peran ini, perawat mengkoordinasikan keluarga dalam pelayanan kesehatan.Contoh : a. Perawat membantu dan membimbing keluarga yang diketahui terserang TB mendapatkan pengobatan TB paru di puskesmas. b. Perawat bersama keluarga menentukan siapa individu yang akan dijadikaan sebagai orang yang selalu mengingatkaan anggota keluarga dengan TB untuk minum obat. 3. Peran perawat sebagai pelindung ataau advocate Memberikan perlindungan atas kesamaan keluarga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Contoh: Perawat membantu keluarga dalam pengurusan surat keterangan tidak mampu dalam rangka mendapatkan dana kesehatan melalui program pemerintah melalui jaring pengaman kesehatan/askeskin pada keluarga miskin. 4. Peran perawat sebagai pemberi pelayanan langsung Perawat memberikan pelayanan kesehatan langsung pada keluarga.Contoh :

Mengajarkan pada keluarga pembuatan obat pereda batuk pilek dengan perasan jeruk nipis dicampur madu. 5. Perawat sebagai konselor Perawat memberikan beberapa alternative pemecahan masalah berkaitan dengan masalah yang di hadapi keluarga tanpa harus ikut dalam pengambilan keputusan keluarga tersebut.Contoh : a. Perawat berkaitan dengan keluarga memberikan beberapa alternative alat kontrasepsi yang akan dipilih pasangan muda, dengan keputusan tetap ada pada pasangan muda tersebut. b. Perawat keluarga memberikan informasi jenis pelayanan yang bisa dikunjungi keluarga. 6. Peran perawat sebagai modifikator lingkungan Contoh : a. Perawat memberikan gambaran yang jelas bagaimana lingkungan yang aman pada keluarga dengan lansia yang sudah menurun penglihatannya, seperti halnya lantai yang dibuat tidak licin, penataan rumah tangga yang rapi, diberikan pegangan keruangan lansia ataupun kekamar mandi. b. Perawat memberikan penjelasan berkaitan dengan bagaimana mencegah anak terkena ispa dengan tidak memberikan jajanan sembarangan, orang tua khususnya ibu membuat makanan tambahan yang menarik dengan gizi seimbang.

2.2.1 Karakteristik Pelayanan Keperawatan Keluarga Stuart (2001) memberikan batasan tentang siapa yang disebut keluarga. Ada liam sifat keluarga yang di jabarkan : 1. Keluarga merupakan unit suatu sistem. 2. Keluarga mempertahankan fungsinya secara konsistenterhadap perlindungan, makanan dan sosialisasi anggotannya. 3. Dalam keluarga ada komitmen saling melengkapi antar anggota keluarga. 4. Setiap angggota dapat atau tidak dapat saling berhubungan dan dapat atau tidak dapat ditinggal dalam satu atap. 5. Keluarga bisa memiliki anak atau tidak.

Ada beberapa alasan yang mejadikan keluarga sebagai pusat perhatian dalam pemberian pelayanan kesehatan antara lain : a. Keluarga dipandang sebagai sumber daya kritis untuk menympaikan pesanpesan kesehatan. Kasus meningkatnya kematian karena DHF membuat pemerintah genjar menggalakkan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam skala nasional, keluarga sebagai unit terkecil dalam maasyrakat berperan alam

penyampaian pesan betapa penntingnya PSN agar terhindar dari wabah demam berdarah. b. Keluarga sebagai satu unit antar anggota dalam keluarga. Keluarga dipandang sebagai suatu kesatuan dari sejumlah anggota keluarga, berada dalam satu ikatan yang saling mempengaruhi. Jika perawat tidak memahami dalam melakukan pengkajian terhadap setiap anggota keluarga maka perawat tersebut tidak akan dapat data yang dibutuhkan, mengingat data anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya saling

memperngaruhi. Contoh : perpisahan dengan salah satu anggota keluarga yang akan sekolah diluar kota, akan mengurangi nafsu makan, kesedihan pada yang meninggalkan dan yang ditinggalkan. c. Hubungan yang kuat dalam keluarga dengan status kesehatan anggotanya. Peran keluarga sangat penting dalam tahapan-tahapan perawatan kesehatan, mulai dari tahapan peningkatan kesehatan, pencegahan, pengobatan sampai rehabilitasi. Contoh : keluarga yang peduli kesehatan akan menimbang dan memberi imunisasi lengkap pada balitanya. d. Keluarga sebagai tempai penemuan kasus dini. Ada masalah kesehatan pada salah s atu anggota keluarga akan kemungkinan munculnya faktor resiko pada anggot keluarga lainnya. Contohnya : pada keluarga ditemukan anak sulungnya menderita TB, maka kemungkinan kedua adiknya juga menderita TB. e. Individu dipandang dalam konteks keluarga. Seoang dapat mencapai pemahaman yang lebih jelas terhadap individu dan fungsinya apabila individu-individu tersebut dipandang dalam konteks keluarga mereka.

f. Keluarga sebagai sumber pendukung bagi anggota keluarga lainnya. Contoh : anak usia sekolah yang mendapat bimbingan belajar dari orang tuanya akan jauh lebih berhasil dibandingkan jika tidak mendapatkan bimbingan saat belajar dari orang tuanya.

2.2.2 Tingkatan Praktik Keperawatan Keluarga 1. Keluarga sebagai konteks. Pada asuhan keperawatan tingkat pertama ini yang menjadi fokus pelayanan kesehatan adalah individu, sedangkan keluarga merupakan latar belakang atau fokus sekunder. Keluarga dipandang sebagai area yang penting dari klien dan oleh karena itu keluarga merupakan dukungan terbesar bagi klien. Atau kata lain asuhan yang berfokus pada keluarga. Contoh : gangguan pola nafas pada An. E (2 th) di keluarga Tn. N (29 th) dengan asma. 2. Keluarga dipandang sebagai kumpulan atau jumlah anggota keluarga secara individu. Asuhan keperawatan diberikan bukan hanya pada satu individu tetapi bisa lebih dalam satu keluarga. Dalam tingkatan ini garis depannya adalah masing-masing klien yang dilihat sebagai unit terpisah dengan unit yang berinteraksi. Contoh : tidak efektifnya bersihan jalan napas pada An. C (14 th) dan An. H (7 th) di keluarga Tn. O (55 th) dengan diare. 3. Subsisten keluaga sebagai klien. Sub sistem keluarga adalah pusat perhatian atau fokus sebagai penerima pengakajian atau intervensi. Keluarga inti, keluarga besar, dan subsistem keluarga lainnya adalah unit analisis dan asuhan. Contoh : masalah pada keluarga yang diawali dengan komunikasi yang tidak efektif antar anggota keluarga. Serta kesalahpahaman yang terjadi pada pasangan baru menikah terhadapa peran dan fungsinya masing-masing. 4. Keluarga sebagai klien. Keluarga dipandang sebagai klien atau fokus keperawatan, keluarga menjadi bagian depan sedangkan anggota keluarga yang lain menjadi latar belakang. Contoh : masalah yang timbul pada sebuah keluarga dikarenakan koping. Keluarga tidak efektif saat menunggu kehadiran anggota keluarga yang baru.

2.2.3 Tujuan Keperawatan Keluarga Tujuan umum keperawatan keluarga adalah meningkatkan kesadaran, keinginan, dan kemampuan keluarga dalam meningkatkan, mencegah, memelihara kesehatan mereka sampai pada tahap yang optimal dan mampu melaksanakan tugas-tugas mereka secara poduktif. Tujuan khususnya adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan keluarga dalam hal : 1. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang mereka hadapi. 2. Mengambil keputusan tentang siapa/kemana dan bagaimana pemecahan masalah tersebut, misalnya dipecahkan sendiri dengan pergi ke rumah sakit, puskesmas, praktik keperawatan/kedokteran, dll. 3. Meningkatkan mutu kesehatan keluarga (promosi kesehatan). 4. Mencegah tejadinya penyakit/timbulnya masalah kesehatan pada keluarga. 5. Melaksanakan usaha penyembuhan/pemecahan masalah kesehatan keluarga melalui asuhan keperawatan di rumah. 6. Melaksanakan usaha rehabilitasi penderita melalui asuhan keperawatan di rumah. 7. Membantu tenaga profesional kesehatan/keperawatan dalam penanggulangan penyakit/masalah kesehatan mereka di rumah, rujukan kesehatan dan rujukan medik. Karena keluarga membentuk unit dasar dari masyarakat kita, mak lembaga social yang paling banyak memiliki efek-efek yang paling menonjol terhadap anggota.Unit dasar ini memiliki pengaruh yang bagitu kuat terhadap perkembangan seseorang individu yang dapat menentukan berhasil-tidaknya kehidupan individu tersebut. Keluarga berfungsi sebagai variabel intervensi kritis (atau seperti pengarang lain mengistilahkannya sebagai buffer atau sebagai agen penawaran antara masyrakat dan individu) Setiap anggota kelarga memiliki kebutuhan dasar fisik, pribadi dan social.Keluarga harus berfungsi sebagai pelantara bagi tuntunan-tuntunan dan harapan-harapan dari semua individu yang ada dalam unit tersebut.Sebuah keluarga diharapkan dapat bertanggunga jawab untuk memenuhi kebutuhan dan tuntunan dari

10

orangtua dan anak-anak ini menjadi satu tugas yang sulit karena harus memproritaskan kebutuhan individu yang beraneka ragam pada saat tertentu.Dilain pihak, masyarakat mengharapkan setiap anggota memenuhi kewajiban-

kewajibannya dan tuntutannya.Dari sebab itu keluarga harus menjadi perantara bagi kebutuhan dan tuntunan dari anggota keluarga dengan kebutuhan dan tuntutan dari masyrakat. Meskipun banyak kelompok yang memiliki fungsi pelantara, keluarga tetap menjadi pusat utama yang penting dan keluarga yang menjadi kelompok bagi setiap individu. Setiap keluarga merupakan bagian dari beberapa kelompok, tetapi hanya keluarga yang memperhatikan individu secara total dan memperhatikan segi-segi kehidupannya. Prioritas tertinggi dari keluarga biasanya adalah kesejahteraan anggota keluarganya.Kelompok-kelompok lain misalnya, teman kerja, anggota gereja, teman sekolah dan lain-lain, tidak menaruh perhatian pada seluruh hidup individu, tetapi hanya membatasi diri pada satu segi kehidupan dari seorang individu. Akan tetapi ada satu perbedaan yaitu bahwa antara kelompok-kelompok primer dan keluarga tidak saling menggantikan satu sama lain, yakni bahwa keluarga masih mempertahankan pergantian dan tanggung jawab reproduksi. Kelompok-kelompok primer yang lain tidak dapat melahirkan anggota-anggota baru agar dapat menjamin kelangsungan hidup komunitas. Untuk menyatakan kembali peran keluarga, unit kelurga menempati suatu posisi antara individu dan masyarakat. Fungsi keluarga menjadi berlipat ganda: (1) memenuhi kebutuhan-kebutuhan setiap individu yang ada dalam kelurga; dan (2) memnuhi kebutuhan-kebutuhan masnyarakat dimana keluarga menjadi bagiannya. Fungsi-fungsi ini yang sangant fundamental bagi adaptasi manusia dan tidak bisa dicapai secara terpisah.Fungsi-fungsi tersebut harus digabungkan dalam keluarga. Bagi masyarakat, lewat penghasilan dan sosialisasi anggota baru, kelurga berfungsi untuk memenuhi suatu kebutuhan vital. Keluarga membentuk suatu kelompok individu yang diperlakukan oleh masyarakat sebagai suatu kesatuan yang utuh, keluarga menciptakan jaringa system pertalian kelurag yang membantu menstabilkan sebuah masyarakat bahkan dalam Negara industry, keluarga

11

memberikan status, insentif, peran-peran bagi anggota-anggotanya dalam system social yang lebih luas. Keluarga juga berfungsi untuk memenuhi kebuthan-kebutuhan anggota keluarganya. Bagi pasangan suami dan istri atau anggota keluarga yang dewasa, keluarga berfungsi menstabilkan kehidupan mereka, yaitu memenuhi kebutuhan kasih saying, sosio-ekonomi dan kebuthan seksual. Bagi anak-anak, kelurga memberikan perawatan fisik dan perhatian emosional dan seiring dengan itu kelurga juga mengarahkan perkembangan kepribadian.System keluarga merupakan konteks belajar yang utama bagi suatu prilaku, pikiran dan perasaan dari seseorang individu. Fungsi media keluarga juga melindungi individu-individu dari kontak langsung dengan masyrakat. Orang tua merupakan guru yang utama.Karena orang tua menginterprestasikan dunia dan masyarakat bagi anak-anak.Lingkungan seperti kekuatan-kekuatan dari luar merupakan hal yang penting, semata-mata karena lingkungan memperngaruhi orang tua dan karena orang tua adalah orang yangmenterjemahkan arti-arti penting yang dimiliki oleh kekuatan-kekuatan luar kepada anak. Keluarga telah lama dilihat sebagai konteks yang paling vital bagi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.Keluarga memiliki pengaruh yang penting sekali terhadap pembentukkan identitas seseorang dan perasaan harga diri.Minuchin (1977) seorang ahli terapi keluarga ternama, membuat ringkasan dengan begitu indah tentang peran ganda yang dimainkan oleh keluarga. Seorang individu merupakan gudang dari pengalaman sekelompok.Identitasnya itu bersifat individual maupun social.Pengalaman-pengalaman intrapsikis dari seseorang semata-mata berkembang dari pengalaman-pengalaman interpersonalnya, seperti lewat orang tua-hubungan orang tua dan anak (Mead, 1934).Sebuah konsepsi penuh arti dari status kesehatan mental seorang individu hanya dapat dicapai jika kita menghubungkan berfungsinya individu-individu tersebut dalam pola-pola hubungan manusia dari kelompok primer atau keluarga orang tersebut. Leavell dan rekan (1985) mengembangkan sebuah kerangka yang disebut sebagai tingkat pencegahan.Kerangka ini berfungsi sebagai landasan praktik kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan komunitas.Kerangka ini digunakan disini untuk menjelaskan tujuan keperawatan keluarga.Tingakt pencegahan

12

mencakup keseluruhan spectrum isu sehat dan sakit, serta tujuan yang sesuai untuk setiap tingaktan. Ketiga tingaktan itu adalah: 1. Pencegaha primer, yang melibatkan promosi kesehatan dan tindakan pencegahan spesifik atau tindakan perlindungan kesehatan yang dirancang untuk menjaga individu bebas dari penyakit atau cidera. Tindakan pencegahan spesifik atau prilaku yang melindungi kesehatan juga disebut pemeliharaan kesehatan. 2. Pencegahan sekunder, yang terdiri atas deteksi dini, diagnosis dan terapi. 3. Pencegahan tersier yang mencakup tahap pemulihan dan rehabilitasi, dirancang untuk meminimalkan disabilitas klien dan memaksimalkan tingkat fungsi dirinya. Tiga tingkat pencegahan ini merupakan tujuan keperawatan keluarga.Tujuan keperawatan keluarga atas promosi dan pemeliharaan kesehatan, deteksi dan terapi dan pemulihan kesehatan.Promosi kesehatan merupakan sebuah tujuan utama dalam keperawatan keluarga.Akan tetapi, tentu saja deteksi dini, diagnosis dan terapi juga merupakan tujuan yang penting.Selain itu, dengan mempertimbangakan

perkembangan pelayanan kesehatan dirumah dan prevalensi penyakit kronik serta disabilitas yang terjadi dikalangan populasi lansia yang jumlahnya meningkat dengan cepat, pencegahan tersier atau rehabilitasi dan pemulihan kesehatan juga merupakan tujuan penting dari keperawatan keluarga saat ini.

2.2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Berkembangnya Keperawatan Keluarga Belakangan ini keperawatan keluarga berkembang dengan pesat karena : 1. Peningkatan pengakuan dalam keperawatan dan masyarakat tentang perlunya peningkatan kesehatan dan perawatan kesehatan secara menyeluruh, bukan hanya praktik yang berorientasi pada penyakit. 2. Peningkatan populasi lanjut usia dan perkembangan penyakit kronis yang menyebabkan perawatan diri dan kebutuhan akan asuhan perawatan keluarga menjadi penting. 3. Perkembangan bidang riset keperawatan keluarga secara pesat. 4. Pengakuan yang luas tentang banyaknya keluarga yang bermasalah dalam komunitas kita.

13

5. Penyebarluasan secara umum teori tertentu yang berdasarkan pada keluarga, seperti teori kedekatan dan teori sistem umum. 6. Terapi keluarga dan perkawinan beralih dari terapi pertumbuhan ke klinik layanan anak, perkawinan dan keluarga. 7. Riset terhadap kedalaman dan keterlibatan komunikasi keluarga pada tahun 1950-an dan 1960-an menunjukkan bahwa ibu-ibu yang bermasalah dalam pola komunikasinya terkait dengan anak-anak yang bermasalah.

2.2.5 Batasan Keahlian Keperawatan Keluarga Akhir-akhir ini keperawatan keluarga menjadi sebuah bidang keahlian khusus yang tidak terkait dengan berbagai bidang keahlian keperawatan lainnya. Sebagai bidang keahlian yang berbeda, keperawatan keluarga ini masih tergolong bayi. Akan tetapi, ada bukti kuat bahwa keperawatan keluarga merupakan sebuah bidang khusus yang sedang tumbuh, bersifat dinamis, dan mendapat

perhatiandalam praktik, pendidikan, dan penelitian. Sampai saat ini belum terdapat kesepakatan mengenai cakupan bidang keperawatan keluarga dan perbedaannya dengan keperawatan komunitas (friedman, 1986) dan terapi keluarga. Walaupun demikian, praktik keperawatan keluarga dibagi menjadi tiga tingkat. Tingkat I adalah keluarga sebagai konteks. Dalam tingkat I, keperawatan keluarga dikonseptualisasikan sebagai suatu bidang dengan keluarga di pandang sebagai konteks bagi pasien/klien (bozzet 1987). Pada tingkat ini, keluarga sebagai kelompok primer klien yang paling penting digambarkan sebagai stesor atau sumber bagi klien, terkait dengan pengkajian interaksi. Menurut Association For The Care Of Childrens Health (1989) keperawatan yang berpusat pada keluarga merupakan filosofi dari keperawatan kesehatan anak yang mempertimbangkan dan memperlakukan anak dalam konteks keluarga serta mengakui keluarga sebagai pemberi asuhan utama dan berkesinambungan untuk anak. Tingkat II, adalah keluarga sebagai kumpulan dari anggota keluarga. Dalam praktik keperawatan tingkat ini, keluarga di pandang sebagai kumpulan individu anggota keluarga. Dikatakan keperawatan keluarga apabila semua anggota keluarga mendapat perawatan. Sekarang ini ada upaya untuk melihat keluarga sebagai fokus keperawatan, bukan sebagai kumpulan yang disebutkan sebelumnya (Doberty dan

14

Camphell 1988). Pada tingkat inu hal yang penting adalah masing-masing klien dilihat sebagai unit terpisah, bukan unit yang saling berinteraksi. Tingkat III adalah keluarga sebagai klien. Pada tingkat ini keluarga menjadi klien atau fokus utama pengkajian keperawatan. Keluarga dipandang sebagai sistem yang berinteraksi, dengan fokusnya adalah dinamika dan hubungan internal keluarga, struktur dan fungsi keluarga, serta saling ketergantungan subsitem keluarga dengan kesehatan, dan keluarga dengan lingkungan luarnya. Hubungan antara penyakit dan individu dalam keluarga dianalisis dan dimasukkan dalam rencana asuhan keperawatan (Wright dan Leahey 1988). Fokus dari tingkat III adalah keterampilan pengkajian dan intervensi klinis yang lebih maju berdasarkan integrasi keperawtan, tetapi keluarga, dan teori sistem. Disini terjadi interaksi timbal balik antara fungsi keluarga dan kesehatan/penyakit (Wright dan Leahey 1988).

15

BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Menurut Stuart (ICN,2001). Lima hal penting dalam definisi keluarga yaitu : 1. Keluarga adalah suatu sistem atau unit. 2. Komitmen dan keterikatan antar anggota keluarga yang meliputi kewajiban dimasa yang akan datang. 3. Fungsi keluarga dalam pemberian perawatan melliputi perlindungan, pemberian nutrisi da sosialisasi untuk seluruh anggota keluarga. 4. Anggota-anggota keluarga mungkin memiliki hubungan dan tinggal bersama atau mungkin juga tidak ada hubungan dan tinggal terpisah. 5. Keluarga mungkin memiliki anak atau mungkin juga tidak. Tujuan umum keperawatan keluarga adalah meningkatkan kesadaran, keinginan, dan kemampuan keluarga dalam meningkatkan, mencegah, memelihara kesehatan mereka sampai pada tahap yang optimal dan mampu melaksanakan tugas-tugas mereka secara poduktif. Tujuan khususnya adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan keluarga dalam hal; Mengidentifikasi masalah kesehatan yang mereka hadapi, Mengambil keputusan tentang siapa/kemana dan bagaimana pemecahan masalah tersebut, misalnya dipecahkan sendiri dengan pergi ke rumah sakit, puskesmas, praktik keperawatan/kedokteran, dll, Meningkatkan mutu kesehatan keluarga (promosi kesehatan), Mencegah tejadinya penyakit/timbulnya masalah kesehatan pada keluarga, Melaksanakan usaha penyembuhan/pemecahan masalah kesehatan keluarga melalui asuhan keperawatan di rumah, Melaksanakan usaha rehabilitasi penderita melalui asuhan keperawatan di rumah, Membantu tenaga profesional kesehatan/keperawatan dalam penanggulangan penyakit/masalah kesehatan mereka di rumah, rujukan kesehatan dan rujukan medik. 3.2 Saran Dengan adanya makalah ini diharapkan agar perawat dapat mengetahui serta memahami tentang konsep keluarga dan tujuan dasar keluarga. Dan juga agar perawat mengetahui perannya dalam masalah perawatan keluarga pada saat praktek serta memahami standar prosedur dalam perawatan keluarga.

16

17