Anda di halaman 1dari 23

I. 1.

PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia adalah negara yang kaya akan sumberdaya alam. Terutama

kandungan mineral bukan logam jenis tertentu yang ada di Negara ini benar-benar sangat melimpah. Salah satunya adalah Batugamping, cadangannya tersebar merata hampir diseluruh penjuru nusantara, sehingga merupakan potensi yang sangat besar. Kebutuhan akan bahan galian industri dari hari ke hari terus meningkat. Hal ini berlaku juga pada Batugamping, permintaan pasar akan Batugamping terus meningkat, disebabkan oleh fungsi Batugamping sendiri sebagai bahan baku utama sebuah komoditi. Batugamping banyak digunakan pada industri semen, cat, kosmetik, kertas, tekstil, pasta gigi, konstruksi bangunan, pertanian, dll. Kabupaten Gunung Kidul memiliki potensi bahan galian cukup besar, terutama bahan galian industri dan bahan galian konstruksi yang tersebar dibeberapa tempat. Perusahaan Sugih Alamanugroho berada di Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan yang mendapat izin untuk melakukan pertambangan ini dimulai sejak 04 September 1992. PT. Sugih Alamanugroho memiliki luas areal berdasarkan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang dahulu sebelum diterbitkannya Undang-undang no.4 tahun 2009 disebut Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD), Batugamping yang dipunyai PT. Sugih Alamanugroho mencakup daerah seluas 24,9 Ha, meliputi 7 gunung/bukit yaitu : 1. Gunung Sidowayah 2. Gunung Tumpeng 3. Gunung Pokerso 4. Gunung Dhuwur 5. Gunung Pangonan 6. Gunung Kendil

7. Gunung Dengkeng Cadangan seluruhnya yang dipunyai sebesar 43.321.170 m3 Dari kota Yogyakarta, lokasi penambangan dan pengolahan dapat ditempuh melalui jalur Yogyakarta Wonosari dengan jarak 42 km, kemudian diteruskan dari Wonosari ke desa Bedoyo sejauh 15 km. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Lokasi PT. Sugih Alamanugroho

Sejarah dari PT. Sugih Alamanugroho adalah berdiri pada tahun 1991, tetapi mulai beroperasi tahun 1992. Akhirnya mulai pertengahan tahun tersebut, perusahaan itu telah dapat memproduksi Batugamping 100120 ton perhari. PT. Sugih Alamanugroho merupakan sebuah badan usaha yang berbentuk Penanaman Modal Dalam Negeri. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan Calcium Carbonate (CaCO3) dengan sistem pengemasannya 25 kg, 30 kg, 40 kg, 50 kg dan di fokuskan untuk keperluan industri, seperti bahan campuran pembuatan cat, paralon, ban, kertas. Pemasarannya dengan cara bekerja sama dengan Nippon Paint, Air Emas Lestari, dll. Tujuan pemasarannya meliputi wilayah JaBoDeTaBeK, Bandung, Semarang, Medan, Magelang. Tenaga kerja di PT. Sugih Alamnugroho sendiri ada 140 Jiwa. Dewasa ini, banyak terdapat persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha, dan semakin maju cara-cara yang dikembangkan untuk mencapai tujuan dan sasaran secara efektif dan efisien. Dalam permasalahan ini, perlu dikembangkan pemikiran-pemikiran dan pengawasan yang baik agar menghasilkan keluaran yang optimal, sehingga dapat mencapai sasaran dan tujuan yang diinginkan. Pimpinan perusahaan perlu mengawasi kegiatan operasional perusahaan yang sedang berlangsung dan bagaimana membuat kegiatan operasional tersebut menghasilkan kemajuan perusahaan. (www.repository.usu.ac.id) Perusahaan ini tidak lepas dari pengambilan keputusan dalam hal perhitungan pendapatan dan kerugian yang diperoleh perusahaan ini, sehingga perhitungan rugilaba diperusahaan ini sangat diperhitungkan. Disini kami penulis ingin mengangkat masalah ini yaitu Analisis Rugi Laba Pertambangan Batugamping di PT. Sugih Alamanugroho selang waktu Juli-Desember tahun 2011.

1.2

Rumusan Masalah

a. Pada selang waktu 6 bulan apakah perusahaan tersebut mengalami keuntungan atau kerugian. b. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan naik dan turunnya pendapatan dan pengeluaran PT. Sugih Alamanugroho, pada selang waktu 6 bulan tersebut.

II.

LANDASAN TEORI

Laporan keuangan sangat diperlukan oleh perusahaan untuk mengetahui posisi keuangan dan laba ataupun rugi yang diperoleh oleh perusahaan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi laporan rugi laba, laporan perubahan posisi keuangan, neraca, laporan arus kas. Pengertian Laporan Laba-Rugi Laporan Laba-Rugi adalah suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha untuk satu periode akuntansi tertentu. Unsur-unsur laporan laba-rugi, yaitu: 1. Pendapatan 2. Beban (Biaya) Pengertian Pendapatan Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2004 : 23.1), kata income diartikan sebagai penghasilan, dan kata revenue sebagai pendapatan, penghasilan (income) meliputi baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gain). Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga, dividen, royalti dan sewa. Definisi tersebut memberikan pengertian yang berbeda dimana income memberikan pengertian pendapatan yang lebih luas, income meliputi pendapatan yang berasal dari kegiatan operasi normal perusahaan maupun yang berasal dari luar operasi normalnya. Sedangkan revenue merupakan penghasil dari

penjualan produk, barang dagangan, jasa dan perolehan dari setiap transaksi yang terjadi. Pendapatan yang merupakan suatu unsur utama dari laporan keuangan mempunyai berbagai kegunaan menurut kepentingannya. pendapatan umunnya dianggap sebagai faktor penentu kebijaksanaan pembayaran atau penundaan pembayaran deviden oleh manager utama pada perusahaan. Pendapatan berguna pula sebagai suatu pedoman investasi dan pengambilan keputusan dimana pendapatan dapat dianggap sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan investasi atau pengambilan keputusan. Pengertian Biaya Menurut Harnanto (1992, hal. 24), pengertian biaya adalah sebagai berikut: Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkui pembagian kepada penanam modal. Menurut klasifikasinya biaya dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Fixed cost (biaya tetap) adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu. Besar kecilnya biaya tetap di pengaruhi oleh kondisi perusahaan jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen. Contoh: pajak bumi dan bangunan, gaji karyawan dan asuransi.

2. Variable cost (biaya variabel) adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya variabel per unit konstan (tetap) dengan adanya perubahan volume kegiatan. Contoh: biaya bahan baku, biaya iklan dan komisi untuk seorang selesman sesuai dengan levelnya.

Menurut Supriyono (1999:16) biaya (cost) adalah harga perolehan ekonomis yang dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan dan akan dipakai sebagai pengurang penghasilan. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa biaya merupakan pengorbanan sumber daya ekonomis untuk memperoleh barang dan jasa untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Sunarto (2003:4) mengemukakan bahwa biaya adalah harga pokok atau biaya yang dimanfaatkan atau digunakan untuk memperoleh pendapatan Laporan Perubahan Posisi Keuangan (The Statement Changes In Financial) Adalah catatan yang melaporkan perubahan posisi keuangan yang biasanya disajikan dalam Laporan Arus Dana atau Laporan Sumber danPenggunaan Dana (Funs Flow Statement) yang melaporkan sumber (darimana dana diperoleh) dan penggunaan dana (kemana dana dipakai) atau disajikan dalam Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) yang melaporkan perubahan posisi keuangan berbasis kas, yaitu suatu ringkasan kas yang diterima dan dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode. Neraca (Balance Sheet) Adalah laporan mengenai keadaan harta atau kekayaan perusahaan, atau keadaan posisi keuangan perusahaan pada saat (tanggal) tertentu. Neraca memberitahu kita mengenai seberapa kuat posisi keuangan perusahaan dengan memperlihatkan bagian yang dimiliki perusahaan dan bagian yang dipinjam dari kreditor untuk suatu jangka waktu tertentu. Komponen neraca sendiri dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu: Aktiva atau Harta Adalah sumber daya ekonomi atau harta yang dimiliki atau dikendalikan oleh suatu perusahaan, seperti kas, bangunan, kendaraan,dan lain-lain yang diharapkan

mempunyai manfaat dimasa depan. Atau investasi yang dilakukan perusahaan dalam aktivitasnya mengejar laba. Aktiva atau Harta yang terdapat pada kolom sebelah kiri neraca yang mencerminkan struktur kekayaan perusahaan, yang menunjukkan dana perusahaan ditanamkan atau dialokasikan pada pos-pos apa saja. Aktiva biasanya terdiri dari: Aktiva lancar, secara umum aktiva lancar meliputi kas dan semua aktiva dalam jangka waktu singkat atau jangka pendek akan kembali lagi dalam bentuk kas. Jangka waktu biasanya tidak lebih dari satu tahun terhitung dari tanggal neraca. Yang termasuk komponen dari aktiva lancar adalah: Kas dan Bank, adalah semua tagihan dan uang di brankas dan uang yang tersimpan di bank. Uang yang tersimpan di bank bisa dalam bentuk rekening, tabungan, atau giro maupun deposito Surat berharga atau efek (Marketable Securities), aktiva ini adalah investasi jangka pendek yang kelebihan dana yang tertanam dalam kas , atau kas yang tidak terpakai yang tidak segera diperlukan. Biasanya diinvestasikan dalam bentuk surat berharga (commercial paper dan government securities). Piutang dagang, adalah suatu nilai yang belum kita terima dari langganan atau konsumen meskipun barang sudah kita serahkan sebelum dibayar. Persediaan, Persediaan untuk perusahaan pabrikasi (perusahaan yang menghasilkan atau memproduksi barang) terdiri dari tiga kelompok yaitu: barang mentah yang digunakan dalam proses produksi, barang setengah jadi yang masih perlu proses lebih lanjut, dan barang jadi yang siap untuk dipasarkan. Biaya Dibayar di Muka, pembayaran di muka bias muncul pada situasi sebagai berikut. Pada tahun ini perusahaan membayar asuransi kebakaran untuk jangka waktu tiga tahun.

Aktiva tetap adalah berhubungan dengan hak milik, bangunan dan peralatan. Aktiva ini bukan untuk dijual akan tetapi digunakan untuk kegiatan perusahaan, berproduksi, menyimpan barang, mengirim dan memamerkan produknya. Yang termasuk dalam komponen aktiva tetap adalah tanah, hak atas tanah, bangunan, mesin, peralatan, perabotan kantor, mobil, truk, dsb. Aktiva Tidak Berwujud adalah aktiva yang secara fisik tidak ada tetapi mempunyai nilai nyata bagi perusahaan. Contoh dari aktiva ini adalah: Hak patent (patent) Hak cipta (copy right) Goodwill Franchise Merek dagang (trade mark)

Pengertian Laporan Arus Kas Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang

menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan. Kegiatan operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli barang dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan jasa, kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika

dan non aaeronautika. Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang terjadi telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya pendapatan tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena perusahaan umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan. Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut. Kegiatan investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual kembali investasi pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika perusahaan membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar dan jika menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas masuk ke perusahaan. Kegiatan keuangan atau ada yang menyebutnya kegiatan pendanaan, adalah kegiatan menarik uang dari kreditor jangka panjang dan dari pemilik serta pengembalian uang kepada mereka. Analisis Rugi-Laba : Laporan Rugi_Laba pada hakekatnya meliputi dua arus, yaitu pendapatan dan biaya. Kalau pendapatan lebih besar dari biaya, maka perusahaan akan memperoleh laba atau keuntungan, tetapi sebaliknya jika biaya lebih besar dari pendapatan yang diperoleh maka perusahaan akan menderita kerugian. Pengertian Stockpile Stockpile Batugamping adalah tempat dimana dikumpulkannya hasil tambang yang berupa Batugamping untuk dikeringkan dan dipilih untuk menentukan klasifikasi Batugamping yang dilihat dari warnanya dan kadar airnya. Fungsi dari Stockpile di PT Sugih Alamanugroho : Sebagai tempat penampungan hasil penambangan Batugamping.
10

Sebagai tempat pengeringan Batugamping sebelum diolah. Sebagai tempat pemilah kualitas Batugamping.

Pengertian Batugamping Batugamping dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau secara kimia. Sebagian besar Batugamping yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batugamping dapat berwarna putih susu, abu muda, abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya. Penggunaan Batugamping sudah beragam diantaranya untuk bahan campuran cat, bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, dan lain-lain. Potensi Batugamping di Indonesia sangat besar dan tersebar hampir merata di seluruh kepulauan Indonesia. Sebagian besar cadangan Batugamping Indonesia terdapat di Sumatera Barat. Adapun beberapa sifat dari batugamping adalah sebagai berikut : a. Warna b. Kilap c. Berat Jenis d. Komposisi Kimia : Putih, putih kecoklatan, dan putih keabuan. : Kaca, dan tanah. : 2,387 Ton/m3. : CaCO3

Batugamping dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam tujuan, yaitu : a. Bahan bangunan Bahan bangunan yang dimaksud adalah kapur yang dipergunakan untuk plester, adukan pasangan bata, pembuatan semen tras ataupun semen merah. b. Bahan penstabilan jalan raya

11

Pemaklaian kapur dalam bidang pemantapan fondasi jalan raya termasuk rawa yang dilaluinya. Kapur ini berfungsi untuk mengurangi penyusutan dan pemuaian fondasi jalan raya c. Sebagai Bahan Baku Pembuatan Cat Sebagai bahan perekat bahan lainnya. d. Sebagai pembasmi hama Sebagai warangan timbal (PbAsO3) dan warangan kalsium (CaAsO3) atau sebagai serbuk belerang untuk disemprotkan. e. Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian Apabila ditaburkan untuk menetralkan tanah asam yang relatife tidak banyak air, sebagai pupuk untuk menambah unsur kalsium yang berkurang akibat panen, erosi serta untuk menggemburkan tanah. Kapur ini juga dipergunakan sebagai disinfektan pada kandang unggas, dalam pembuatan kompos dan sebagainya f. Penjernihan air Dalam penjernihan pelunakan air untuk industri , kapur dipergunakan bersamasama dengan soda abu dalam proses yang dinamakan dengan proses kapur soda. g. Batugamping (CaCO3) Sebagai Alternatif Penetralisir Keasaman Tanah Semua material yang mengandung senyawa Ca dapat digunakan sebagai bahan pengkapuran untuk menetralisir keasaman tanah, yaitu meningkatkan pH tanah yang pada dasarnya menambahkan Ca dan menurunkan Al. h. Batugamping sebagai salah satu bahan baku pembuatan semen

12

Dengan eksplorasi yang tidak bijaksana, lambat laun warisan dunia yang unik dan terbentuk ribuan tahun ini akan hilang dan hanya menjadi cerita anak cucu kita kelak, jika kita tidak ikut membantu melestarikannya.

13

III.

PEMBAHASAN PT. Sugih Alamnugroho terletak di Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong,

Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kurun waktu Juli hingga Desember, PT.Sugih Alamnugroho telah menjual hasil pengolahannya ke berbagai industri maupun perseorangan. Beberapa Industri yang membeli di PT. Sugih Alamanugroho : PT. AIR EMAS PERMAI PT. ANEKA KABEL ELEKTRIK PT. BERSAMA LEMINDO PT. BINTANG KENCANA PT. BITUNG INTI CEMERLANG PT. BUMILEX PT. EVINDO PRIMA JAYA PT. HALIM SAMUDRA INTERUTAMA PT. INDRASARI KENCANA PT. INNAN PT. KEONG MAS NUSANTARA PT. KORYO INDONESIA PT. SAHABAT JAYA SUKSES ABADI PT. SARI GEMILANG LESTARI PT. UNGGUL ASRI PRIMAJATI Dan lain sebagainya

14

Dalam kurung waktu Juli hingga Desember 2011 PT. Sugih Alamanugroho memiliki pendapatan sebagai berikut : Tabel 3.1 Tabel Pendapatan Harga 1 Kg = Rp 600,no 1 2 3 4 5 6 Bulan Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Pendapatan Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.309.212.000 865.824.000 933.600.000 990.000.000 1.354.812.000 1.396.812.000

Sumber : PT.Sugih Alamnugroho

Dari data tersebut terlihat pendapatan PT.Sugih Alamnugroho mengalami penurunan cukup drastis pada bulan Agustus sebanyak 33,86 %. Tetapi pada bulan September hingga ahir Desember, PT.Sugih Alamnugroho mengalami kenaikan. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik berikut:

15

Grafik 3.1 Grafik Pendapatan

Pendapatan
Rp1,600,000,000 Rp1,400,000,000 Rp1,200,000,000 Rp1,000,000,000 Rp800,000,000 Rp600,000,000 Rp400,000,000 Rp200,000,000 RpAgustus September

Pendapatan

Nopember
5

Pada sisi biaya, PT.Sugih Alam Nugroho dalam kurun waktu Juli hingga Desember memiliki data seperti dibawah ini : Tabel 3.2 Biaya No 1 2 3 4 5 6 Bulan Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Biaya Rp 301.000.000 Rp 275.000.000 Rp 294.500.000 Rp 299.500.000 Rp 314.000.000 Rp 320.500.000

Sumber : PT.Sugih Alamnugroho

Dari Data tersebut menunjukan bahwa hampir ada kestabilan biaya produksi pada bulan Juli hingga Desember. Data biaya terdiri atas biaya PLN, Biaya Bahan Bakar

Desember 6

Oktober

Juli

16

Minyak, Gaji Pegawai, perawatan alat produksi, CSR, konsultan dan biaya-biaya lainnya. Adapun grafiknya dapat dilihat sebagai berikut : Grafik 3.2 Grafik biaya

Biaya
Rp320,000,000 Rp310,000,000 Rp300,000,000 Rp290,000,000 Rp280,000,000 Rp270,000,000 Rp260,000,000 Rp250,000,000 Juli 1 Agustus 2 September 3 Oktober 4 Nopember 5 Biaya

Berikut ini biaya tetap PT. Sugih Alamanugroho : Tabel 3.3 No Pengeluaran 1 2 3 4 5 6 7 Juli Agustus September Oktober November Desember

PLN 150,000,000 150,000,000 150,000,000 150,000,000 150,000,000 150,000,000 Solar 104,000,000 78,000,000 97,500,000 97,500,000 117,000,000 123,500,000 Karyawan 25,000,000 25,000,000 25,000,000 25,000,000 25,000,000 25,000,000 Maintenance 10,000,000 10,000,000 10,000,000 15,000,000 10,000,000 10,000,000 Lain-lain 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 CSR 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000 Konsultan 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000 Jumlah 301,000,000 275,000,000 294,500,000 299,500,000 314,000,000 320,500,000

Keterangan : - Dalam Juta Rupiah - Sumber data PT. Sugih Alamanugroho

17

Dari kedua data tersebut, Kami mencoba menghitung Laba\Rugi dari PT.Sugih Alamnugroho pada periode Juli hingga Desember 2011 dan menunjukkan hasil sebagai berikut : Tabel 3.4 Tabel Laba\Rugi Bulan Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Pendapatan Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.309.212.000 865.824.000 933.600.000 990.000.000 1.354.812.000 1.396.812.000 Biaya Rp Rp Rp Rp Rp Rp 301.000.000 275.000.000 294.500.000 299.500.000 314.000.000 320.500.000 Laba per bulan Rp 1.008.212.000 Rp Rp Rp 590.824.000 639.100.000 690.500.000

Rp 1.040.812.000 Rp 1.076.312.000

Sumber : PT.Sugih Alamanugroho

Dari data tersebut melihatkan bahwa PT.Sugih Alamnugroho mendapat keuntungan pada setiap bulannya. Akan tetapi ada penurunan laba terjadi pada bulan agustus hingga Oktober 2011 kemudian kembali membaik pada bulan Nopember dan Desember. Penurunan tersebut terjadi akibat pemintaan dari industri lanjutan dari Batugamping yang menurun. Sebagai contoh perusahaan Keong Mas Nusantara mengalami penurunan dari bulan Juli yang membeli sebanyak 80.000 kg kemudian turun pada bulan Agustus menjadi 25.000 kg. PT. Sugih Alamanugroho periode Juli-Desember 2011 tidak pernah mengalami kerugian, melainkan hanya penurunan pendapatan yang terjadi pada bulan Agustus 2011. Selanjutnya perusahaan tersebut mengalami kenaikan pendapatan dan berangsur-angsur pendapatannya kembali ke titik normal sekitar 1 Milyar. Pendapatan PT. Sugih Alamanugroho tidak berfluktuasi dikarenakan perusahaan ini dalam penjualannya hanya untuk memenuhi kebutuhan dan pemesanaan dari para pembeli, jadi dalam produksi setiap bulannya lebih-kurang 2.500 ton. PT. Sugih

18

Alamanugroho adalah sebagai penyedia bahan baku industri untuk perusahaan yang lain seperti Nippon Paint, salah satu perusahaan cat. Berikut ini produk yang dihasilkan oleh PT. Sugih Alamanugroho : Tabel 3.5
Jenis Calcium Carbonate A 25 kg A 30 kg A 35 kg A 40 kg A 50 kg A 1000 kg A 40 kg 800 MESH 1.200 MESH 800 MESH 1200 MESH 800 MESH 1200 MESH 800 MESH 1200 MESH 800 MESH 1200 MESH 800 MESH 1200 MESH 800 1200

19

Faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan dan penurunan pendapatan PT. Sugih Alamanugroho : Pada bulan Juli pendapatan PT. Sugih Alamanugroho masih normal tetapi tidak dapat diprediksi karena merupakan bulan dasar perhitungan. Pada bulan Agustus pendapatan PT. Sugih Alamanugroho menurun drastis dibandingkan dengan bulan Juli. Penurunan pendapatan pada bulan Agustus dikarenakan Bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri sehingga produksi dan penjualan tidak dapat dioptimalkan. Sebagai contoh pembelian dari PT. Bitung Inti Cemerlang mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 225.00 ribu ton hanya menjadi 150.000 ribu ton. Pada bulan September pendapatan naik dari Rp865.824.000,- menjadi Rp933.600.000,-. Kenaikan keuntungan disebabkan mulai normalnya produksi dan penjualan kepada perusahaan pengolah Batugamping sudah mulai normal. Tetapi pembelian PT. Halim Samudra Interutama belum kembali diatas 200 ribu ton sehingga menyebabkan pendapatan PT. Sugih Alamanugroho hanya mengalami kenaikan sedikit. Pada bulan Oktober pendapatan PT. Sugih Alamanugroho mengalami kenaikan kembali tetapi jumlahnya tidak jauh berbeda dengan bulan September. Disebebkan oleh permintaan perusahaan pengolah Batugamping hasil produksi PT. Sugih Alamanugroho tidak jauh berbeda dari bulan September, seperti PT. Halim Samudra Interutama yang pembeliannya sama dengan bulan September. Pada bulan Nopember pendapatan PT. Sugih Alamanugroho mengalami kenaikan yang signifikan, dikarenakan produksi dan penjualan telah normal kembali. Hal ini menyebabkan pendapatan PT. Sugih Alamanugroho naik secara drastis sehingga keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut kembali ke titik normal, seperti pembelian dari PT. Bitung Inti Cemerlang yang sudah kembali diatas 200 ribu ton.

20

Pada bulan Desember pendapatan PT. Sugih Alamanugroho tidak jauh berbeda dengan bulan Nopember, dimana pendapatan sudah kembali diatas 1 Milyar dimana pendapatan tersebut merupakan pendapatan normal PT. Sugih Alamanugroho.

21

IV.

PENUTUP

Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : PT. Sugih Alamanugroho memiliki profit yang tinggi pada setiap bulannya, adapun penurunan disebabkan faktor eksternal yaitu bulan puasa yang menyebabkan adanya penurunan aktifitas industri. Diharapkan dengan keuntungan tiap bulan yg beranjak meningkat, PT. Sugih Alamanugroho dapat meninggkatkan Biaya CSR, agar masyarakat disekitar yang tidak bekerja disana dapat mendapatkan keuntungan dari adanya industri tersebut. Diharapkan PT.Sugih Alamanugroho dapat memperluas jangkauan usaha dan memperbanyak varian hasil produksi dari batu gamping itu sendiri. Kritik dan Saran Berdasarkan hasil laporan tersebut : Kami sebagai penulis laporan ini menyadari bahwa ketersediaan data dari PT.Sugih Alamanugroho sangat minim, dikarenakan kerahasiaan dari perusahaan itu sendiri. Diharapkan supaya laporan-laporan tentang industri pertambangan yang lain dapat lebih berbobot dan ketersediaan data yang lebih banyak.

22

DAFTAR PUSTAKA Muh. Fathin Firaz (2009). Laporan Ekskursi Industri Tambang, UPN VETERAN Yogyakarta. Diperoleh pada tanggal 15 Juni 2012. N. Gregory Mankiw. 2004. Principles of Economics, edisi 3. Jakarta:Salemba Empat. Paul A. Samuelson, dkk. 2003. Ilmu Mikro Ekonomi, edisi 17. Jakarta:P.T. Media Global Edukasi. http://ariefgeo.blogspot.com/2012/01/pemanfaatan-batugamping-batukapur.html Diperoleh pada tanggal 5 Juni 2012. http://zulidamel.wordpress.com/2008/04/18/laporan-rugi-laba/ Diperoleh pada tanggal 10 Juni 2012.

23