Anda di halaman 1dari 13

JOB SHEET

PRAKTEK

ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

Disusun oleh: Amanda Jati Ayu 3.33.11.0.03 TK 2A

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2012

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

DAFTAR ISI Halaman

SAMPUL DAFTAR ISI A. TUJUAN B. TEORI SINGKAT C. DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN D. LANGKAH KERJA E. DATA HASIL PERCOBAAN F. ANALISIS DATA, PERHITUNGAN, PEMBAHASAN G. JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS H. KESIMPULAN 2 3 3 4 4 5 5 10 13

2 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

PERCOBAAN 0 PENGUKURAN TAHANAN DALAM BATERAI

A. TUJUAN a. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran tahanan-dalam sumber tegangan (baterai) b. Mahasiswa pengukuran c. Mahasiswa dapat menghitung kesalahan yang terjadi dalam pengukuran dapat menyebutkan pengaruh tahanan-dalam terhadap hasil

B. DASAR TEORI Sumber tegangan (misalnya baterai) mempunyai tahanan dalam. Menurut teorema thevenin setiap sirkuit dengan dua terminal yang mengandung elemen-elemen linier yang meliputi sejumlah sumber, karakteristik listrik terminal dari sirkuit tersebut adalah sama dengan kombinasi seri dari suatu sumber tergangan dan suatu impedansi. Dengan aturan ekivalen sumber tegangan sama dengan tegangan terminal rangkaianterbuka dari sirkuit tersebut dan impedansi rangkaian ekivalen sama dengan impedansi sirkuit jika masing-masing sumber digantikan oleh impedansi internalnya. Dari teorema tersebut maka untuk sumber tegangan apapun (termasuk baterai) akan dapat digambarkan rangkaiannya seperti berikut :

rD

Untuk mengukur besarnya tahanan dalam dapat dilakukan dengan memberikan beban yang bervariasi dan diukur tegangan keluaran pada kondisi berbeban tersebut. Dengan

3 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

membandingkan hasil pengukuran pada saat diberi beban dan pada saat tanpa beban, maka dapat diketahui besarnya tahanan dalan baterai. Perlu diperhatikan bahwa untuk melakukan pengukuran tegangan digunakan voltmeter, dan voltmeter yang baik akan memiliki tahanan dalam yang relatif besar, seharusnya jauh lebih besar dari pada tahanan dalam sumber tegangan yang diukur. Namun pada alat ukur yang menggunakan kumparan putar, tahanan dalam kumparan akan menyebabkan tahanan dalam memiliki batas tertentu. Tahanan dalam voltmeter yang terlalu kecil dibanding tahanan dalam dari sumber tegangan yang diukur akan menyebabkan kesalahan pengukuran yang cukup besar. Salah satu cara untuk mengatasi agar tahanan dalam alat ukur volt menjadi besar adalah dengan memasang rangkaian elektronik yang memperbesar tahanan dalam pada bagian input voltmeter. Voltmeter yang menggunakan rangkaian elektronik seperti itu sering disebut voltmeter elektronik. Kelemahannya adalah alat ukur ini membutuhkan sumber tegangan untuk mengaktifkan rangkaian.

C. ALAT DAN BAHAN a. Multimeter Analog (Sanwa) & Multimeter Digital (Sanwa) b. Resistor 10 K, 100K , 470K , 1,5 M , 2,2 M . c. Kabel d. Baterai e. Protoboard

D. GAMBAR RANGKAIAN DAN LANGKAH PERCOBAAN 1. Siapkan catu daya ( Baterai). 2. Buat rangkaian seperti berikut:

Baterai rD

R B

4 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

3. Siapkan multimeter analog, saklar multimeter pada posisi pengukur Volt, dengan batas ukur 10 Volt. 4. Hubungkan ujung probe multimeter dengan titik A dan B, perhatikan polaritasnya. 5. Ukurlah besarnya tegangan antara A - B, dan catat hasilnya. 6. Ganti R dengan R 100 K dan ulangi langkah 5 7. Ganti R dengan R 470 K dan ulangi langkah 5 8. Ganti R dengan R 1,5 M dan ulangi langkah 5 9. Ganti R dengan R 2,2 M dan ulangi langkah 5 10. Lepaslah R dan ulangi langkah 5 11. Ulangi langkah 5 s/d 10 dengan menggunakan meter yang berbeda. 12. Isilah tabel 13. Ulangi langkah 1 s/d 12 dengan menggunaka beterai yang berbeda.

E. DATA HASIL PERCOBAAN

Tabel 1.1 Tabel tegangan DATA RESISTOR () 10 k 100 k 470 k 1,5 M 2,2 M BATERAI LAMA (7,6 volt) MULTIMETER ANALOG 7,43 volt 7,49 volt 7,57 volt 7,50 volt 7,58 volt DIGITAL 7,23 volt 7,30 volt 7,31 volt 7,31 volt 7,30 volt BATERAI BARU (9,5 volt) MULTIMETER ANALOG 9,4 volt 9,5 volt 9,5 volt 9,4 volt 9,4 volt DIGITAL 9,26 volt 9,28 volt 9,30 volt 9,28 volt 9,29 volt

F. ANALISIS DATA, PERHITUNGAN, DAN PEMBAHASAN

Setelah melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui tahanan dalam (Rd) baterai dan pengambilan data maka dapat diperoleh data tegangan dalam baterai yang dihubungkan dengan resistor yang memiliki nilai beban berbeda-beda memiliki

5 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

tegangan beban yang hampir sama dengan tegangan baterai (Vs) dan pada pengukuran tegangan dalam dengan menggunakan multimeter digital dan analog diperoleh hasil yang hampir sama (masih dalam batas toleransi). Untuk mengetahui tahanan dalam (Rd) pada baterai baik pada baterai lama dengan Vs = 7,6 volt maupun baterai baru dengan Vs = 9,5 volt maka dilakukan perhitungan seperti di bawah ini :

Baterai Lama 1. Resistor 10k

It =

= =

Rd =

7,6 Rd = 0,17 (10k+Rd) 7,6 Rd = 1,7 k + 0,17 Rd 7,43 Rd = 1,7 k Rd

=
= 228,802 = 228,802

Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah 2. Resistor 100k

It = Rd =

= =

7,6 Rd = 0,11 (100k+Rd) 7,6 Rd = 11 k + 0,11 Rd 7,49 Rd = 11 k Rd = = 1468,625 Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 1468,625

6 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda 3. Resistor 470k It = Rd =

2012

= =

7,6 Rd = 0,03 (470k+Rd) 7,6 Rd = 14,1 k + 0,03 Rd 7,57 Rd = 14,1 k Rd

=
= 1862,615 = 1862,615

Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah Resistor 1,5M = =

4.

It = Rd =

7,6 Rd = 0,1 (1,5 M+Rd) 7,6 Rd = 0,15 M + 0,1 Rd 7,5 Rd = 0,15 M Rd = = 20000 Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah 5. Resistor 2,2 M It = Rd = = =

= 20000

7,6 Rd = 0,02 (2,2 M+Rd) 7,6 Rd = 0,044 M + 0,02 Rd 7,58 Rd = 0,044 M Rd =

7 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda = 5804,749 Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 5804,749

2012

Tabel 1.1 Tabel Rd (Tahanan Dalam) dari percobaan Baterai Lama No. 1. 2. 3. 4. 5. Resistor 10k 100k 470k 1,5M 2,2M Rd (Tahanan dalam) 228,802 1468,628 1862,615 20000 5804, 749

Baterai Baru 1. Resistor 10k

It =
Rd =

= =

9,5 Rd = 0,1 (10k+Rd) 9,5 Rd = 1 k + 0,1 Rd 9,4 Rd = 1 k Rd

=
= 106, 382

Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 106, 382 2. Resistor 100k It =

= =

Rd =

9,5 Rd = 0(100k+Rd)

8 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda = 0

2012

Rd

Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 0 3. Resistor 470k It = Rd = = =

9,5 Rd = 0(470k+Rd) Rd = 0 Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 0 4. Resistor 1,5M It = Rd = = =

9,5 Rd = 0,1 (1,5M+Rd) 9,5 Rd = 1,5M + 0,1 Rd 9,4 Rd = 1,5M Rd = = 15957,447 Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 15957,447 5. Resistor 2,2M It = Rd = = =

9,5 Rd = 0,1 (2,2M+Rd) 9,5 Rd = 0,22M + 0,1 Rd 9,4 Rd = 0,22M Rd = = 23404,255

9 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda = 23,404 k Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 23,404 k

2012

Tabel 1.2 Tabel Rd (Tahanan Dalam) dari percobaan Baterai Baru No. 1. 2. 3. 4. 5. Resistor 10k 100k 470k 1,5M 2,2M Rd (Tahanan dalam) 106,382 0 0 15,957 k 23,404 k

Pada baterai lama dengan Vs = 7,6 volt dan baterai baru dengan Vs = 9,5 volt diperoleh hasil perhitungan tahanan dalam (Rd) sebanding dengan besarnya beban atau resistor yang digunakan, yaitu semakin besar nilai resistor yang digunakan maka tahanan dalam (Rd) akan semakin besar juga sehingga mengakibatkan tegangan pada baterai (Vs) menurun.

G. JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS a. Bagaimana perhitungan mencari tahanan dalam baterai? Jawab : Perhitungan mencari tahanan dalam (Rd) baterai Baterai Lama Contoh nomor 1 Diketahui : Vs = 7,6 volt R = 10 k V = 7,43 v Ditanya : Rd ? Dijawab :

It =

=
10

Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

Rd =

7,6 Rd = 0,17 (10k+Rd) 7,6 Rd = 1,7 k + 0,17 Rd 7,43 Rd = 1,7 k Rd

=
= 228,802 = 228,802

Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah

Baterai Baru Contoh nomor 1 Diketahui : Vs = 9,5 volt R = 10 k V = 7,43 v Ditanya : Rd ? Dijawab : It = Rd =

= =

9,5 Rd = 0,1 (10k+Rd) 9,5 Rd = 1 k + 0,1 Rd 9,4 Rd = 1 k Rd

=
= 106, 382

Jadi, Rd (tahanan dalam) adalah = 106, 382

11 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

a. Apa yang menyebabkan tahanan dalam baterai berubah dan berbeda? Jawab : Yang menyebabkan tahanan dalam baterai berubah dan berbeda adalah beban yang digunakan memiliki nilai yang berbeda-beda. Semakin besar nilai resistor/beban yang digunakan maka tahanan dalam (Rd) baterai akan semakin besar. Sehingga tegangan baterai akan menurun.

b. Kesalahan apa saja yang terjadi pada pengukuran yang dilakukan pada percobaan tersebut? Jawab: Kesalahan yang sering terjadi dalam pengukuran percobaan tersebut salah satunya adalah saat menggunakan multimeter analog. Posisi pembaca skala dan sudut pandang penglihatan mempengaruhi ketelitian pembacaan pengukuran. Selain itu yang sering terjadi adalah kesalahan praktikan yang terlalu lama menghubungkan baterai dengan beban, karena hal ini dapat menyebabkan tegangan baterai berkurang lebih cepat karena Rd meningkat.

c. Bagamana cara mengurangi kesalahan yang terjadi? Jawab: Untuk mengurangi kesalahan yang terjadi pada saat melakukan percobaan dapat dengan cara memastikan bahwa multimeter yang digunakan dalam keadaan baik dan mengukur nilai tegangan baterai dan nilai resistor sebelum melakukan percobaan. Praktikan juga harus mengikuti langkah percobaan dengan benar sesuai pada datasheet sehingga kesalahan dapat diminimalisir dan pada saat melakukan percobaan dengan menghubungkan baterai dengan resistor jangan terlalu lama agar nilai tegangan baterai tidak berubah.

d. Berapa tahanan dalam meter yang digunakan? Jawab: Multimeter Analog (Sanwa) mempunyai tahanan dalam sebesar 50K /V DC. Multimeter Digital (Sanwa) yang kita gunakan tidak

dicantumkan berapa besar tahanan dalamnya.

12 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai

03_TK2A_Percobaan0_Amanda

2012

H. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat di ambil setelah melakukan serangkaian percobaan di atas, antara lain : 1. Nilai tegangan baterai (Vab) yang berbeda-beda pada setiap pengukuran disebabkan karena adanya hambatan dalam baterai dan nilai hambatan atau resistor yang digunakan. 2. Semakin besar nilai resistor atau beban yang digunakan maka tahanan dalam (Rd) baterai akan semakin besar, sehingga tegangan baterai (Vab) akan menurun. 3. Kesalahan yang sering terjadi adalah human error bisa dalam beberapa hal antara lain saat
pembacaan pengukuran pada multimeter analog terkadang mengalami kesalahan pembacaan dikarenakan dari skala dan sudut pandang mempengaruhi ketelitian pembacaan oleh pembaca.

Selain itu yang sering terjadi adalah kesalahan praktikan yang terlalu lama

menghubungkan baterai dengan beban, karena hal ini dapat menyebabkan tegangan baterai berkurang lebih cepat karena Rd meningkat.
4. Kesalahan juga bisa terjadi karena faktor alat yang digunakan dalam kondisi tidak baik, sehingga sebelum praktek harus memastikan alat yang digunakan dalam kondisi baik, dan memastikan nilai tegangan baterai dan nilai resistor dengan teliti.

13 Pengukuran Tahanan Dalam Baterai