Anda di halaman 1dari 3

Pendahuluan Natrium hidroksida (NaOH), yang juga dikenal sebagai soda kaustik dan termasuk golongan alkali tanah,

adalah kaustik logam dasar. NaOH digunakan di banyak industri, terutama sebagai basa kuat dalam pembuatan pulp dan kertas , tekstil , air minum, sabun dan deterjen dan sebagai pembersih kotoran yang diproduksi di seluruh dunia pada tahun 1998 adalah sekitar 45.000.000 ton. Natrium hidroksida adalah bahan dasar umum di laboratorium kimia. NaOH sangat mudah larut dalam air dengan membebaskan panas, natrium hidroksida Murni adalah padatan putih, dalam bentuk pelet, serpih, butir dan sebagai 50% larutan jenuh Ini adalah higroskopis dan mudah menyerap air dari udara, sehingga harus disimpan dalam kedap udara kontainer. NaOH juga larut dalam etanol dan metanol , meskipun kemampuan kelarutan dalam pelarut lebih rendah daripada hidroksida kalium. NaOH tidak larut dalam eter dan pelarut non-polar lainnya, sodium hidroksida cair juga basa kuat, tetapi terbatas pada suhu tinggi yang diperlukan. Sebuah natrium hidroksida larutan akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. Pinus atau tusam (Pinus merkusii) merupakan salah satu hasil hutan andalan yang dikelola Perum Perhutani. Hutan pinus di Indonesia termasuk hutan yang potensial terutama di Jawa dan Sumatera. Peran dan manfaatnya semakin meningkat setelah ditetapkan sebagai salah satu jenis Hutan Tanaman Industri. Pengusahaan tanaman pinus di Jawa (oleh Perum Perhutani) merupakan andalan kedua setelah tanaman jati (Kasmudjo, 1997). Salah satu kelebihan pinus ialah menghasilkan produk ganda, yaitu kayu dan getah pinus. Tanaman/pohon pinus menghasilkan kayu pinus yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Menurut Kartasurjana dan Martawijaya (1979 dalam Sukartana, 1997), jenis kayu ini cocok untuk bahan bangunan, kayu lapis, bahan pengepakan (pembungkus), batang korek api, pulp, papan gambar, dan pensil. Selain itu jenis kayu ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan sumpit, papan laminasi, dan barang kerajinan. Sementara itu getah pinus yang dihasilkan, digunakan untuk bahan baku gondorukem dan terpentin. Perum Perhutani sebagai pengelola tunggal hutan di Jawa telah memanfaatkan produk getah pinus dalam usahanya, sebelum pinus tersebut ditebang dengan melakukan penyadapan terlebih dahulu (Kasmudjo, 1997). Getah pinus diolah menjadi gondorukem dan terpentin di Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT). Getah pohon pinus diolah melalui proses penyulingan akan menghasilkan minyak pinus (pine oil) dan residunya dinamakan arpus (gondorukem). Bentuk arpus mirip bongkahan batu berwarna coklat kekuning-kuningan, mudah pecah. Arpus inil merupakan bahan utama sekaligus sebagai bahan aktif pembuatan karbol atau kreolin. Arpus mengandung desinfektan yang cocok untuk pembersih lantai sekaligus pembunuh kuman, bakteri dan jamur sehingga kita terhindar dari penyakit. Minyak pinus (pine oil) juga berfungsi sebagai desinfektan dan antiseptic. Fungsi kreolin sebagai desinfektan umum untuk berbagai keperluan diolah menjadi pembersih lantai yang efektif. Pembersih lantai wangi membunuh hampir semua bakteri di semua permukaan dan menghilangkan bau yang membandel.

Karbol berasal dari getah pohon pinus yang disuling dan menghasilkan minyak pinus dan residunya dinamakan arpus. Karbol tidak bisa dilepaskan dalam urusan menjaga kebersihan. Air saja tidak cukup jika ingin membuat kamar mandi dan lantai, karena air tidak bisa membunuh kuman. Tapi dengan karbol bisa dilakukan. Bila kita mengetahui lebih jauh, banyak sekali kegunaan dari cairan karbol.. Penulis akan menjabarkan kegunaan-keguanaan kreolin adalah sebagai berikut: Pembersih lantai sekaligus pembunuh kuman, bakteri maupun jamur, tidak hanya cocok untuk di kamar mandi saja sehingga kita betah di kamar mandi berjam-jam, tetapi untuk semua ruangan dirumah, perkantoran, rumah sakit dll. Mengatasi bau yang sangat membandel yang tidak bisa diatasi oleh pewangi atau parfum apapun. Bau tidak sedap disebabkan oleh kuman atau jamur hidup dengan memberikan cairan karbol bau tak sedap akan hilang seketika. Juga bisa penghilang bau bangkai dengan menyiramkan cairan karbol di bangkai tersebut. Keset dan wangi segarnya aroma pinus (bukan cemara yang tahu selama ini), maksudnya lantai tidak licin sehingga tidak mudah akan terpeleset umumnya untuk kamar mandi dan kususnya bagi yang punya anak kecil. Wanginya segar nuansa pegunungan pohon pinus. Karbol + diterjen bisa untuk membersihkan kerak-kerak yang membandel. Pembuatan karbol Dalam pembuatan karbol ada dua cara yaitu cara dingin dan cara panas. Cara dingin dengan menggunakan air dingin akan menghasilkan karbol berwarna seperti kopi susu dan cara panas akan menghasilkan karbol berwarna seperti minyak goreng. Arpus yang berbentuk bongkahan ini harus ditumbuk sampai halus supaya mudah dilarutkan nantinya. Selanjutnya simak dibawah ini METODE PENELITIAN Beberapa alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mortar, Gelas Becker, Penanggas Air,Batang Pengaduk,Labu Takar, dan ayakan. Beberapa bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arpus, NaOH,kamper, aquades,pewangi sintesis, dan Pewarna Sintesis Cara kerja Larutkan NaOH dalam air 6 liter di Gelas Becker aduk rata Lalu,campuran tersebut ditambahkan Arpus aduk rata dan biarkan beberapa lama Di Larutkan Camper dalam minyak pinus terjadi larutan homogen (2) + (3) aduk rata (4) + beri sisa air yang dibutuhkan dan siap dikemas