Anda di halaman 1dari 15

2) Bagaimana cara perkuatan pada galian terowongan?

Bagaimana cara melakukan penggalian pada basemen yang muka air tanah dangkal? Jawab:

Metode dengan prinsip galian terowongan yang dapat diterapkan adalah: 1) Galian Bebas Metode ini adalah yang paling ekonomis, yaitu dengan cara membuat galian bebas tanpa perlu proteksi melainkan hanya dengan mendesain galian dengan slope galian yang aman. 2) Galian dengan Turap dan Penopang Sistem ini dilakukan dengan cara menggali secra bertahap dan memasang turap dan skur pada setiap tahap galian. Teknik ini umumnya diterapkan pada tanah kohesif dengan muka air tanah dibawah dasar galian. Cara ini terbatas untuk galian yang tidak terlalu lebar. 3) Dinding Berlin Konstruksi dinding berlin dikerjakan dengan cara memancang batang baja profil H atau I dengan jarak tertentu dan memasang panel- panel kayu atau beton di antaranya. Jika galian cukup dalam, maka perkuatan dapat ditingkatkan dengan pemasangan angkur dan skur penopang. 4) Dinding Diafragma Metode ini diaplikasikan dengan menggali menggunakan alat khusus dan galian dapat diisi dengan bentonite sehingga membentuk diafragma kedap air. 5) Dinding Pracetak Metode ini merupakan kelanjutan dari metode diafragma. Dimana lubang galian yang sudah diisi bentonite kemudian dimasuki panel- panel pracetak. 6) Secant Pile Secant pile adalah pembuatan tiang bor yang dikonstruksi secara rapat sehingga membentuk seperti dinding kedap air. Kecuali cara pengeboran dan cast insitu, metode dengan pemancangan langsung tiang beto pracetak juga sangat dimungkinkan. 7) Soil Nailing Soil nailing adalah metode memperkuat struktur tanah dengan memasukan tulangan baja kedalam lubang bor yang disediakan dan kemudian dilakukan grouting pada lubang tersebut. Pelaksanaannya sangat efektif jika ditunjang dengan penggunaan shotcrete.

8) Angkur dan Skur Jika ruang yang tersedia sangat terbatas maka perkuatan dapat menggunakan system angkur dan skur, cara ini dipandang sangat sederhana dan praktis. Metode Dewatering Cut Off Pada metode dewatering cut off ini aliran air tanah dipotong dengan beberapa cara, yaitu dengan menggunakan: 1. Steel Sheet Pile 2. Concrete diaphragm wall 3. Secant piles

Potongan metode cut off

a) Pekerjaan Steel Sheet Pile

Pemancangan Steel sheet

Urutan Pelaksanaan Untuk pelaksanaan dengan lebar yang tidak terlalu besar, a. Pemancangan Steel sheet pile b. Pemasangan Pengaku internal

c. Penggalian dan Pemasangan Pengaku internal d. Penggalian dan pemasangan pengaku internal sampai kedalaman yang diinginkan. b) Pekerjaan Concrete Diaphragm Wall Diaphragma Wall merupakan dinding beton yang membantu pekerjaan penggalian dan fungsi dari diaphragma wall adalah untuk menahan tanah di sekeliling pekerjaan galian.

Break down pekerjaan diafraghma concrete wall

Pemetaan dan penentuan letak-letak boring equipment Pekerajaan persiapan

Pembuatan landasan pelat beton


Pembuatan guide wall

Pekerjaan Concrete Diaphragma Wall

Persiapan bentonit Pengeboran Erection tulangan

Instalasi Mixing Tank, silo, desanding tank dan pipa Pencampuran cairan bentonit Pengangkutan tulangan dari stockyard erection tulangan Penyambungan tulangan Setting alat pengecoran

Pengecoran Pengecoran

Galian concrete diafraghm wall, dengan alat GRAP

Pembetonan Concrete Diafraghm Wall

c) Pekerjaan Secant Pile

Proses Pelaksanaan Pekerjaan Secant Pile 4) Bagaimana metoda pelaksanaan hot mix? Jawab:

1. Galian untuk Selokan, Drainase dan Saluran Air


Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator. Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian ke dalam Dump Truck Dump Truck membuang material hasil galian ke luar lokasi pekerjaan sejauh 0,50 Km Sekelompok pekerja akan merapihkan hasil galian

2. Pasangan Batu dengan Mortar


Semen, Pasir dicampur dengan air dan diaduk menjadi mortar menggunakan Concrete Mixer Air disuplay oleh Water Tank Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum dipasang Penyelesaian dan perapihan sebelum dan seudah dipasang

3. Timbunan Biasa

Wheel Loader memuat material ke dalam Dump Truck Dump Truck mengangkut dari quarry ke lapangan Material dihampar dengan menggunakan Motor Grader Hamparan material disiram air denga Water Tank (sebelum/sementara pelaksanaan pemadatan). Pemadatan dilakukan menggunakan Vibro Roller Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.

4. Timbunan Pilihan

Wheel Loader memuat material ke dalam Dump Truck Dump Truck mengangkut dari quarry ke lapangan Material dihampar dengan menggunakan Motor Grader Hamparan material disiram air denga Water Tank (sebelum/sementara pelaksanaan pemadatan). Pemadatan dilakukan menggunakan Vibro Roller Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.

5. Penyiapan Badan Jalan


Motor Grader meratakan permukaan badan jalan. Badan jalan yang telah diratakan disiram air dengan Water Tank (sebelum pelaksanaan pemadatan) Pemadatan menggunakan Vibro Roler Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi badan jalan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu

6. Lapis Pondasi Agregat Klas A


Wheel Loader memuat material ke dalam Dump Truck Dump Truck mengangkut dari quarry ke lapangan Material dihampar dengan menggunakan Motor Grader Hamparan material disiram air denga Water Tank (sebelum/sementara pelaksanaan pemadatan). Pemadatan dilakukan menggunakan Vibro Roller Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.

7. Lapis Resap Pengikat


Aspal dan Kerosine dicampur dan dipanaskan menjadi campuran aspal cair Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran menggunakan Compressor Campuran aspal cair disemprotkan menggunakan Asphalt Sprayer ke atas permukaan yang akan dilapis Dump Truck berfungsi sebagai pengangkut Aspal dan juga berfungsi melayani Asphalt Sprayer.

8. Lapis Perekat

Aspal dan Kerosine dicampur dan dipanaskan menjadi campuran aspal cair Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran menggunakan Compressor

Campuran aspal cair disemprotkan menggunakan Asphalt Sprayer ke atas permukaan yang akan dilapis Dump Truck berfungsi sebagai pengangkut Aspal dan juga berfungsi melayani Asphalt Sprayer.

9. Lataston Lapis Pondasi (HRS-BASE)


Pekerjaan ini dilakukan secara mekanik (menggunakan peralatan berat). Wheel Loader memuat agregat ke dalam cold bin dan aspal ke dalam ketel Bahan agregat + aspal dicampur oleh AMP untuk menghasilkan campurasn Hotmix Bahan Hotmix dimuat langsung oleh Dump Truck untuk dibawa ke lapangan Campuran Hotmix dihampar menggunakan Asphal Finisher dan dipadatkan menggunakan Tandem Roler dan Tire Roller Selama pemadatan sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan sambungan dengan menggunakan alat bantu

10. Pasangan Batu


Semen, Pasir dicampur dengan air dan diaduk menjadi mortar menggunakan Concrete Mixer Air disuplay oleh Water Tank Batu dibersihkan dan dibasahi seluruh permukaannya sebelum dipasang Penyelesaian dan perapihan sebelum dan seudah dipasang.

11. Lapis Pondasi Agregat Klas A utk Pekerjaan Minor


Wheel Loader memuat material ke dalam Dump Truck Dump Truck mengangkut dari quarry ke lapangan Material dihampar dengan menggunakan Motor Grader Hamparan material disiram air denga Water Tank (sebelum/sementara pelaksanaan pemadatan). Pemadatan dilakukan menggunakan Vibro Roller Selama pemadatan sekelompok pekerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.

12. Campuran Aspal Panas utk Pek. Minor


Pekerjaan ini dilakukan secara mekanik (menggunakan peralatan berat). Wheel Loader memuat agregat ke dalam cold bin dan aspal ke dalam ketel Bahan agregat + aspal dicampur oleh AMP untuk menghasilkan campurasn Hotmix Bahan Hotmix dimuat langsung oleh Dump Truck untuk dibawa ke lapangan Campuran Hotmix dihampar menggunakan Asphal Finisher dan dipadatkan menggunakan Tandem Roler dan Tire Roller Selama pemadatan sekelompok pekerja merapihkan tepi hamparan dan sambungan dengan menggunakan alat bantu.

5) Bagaimana metode pelaksanaan aspal penetrasi?

Jawab: 1. Persiapan Lapangan Penetrasi macadam akan dipasang diatas pondasi yang telah dibangun diatas permukaan dengan lapis penutup yang akan meliputi: 1. Diletakkan diatas permukaan lapis penutup yang ada permukaan tersebut harus dilapisi aspal pelekat pada suatu tingkat pemakaian tidak melebihi 0,51/m2. 2. Permukaan perkerasan harus kering dan bebas dari batu-batu lepas atau suatu bahan lain yang harus dibuang. 3. Sebelum pemasangan agregat kasar dan agregat kunci harus ditumpuk secara terpisah dilapangan untuk mencegah pencampuran dan harus selalu bersih. 4. Penghamparan dan Pemadatan

Metode mekanis

1. Penghamparan dan pemadatan agregat pokok Truk penebar agregat harus dijalankan dengan kecepatan sedemikiansehingga kuantitas agregata dalah seperti yang disyaratkan dan diperoleh permukaan yang rata. Pemadatan awal harus menggunakan alat pemadat 6-8 ton yang bergerak dengan kecepatan kurang dari 3 km/jam. Pemadatan dilakukan dalam arah memanjang, dimulai dari tepi luar hamparan dan dijalankan menuju ke sumbu jalan. Lintasan penggilasan harus tumpang tindih(overlap) paling sedikit setengah lebar alat pemadat. Pemadatan harus dilakukan sampai memperoleh permukaan yang rata dan stabil (minimum 6 lintasan). 2. Penyemprotan Aspal Temperatur aspal dalam distributor harus dijaga pada temperature yang disyaratkan untuk jenis aspal yang disyaratkan. Temperatur Penyemprotan Aspal Jenis Aspal 60/70 Pen 80/100 Pen Emulsi Aspal cair RC/MC 250 Aspal cair RC/MC 800 Temperatur Penyemprotan (oC) 165-175 155-165 Kamar, atau sebagaimana petunjuk pabrik 80-90 105-115

3. Penebaran dan pemadatan agregat pengunci Segera setelah penyemprotan aspal, agregat pengunci harus ditebarkan pada takaran yang disyaratkan dan dengan cara yang sedemikian hingga tidak ada roda yang melintasi lokasi yang belum tertutup bahan aspal. Takaran penebaran harus sedemikian hingga, setelah pemadatan, rongga-rongga permukaan dalam agregat pokok terisi dan agregatpokok masih nampak. Pemadatan agregat pengunci harus dimulai segera setelah penebaran agregat pengunci. Dengan cara yang sama seperti yang telah diuraikan diatas. Jika diperlukan, tambahan agregat pengunci harus ditambahkan dalam jumlah kecil dan disapu perlahan-lahan diatas permukaan selama pemadatan. Pemadatan harus dilanjutkan sampai agregat pengunci tertanam dan terkunci penuh dalam lapisan dibawahnya.

1.

Metode Manual

Penghamparan dan pemadatan agregat pokok

Jumlah agregat yang ditebar d atas permukaan yang telah disiapkan harus sebagaimana yang disyaratkan. Kerataan permukaan dapat diperoleh dengan ketrampilan penebaran dan menggunakan perkakas tanganseperti penggaru. Pemadatan dilaksanakan seperti pada metode mekanis. 2. Penyemprotan aspal Penyemprotan aspal dapat dikerjakan dengan menggunakan penyemprot tangan (hand sprayer) dengan temperatu aspal seperti yang disebutkan diatas. Takaran penggunaan aspal harus serata mungkin pada takaran yang direncanakan. 3. Penebaran dan pemadatan agregat pengunci Penebaran dan pemadatan agregat pengunci dilaksanakan dengan cara yang sama dengan agregat pokok. 6) Bagaimana metode pelaksanaan metode konstruksi jalan rigid pavement? Jawab: a. Persiapan Lapangan: Melakukan pengukuran, pematoknan, dan penentuan elevasi rencana sesuai gambar kerja. Kemudian melakukan pembersihan dan perataan lahan. Demi untuk

menjaga konsistensi campuran, kemudahan kecepatan pelaksanaan, serta kebersihan pekerjaan dan terjaminnya mutu beton maka untuk baik lapis perataan (CTSB) maupun lapis permukaan (slab beton) digunakan beton ready mix. b. Pelaksanaan: - Cement Traeted Sub Base (CTSB): Guna kelancaran pekerjaan penggelaran CTSB, seluruh lebar jalan ditutup (arus lalu-lintas dialihkan). Kemudian dilakukan penentuan/penyesuaian elevasi rencana ketinggian CTSB berdasarkan hasil pengukuran dan pematokan. Setelah itu, badan jalan di- basahi/disiram dengan air terlebih dahulu agar tidak terjadi penyerapan air semen dari CTSB yang akan digelar. Lalu pemasangan bekesting melintang dengan ukuran selebar jalur lalu-lintas dilakukan serta memperhatikan panjang lahan pengecoran yang disesuaikan dengan kemampuan kerja per hari berdasarkan kapasitas truck mixer. Ketebalan CTSB yang digelar tidak sama/merata (fungsinya hanya sebagai lapisan leveling) sebab kondisi jalan lama sudah rusak dan juga bentuk geometrinya tidak sesuai lagi seperti penampang ideal jalan yang seharusnya selain itu bentuk akhir atau bagian atas CTSB harus rata karena diperuntukkan sebagai landasan untuk meletakkan pelat beton. Setelah pengecoran CTSB selesai dikerjakan maka dilakukanlah proses curing dengan menebarkan karung goni yang dibasahi selama seminggu (tiga kali sehari disiram air) guna mencegah terjadinya retakan-retakan sebagai akibat proses

pengerasan/pengeringan beton. - Pengecoran Lapis Permukaan: Persiapan di Base Camp: a. Menentukan ukuran pelat beton. b. Pembuatan mal (bekesting). c. Penentuan ukuran dowel dan tie bar serta pembuatan alur (lidah sambungan). Persiapan di Lapangan Pemasangan mal kotak ini dilakukan di atas CTSB hanya pada satu sisi jalan saja sehingga bagian atau sisi lainnya dapat dilewati oleh kendaraan ringan dengan model papan catur (nanti setelah pengecoran selesai baru berpindah ke sisi

lainnya) sekaligus dapat dilewati oleh truck mixer sewaktu melakukan pengecoran. Setelah pemasangan kotak mal selesai dilakukan maka: a. Pemasangan/penggelaran plastik dengan maksud sebagai breaker di atas lapisan CTSB agar tidak terjadi perlekatan antara CTSB dan pelat beton (pergerakan pelat beton tidak boleh mempengaruhi CTSB, demikian pula sebaliknya). Plastik itu juga dilekatkan pada mal kotak slab dan secara rapat melekat pada CTSB b. Pemasangan dowel (ruji) pada mal melintang dan tie bar (batang pengikat) pada mal memanjang dengan jalan memasukkan kedalam lobang yang sudah tersedia pada dinding mal melintang slab dan dikontrol dengan teliti agar posisinya tetap tegak lurus terhadap bidang mal melintang sebelum pengecoran dilakukan. Demikian pula kedua sisi mal memanjang dipasangi tie bar dan dikontrol dengan teliti posisinya agar tetap tegak lurus terhadap bidang mal memanjang. c. Setelah mal, dowel dan tie bar, serta plastik berada dalam posisi yang benar maka pengecoran segera akan dilakukan. Proses Pelaksanaan Pengecoran Slab Beton (dengan metode papan catur): a. Beton ready mix yang berasal dari truk mixer dituang ke dalam kotak (mal) yang telah disiapkan lalu diratakan secara manual kemudian selanjutnya diratakan dan diadakan dengan menggunakan vibrating screed yang sistem operasinya bergerak di atas mal memanjang (sepanjang mal memanjang) yang ditarik dengan tenaga manusia bolak balik sebanyak 4 lintasan. Proses perataan dan pemadatan terjadi karena alat vibrating screed tersebut selain meratakan juga bergetar sehingga terjadi pemadatan sedangkan pada bagian ujung (dekat) mal, pemadatan dibantu dengan menggunakan vibrator beton. b. Kotak yang pertama dicor kemudian pengecoran dilanjutkan pada kotak yang ketiga (satu kotak di antaranya kosong). c. Setelah slab beton selesai dipadatkan oleh vibrating screed maka pelat beton tersebut ditutupi dengan atap plastik untuk menghindari sinar matahari secara

langsung yang dapat membuat beton mengering tidak secara alamiah juga untuk mencegah terjadinya retak rambut. d. Pembuatan alur (grooving) dilakukan secara manual setelah beton dalam keadaan setengah mengeras 3 - 4 jam sesudah pengecoran. e. Pada hari kedua setelah pengecoran selesai, dilakukan proses curing dengan menggelar karung goni di atas plat beton dan disiram dengan air 3 kali sehari selama seminggu. f. Pada hari ketiga setelah pengecoran maka mal (bekesting) samping dibuka dilanjutkan dengan pemasangan mal memanjang (samping) tanpa memasang mal melintang karena pelat beton yang sudah dicor berfungsi sebagai mal melintang. g. Setelah mal memanjang selesai dipasang dilanjutkan dengan menggelar/ memasang plastik di atas CTSB yang juga dilekatkan pada mal memanjang. h. Kemudian sebagai pemisah antara dua pelat beton (yang sudah dicor dengan hendak dicor) dilekatkan gabus (styro foam) dengan tebal 0,5 cm untuk membentuk deletasi (celah) untuk muai dan susut plat beton. i. Demikianlah sistem pengecoran tersebut dilakukan pada satu sisi jalan dan diselesaikan sesuai dengan panjang rencana jalan. j. Setelah pengecoran pada sisi kiri selesai sesuai dengan panjang jalan rencana, pemasangan mal (bekesting) pada sisi kanan jalan tersebut dilakukan lagi. Hanya saja mal memanjang pada salah satu sisi sudah tidak diperlukan lagi karena sudah ada pelat beton yang telah dicor. Pengecoran dilanjutkan dengan memakai sistem yang sama hanya pada sisi memanjang plat beton yang sudah dicor diletakkan di atasnya besi siku sebagai landasan/rel vibrating screed ketika ditarik dan bergerak dari ujung satu ke ujung lain dengan maksud agar tidak terjadi kerusakan pada permukaan pelat beton yang sudah dicor. k. Kemudian pada saat pengecoran akan dilakukan, disisipkan/dilekatkan gabus (styrofoam) di antara kedua pelat beton (antara pelat beton lama dan yang baru yang akan dicor) pada sisi/sambungan memanjang agar tidak terjadi lekatan dan membuat dilatasi (celah) untuk muai susut pelat beton.

7) Bagaimana metode pelaksanaan pondasi cakar ayam? Jawab: Cara Pelakasanaan : 1. Melakukan pengukuran serta pembersihan lahan seluas yang digunakan. 2. Lakukan penggalian tanah yang akan digunakan sebagai lantai kerja, kemudian pada jarak tertentu dibuat lubang dengan diameter tertentu dan sedalam tertentu yang nantinya digunakan sebagai cakar. 3. Buat bekisting pada galian tersebut. 4. Rangkai besi tulangan sebagai perkuatan fondasi,siapkan juga campuran beton dengan ketetapan yang sudah ditentukan. 5. Masukkan pipa baja ke dalam cakar pondasi. 6. Rangakaikan tulangan pada galian fondasi,setelah siap tuangkan campuran beton. 7. Tunggu selama 28 hari hingga kekuatan beton berkekuatan 100% atau maksimal.

Sumber: 1. 2. 3. 4. https://fileq.wordpress.com/2012/08/27/teknik-galian-dalam-pelaksanaan-terowongan/ http://ivancivil20.wordpress.com/2012/10/09/metode-kerja-jalan-1/ http://id.scribd.com/doc/68268371/Contoh-Pekerjaan-Struktur-Bawah-GedungA http://belajarsipil.blogspot.com/2012_05_01_archive.html