Anda di halaman 1dari 12

MODUL PENGIRIMAN DATA UNTUK PEMINDAI BARCODE NIRKABEL

Muttaqin Hatta, Ismail, Risnandar Muttaqin_hatta@yahoo.com, ismail@yahoo.com, risnandar@gmail.com Abstrak

Pemanfaatan barcode dewasa ini sudah begitu luas, mulai dari mengindentifikasi objek berbentuk barang hingga aplikasi. Di Indonesia pemanfaatan barcode masih sangat terbatas sekali aplikasinya. Untuk itu diperlukan pengayaan barcode di berbagai bidang. Salah satu pemanfaatan barcode dalam makalah ini yaitu pemanfaatan barcode untuk pengiriman data. Proyek akhir ini bertujuan untuk mengintegrasikan mikrokontroler atmega8535 dengan barcode scanner dan infra merah. Alat ini nantinya bertujuan untuk mengirimkan data barang dan lokasi menggunakan infra merah

Kata Kunci: Barcode scanner, infra merah, atmega8535


Abstract

Use of barcode today are so broad, ranging from identifying objects to the application in the form of goods. In Indonesia is still very limited use of bar codes once the application. It required barcode enrichment in various fields. One use of bar codes in this paper is the use of bar codes for data transmission. The end of the project is aimed at to integrate with barcode scanner ATMEGA8535 microcontroller and infra red. Tool which aims to transmit data items and locations using infra red Keywords: barcode scanners, infra red, ATMEGA8535
1. Pendahuluan barang. Dengan adanya sistem in user tidak perlu lagi untuk mencari lokasi suatu barang menggunakan sistem manual. Latar Belakang Rumusan Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengalami percepatan yang tinggi. Keadaan tersebut membuat banyak hal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien. Seiring dengan hal tersebut kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat juga semakin tinggi. Berbagai sistem informasi telah banyak 2. Bagainmana mengolah data yang dihasilkan barcode reader untuk kemudian akan dikirimkan menggunakan modul infra merah transmitter ? Tujuan Tujuan yang diperoleh dari proyek akhir ini yaitu sebagai berikut: 1. Mengintegrasikan mikrokontroler ATMega8535 1. Bagaimana mengintegrasikan mikrokontroler

ATMega89S52 dengan barcode reader dan infra merah transmiter ?

berkembang antara lain melalui saluran radio, televisi, telepon bahkan Internet. Kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat juga terjadi pada pembuatan-pembuatan software. Informasi dapat berbentuk laporan, jurnal, berita dan dapat pula berbentuk tampilan dalam sebuah form yang efisien untuk memudahkan dalam melakukan pencarian lokasi barang. Pada aplikasi ini barcode digunakan sebagai pemasukan kode. Dipilihnya barcode dikarenakan barcode memiliki kontribusi kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu harganya pun relatif murah dan mudah untuk didapat. Pendataan merupakan salah satu faktor penting dalam

dengan barcode reader dan infra merah transmitter. 2. Mengolah data yang dihasilkan barcode reader untuk kemudian akan dikirimkan menggunakan modul infra merah transmitter.

pengelolaan sistem informasi manajemen. Informasi yang mendalam dan terperinci mengenai posisi, dan lokasi suatu

Batasan Masalah Batasan masalah yang terdapat pada proyek akhir ini yaitu sebagai berikut: 1. 2. User hanya bisa mengirimkan informasi data barcode. Hanya membahas cara pengiriman data dan 5. data 4.

Pada tahap ini, semua proses dijalankan yang awalnya pengumpulan bahan dan data , perancangan alat yang akan dibuat. Dijadikan satu sampai alat yang mau kita bangun keliatan bentuknya. Pengujian Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat keras yang dibangun. Dokumentasi Merupakan tahap pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada atau catatan-catatan yang tersimpan, baik itu berupa catatan transkrip,

pengolahan data saja, tidak membahas data base. 3. Medium yang digunakan dalam pengiriman adalah infra merah. Definisi Operasional 1. Fungsi barcode adalah untuk mengidentifikasi sebuah barang ke dalam database dan sebagai sarana memasukan data secara otomatis. Dengan demikian maka kita dapat menampilkan data sebuah barang hanya dengan menuliskan kode atau menggunakan scaner barcode saja. 2. Fungsi barcode scanner untuk membaca kode-kode berbentuk garis-garis vertikal (disebut dengan dan 2.

buku, surat kabar, dan lain sebagainya.

Tinjauan Pustaka

Definisi Barcode

Gambar 2.1 Barcode

barcode) yang terdapat pada sebuah barang mempercepat proses entry data.

Barcode adalah sejenis kode yang mewakili data atau informasi tertentu biasanya jenis dan harga barang seperti makanan dan buku]. Kode berbentuk barang balok dan berwarna hitam putih

Metode Pengerjaan Metode yang digunakan dalam pembuatan proyek akhir ini adalah sebagai berikut :
Pengumpulan bahan dan data

ini, mengandung satu kumpulan kombinasi barang yang berlainan ukuran yang disusun sedemikian rupa. Kode ini dicetak di atas stiker atau di kotak bungkusan barang. Kode tersebut akan dibaca oleh Barcode Reader, yang akan menterjemahkan kode ini kedalam data atau informasi yang mempunyai arti. Tidak ada satu standar dari kode barang ini, justru terdapat
Analisis

bermacam-macam standar yang digunakan untuk berbagai keperluan, industri, maupun berdasarkan tempat digunakannya.
Perancangan

Semenjak 1983, Uniform Product Code [UPC]diatur oleh Uniform Code Council, sebuah organisasi industri, yang
implementasi

menyediakan suatu standard bar code yang digunakan oleh tokoPengujian program dan alat

toko ritel. Penemu sistem barcode ini. Adalah Joe Wodland. untuk membaca barcode ini diperlukan sebuah alat pembaca barcode atau barcode scanner dengan menggunakan sinar laser yang sensitif terhadap refleksi dari ketebalan garis, jarak atau ruang antar baris dan variasi lainnya. Data tersebut dibaca oleh barcode scanner yang kemudian ditranfer ke komputer untuk diolah lalu ditampilkan sebagai data yang terbaca oleh manusia (Andrianto, 2008)

Gambar 1.1 Waterfall model 1. Pengumpulan bahan dan data Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi, dasar teori yang diperoleh dari buku, Internet, majalah elektronik serta majalah telekomunikasi yaitu sebagai studi pustaka yang akan mendukung pembuatan proyek akhir. 2. Perancangan Merupakan tahap perancangan terhadap perangkat keras yang dibangun. 3. Implementasi

Barcode Scanner

memungkinkan memori program untuk dapat diprogram kembali. ATMEGA8535 dirancang oleh Atmel sesuai dengan instruksi standar dan susunan pin 80C5. Mikrokontroller ATMEGA8535 memiliki standar spesifikasi : - Memiliki 48 bit port I/O - Ram internal 128 byte - Memiliki 2 buah timer Gambar 2.2 Barcode scanner - Sebuah port serial - Memori program 64Kb dan memori data 64Kb (Malik, 2007) Modul Pengirim Infra Merah

Barcode scanner adalah alat yang digunakan untuk membaca kode-kode berbentuk garis-garis vertikal disebut dengan barcode yang terdapat pada kebanyakan produk-produk consumer good. Penggunaan barcode scanner ini mempunyai dua keuntungan tambahan. Yang pertama akan memperkecil kesalahan

memasukan data yang disebabkan kesalahan user. Yang kedua, penggunaan barcode scanner mempercepat proses entry data. Pada awalnya pembaca kode barang yaitu scanner atau pemindai dirancang dengan mengandalkan cahaya yang tetap dan satu photosensor yang secara manual digosokkan pada kode barang. Kode barang scanner dapat digolongkan menjadi tiga kategori berdasarkan koneksi ke komputer, yaitu : Jenis RS-232 kode barang scanner menggunakan konektor RS-232. Jenis ini membutuhkan program khusus untuk mentransfer data Infra merah (infra red) ialah sinar elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm dan 1 mm. Sinar infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spectrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya infra merah ini akan tidak tampak oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkannya masih terasa/dideteksi. Infra merah dapat dibedakan menjadi tiga daerah yakni: Gambar 2.4 Modul pengirim infra merah

memasukan ke program aplikasi. Jenis lain, adalah bercode yang menghubungkan antara komputer dan PS2 atau AT keyboard dengan menggunakan konektor PS2. Jenis ketiga

adalah USB barcode scanner, yang lebih modern dan lebih mudah dipasang (dipakai) daripada jenis RS-232, karena scanner kode barang ini memiliki keuntungan yaitu tidak membutuhkan program tambahan untuk mentransfer atau memasukan data ke program aplikasi (Andrianto, 2008)

1.
Mikrokontroler ATMega8535

Near Infra merah 0.75 1.5 m Mid Infra merah..1.50 10 m Far Infra merah.10 100

2. 3.

Spesifikasi :

1. 2.
Gambar 2.3 Mikrokontroler ATMega8535 Mikrokontroler ATMega8535 adalah mikroprosessor yang

Tegangan kerja: +5 VDC. Frekuensi carrier 38 kHz (dapat ditepatkan

menggunakan resistor variabel).

3. 4. 5. 6. 7.

Panjang gelombang: 940 nm (puncak). Sudut pancaran: +17 derajat. Jarak maksimum 16 m (teruji pada sudut 0 derajat) dan 35m (sesuai datasheet). Memiliki memasukan yang kompatibel dengan level tegangan TTL, CMOS, dan RS-232. Terdapat 2 mode output: non-inverting dan inverting.

dirancang khusus untuk aplikasi kontrol, dan dilengkapi dengan ROM, RAM dan fasilitas I/O pada satu chip. ATMEGA8535 adalah salah satu anggota dari keluarga MCS-51/52 yang dilengkapi dengan internal 8 Kbyte Flash PEROM

(Programmable and Erasable Read Only Memory ), yang

Kompatibel penuh dengan DT-51 Minimum Sistem Ver 3.0, DT51 PetraFuz, DT-BASIC Series, DT -51 Low Cost Series, DT-AVR Low Cost Series, dan sistem kontrol lain (Malik, 2007) Modul Penerima Infra Merah

sebagai pencatatan bulanan, jadi apabila ada suatu barang ingin dipindahkan ke lokasi lain maka barang tersebut di scan terlebih dahulu menggunakan barcode scanner baru kemudian memilih kode lokasi tempat barang tersebut ingin dipindahkan, kemudian database akan mencatat update data lokasi yang baru. Sistem yang akan dibuat nantinya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu modul pengiriman data, modul penerima data dan database. Tugas modul pengirim data adalah mengirimkan data yang masuk dari barcode scanner dan diolah di modul tersebut. Setelah data diolah sesuai dengan kebutuhan baru kemudian akan dikirimkan ke modul receiver (penerima data) menggunakan infra merah. Tugas

Gambar 2.5 Modul penerima infra merah DT-I/O Infra Red Receiver merupakan modul penerima data melalui gelombang infra merah dengan frekuensi carrier 38 kHz. Modul ini dapat digunakan sebagai penerima untuk transmisi data nirkabel dalam aplikasi seperti robotik, sistem pengaman, datalogger dan absensi.

database digambaran sistem ini adalah sebagai pengolah dan penyimpanan data dari modul receiver. Ruang lingkup proyek akhir ini dibatasi sesuai yang tercantum dibatasan masalah. Proyek akhir ini tidak membahas database, tetapi hanya bagaimana mengirimkan data saja. Dibawah ini adalah gambaran sistem yang akan penulis buat.

Spesifikasi :

1. 2. 3. 4.

Tegangan kerja : +5 VDC Frekuensi carrier : +5 VDC Sensitif puncak terjadi pada panjang gelombang 940 nm. Sudut penerimaan : 45 derajat 2.2 Flowchar Sistem pembuatan program, kita harus benar-benar Dalam Gambar 3.2 Rangkaian sistem pengiriman dan penerima data

Memiliki 2 output (inverting dan non-inverting) yang kompatibel dengan tegangan TTL, CMOS dan RS232 (Malik, 2007)

memperhatikannya agar program

yang kita buat tersebut

mempunyai urutan logika yang benar. Jika suatu program tidak 3. 2.1 Analisis dan Perancangan Gambaran Sistem yang akan dibuat benar, tentu akan menyebabkan adanya kesalahan dari hasil keluaran program tersebut. Untuk membatu melacak kebenaran logika sebuah program, yang juga sangat membantu untuk memahami sebuah persoalan sebalum kita memulai kode-kode programnya, seringkali kita membutuhkan alat bantu yang disebut flowchar. Berikut merupakan alur diagram yang menunjukan proses Gambar 3.1 Rangkaian sistem keseluruhan Sistem yang akan dibangun ini nantinya akan ditempatkan di bagian logistik, yang mana fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan data inventori dan tracking lokasi. Cara kerja sistem ini pertama adalah apabila bagian logistik mendapatkan pengiriman data :

barang/inventori baru maka dilakukan pencatatan terlebih dahulu menggunakan barcode scanner yang datanya nanti akan diolah di modul transmitter, setelah data masuk baru kemudian user memiih kode lokasi mana barang tersebut akan ditempatkan, setelah itu data diolah di modul transmitter dan data tersebut dikirimkan ke modul receiver, baru kemudian dari modul receiver data akan disimpan di database. Sistem ini juga bisa berfungsi

2.2.1

Flowchar Proses Pengiriman Data

2.3 2.3.1

Kebutuhan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Kebutuhan Perangkat Keras

START

Ada beberapa aspek yand dapat dilihat pada pengerjaan ini. Ada perangkat keras dan perangkat lunak. Hardware dapat disebut
SCAN LOKASI

dengan perangkat keras atau peralatan apa aja yang menunjang :


TIDAK

DATA DITERIMA

Tabel 3.1 Kebutuhan Perangkat Keras No. Jenis Software Bahasa pemograman Desain PCB Keterangan Code vision AVR/Bahasa C Eagle

YA

SCAN KODE BARANG

1
TAMPILKAN DI LCD

DATA DIKIRIM

2.3.2
END

Kebutuhan Perangkat lunak Dalam membuat proyek akhir ini ada beberapa

perangkat lunak yang dibutuhkan antara lain :

Gambar 3.3 Digram alur pengiriman data Tabel 3.2 Kebutuhan Perangkat Lunak

2.2.2

Flowchar Proses Penerimaan data

No. 1

Jenis Hardware Barcode scanner Mikro Infra merah

Spesifikasi Port RS232 ATMEGA8535 Modulasi

START

2
TERIMA DATA LOKASI

3
TIDAK

4.
DATA DITERIMA

Implemenstasi dan Pengujian Implementasi

4.1
YA TERIMA DATA BARANG

Pada bab ini dilakukan pengimplementasian dan pengujian


YA

perancangan alat yang penulis buat yaitu modul pengiriman data. Sebelum itu ada beberapa langkah yang harus diperhatikan di antaranya :

JIKA DATA BARANG

TIDAK

JIKA DATA LOKASI

YA

4.2 Hardware Dibawah ini adalah hardware yang ada di dalam modul transmitter tersebut :

TAMPILKAN DATA BARANG DAN DATA LOKASI

TIDAK

4.2.1 Minimum Sistem ATmega8535 Minimum sistem ATmega 8535 beinfra merahungsi sebagai
END

pengontrol dari rangkain yang sudah terpasang. Gambar 3.4

Diagram alur penerima data

Gambar 4.1 Minimum sistem Atmega 853

4.2.2 LCD (Liquit Crystal Display) LCD berfungsi untuk menampilkan data dari hasil scan barcode.

4.3.2 Modul Receiver Modul ini digunakan untuk menangkap data yang dikirimkan dari modul transmitter dan akan dikirimkan ke rangkaian modul receiver untuk diproses datanya.

Gambar 4.2 LCD 4.2.3 IC Max 232 Fungsi IC Max232 adalah untuk mengubah data dari com menjadi data TTL. Untuk menggunakan IC ini dibutuhkan bantuan beberapa capasitor dalam bentuk suatu rangkaian. 4.3.3 Minimum Sistem Transmitter Minimin sistem ini digunakan untuk mengolah data yang masuk dari barcode scanner dan akan di olah terlebih dahulu di modul ini untuk kemudian akan dikirimkan ke modul receiver. Gambar 4.6 Modul receiver

Gambar 4.3 IC max 232 4.2.4 Downloader Downloader berfungsi untuk memasukan program ke Gambar 4.7 Minimum sistem transmitter 4.3.4 Minimum Sistem Receiver Minimin sistem ini digunakan untuk menampilkan data yang masuk dari modul transmitter.

mikrokontroler.

Gambar 4.4 Downloader 4.3 Modul Pengiriman Data Dalam melakukan pengiriman data secara nirkabel diperlukan sepasang perangkat modul pengiriman data. Berikut modul-modul yang digunakan : 4.4 4.3.1 Modul Transmitter Modul ini adalah modul pengolahan data pertama kali yang dilakukan, pertama data yang masuk dari barcode scanner akan diolah di modul ini dan akan dikirimkan melalui infra merah. 4.4.1 Pengujian LCD 16x2 Pada Modul Transmitter dan Modul Receiver Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui LCD 16x2 berfungsi dan dapat menampilkan karakter . 4.4.1.1 Gambar 4.5 Modul transmitter Petunjuk Pengujian Pengujian Dalam pengujian ini, ada beberapa bagian yang akan diuji untuk mengetahui data yang dikeluarkan sesuai dengan yang Gambar 4.8 Minimum sistem receiver

sebenarnya, berikut beberapa data yang akan diuji :

Dalam pengujian ini dibutuhkan beberapa alat seperti LCD 16x2, rangkaian receiver, rangkaian transmitter dan program untuk mengetahui apakah LCD dapat digunakan atau tidak.

3.

Scaning gambar barcode

Gambar 4.9 Pengujian LCD 4.4.1.2 Hasil Pengujian Tabel 4.1 Tabel Pengujian LCD LCD Rangkaian Modul transmitter LCD Rangkaian Modul receiver 4.4.2.2 Hasil Pengujian Tabel 4.2 Tabel Pengujian Barcode Scaner Scaning Hyperterminal Gambar 4.12 Scanning barcode code

4.4.1.3

Kesimpulan Pengujian

Program yang dimasukan pada mikrokontroler sesuai sehingga LCD dapat digunakan sebagai display data pada rangkaian receiver dan rangkaian transmitter. 4.4.2 Pengujian Barcode Pada pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah barcode dapat digunakan atau tidak. 4.4.2.1 Petunjuk Pengujian 4.4.2.3 Kesimpulan Pengujian

Barcode scanner berfungsi dengan baik. Barcode scanner mengeluarkan data yang sesuai dengan gambar barcode. 4.4.3 Pengujian Penerimaan Data Barcode scanner pada modul transmitter Dalam pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah data output dari barcode scnanner dapat diterima oleh mikrokontroler melalui rangkaian max 232. 4.4.3.1 Petunjuk Pengujian

Dibutuhkan beberapa alat untuk pengujian ini seperti Barcode, Hyperterminal terminal PC. Berikut cara pengujian : 1. Output barcode disambungkan ke PC

Dalam pengujian ini dibutuhkan beberapa alat seperti: barcode scanner, rangkaian max 232, rangkaian minimum sistem 1, dan LCD. Setting sebagai berikut : 1. Hubungkan output barcode scanner pada rangkaian Gambar 4.10 Output barcode disambungkan ke PC transmmitter

2.

Bukalah Hyperterminal PC, Setting Baudrate 9600, 8 data, No parity dan 1 stop.

Gambar 4.13 Hubungan output barcode scanner pada rangkaian transmitter

2. Hubungkan output rangkaian max 232 ke pin Rx modul transmiter. Gambar 4.11 Setting hyper terminal PC

Tabel 4.4 Hasil Pengujian Penerimaan Data Barcode Output LCD modul NO Code Barcode transmiter

Gambar 4.14 Hubungan output rangkaian max 232 ke pin RX modul transmitter

3. Masukanlah program berikut : 3 Tabel 4.3 Source Code Program Penerima Data Barcode Pengiriman data barcode scanner akan diterima oleh

// USART initialization // Communication Parameters: 8 Data, 1 Stop, No Parity // USART Receiver: On // USART Transmitter: Off // USART Mode: Asynchronous // USART Baud Rate: 9600 UCSRA=0x00; UCSRB=0x90; UCSRC=0x86; UBRRH=0x00; UBRRL=0x47; //Mode Scan Barcode if ( rx_counter > 0 ) { i = 0; while(1) { //subrutin penyimpanan data ch = getchar(); if ( ch == 13 ) //ujung data yang diterima break; xdata[i] = ch; i++; } xdata[i] = 0; //nol terminated agar data menjadi string LCD_clear(); LCD_puts(xdata);

mikrokontroler pada pin RX, data tersebut diterima dan disimpan pada variable xdata yang berupa string Lalu data akan ditampilkan ke LCD. Dalam pengiriman data barcode scanner ujung data tersebut adalah 13(kode ASCII), fungsi if(ch ==13) break; adalah untuk mengetahui data telah terkirim dan

memberhentikan penerimaan data.

4.4.3.3

Kesimpulan Pengujian

Data yang dikirimkan oleh barcode scanner sesuai dengan gambar barcode, dan ditampung dalam variable xdata. 4.4.4 Pengujian Penerimaan Data Pada Rangkaian Receiver Pengujian dilakukan untuk mengetahui data yang masuk melalui barcode scanner dan dikirimkan oleh rangkaian minimum sistem transmitter, diterima oleh rangkaian minimum sistem receiver melalui komunikasi infra merah. 4.4.4.1 Petunjuk Pengujian

Dibutuhkan beberapa perlengkapan seperti Barcode scanner, Rangkaian Max232, Rangkaian Minimum sistem 1, rangkaian transmitter, Rangkaian modul receiver, dan rangkaian receiver dan LCD. Berikut pengaturannya : 1. Hubungkan output barcode scanner pada

rangkaian max232. 4.4.3.2 Hasil Pengujian

Gambar 4.15 Hubungan

2.

Scan data barcode yang akan dikirimkan ke modul receiver.

4.4.5

Pengujian Jangkauan Jarak Infra Merah

Pengujian ini dilakukan untuk menentukan pada sudut berapa dan jarak berapa modul infra merah transmitter dan modul infra merah receiver dapat berkomunikasi 4.4.5.1 pengujian pada sudut 360

Tabel 4.8 Hasil Pengamatan Pada Sudut 360 Gambar 4.16 Proses scan data barcode no 1 merah 2 3 4 5 6 7 Gambar 4.17 Proses transfer data menggunakan infra merah 9 2000 cm Tidak dapat berkomunikasi 8 Jarak 2 cm 5 cm 10 cm 100 cm 300 cm 600 cm 1000 cm 1500 cm Hasil Tidak dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi

3.

Posisikan

modul

pengiriman

infra

transmitter dan modul receiver lurus agar dapat berkomunikasi.

4.

Masukan

program

pengiriman

data

pada 4.4.5.1.1 Kesimpulan Pengujian

rangkaian modul transmitter seperti berikut : 4.4.4.2 Hasil Pengujian Apabila modul infra merah transmitter dan modul receiver terlalu Tabel 4.7 Hasil Pengujian Transmiter dan Receiver Data dekat maka data tidak dapat berkomunikasi, dan apabila modul N 0 1 Modul transmiter

Program transmitter pada rangkaian modul transmitter diawali oleh data 0x02 pada pengkodingan sebagai indentifikasi bahwa data tersebut dari rangkaian transmitter , barulah data barcode dikirimkan. Program data pada rangkaian modul receiver sama seperti program penerimaan data barcode scanner, namun data yang terima dari rangkaian modul receiver menerima data 0x02 terlebih dahulu, untuk mengabaikan data lain (noise), barulah data barcode diterima, dilanjutkan dengan data 0x03 sebagai data penutup. 4.4.4.3 Kesimpulan Pengujian

Code Barcode

Modul receiver

infra merah transmitter dan modul receiver terlalu jauh data juga tidak dapat berkomunikasi diakibatkan oleh jarak maksimum yang ditentukan oleh pabrik pembuat modul tersebut.

Data yang dikirimkan oleh rangkaian minimum sistem transmitter sesuai dengan data yang terima oleh rangkaian minimum sistem receiver

4.4.5.2

Pengujian pada Sudut 45

8 9

1500 cm 2000 cm

Tidak dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi

Tabel 4.9 Hasil Pengamatan Pada Sudut 45 no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jarak 2 cm 5 cm 10 cm 100 cm 300 cm 600 cm 1000 cm 1500 cm 2000 cm Hasil Tidak dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi dapat berkomunikasi no dapat berkomunikasi

4.4.5.3.1

Kesimpulan Pengujian

Pada sudut 90 modul infra merah transmitter dan modul receiver tidak dapat melakukan komunikasi lagi, karena diakibatkan oleh sudut yang terlalu miring, jadi faktor penting untuk melakukan komunikasi yang harus diperhatikan pertama kali adalah sudut kemiringan baru jarak yang meyebabkan faktor kedua apakah modul tersebut dapat berkomunikasi apa tidak.

Tabel 4.11 Hasil Pengamatan Keseluruhan Tipe masukan Hasil scan barcode Keluaran yang di harapkan Barcode code barang sesuai ket

dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi

sesuai dengan keluaran di LCD mikro Pengiriman data dari

ok

modul transmitter kemodul receiver

Dapat berkomunikasi

ok

4.4.5.2.1

Kesimpulan Pengujian 3

Menahan pengmemasukanan data barang pertama kali masuk di modul receiver Memasukan data barang 4 setelah memasukan data lokasi Masukan data lokasi terlebih dahulu ok

Apabila modul infra merah transmitter dan modul receiver terlalu dekat maka data tidak dapat berkomunikasi, dan apabila modul infra merah transmitter dan modul receiver terlalu jauh data juga tidak dapat berkomunikasi diakibatkan oleh jarak maksimum yang ditentukan oleh pabrik pembuat modul tersebut. 4.4.5.3 Pengujian Pada Sudut 90

data lokasi keluar setelah data barang

ok

Tabel 4.10 Hasil Pengamatan Pada Sudut 90 no 1 2 3 4 5 6 7 Jarak 2 cm 5 cm 10 cm 100 cm 300 cm 600 cm 1000 cm Hasil

Pengmemasukanan data lokasi yang baru

Lokasi dipilh

ok

5. Tidak dapat berkomunikasi 5.1 Tidak dapat berkomunikasi

Penutup Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam implementasi Tidak dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi Tidak dapat berkomunikasi proyek akhir ini adalah: 1. Mikrokontroler dapat berkomunikasi menggunakan barcode scanner dengan menggunakan komunikasi serial. 2. Jarak antara modul transmitter dan modul receiver tidak boleh terlalu dekat, apabila terlalu dekat dapat menyebabkan data yang ditampilkan di modul receiver tidak sempurna diakibatkan oleh jarak

minimum yang telah ditentukan oleh pabrik pembuat modul tersebut. 3. Antarmuka infra merah memiliki banyak keterbatasan di antaranya posisi modul infra merah transmitter dan modul infra merah receiver harus lurus tanpa ada halangan. 5.2 Saran

Beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan alat ini agar kedepannya lebih baik lagi adalah sebagai berikut : 1. Kedepan alat yang digunakan untuk pengiriman data bisa menggunakan wireless/XBEE pro untuk

komunikasi datanya sehingga jangkauannya lebih jauh lagi. 2. Kedepannya alat yang digunakan untuk memindai barang bisa menggunakan barcode scanner dengan port usb yang dengan mudah dapat kita jumpai di pasaran

6.

Daftar Pustaka

Andrianto, H. (2008). Pemograman Mikrokontroler AVR ATMega16 Menggunakan Bahasa c. Bandung: Informatika. Mikroprosesor, T. (2007). Pemograman Mikrokontroler Dengan Bahasa C/C++ dan Assembler. Yogyakarta: Andi. Malik, M.(2007). Belajar Mikrokontroler. Yogyakarta: Gaya. Joni, M (2008). Pemograman C dan Implementasinya Edisi Kedua. Bandung: Informatika. Heryanto, M. (2008). Pemograman Bahasa C Untuk Mikrokontroler. Bandung: Informatika. Heryanto, H. (2008). Pemograman Bahasa C Untuk Mikrokontroler ATMEGA8535. Yogyakarta: Andi.