Anda di halaman 1dari 8

KUISIONER PENELITIAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG HOSPITALISASI NO Urut Responden :....... Inisial Responden :...................................................................................................

Pendidikan terakhir :... Petunjuk pengisian : 1. Bacalah pertanyaan berikut dengan seksama. 2. Beri tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang dianggap benar. 3. Jika responden tidak mengerti istilah, responden dapat menanyakan kepada peniliti.

1.

Dibawah ini definisi dari hospitalisasi yang paling tepat adalah a. Merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana / darurat, mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali kerumah. b. Seseorang yang masuk rumah sakit dan harus dirawat di rumah sakit serta menjalani terapi dan perawatan. c. Suatu kondisi yang mengharuskan anak tinggal di rumahsakit untuk mendapatkan perawatan, pengobatan, serta terapi sampai

pemulangannya kembali kerumah.

d.

Kondisi yang mengharuskan masuk rumah sakit dan mendapatkan perawatan serta terapi baik direncanakan atau tidak sampai pemulangannya kembali ke rumah

2.

Stressor pada anak yang dirawat dirumah sakit adalah a. Cemas karena perpisahan, kehilangan kendali, luka pada tubuh dan rasa sakit. b. c. Cemas karena perpisahan, lingkungan rumah sakit, kehilangan kendali Luka pada tubuh dan rasa sakit, takut terhadap petugas kesehatan, kehilangan kendali d. Takut terhadap tindakan medis, kehilangan kendali, cemas karena perpisahan.

3.

Balita/anak berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan otonominya adalah akibat dari stressor a. b. c. d. Kehilangan kendali (kehilangan kontrol) Takut akibat luka pada tubuh dan rasa sakit Takut terhadap petugas kesehatan Kehilangan kelompok sosialnya

4.

Anak akan bereaksi terhadap ketergantungan dengan negativitis, terutama anak akan menjadi cepat marah dan agresif, adalah reaksi anak terhadap hospitalisasi dengan sumber sressor. a. b. c. Kehilangan kendali Takut akibat luka pada tubuh dan rasa sakit Takut terhadap petugas kesehatan

d. 5.

Kehilangan kelompok sosialnya

Jika terjadi ketergantungan dalam jangka waktu lama (karena penyakit kronis), maka anak kehilangan otonominya dan pada akhirnya anak akan menarik diri, adalah akibat dari stressor.. a. b. c. d. Kehilnagan kendali Cemas karena perpisahan Takut terhadap lingkungan rumah sakit Luka pada tubuh dan rasa nyeri

6.

Rasa takut dan cemas muncul karena. a. b. c. d. Adanya kehilangan dan perpisahan Prosedur dan tindakan medis yang dapat menimbulkan rasa nyeri Persepsi yang salah terhadap penyakitnya Lingkungan yang baru

7.

Pada tahap ini anak tampak tegang, tangisnya berkurang, tidak aktif, menarik diri, sedih dan apatis merupakan respon perilaku pada anak akibat perpishan yaitu pada tahap. a. b. c. d. Putus asa Regresi Menolak Marah

8.

Pada tahap ini secara samar-samar anak menerima perpisahan, mulai tertarik dengan apa yang ada disekitarnya, dan membina hubungan dangkal dengan

orang lain. Hal tersebut merupakan respon perilaku anak karena perpisahan yaitu a. b. c. d. 9. Putus asa Regresi Menolak Marah

Pada tahap menolak biasanya yang terjadi pada anak adalah. a. b. c. d. Anak menarik diri Membina hubungan dangkal dengan orang lain Anak tidak mau berkomunikasi Anak menolak untuk makan

10.

Reaksi anak pada usia pra sekolah akibat hospitalisasi adalah a. Anak akan kehilangan kemampuannya untuk mengontrol diti dan anak akan menjadi tergantung pada lingkungan b. c. Kehilangan kontrol, kehilangan kelompok sosial Menolak makan dan tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan (perawat) d. Apatis, kelemahan fisik, dan kehilangan kontrol

11.

Ketakutan anak terhadap perlukaan muncul karena anak menganggap tindakan dan prosedurnya mengancam integritas tubuh. Reaksi tersebut terjadi pada anak usia a. b. Todler Sekolah c. Remaja d. Prasekolah

12.

Perawatan dirumah sakit sering dipersepsikan anak sebagai hukuman sehingga anak akan merasa malu, bersalah, atau takut. Merupakan reaksi anak akibat hospitalisasi yaitu pada anak usia.. a. b. Pra sekolah Remaja c. Todler d. Usia sekolah

13.

Sedangkan reaksi anak usia sekolah terhadap hospitalisasi adalah. a. Anak akan kehilangan kemampuannya untuk mengontrol diri dan anak akan menjadi tergantung pada lingkungan b. c. d. Kehilangan kontrol, kehilangan kelompok sosial Menolak makan dan kooperatif terhadap petugas kesehatan (perawat) Apatis, kelemahan fisik dan kehilangan kontrol

14.

Reaksi terhadap perlukaan atau rasa nyeri akan ditunjukan dengan ekspresi baik secara verbal maupun non verbal karena anak sudah mampu mengkomunikasikannya. Reaksi tersebut terjadi pada anak usia.. a. b. Usia sekolah Remaja c. Todler d. Usia pra sekolah

15.

Perubahan yang terjadi pada anaka akibat hospitalisasi adalah. a. b. c. d. Perubahan konsep diri, regresi, dependensi Marah, depresi, dependensi Perubahan citra tubuh, ketakutan (cemas), frustasi Kehilangan kontrol, perubahan konsep diri, regresi

16.

Dipersonalisasi adalah.

a. b. c.

Klien merasa tidak berdaya dan bergantung pada orang lain Peran sakit yang dialami klien mengakibatkan perubahan kepribadian Klien mengalami kemunduran ketingkat perkembangan sebelumnya atau lebih rendah dalam fungsi fisik, mental, perilaku dan intelektual

d.

Perubahan citra tubuh yang dapat menyebabkan perubahan peran ideal diri, harga diri dan identitasnya.

17.

Dependensi adalah a. b. c. Klien merasa tidak berdaya dan bergantung pada orang lain Peran sakit yang dialami klien mengakibatkan perubahan kepribadian Klien mengalami kemunduran ketingkat perkembangan sebelumnya atau lebih rendah dalam fungsi fisik, mental, perilaku dan intelektual d. Perubahan citra tubuh yang dapat menyebabkan perubahan peran ideal diri, harga diri dan identitasnya.

18.

Salah satu upaya atau tindakan keperawatan untuk meminimalkan / mencegah cemas pada anak akibat dari perpisahan yaitu a. b. c. d. Rooming in (orang tua tinggal bersama anak) Mempertahankan kegiatan rutin anak Dorongan anak untuk independen Mengusahakan kebebasan bergerak

19.

Sedangkan upaya / tindakan perawat untuk memininalkan perasaan kehilangan kendali (kehilangan kontrol) yaitu a. b. Rooming in (orang tua tinggal bersama anak) Mempertahankan kegiatan rutin anak

c. d. 20.

Modifikasi ruang perawatan Hindarkan pembatasan fisik jika anak tidak kooperatif terhadap petugas kesehatan

Buat jadwal kegiatan untuk prosedur terapi, latihan, bermain, dan aktivitas lain dalam perawatan untuk menghadapi perubahan kebiasaan sehari-hari. Adalah upaya untuk mencegah meminimalkan. a. b. c. d. Dampak perpisahan Rasa takut Rasa nyeri Kehilangan kendali (kehilangan kontrol)

21.

Upaya untuk meminimalkan rasa takut terhadap cedera tubuh dan rasa nyeri dapat dilakukan dengan cara. a. b. c. Hindarkan pembatasan fisik jika anak dapat kooperatif terhadap petugas kesehatan Memberikan pengertian dan penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan Melibatkan orang tua berperan aktif dalam perawatan anak dan pada saat akan dilakukan tindakan medis d. Mempersiapkan psikologis anak dan orang tua untuk tindakan prosedur yang menimbulkan rasa nyeri

22.

Lakukan permainan terlebih dahulu sebelum melakukan persiapan fisik anak, misalnya dengan cara bercerita dan menggambar, adalah salah satu upaya dan tindakan untuk meminimalkan cemas akibat. a. b. c. Perpisahan dengan orang tua Kehilangan kendali Rasa takut terhadap cedera tubuh dan rasa nyeri

d. 23.

Lingkungan rumah sakit dan tindakan medis

Hindarkan pembatasan fisik jika anak dapat kooperatif terhadap petugas kesehata, merupakan upaya untuk mencegah / meminimalkan. a. b. c. d. Perasaan kehilangan control (kehilangan kendali) Cemas karena perpisahan Takut terhadap tindakan medis Cemas terhadap rasa takut dan rasa nyeri