Anda di halaman 1dari 2

Erupsi acneiformis Definisi ----Erupsi akneformis adalah kelainan kulit yang menyerupai akne yang berupa reaksi peradangan

folikuler dengan manifestasi klinis papulopustular. ---Etiologi ----Etiologi penyakit ini masih belum jelas. Semula erupsi akneformis disangka sebagai salah satu jenis akne, namun kemudian diketahui bahwa etiopatogenesis dan gejalanya berbeda. Induksi obat yang diberikan secara sistemik diakui sebagai faktor penyebab yang paling utama seperti yang tercantum dalam tabel 2.1. Ada pula yang mengganggap bahwa erupsi akneformis dapat disebabkan oleh aplikasi topikal kortikosteroid, psoralen dan ultraviolet A (PUVA) atau radiasi, bahkan berbagai bahan kimia yang kontak ke kulit akibat kerja (minyak, klor), kosmetika, atau tekanan pada kulit. ---Tabel 1 Obat dan bahan yang diduga menyebabkan erupsi akneformis. Hormon dan steroid Antibiotik - gonadotropin - tetrasiklin - co-trimoxazole - androgen- steroid anabolik - steroid topikal dan oral - penisilin - doxicyclinkloramfenikol - ofloxacin Senyawa halogen Vitamin - bromida - riboflavin (B2) - iodida- halotan - piridoksin (B6)- sianokobalamin (B12) Obat antikonvulsi Obat lain - fenitoin - Lithium - fenobarbital- troxidone - Kloral hidrat- Disulfiram Obat anti Tuberkulosis - Psorialen dengan ultraviolet A - isoniazid (INH)- rifampisin ---Patogenesis ----Mekanisme patogenesis terjadinya erupsi akneiformis belum diketahui secara pasti. John Hunter dkk menyatakan bahwa erupsi akneiformis terjadi melalui mekanisme non imunologis yang dapat disebabkan karena dosis yang berlebihan, akumulasi obat atau karena efek farmakologi yang tidak diinginkan. Andrew J.M dalam bahasannya tentang Cutaneous Drug Eruption menyatakan bahwa mekanisme non imunologis merupakan suatu reaksi pseudo-allergic yang menyerupai reaksi alergi, tetapi tidak bersifat antibody-dependent. Ada satu atau lebih mekanisme yang terlibat dalam reaksi tersebut, yaitu: pelepasan mediator sel mast dengan cara langsung, aktivasi langsung dari sistem komplemen, atau pengaruh langsung pada metabolisme enzim asam arachidonat sel. Selain itu adanya efek sekunder yang merupakan bagian dari efek farmakologis obat, juga dapat menimbulkan manifestasi di jaringan kulit. 2,3,6,7 ----Wasitaatmadja dalam buku Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin mengatakan bahwa erupsi akneformis adalah reaksi kulit yang berupa peradangan folikular akibat adanya iritasi epitel duktus pilosebasea yang terjadi karena ekskresi substansi penyebab (obat) pada kelenjar kulit.1 ---Gambaran klinis ----Berbeda dengan akne, erupsi akneformis dapat timbul secara akut, subakut,

dan kronis. Tempat terjadinya tidak hanya terjadi di tempat predileksi akne saja, namun dapat terjadi di seluruh bagian tubuh yang mempunyai folikel pilosebasea. Tempat tersering pada dada, punggung bagian atas dan lengan. ----Gambaran klinis berupa papul yang eritematous, pustul, monomorfik atau oligomorfik, biasanya tanpa komedo, komedo dapat terjadi kemudian setelah sistem sebum ikut terganggu. Dapat disertai demam, malese, dan umumnya tidak terasa gatal. Umur penderita bervariasi, mulai dari remaja sampai orang tua dan pada anamnesis ditemukan adanya riwayat pemakaian obat. ----Erupsi akneformis secara klinis mempunyai karakteristik tersendiri seperti erupsi akneformis akibat steroid (akne steroid), erupsi akneformis akibat paparan senyawa halogen (chloracne), dan erupsi akneformis akibat antibiotik. Akne steroid memberi gambaran papulopustul, monomorfik, tempat predileksi di daerah dada, ekstremitas, sedikit pada daerah wajah, dan timbul setelah penggunaan kortikosteroid topikal atau sistemik. Chloracne berupa komedo yang polimorf dan kista, sering ditemukan pada pekerja industri dan biasanya lebih berat daripada akne steroid. Erupsi akneformis akibat antibiotik biasanya bersifat akut, erupsi pustular generalisata, demam disertai lekositosis, dan tanpa komedo. ------Pemeriksaan Penunjang ----Pemeriksaan laboratorium sederhana dapat dilakukan pemeriksaan mikrobiologi dengan pewarnaan Gram dari cairan pustula.1 Pemeriksaan ini dilakukan untuk membedakan erupsi akneiformis dengan folikulitis. ----Pemeriksaan histopatologis memperlihatkan gambaran yang tidak spesifik berupa sebukan sel radang kronis di sekitar folikel sebasea dengan massa sebum di dalam folikel. Pada kista, radang sudah menghilang diganti dengan jaringan ikat pembatas massa cair sebum yang bercampur dengan darah, jaringan mati, dan keratin yang lepas. ----

Anda mungkin juga menyukai