Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN HASIL PBL BLOK 8 SKENARIO 1 KELOMPOK A TUMBUH KEMBANG OROKRANIFASIAL & FASE ERUPSI GIGI

Fasilitator : drg. Purbo Seputrp DK 1 : 25 April 2011 DK 2 : 28 April 2011 Ketua Sekertaris 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. : Muhammad Rizky R. Maulana : Susy Marifatil Laely (0910743009) (0910740061) (0910740024) (0910740042) (0910740058) (0910741006) (0910743005) (0910743018) (0910743024) (0910743037)

Della Fatma Sari Kamelia Melissa Sendy Tanaka Permadi Pretty Yanuar Adhisti Dian Damai Yanti Agnes Indah Charlitta Dea Chairina Layla Rochmania

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011

Pertumbuhan Orocraniofacial Konsep Dasar Pertumbuhan Orokraniofasial Ketika lahir, wajah dan rahang kurang berkembang bila dibandingkan saat dewasa. Facial skeleton lebih bertumbuh daripada cranial structure pada saat postnatal. Pola pertumbuhan terbagi menjadi 4 kelompok besar pada sistem jaringan tubuh, yaitu lymphoid, neural, general atau somatic, dan genital. Pertumbuhan lymphoid terjadi secara cepat sampai sekitar 10 tahun tapi melalui keterlibatan pertumbuhan genital maka mengalami percepatan pada saat pubertas. Pertumbuhan neural selesai antara 6-7 tahun, sementara pertumbuhan somatic meningkat pada awal childhood, kemudian melambat, sebelum meningkat secara dramatis pada masa pubertas. Pola pertumbuhan neural memengaruhi pertumbuhan skeletal calvarium dan orbit, sedangkan pola peertumbuhan somatic diikuti oleh mandibula dan maksila Bagian-bagian yang berbeda dalam craniofasial yang tumbuh kompleks pada waktu yang berbeda-beda Setelah lahir, dasar kranium bagian anterior tumbuh komplit ketika baru lahir smpai anak-anak tetapi frontal dan nasalnya tumbuh di luar itu melalui aposisi-resorpsi pertumbuhan tulang Perbedaan ukuran, pengaruh, kecepatan dan waktu pertumbuhan pada setiap individu Umumnya perembbuan dewasa lebih cepat 2 tahun drpd laki-laki Kepala dan wajah dua orang yang pasti berbeda

Tengkorak dan Rahang saat lahir Pada saat dilahirkan, tengkorak bayi umumnya belum merupakan versi mini dari tengkorak dewasa, ada perbedaan bentuk, proporsi wajah, dan kranum, serta derajat perkembangan dari fusi tulang-tulang individual. Tulang pada orang dewasa bergabung erat dengan tulang disebelahnya melaluui sutura, pada saat lahir masih terpisah lebar. Tulang-tulang yang berkembang dari kartilago, khususnya pada ddasar tengkorak, masih mempunyai elemen kartilaginusyan bertumbuh secara aktif. Tulang yang

berkembang dari membrane, khusunya dari kalvarium dan wajah, masih mempunyai daerah membrane yang lebar pada tepi-tepinya, yang aktif membentuk tulang. Secara garis besar, menurut Broadbent, pertumbuhan orocraniofacial dapat terlihat seperti berikut : Nasion ke atas dan depan Spina nasalis anterior ke bawah dan depan Dagu ke bawah dan depan Gonion ke bawah dan belakang Fisura pterygomaksilaris dan spina nasalis posterior lurus ke bawah Atap hidung dan palatum durum sejajar dengan posisi sebelumnya Bidang oklusal dan tepi bawah mandibula ke bawah hampir sejajar dengan sebelumnya Tulang-tulang dalam Komponen yang Terpisah Pada basis tengkorak, tulang sphenoid dalam 3 bagian, badan sentralnya mempunyai dua ala minor, dan dua ala mayor pada setiap sisi, dengan perlekatan prosesus pterigoid. Tulang osipital terdapat dalam dua bagian, pars kondilar yang membawa kondil osipital, dan pars squamosa, sebagian besar diantaranya berkembang dari membrane dan membentuk sebagian dari kalvarium. Tulang temporal pada kedua sisi dalam dua bagian, komponen petromastoid yang berkembang dari neurokranium kartilaginus dan komponen squamosa yang berkembang dari neurokranium membranosus. Tulang frontal dan mandibula, yang nantinya menjadi satu tulang, masing-masing terdiri atas duaa bagian sewaktu lahir. Bagianbagian tersebut dipisahkan pada bidang midsagital.

Pertumbuhan dan Perkembangan Calvarium Tulang-tulang kalvarium berasal dari tulang rawan yang padat saat lahir telah terhubung satu sama tutup membrane. Pertumbuhan tulang terjadi secaraa aposisi dari periosteum dan merupakan respon terhadap pertumbuhan otak. Sutura merupakan daerah yang memungkinkan pergerakan tulang meskipun terbatas dan merupakan tempat bertambahnya ukuran tulang kranium. Sutura merupakan persendian

tulang rawan dengan potensi pertumbuhan bertambah besar sesuai dengan pertumbuhan otak. Tulang tulang ini akan menyatu saat dewasa.

Perkembangaan Basis Cranii Basis kranial adalah dasar rongga otak dan memanjang dari foramen seikum di anterior sampai basia di tulang oksipital di posterior. Basis kranial merupakan perkembangan dari tulang rawan kondrokranium pada masa embrio dan berubah menjadi tulang lewat osifikasi endokondral. Terdapat beberapa pusat pertumbuhan yang penting yaitu, Sinkondrosis sfeno etmoid, antarsfenoid dan sinkondrosis sfeno osipitalis. Sfeno etmoid menulang pada umur 6 tahun dan sesudah itu hanya sedikit sekali terjadi pertumbuhan pada basis kranial anterior. Kompleks nasomaksila terhubung dengan basis kranial anterior sedangkan mandibula terhubung dengan basis kranial tengah lewat persendian dengan tulang temporal. Sinkondrosis sfeno oksipital berkembang sekitar umur 15 tahun dan menyatu umur 20 tahun. Dan mempengaruhi ekspansi bagian anterior dan posterior. Perkembangan Maxilla Maxilla bertumbuh bergerak secara berlwanan arah. Sella turcica tumbuh lebih ke atas dan kebelakang, sutura front nasal bergerak lebih ke

atas dan kedepan. Sedangkan palatal/nasal floor bergerak tumbu lebih ke anterior. Perkembangan Mandibula Pertumbuhan mandibular ditandai dengan adanya area relocation, dimana ramus teresorbsi di anterior saat deposisi tulang negarah ke posterior. Pertumbuhan resorbsi ini membantu melanjutkan bentuk relative ramus mandibula. Menurut Rosenstein, dagu laki laki berkembang dua kali daripada dagu perempuan. Perubahan pada dagu ini desebabkan oleh resorbsi tulang. Moss mengatakan pertumbuhan dan pembentukan wajah disebabkan oleh fungsi natural yang terjadi. Contohnya adalah pada mastikasi konstan. Pada proses ini terjadi pembentukan muskulus fasial yang lebig kuat, dan deposisi tulang yang lebih besar pada mandibula. Pertumbuhan Mandibula Tulang mandibula berasal dari jaringan membran. Setelah tulang terbentuk, tumbuh tulang rawan yang terpisah yaitu kaput kondilus, procesus coronoideus, dan angulus. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan

Orocraniofacial Terbagi menjadi 2 Faktor, yaitu Faktor Interna : Kartilago dalam cranial base (penting dalam menentukan ukuran dan bentuk akhirnya). Kartilago dalam nasal septum (mungkin memainkan beberapa bagian dalam memulai downward dan forward translasi maksila). Pertumbuhan otak. Jaringan lunak wajah. Otot mastikasi.

Dan Faktor Externa : Jenis Kelamin Karena pertumbuhan pada laki-laki yaitu later, longer, and larger dari pada wanita, maka pertumbuhan selama pubertas lebih cepat 2 tahun pada wanita dari pada laki-laki Etnik/Ras Ex: ras mongoloid cenderung mesognotik, yaitu memiliki panjang alveolar yang lebih kecil dari pada panjang basal rahang bawah, sedangkan ras negro cenderung prognotik, yaitu mempunyai panjang alveolar yang lebih besar dari pada panjang basal rahang bawah Fisik/Ukuran Tubuh yang dipengaruhi nutrisi Ex: orang yang kurus dan tinggi serta orang yang gemuk pertumbuhannya berotot/normal Penyakit dan Level Nutrisi Adanya Genetik Nutrisi Protein Nutrisi penting untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan sintesis. Untuk mengoptimalkan sintesis protein, seluruh asam amino harus tersedia dalam jumlah yang tepat. Secara umum, protein hewani lebih lengkap dibandingkan protein nabati. penyakit/kurangnya nutrisi bisa menunda/mencegah lebih lama dari pada orang pendek dan

pertumbuhan

Periode awal pertumbuhan-> kebutuhan protein 4-5gr/kg /day Untuk orang dewasa -> kebutuhan protein 0,9gr/kg/day

Karbohidrat Fungsi utama adalah menyediakan energi untuk tubuh Anak pada masa pertumbuhan memerlukan energi lebih dibandingkan orang dewasa. Sumber karbohidrat berasal dari zat tepung, biji-bijian dan laktosa.

Lipid (lemak) Untuk menyuplai energi pada tubuh 1 gram lipid -> 9 kalori pada tubuh 1 gram protein atau karbohidrat -> 4 kalori pada tubuh Lemak juga berguna untuk melarutkan vitamin ( vitamin larut lemak)

Vitamin Vitamin A

Vitamin Larut Lemak Vitamin A berhubungan dengan epitel-epitel seperti pada kulit, mata, rambut dan mukosa epitelium. Vitamin A dikenal sebagai vitamin anti infeksi karena berperan dalam pemeliharaan epitelepitel. Vitamin A sangat pentinga dalam proses pembentukan gigi karena adanya epitel origin pada organ enamel. Defisiensi vitamin A menyebabkan perubahan pada kulit, mata, dan bagian internal pada sistem organ. Vitamin D Berguna untuk kalsifikasi normal pada jaringan osseus dan perkembangan yang sehat pada tulang dan gigi. Defisiensi vitamin D menyebabkan Ricket(anak-anak), osteomaloacia(dewasa), gagalnya kalsifikasi matrix tulang. Kelebihan vitamin D menyebabkan idiopatik hypercalcemia. Vitamin E

Penting sebagai antioxidan untuk melindungi vitamin A yang mudah rusak akibat oksidasi, juga mencegah hemolisis eritrosit akibat jaringan peroxida. Sumber vitamin E berasal dari bijibijian, tiram dan telur. Vitamin K Defisiensi vitamin K menyebabkan aktivitas dari plasma protrombin berkurang, sehingga waktu perdarahan meningkat. Vitamin Larut Air B-Complex sebagai tempat aktivasi koenzym. Thiamin (B1), mudah rusak karena panas. Defisiensi B1 menyebabkan beri-beri. Terdapat 3 macam beri-beri: 1. Dry beri-beri -> multipel periferal neuritis 2. Wet beri-beri -> edema, perubahan refleks pada tendon, paresthesia, dan kram otot 3. Tipe cardiac-> gagal jantung akut Riboflavin(B2) o Banyak ditemukan pada berbagai koenzym o Defisiensi B2 menyebabkan lesi pada mata. Pyridoxine (B6) o Berfungsi sebagai koenzym o Defisiensi B6 menyebabkan seborheic dermatitis pada mata dan sudut mulut, glossitis, conjungtivitis, cheilosis, dan angular stomatitis. Folic acid marrow, glossitis, dan gangguan gastrointestinal, o Defisiensi menyebabkan gangguan maturasi pada bone megaloblastic anemia saat hamil. o Asupan-> 100-150g total folic acid. Vitamin B12 o Defisiensi menyebabkan: anemia o Konsumsi kondisi normal 1,5g/day Asam Ascorbic

o Defisiensi menyebabkan scurvy o Vitamin C penting pada jaringan mesenkim seperti jaringan fibrous, gigi, perkembangan tulang dan pembuluh darah. Mineral Calcium untuk menjaga keseimbangan asam basa dan

Penting

membantu mengotrol irama otot, penting dalam mekanisme pembekuan darah. Asupan pada orang dewasa dan pada anakanak hingga usia 9tahun 800mg/day. Untuk usia 10-18 tahun 1,2-1,4gr.

Pemeriksaan Pertumbuhan Craniofacial Satu cara untuk menilai perubahan selama pertumbuhan

kraniofasial adalah dengan superimpose tracings 2 lateral skull radiograf yang diambil pada orang yang sama tetapi berbeda umur.

Pertumbuhan & Erupsi Gigi Pertumbuhan & Perkembangan Gigi a. Initiation 6 week old- fetus, Pembentukan awal dari perluasan basal layer oral cavity yang terjadi dengan seketika di bawah basement membran, dikenal dengan Bud Stage b. Proliferation Perluasan dari budtooth, menghasilkan pembentukan tooth germ. Tooth germ adalah hasil dari epitel cell yang banyak berbentuk seperti topi yang merupakan penggabungan mesoderm.

Penggabungan dari jaringan mesodermal ini ke bawah dan dengan cap memberikan perkembangan untuk dental papila. Mesenchyme (mesoderm) yag mengelilingi dental organ dan dental paipla adalah jaringan yang akan membentuk dental sac Dental sac akhirnya memberi perkembangan untuk mendukung struktur gigi, yaitu sementum dan periodontal ligamen. Dikenal sebagai capstage, karena strukturny adiambil di atas cap. Cap memulai pembentukan mesenchyme merubah dalam cap untuk memulai perkembangan dental papila. Tooth germ mengandung semua elemen yang dibutuhkan untuk perkembangan gigi yang sempurna. c. Histo Differentation terlihat karena perluasan cap tumbuh Ditandai dengan perbedaan histologic yang terlihat di cell tooth germ karena saat ini mereka memulai mengkhususkan diri. Cap berlanjut pertumbuhannya menjadi bell ganbar bell sudah sangat terlihat karena perluasan cap tumbuh dalam menuju mesoderm disebut Bell Stage Jarinagn dengan bell adalah jaringan yang dapat memberi perkembangan untuk dental papila. Dental organ saat ini sudah lengkap dikelilingi oleh basement membrane dan bercabang menjadi inner dan outer dental epitelium. Dental organ akhirnya menjadi enamel. Kondensasi dari jaringan mesoderm berdekatan denagn outside bell bertanggung jawab untuk dental sac, dental sac akhirnya berkembang menjadi sementum, yang menyelebungi akar gigi.

Dental lamina untuk gigi permanen pengganti datang secara jelas sebagai perpanjangan dental lamina gigi desidui.

Basal layer berlanjut dan membagi atau bercabang menjadi inner dan outer dental epitelium.

Stellate reticulum menggabungkan banyak intercellulerfluid untuk persiapan pembentukan enamel.

d. Morphodifferentiation Sel membentuk ukuran dan bentuk akar gigi, disebut juga Advanced Bell Stage sel dari inner dan epithwlium menjadi ke ameloblast yang memproduksi matriks enamel. Ameloblast mendekati basement membran odontoblast bertanggung jawab untuk pembentukan enamel dan dentin. Perubahan pertama dari pembentukan dentin yang terlihat adalah penebalan basement membran dari inner dental epithelium dan pulpa yang berkembang dari dental papilla. e. Apposition Jaringan matriks gigi sudah terbentuk. f. Calcifiction Terjadi dengan pemasukan mineral garam dalam perkembangan jaringan matriks sebelumnya. Struktur kimia dari enamel mengandung kira- kira 96% inorganik material dan 4 % organik material dan air. Inorganik terdiri dari komponen dasar: kalsium dan phospor dan small portion dari banyak komposisilainnya dan elemen seperti karbon dioxide, Mg, Sodium. Calcification dimulai dengan pengendapan enamel di ujung cusp/ incisal edges dari gigi berlanjut dengan produksi banyak lapisan.

Enamel yang sudah tua dan matang ditemukan di ujung cusp/ incisal edges dan enamel baru di regio cervical.

Gerakan Erupsi Preeruptive Phase Adalah persiapan menuju fase erupsi. Termasuk gerakan perkembangan dan pertumbuhan benih gigi dan proc.alveolar sebelum pembentukan akar. Selama fase ini, gigi yang bertumbuh bergerak dalam arah berbeda untuk mengatur posisi pada rahang yang bertumbuh. Prefunctional Eruptive Phase Mulai dengan pembentukan awal pada akar dan berhenti ketika sudah mencapai kontak oklusal. 5 kegiatan utama fase ini: a. Fase secret amelogenesis, sempurna akar dan prefunctional sebelum onset eruption. Ada

pembentukan

hubungan antara mineralisasi dan aktivasi sel epitel pada area pembentukan enamel. b. Intaosseous stage terjadi ketika pembentukan akar molar, hasil dari proliferasi epithelial root sheath dan jaringan mesenkim dari dental papilla dan dental folikel. c. Supraosseous stage mulai ketika gigi yang erupsi bergerak oklusal melalui tulang dari crypt dan jaringan penghubung oral mukosa, sehingga ada penurunan epithelium enamel yang menutupi mahkota dalam kontak oral epithelium. Bila ini terjadi, penurunan epithelium enamel dari mahkota berpoliferasi dan membentuk attachment yang kuat dengan

epithelium oral. Gabungan, lapisan epitel double pada mahkota yang erupsi terbentuk. d. Ujung mahkota memasuki oral cavity dengan membuka pusat double layered epithelial. Terobosan ini selesai ketika cusp tips menyebabkan degenerasi membrane dan awal dari tahap erupsi klinis. Mahkotanya erupsi lebih jauh, dan batas lateral oral mukosa menjadi dentogingival junction. Enamel epithelium yang berkurang, sekarang mengelilingi mahkota, dikenal junctional/attachment epithelium. Ketika puncak mahkota muncul, 1 -2/3 akar sudah terbentuk. e. Gigi yang erupsi berlanjut untuk bergerak ke oklusal.

Functional Eruptive Phase Dimulai ketika gigi mencapai oklusal dan berlanjut selama gigi masih di oral cavity. Selama fase awal pada periode ini, Processus Alveolar meningkat tingginya dan akar masih bertumbuh. Densitas tulang alveolar meningkat.. Serat ligament periodontal berkembang sesuai kelompok masing-masing (gingival, alveolar crest, permukaan alveolar sekitar akar).

Perkembangan Akar Gigi Akar gigi berkembang saat fase Apposition, dimulai dari penyatuan Inner Enamel Ephitelium dan Outer Enamel Epithelium yang membentuk kompleks HERS (Hertwigs Epithelial Rooth Sheath). HERS ini akan menjadi semacam cetakan bagi odontoblast dalam membentuk akar. Setelah akar terbentuk, genetiklah yang menentukan apakah gigi itu memiliki akar tunggal atau ganda atau multipel.

Urutan Erupsi Gigi Untuk Gigi Desidui, urutannya adalah I1 bawah-I2 bawah-I1 atas-I2 atas-M1 bawah-M1 atas-C bawah-C atas-M2 bawah-M2 atas, sementara gigi Permanen urutannya adalah M1 atas,M1 bawah,I1 bawah-I1 atas,I2 bawah-I1 atas-C bawah-P1 atas-P1 bawah,P2 atas-C atas,P2 bawah-M2 bawah-M2 atas- M3 atas dan bawah.

Daftar Pustaka Avery, James. K. 2002. Oral Development & Histology 3rd ed. Thieme : New York Bishara, Shamir. E. Textbook of Orthodontics 3rd ed. Pinkham, James R. . Pediatrics Dentistry : Child to Adolescence