Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

INSECTA MAKALAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Dari Mata Kuliah Zoologi Invertebrata Dosen : Sumiyati Sa’adah, M.SI Oleh Oleh Nama : Sesep Pahmi Hasani Nim : 1209206068 Kelas/Smt : Biologi B / II FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2010 i KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr. wb. Bismillahirrahmaanirrahim Segala puji hanya bagi Allah Tuhan seluruh alam, shalawat beserta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhamad SAW. Karena atas karunia dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen Mata Kuliah Zoologi Invertebrata yang telah membimbing dan mencurahkan ilmu kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini, walaupun dalam proses penyusunannya penulis mengalami berbagai kesulitan. Makalah ini akan membahas tentang Insecta. Tetapi sangat dimungkinkan dalam penyusunannya masih banyak kekurangan, baik dalam penyajian materi maupun dalam penulisan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat penulis harapkan, demi lebih baiknya karya yang selanjutnya. Penulis berharap, mudah-mudahan makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amiin. Wassalamualaikum, wr. wb Bandung, Desember 2010 Penulis ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...................................................................................... i DAFTAR ISI.................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah................................................................. 1 B. Rumusan Masalah .......................................................................... 1 C. Tujuan Pembahasan........................................................................ 1 D. Manfaat Pembahasan...................................................................... 2 BAB II INSECTA

....A. 120........ dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang)..... Adapun ciri-ciri umum Arthropoda adalah mempunyai appendage atau alat tambahan yang beruas. 23 SIMPULAN ...... 170...... Apakah insecta itu ? 2............ Arthropoda (Arthos = ruas......... serta segala sesuatu yang berhubungan dengan insecta......... 3 C.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera)..... 82.............. kecuali di laut jumlahnya kecil.. Biasanya ruas-ruas tersebut ada bagian .......... 360. di berbagai habitat.......... Manfaat Pembahasan 1...... B.... Serangga (insecta) memiliki jumlah spesies terbesar.000 spesies insekta sudah ditemukan............ terdapat 713.... Pengrtian Insecta Menurut penafsiran para ahli........... Ilmu mengenai peri kehidupan serangga disebut entomologi... Rumusan Masalah 1......... melimpah dan tersebar di darat..... Terdapat 5... Lebih mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan insecta..... Ruas diantara dua sendi disebut dengan segmen.... Lebih dari 800.................... Anatomi dan morfologi tubuh dari serangga 3... Anatomi dan Morfologi Tubuh Dari Insecta.. Pengertian Insecta . Bagaimana cara reproduksi dan siklus hidup dari insecta ? C......... 3 B.....000 spesies bangsa kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera)..................... Untuk memenuhi tugas akhir dari mata kuliah zoology invertebrate BAB II INSECTA A......................... podos = kaki) yang berarti hewan yang kakinya bersendi-sendi atau beruas........... 32 BAB I PENDAHULUAN A.... Bagaimana anatomi dan morfologi tubuh dari insecta itu ? 3...... 30 DAFTAR PUSTAKA........ 2.000 spesies bangsa capung (Odonata)... mempunyai kemampuan untuk terbang............000 spesies bangsa semut dan lebah (Hymenoptera).500 jenis Arthropoda atau sekitar 80 persen dari jenis hewan yang telah dikenal.. karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani..... Latarbelakang Masalah Serangga (disebut pula Insecta........ Cara reproduksi dan siklus hidup dari serangga D.............000 spesies bangsa kepik (Hemiptera)......... Tujuan Pembahasan 1....000 spesies bangsa belalang (Orthoptera)..... Pengertian serangga 2...000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera). 20.... tubuhnya bilateral simetri yang merupakan endoskeleton.. berarti "berkaki enam").... Cara Reproduksi dan Siklus Hidup Dari Serangga... dan 110...

Kepala (caput) Kepala serangga berbentuk kapsul. antena dan mata. Lapisan endo dan epikutikula tersusun dari bahan-bahan yang bersifat khitin. Dinding tubuh terdiri dari satu lapis sel dan di sebelah luarnya terletak lapisan kutikula yang dihasilkan oleh selsel dinding tubuh itu sendiri. serangga pengunjung bunga yang berguna dalam penyerbukan serta serangga parasit. Sedangkan bagian dalamnya berisi otak yang terlindung dengan baik. Kepala merupakan bangunan yang kuat yang dilengkapi dengan alat mulut. Epikutikula merupakan lapisan yang impermeabel terhadap air. serangga pemindah penyakit seperti nyamuk Anopheles. Tubuh Arthropoda primitif dapat dibedakan dalam tiga bagian. sternum disebelah bawah badan (ventral) dan pleuron yang menghubungkan kedua bagian yang telah disebut di sisi kanan dan kiri tubuhnya (lateral). thorax dan abdomen. vektor penyakit malaria. Yang berguna bagi manusia adalah lebah madu. tubuh secara umum (bagian terbesar dan bersegmen). tetapi pada umumnya pada bagian-bagian tertentu mengeras dan memebentuk lembaran (plate) yang disebut sklerit. terdapat ciri-ciri khas antara lain : mengalami metamorfosa. lalat tse-tse vektor penyakit tidur. Anatomi dan Morfologi Tubuh Dari Insecta Pada klasis insekta. dapat menjadi pelindung terhadap kekeringan. thorax terdiri dari tiga ruas yaitu prothorax. yaitu bagian caput atau kepala yang terdiri dari 6 segmen. Banyak serangga berguna bagi manusia tetapi lebih banyak pula yang merupakan musuh manusia. 3 segmen membentuk thorax. Sistem syaraf tangga tali. siklus hidupnya relatif singkat. B. Insecta merupakan invertebrata yang dapat hidup ditempat kering dan merupakan invertebrata yang dapat terbang. pada ruas thorax masing-masing terdapat satu padang kaki. dalam keadaan yang baik. Yang merupakan serangga parasit adalah serangga yang merusak tanaman budidaya. tetapi terdiri dari 2 lapisan primerm yaitu endokutikula dan eksokutikula dan yang paling luar dilindungi lapisan yang amat tipis yang disebut epikutikula. tubuh yang beruas4 ruas tergolong kelompok Arthropoda. Tiap ruas memiliki 3 bagian yang jelas dapat dibedakan. Sedangkan pada serangga terdapat pengelompokan segmen. yaitu serangga pemakan hama. pada pleuron disebut pleurit dan pada sternum disebut sternit. Kutikula ini kadang-kadang lemas dan halus. Sedang garis-garis yang membatasi sklerit-sklerit disebut suture. sehingga mudah untuk digerakkan. tubuh terdiri dari tiga segmen. Lapisan kutikula tidak homogen sifatnya. sedangkan ephikutikula dari bahan-bahan nonkhitineus. pada serangga dewasa terdapat dua pasang sayap yang masingmasing terdapat pada meso dan metathorax. mesothrax dan metathorax. dan biasanya membentuk bagian abdomen. yaitu bagian tergum yang letaknya disebelah punggung (dorsal). kelembaban yang tinggi dan infeksi. yaitu caput. kerangka luar tubuh berupa integumen yang keras atau endoskeleton yang tersusun dari lapisan khitin dan protein. 1. .yang tidak berkitin. jumlah serangga dapat berlipat ganda dalam waktu singkat. yaitu prostomium (bagian anterior dan tidak bersegmen). Batas antara segmen asli sudah tidak nampak lagi kecuali sutura post-oksipetal yang terdapat di belakang kepala. Lembaran sklerit pada bagian tergum disebut tergit. coelom pada serangga dewasa bentuknya kecil dan merupakan suatu rongga yang berisi darah.

c. Segmented. maxilla dan labium. Mata tunggal pada belalang terletak di frons. bagian atas kepala (epicranium) dan bagian pipi (gena). Semata-mata adalah alat sensori. Pertumbuhan antena ada yang bertambah dan ada yang tidak. Sama dengan tipe annulated tapi pada bagian flagellum terdapat depresor dan rerfaktor. dan flagellum (> ruas III). Bagian antena terdiri dari scape (ruas I). Jadi terdapat juga lefator. Pertumbuhan ini terjadi pada pangkal flagellum yang disebut meristom. Mata majemuk terdiri dari kelompok unit yang masing-masing tersusun dari sistem lensa dan sejumlah kecil sel . mandibula. dahi bawah (clypeus). Pada Orthoptera. Ada beberapa tipe antena: Annulated. b. Bentuk sungut bermacam-macam. Sungut (Antena) Sungut pada serangga ada sepasang. ekstensor dan fleksor. alat mulut pencucuk dan pengisap. dan oleh otot flexor dan ekstensor. jumlahnya ada 6 atau 8. mulai pada anterior tentorium dan disisipkan ke scape.Bagian belakang kepala (posterior) dari permukaannya terdapat lubang yang disebut : foramen magnum. Mata tunggal pada larva holometabola terletak di lateral kepala disebut stemmata. Pembungkus kepala dapat dibagi atas : dahi (frons). pertumbuhan terjadi dimulai pada ujung antena. Antena tipe annulated terdapat organ Johnston dan organ chordotonal yang berfungsi menggerakan flagellum. Bagian mulut Alat mulut pada dasarnya terdiri dari 4 bagian. antena digerakan oleh otot levator dan depressor. pedisel (ruas II). nymfa mempunyai 13 ruas antena dan pada dewasa mempunyai 25 ruas antena. Ada dua bentuk kepala serangga : Bentuk kepala arah ke bawah (caput hypogonatha) misalnya pada belalang. yaitu : a. bibir muka (labrum). d. Letaknya di bagian muka kepala diantara dua mata majemuk. pertumbuhan terjadi dimulai pada bagian dasar flagellum. Selain itu terdapat organ sensilia yang merupakan rambut sensori yang berfungsi sebagai indera atau perangsang. Bagian pembungkus kepala (Capsula caput) Pembungkus kepala terdiri dari bagian-bagian keras. alat mulut penjilat dan pengisap dan alat mulut pengisap. Tidak terdapat otot pada flagellum dan hanya terdapat serabut syaraf yang melintas flagellum yang dihubungkan dengan ujung otot. yaitu : alat mulut penggigit dan pengunyah. yaitu : labrum. dimana satu dengan lainnya berhubungan rapat. Bentuk kepala arah ke muka (caput prognatha) misalnya pada kumbang yang bersayap keras. Mata Mata pada serangga terdiri dari mata majemuk (compound eyes) dan mata tunggal (ocelli). Pada Pterigota dan Thysanura. Pangkal antena (scape) adalah suatu areal membraneus dari dinding kepala dan berporos pada bagian antenifer. mulai dari scape dan disisipkan ke pedisel. depressor. Bentuk kepala memanjang menuju belakang diantara tungkai depan (caput opistorinkus). Kepala dibagi atas lima bagian.

4. sel pigmen sekunder dan serabut syaraf. Lubang-lubang pernafasan disebut spirakel dan terletak di pleuron. Protoraks dihubungkan dengan kepala oleh leher atau serviks. Sayap terdiri dari dua lapis tipis kutikula yang dihasilkan oleh sel epidermis yang segera hilang. sayap timbul pada seg. dan bantalan-bantalan yang terletak pada dasar kuku-kuku disebut pulvili. basanya ruas pertama yang panjang dari tungkai. segemn toraks tengah (mesothorax) dan segmen toraks belakang (metathorax). Fungsi mata manjemuk dalam perbedaan penerimaan intensitas cahaya : Aposisi (Photopical). Alat kopulasi pada serangga jantan dipergunakan untuk menyalurkan spermatozoa dari testes ke spermateka serangga betina.sensori. Bagian ini disebut . rhabdomere. Masing-masing ommatidia terdiri dari bagian optik yang terdiri dari lensa kutikuler dan membentuk lensa cornea biconveks dan dibawah kornea terdapat 4 buah sel semper. juga sebagai penguat sayap. tibia (tb). yaitu suatu adaptasi sinar terang pada seranggal diurnal. Superposisi (Scotopic). 2. Sistem lensa ini fungsinya untuk memfokuskan sinar menuju elemen fotosensitif dan keluar dari sel sensori berjalan ke belakang menuju lobus optik dari otak tiap faset terdiri dari satu unit yang disebut ommatidia. trokanter (tr) terdiri dari ruas kecil (biasanya dua ruas) sesudah koksa. femur (fm). Thorax Bagian ini terdiri dari tiga segmen yang disebut segmen toraks depan (prothorax). Cristalin cone dan bagian sensori terdiri dari sel retinula.en meso dan metatoraks. yaitu adaptasi sinar lemah (gelap) pada serangga nokturnal. 3. Jari-jari sayap ini mempunyai pola yang tetap dan khas untuk setiap kelompok dan jenis tertentu dengan adanya sifat ini akan mempermudah dalam mendeterminasi serangga. biasanya sederet ruas-ruas yang kecil dibelakang tibia. ruas kedua yang panjang. dan pretarsus (ptar) terdiri dari kuku-kuku dan berbagai struktur serupa bantalan atau serupa seta pada ujung tarsus. Di antara kedua lipatan tersebut terdapat berbagai cabang tabung pernafasan (trakea). dan secara kolektif dua segmen ini disebut sebagai pterotoraks. Tiap segmen dorsal yang disebut tergum dan skleritnya disebut tergit. Sebuah banta. Jari-jari utama disebut jari-jari membujur yang juga dihubungkan dengan jari-jari melintang (cross-vein). dimana segmensegmen ini mempunyai kekhususan sebagai alat untuk kopulasi dan peletakan sel telur. 5.anm atau gelambir antara kuku-kuku biasanya disebut arolium. Pada serangga bersayap. pada kebanyakan serangga menghasilkan crystallin cone. Selain berfungsi sebagai pembawa oksigen ke jaringan. sklerit ventral atau sternum adalah sternit dan sklerit pada daerah lateral atau pleuron disebut pleurit. Alat kelamin serangga terletak pada segmen abdomen ke 8 dan 9. Abdomen Pada umumnya. Tungkai / kaki Tungkai-tungkai toraks serangga berslerotisasi dan selanjutnya terbagi dalam sejumlah ruas. Tabung ini mengalami penebalan sehingga dari luar tampak seperti jarijari sayap. tarsus(tr). Secara khas terdapat enam ruas yang terdiri dari : koksa (cx) sebagai ruas dasar. abdomen pada serangga terdiri dari 11 segmen. Sayap Sayap merupakan pertumbuhan daerah tergum dan pleura.

Pada kelompok serangga tingkat rendah. pasangan ini masih belum bersatu (Dermapetra dan Dictyoptera). Sepasang tonjolan di tengah saling mendekati dan kemudian bersatu membentuk saluran aedeagus. Makanan dan Pencernaan. bahkan termasuk pula serangga. Serangga seperti halnya kupu-kupu yang memakan nektar atau produk tumbuhan lainnya juga dikategorikan sebagai fitofagus. Beberapa serangga dapat berpindah kategori makan. akar ataupun struktur reproduksi. termasuk sebagian besar vertebrata dan invertebrata. Alat pelengkap pada serangga jantan berupa klasper atau alat pemegang. sebagian besar serangga termasuk dalam kelompok ini. Pada serangga betina. Serangga yang memakan vertebrata umumnya berupa parasit seperti fleas (Siphonaptera) atau nyamuk (Diptera). Paramer adlah sepasang penonjolan yang berasal dari sternum 10. Katup kardiak dibagian depan dan katup pylorik dibagian belakang. suatu alat yang disebut dengan ovipositor berasal dari paramer. zoofagus dan saprofagus. Jika lubang ini berada dibelakang sternum ke-9 biasanya serangga tidak mempunya ovipositor.aedeagus. Telur diletakan dengan ujung abdomennya dan terdapat pada Diptera. pemakan kotoran (kumbang dung. Di tempat ini. Serangga zoofagus memakan hewan lain. batang. usus tengah (mesenteron). Usus depan memiliki bagian-bagian yang meliputi farings . Sebagian besar serangga zoofagus memakan atau memparasiti invertebrata lainnya. bagian yang menerima spermatozoa disebut spermateka. dan usus belakang (proctadeum). seperti halnya pada beberapa kumbang berbau (Hemiptera) yang biasanya memakan serangga lainnya namun dapat berganti memakan jaringan tumbuhan jika tidak menemui mangsa. sperma dapat hidup sampai lama dan dikeluarkan sewaktu-waktu untuk pembuahan. Berdasarkan tipe makanannya. pemakan tumbuhan mati (rayap. Isoptera). penonjolan ini merupakan pertumbuhan baru yang tidak sama dengan stilus atau anggota abdomen lainnya. Pada serangga betina. Serangga saprofagus memakan materi-materi organik yang telah mati. Namun terdapat juga beberapa beberapa yang bersifat predator seperti kumbang selam (Coleoptera) yang memakan ikan-ikan kecil. Serangga tipe ini berperan penting dalam siklus nutrisi pada lingkungan. seperti pemakan bangkai yang umum (kecoa. Othoptera). Lubang ini berjumlah satu kecuali pada Ephemeroptera dan Dermaptera berjumlah dua. Perilaku makan serangga ini dikategorikan sebagai omnivora. Usus dapat dibedakan dalam tiga bagian : usus depan (stomodaeum). Coleoptera). Serangga fitofagus memakan tumbuhan. dan pemakan humus (Collembola). Ovipositor terdapat pada serangga betina yang mempunyai lubang genitalia di belakang sternum ke-8. Serangga tipe ini memakan berbagai bagian tumbuhan seperti jaringan daun. Bagian tepi kemudian terpisah dengan adanya persendian yang memungkinkan adanya pergerakan di antara kedua bagian baru tersebut. Lepidoptera dan Coleoptera. lubang kelamin bermuara di belakang sternum ke-8. Sistem pencernaan. serangga dikelompokan sebagai fitofagus. Klasper berasal dari bagian yang disebut paramer dan bukan dari stilus. Pada serangga betina. Saluran pencernaan (usus) serangga merupakan struktur dasar sistem pencernaan yang berupa pembuluh memanjang dari mulut sampai anus. Bagian-bagian ini biasanya dipisahkan oleh katup.

Pencernaan dimulai ketika makanan bercampur dengan enzim yang terdapat pada saliva. Membran ini membentuk lapisan pelindung antara materi makanan dan sel-sel epitel yang rapuh. Pada usus belakang. Serangga yang makanannya cukup variatif memiliki enzim-enzim tertentu yaitu. Kebanyakan aktivitas enzim terjadi di area gastric area. Diptera). Setelah makanan dicerna. Usus tengah tidak memiliki bagian-bagian seperti halnya usus depan. Beberapa serangga akuatik seperti naiads capung (Odonata) juga memiliki insang trakhea pada rektum yang berfungsi dalam respirasi. Biasanya. nutrien bergerak melalui membran peritrofik dan diabsorbsi oleh epithelium usus tengah. Beberapa pencernaan dapat terjadi secara eksternal sebelum makanan dicerna dan ketika saliva disuntikkan ke jaringan inang (contohnya. contohnya rayap (Isoptera).dan endopeptidase. Bagian dalam usus tengah seringkali memiliki membran peritrofik yang berkitin dan bersifat semipermeabel. Pada beberapa serangga seperti kecoa. lalat rumah. Homoptera) atau dijilatkan ke makanan (contohnya. Usus belakang sangat bervariasi bergantung pada jenis serangga. lipase. maltase.(kerongkongan). makanan akan bercampur dengan enzim-enzim utama pencernaan. Serangga sebagian besar memiliki enzim-enzim utama yang terdapat pada hewan lainnya. Membran ini dimungkinkan dilalui cairan dan larutan namun menghambat fragmen-fragmen yang lebih besar. invertase dan ekso. leahoppers. Ketika mencapai usus tengah. Membran ini tidak dijumpai pada serangga-serangga pemakan cairan. Namun tidak semuanya dapat ditemukan pada satu spesies. Spesies pemakan darah utamanya memiliki enzim proteolitik. Kebanyakan serangga ini. makanan yang telah dicerna tahap awal akan bergerak sepanjang crop yang kemudian tersimpan atau terus bergerak ke proventrikulus. menghasilkan selulase yang dihasilkan mikroorganisme simbiotik yang hidup pada usus. Beberapa kelompok serangga yang hanya memakan makanan cair. Suatu sel syaraf mempunyai kekhususan sebagai suatu sel yang dapat menghantarkan rangsangan dan dapat mengadakan perpaduan stimulus yang . dan tubulus malphigi yang bergabung dengan intestin sebelum katup pyloric. sisa makanan yang tidak dicerna dibuang melalui anus. Tubula ini membentuk organ utama ekskretori. Sistem Syaraf Insecta Setiap sel hidup mampu menghantarkan rangsang dari satu sel ke sel lainnya. proventrikulus dapat berotot yang menyerupai tembolok dan mempunyai gigi untuk menghaluskan makanan. seperti lalat penghisap darah dan kupu-kupu. tidak memiliki membran peritrofik. namun sering berasosiasi dengan gastric caeca. tetapi umunya terbagi menjadi pembuluh intestin dan rektum yang terhubung ke anus. yang dikenal sebagai kantung buntu. Pencernaan. crop dan proventrikulus yang menyerupai katup. amilase. esofagus. Struktur lain yang berasosiasi dengan usus meliputi sepasang kelenjar saliva dengan pembuluh yang terhubung ke saluran pra oral. Pada serangga pengebor kayu dapat ditemukan selulase yang dapat menghancurkan jaringan kayu. Membran ini juga melindungi abrasi sel-sel epitel. hipofarings. Di sini rektum memainkan peranan penting dalam mengasorbsi kembali air dan pelet feses dan membantu mempertahankan keseimbangan air dan garam pada tubuh.

dan tritoserebrum tidak mempunyai daerah intervensi khusus. Pada setiap segmen terjadi suatu pengumpulan sel syaraf tubuh yang disebut ganglion. Umumnya otot serangga termasuk tipe ini. Perubahan potensi tidak tampak bergerak sepanjang dinding otot seperti pada vertebrata. tapi panjang otot yang berubah. Osilasi otot terbang : Otot Synchronous. Serangga mempunyai sistem otot yang terdiri dari otot bergaris. Otrhoptera dan Lepidoptera dihasilkan satu impuls syaraf. Pada kebanyakan otot. sedangkan kontraksi isotonis di mana tegangan sama. sehingga otot mempunyai sistem trakhea yang baik. sehingga proses pengaktifan terdapat hampir diseluruh otot. Kemudian hasil integrasi disampaikan ke otot yang merupakan hasil reaksi serangga terhadap keterangan dari sekitarnya. Hubungan syaraf dan otot pada serangga berbeda dengan vertebrata. Sistem Otot Insecta Otot merupakan daerah sel hidup. Energi yang dipergunakan untuk kontraksi didapat dari pembakaran karbohidrat. Pada serangga syaraf akan menempel pada seluruh panjang sel otot. bentuknya memanjang dan mempunyai fungsi khusus. dan hanya jadi suatu tegangan. kira-kira tidak lebih dari 25 kepakan per detik. dan padanya tidak di dapatkan otot polos. Jumlah ganglion yang menjadi otak terdiri dari : Protoserebrum sebagai tempat integrasi dan juga mempunyai sel hormon. Otot Asychronous. Biasanya frekuensi kepakan sayap dari serangga dengan otot terbang synchronous adalah lambat. trakheolus berhubungan rapat dengan bagian luar serabut otot. dan mengumpulkan semua informasi yang didapat kemudian mengintegrasikannya. Jaringan syaraf pusat terdiri sepasang rantai syaraf yang terdapat di sepanjang tubuh bagian ventral. Secara keseluruhan. Hal ini terutama terjadi pada otot-otot terbang di mana sistem respirasi traspesialisasi untuk mempertahankan suplai oksigen selama serangga terbang. setiap kontraksi otot terbang pada Odonata. Sedangkan saraf tepi terdiri dari tiga macam sel syaraf. Kecepatan otot untuk berosilasi sangat tergantung pada sifat mekanikanya dan struktur tempat otot melekat. yaitu menimbulkan ketegangan di antara dua bagian Protoplasma mempunyai fibril yaitu suatu elemen yang dapat berkontraksi dan menimbulkan ketegangan. pada . Jaringan syaraf dapat dibagi ke dalam jaringan syaraf pusat dan syaraf tepi. jaringan syaraf mempunyai fungsi sebagai berikut : menerima informasi dari keadaan sekeliling dan dari tubuh serangga itu sendiri. 2) sel perantara yang membawa impuls antara sel syaraf. Sel syaraf berkumpul dan membentuk jaringan syaraf. Dapat dibedakan dua proses kontraksi. Sel syaraf pada syaraf tepi terdapat pada bagian tepi ganglion. 3) sel syaraf motor membawa impuls dari pusat integrasi ke otot. sehingga otot dapat berkontraksi beberapa kali sebagai akibat suatu impuls syaraf. Tiga kelompok ganglion yang terdapat di depan mulut (preoral) dapat dianggap sebaga otak. yaitu : 1) sel syaraf indera yang berfungsi membawa impuls dari alat indera. deuteroserebrum merupakan ganglion yang menginversi antena. Kontraksi otot membutuhkan energi metabolik. Biasanya satu impuls syaraf menyebabkan satu kontraksi. Otot-otot ini disebut otot synchronous. Sel syaraf (neuron) terdiri dari tubuh sel dan akson yang panjang. tetapi pada otototot khusus dapat berosilasi pada frekuensi tinggi.datang dari luar ataupun dari dalam tubuh. yaitu kontraksi isomentri dimana panjang otot tidak berubah.

dan sistem aliran selain spirakel. Sistem ini terdiri dari suatu seri pembuluh bercabang yang dinamakan trakhea. Banyak serangga akuatik yang belum dewasa memiliki sistem tertutup (contohnya mayflies. Difusi oksigen ke sistem trakhea terjadi karena turunnya tekanan oksigen pada ujung trakheoulus. kapiler). Sirkulasi Darah Di banyak hewan. Darah serangga mengalir langsung melalui rongga tubuh. Coleoptera). . berfungsi untuk meningkatkan ventilasi. Ephemeroptera dan stonefliesm. Gambar spirakel yang terbuka keluar tubuh dikenal sebagai sistem terbuka. dimana spirakel menjadi non-fungsional atau tidak ditemukan sama sekali. Sistem tertutup terdapat pula pada serangga. Plastron memungkinkan serangga tetap tinggal dalam air untuk waktu yang tak terbatas. Spirakel terbuka ke bagian batang trakea. Dengan cara yang sama. Serangga akuatik lainnya memiliki pembuluh udara yag digunakan seperti snorkle untuk menghisap udara dari permukaan (contohnya. serangga memiliki sistem sirkulasi terbuka. Akhirnya ujung-ujung hlus trakhea terbagi menjadi trakheoulus yang sangat halus (diameternya kurang dari 1 mikron).serangga yang mempunyai otot fibrillar. Proses Respirasi. arteri. yang dinamakan kantung udara (air sacs). larva nyamuk dan kalajengking air). Sistem terbuka ini mempunyai modifikasi yang beragam pada seranggaserangga berbeda. frekuensi kepakan sayap melebihi 100 hz. dimana suatu selaput atau gelembung-gelembung air menempel pada beberapa bagian tubuh. atau jaring-jaring kutikula. karbondioksida juga berdifusi keluar melalui sistem trakhea. batang trakheanya mengalami pembesaran. yaitu jaring-jaring trakheolus halus yang terbentang di bawah kulit atau menuju insang bagian luar. Sistem utama transport gas-gas pada serangga adalah sistem trakhea. Cabang trakhea keluar dari batang trakhea pada masing-masing segmen dan semakin banyak dan halus cabangnya. bahwa beberapa kontraksi diakibatkan oleh tibanya suatu impuls syaraf. Respirasi terjadi dengan cara difusi oksigen dan karbondioksida melalui sistem trakhea. Hal ini dinamakan sistem tertutup. Trakhea dibentuk menjadi kelompok-kelompok pada tiap-tiap segmen tubuh dan terbuka kebagian luar tubuh melalui spirakel. kemudian menyuplai organ-organ dan jaringan-jaringan. seperti vertebrata. sirkulasi darah berupa pergerakan melalui serangkaian pembuluh (vena. Pada serangga yang mampu terbang cepat seperti lalat rumah (Diptera). Plastron adalah suatu kerangka yang terdiri atas rambut-rambut kaku penolak air. Pembuluh kapiler halus ini kemudian bercabang di sekitar sel-sel dan jaringan dan menembus ke dalam serat-serat otot. Otot-otot yang mempunyai ratio kontraksi terhadap stimuli yang berbeda dari normal ratio (1:1) disebut asynchronous. pada kumbang air pemakan bangkai dan kumbang penyelam predator. pernafasan menggunakan plastron mengandalkan difusi oksigen dari air ke dalam gelembung. Hal ini mencirikan kontraksi sel otot tersebut. Sama halnya dengan gelembung pernafasan. Plecoptera). dinamakan hemocoel. dibantu oleh ventilasi mekanis dari trakhea abdominal dan kantung udara. Respirasi. Bentuk khusus respirasi lainnya yang ditemukan pada serangga akuatik termasuk penyimpan udara selam (contohnya. Sebaliknya.

pembau. Otot-otot ini menghubungkan jantung ke bagian lateral terga. Pemisah ini dinamakan diafragma dorsal dan sekat-sekat yang menjadi bagian dari jantung dinamakan sinus dorsal. Darah mengasorbsi nutrien dari sistem pencernaan dan membawanya melalui rongga tubuh dan mensuplai jaringan-jaringan dan organorgan. sama bentuknya dengan diafragma dorsal. terdapat pada mesotoraks dan mengalirkan darah melewati sayap. Aorta membawa darah ke depan dan mengalirkannya ke kapsul kepala. Sejumlah organ-organ indera yang berbeda menghasilkan suatu persepsi. sisa metabolisme. menghindari musuh. Gabungan informasi dan stimulasi yang dihasilkan oleh sistem syaraf pada akhirnya menciptakan perilaku. Tidak seperti vertebrata. Keberadaan indera sangat penting bagi serangga untuk mengenali lingkungannya dan mengkoordinasikan aktivitas hidupnya. menyedot darah melalui lubang pada tiap sekat yang dinamakan ostia. dan melangsungkan fungsi-fungsi internal. Pembuluh ini terdiri dari dua bagian. membuat sarang. darah mempunyai peran dalam sistem kekebalan serangga. seperti. mencari makanan. Darah. organ pemompa terdapat pada toraks dan rongga tubuh bawah. sebagian besar sel-sel darah serangga tidak mengandung hemoglobin yang merupakan pembawa oksigen. ditemukan pada sejenis ngegat (Lepidoptera). merupakan cairan berwarna kuning atau hijau. dan juga berfungsi dalam penyembuhan luka. Para ahli terminologi biasanya membagi organ-organ . mencari pasangan kawin. kecuali pada kelompok tertentu seperti pada spesies muda Chironomus. mempunyai sel-sel terspesialisasi yang dapat membuang mikroorganisme berbahaya. pada metabolisme tertentu darah menyimpan dan mengkonversi senyawa-senyawa (seperti. Darah serangga. Lebih dari itu. perasa dan pendengar. Sisa-sisa dari metabolisme pada tempat-tempat sel juga diasorbsi oleh darah dan dibawa ke organ-organ ekskretori. dinamakan hemolimf. Hal lainnya. Organ torasik pemompa. dan hormon. Cairan itu mengandung plasma cair. Pada beberapa serangga. atau hematosit. Fungsi utama darah pada serangga adalah menghantarkan nutrien.Sistem Sirkulasi. Organ Indera. Pembuluh dorsal merupakan organ sirkulasi utama pada serangga. Organ-organ indera bagi serangga meliputi organ penglihat. trehalosa disimpan dan dikonversikan menjadi glukosa) dan berperan sebagai sumber tekanan (hidrolik) 20 untuk mengembangkan bagian-bagian tubuh selama proses ‘hatching’ dan pertumbuhan. Pada banyak seranggan terdapat juga diafragma ventral. menghantarkan darah kembali ke bagian belakang dan ke arah samping. Darah serangga juga tidak berperan saat respirasi. Hormonhormon dari kelenjar juga dihantarkan oleh darah ke tempat aktivitasnya. jantung pada bagian belakang dan aorta pada bagian depan. Jantung sebagian besar serangga bagian bawahnya dibatasi oleh otot-otot berbentuk sayap yang dinamakan otot alari. dan sekitar 10 persennya terdiri dari sel-sel darah. Kemudian jantung memompa darah kearah depan menuju aorta. Otot-otot ini dapat membentuk hampir keseluruhan pemisah antara jantung dan rongga tubuh. Jantung merupakan organ yang bersekat-sekat. Pembuluh ini terletak di bagian atas homocoel dan memanjang dari bagian belakang abdomen ke arah kepala. untuk kemudian dibuang.

Setelahnya mekanisme chemoreseption adalah sama. Fotoreseptor. pada kasus tertentu dinamakan trichoid. Perbedaan antara indera perasa dan pembau hanya terletak pada masalah jarak dari sumber. Kemoreseptor biasanya terjadi pada bentuk-bentuk seperti paku atau rambut pada berbagai bagian tubuh. Reseptor pembau terletak paling banyak pada antena serangga namun juga melimpah pada organ tubuh (palpi) bagian mulut. namun secara khusus pada serangga terspesialisasi pada indera pengenal keberadaan cahaya. Seluruh sel-sel hewan sensitif terhadap cahaya. meripakan struktur sensori yang paling banyak pada serangga. Barangkali fotoreseptor yang paling kompleks pada serangga adalah yang berhubungan dengan pembentukan citra (image). reseptor perasa terdapat banyak pada bagian mulut. Dibandingkan reseptor perasa. Dengan kata lain. Sensila ini dinamakan tonic. sehingga berguna untuk mempermudah seranga dalam mendeteksi makanan. warna dan aspek-aspek lainnya. atau sensila ini dapat menyerupai tenda (campaniform) atau berbentuk keping (placoid). namun ketika jauh dari mulut. Reseptor lainnya berespon sebagian besar terhadap hal-hal seperti vibrasi udara ataupun air. dan sebagian besar serangga yang bermata majemuk biasanya juga memiliki mata sederhana. Mata majemuk diperkirakan hasil evolusi pada serangga bersayap dan mata jenis ini tidak ditemukan pada serangga primitif tak bersayap. Sensila ini menyerupai bentuk rambut. Mata majemuk dan mata sederhana (ocelli) adalah organ utama yang terdapat pada kepala sebagian besar serangga. 21 Kemoreseptor. Mekanoreseptor. ditemukan cukup banyak pada permukaan tubuh. kemoreseptor dan mekanoreseptor. Beberapa serangga tidak memiliki mata sama sekali.tersebut ke dalam kategori yang paling mendasar yaitu fotoreseptor. indera perasa dapat merasakan makanann ketika didalam mulut. Beberapa dari reseptor ini sensitif terhadap sentuhan dan berespon terhadap tekanan dengan cara mengirimkan aliran impuls ke sistem syaraf. Fotoreseptor adalah indera pengelihat. Mekanoreseptor. panjang hari. Mata majemuk juga tidak terdapat pada tahap muda serangga yang paling maju (Endopterygota). yaitu mata. namun mampu menangkap sinyal cahaya melalui kutikulanya (dermal photoreception). reseptor pembau kelihatannnya lebih menyerupai pakun dan memiliki sejumlah besar ujung syaraf pada permukaan. Sebagian kecil mekanoreseptor tidak memiliki struktur eksternal yang . dinamakan sensila. Seperti dapat diperkirakan. walaupun reseptor ini juga menyebar pada tarsi kebanyakan serangga. Seringkali reseptor perasa berbentuk seperti rambut dan pada ujung rambut itu terdapat ujung syaraf halus yang terdedah pada lingkungan. intensitas cahaya. Sensila seperti ini dinamakan proprioreseptor. Sensila jenis ini disebut phasic. Beberapa sensila yang terspesialisasi juga berfungsi dalam menerima informasi tentang posisi 22 relatif satu bagian tubuh terhadap bagian lainnya. Indera perasa (guastation) dan pembau (olfaction) bekerja berdasarkan pendeteksian molekul-molekul tertentu oleh organ reseptor yang kemudian menghasilkan impuls syaraf. Hanya mata sederhana saja yang terdapat pada seranggaserangga tersebut. makanan tersebut hanya dapat dirasakan baunya oleh indera pembau. Reseptor perasa merasakan molekul-molekul dari bentuk cairan.

walaupun sangat sedikit dan diketahui mengenai hal ini. Pada dasarnya sistem syaraf pusat dibentuk dari otak. spesies Melanophila (Buprestidae). Organ tympanum ditemukan pada belakang (segmen pertama abdomen). dan beberapa serangga lainnya. Reseptor geomagnetik dapat mendeteksi daerah bermagnet. Namun dalam kasus yang tidak umum. yaitu memiliki individu jantan dan betina yang mampu kawin untuk menghasilkan zygot (telur yang telah difertilisasi). Sistem syaraf visceral. jengkrik (tibiae). dimana kumbang ini menyukai jenis pohon seperti itu. ngengat (abdomen atau methathorax). Reseptor lainnya. Sensila ini mendeteksi tekanan pada dinding tubuh dan pergerakan serangga. Cara Reproduksi dan Siklus Hidup Insecta Sebagian besar serangga bersifat diocious. level tertentu kelembaban dirasakan beberapa serangga melalui rambut-rambut yang dapat mengasorbsi kelembaban. Sistem Reproduksi Betina adalah sepasang ovari. Sistem syaraf stomodeal mengkoordinasi aktiviras gut (usus) anterior dan pembuluh dorsal. Bentuk reproduksi aseksual ini dikenal sebagai partenogenesis. 23 Sistem Syaraf. Sistem syaraf pusat mensupervisi dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas tubuh serangga. memiliki lubang sensori di bagian dalam mesothorax yang sensitif terhadap panas pohon-pohon yang telah rusak oleh api. Sistem syaraf pusat. 1. Penangkapan kelembaban udara dinmakan hygroreeption. Sistem ini dibagi dua menjadi sistem syaraf dan sistem syaraf visceral. terdapat juga beberapa serangga yang bereproduksi tanpa gamet jantan. Reseptor jenis ini terdapat pada serangga-serangga seperti lebah madu yang menggunakannya untuk berorientasi dan aktivitas lainnya. serangga juga memiliki reseptor untuk menangkap kelembaban dan temperatur tertentu. Namun. Sebagai contoh kumbang pengebor kayu. Serangga ini memiliki indera pengenal temperatur dan menggunakan indera ini untuk mencari lingkungan yang sesuai untuk melakukan aktivitas hidupnya. Sistem syaraf serangga berfungsi untuk menghasilkan dan mengalirkan impuls elektrik. organ indera yang digunakan pada geomagnetic reception belum dapat diidentifikasi melalui electrophysiology. Reproduksi. terletak dikepala dan cord syaraf ventral yang memanjang dari otak ke abdomen sepanjang dasar rongga tubuh. yaitu suatu struktur pada segmen kedua antena serangga dewasa yang merespon pergerakan antena dan juga pendengaran. Sekelompok sensila chordotonal yang terspesialisasi membentuk organ Johnston. Sistem ini terdiri dari ganglion frontal yang terhubung ke otak dan ganglia-ganglia kecil lainnya C. mengintegrasikan informasi yang diterima dan menstimulasi otot untuk pergerakan. Sensila chordotonal terdiri dari bundelan sel-sel syaraf bipolar yang melekat diantara dua permukaan pada integumen.berhubungan dengannya. Organ pendengaran utama serangga dibentuk oleh membran tympanum dimana getaran dapat dideteksi oleh sekelompok sensila chordotonal. Selain organ-organ indera yang telah dijelaskan diatas. Masing-masing ovari biasanya terdiri dari satu bundel kelompok ovariol yang merupakan tempat terbentuknya telur. Komponan utamanya adalah sistem syaraf stomodeal. Masing-masing ovariol melekat pada suatu benang yang .

Pola-pola inilah yang dinamakan siklus hidup (life cycle). Pada saat kopulasi. Siklus hidup. Hal ini dimungkinkan karena serangga 25 memiliki pola-pola hidup bawaan yang khas meliputi pola reproduksi. Proses perkembangan serangga sejak larva keluar dari telur yang dikenal sebagai eclosion sampai menjadi individu dewasa dinamakan metamorfosis. serangga berkembang menjadi bentuk dewasa. Cakupan siklus hidup dibatasi dalam satu generasi. yang terdapat pada posisi yang hampir sama dengan ovari betina. Sperma bergerak berlanjut melalui vas deferens dan tertahan di suatu struktur penyimpnan. Adapun sepasang kelenjar asesori mensekresikan zat adhesif dan penutup yang berfungsi melingungi telur setelah dibuahi. Masing-masing testis terbentuk dari sejumlah saluran tubulus sperma. Pada tahap krisis pertumbuhan. Metamorfosis.n dengan pengendalian seluruh proses dilakukan oleh tiga enzim yang sangat . Dari sini dapat dilihat bahwa pertumbuhan dan perkembangan berhubungan erat. sperma tersimpan pada kapsul yang dinamakan spermatofor. 3. Organ-organ yang terlibat dalam fetilisasi tersebut adalah spermateka yang berfungsi menerima dan menyimpan sperma setelah kopulasi. dimana telur24 telur itu dibuahi dan tertahan untuk tertanam. semen dari versikel seminal bergerak melalui ejakulatori duct dan keluar melalui penis. Seiring pertumbuhannya. dan setelah molting berikutnya. Serangga dikenal sebagai organisme yang memiliki kehidupan tinggi dan mampu bertahan dari segala kondisi lingkungan yang ekstrem seperti kekeringan. Selain siklus hidup juga dikenal dengan siklus musim (seasonal cycle). Secara formal siklus hidup merupakan rantai atau serangkaian peristiwa biologi yang terjadi selama hidup individu serangga. serangga mengalami berbagai perubahan besar selama siklus hidunya. Dari oviduct. Sperma diproduksi pada tubulus sperma dan bergerak melalui vasa deferensia dan dilanjutkan ke vas deferens. hujan. Siklus hidup biasanya diawali oleh deposisi telur dan diakhiri dengan peletakkan sel telur oleh dewasa betina. pertumbuhan dan perkembangan individu-individu dalam populasi. Kelenjar spermateka yang melekat pada spermateka mensuplai nutrisi untuk pemeliharaan sperma sebelum melebur. Terdapat banyak sekali modifikasi reproduksi betina ini tergantung pada kelompok serangga. semivenal vesikel. musim dingin. Organ utama sistem reproduksi jantan adalah sepasang testis. telur bergerak ke vagina. namun akan tetap bertahan di tahap selanjutnya. Pada beberapa serangga. panas dan lain-lain. 2.dinamakan filamen terminal. Disinilah sperma bergabung dengan hasil sekresi sepanjang kelenjar asesori untuk membentuk semen. 26 Suatu serangga yang memiliki kandungan HJ tinggi dalam darahnya akan mengalami molting. HJ diproduksi oleh kelenjar asesori pada darah berfungsi menekan karakteristik dewasa dengan cara mempertahankan struktur juvenil. kandungan HJ terhenti atau menurun ke level sangat rendah. Sel-sel germinal berkembang sepanjang sel-sel itu bergerak melalui pedisel (secara kolektif dinamakan kaliks) ke oviduct lateral dan dilanjutkan ke oviduct. Metamorfosis utamanya dipengaruhi oleh hormon yang dinamakan hormon juvenil (HJ). Siklus musim merupakan serangkaian siklus hidup suatu spesies yang terjadi selama periode satu tahun.

dan tidak memiliki bukti-bukti eksternal keberadaan formasi sayap. larva dan dewasa seiring berevolusi dalam arah yang berbeda. juvenil tampak sangat mirip dengan dewasa. dan makanan jenis juvenil sama dengan dewasa. Sebagian besar pupa non-aktif ditemukan di tempat tersembunyi. memiliki ‘wing pad’ eksternal. molting berlanjut pada tahap dewasa. seperti ngegat. ditemukan dalam kokon. mempunyai antena yang tereduksi. Keberadaan tahapan larva dan pupa pada siklus hidup tipe ini merupakan aspek yang paling mudah dibedakan dari tipe lainnya. 29 Evolusi pada tahap pupa telah memungkinkan perkembangan struktur larva yang terspesialisasi namun tidak berlanjut pada tahap dewasa. belum memiliki mata majemuk. Terdapat beberapa variasi pada tipe siklus hidup ini. terdapat empat tahapan hidup yang berbeda pada siklus hidup : telur. sebagai contoh. Model Tidak Bermetamorfosis. Model tidak bermetamorfosis ditemukan pada serangga primitif tidak bersayap (sub klas Apterygota). Transisi dari juvenil pertama ke dewasa berlangsung secara 27 berangsur-angsur (gradual). Model metamorfosis tidak sempurna adalah salah satu model di mana tahap mudanya dapat menyerupai ataupun tidak menyerupai dewasanya. Dalam hal ini. Pupa Diptera yang lebih maju ditemukan dalam kulit larva instar yang mengeras untuk membentuk pupa sebagai pelindung. yaitu suatu lapisan penutup terbuat dari sutera yang dibuat oleh larva instar terakhir (prapupa). larva. Berbeda dengan serangga lainnya. dan kadang mempunyai ‘insang bertrakhea’ spesial yang memungkinkan respirasi dalam air. larva sangat berbeda dengan dewasa. ‘Wing pads’ muncul pada pupa. habitat-habitat terlindung. ‘springtail’. Tahap pupa diwakili oleh suatu serangga yang biasanya dalam keadaan ‘berdiam diri’ / tidak aktif (sejumlah kecil spesies serangga memiliki pupa yang aktif). b. perkembangan sayap dimulai pada tahap larva awal tetapi terjadi secara internal dari bentuk rudimen yang dikenal sebagai keping imajinal (imaginal disks). Dengan beberapa kekecualian. . dan proses aktif histolisis dan histogenesis secara fisiologi dilakukan secara internal selama tahap ini. makan dan berkembang dalam air tahap dewasa serangga ini dapat ditemukan terbang diatas atau disekitar perairan. Dalam kelompok ini. 28 c. seperti halnya juga pada arthropoda non serangga lainnya. Model Metamorfosis Tidak Sempurna. Beberapa. Pada serangga ini. hanya saja berbeda terutama pada ukuran dan proporsi tubuh dan tidak adanya alat kelamin yang fungsional. a. pulpa dan dewasa. Melalui pengaturan ini. juvenil kemudian dewasa. Bentuk siklus hidup ini ditemukan pada serangga-serangga yang berevolusi paling maju. dan karena betina kehilangan penutup spermateka mengakibarkan serangga betina ini dibuahi beberapa kali selama siklus hidupnya. seluruh tahapan dapat ditemukan pada habitat yang sama. Selama berlangsungnya siklus hidup. Model Metamorfosis Sempurna. dan hormon juvenil. ‘silverfish’ dan ‘firebrats’.penting: hormon otakm ecdyson. Larva memiliki bentuk berbeda. tapi secara umum telur ditemukan disekitar perairan dan tahap mudanya disebut dengan naiad. Pada umumnya. atau pada beberapa capung cukup jauh dari air. siklus hidupnya berlangsung mulai dari telur.

sebagai contoh. kerangka luar tubuh berupa integumen yang keras atau endoskeleton yang tersusun dari lapisan khitin dan protein. yang terdapat pada posisi yang hampir sama dengan ovari betina. Metamorfosis Seiring pertumbuhannya. seperti halnya juga pada arthropoda non serangga lainnya. Model metamorfosis tidak sempurna adalah salah satu model di mana . Pada klasis insekta. Selain itu. thorax terdiri dari tiga ruas yaitu prothorax. tubuh yang beruasruas tergolong kelompok Arthropoda. mereka hidup pada habitat yang sama dan mengkonsumsi makanan yang sama. pada ruas thorax masing-masing terdapat satu padang kaki. Masing-masing ovari biasanya terdiri dari satu bundel kelompok ovariol yang merupakan tempat terbentuknya telur. Model Metamorfosis Tidak Sempurna. terdapat ciri-ciri khas antara lain : mengalami metamorfosa. siklus hidupnya relatif singkat. tubuh terdiri dari tiga segmen. Insecta merupakan invertebrata yang dapat hidup ditempat kering dan merupakan invertebrata yang dapat terbang. Mayoritas pada siklus hidup yang bermetamorfosis sempurna. Sistem Reproduksi Betina adalah sepasang ovari. Proses perkembangan serangga sejak larva keluar dari telur yang dikenal sebagai eclosion sampai menjadi individu dewasa dinamakan metamorfosis. 3. thorax dan abdomen. pada serangga dewasa terdapat dua pasang sayap yang masingmasing terdapat pada meso dan metathorax. mesothrax dan metathorax. dalam keadaan yang baik. Masing-masing testis terbentuk dari sejumlah saluran tubulus sperma. Siklus Hidup Insecta (serangga) mampu bertahan dari segala kondisi lingkungan yang ekstrem. jumlah serangga dapat berlipat ganda dalam waktu singkat. dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang). larva juga mengkonsumsi makanan yang berbeda sehingga dapa mengeliminasi kompetisi yang terjadi antar tahapan. yaitu caput.dimana larva terspesialisasi dalam pengumpulan makanan dan dewasa berkembang lebih jauh dalam arti bereproduksi dan melakukan penyebaran. karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani. larva mengkonsumsi makanan lebih banyak dibandingkan serangga dewasa. Siklus musim merupakan serangkaian siklus hidup suatu spesies yang terjadi selama periode satu tahun. Model Tidak Bermetamorfosis. Selain siklus hidup juga dikenal dengan siklus 31 musim (seasonal cycle). ‘springtail’. Organ utama sistem reproduksi jantan adalah sepasang testis. serangga mengalami berbagai perubahan besar selama siklus hidunya. larva pada seluruh tahapan memiliki perilaku yang serupa. Hal ini dimungkinkan karena serangga memiliki pola-pola hidup bawaan yang khas meliputi pola reproduksi. 1. Model tidak bermetamorfosis ditemukan pada serangga primitif tidak bersayap (sub klas Apterygota). ‘silverfish’ dan ‘firebrats’. Serangga ditemukan di hampir semua lingkungan. berarti "berkaki enam"). 30 SIMPULAN Serangga (disebut pula Insecta. pertumbuhan dan perkembangan individu-individu dalam populasi. Reproduksi. 2.

2004. Bandung : Regina. Iwan. pulpa dan dewasa. Mukayat. Zoologi. Jakarta : CV Yasaguna. Dalam hal ini. Biologi SMA kelas X. 2001. Radiopoetro. Zoologi Dasar. Zoologi untuk Sekolah Lanjutan dan Umum. Harmadi. Istamat. 32 DAFTAR PUSTAKA Djarubito Brotowidjoyo. Biologi SMU kelas 1. Jakarta : Erlangga. Jakarta : Erlangga. 1984. larva. Wahyu. Syamsuri. Bentuk siklus hidup ini ditemukan pada serangga-serangga yang berevolusi paling maju.com/hewan-invertebrate . Jakarta : Erlangga. 1994. http : //wikipedia. 1980. memiliki ‘wing pad’ eksternal.tahap mudanya dapat menyerupai ataupun tidak menyerupai dewasanya. dan kadang mempunyai ‘insang bertrakhea’ spesial yang memungkinkan respirasi dalam air Model Metamorfosis Sempurna. terdapat empat tahapan hidup yang berbeda pada siklus hidup : telur.