Anda di halaman 1dari 11

Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri

Written by syarifhade.com Tuesday, 17 January 2012 21:26 -

Oleh Moch. Syarif Hidayatullah  

Pengantar

Minat dan kecendekiaan Raja Ali Haji (selanjutnya disingkat RAH) dalam berbagai bidang, sangat kentara bila memperhatikan karya-karyanya yang beragam. Hal ini pula tampaknya yang membuat para peneliti pada mulanya kesulitan menetapkan RAH sebagai tokoh di bidang apa (Hamidy, 1981: 5). Untuk menghindari kesalahan penilaian, para peneliti menilainya sebagai pengarang yang teramat pandai pada abad ke-19 (Hooykaas, 1951: 137). Windstedt (1977: 164) menyebutnya sebagai pengarang Melayu terbesar abad ke-19. Putten dan Al Azhar (2007: xix-xx) menilai RAH sebagai penulis Melayu abad ke-19 paling terkemuka.     

Meski demikian, ada empat bidang utama yang tampaknya menjadi minat RAH bila menilik lebih lanjut karya-karyanya itu: sejarah, sastra, hukum Islam, dan bahasa. RAH mulai dikenal komunitas ilmu melalui Gurindam Dua Belas dan magnum opus- nya, Tuhfat al-Nafis. Karya-kar ya RAH—yang menurut catatan Hamidy (1981: 5) berjumlah 13 kitab, sementara menurut Heer (2009: 23—24) berjumlah 12 kitab—s endiri telah menarik banyak ahli untuk menelitinya, meskipun dengan porsi yang berbeda-beda.

Dari sejumlah karya itu, dua karya di antaranya yang memperlihatkan kepeminatan RAH yang besar terhadap bahasa Melayu, yaitu Bustanul Katibin dan Kitab Pengetahuan Bahasa. Dua karya ini masing-masing menjadi karya pertama dalam khazanah ilmu bahasa Melayu. Bustanul Katibin dinilai sebagai kitab tata bahasa pertama, sementara Kitab Pengetahuan Bahasa dinilai sebagai kamus monolingual pertama dalam bahasa Melayu.

Naskah Bustan al-Katibin

Naskah Bustan Al-Katibin (yang judul lengkapnya adalah Bustanul Katibin lish Shibyanil

1 / 11

17 January 2012 21:26 - Muta’allimin [Taman Para Penulis untuk Anak-anak Pelajar]—yang selanjutnya disingkat BK) dalam bentuk manuskrip. huruf Arab. Sayangnya. 1985: 227). Jumlah halaman naskah BK pun berbeda-beda. Khusus untuk naskah BK yang terdapat di PNRI. Untuk naskah W 219. naskah W 218 dideskripsikan mempunyai ukuran 33 x 21 cm. 88 halaman. PNRI (Behrend. Sementara itu. sementara yang di PNRI untuk naskah W 218 berjumlah 52 halaman dan naskah W 219 berjumlah 88 halaman. Naskah yang tersimpan di Yayasan Inderasakti mencatat tanggal 20 Sya’ban 1274 (1857 M) (Junus. kode (*) tersebut ternyata bera r ti naskah dimaksud kini telah hilang. 2004: 64). jelas.. Sementara itu.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. Sementara itu. Hanya saja naskah ML 26 terdapat tambahan kode (*) sebelum ML. Kolofon berbagai naskah memperlihatkan masa akhir penulisan yang agak berbeda. Namun. Dengan kata lain. Meski demikian. Yang tersimpan di Yayasan Inderasakti naskahnya berjumlah 56 halaman. dan W 219.. 1998: 332). dan paragrafnya tidak bernomor. 2009: 23) . huruf Arab. yang oleh Behrend (1998: 332) dicatatkan sebagai salah satu dari koleksi Von de Wall. BK tersimpan di PNRI dengan kode naskah ML 26. gambaran mengapa terjadi perbedaan halaman ini terlihat pada Katalogus Koleksi Naskah Melayu Museum Pusat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1972: 333). 556).com Tuesday. naskah W 218 masih bisa diakses dengan memanfaatkan hasil print out dari mikrofilmnya. 25 br. tersimpan di antaranya di Yayasan Inderasakti Pulau Penyengat (Hamidy. 56 halaman. xxv). kondisi kedua naskah tersebut sangat memprihatinkan dan diberikan catatan “rusak” oleh pihak PNRI. jelas. yang tersisa naskah BK di PNRI hanya naskah W 218 dan W 219. karena kertasnya sebagian sudah rusak dan tintanya pun mulai memakan kertas. naskah W 218 yang tersimpan di PNRI mencatat tanggal 20 Sya’ban 2 / 11 . bagian halaman kiri sama sekali tidak terbaca dan tulisan bagian halaman kanan agak kabur karena tintanya rusak. 14 br. hanya ada beberapa bagian pada naskah W 218 yang tidak bisa dibaca. W 218. Perbedaan halaman ini tampaknya berhubungan dengan ukuran kertas dan ukuran tulisan masing-masing naskah. dan Perpustakaan Universitas Leiden (Heer . Khusus  yang di PNRI. Pada bagian “Kata Pengantar” (hlm. dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang disunting Behrend (1998) pada “Indeks Naskah Berbahasa Melayu” (hlm. naskah W 219 dideskripsikan berukuran 21 x 16 cm. informasi ihwal manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Leinden ini belum banyak saya peroleh.

bukti-bukti lain melemahkan keraguan Hamidy  ini. Mikrofilm BK tersimpan di perpustakaan SOAS Universitas London. 3 / 11 . Setidaknya. Transliterasi naskah dari Pulau Penyengat ini pun tidak mencantumkan kolofon. Sayangnya. Kridalaksana hanya menyampaikan bahwa hasil transliterasi itu disediakan oleh Raja Hamzah Junus. saya belum mendapatkan hasil transliterasi ini. Universitas Monash. yang saya dapatkan atas kebaikan budi Kridalaksana yang bersedia meminjamkan hasil transliterasi. saya belum mendapat informasi pasti ihwal siapa yang mentransliterasikan BK yang dari Pulau Penyengat ini. Naskah yang di PNRI sudah mencantamkun “daftar isi” di bagian depan buku. naskah PNRI lebih panjang daripada hasil transliterasi dari Pulau Penyengat. menurut Heer (2009: 23). Sayangnya. Data yang diungkap Putten (1996: 15) juga menyebut tahun 1868 sebagai cetak litografi BK untuk teks ketiga yang berasal dari Riau. ada tiga transliterasi BK yang sudah dibuat. BK tersebut pernah dicetak ( printed editions ) batu di Pulau Penyengat pada tahun 1274/1857. transliterasi naskah yang terdapat di Pulau Penyengat. selain kapan sebenarnya BK ditulis RAH. dibuat oleh Musa (2005). dan Universiti Malaya. dan naskah W 219 mencatat tanggal 18 Zulkaidah 1267 H (1850 M). Kridalaksana (1978: 29) tidak bisa memastikan apakah transliterasi itu berdasarkan salinan dari manuskrip atau cetak batu.    Naskah BK sendiri sudah ditransliterasikan. juga di Singapura sebelum Nopember 1882 dan 1310/1892.      Selain naskah itu. Pertama . sementara naskah PNRI mencantumkannya. berdasarkan pengamatan awal saya.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. Bagian penutup ( khatimah ) juga tidak ditransliterasikan. 17 January 2012 21:26 - 1273 H (1856 M). sementara hasil transliterasi mencantumkan “daftar isi” di bagian belakang. Universitas London. Selain itu. Terdapat perbedaan isi antara transliterasi itu dengan naskah yang terdapat di PNRI. Meskipun. Kedua . kelemahan yang paling mendasar adalah tidak adanya panduan kerja filologis dalam pentransliterasian naskah yang dari Pulau Penyengat tersebut. seperti yang terlihat dalam surat RAH kepada Wall yang menunjukkan betapa bangganya RAH setelah selesai merampungkan BK (Putten dan Al Azhar. pada bagian mukadimah. Sejauh yang saya ketahui. transliterasi naskah yang bersumber dari manuskrip Klinkert yang tersimpan di Universitas Leiden. Perbedaan ini sendiri membuat Hamidy (1982) meragukan kebenaran BK sebagai karya RAH.com Tuesday. 2007: 47).

analisis kalimat.   Kandungan Isi Bustan al-Katibin BK terdiri dari sebuah mukadimah dan 31 pasal. 17 January 2012 21:26 - Ketiga. seperti tidak transliterasikannya ‫أﻔﺼﺢ‬. (3) pasal ketiga tentang huruf suratan. Meski demikian.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. pembahasan kelas kata. pentransliterasian keduanya dapat dikatakan cukup lengkap karena telah mentransliterasikan semua bagian BK. transliterasi yang dibuat oleh Mu’jizah dan Muhammad Hamidi. Pedoman pentransliterasian juga telah dibuat oleh keduanya. Bagian isi yang terdiri dari 31 pasal dapat dibagi menjadi tiga kelompok pembahasan: tata ejaan. (2) pasal kedua berisi daftar semua huruf yang tersebut di atas. tampak ada beberapa kelemahan. juga ditransliterasikan. yang menurut Kratz (1996: 16) merupakan tambalan pada akhir BK. 218. Tata Ejaan             Tata ejaan dimuat dalam BK pada pasal 1 sampai pasal 10. yang tersimpan di PNRI. yang ada di naskah PNRI.com Tuesday. juga kata ‫ﻛﻠﺐ‬ yang ditrasliterasikan menjadi kalbun pada bagian pengantar BK. serta beberapa huruf Arab yang tidak dipakai dalam bahasa Melayu. sebagai berikut: (1) pasal pertama mengenai jenis-jenis huruf Arab yang dipakai dalam menuliskan bahasa Melayu dan tentang beberapa huruf Arab yang tidak dipakai dalam bahasa Melayu. (4) 4 / 11 . dan huruf-huruf yang terpakai di dalam penuturan orang Melayu. serta beberapa huruf Arab yang diberikan nilai baru dalam bahasa Melayu. Mukadimah menjelaskan kelebihan ilmu dan akal. Berikut penjelasan detail mengenai masing-masing pasal sesuai kelompok pembahasannya:             a. termasuk tiga pesan yang dicantumkan dalam naskah W. yang seharusnya ditransliterasikan menjadi gelap. Kaidah syair Melayu dan syair ikat-ikatan setelah bagian penutup. 218 . untuk keperluan tugas mata kuliah Sejarah Studi Bahasa Indonesia yang diampu oleh Kridalaksana. Keduanya mentransliterasi naskah W. Pengamatan sekilas terhadap hasil transliterasi yang dibuat keduanya. yaitu huruf yang terdapat dalam abjad Arab dan dikenal dalam bahasa Melayu.

Ism terbagi dua. RAH membagi kelas kata dalam bahasa Melayu atas: ism ‘nama’. (7) pasal ketujuh berisi tata cara untuk merangkai semua huruf dalam bahasa Melayu. ism maushul ‘yang’ (nomina relatif). yaitu: (a) nama yang menjadi syarat (perangkat kondisional). (5) pasal kelima  berisi tata cara untuk merangkai huruf alif. RAH memberikan penjelasan tentang ism sebagai berikut: “Tiap-tiap barang menunjukkan maknanya pada dirinya tiada beserta dengan masa yang tiga. (6) pasal keenam berisi kaidah penulisan bahasa Melayu. Pembagian Kelas kata             Pembahasan tentang pembagian kelas kata dimuat dalam BK pada pasal 11 sampai pasal 14. Selain itu. 17 January 2012 21:26 - pasal keempat tentang prinsip pemakaian huruf Arab dalam bahasa Melayu. yaitu ‘nama yang melengkapi jenisnya dan yang melengkapi pada macamnya yang tiada tertentu kepada sesorang ( nomina taktakrif ). masih ada sejumlah kata yang menurut BK termasuk ism. dan harf ‘partikel’. yakni ‘nama yang diketahui’ (nomina takrif). (8) pasal kedelapan tanda atau baris yang menjadi sesuatu huruf berbunyi yang dalam bahasa Arab disebut i’rab . yaitu: ism nakirah. namun tidak merusak makna kata. kata-kata 5 / 11 .             b. yang terdiri atas: ism damir ‘nama yang tersembunyi’ (pronomina). maknanya ‘jika’. dan masa hal sekarang. yakni masa yang telah lalu. tapi diisyaratkan’ (demonstrativa).com Tuesday. (9) pasal kesembilan berisi penjelasan tentang rangkaian huruf-huruf yang membentuk kata-kata yang berbunyi. masa yang lagi akan datang.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. ism ‘alam ‘nama yang diketahui’ (nama diri). ism idafat ‘pada yang bersandar kepada suatu nama’ (relasi posesif). ism isyarat ‘tiada ditentukan akan dia. (10) pasal kesepuluh berisi cara para penulis yang sudah ahli untuk membuang huruf-huruf tertentu. fi’l ‘perbuatan’. dan ism ma’rifah.

sultan.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. fi’l amr ‘menuntut perbuatan. seperti si Zaid. dan beberapa. yang terbagi menjadi: nama diri. (b) bilangan-bilangan (numeralia). Fi’l dibagi lagi atas dua bagian berdasarkan ketransitivannya. cahaya mataku. si Umar. fi’l mudari’ ‘perbuatan yang lagi akan datang’ (verba imperfektif). seperti telah berdiri si Zaid . yang 6 / 11 . dan fi’l muta’adi (verba transitif). payung. yang pertama terbagi tiga. nama timang-timangan. betapa. pak Ngah. nama gelaran . diandai oleh kata telah’. yaitu: fi’l madi ‘per buatan yang telah lalu (verba perfektif). (d) nama . seperti telah menyimpan si Zaid. manakala. seperti si Polan yang cantik. Mengenai fi’l. yaitu: fi’l lazim ‘tentu bagi dirinya’ (verba intransitif). (c) asma’ul af’al ‘nama bagi perbuatan dan suara (onomatope). RAH mendefinisikan fi’l adalah ‘yang dinamai perbuatan’. seperti tengku. seperti si Anu itu hidungnya kepik. sekira-kira. ditandai oleh kata lagi akan. intan. seperti pak Husin. Nama gelaran ini ada gelar kepujian atau memuji. barang yang. sebelas. Ada dua macam pembagian. dan ada pula nama gelaran yang kecelaan. sebagaimana. Dua jenis fi’l muta’adi: yang tiada musyarakah (pekerjaan yang berlangsung sepihak). yakni menyuruh berbuat’ (verba imperatif).com Tuesday. mana-mana. 17 January 2012 21:26 - barang siapa. seperti satu. dua.

(partikel berkasus genetif).j 1. bagi. yaitu: fi’l naqis ‘fi’l kurang’. RAH menyatakan. beberapa. Dalam bahasa Melayu jarr ini tidak ada. dan senantiasa. berpagi-pagi. keduanya disebut sebagai fi’l qulub. harf adalah ‘yang ada baginya makna. melainkan. sesungguhnya. Pembicaraan tentang harf ini dimulai dengan jarr.” Kemudian berturut-turut dibicarakan harf dengan . sejahat-jahatnya lagi si Anu. “Jika bahasa Melayu tiadalah dibicarakan majrurnya itu. kepada. melainkan kehendak maknanya jua adanya. d an 7 / 11 . adal . bahwa. demi. seperti. Harf-harf itu adalah harf munada ‘menyeru’. berpetang-petang. Yaitu memberi faedah pada perkataan masing-masing dengan maknanya dan gunanya’. fi’l puji dan cela. malam-malaman. daripada. Sesudah jarr dibicarakan ‘segala harf yang memberi faedah pada maknanya dan perkataan’. RAH memberikan penjelasan. selama-lamanya. hingga. contohnya mudah-mudahan.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. waktu duha. seperti berpukul-pukulan .com Tuesday. tiada sempurna ia melainkan ada kabarnya. seperti aku kira-kirakan si Zaid itu orang lebih. contohnya sebaiknya lagi si Anu. fi’l berhampir-hampiran. masih disebut beberapa fi’l lain. Selain itu. Mengenai harf. pada. ‘yakni fi’l hati ’. istitsna ‘kecuali. fi’l muqarabah. fi’l syak dan fi’l yaqin . seperti ah adilah. 17 January 2012 21:26 - musyarakah (pekerjaan yang berlangsung berbalasan atau resiprokal). atas.

kemudian. harf menjawab. seperti bahkan atau iya. dipertentangkan dengan di atas kita sebagai lafad yang tidak memberi faedah. uwah. siapa. mudah-mudahan. manakala. dan kata”. betapakah. karena apa. atau. Khabar adalah ‘bersandar daripada permulaan (sebutan atau predikat). di mana-mana. harf-harf yang dibicarakan lepas-lepas. hal. seperti adakah. Kata adalah ‘melengkapi ia akan segala yang tersebut itu. hendaklah. dan jikalau. Pembicaraan dilanjutkan dengan mubtada dan khabar. Yang menjadi mubtada 8 / 11 . berapa. istimewa pula.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. jika. syahdan (fatis). kata. 17 January 2012 21:26 - bahwasannya disebut harf littahqiq ‘menyuguhkan perkataan dengan sebenarnya’. yaitu cih. tetapi. harf-harf lain. dan kata-kata pun boleh dikatakan kata. Kata-kata adalah ‘barang yang tiada dengan orang yang mendengar daripada menantikan suatu yang lainnya” (dilihat dari contoh yang diberikan mungkin yang dimaksud ialah kalimat minor). Perkataan adalah “lafad yang memberi faedah. seperti kah. jangan. c. supaya. lah (partikel penegas). Contonya berdirilah engkau . harf ‘ataf maka. tetapi ( tetapi yang memperdapat’ dan tetapi yang berpaling ). Analisis Kalimat Pembicaraan mengenai aspek ini dimulai pada pasal 15 dengan judul “Perkataan. Harf-harf lain yang dibicarakan kemudian ialah harf bertanya. seolah-olah. nah.com Tuesday. tiada. tah. dan makna. wai kiranya. amboi. yakni perkataan pun boleh dikatakan kata. Mubtada adalah ‘permulaan perkaraan’ ( pokok atau subjek).

Khabar jumlah ini terbagi lagi dua. Selanjutnya. Dilanjutkan dengan hal (determinator) .com Tuesday.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. Khabar dibagi dua. badl (permutatif) .                                9 / 11 . 17 January 2012 21:26 - adalah nama bagi tiap suatu (nomina). sifat (adjekif) . tamyiz (spesifikasi) . dibicarakan pertambatan perkataan (hubungan fungsional). idafat (frasa nominal-posesif) . fa’il dengan fi’il (hubungan pelaku-aktivitas). Dibicarakan juga maf’ul mutlaq (objek mutlak) . maf’ul lah (tujuan) . dan fa’il dan maf’ulnya (hubungan pelaku-objek). maf’ul ma’ah (kebersamaan) . yaitu mubtada dengan khabarnya. yaitu jumlah ismiyah (klausa nominal) dan jumlah fi’liyah (klausa verbal). maf’ul fih (adverbia) . yaitu khabar mufrad ‘khabar tunggal’ (predikat tunggal) dan khabar jumlah (predikat berupa klausa) .

1900. padahal bahasa Melayu ada adatnya sendiri…. Terkait kelompok yang kritis.”                Terkait kelompok yang apresiatif.                Soal sumbangan RAH dalam bidang bahasa. door Radja Ali Hadji” yang dimuat dalam TBG. Kedua karya itu baru menarik minat para peneliti setelah Kridalaksana mengulasnya secara padat dalam tulisannya pada 1978. seperti Ronkel (1870—dikutip dari Putten dan Al Azhar.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. sementara kelompok yang apresiatif dipelopori oleh Kridalaksana. baik sebagai bahasa daerah maupun sebagai cikal-bakal bahasa Indonesia. Dengan kata lain. harusnya telah bisa disadari saat van Ronkel menerjemahkan karya ini ke dalam bahasa Belanda dengan judul “De Maleische schriftleer en spraakkunst getiteld Boestanoe’l Katibin. Menurutnya. RAH dalam BK memberi sumbangan besar terhadap khazanah ilmu bahasa Melayu. Kelompok yang kritis dipelopori oleh Za’ba. Teeuw (1961) dan Za’ba (dikutip oleh Osman 1976).                           Khusus mengenai BK yang akan menjadi perhatian pada disertasi ini. meskipun sebelumnya nama RAH sebagai ahli bahasa Melayu telah disinggung oleh ahli yang lain.” Pendapat kritis lain berasal dari Wall (1870: 571). Padahal. ada dua karya RAH yang terkait dengan bahasa: Bustanul Katibin dan Kitab Pengetahuan Bahasa . sebetulnya tidak banyak informasi yang didapat. 512-581. 1982. menurut Kridalaksana pada 1996 di Simposium Hari Raja Ali Haji. karya Raja Ali Haji dalam bidang ilmu bahasa perlu dikaji lagi secara ilmiah untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang bahasa Melayu. sangat disayangkan bila melihat tidak banyak tinjauan yang mendalam mengenai kedua karya itu. 2007: 47). seperti dikutip Kridalaksana (1984: 199) yang mengatakan. seperti informasi Osman (1976: 83-84) yang mengutipkan pendapat Za’ba berikut: “… kaidah Arab dan sebutan-sebutan Arab banyak dipakainya pada nahu dan lain-lain. XLIV. Terjemahan itu setidaknya menandakan bahwa ada hal penting yang harus dihadirkan ke khalayak akademisi Belanda peminat bahasa Melayu dari BK. sebetulnya begitu pentingnya BK sebagai buku tata bahasa Melayu pertama yang ditulis oleh orang Melayu sendiri. Namun. hlm. dapatlah ditempatkan di sini tulisan-tulisan Kridalaksana (1978. 1984) yang menganggap tidak adil orang yang menilai tata bahasa RAH sebagai karya yang tidak ilmiah. yang hasil kajiannya bisa dimanfaatkan bagi pengembangan bahasa Melayu. tidak adil juga mengkritik RAH yang menggunakan teori tata bahasa Arab 10 / 11 . “… saya sangat menyesal tidak dapat memberi penelaian yang baik terhadap tata bahasanya…. memang ada dua kelompok: kelompok yang kritis dan kelompok yang apresiatif. 17 January 2012 21:26 - Bustan al-Katibin di Mata Para Peneliti Seperti sudah disinggung pada bagian sebelumnya. keilmiahan suatu karya disesuaikan zamannya. Selain itu.com Tuesday.

juga dalam bagan yang menempatkan posisi RAH dalam kajian bahasa Melayu-Indonesia . penjelasan Kridalaksana terkadang tidak sepenuhnya sesuai dengan kaidah gramatika yang dianut RAH. Terlepas dari itu. 17 January 2012 21:26 - untuk mengurai tata bahasa Melayu. karena orang Belanda yang menulis tata bahasa Melayu juga mendasarkan kajiannya pada tata bahasa Latin. Meski demikian.Bustan Al-Katibin: Kitab Tata Bahasa Melayu Pertama Karya Anak Negeri Written by syarifhade. 1978: 31). Karenanya. sementara RAH menggunakan perangkat gramatika bahasa Arab tradisional (nahwu). kata itu memang merupakan terjemahan dari ashba ha dan amsā yang dalam bahasa Arab termasuk kategori fi’il (Ni’mah. 11 / 11 . Sikap apresiasinya terhadap kerja RAH pula yang membuat Kridalaksana mencantumkan nama R AH sebagai ahli bahasa dan istilah-istilah kebahasaan yang dipakainya telah dimuat dalam Kamus Linguistik (Gramedia. Kridalaksana sendiri sebetulnya juga mengkaji karya RAH ini dalam tinjauan linguistik modern. 1978: 31) . 1983). tt: 36) . Padahal. apresiasi Kridalaksana juga terlihat saat menyebut BK telah menunjukkan bahwa gramatika Arab pernah mempengaruhi dunia bahasa dan dunia pengajaran bahasa Indonesia (Kridalaksana. seperti pertanyaan mengapa ber pagi-pagi dan berpetang-petang dikategorikan sebagai fi’il oleh RAH (Kridalaksana.com Tuesday.