Anda di halaman 1dari 12

Implementasi Adaptive Hypermedia System (AHS) pada E-Learning Belajar Bahasa Jepang untuk Pemula

Chico Naga purwanto Program Studi Teknik Informatika Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana 2011 ABSTRAK
Dalam proses pembelajaran, banyak orang mencari cara melakukan proses belajar lebih efektif dan menarik. Dalam proses ini berkembanglah E-learning. Untuk membuat proses pembelajaran dengan media ini efektif, salah satu cara yang dilakukan adalah menerapkan metode Adaptive Hypermedia System. Dengan menerapkan metode ini, user diharapkan dapat belajar dengan lebih baik sebagai pemula dimana pemula adalah orang yang baru mulai mempelajari bahasa jepang. Pada penelitian ini, implementasi Adaptive Hypermedia System pada E-learning belajar bahasa Jepang untk pemula, bagaimana user bertindak dalam mengakses materi ajar yang tersedia dalam suatu Elearning akan terdata oleh sistem dan disimpan dalam database. Sehingga dengan melihat data evaluasi kegiatan user yang telah terdata pada database tersebut akan ditemukan bagaimana materi ajar yang sesuai dengan user tersebut. Proses evaluasi pada halaman yang dikunjungi seorang user dan penampilan halaman yang bersesuaian dilakukan secara asosiatif dimana diasumsikan halaman yang sering dilihat seorang user adalah signifikan bagi user tersebut. Materi ajar bahasa jepang yang dipakai dalam sistem ini adalah introduction to Japanese. Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap sistem, dengan adanya variasi materi ajar yang disediakan untuk user maka, user akan dapat memilih dan menyesuaikan proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran ini dapat lebih efektif. Kata Kunci : Adaptive Hypermedia System (AHS), Adaptive learning, E-learning belajar bahasa jepang untuk pemula, asosiatif

1. PENDAHULUAN Dalam proses belajar setiap manusia memiliki caranya sendiri. Dalam usaha memenuhi hasrat belajar manusia yang telah berkembang begitu pesat, banyak tersedia e-learning agar jarak tidak lagi menghalangi manusia untuk belajar. Walau kendala ini telah berhasil ditanggulangi, ada masalah lain yang menjadi penghalang yaitu teknik atau metode belajar setiap manusia yang beragam. E-learning memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu proses belajar menjadi lebih mudah dan materi menjadi

dapat diakses kapan saja dan berulangulang. Dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki e-learning, tentu proses pembelajaran akan menjadi lebih mudah untuk diserap. Salah satu cara

memaksimalkan potensi e-learning adalah dengan memberi penyajian meteri yang beragam dan dapat menyesuaikan dengan cara penyajian yang sesuai dan mudah untuk diterima user. Salah satu metode penyajian yang sudah mulai berkembang adalah adaptive hypermedia system. Dimana dengan metode ini presentasi materi terhadap user dan juga

navigasi user akan di adaptasikan sesuai bagaimana prilaku user ketika mengakses e-learning. Bahasa Jepang sebagai salah satu bahasa internasional mulai digemari oleh banyak kalangan masyarakat dan juga mulai ada dalam kurikulum sekolah. Dalam pembelajaran bahasa guru dapat

serangkaian meningkatkan keterampilan.

solusi

yang

dapat dan dengan

pengetahuan Hal ini senada

Cambell (2002), Kamarga (2002) yang intinya menekankan penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakekat elearning. Bahkan Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah e atau

menerapkan metode dan teknik yang variatif agar belajar menjadi lebih menarik dan menggairahkan. Salah satu penyebab pembelajaran dilakukan bahasa jepang guru susah terlalu

singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk

mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Cisco (2001) menjelaskan filosofis elearning sebagai berikut. Pertama, elearning merupakan penyampaian informasi,

adalah

karena

berkonsentrasi pada hal prosedural dan mekanistik yang berpusat di guru dimana konsep bahasa disampaikan secara

informatif. Karena alasan alasan tersebut maka dikembagkan banyak e-learning

komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line. Kedua, e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) tantangan Ketiga, sehingga dapat menjawab globalisasi. berarti

pembelajaran di internet, dan karena hal itu juga penulis mencoba membuat

pembelajaran bahasa jepang dapat lebih mudah dimengerti oleh pemula melalui elearning ini. Pemula disini yang

dimaksudkan sesuai dengan artinya pada KBBI adalah orang yang baru memulai atau mula-mula melakukan sesuatu tanpa

perkembangan e-learning tidak

menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan. Keempat, Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar conten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik

melihat jenjang orang tersebut. Maka dari itu tingkat pelajaran yang diberikan adalah pengenalan bahasa jepang(introduction to japanese). 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 E-Learning Rosenberg (2001) menekankan bahwa elearning teknologi merujuk internet pada untuk penggunaan mengirimkan

kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik. Sedangkan Karakteristik e-learning,

belajara merupakan proses yang dialami manusia dalam untuk mengetahui sesuatu yang didasari oleh pengalaman yang

antara lain. Pertama, Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal Memanfaatkan yang protokoler. keunggulan Kedua, komputer

dialami. Pembelajaran dalam kaidahnya berarti suatu proses mengenali sesuatu yang tidak diketahui menjadi tahu melalui semua pengalaman seseorang. Dalam rangka antisipasi kebutuhan guru dan siswa serta mendukung pelaksanaan KBK(Kurikulum Berbasis Kompetensi), yang telah dialami oleh

(digital media dan computer networks). Ketiga, Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya. Keempat, Memanfaatkan jadwal

maka pada tahun 2007 diterbitkan buku Pelajaran bahasa jepang untuk SMA. Namun sejalan dengan perkembangan

pendidikan bahasa Jepang yang meningkat secara pesat, kebutuhan akan buku

pelajaran yang sesuai dengan materi jara inipun semakin mendesak. Karena hal itu pada tahun 2008, The Japan Foundation, Depdiknas, Manajemen Dikdasmen dan instansi terkait lainya menysun materi ajar dalam buku Pelajaran Bahasa Jepang. Seiring perkembangan pelajaran bahasa Jepang di Indonesia dewasa ini materi bahasa Jepang bahkan sudah mulai

pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer. 2.2 Pembelajaran Bahasa jepang di Indonesia Belajar meurpakan hal yang dilakukan manusia dalam menghadapi perubahan lingkungan yang senantiasa berubah, karena ini maka belajar perlu dilakukan agar seorang siap menghadapi perkembangan zaman. Slameto(2010:2) menerangkan

diajarkan di tingkat SD dan karenahal ini banyak pula berkembang metode

pengajaran dan juga media pengajaran bahasa jepang. Media pengajaran pun tidak terbatas pada buku saja banyak juga elearning untuk belajar bahasa jepang beredar dikatakan serta banyak program seseorang yang untuk

belajar adalah proses usaha yang dilakukan seorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa

membantu

belajar bahasa Jepang tersebut.

2.3 Adaptive Hypermedia System (AHS) Komponen AHS dalam sistem elearnig adaptif akan menciptakan suatu konten pembelajaran secara yang dinamis dapat kepada tingkat dikarenakan

untuk

pemilihan yang kepada

konten spesifik

suatu dan

informasi teperinci

mahasiswa.

Didalam suatu hypermedia System isi darisuatu halaman web tidak saja teks, tetapi mungkin juga berisi berbagai materi dari media lainya. Manfaat utama Adaptive

disampaikan mahasiswa

berdasarkan Hal ini

pengetahuannya.

komponen AHS menurut Brusilovsky P. (2002), terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu: Adaptive Presentation dan Adaptive

Presentation adalah mencoba untuk mengefisiensikan jumlah informasi yang akan diperkenalkan kepada mahasiswa tertentu secara

Navigation Support, sebagai berikut: [19]

hipermedia. Terdapat tiga metoda Adaptive Presentation, yaitu: [19] Adaptive Presentation, menyediakan pembelajaran Multimedia adalah untuk

informasi melalui sistem

multimedia pada halaman web sistem e-learning adaptif. Adaptive adalah Gambar 2.1 Model AHS Dari gambar diatas, kategori model AHS Adaptive Presentation dan Text untuk Presentation, menyediakan

informasi pembelajaran dengan menggunakan jenis teks yang berbeda-beda pada halaman web sistem elearning adaptif. Adaptive merupakan Of model Modality, yang

Adaptive Navigation Support dapat dijelaskan secara lebih rinci, sebagai berikut: 1. Adaptive Presentation, bertujuan untuk menyesuaikan isi dari suatu halaman web secara hypermedia kepada mahasiswa. Sebagai contoh, sistem dapat menyediakan

memperbolehkan

mahasiswa

untuk dapat memilih materi tertentu. Sebagai contoh,

beberapa para mahasiswa hanya menyukai pembelajaran topik informasi defenisi,

penjelasan tambahan seperti halnya

sedangkan mahasiswa yang lain

menyukai

informasi

dengan node yang lain dapat di hubungkan, dapat agar mahasiswa link ke

pembelajaran topik latihan. 2 Adaptive Navigation Support,

melakukan

Menurut Brusilovsky P., terdapat enam cara metode Adaptive

halaman web tertentu . Map Adaption, memetakan

Navigation Support, yaitu: [19] Direct Guidance, mengarahkan bimbingan sistem secara visual. Salah satu contoh petujuk untuk dengan kepada

struktur node secara adaptif dengan cara memvisualisasikan secara grafis, agar mahasiswa

mempermudah

memberikan mahasiswa

menuju suatu halaman web yang diinginkan. 2.3 Association Rule Mining Association rule mining adalah tehnik untuk menemukan data dependensi tak terduga dan merupakan salah satu metode data mining terbaik yang diketahui. Ide dasarnya adalah mengenal item set dari sebuah database(misalnya pada keranjang belanja). Apakah sebuah item item akan lain besar.

mengakses

sustu node dan merekomendasi mahasiswa untuk mengujungi halaman web berikutnya. Adaptive Link Sorting,

penyortiran node secara adaptif dari suatu sistem, agar semua node pada halaman web tertentu dapat dipilih sesuai dengan

keinginan mahasiswa. Adaptive Link Hiding,

mempengaruhi dengan

kemunculan

kemungkinan

yang

menyembunyikan node secara adaptif dari suatu halaman web, agar dapat mencegah mahasiswa mengakses halaman web

Association rule mining menyelesaikan masalah ini secara efisien. Masalah didefinisikan association rule sebagai yaitu himpunan atribut biner sebanyak n yang disebut item.

berikutnya karena tidak relevan untuknya. Adaptive Link Annotation,

adalah kumpulan transaksi yang disebut database. Setiap transaksi di D merupakan implikasi dari bentuk dan dimana .

memberikan catatan tambahan atau komentar untuk suatu node secara adaptif pada suatu

halaman web. Adaptive Link Generation, Kumpulan Item X dan Y disebut antecedent dan consequent. Untuk menggambarkan

megenarate node secara adaptif sehingga antara suatu node

maksud dari aturan ini, misalkan pada supermarket terdarapt set item

data mining untuk melihat aktivitas user, bahasa pemrograman PHP, dan metode black box testing untuk pengujian sistem. Association rule yang digunakan

I={susu,roti,mentega} dan pada database terdapat datanya. Contoh rule yang bisa didapat adalah {mentega,roti}=>{susu}

dalam sistem adalah penerapan konsep association pada mining rule yang sudah disesuaikan untuk menghitung frekuensi dan asosiasi antar page di sistem bagi seorang user. Pada sistem, association rule ditentukan dengan batasan minimal 10 sehingga penghitungan akan dilakukan setelah minimal ditemukan 10 kali data pemakaian sistem oleh seorang user dan setelah hal ini dilakukan maka akan dilihat bagaimana frekuensi akses halaman dari seorang user tersebut untuk tiap tipe penyajiannya. Dan dari frekuensi akses penyajian yang didapat maka asosiasi tipa halaman didapat dengan melihat frekuensi akses tersebut. Misalkan seoran g user mengakses halaman pertama tipe A 4 kali

dimana berarti jika roti dan mentega dibeli maka pembeli juga akan membeli susu. Untuk melihat rule yang menarik dari banyaknya rule yang terdapat, maka biasa digunakan batasan minimum dengan batasan support dan confidence. Suport sebuah set item X adalah proporsi transaksi pada set data yang mengandung set item tersebut. Confidence adalah perhitungan berapa kali pembelian item set Y ketika item set X dibeli. Pada accociation rule biasanya user menentukan sendiri

minimum support dan minimum confidence agar tujuan dari user terpenuhi.

3. Perancangan Sistem 3.1 Analisa Sistem Dalam pencarian tahap informasi analisis dan dilakukan data yang

lalu tipe B 3 kali dan mengakses halaman ke 2 tipe B 6 kali dan tipe A 1 kali maka ditarik kesimpulan bahwa A1,B2 adalah page set. Selain dengan studi literatur, pencarian data juga dilakukan dengan metode

dibutuhkan dalam perancangan sistem. Metode yang digunakan untuk

mengumpulkan informasi dan data adalah metode studi literatur, yaitu dengan

observasi, yaitu dengan pengamatan data yang diperlukan pada implementasi elearning pembalajaran bahasa jepang.

mempelajari literatur yang terkait dengan penelitian, antara lain mengenai Adaptive learning dan penerapannya pada sistem elearning, mechanism metode Automatic pada adaptive penerapan

Materi Ajar bahasa Jepang yang telah dikumpulkan dan disesuaikan dengan

materi yang dibutuhkan akan dimasukan ke dalam materi yang akan disajikan pada sistem. Materi ajar bahasa jepang yang

digunakan

adaptive learning dengan association rule

dipakai adalah pengantar bahasa jepang sesuai dengan urutan pengajaran yang biasa dilakukan oleh instansi pendidikan ketika melakukan pengajaran bahasa Jepang untuk kalangan yang baru mulai belajara bahsa Jepang. Beberapa referensi buku

pengajaran bahasa Jepang pun digunakan dalam merancang sistem ini dan yang dipergunakan adalah bab introduction Gambar 3.3 Data Flow Diagram Level 0

sebagai awal mula proses belajar. 3.2 Perancangan Sistem Dari requirement dapat dibuat Use case sebagai berikut:

Gambar 3.4 Data Flow Diagram Level 1

Tabel pada database akan saling terhubung untuk menyesuaikan content dan user. Rancangan database yang akan

digunakan dapat dilihat pada ERD berikut. Gambar 3.1 Use Case Diagram

Berikut adalah diagram aliran data yang telah dibuat:

Gambar 3.5 Entity Relationship Diagram 3.3 Pengujian Sistem Dalam pengujian blak-box akan Gambar 3.2 Context Diagram dilakukan uji 3 buah skenario untuk prilaku akses user yang mungkin dilakukan pada sistem dimana tipe penyajian masih dibatasi

pada 2 tipe saja. Pengujian yang dilakukan yaitu: a) Deskripsi: user mengakses halaman tipe A selama 10 kali login pertama. Harapan : setelah akses ke 10 sistem akan memberi referensi link tipe A kepada user tersebut. b) Deskripsi: user mengakses halaman tipe A dan B secara bergantian pada 10 kali login pertama. Harapan: setelah akses ke 10 sistem akan memberi referensi link yang bergantian kepada user tersebut. c) Deskripsi: user mengakses halaman tipe B selama 10 kali login pertama. Harapan: Setelah akses ke 10 sistem memberi referensi link tipe B kepada user tersebut.

Fungsi : menyimpan data diri setiap user Tabel 4.1 tbuser


NO 1 2 3 Nama Kolom id_user Nama Us_name Tipe data Int(5) Varchar (50) Varchar (50) Varchar (200) Batasan PK Keterangan Id dari tabel tbuser Nama user Nama user untuk login ke sistem Kata kunci user untuk masuk ke system Umur user Status administrative user Data page adaptif user

Pass

5 6

Umur Sts p1,p2,,pn

Int(3) Varchar (10) Char(5)

2. Nama tabel : tabel history Fungsi : menyimpan data login dan aktivitas user Tabel 4.2 history
NO 1 Nama Kolom id_history Log_time Id_user p1a, p2a, ,pna Tipe data Int(100) Varchar (25) int (5) int (5) Batasan PK Keterangan Id dari tabel history Time stamp waktu login user Id user yang login Mencatat aktivitas pengaksesan halaman tipe a seorang user pada system dalam satu session login Mencatat aktivitas pengaksesan halaman tipe b seorang user pada system dalam satu session login

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Sistem

2 3

FK

Association data mining rule dilakukan pada user setiap melakukan login dan melihat bagaimana asosiasi yang dimiliki tiap halaman bagi seorang user. Dari data yang didapatkan akan dilihat page set yang dimiliki tiap user untuk menentukan
5 p1b, p2b, ,pnb Int (5) 4

preferensi seorang user tersebut. Dan ini juga akan digunakan untuk menentukan kapan mekanisme adaptive mulai 3. Nama tabel : content

dijalankan. Dari rancangan ERD maka akan dibut 3 tabel pada database sesuai dengan kebutuhan dari sistem. 1. Nama tabel : tbuser Fungsi : menyimpan data content Tabel 4.3 content

NO 1 2 3 4

Nama Kolom id_cont Page Cont tipe

Tipe data Int(3) int (2) Text char (1)

Batasan PK

Keterangan Id dari tabel content Urutan halaman content Isi dari content Tipe dari content

Login

Mengecek

data

Berhasil

user yang sesuai dan session tersebut memulai user juga

memasukan data user history. ke tabel

Diagram model data fisik dari database pada e learning dengan metode adaptive hypermedia system dapat dilihat sebagai berikut

Daftar

Data pendaftaran user dicek dan masuk database valid. ke jika

Berhasil

Setting

Hanya diakses sudah mengubah

bisa ketika login, data

Berhasil

user yang sedang login. 4 Start lesson Mengakses pelajaran pertama Berhasil

4.2 Implementasi Proses

masuk lesson

halaman dan

Sesuai dengan perancangan maka proses pada sistem akan diimplementasikan kedalam bahasa pemrograman dan 2

memasukan data pelajaran yang

dibuka ke tabel history data login. 5 Next lesson Akses pelajaran Berhasil sesuai

tahapan proses tersebut yaitu Pre proses dan proses penyajian. Dimana pre proses adalah menyimpan data setai kali user masuk ke sistem dan proses penyajian adalah

berikutnya update tabel hstory

menghitung data login dan menyajikan halaman yang telah teradaptasi.


4.3 Pengujian Sistem Pada pengujian ini dilakukan dengan metode Black-box dan simulasi skenario dilakukan untuk menguji fungsional user admin dan form yang mungkin terjadi.
7 Content mangjement 6 User management

sesuai data login. Melakukan login sebagai admin Berhasil

dan melihat daftar pengguna serta

mampu mengedit user. Login admin melakukan sebagai dan Berhasil

Tabel 4.4 Uji Coba Skenario Sistem


No Uji coba Skenario Keterangan

manajemen terhadap content pembelajaran.

name dan

dan password Keluaran: Tabel history diupdate

Tabel 4.5 Uji Coba Form User Sistem


No 1 Form Login Harapan Masukan: User name dan password user. Keluaran: Update tabel history masukan nilai waktu login, id user. 2 Daftar Masukan: Data pendaftaran. Keluaran: data pendaftaran masuk ke tbuser. 3 Setting Masukan: data user Keluaran: update tbuser Keluaran: Data masuk ke tbuser Masukan: data user 3 Keluaran: tb user terupdate 4 leson Masukan: data halaman , id Masukan: data halaman, data user Keluaran update tbuser, Keluaran: updatetabel tbuser history dan login Sesuai Lesson _edit Sesuai Masukan: Data pendaftaran . Sesuai Hasil Uji Masukan: username dan password Keluaran: Tabel history diupdate 2 admin Ket. Sesuai

password user. Keluaran: Update tabel history masukan nilai waktu login, id user. Masukan : id_user, data user Keluaran: Delete data tbuser sesuai id_user yang dipilih Masukan: id_conten t, data content

Masukan: id_user, data user Keluaran: tb user terupdate

Sesuai

Masukan:idcontent, data content Keluaran:

Sesuai

Keluaran: tabel content terupdate sesuai pilihan menamba h atau menguran gi halaman.

tabel content terupdate, tbuser dan history terupdate.

user, id history.

tb history

Tabel 4.6 Uji Coba Form Admin Sistem


No 1 Form Login Harapan Masukan: User Hasil Uji Masukan: username Ket. Sesuai

Edit_le sson

Masukan: data content yang diupdate dan

Masukan data content dan id_cont. Keluaran:upd ate data tabel content

Sesuai

10

id_cont Keluaran: update data pada tabel content 5 Edit_u ser Masukan: id_user, data user Keluaran: update tbuser sesuai masukan Keluaran: Update user yang sesuai Masukan: id_user, username, data user Sesuai

Frekuensi Tipe halaman B: User 3 Hasil yang diharapkan: sistem akan memberi referensi link untuk halaman tipe B. Hasil yang terjadi: Sistem memberi referensi link halaman B.

5. PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan hasil yang diperoleh, dapat

Pengujian penggunaan user

terhadap dilakukan

alur dengan

ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Dari hasil uji coba yang dilakukan terhadap sistem, dengan menyediakan materi ajar yang variatif maka seorang user dapat lebih leluasa untuk memilih penyajian materi yang sesuai lebih dengan seleranya dan modul adaptive telah berjalan dengan baik. 2. Metode Adaptive Hypermedia System menggunakan frekuensi akses dari user terhadap halaman tertentu dalam yang

mensimulasikan 6 user dan bagaimana prilakuk selama 10 kali login pertama berikut pengujian yang dilakukan: Frekuensi Tipe halaman A: User 1 Hasil yang diharapkan: sistem akan memberi referensi link untuk halaman tipe A. Hasil yang terjadi: Sistem memberi referensi link halaman A.

menentukan

penyesuaian

dilakukan terhadap seorang user dan Frekuensi Tipe halaman A dan B: User 2 Hasil yang diharapkan: sistem akan memberi referensi link untuk halaman tipe A dan B bergantian. Hasil yang terjadi: Sistem memberi referensi link halaman A dan B bergantian. dengan menambahkan table data

history untuk melihat asosiasi halaman yang diakses user maka metode ini dapat digunakan di sistem. 3. Sistem tidak dapat mengetahui secara pasti apakah halaman yang disajikan itu benar benar signifikan bagi seorang user karena penyajian adaptive content dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu asumsi-asumsi tertentu agar

11

dapat sesuai.

menyajikan

halaman

yang

and performance expectations on learning effectiveness. pp. 1-20. L. Van Velsen, et al.2008. User-centered evaluation of adaptive and adaptable systems: a literature review. The knowledge engineering review. vol. 23, pp. 261-281. M. Quafafou, A. Mekaouche, and N. H.S.1995. Multiviews learning and intelligent tutoring systems. In Seventh World Conference on Artificial Intelligence in Education. P. Brusilovsky, et al.2007. From Learning Objects to Adaptive Content Services for E-Learning. Architecture Solutions for E-Learning Systems. IGI Global, pp. 243261. S. Lawless, et al.2010. A Proposal for the Evaluation of Adaptive Personalised Information Retrieval. in Proceedings of the 2nd International Workshop on Contextual Information Access, Seeking and Retrieval Evaluation. Milton Keynes. UK. Redstone. 2008. Black-box vs White-box Testing: Choosing the Right Approach to Deliver Quality Applications. Redstone Software Inc. United States. Suyanto,Asep Herman. 2005. Mengenal ELearning. www.ipi.or.id/elearn.pdf. diakses 20 Mei 2010. W. R., Adrion.2000. Developing and Deploying Software Engineering Courseware in an Adaptable Curriculum Framework. In Proc. Of the International Conference on Software Engineering.

5.2

Saran Adapun beberapa saran yang penulis

harapkan dapat berguna untuk mendukung penelitian-penelitian selanjutnya, diantaranya : 1. Peyajian materi agar dapat lebih variatif lagi, variasi materi sebaiknya dapat ditambah kan secara dinamis. Sehingga keefektifan pembelajaran

dapat lebih menigkat lagi. 2. Pemborosan data yang terjadi pada beberapa tabel seperti tabel history agar lebih diefektifkan lagi.

DAFTAR PUSTAKA Brusilovsky and Maybury.2002. From adaptive hypermedia to the adaptive web. Communications of the ACM. Brusilovsky P. & Millan, E. 2007, Adaptive System Learning. User Modeling and User-Adapted Interaction. Chow, T. S. Chow. May 1978. Testing Software Design Modelled by FiniteState Machines, IEEE Transactions on Software Engineering. Vol. SE-4. No. 3. Danasasmita, Wawan. 2009 Perkembangan Pendidikan Bahasa Jepang di indonesia: Makalah pada Seminar Linguistik dan Pemerolehan Bahasa. Bandung:UPI Japan Foundation. (2004) Hasil Penelitian Lembaga Pendidikan Bahasa Jepang di Luar Negri 2003: Egao Vol.6 / No4, Jakarta: Pusat Kebudayaan Jepang L. Obal, et al.2007. The influence of cognitive mapping, learning styles

12