Anda di halaman 1dari 9

Makalah Pengetahuan Bahan

PROSES PEMBUATAN EXTRUSION MOLDING METHOD

Oleh: Kelompok 1 Irfandi (1105106010007) Fitri Mardiati (1105106010006) Yusmadi (0805106010002) Dedy Rahmadani (09051060100 )

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2013

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah swt yang telah memberikan rahmat serta karunia-nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Proses Pembuatan Extrusion Molding Method. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Banda Aceh, 20 Mei 2013

Penulis

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Proses leleh yang bisa dicapai melalui ekstrusi dan pencetakan pada Polypropilena atau PP. Polypropilena atau PP merupakan sebuah polimer termoplastik yang dibuat oleh industri kimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi, diantaranya untuk pengemasan, tekstil, alat tulis, berbagai tipe wadah daur ulang, perlengkapan labolatorium dan komponen otomotif. Polimer Adisi yang terbuat dari Propilena Monomer, permukaannya tidak rata serta memiliki sifat resistan terhadap kebanyakan pelarut kimia, basa dan asam. Polipropena biasanya di daurulang, dan simbol daur ulangnya adalah nomor "5". Metode Ekstrusi (peleleran) yang umum menyertakan produksi serat pintal ikat (Spun Bond) dan tiup (hembus) leleh untuk membentuk gulungan yang panjang untuk nantinya diubah menjadi berbagai macam produk yang berguna seperti masker muka, penyaring, popok dan lap. Teknik pembentukan yang paling umum adalah pencetakan suntik, yang digunakan untuk berbagai bagian seperti cangkir, alat pemotong, botol kecil, topi, wadah, perabotan, dan suku cadang otomotif seperti baterai. Teknik pencetakan tiup dan injection-stretch blow molding juga digunakan, dimana melibatkan juga ekstrusi dan pencetakan. B. Tujuan Mengetahui cara proses pembuatan extrusion molding method dan tujuan ekstrusi adalah untuk meningkatkan keragaman jenis produk pangan dalam berbagai bentuk, tekstur, warna, dan cita rasa.

II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Extrusion Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap. Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda dengan penampang yang rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi hanya bekerja tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama

sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja dan plastik adalah contoh bahan yang paling banyak diproses dengan ekstrusi. Contoh barang dari baja yang dibuat dengan proses ekstrusi adalah rel kereta api. Khusus untuk ekstrusi plastik proses pemanasan dan pelunakan bahan baku terjadi di dalam barrel akibat adaya pemanas dan gesekan antar material akibat putaran screw. Variasi dari ekstrusi plastik 1. Blown Film 2. Flat Film and Sheet 3. Ekstrusi Pipa 4. Ekstrusi Profil 5. Pemintalan Benang 6. Pelapisan Kabel Proses ekstrusi dapat berupa pengolahan suhu rendah misalnya pada pasta, atau pengolahan suhu tinggi misalnya pada pembuatan snack. Tekanan yang digunakan dalam ekstruder (alat ekstrusi) berfungsi mengendalikan bentuk, menjaga air dalam kondisi cair yg sangat panas, dan meningkatkan pengadukan. Tekanan bervariasi mulai dari 15 sampai 200 atm. B. Mesin Ekstrusi (Ekstruder) Nama alat yang melakukan proses ekstrusi adalah ekstruder. Ekstruder terdiri dari suatu ulir (sejenis ulir bertekanan) yang menekan bahan baku sehingga berubah menjadi bahan semi padat. Bahan tersebut ditekan keluar melalui suatu lubang terbatas (cetakan/die) pada ujung ulir. Jika bahan baku tersebut mengalami pemanasan, maka proses ini disebut pemasakan ekstrusi (ekstrusi panas). Mesin

Ekstruder yang biasanya tersedia di pasaran adalah jenis ekstruder ulir tunggal (single screw extruder/SSE) dan ekstruder ulir ganda (twin screw estruder/ TSE). Pembahasan kita kali ini lebih ke mesin ekstuder ulir tunggal.

Gambar 2.B.1. Mesin Ulir Tunggal/ Single Screw Extruder

Gambar 2.B.2. Mesin Ulir Ganda/ Twin screw estruder

Ekstruder tipe ulir biasanya dikelompokkan berdasarkan seberapa banyak energi mekanis yang dapat dihasilkan. Sebagai contoh, ekstruder dengan energi mekanis yang rendah dirancang untuk mencegah proses pemasakan pada adonan bahan. Ekstuder tipe ini biasanya digunakan pada pembuatan pretzel, pasta dan beberapa jenis makanan ringan dan sereal. Ekstruder dengan energi mekanis tinggi dirancang untuk memberikan energi yang besar agar dapat diubah menjadi panas untuk mematangkan adonan bahan dan biasa digunakan dalam produksi makanan hewan, makanan ringan dengan bentuk mengembang dan sereal (Frame, 1994).

C. Tahap-tahap dalam Proses Ekstrusi Pembagian tahap-tahap pengolahan ektrusi dapat dilihat dari berbagai segi. Beberapa pengolah membagi proses pengolahan ekstrusi menjadi tiga tahap yaitu pra ekstrusi, ekstrusi dan tahap setelah ekstrusi (post-extrusion). Tahap Pra Ekstrusi melibatkan dua langkah utama yaitu : 1. Pencampuran (Blending) yaitu proses pencampuran komponen bahan yang akan diesktrusi sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan merupakan salah satu syarat penting, selain harus memperhatikan ukuran bahan yang akan dicampur, cara mencampur komponen yang benar juga penting untuk diketahui. 2. Penambahan air (Moisturizing) yaitu proses penambahan air sampai pada standar kelembapan yang ditentukan. Cara penambahan kandungan air ini harus dapat menjamin penyebaran kelembaban yang merata pada campuran adonan bahan mentah. Ketidakseragaman penyebaran air pada bahan akan mengakibatkan kondisi ektrusi yang sukar diprediksi, akibatnya produk ekstrusi yang dihasilkan juga menjadi tidak konsisten. Tahap Ekstrusi yaitu tahap pencetakan bahan baku dengan mesin yang digunakan ialaha berbagai jenis ekstruder dan beragam aksesorisnya sesuai kebutuhan pengolah. Produk yang keluar dari tahap ini disebut ekstrudat dan tergantung dari kebutuhan kita atau jenis ekstruder yang digunakan, ekstrudat ini dapat merupakan produk akhir ekstruksi ataupun juga produk yang harus diolah lagi lebih lanjut.

Tahap Post Ekstrusi yaitu tahap setelah proses pencetakan pelet dilakukan. Mesin yang tersedia untuk proses ini adalah mesin pengering, atau bisa flavouring, pemanggangan, pelapis dan pendingin yang semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pengolah. Dengan mengetahui prinsip dari cara kerja sistem ekstruksi alhamdulillah Randi Farm mampu membuat pelet apung yang hasil dan bentuknya mendekati pelet pabrikan yang beredar. Dan sejauh ini pelet kami bisa dimakan sempurna oleh ikan. Kami akan terus mengembangkan hasil ujicoba kami dan mulai merancang mesin pelet apung dengan harga yang lebih murah namun kualitas dan prinsip kerja tetap diutamakan. Kami akan membuat mesin pelet apung dengan harga murah untuk membantu petani ikan di Indonesia. D. Keunggulan dari Proses Ekstrusi Terdapat beberapa keunggulan dari proses ekstrusi yaitu sbagai berikut: 1. Keberagaman produk dalam kisaran luas yg kebanyakan tidak dengan mudah dihasilkan oleh metode pengolahan lain, dapat dihasilkan dengan mengubah bahan baku, kondisi pengoperasian, dan cetakan. 2. Biaya operasional lebih rendah dan produktivitas lebih tinggi karena dapat dioperasikan kontinyu tanpa terputus. 3. Menghasilkan produk berkualitas tinggi, karena pemasakan ekstrusi melibatkan suhu tinggi dalam waktu pendek sehingga komponen bahan pangan yang peka tidak mengalami kerusakan. 4. Ramah lingkungan karena merupakan proses dengan kadar air rendah, dan tidak menghasilkan limbah

III. A. Kesimpulan

PENUTUP

Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap. Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda dengan penampang yang rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi hanya bekerja tegangan tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama

sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja dan plastik adalah contoh bahan yang paling banyak diproses dengan ekstrusi. Nama alat yang melakukan proses ekstrusi adalah ekstruder. Ekstruder terdiri dari suatu ulir (sejenis ulir bertekanan) yang menekan bahan baku sehingga berubah menjadi bahan semi padat. B. Saran Penulis berharap dengan adanya makalah tentang proses pembuatan

extrusion molding method yang telah disajikan dalam bab pembahasan dapat dijadikan referensi ataupun tambahan wawasan bagi penulis maupun bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2013. Ektrusi (Manufaktur). Wikipedia.org. Diakses pada 20 Mei 2013 pada pukul 20.00 WIB Gaspers, V. 2007. GE Way and Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.