Anda di halaman 1dari 15

AUDIT ATAS SIKLUS JASA PERSONALIA

A. Merencanakan Audit atas Siklus Jasa Personalia Siklus jasa personalia (personel service cycle) suatu entitas menyangkut peristiwa dan aktivitas yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif serta karyawan. Jenis-jenis kompensasi ini meliputi gaji, upah per jam, dan insentif (borongan), komisi, bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan (misalnya asuransi kesehatan dan uang cuti). Kelompok transaksi yang utama dalam siklus ini adalah transaksi penggajian (payroll transactiton). Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain. Pembayaran kompensasi kepada karyawan dan pembayaran pajak penghasilan karyawan yang dipotong perusahaan dari penghasilan karyawan berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. Kemudian, pendistribusian biaya tenaga kerja pabrik ke barang dalam proses berkaitan dengan siklus produksi. B. Tujuan Audit Tujuan khusus audit untuk siklus personalia adalah sebagai berikut: Asersi Tujuan Audit Kelompok Transaksi Keberadaan atau keterjadian Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan dalam pembukuan berkaitan dengan kompensasi atas jasa yang diberikan selama periode yang diaudit. Kelengkapan Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan mencakup semua biaya yang terjadi untuk jasa personalia selama periode yang diaudit Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan mencakup semua utang kepada karyawan dan utang kepada Negara per tanggal neraca. Saldo utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan mencerminkan jumlah yang terutang per tanggal neraca. Tujuan Audit Saldo Rekening

Hak dan Kewajiban 1

Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan adalah kewajiban

perusahaan klien .

Penilaian atau Alokasi

Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawa telah dihitung dengan teliti dan telah dicatat.

Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan telah dihitung dengan teliti dan telah dicatat.Distribusi biaya tenaga kerja pabrik telah dihitung dan dicatat dengan benar.

Penyajian dan Pengungkapan

Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan telah diidentifikasi dan dikelompokkan dengan benar dalam laporan rugi-laba.

Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan telah diidentifikasi dengan benar dalam neraca.Laporan keuangan telah memuat pengungkapan yang tepat tentang program pension dan program benefit lainnya.

C. Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan Strategi Audit Hal-hal yang penting untuk dipahami auditor sebelum mengaudit siklus jasa personalia:

Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas (misalnya, apakah entitas bersifat padat karya atau padat modal?)

Sifat kompensasi, karena kompensasi per jam memerlukan sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji.

Pentingnya berbagai paket kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham serta perjanjian pensiun.

Jika kompensasi suatu entitas terutama didasarkan atas gaji dan menunjukkan hubungan yang dapat diprediksi dengan pemberian jasa, maka auditor dapat menekankan pada prosedur analitis dalam pengembangan strategi audit. Jika beban kompensasi didasarkan atas upah per jam dan menunjukkan tingkat variabilitas yang tinggi sepanjang periode berjalan, maka

auditor dapat menekankan pendekatan penilaian tingkat risiko pengendalian yang lebih rendah.

D. Materialitas, Risko Bawaan, dan Prosedur Analitis a. Materialitas Untuk perusahaan-perusahaan jasa dan perusahaan professional, jasa personalia biasanya merupakan salah satu pos biaya yang besar. Pada lembaga-lembaga pendidikan, jasa personalia pada umumnya merupakan pengeluaran yang utama. Perkembangan yang pesat pada perusahaan-perusahaan jasa menyebabkan semakin pentingnya peranan tenaga kerja, sehingga siklus jasa personalia pada banyak perusahaan merupakan bidang audit yang material. Di lain pihak, saldo rupiah utang gaji dan upah pada umumnya tidak begitu signifikan, namun pengungkapan yang berkaitan dengan opsi saham dan program pensiun biasanya merupakan pengungkapan yang material. b. Risko Bawaan Auditor umunya tidak begitu khawatir dengan asersi kelengkapan pada siklus personalia, karena kebanyakan pegawai akan segera beraksi untuk menagih kepada majikannya jika mereka tidak dibayar tepat pada waktunya. Namun kecurangan (asersi keberadaan atau keterjadian) merupakan masalah besar bagi auditor. Volume transaksi pembayaran tenaga kerja bisa cukup tinggi. Pada perusahaan manufaktur, dasar perhitungan upah kotor bisa berupa waktu dan atau jumlah hasil kerja. Oleh karena itu, perhitungan bisa menjadi masalah yang kompleks dan risiko bawaan untuk asersi penilaian dan pengalokasian bisa menjadi tinggi. Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahawa risiko bawaan cukup tinggi untuk asersi keberadaan atau keterjadian, penilaian atau pengalokasian, serta penyajian dan pengungkapan. c. Prosedur Analitis Prosedur analitis sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi kecurangan potensial seperti misalnya apabila gaji atau upah kotor pegawai lebih tinggi dari jumlah yang diperkirakan auditor. Prosedur ini akan sangat efektif apabila auditor bisa menggunakan perangkat lunak audit yang umum, mengelompokkan pegawai berdasar kategori pegawai, dan kemudian menganalisis gaji atau upah rata-rata per kategori pegawai. Sebagai contoh, jika auditor melakukan pengujian ini atas sebuah tim baseball professional, maka 3

para pemain profesional itu harus dipisahkan dari personel kantor utama, yang selanjutnya dipisahkan dari karyawan yang menjual hot dog selama pertandingan berlangsung. Jika setiap kelompok karyawan digabungkan menjadi satu, maka prosedur analitis akan segera menjadi tidak efektif.

Contoh Prosedur Analitis yang Umum Digunakan untuk Mengaudit Siklus Jasa Personalia. Rasio Biaya gaji dan upah rata-rata berklasifikasi karyawan. Rumus Total biaya gaji dan upah untuk satu kelompok karyawan dibagi dengan jumlah karyawan dalam kelompok tersebut. Signifikansi Audit Pengujian atas kelayakan gaji dan upah kotor untuk sekelompok karyawan. Banyak perusahaan yang mempunyai lebih dari satu kelompok karyawan, dan penting untuk mengevaluasi kelayakan gaji dan upah berdasarkan kelompok karyawan. Pendapatan per karyawan Total pendapatan: jumlah karyawanpurnawaktu Rasio ini dapat menjadi ukuran produktivitas per karyawan. Rasio ini khususnya penting dalam industri jasa dan akan dibandingkan dengan statistik industri.

Total biaya gaji dan upah sebagai persentase dari pendapatan. Beban pajak gaji dan upah sebagai persentase dari gaji dan upah kotor.

Total beban gaji dan upah: total pendapatan

Pengujian atas kelayakan biaya gaji dan upah. Rasio ini seringkali dibandingkan dengan statistik industri.

Total beban pajak gaji dan upah: gaji dan upah kotor.

Pengujian kelayakan pajak gaji dan upah. Rasio ini seringkali bisa dibandingkan dengan tarif pajak standar.

Membandingkan beban gaji dan upah (gaji dan upah, komisi, bonus, tunjangan karyawan, dan sebagainya). Dengan saldo atau anggaran tahun sebelumnya Membandingkan kewajiban gaji dan upah tahun berjalan dengan kewajiban gaji dan upah tahun sebelumnya.

Beban gaji dan upah tahun berjalan: beban gaji dan upah tahun sebelumnya.

Pengujian kelayakan untuk beban gaji dan upah jika rasio ini cukup jauh berbeda dari 1,0.

Kewajiban pajak gaji dan upah tahun berjalan: kewajiban pajak gaji dan upah tahun lalu setelah disesuaikan dengan pertumbuhan volume gaji dan upah.

Pengujian kelayakan untuk kewajiban gaji dan upah jika rasio ini cukup jauh berbeda dari 1,0.

Menghitung rasio beban pajak gaji dan upah terhadap total beban gaji dan upah.

Beban pajak gaji dan upah: total beban gaji dan upah.

Pengujian kelayakan untuk beban pajak gaji dan upah berdasarkan rasio beban pajak gaji dan upah tahun sebelumnya terhadap total gaji dan upah.

Beban tunjangan karyawan sebagai presentase dari gaji dan upah kotor.

Total beban tunjangan: gaji dan upah kotor.

Pengujian kelayakan beban tunjangan. Rasio ini sering kali dibandingkan dengan statistik industri.

E. Mempertimbangkan Komponen Pengendalian Internal Seperti untuk kelompok transaksi utama lainnya, kelima komponen pengendalian internal dianggap relevan dengan siklus jasa personalia. Beberapa faktor lingkungan pengendalian mempunyai relevansi yang bersifat langsung. Keseluruhan tanggung jawab atas masalah personalia seringkali diserahkan kepada wakil direktur hubungan industrial atau tenaga kerja, atau kepada manajer SDM atau personalia. Departemen SDM biasanya bertanggung jawab 5

atas otorisasi pengangkatan personel dan mengotorisasi pembayaran gaji, upah, serta tunjangan. Dewan direktur biasanya menetapkan gaji pejabat dan bentuk-bentuk kompensasi pejabat lainnya. Departemen yang mungkin secara signifikan terlibat dalam pemrosesan transaksi gaji dan upah meliputi pencatatan waktu, penggajian, serta kantor bendahara. Kebijakan dan praktik personalia yang ditetapkan harus memastikan bahwa individu-individu yang terlibat dalam fungsi penggajian mengetahui undang-undang serta peraturan penggajian Negara bagian dan federal serta ketentuan yang berlaku dalam kontrak-kontrak kerja. Terakhir, lingkungan pengandalian yang baik akan menetapkan tingkat akuntabilitas yang tepat atas penggunaan sumber daya personalia entitas bersangkutan. Manajemen juga harus menilai resiko dan konsekuensi yang berkaitan dengan kesalahan atau kecurangan dalam pemroresan gaji dan upah. Hal ini dapat menyangkut masalahmasalah seperti pembayaran yang tidak semestinya atau berlebih, penanganan SPT pajak gaji dan upah yang tidak tepat, serta distribusi biaya tenaga kerja pabrikasi yang tidak tepat. Pemahaman atas komponen informasi dan komunikasi mengharuskan auditor untuk mengenal dengan baik metode-metode pengorganisasian data dan pemrosesan data yang berhubungan dengan transaksi penggajian. Jika manajemen menggunakan organisasi jasa dari luar perusahaan untuk memproses gaji dan upah, maka auditor harus memahami pembagian tanggungjawab dan pencatatan antara entitas dengan organisasi jasa dari luar itu. Walaupun beberapa fungsi seperti penyelenggaraan catatan personalia kerap kali dilakukan secara online, namun penyusunan daftar gaji dan upah biasa melibatkan pemrosesan batch atau (batch processing). Dokumen, catatan, file data, fungsi, serta pengendalian terkait yang umum ditemui akan dibahas berikut ini. Aktivitas pemantauan yang dapat diterapkan atas penggajian mencakup umpan balik dari karyawan mengenai masalah pembayaran, umpan balik dari badan pemerintah mengenai masalah pelaporan serta pembayaran pajak gaji dan upah, penilaian efektivitas pengendalian gaji dan upah oleh auditor internal, dan pengawasan kompensasi eksekutif oleh komite audit.

AKTIVITAS PENGENDALIAN TRANSAKSI PENGGAJIAN

Bagian ini akan mengidentifikasi dan menjelaskan beberapa dokumen dan catatan yang lazim digunakan dalam pemrosesan transaksi penggajian. Dokumen dan catatan umum yang digunakan adalah sbb: a. Otorisasi Personalia. Memo yang dikeluarkan oleh departemen personalia yang menunjukkan pengangkatan seorang karyawan dan setiap perubahan selanjutnya atas status karyawan itu untuk tujuan penggajian. b. Kartu Absen. Formulir yang digunakan oleh setiap karyawan untuk mencatat jumlah jam kerja yang dilakukan setiap harinya oleh karyawan setiap harinya selama satu periode pembayaran. Kartu ini digunakan dengan jam waktu yang mencatat waktu pada kartu tersebut. Kartu ini dimasa yang mendatang bisa digantikan dengan berbagai cara, misal sekarang memakai finger print c. Tiket Waktu. Formulir yang digunakan untuk mencatat waktu kerja seorang karyawan atas pekerjaan tertentu. Lama waktu kerja ini sering kali dicetak oleh mesin. d. Register Penggajian. Laporan yang menunjukkan nama, penghasilan kotor, potongan gaji dan upan, serta pembayaran bersih yang dibayarkan. Register ini menyediakan dasar untuk membayar karyawan serta mencatat gaji dan upah. e. Rekening Bank untuk penggajian imprest. Rekening yang menampung setoran sebesar total gaji dan upah bersih yang dilakukan dalam setiap satu periode pembayaran, dan dari rekening ini ditarik untuk membayar gaji karyawan. f. Cek gaji. Perintah penarikan kepada bank untuk membayar karyawan. Cek ini disertai memo yang dapat dilepas untuk menunjukkan penghasilan kotor dan po\tongan gaji dan upah. g. Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja. Laporan yang menunjukkan klasifikasi akun untuk penghasilan pabrik kotor selama setiap periode pembayaran. h. SPT pajak gaji dan upah. Formulir yang diserahkan oleh otoritas pajak untuk diserahkan bersama dengan pembayaran pajak yang dipotong dari gaji dan upah karyawan. i. File personalia karyawan. File yang memuat data mengenai karyawan dan memuat semua otorisasi personalia yang dikeluarkan karyawan, evaluasi kerja, serta tindakan disipliner, jika ada. 7

j.

File induk data personalia. File komputer yang berisi data terkini mengenai karyawan yang diperlukan untuk menghitung gaji dan upah sepertiklasifikasi pekerjaan, tarif upah, dan potongan.

k.

File induk penghasilan karyawan. File komputer yang berisi penghasilan kotor, potongan gaji dan upah, serta pembayaran bersih setiap karyawan selama setahun berjalan hingga tanggal pada hari itu menurut periode pembayaran. Bagan arus sistem transaksi penggajian Fungsi Jejak Audit Dokumentasi
Formulir Otorisasi Personalia

Laporan Utama

Program dan File Komputer

Memulai Transaksi Penggajian


Memasuka n data Personalia PROGRAM PERSONALIA
Laporan Perubahan File Induk File Induk Data Personalia

Mengendalikan perubahan pada file induk data personalia

Menerima Jasa

Kartu Waktu Elektronik

Review dan Persetujuan pengawasan

Register Penggajian

PROGRAM GAJI DAN UPAH dan PEMUTAKHIRAN FILE INDUK Menghitung gaji dan upah berdasarkan informasi mengenai waktu dari file induk, memutakhirkan file-file induk, dan buku besar umum, mencetak laporan dan cek gaji.

Mencatat Gaji dan Upah


Buku Besar Umum
Laporan Pengecualian

File Induk Data Personalia

File Induk penghasila n karyawan

Ikhtisar Distribusi biaya tenaga kerja File Induk buku besar umum

Membayar Gaji dan Upah


Cek Gaji

Dalam bagian arus tersebut, dapat dilihat dari bahwa tanggung jawab untuk melaksanakan serta mencatat gaji dan upah tersebar dibeberapa departemen. Pemisahan tugas ini sangat membentu mengurangi resiko terjadinya pembayaran kepada karyawan fiktif atau pembayaran yang berlebihan kepada karyawan aktual akibat penggembangan tarif atau jumlah jam kerja. 1. Memulai Transaksi Penggajian Mengangkat karyawan, semua pengangkatan karyawan dilakukan di departemen personalia dan harus didokumentasikan dalam formulir otorisasi personalia. Dalam bagan arus, setiap karyawan yang berada di bagian personalia diberi otoritas ke file induk data personalia dengan beberapa security seperti password yang harus dimasukkan , untuk dapat mengakses, menambah informasi mengenai pengangkatan karyawan yang baru. Semua perubahan secara periodik dicetak dan dan diperiksa oleh pihak independen (manajer personalia) yang tidak terlibat secara langsung dalam pemasukan data kedalam file induk. Satu lembar salinan formulir otorisasi personalia dimasukkan kedalam file personalia karyawan tersebut di dept. Personalia. Pengendalian terhadap pengangkatan karyawan baru pada file induk akan mengurangi resiko pembayaran gaji berlebih karena karyawan fiktip. Dengan demikian, pengendalian itu berkaitan dengan asersi keberadaan atau keterjadian serta hak dan kewajiban untuk transaksi penggajian.

Mengotorisasi perubahan gaji dan upah, permintaan untuk melakukan perubahan klasifikasi pekerjaan atau kenaikan tarif upah dapat dimulai oleh penyelia karyawan. Akan tetapi, semua perubahan ini harus di otorisasi secara tertulis oleh departemen personalia sebelum dimasukkan kedalam file induk data personalia. Pengendalianpengendalian lain terhadap pemasukkan perubahan dalam komputer dan

pendistribusian formulir perubahan itu sama seperti yang telah sebbelumnya tentang pengangkatan karyawan baru. Pengendalian terhadap perubahan gaji dan upah ini membantu memastikan keakuratan daftar gaji dan upah serta berhubungan dengan asersi penilaian dan alokasi dan juga hak dan kewajiban. Departemen Personalia juga harus mengeluarkan pemberitahuan tentang pemberhentian pada saat berakhirnya ikatan kerja seseorang. Pemutakhiran file induk data personalia dengan segera sangat penting untuk mencegah karyawan yang sudah berhenti masih tercatat dalam daftar 9

gaji dan upah. Gaji, pengendalian ini berkaitan dengan asersi eksistensi atau keberadaan atau keterjadian.

2.

Menerima Jasa Menyiapkan data kehadiran dan pencatatan waktu, Karyawan yang bekerja dihitung berdasarkan jam kerja akan membutuhkan tiket/kartu jam. Semua kartu jam kerja yang telah dilakukan oleh karyawan harus disetujui oleh seorang penyelia. Departemen pencatatan waktu akan merekonsiliasikan tiket ini ke tiket waktu yang disetujui dengan kartu jam. Setelah itu, akan diserahkan ke departemen penggajian untuk dijadikan dasar penggajian dan digunakan untuk menyiapkan daftar gaji dan upah.

3.

Mencatat gaji dan upah Menyiapkan daftar gaji dan upah, setelah menyiapkan daftar gaji dan upah, informasi dari kartu waktu elektronis ini akan diserahkan kepada penyelia untuk ditelaah dan disetujui secara elektonis. File ini akan diserahkan ke departemen penggajian untuk diproses. Program gaji dan upah memilah transaksi-transaksi penggajian menurut nomor karyawan dan data ini akan menjalani proses pengecekkan serta peyuntingan. Proses ini meliputi pengecekkan atas validitas nomor karyawan dan batas atau kelayakan jumlah jam kerja. Keluaran dari proses ini terdiri atas transaksi penggajian yang sah dan sebuah laporan tentang penyimpangan yang nantinya laporan tersebut akan dikirimkan ke departemen pengendalian data.

4.

Membayar gaji dan upah, pada saat pembayaran gaji kotor, potongan dan gaji bersih dihitung disetiap karyawan, program akan memutakhirkan file induk penghasilan karyawan dan mengakumulasikan ayat jurnal gaji dan upah yang dihasilkan serta dimasukkan kedalam file induk buku besar umum ketika proses ini telah selesai. Keluarannya akan dikirimkan ke departemen pegendalian data: a) sebuah laporan tentang penyimpangan dan pengendalian yang telah ditelaah oleh departemen pengendalian data sebelum membagikan keluaran tercetak lainnya.

10

b) Sebuah salinan register gaji dan upah yang dikembalikan bersama dengan kartu jam dan tiket waktu kepada departemen gaji dan upah untuk dibandingkan dengan data batch transmittal yang asli. c) Sebuah salinan register gaji dan upah yang kedua serta cek cek gaji yang bernomor yang dikirimkan ke kantor bendahara. d) Ikhtisar buku besar umum yang dikirim ke departemen akuntansi yang memperlihatkan ayat jurnal gaji dan upah yang dihasilkan oelh program penggajian.

MEMBAYAR GAJI DAN UPAH SERTA MELINDUNGI GAJI DAN UPAH YANG BELUM DI AMBIL Pengendalian yang dapat diterapkan meliputi : 1. Cek-cek itu harus ditandatangani dan dibagikan oleh personel kantor bendahara yang berwenang dan tidak terlibat dalam penyusunan daftar gaji dan upah. 2. Akses ke mesin ke penandatanganan cek dan pelat tanda tangan harus dibatasi pada orang-orang berwenang. 3. Cek-cek gaji harus didistribusikan kepada karyawan yang identifikasinya benar. 4. Cek-cek gaji yang belum dibagikan harus disimpan di brangkas atau tempat yang aman lainnya di kantor bendahara.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO GAJI DAN UPAH

Pengujian substantif atas saldo gaji dan upah biasanya dilaksanakan padaatau menjelang tanggal neraca.Saldo-saldo tersebut mencakup kewajibanakrual untuk gaji, upah, komisi, bonus, tunjangan karyawan, dan pajakgaji dan upah, serta akun-akun beban yang terkait. 1. MENENTUKAN RISIKO DETEKSI Pengujian susbtantif atas saldo-saldo gaji dan upah seringkali dibatasipada penerapan prosedur analitis atas akun-akun beban dan pos-posakrual yang terkait, serta pengujian rincian yang terbatas. Jika proseduranalitis tersebut mengungkapkan fluktuasi yang tidak diduga, maka akandiperlukan pengujian rincian yang lebih ekstensif. 2. MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF 11

Apabila tidak terungkap fluktuasi yang tidak diduga oleh prosedur ini, auditor sudah memperoleh bukti yang mendukung tujuan audit yang berkaitan dengan asersi ekstensi/keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, serta penilaian atau alokasi.Penjelasan tentang pengujian substantif yang spesifik atas saldo-saldo gaji dan upah dibatasi pada prosedur-prosedur berikut ini: Menghitung kembali jumlah-jumlah akrual Mengaudit tunjangan karyawan dan program pensiun Mengaudit opsi saham dan hak apresiasi saham Memverifikasi kompensasi pejabat

1) Menghitung Kembali kewajiban Gaji dan Upah Akrual Bagi banyak perusahaan perlu dibuat berbagai macam akun akrual padatanggal neraca sebesar jumlah yang terutang kepada pejabat dan karyawanuntuk gaji dan upah, komisi, bonus, uang cuti, dan sebagainya, sertasebesar jumlah yang terutang kepada badan-badan pemerintah untukpajak-pajak gaji dan upah.Walaupun perhatian utama auditor mengenaibeban gaji dan upah untuk tahun berjalan tertuju pada lebih saji, namununtuk akun-akun akrual akhir tahun perhatian utamanya adalah padarendah saji. Hal yang juga harus diperhatikan adalah konsistensi metodeuntuk menghitung akrual dan periode ke periode. Dalam memperoleh bukti mengenai kewajaran jumlah-jumlah akrualmanajemen, auditor harus mereview perhitungan manajemen ataumelakukan perhitungan

sendiri.jumlah-jumlah akrual untuk pajak gaji dan upah harus dibandingkan dengan jumlah yang diperlihatkan dalamlaporan pajak gaji dan upah. Selain itu, bukti tambahan juga dapatdiperoleh dengan memeriksa pembayaran sesudahnya atas jumlah akrualitu sebelum pekerjaan Iapangan berakhir.Bukti yang diperoleh dan pengujian ini terutama menyangkut tujuan yang berhubungan denganasersi penilaian atau alokasi.

2) Mengaudit Tunjangan Karyawan dan Program Pensiun Banyak perusahaan menawarkan tunjangan pensiun dan pascapensiun yang signifikan kepada para karyawan.Sejumlah perusahaan pabrikasitelah memiliki program pensiun dengan tunjangan pasti yangmenghadirkan masalah yang signifikan dalam hal 12

pengukuran beban pensiun, serta pengungkapan pensiun. Di sini risiko yang paling signifikanberhubungan dengan salah saji dalam asersi penilaian atau alokasi(menentukan beban pensiun), serta asersi penyajian dan pengungkapan (menulis catatan kaki tentang pensiun). Program pensiun dengantunjangan pasti biasanya terkena persyaratan yang dikeluarkan EmployeeRetirement Income Security Act (ERISA) tahun 1974, yang biasanyamensyaratkan audit terpisah atas program pensiun. Auditor yangmengaudit laporan keuangan biasanya dapat mengacu pada hasil auditERISA ketika mengaudit beban dan pengungkapan pensiun. Pada saatmenyelesaikan audit ERISA, auditor biasanya akan menggunakan pakardan luar untuk mengaudit asumsi-asumsi aktuarial yang penting yangdiperlukan untuk menentukan beban pensiun dan proyeksi kewajiban tunjangan. Auditor juga harus mengevaluasi kewajaran estimasi akuntansiutama, yaitu tingkat pengembalian yang digunakan untuk menentukanproyeksi kewajiban tunjangan, pada saat mengaudit beban pensiun.Hal ini biasanya melibatkan audit atas tingkat pengembalian jangka panjangperusahaan yang diperoleh oleh aktiva program (bukan hanya pengembalian jangka pendek yang terakhir), serta mengevaluasi

tingkatpengembalian jangka panjang yang dilaporkan oleh perusahaan lainnyadi dalam industri tersebut.

3) Mengaudit Opsi Saham dan Hak Apresiasi Saham Salah satu bentuk kompensasi karyawan yang umum bagi banyakperusahaan menyangkut penggunaan opsi saham. Auditor harusmenentukan (1) jenis program kompensasi insentif yang digunakan untukmemberikan kompensasi kepada karyawan dan pejabat, (2) bagaimanabeban ke kompensasi berbagai ditentukan, periode dan bagaimana serta beban (3)

kompensasidialokasikan

akuntansi,

kecukupanpengungkapan yang berkaitan dengan program kompensasi insentif. Pertama, auditor harus menentukan metode kompensasi insentif yangdigunakan oleh klien dan membaca kontrak-kontrak yang mendasariuntuk mengidentifikasi istilahistilah penting yang berhubungan denganprogram kompensasi insentif. Metode yang umum digunakan mencakuppenggunaan baik opsi saham insentif maupun, dalam beberapa kasus,hak apresiasi saham. Hak apresiasi saham seringkali digunakan untukmemberikan karyawan-karyawan kunci kas yang cukup untukmenggunakan opsi 13

saham dan menyimpan saham itu, bukan menjualsaham guna mendapatkan kas yang cukup untuk menggunakan opsi. sebagian besarperusahaan Dalam hal akuntansi untuk beban kompensasi, menyusun program opsi sahamnya untuk

memenuhipersyaratan APB No. 25, sehingga mereka dapat menggunakanpendekatan nilai intrinsik dan tidak melaporkan beban kompensasi yangberkaitan dengan penggunaan opsi saham.Namun, hak apresiasisahammengharuskan diakuinya beban kompensasi, tanpa memperhatikanapakah hak itu digunakan selama periode berjalan atau tidak.Auditorharus dengan cermat mengevaluasi ketepatan penerapan GAAP

dalamkonteks syarat-syarat kontrak yang berhubungan dengan opsi saham danhak apresiasi saham. Masalah paling signifikan menyangkut program kompensasi insentif berhubungan dengan pengungkapan yang memadai dalam laporankeuangan.FASB No. 123 mewajibkan perusahaan untuk mengungkapkanlaba bersih dan laba per saham pro forma seperti dalam menggunakanpendekatan nilai wajar.Akibatnya, auditor harus mengaudit modelpenilaian yang digunakan untuk menentukan riilai wajar opsi saham.Pada saat mengevaluasi kewajaran penyajian dalam laporan keuangan, auditor mengevaluasi asumsi-asumsi yang mencakup suku bunga bebasrisiko, perkiraan umur opsi, perkiraan volatilitas harga saham, danperkiraan dividen. Auditor juga harus mengevaluasi kewajaran penyajian pengungkapan termasuk deskripsi program secara umum, serta jumlah dan rata ratatertimbang harga penggunaan opsi yang masth beredar pada awal danakhir tahun, serta opsi yang diberikan, digutiakan, dibatalkan, ataukadaluwarsa selama tahun berjalan.

4) Memverifikasi kompensasi Pejabat Kompensasi pejabat sangat sensitif terhadap audit karena dua alasan: (1)pengungkapan kompensasi pejabat secara terpisah disyaratkan dalam laporan 10-K yang diserahkan perusahaan terbuka kepada SEC, dan (2) para pejabat mungkin bisa menghindari pengendalian dan menerima gaji, bonus, opsi saham, serta bentuk kompensasi lainnya yang melebihi jumlah yang diotorisasi.

14

JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS JASA PERSONALIA Akuntan publik dapat membantu perusahaan agar pusat pertanggungjawaban bertanggung jawab atas penggunaan sumber daya mereka dalam hal ini sumber daya gaji dan upah, yaitudengan : a. Menyarankan ukuran produktivitas karyawan yang tepat. b. Mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil klien untuk meningkatkan produktivitas.

15