Anda di halaman 1dari 7

Analisis Pengaruh Jumlah Uang yang Beredar Terhadap Kinerja Reksadana Saham di Indonesia Periode 2002-2012 Septian Puguh

Setiadi (Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Email: septianpuguh@gmail.com Pembimbing Tony S. Chendrawan, ST., SE., M.Si

Abstract
Mutual Funds is one of the alternative options to invest. Mutual fund is an investment that is relatively easy and safe for beginners. The amount of money circulating in the people to influence someone to invest. If the amount of money circulating in the people increases, it will cause rising prices of goods and services. When the price of goods and services increased, it will cause a decline in deposit rates. That's when people will prefer to invest with hope of getting higher profits. Keyword : Mutual Funds, The Amount of Money Circulating,1111084000038

I.Pendahuluan Menurut UU Pasar Modal Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi dalam Portofolio Efek. Reksa Dana merupakan salah satu pilihan alternatif untuk berinvestasi namun memiliki dana, waktu serta keahlian berinvestasi yang terbatas. Reksa Dana mulai diperkenalkan di Indonesia pertama kali oleh PT.Danareksa pada tahun 1976 dimana saat itu perusahaan ini

yaitu PT.BDNI yang menawarkan 600 juta sahamnya dengan harga Rp.500 per

saham. Sampai tahun 1996 perkembangan Reksa Dana di Indonesia sangat pesat, hal ini dikarenakan BAPEPAM mengeluarkan peraturan pelaksanaan tentang Reksa Dana berbentuk KIK. Peraturan itulah yang membuat peluang munculnya Reksa Dana berbentuk berkembang. perkembangannya KIK untuk Namun Reksa Dana tumbuh dan dalam tidak

berjalan mulus. Pada krisis tahun 1998 menyebabkan penurunan Reksa Dana mencapai 3 triliun rupiah. Kondisi yang tidak kondusif tersebut menyebabkan

menerbitkan sertifikat yang dikenal dengan nama Danareksa waktu I dan pada II. tahun Seiring 1995

berjalannya

banyak Manajer Investasi dan Reksa Dana ditutup. Pada tahun 2001 Reksa Dana

berdirilah sebuah Reksa Dana tertutup

mengalami perkembangan yang sangat pesat dan signifikan dikarenakan kondisi perekonomian Indonesia yang mulai stabil dan membaik. yang Reksadana tergolong merupakan aman bagi

volatilitas yang cukup tinggi, seperti investasi di instrumen saham. Stable Fund: reksa dana ini menggunakan yang jenis

portofolio mendapatkan

investasi

bertujuan keuntungan

investasi

pertumbuhan

pemula. Apabila jumlah uang yang beredar turun maka pemerintah akan menurunkan tingkat suku bunga. Hal ini dilakukan agar jumlah uang yang beredar kembali normal. Pada saat inilah investasi dapat dilakukan.

yang stabil. Jenis investasinya mempunyai sifat volatilitas yang agak kurang, seperti investasi di instrumen obligasi. Safety Fund: reksa dana ini lebih mengutamakan keamanan atas dana investasi dan tidak menyukai adanya volatilitas harga atau ketidakstabilan pendapatan dari instrumen

II.Kerangka Teoritis

investasinya. Manajer Investasi reksa dana jenis ini cenderung melakukan investasi di

2.1 Teori Reksadana Menurut Jacobs, Bruce, 1994,

instrumen pasar uang, seperti deposito. Menurut Understanding buku Mutual A Guide to

Reksadana merupakan kumpulan, saham, obligasi dan sekuritas jenis lain yang dibeli oleh sekelompok investor dan dikelola oleh perusahaan investasi profesional. Menurut Darmadhi dan Fakhrudin (2001) yang dimaksud reksa dana adalah sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal,

Funds

(1998)

adalah Mutual Funds is a company that invest in a diversified portofolio securities.

2.2 Teori Tentang Jumlah Uang yang Beredar Menurut Tandlilin,2001, Adanya peningkatan jumlah uang beredar akan mendorong bertambahnya sumber

mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Menurut Rahardja (2004)

pembiayaan bagi perusahaan sehingga perusahaan dapat melebarkan ekspansi usahanya lebih luas kinerja yang akhirnya

,Berdasarkan sifat investasinya, reksa dana terdiri dari tiga jenis yaitu: Growth Fund: reksa dana ini mempunyai portofolio investasi yang bertujuan mendapatkan pertumbuhan keuntungan yang tinggi. Jenis investasinya mempunyai sifat

meningkatkan

perusahaan.

Meningkatnya kinerja perusahaan akan merangsang para investor melirik saham perusahaan tersebut sehingga berdampak positif terhadap harga saham.

Menurut Teori Kuantitas David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya. Teori Kuantitas Irving Fisher.
X Jumlah Uang yang Beredar

Sadono

Sukirno

(1998:207) "uang beredar adalah semua jenis uang yang berada di perekonomian, yaitu adalah jumlah dari mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral dalam bank-bank umum.

2.3 Kerangka Pemikiran


Y Reksadana Saham Teori Darmadhi dan Fakhrudin

Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur

2.4 Hipotesis
Teori Kuantitas

kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang. Boediono (1998:3), jumlah uang beredar pada dasarnya memiliki dua pengertian, yaitu uang beredar dalam arti sempit (narrow money) dan uang beredar dalam arti luas (broad money).

H0 : = 0 tidak terdapat hubungan antara Jumlah Uang yang Beredar dengan Reksadana Saham H1 : Jumlah 0 terdapat hubungan antara Uang yang Beredar dengan

Reksadana Saham

variabel atau lebih. Variabel-variabel yang dikomputasi selanjutnya dikelompokkan III. Metodologi Sumber data dari penelitian ini adalah dari Bank Indonesia dan Badan Pengawasan Penanaman Modal , adapun objek penelitian yang diteliti adalah menjadi variabel dependen yang biasanya dinotasikan dengan huruf Y dan variabel independen yang biasanya dinotasikan dengan huruf X. Variabel dependen yang selanjutnya dinotasikan Y juga dikenal sebagai variabel tak bebas, tergantung, respon ataupun outcome, sedangkan

Jumlah Uang yang Beredar dan Reksadana Saham periode 2002-2012. Metodologi yang digunakan adalah Regresi Sederhana. Analisis Regresi

variabel independen yang dinotasikan sebagai X dikenal sebagai variabel bebas, tak tergantung atau prediktor.

adalah salah satu metode yang sangat popular dalam mencari hubungan antara 2

Model fungsi RD = f (JUB) Persamaan RD = 0 + 1 JUB + ; = 5%

No 1

Variabel Jumlah Uang yang Beredar ( x )

Def (Konsep) bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.

Skala Rasio

Reksadana Saham ( y )

sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas

Rasio

Berikut adalah data Jumlah Uang yang Beredar dan Reksadana. Data-data tersebut diperoleh dari Bank Indonesia, dengan sumber data Badan Pelaksana Pasar Modal dan Bank Indonesia.
Tahun 2002 2003 Jumlah Uang yang Beredar 191,939 223,799 Reksadana 1905697135 46789545086

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012

253,818 271,14 361,073 460,842 456,787 515,824 605,411 722,991 841,722

71992786819 20795838961 3824502919 53278235813 60837794453 69708202522 81464548528 98545955665 113263337849

Sumber : Bank Indonesia dan Bapepam

IV. Hasil dan Pembahasan Dari data yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pengawasan Penanaman Modal (BAPEPAM) dari tahun 2002-2012 mengenai Jumlah Uang yang Beredar terhadap Kinerja Reksadana Modal yang terjadi adalah sebagai berikut :
Descriptive Statistics

Dari tabel Variables Entered/Removedb, menunjukkan bahwa variabel yang dimasukkan adalah jumlah uang yang beredar, sedangkan yang dikeluarkan tidak ada.
Model Summary

Std. N Jumlah Uang yang Beredar Total Reksadana Valid N (listwise) 11 Mean Deviation Mode l 4.51E5 213783.710 3.631E10 1 R .812a R Square .659 Adjusted R Square .622 Std. Error of the Estimate 2.233E10

11 5.66E10 11

a. Predictors: (Constant), Jumlah Uang yang Beredar b. Dependent Variable: Total Reksadana

Berdasarkan tabel Descriptive Statics diatas, maka dapat diketahui bahwa rata-rata jumlah uang yang beredar sebesar 4.51E5 dengan standar devisiasi sebesar 213783.710. Sedangkan rata-rata Reksadana sebesar 5.66E10 dengan standar devisiasi sebesar 3.631E10.
Variables Entered/Removedb Variables Model 1 Entered Jumlah Uang yang Beredara a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Total Reksadana Variables Removed Method . Enter

Dari tabel Model Summary angka R square adalah 0.659 yaitu hasil kuadrat dari koefisien korelasi (0.812x0.812=0.659). R square sebesar 0,659 mempunyai arti bahwa pengaruh jumlah uang yang beredar terhadap kinerja reksadana sebesar 65,9%. Sisanya sebesar 34,1% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti di penelitian ini. Nilai standar error of Estimate adalah 2.233E10. Pada standar deviasi tingkat Reksadana 3.631E10, jauh lebih besar dari standar error. Maka model regresi bagus dalam bertindak sebagai predictor tingkat Reksadana.

ANOVAb Sum of Model 1 Regress ion Residua l Total Squares 8.692E21 df Mean Square F Sig.
a

Standar dized Unstandardized Coeffici Coefficients ents

1 8.692E21 17.427 .002

Std. Model B 5.656E Error 1.636E 10 Beta t Sig.

4.489E21

9 4.988E20

(Constant)

-.346 .738

1.318E22 10

a. Predictors: (Constant), Jumlah Uang yang Beredar b. Dependent Variable: Total Reksadana

Jumlah Uang 137907 33035. yang Beredar a. Dependent Variable: Total Reksadana .424 360

.812

4.17 5

.002

Berdasarkan tabel ANOVAb, dapat diketahui bahwa besar signifikan regresi sebesar 0.002. nilai F hitung sebesar 17.427. Maka berdasarkan nilai signifikan 0.002 berarti probabilitas 17.427 lebih besar dari 0.05 maha H1 diterima. Tidak ada koefisien yang tidak nol atau koefisien berarti. Maka model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi Tingkat Reksadana.
Coefficientsa

Berdasarkan tabel Coefficience, dapat diketahui bahwa besarnya nilai t test = 4.175 sedangkan besarnya signifikansi = 0.002 lebih keci dari 0.05, dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh variabel Jumlah Uang yang Beredar terhadap Kinerja Reksadana Saham. Dan dari tabel Coefficient di atas, kolom B pada Constant (a) adalah 5.656E9 sedangkan Jumlah Uang yang Beredar (b) adalah 137907.424 . Sehingga persamaan Regresinya adalah : Y = a+bx Y = -5.656E9 + 137907.424X

V. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan penelitian dan menurut teori yang telah dikemukakan maka dapat disimpulkan bahwa perubahan jumlah uang yang beredar diimbangi dengan perubahan tingkat Reksadana Saham. Hal ini diketahui dari hasil persamaan regresi yaitu: Y = -5.656E9 + 137907.424X. Artinya jika ada kenaikan variabel jumlah uang yang beredar sebesar 1 unit menyebabkan kenaikan variabel reksadana saham sebesar 137907.424 unit.

Dari data diatas dapat diketahui juga bahwa pengaruh Jumlah Uang yang Beredar terhadap Reksadana Saham di Indonesia hanya 65,9%. 34,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Mungkin saja dipengaruhi oleh tingkat suku bunga deposito. Dalam hal ini pemerintah harus mengatur jumlah uang yang beredar karena jika jumlah uang yang beredar dimasyarakat bertambah maka akan

menimbulkan kenaikan harga-harga atau inflasi.

Tandelilin, Eduardus, 2001. Analisis Investasi Manajemen Portfolio, Cetakan Pertama, Yogyakarta: BPFE http://exponensial.wordpress.com/analisisregresi/ Fakhruddin & Adianto, Sopian. Perangkat dan Model Analisis Investasi di Pasar Rahardja, Sapto. Panduan Investasi Reksa Dana; Cetakan Kedua. PT. Elex Media Komputindo. Jakarta. 2004.

VI. Referensi Boediono. 1998. Yogyakarta: BPFE.

Ekonomi

Moneter.

Sukirno Sadono, 1998. Pengantar Teori Makro Ekonomi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada