Anda di halaman 1dari 5

Unsur-Unsur Merangkai Bunga

Prinsip Dasar Merangkai Bunga bagian 2

6/20/1998
DPD IPBI Jawa Timur
Hastuti Budianto
Unsur-Unsur Merangkai Bunga

UNSUR-UNSUR DESAIN MERANGKAI BUNGA

Garis
Lima elemen atau unsur desain merangkai bunga (garis, bentuk, jarak/spasi, tekstur dan warna)
adalah unsur-unsur penafsiran (interpretive component) yang digunakan oleh desainer bunga untuk
menciptakan desain bunga khusus. Demi menciptakan efek yang terbesar, unsur-unsur ini harus
serasi dengan prinsip-prinsip desain. Garis menciptakan dasar pokok dari setiap desain. Garis
merupakan jalan visual (visual path) untuk diikuti oleh mata. Garis juga membentuk kerangka
susunan desain. Ada dua golongan garis, yaitu:
1. GARIS STATIS ditandai dengan kurangnya gerakan yang tidak seperti biasanya. Suatu garis
statis menetap dalam bentuk suatu desain untuk mengikuti panjang, lebar dan
kedalamannya.
2. GARIS DINAMIS adalah garis aktif dan garis yang ditandai dengan gerakan yang terus-
menerus/berkesinambungan. Dalam suatu format/bentuk persegi empat suatu garis dinamis
akan mempertunjukkan arah baru (misalnya, garis lengkung). Desain ini punya garis-garis
statis dan dinamis dalam komposisi yang sama. Bunga bakung, Tulip, & Iris menciptakan
garis-garis statis (tetap) yang mengikuti bentuk empat persegi panjang dari desain yang
menciptakan garis dinamis. Garis-garis dinamis memberi kekuatan/ energi pada bentuk-
bentuk sehari-hari menambah keasyikan dan semangat pada suatu desain.
Suatu garis statis seperti pada desain di atas, yang dilebih-lebihkan panjangnya, menjadi
dinamis. Garis komposisi ini melebihi ukuran normal desain mendatar/horizontal, dan karena itu
tergolong dinamis. Perasaan dari penampilan ini ditingkatkan dengan belokan diagonal sedikit dari
kayu bulu (fatherwood) yang menambah daya tarik visual komposisi itu.

Form/Bentuk
Bentuk adalah penampilan luar dari suatu area yang dibeda-bedanan oleh bahan-bahan dalam
suatu komposisi. Bentuk meliputi tiga dimensi yang berarti panjang, lebar dan dalam. Suatu desain
bentuk yang asli secara pasti mengikuti prinsip-prinsip geometris panjang, lebar dan kedalaman.
Ada bentuk-bentuk tertutup dan ada pula yang terbuka yang menjadi istilah-istilah deskriptif yang
berlaku untuk sifat-sifat fisik suatu desain.

Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 2


Unsur-Unsur Merangkai Bunga

• BENTUK TERTUTUP dalam desain bunga adalah suatu desain yang kokoh/solid, kompak
& tersusun. Desain-desain gaya Biedermeier adalah suatu contoh bentuk tertutup.
• BENTUK TERBUKA mempunyai bagian-bagian yang membentang & menyebar dengan
spasi antar bagian-bagian itu. Suatu desain system paralel adalah suatu contoh bentuk
terbuka.
Ada juga bentuk-bentuk desain klasik & interpretif (bersifat penafsiran). Istilah-istilah ini
berlaku untuk rasa keindahan/estetis desain itu atau kesannya pada orang yang melihat. Suatu
bentuk klasik menyatakan keserasian sederhana & tidak pernah digolongkan sebagai trendy atau
suatu mode. Bentuk itu tak kenal waktu dan akan dianggap modenya selama bertahun-tahun.
• BENTUK INTERPRETIF adalah hanya variasi bentuk atau suatu kombinasi bentuk-bentuk
yang dipilih menurut kebijaksanaan desainer. Suatu bagian bentuk-bentuk yang penuh bias
ditemukan dibagian lain edisi ini.
Suatu segitiga yang tepat adalah bentuk klasik karena dimensi karakteristik (sigat)nya mudah
dikenali. Bunga Gladioli oranye menciptakan sudut 90° dari bentuk klasik. Marigold & Zinnias
memperkuat sudut itu ketika bunga Bakung Oranye mengisi sisa bentuk itu. Semua bahan-bahan
tepat dalam penempatannya, membuatnya menjadi contoh bentuk yang tepat.
Buket/karangan bunga dari campuran bunga-bunga kebun ini adalah suatu bentuk interpretif
yang menyerupai kipas angin. Terutama, suatu bentuk desain jari-jari lingkaran/radial, komposisi ini
berisi garis-garis yang membuyarkan label bentuk klasik. Garis-garis pengembangan dari tanaman
Ivy memotong garis besar yang sempurna dari bentuk kipas angin itu. Juga, beberapa bahan
ditempatkan dalam garis-garis sejajar/paralel, membuyarkan aturan penempatan radial (seperti jari-
jari lingkaran) dari bentuk yang menyerupai kipas angin.

Spasi
Spasi/space adalah wilayah/area tiga dimensi di dalam & disekitar bahan-bahan desain
merangkai bunga. Tiga macam spasi digunakan dalam desain rangkaian bunga, yaitu : spasi positif,
spasi negatif & voids/kekosongan.
1. SPASI POSITIF adalah area dalam suatu komposisi yang diisi oleh bahan-bahan. Setangkai
bunga menempati sejumlah spasi positif tertentu. Demikian juga, suatu bentuk desain yang
kompak & mengumpul/menyatu & terisi secara padat menempati spasi positif.
2. SPASI NEGATIF adalah wilayah/area kosong antar bunga-bunga. Seperti dalam musik, ini
adalah spasi antar notasi yang membuatnya lebih penting. Spasi yang kosong antar garis
yang kuat dalam komposisi system paralel ini adalah spasi negative. Spasi itu menambah
tekanan yang penting terhadap bahan-bahan yang dipakai.

Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 3


Unsur-Unsur Merangkai Bunga

3. VOIDS adalah spasi-spasi penghubung. Sering dipakai dalam gaya desain kontemporer,
voids adalah garis-garis yang bersih dan jelas yang menghubungkan bahan-bahan dengan
bagian lain dari desain itu. Komposisi ini adalah contoh dari garis-garis penghubung yang
ditetapkan dengan jelas (VOIDS), dalam batang bunga Fuji Chrysanthemum. Batang itulah
yang menghubungkan kumpulan bunga tunggal dengan dasar desain yang lebih
besar/bergerombol. Voids memberi keleluasaan bagi desainer untuk menggunakan spasi
yang lebih dramatik dalam suatu desain.

Tekstur/Jaringan
Tekstur adalah susunan permukaan bahan-bahan yang tampak yang dipakai dalam suatu
komposisi. Setiap bahan punya sifat khusus yang membuatnya unik. Kumpulan daun-daun, bahan-
bahan kering & asesori-asesori lain yang dipakai dalam suatu desain khusus semuanya memberi
pengaruh pada daya tarik visual desain. Tekstur yang dibeda-bedakan menambah persepsi kualitas
yang lebih tinggi bagi suatu desain bunga. Tekstur dapat menjadi kasar atau bagus, lembut atau
kasar, cerah atau suram.
Tekstur permukaan kayu, lichen (sebangsa tumbuhan lumut), kelp (sejenis ganggang laut yang
coklat) dan lumut mosses yang dibeda-bedakan sangat berlawanan dengan permukaan halus
pecahan bejana kaca yang berasap yang dipakai dalam desain ini. Komposisi itu disusun pada suatu
piringan kaca bening yang menambah kontras tekstur. Setiap bahan ditingkatkan dengan kombinasi
tekstur bahan. Desain abstrak sering berpusat pada tekstur & menggunakan perbedaan visual pada
permukaan bahan-bahan untuk mendapat pengaruh yang ditambahkan.
Komposisi ini berisi bahan-bahan yang punya cakupan luas, dari bunga-bunga segar ke krom
(chrome)/sepuhan, menuju sifat ekstrim dengan menggunakan potongan hamparan jalan. Rasa high
tech menentukan tingkat penyajian/presentasi bunga Iris yang putih & cabang dari cemara
skotlandia (SCOTCH PINE). Dua bahan-bahan alami itu secara visual lebih penting karena kontras
dengan bahan-bahan lain.

Warna/Color
Pembahasan warna dalam artikel ini akan dibahas secara umum, tidak bersifat detail dan lebih
spesifik. Sebuah warna memegang peranan penting dalam setiap susunan. Warna dapat menciptakan
efek dramatis pada orang yang melihat. Semua warna adalah indah. Tetapi ketika warna-warna itu
dikombinasikan secara pantas, hasilnya spektakuler/mengagumkan. Warna memberi suatu
kepribadian desain dengan membuat suatu pernyataan. Beberapa warna susut dan santai dalam
penampilannya, serta warna yang lain cerah, ceria, maupun maju.

Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 4


Unsur-Unsur Merangkai Bunga

• HUE (warna-warni) : suatu nama warna dengan intensitas penuh. Suatu nama warna
bias sederhana seperti merah, atau suatu gabungan nama seperti biru-ungu.
• CHROMA : adalah tingkat intensitas/kesangatan atau kemurnian dari suatu hue. Istilah
chroma digunakan untuk menyatakan perbedaan antara suatu warna cerah & corak
teduh yang lebih kusam (tidak cerah) dari hue yang sama.
Nilai suatu warna tergantung dari jumlah warna putih, hitam, & abu-abu yang dicampur dengan
hue. Keteduhan suatu warna diciptakan dengan menambahkan warna hitam pada hue. Tone (tinggi
rendahnya nada) diciptakan dengan menambahkan abu-abu pada hue, & warna-warna lembut
diciptakan ketika putih dicampur dengan hue murni. Warna-warna pada roda warna 12 hue yang
digunakan pada pengajaran desain bunga dapat digolongkan dalam 3 golongan yang berbeda :
primer, sekunder, & menengah (intermediate).
• PRIMER (biru, merah, & kuning) ketika bercampur bersama dalam jumlah yang
bermacam-macam, menciptakan warna-warna yang lain.
• SEKUNDER : (oranye, hijau & ungu) diperoleh dengan mengkombinasikan warna-
warna yang berdekatan dalam jumlah yang sama/sebanding. Contohnya, oranye
sekunder diciptakan dengan mencampurkan kuning primer dengan merah dengan
perbandingan jumlah yang sama.
• INTERMEDIATE/TERSIER : diciptakan dengan mengkombinasikan suatu warna
primer dengan warna sekunder. Sebagai contoh, intermediate merah-oranye diciptakan
dengan mencampurkan merah primer & oranye sekunder.
Pendalaman mengenai warna dan seputarnya akan dibahas lebih lanjut dalam artikel kami
mengenai warna dalam merangkai bunga. Terima kasih atas perhatiannya.

Ikatan Perangkai Bunga Indonesia provinsi Jawa Timur Page 5