Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN DK 4 PEMICU 3 MODUL NEUROSAINS

OLEH : YOHANES RESTU WULANDARI M. ERWAN SYURYAJA REZA REDHA ANANDA DEDE ACHMAD BASOFI CINDY LIDIA RIZKI NOVITA PRADINI FAWAID AKBAR ANDYANI PRATIWI DWIKA HERMIA PUTRI HENDRI SAPUTRA FRIEDRICH KURNIAWAN M. SYF. RIZKA MAULIDA OCTA TIRANDA MUTHIAAH AZZAHRA I11111024 I11111062 I11111073 I11112005 I11112011 I11112006 I11112018 I11112029 I11112031 I11112039 I11112043 I11112051 I11112059 I11112077 I11112071

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Pemicu


Bapak Iwan, seorang laki-laki berusia 30 tahun, dengan riwayat ketergantungan obat terlarang dibawa ke IGD karena mengalami kecelakaan motor dan kehilangan kesadaran. Menurut saksi mata, Iwan tidak memakai helm saat kecelakaan dan kepalanya terbentur trotoar. Ketika sadar, iwan tidak dapat menggingat kehidupannya sebelum kecelakaan tersebut, dan ia juga memiliki kesulitan dalam mempelajari hal-hal baru. Dokter berharap gejala pak iwan akan membaik setelah beberapa waktu.

1.2 Klarifikasi Dan Definisi Masalah


1. Obat zat kimia yang dipakai untuk mengurangi dan menyembuhkan penyakit. 2. Kehilangan kesadaran Kondisi dimana seseorang tidak sadar akibat kurangnya oksigen dan aliran darah ke otak 3. IGD Layanan bagi pasien gawat darurat agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat. 4. Gejala Keadaan yang menjadi tanda-tanda timbulnya sesuatu. 5. Kecelakaan Suatu kejadian yang tidak terencana yang merupakan aksi suatu objek. Keyword 1. Pak iwan 30 tahun 2. Ketergantungan obat terlarang 3. Kehilangan kesadaran 4. Trauma kepala akibat terbentur trotoar 5. Sulit mempelajari hal-hal baru 6. Tidak dapat mengingat 1.3 Rumusan Masalah 2

Apa yang terjadi pada bapak iwan sehingga dia tidak dapat mengingat kehidupan sebelum kecelakaan dan kesulitan dalam mempelajari hal-hal baru.

1.4 Analisis Masalah Otak

Normal

Gangguan memori dan sistem pembelajaran

Fungsi otak
Contoh kasus: Bapak iwan, 30 th

memori

Pusat pembelajaran

Fungsi lain

SSP

Ketergantungan obat terlarang

Mengalami kecelakaan dan kehilangan kesadaran.

Kepala terbentur trotoar

Tidak dapat mengingat kehidupan sebelum kecelakaan

Kesulitan dalam mempelajari hal-hal baru

1.5 Hipotesis
Bapak Iwan mengalami benturan dikepala yang diperparah oleh ketergantungan obat terlarang sehingga terjadi gangguan pada pusat memori dan pembelajaran.

1.6 Pertanyaan Diskusi


1. Bagian otak mana yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan? 2. Bagaimana pengaruh obat terlarang terhadap daya ingat seseorang?

3. Bagian otak mana yang yang mengatur memori dan pusat pembelajaran? 4. Bagaimana ingatan dikode didalam otak? 5. Bagaimana proses pembelajaran dikode didalam otak? 6. Jelaskan secara umum bagian otak secara fungsional? 7. Apa saja jenis-jenis memori? 8. Bagaimana proses re-call memori? 9. Apa saja nutrisi yang berperan dalam pembelajaran dan pembentukan memori? 10. Trauma kepala a. Jenis-jenis? b. Neuro imaging 11. Apa saja neurotransmitter yang berperan dalam memori dan pembelajaran? 12. Apa saja gangguan memori dan pembelajaran? 13. Jelaskan bagaimana proses STM menjadi LTM? 14. Bagaimana tatalaksana pasien yang mengalami cedera kepala? 15. Kesadaran a. Definisi b. Jenis-jenis c. Tingkatan 16. Apa penyebab pak iwan mengalami kehilangan kesadaran?

BAB II PEMBAHASAN 1. Bagian otak mana yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan? Berdasarkan pemicu, bapak iwan mengalami gangguan pada ingatan eksplisit, yang disebut juga dengan ingatan deklaratif atau pengenalan, berkaitan dengan kesadaran, retensinya bergantung pada hipokampus dan bagian lain dari lobus temporalis medial otak 2. Bagaimana pengaruh obat terlarang terhadap daya ingat seseorang? Pengaruh obat terlarang terhadap daya ingat seseorang: (Carole Wade dan Carol Tavris, 2008) Senyawa yang dapat mengubah persepsi, suasana hati, pikiran, ingatan atau perilaku. Obat-obatan tersebut dapat digolongkan pada jenis stimulant, depresan, opiate, psychedelic tergantung dari pengaruh mereka terhadap SSP dan perilaku serta suasana hati. 1. Stimulan, mempercepat aktivitas dalam SSP. Contoh: nikotin, kafein, kokain, amfetamin. Dalam dosis sedang kelompok obat ini menghasilkan perasaan senang, percaya diri, dan kegembiraan atau eufisria. Dalam dosis besar, obat-obat ini membuat sesorang merasa cemas dan gugup. Dalam dosis yang sangat besar obat-onat ini dapat mnyebabkan kejang-kejang, gagal jantung, dan kematian. 2. Depresan, memperlambat aktivitas dalam SSP. Contoh: alcohol, obat penenang. Kelompok obat ini biasanya membuat seseorang merasa tenang atau mengantuk, meredakan kecemasan, rasa bersalah, tegang, dan rasa malu. Dalam jumlah besar obat ini dapat menghasilkan ketidakpekaan terhadap rasa sakit dan sensai lainnya. Seperti juga stimulant, dalam jumlah besar obat ini dapat menyebabkan tidak teraturnya detak jantung, kejang-kejang, bahkan kematian. 3. Opiate, meredakan rasa sakit. Contoh: opium, morfin, heroin. Memiliki efek yang sangat kuat terutama pada emosi seseorang. Dapat meghasilkan perasaan euphoria yang tiba-tiba dab juga menurunkan kecemasan dan motivasi walaupun efeknya beraneka ragam. 4. Obat-obat psychedelic, megganggu pikirang yang normal, seperti persepsi ruang dan waktu. Kelompok ini menghasilkan halusinasi, terutama yang sifatnya visual. 3. Bagian otak mana yang yang mengatur memori dan pusat pembelajaran?

Hal-hal yang berasal dari ingatan jangka pendek dapat diubah untuk disimpan menjadi ingatan jangka panjang oleh hipokampus . Hipokampus (terletak diantara lobus temporal otak) dan bagian media lobustemporal (bagian yang terletak paling dekat dengan garis tengah badan) jugaberperan dalam proses penggabungan ingatan (memory consolidation) . hipokampus dan daerah media temporal berperan dalam formal dan pembentukan memory, dan tidak sebagai tempat

penyimpanan permanen (menetap); sehingga pada kerusakan daerah ini ingatan yang lalu tetap utuh, sedangkan ingatan yang baru terjadi atau belum sempat tersimpan akan terganggu. Dalam proses pembelajaran, materi pertama yang akan masuk akan disimpan pada memori jangka pendek. Pada saat di memori jangka panjang ini ada 2 kemungkinan yang akan terjadi materi yang didapat akan dilupakan atau akan dikirim kememori jangka panjang. Jika akan disimpan kememori jangka panjang maka pelajaran tersebut harus terus diulang sehingga akan lebih lama bertahan di memori jangka panjang. Proses tranformasi data dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang disebut konsolidasi. Memori (ingatan) dapat mencakup kemampuan learning (mencamkan,

memasukkan), retention (menyimpan), dam remembering (mengingat kembali) obyek yang diterima. a. Fungsi Learning Learning (mencamkan, memasukkan) adalah lekatnya kesan terhadap suatu obyek sedemikian rupa sehingga tersimpan dan dapat direproduksi (dikeluarkan kembali). Hal ini adakalanya terjadi dengan disengaja seperti seseorang yang dengan sengaja

memasukkan berbagai pengetahuan ke dalam memorinya dengan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, dan adakalanya pula terjadi secara tidak disengaja seperti yang terjadi pada anak-anak yang mempelajari berbagai hal melalui pengalaman-pengalaman yang dialami sehari-hari.11 Dalam learning (mencamkan, memasukkan), terdapat perbedaan antara satu individu dengan individu yang lainnya. Ada individu yang memiliki kemampuan yang cepat ada pula yang lambat. Lamanya waktu yang

dibutuhkan seseorang untuk proses mencamkan ini juga beragam. Ada individu yang hanya memerlukan waktu yang sebentar untuk proses learning, ada pula individu yang memerlukan waktu yang lama untuk proses learning ini. Cepat lambatnya fungsi learning terjadi juga

dipengaruhi oleh obyek yang akan dimasukkan ke dalam memori. Suatu yang mengandung arti akan lebih mudah dipelajari dari pada sesuatu yang tidak mengandung arti. Sebagai contoh abujyna ubri akan lebih sulit dipelajari daripada bajunya biru, walaupun huruf-huruf yang tersusun adalah huruf-huruf yang sama. Kalimat atau kata yang dimengerti juga akan lebih mudah dipelajari daripada kata yang tidak dimengerti. Untuk orang Indonesia, kalimat bajunya biru akan lebih mudah dipelajari daripada orang Inggris yang memiliki bahasa yang berbeda dengan orang Indonesia. Pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya juga akan mempengaruhi proses learning (mencamkan, memasukkan) ini. Konsep-konsep psikologi akan lebih mudah dipelajari oleh mahasiswa fakultas psikologi, sementara konsep-konsep pendidikan akan lebih mudah dipelajari oleh mahasiswa fakultas pendidikan. Begitu pula halnya dengan pengetahuan mengenai kedokteran dan sains akan lebih mudah dipelajari oleh orang yang berkecimpung di bidang tersebut. Selain itu, kemampuan individual juga mempengaruhi proses learning ini. Individu dengan IQ di atas rata-rata akan memerlukan waktu yang lebih sedikit dalam proses learning (mencamkan, memasukkan) dari pada individu yang memiliki IQ rata-rata. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa individu memiliki kemampuan yang berbeda dalam learning (mencamkan, memasukkan) sesuai dengan pengalaman dan faktor individual serta obyek yang dipelajari. b. Fungsi Menyimpan (Retention) Apa yang dipelajari seorang individu kemudian disimpan (retention). Retensi berkaitan erat dengan gejala jiwa lupa. Tidak semua obyek yang dicamkan (dipelajari) dapat diingat dengan baik. Aspek-aspek yang tidak dapat diingat kembali disebut lupa. Rentang waktu (interval, jarak) dengan proses mencamkan (belajar) akan

mempengaruhi memori (ingatan) seseorang. Hal ini dapat dilihat dari dua sisi, yaitu (1) lama interval menunjukkan lamanya rentang waktu antara pemasukan bahan dengan masa ditimbulkannya kembali bahan tersebut. Makin panjang jarak (interval) antara keduanya maka makin lemah retensinya; (2) isi interval aktivitas-aktivitas yang terdapat (dilakukan) selama interval waktu akan mempengaruhi memori traces (jejakjejak memori) sehingga dapat menyebabkan orang tersebut lupa. Sehubungan dengan ini, ada dua teori tentang kelupaan yang bersumber dari interval ini, yaitu (1) teori atropi. Teori ini menitikberatkan pada lama interval. Menurut teori ini, kelupaan terjadi karena jejak-jejak ingatan (trace of memory) telah lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran; (2) teori interferensi. Teori ini menitikberatkan pada isi interval. Menurut teori ini, kelupaan terjadi karena jejak-jejak memori saling bercampur aduk dan mengganggu satu sama lain. b. Fungsi Menimbulkan Kembali (remembering) Fungsi remembering adalah kemampuan untuk menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Dalam menimbulkan kembali dibedakan antara mengingat kembali (to recall) dan mengenal kembali (to recognize). Pada to recall, orang dapat menimbulkan apa yang diingat tanpa adanya obyek sebagai stimulus untuk dapat mengingat kembali. Jadi, dalam hal ini orang tidak membutuhkan adanya obyek. Pada mengenal kembali (to recognize) orang dapat menimbulkan kembali apa yang diingat atau yang telah dipelajari dengan adanya obyek itu. Jadi, karena obyeknya ada orang dapat mengenal kembali obyek tersebut. Dalam evaluasi pembelajaran, to recall dapat dilakukan dengan mengadakan tes essay, sementara to recognize dapat dilakukan dengan menggunakan tes obyektif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memori bersifat terbatas, kadang-kadang tidak dapat tepat seperti apa adanya dan tidak lengkap.

Hal ini disebabkan oleh beberapa aspek, yaitu (1) cara memasukkan kurang tepat, (2) adanya kecerobohan pada waktu mempersepsi sehingga apa yang dilihat tidak sama dengan obyek sebenarnya, (3) retensi yang kurang baik, dan (4) dapat juga karena adanya gangguan dalam mengeluarkan kembali seperti amnesia, dan degenerative. Kondisi fisik ketika melakukan learning (mencamkan) akan berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh. Begitu pula halnya kondisi kejiwaan seseorang akan mempengaruhi memori orang tersebut. Disinyalir kondisi yang rileks dan menyenangkan tanpa tekanan, akan lebih mendukung memori dari pada orang yang berada dalam kondisi kejiwaan yang tertekan. - Talamus : berfungsi sebagai stasuin pemancar dan pusat integrasi sinaps untuk pemrosesan awal semua input sensorik dalam perjalanannya ke korteks. Bagian ini menyaring bagian sinyal tidak signifikan dan meneruskan impuls sensorik penting ke daerah korteks somatosensorik yang sesuai serta ke bagian lain otak. Talamus penting dalam kemampuannya mengarahkan perhatian ke rangsangan yang menarik. Talamus berperan penting dalam kontrol motorik dengan memperkuat perilaku motorik volunteer yang dimulai di korteks. - Hipotalamus : Kumpulan nukleus-nukleus spesifik dan serat-serat terkait yang terletak dibawah talamus dan memiliki fungsi untuk mengontrol suhu tubuh, mengontrol rasa haus dan pengeluaran urin, mengontrol asupan makanan, mengatur sekresi hormon hipofisis anterior, menghasilkan hormon-hormon hipofisis posterior, mengontrol kontraksi uterus dan ejeksi air susu, berperan dala, pola emosi dan perilaku. Hipotalamus adalah bagian otak yang paling terlibat dalam pengaturan langsung lingkungan internal. Sebagai contoh adalah proses homeostasis didalam tubuh. Ingatan jangka panjang disimpan di berbagai bagian neokorteks. Tiap bagian ingatan terletak di tiap-tiap area korteks yang berperan dalam fungsi-fungsi ini, contoh :

Melihat kata-kata mengaktifkan korteks pengluahatn primer dan

mengaktifkan sebagian dari korteks asosiasi penglihatan.

Mendengarkan kata-kata mengaktifkan suatu area di taut korteks temporalis dan parietalis. - Mengucapkan kata-kata mengaktifkan area broca dan lobus frontalis di sekitarnya. - Memikirkan kata-kata mengaktifkan area yang luas, termasuk sebagian besar lobus frontalis 4. Bagaimana ingatan dikode didalam otak? Pengodean ingatan eksplisit melibatkan ingatan kerja di lobus frontalis dan pengolahan khusus di hipokampus. Area ingatan kerja dihubungkan dengan hipokampus dan bagian parahipokampus korteks temporalis media di sekitarnya. Informasi dari indra secara temporer disimpan di berbagai area korteks prafrontalis sebagai ingatan kerja. Informasi ini juga disalurkan ke lobus temporalis medial, dan secara spesifik ke girus parahipokampus. Dari sini informasi tersebut masuk ke hipokampus dan diolah dengan suatu cara yang belum sepenuhnya dipahami. Keluaran dari hipokampus keluar melalui subikulum dan korteks entorinal dan bergabung serta memperkuat sirkuit di berbagai area neokorteks, membentuk ingatan jangka panjang stabil yang dapat diaktifkan oleh bergagai isyarat. Ingatan atau memori adalah penyimpanan pengetahuan yang didapat untuk dapat diingat kembali kemudian. Perubahan-perubahan saraf yang berperan dalam retensi atau penyimpanan pengetahuan dikenal sebagai jejak ingatan. Secara umum, yang disimpan adalah konsep, bukan informasi verbatim (kata demi kata).

5. Bagaimana proses pembelajaran dikode didalam otak? Dalam proses pembelajaran, materi pertama yang akan masuk akan disimpan pada memori jangka pendek. Pada saat di memori jangka panjang ini ada 2 kemungkinan yang akan terjadi materi yang didapat akan dilupakan atau akan dikirim kememori jangka panjang. Jika akan disimpan kememori jangka panjang maka pelajaran tersebut harus terus diulang sehingga akan lebih lama bertahan di memori jangka panjang. Proses tranformasi data dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang disebut konsolidasi. Memori (ingatan) dapat mencakup kemampuan learning (mencamkan,

10

memasukkan), retention (menyimpan), dam remembering (mengingat kembali) obyek yang diterima. 6. Jelaskan secara umum bagian otak secara fungsional? Korteks serebri: persepsi sensorik, control gerakan sadar, bahasa, sifat kepribadian, proses mental canggih (funsi luhur misalnya, berpikir, mengingat, mengambil keputusan, kreativitas, dan kesadaran diri. Nucleus basal: inhibisi tonus otot, koordinasi gerakan lambat menetap, menekan pola gerakan yang tidak bermanfaat. Thalamus: stasiun pemancar untuk semua masukan sinaps, kesadaran kasar akan sensasi, berperan dalam kesadaran, berperan dalam control motorik. Hipotalamus: regulasi banyak fungsi homeostatis misalnya control suhu, pengeluaran urin, dan asupan makanan, penghubung penting antara sistem saraf dan endokrin, banyak terlibat dalam emosi dan pola perilaku dasar. Serebelum: memperthankan keseimbangan, meningkatkan tonus otot, mengordinasikan dan merencanakan aktivitas otot sadar terampil. Batang otak (otak tengah, pons, medulla oblongata): asal dari sebagian besar saraf kranials perifer, pusat control kardiovaskuler, respirasi, dan perencanaan, regulasi reflex otot yang berperan dalam keseimbangan dan postur, penerimaan dan integrasi semua input sinaps dari medulla spinalis, pengaktifan korteks serebri dan keadaan terjaga, berperan dalam siklus tidur bangun. Sistem saraf adalah pusat kontrol regulasi tubuh dan berperan penting dalam fungsi luhur serta kognitif. Fungsi tersebut terutama diperankan oleh cortex cerebri yang mengandung komponen-komponen dari sistem fungsional gerak, rasa, alat indera, komprehensi, kognisi, dan komunikasi. Kognisi bahasa, dan bicara berada pada area broadman 4 (centrum broccha) dan area Wernicke yang dihubungkan melalui fasiculus arcuatus. Neuron adalah sel yang dikhususkan untuk menerima

11

dan mengirim sinyal kepada sel-sel lain melalui perluasan dan koneksinya (deGroot, 1997). Emosi, Perilaku & Kognisi yang dipengaruhi oleh sirkuit thalamokortikal 1. Hemisfer kiri : verbal memory, speech/artikulasi, menulis, hearingspeech, berbahasa komprehensif, kemampuan matematis. 2. Hemisfer kanan : ketajaman perasaan, ketajaman memori,

mendengar berbagai suara dari lingkungan, kemampuan musikal, mengenali bentuk wajah & tubuh. Peran sentral sistem limbik meliputi memori, pembelajaran, motivasi, emosi, fungsi neuroendokrin, dan aktivitas otonom. Struktur otak berikut ini bagian dari sistem limbik : 1. Amigdala, terlibat dalam pengaturan emosi, dimana pada hemisfer kanan predominan untuk belajar emosi dalam keadaan tidak sadar, dan pada hemisfer kiri predominan untuk belajar emosi pada saat sadar. 2. Hipokampus, terlibat dalam pembentukan memori jangka panjang, pemeliharaan fungsi kognitif yaitu pembelajaran. 3. Girus parahipokampus, berperan dalam pembentukan memori spasial. 4. Girus cinguli, mengatur fungsi otonom seperti denyut jantung, tekanan darah dan kognitif yaitu atensi. Korteks cinguli anterior (ACC) merupakan struktur limbik terluas, berfungsi pada afektif, kognitif, otonom, perilaku dan motorik. 5. Forniks, membawa sinyal dari hipokampus ke mammillary bodies dan septal nuclei. Forniks berperan dalam memori dan pembelajaran. 6. Hipotalamus, : Kumpulan nukleus-nukleus spesifik dan serat-serat terkait yang terletak dibawah talamus dan memiliki fungsi untuk mengontrol suhu tubuh, mengontrol rasa haus dan pengeluaran urin, mengontrol asupan makanan, mengatur sekresi hormon hipofisis anterior, menghasilkan hormon-hormon hipofisis posterior,

mengontrol kontraksi uterus dan ejeksi air susu, berperan dala, pola

12

emosi dan perilaku. Hipotalamus adalah bagian otak yang paling terlibat dalam pengaturan langsung lingkungan internal. Sebagai contoh adalah proses homeostasis didalam tubuh. berfungsi mengatur sistem saraf otonom melalui produksi dan pelepasan hormon, tekanan darah, denyut jantung, lapar, haus, libido dan siklus tidur/ bangun, perubahan memori baru menjadi memori jangka panjang. 7. Talamus ialah kumpulan badan sel saraf di dalam diensefalon membentuk dinding lateral ventrikel tiga. Fungsi talamus sebagai sebagai pusat hantaran rangsang indra dari perifer ke korteks serebri. Dengan kata lain, talamus merupakan pusat pengaturan fungsi kognitif di otak/ sebagai stasiun relay ke korteks serebri. Talamus : berfungsi sebagai stasuin pemancar dan pusat integrasi sinaps untuk pemrosesan awal semua input sensorik dalam perjalanannya ke korteks. Bagian ini menyaring bagian sinyal tidak signifikan dan meneruskan impuls sensorik penting ke daerah korteks

somatosensorik yang sesuai serta ke bagian lain otak. Talamus penting dalam kemampuannya mengarahkan perhatian ke rangsangan yang menarik. Talamus berperan penting dalam kontrol motorik dengan memperkuat perilaku motorik volunteer yang dimulai di korteks. 8. Mammilary bodies, berperan dalam pembentukan memori dan pembelajaran. 9. Girus dentatus, berperan dalam memori baru dan mengatur kebahagiaan. 10. Korteks entorhinal, penting dalam memori dan merupakan komponen asosiasi. 7. Apa saja jenis-jenis memori? Memori sensori mencatat informasi atau stimulus yang masuk melalui salah satu atau kombinasi dari panca indera yaitu secara visual melalui mata, pendengaran melalui telinga, bau melalui hidung, rasa melalui lidah, dan rabaan melalui kulit. Pengertian memori jangka pendek adalah salah satu proses penyimpanan informasi yang bersifat sementara. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek berisi informasi yang terpilih dari

13

memori sensori. Davidoff (dalam Ismoyo,2006) menjelaskan bahwa memori jangka panjang (long term memory) diartikan sebagai tempat penyimpanan informasi yang bersifat permanen dibandingkan memori jangka pendek. Memori jangka panjang disebut juga sebagai gudang atau tempat penyimpanan informasi yang kapasitasnya tidak terbatas. Memori jangka panjang memungkinkan manusia mengingat kembali informasi masa lalu dan menggunakan informasi yang ada untuk mengerti apa yang terjadi sekarang. Misalnya, nama individu sendiri, rasa jagung rebus, lagu semasa kanakkanak, dan abjad a-z merupakan bahan yang tersimpan dalam penyimpanan memori jangka panjang. Yang diingat oleh LTM adalah pola semantik yang mengarah ke makna informasi, daripada bunyinya.Sebagai contoh, seorang pelajar yang telah membuka buku, ia akan lebih hapal makna dari isi buku itu dibandingkan dengan bunyi atau penampilan teksnya. Saat manusia menerima informasi, Memori Jangka Pendek atau Short Term Memory (STM) akan segera memprosesnya. Ada 3 bagian STM, yakni:
a.

Sebuah Putaran Artikulasi, yang akan menyimpan bunyi dan kata-kata selama dua detik. Sebagai contoh, apabila kita mendapatkan nomer telpon baru, maka nomor-nomor tersebut di simpan di area ini.

b. c.

Visuospatial Sketchpad, yang akan menyimpan informasi selama lima detik. Pelaksana pusat yang mengkoordinasikan aktivitas total STM. Penyimpanan jangka panjang dan jangka pendek tidak berjalan terpisah. Namun demikian, hingga sekarang para ahli masih belum mendapatkan penjelasan ilmiah bagaimana hal itu bisa terjadi. Walau begitu, Repetisi (pengulangan) dianggap sebagai pasak yang bisa menancapkan informasi dari STM ke LTM. 8. Bagaimana proses re-call memori? Proses merecall memory atau mengingat kembali sebuah informasi terkait erat dengan jenis memory atau ingatan yang akan dimunculkan kembali.Sebelum seseorang mengingat suatu informasi atau sebuah kejadian dimasa lalu, ternyata ada beberapa tahapan yang harus dilalui ingatan

14

tersebut untuk bisa muncul kembali. Atkinson (1983) berpendapat bahwa, para ahli psikologi membagi tiga tahapan ingatan, yaitu: 1. Memasukan pesan dalam ingatan (encoding). 2. Penyimpanan ingatan (storage). 3. Mengingat kembali(retrieval). Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan kembali bila dibutuhkan. Tiga proses mengingat, yaitu : Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk. Contohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang bersangkutan. Recognition, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan. Redintegrative, yaitu proses mengingat dan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukuo kompleks.

9. Apa saja nutrisi yang berperan dalam pembelajaran dan pembentukan memori? Neuron sebagai satuan terkecil dan juga unit fungsional merupakan struktur yang menjalankan fungsi tersebut secara biologis berdasarkan prinsip elektrokimiawi dan regulasi neurokimiawi melalui neurotransmitter sehingga berperan dalam adaptasi dengan lingkungan eksternal, percepatan proses belajar, penyimpanan memori dan informasi, serta pengaturan kesadaran. Otak memiliki 100 milyar neuron. Neuron terdiri atas badan sel, dendrit, dan akson (Wardlaw, 2009). Otak dan sistem saraf pusat memiliki aspek nutrisi tersendiri karena struktur anatomis mikroselulernya berbeda dengan jaringan yang lain. Secara biokimia, 60% dari struktur otak tersusun atas lemak, dan 25% dari lemak tersebut adalah decosahexaenoic acid (DHA) suatu asam lemak omega-3 pembentuk struktur neuron. Asam lemak tersebut terbukti terlibat dalam hampir semua proses fungsional otak, kesehatan mental, serta biopatogenesis kelainan psikiatri tertentu pada defisiensinya. Asam lemak berikutnya adalah golongan -Linolenic Acid (ALA), banyak pada kedelai,

15

sebagai

prekursor

DHA,

juga

berperan

sebagai

anti

inflamasi,

kardioprotektif, dan anti proses degeneratif. DHA penting dalam otak, sehingga dikenal istilah brains building block, pada defisiensi jangka lama dapat terjadi atrofi neuron di cortex parietal pusat berpikir logis, hippocampus pusat memori terutama daya ingat jangka panjang dan pembelajaran (deGroot, 1997), hypothalamus pusat hormon. DHA optimal penting untuk neuroprotektif karena bersifat antiinflamasi, dan pembentukan neurotransmitter. Penelitian tentang kejang membuktikan bahwa

neuroproteksi dengan fish oil yang banyak mengandung DHA mampu menurunkan dosis penggunaan obat anti kejang sebab DHA mampu mengurangi hiperaktivitas dari eksitasi neuron. Asam lemak omega-3 juga berguna sebagai antioxidant, ini terjadi pada saat kondisi otak kekurangan glukosa, omega-3 dapat membantu mencegah dan memperlambat terjadinya proses oksidasi sehingga radikal bebas tidak terbentuk dan jaringan otak tetap terlindungi (Woolsey, 2008). Pada saat rangsang diterima oleh reseptor saraf sensoris, maka berjalanlah serangkaian proses modulasi dan transduction pathway intrasel yang mengantarkan rangsang ke sistem saraf pusat. Neuron berhubungan dengan neuron lainnya pada suatu gap yang dikenal dengan istilah synaps. Rangsang kemudian diteruskan ke neuron berikutnya melalui celah synaps dengan pengeluaran neurotransmitter. Neurotransmitter ini merupakan struktur kimia penghubung antara jaringan saraf dengan saraf atau efektor otot. Kemampuan fungsi memori pada manusia ditentukan oleh dua masa penting yaitu masa kehamilan ketika proses neurogenesis serta pada masa anak usia 0-2 tahun. Sejak lahir hingga usia dua tahun adalah saatnya neuron (sel saraf) di korteks otak bermultiplikasi dan membentuk sinaps (hubungan antara sel saraf) yang sangat banyak sehingga pada masa ini sel-sel otak akan mencapai perkembangan maksimum yaitu sekitar 80%. Sedangkan pada usia 3-5 tahun perkembangannya hanya sekitar 20% (Nadhiroh, 2008). Banyak hal yang berpengaruh terhadap fungsi memori, salah satunya adalah nutrisi. Nutrisi merupakan determinan utama dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak sejak dalam kandungan sampai masa tumbuhkembang anak (Herawati, 2000). Prof. Dr. Darwin Karyadi, Guru besar Ilmu

16

Gizi IPB, menyatakan bahwa asupan nutrisi yang kurang pada masa balita akan mengakibatkan turunnya tingkat intelektual antara 10-15 poin. Hal ini mengakibatkan balita akan mengalami ketidakmampuan dalam mengadopsi ilmu pengetahuan (Anonymous, 2009). Bahkan kondisi ini akan sulit untuk dapat pulih kembali (Nency, 2009). Jadi, asupan nutrisi yang mempengaruhi otak untuk berkembang optimum sangat penting pada masa balita. Saat ini nutrisi yang cukup dikenal berpengaruh terhadap perkembangan otak balita dalam meningkatkan kecerdasan dan fungsi memori adalah omega 3 dan omega 6, biasanya terdapat dalam susu formula. Namun, susu formula masih tergolong mahal bagi sebagian masyarakat Indonesia, sehingga daya beli masyarakat masih rendah (Lita, 2007). Selain kedua bahan tersebut, ada bahan dari alam yang diyakini bisa mempengaruhi kerja otak yaitu tanaman pegagan (Centella asiatica) (Januwati, 2005). Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rao (2005), pegagan dapat mempengaruhi kerja otak karena kandungan asiatic acid dan asiaticoside yang mempunyai efek neuroprotektif. Selain itu, selama ini sudah banyak penelitian tentang pegagan difokuskan pada efek neuroprotektifnya terhadap sel otak yang mengalami kerusakan atau mengalami proses degeneratif (kondisi patologis) (Kumar, 2009). 10. Trauma kepala Menurut Brain Injury Association of America (2009), cedera kepala adalah suatu kerusakan pada kepala, bukan bersifat kongenital ataupun degeneratif, tetapi disebabkan oleh serangan atau benturan fisik dari luar, yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran yang mana menimbulkan kerusakan kemampuan kognitif dan fungsi fisik. a. Jenis-jenis Macam-macam cedera kepala : Menurut, Brunner dan Suddarth (2001), cedera kepala ada 2 macam, yaitu : a. Cedera kepala terbuka

17

Luka kepala terluka akibat cedera kepala dengan pecahnya tengkorak atau luka penetrasi, besarnya cedera kepala pada tipe ini ditentukan oleh massa dan bentuk dari benturan, kerusakan otak juga dapat terjadi jika tulang tengkorak menusuk dan masuk ke dalam jaringan otak dan melukai duramater saraf otak. Jaringan sel otak akibat benda tajam/ tembakan, cedera kepala terbuka memungkinkan kuman pathogen memiliki abses langsung ke otak. b. Cedera kepala tertutup Benturan kranial pada jaringan otak di dalam tengkorak ialah goncangan yang mendadak. Dampaknya mirip dengan sesuatu yang bergerak cepat, kemudian serentak berhenti dan bila ada cairan akan tumpah. Cedera kepala tertutup meliputi : kombusio gagar otak, kontusio memar, dan laserasi. Rosjidi (2007), trauma kepala diklasifikasikan menjadi derajat berdasarkan nilai dari Glasgow Coma Scale (GCS) nya, yaitu : a. Ringan 1) GCS = 13-15. 2) Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia, tetapi kurang dari 30 menit. 3) Tidak ada kontusio tengkorak, tidak ada fraktur cerebral, hematoma. b. Sedang 1) GCS = 9-12. 2) Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit tetapi kurang dari 24 jam. 3) Dapat mengalami fraktur tengkorak. c. Berat 1) GCS = 3-8. 2) Kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 24 jam. 3) Juga meliputi kontusio serebral, laserasi, atau hematoma intrakranial. Gejala-gejala yang ditimbulkan tergantung pada besarnya dan distribusi cedera otak. 1. Cedera kepala ringan (Sylvia A., 2005)

18

a. Kebingungan saat kejadian dan kebingungan terus menetap setelah cedera. b. Pusing menetap dan sakit kepala, gangguan tidur, perasaan cemas. c. Kesulitan berkonsentrasi, pelupa, gangguan bicara, masalah tingkah laku. Gejala-gejala ini dapat menetap selam beberapa hari, beberapa minggu atau lebih lama setelah konkusio cedera otak akibat trauma ringan. 2. Cedera kepala sedang (Diane C., 2002) a. Kelemahan pada salah satu tubuh yang disertai dengan kebingungan atau bahkan koma. b. Gangguan kesadaran, abnormalitas pupil, awitan tiba-tiba defisit neurologik, perubahan TTV, gangguan penglihatan dan

pendengaran, disfungsi sensorik, kejang otot, sakit kepala, vertigo dan ganggua pergerakan. 3. Cedera kepala berat (Diane C., 2002) a. Amnesia tidak dapat mengingat peristiwa sesaat sebelum dan sesudah terjadinya penurunan kesehatan. b. Pupil tidak aktual, pemeriksaan motorik tidak aktual, adanya cedera terbuka fraktur tengkorak dan penurunan neurologik. c. Nyeri, menetap atau setempat, biasanya menunjukkan fraktur. d. Fraktur pada kubah kranial menyebabkan pembengkakan pada area tersebut. Berdasarkan patofisiologisnya, kita mengenal dua macam cedera otak, yaitu cedera otak primer dan cedera otak sekunder. Cedera otak primer adalah cedera yang terjadi saat atau bersamaan dengan kejadian trauma, dan merupakan suatu fenomena mekanik. Umumnya

menimbulkan lesi permanen. Tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali membuat fungsi stabil sehingga sel-sel yang sedang sakit bisa mengalami proses penyembuhan yang optimal. Sedangkan cedera otak sekunder merupakan hasil dari proses yang berkelanjutan sesudah atau berkaitan dengan cedera primer dan lebih merupakan fenomena metabolik sebagai

19

akibat, cedera sekunder dapat terjadi sebagai kemampuan autoregulasi serebral dikurangi atau tak ada pada area cedera. b. Neuro imaging Dalam neuroimaging ada banyak modalitas, antara lain Cranium X-Ray, Computed Tomoghraphy Scan (CT-Scan), dan Angiography. Selain itu, terdapat pula modalitas MRI dan USG (transcranial doppler), dilakukan oleh dokter penyakit saraf pada beberapa kasus. a. Cranium X-Ray Pemanfaatan foto polos cranium dalam praktek umum sangat jarang. Pada umumnya dilakukan pada kejadian fraktur cranium. 1) Fraktur linear : ditandai dengan hasil foto polos cranium yang menunujukkan adanya garis tajam, bedakan dengan sutura (ada pada lokasinya, dan lebih smooth). 2) Fraktur impress : fraktur linear ke dalam, bisa berisiko brain injury. 3) Fraktur diastasis : fraktur yang disertai sutura yang melebar. b. CT-Scan Sudah menjadi hal yang umum, sejak ditemukan tahun 1970, CT-Scan banyak membantu penegakkan diagnosis penyakit dan kelainan neurologik. Penggunaan CT-Scan disarankan pada : 1) Trauma akut atau baru saja, dimana CT-Scan sangat baik mendeteksi perubahan parenkim otak akibat perdarahan. 2) Pasien perdarahan intracranial, mendeteksi stroke hemoragik ataupun perdarahan intracranial akibat kecelakaan. 3) Penyakit tulang cranium : metastasis, ada keganasan. 4) Pada pasien dengan kontaindikasi MRI. Hasil CT-Scan akan menunjukkan gambaran radiologik : Hypodense : hitam, biasanya daerah yang berisi cairan Isodense : jaringan parenkim otak sendiri Hyperdense : padat, kalsifikasi, perdarahan

20

Pada kelainannya: a. Ekstrakranial b. Intrakranial

hasil

CT-Scan

abnormal

maka

didiagnosis

letak

1) Intraaksial : dibedakan intraparenkim otak, misal diagnosis meningioma. 2) Ekstraaksial : ada di luar parenkim otak, di daerah SCALP. c. Angiography Dilakukan pada diagnosis vaskuler serebral dengan bantuan kontras. Misalnya pada aneurisma arteria carotis interna. MRI Pemeriksaan soft tissue otak, tumor.

11. Apa

saja

neurotransmitter

yang

berperan

dalam

memori

dan

pembelajaran? Seluruh aktivitas kehidupan manusia yang berkenaan dengan otak di atur melalui tiga cara, yaitu sinyal listrik pada neuron, zat kimiawi yang di sebut neurotransmitter dan hormon yang dilepaskan ke dalam darah. Hampir seluruh aktivitas di otak memanfaatkan neurotransmitter. Neurotransmitter dalam bentuk zat kimia bekerja sebagai penghubung antara otak ke seluruh jaringan saraf dan pengendalian fungsi tubuh. Secara sederhana, dapat dikatakan neurotransmiter merupakan bahasa yang digunakan neuron di otak dalam berkomunikasi. Neurotransmiter muncul ketika ada pesan yang harus di sampaikan ke bagian-bagian lain. Ada dua neurotransmiter yang berhubungan dengan fungsi pengingatan, asetilkolin, dan dopamin. Asetilkolin(Ach) Fungsi asetilkolin antara lain mempengaruhi kesiagaan, kewaspadaan, dan pemusatan perhatian. Berperan pula pada proses penyimpanan dan pemanggilan kembali ingatan, atensi dan respon individu. Di otak, asetilkolin ditemukan pada cerebral cortex, hippocampus (terlibat dalam fungs ingatan), bangsal ganglia (terlbat dalam fungs motoris), dan

21

cerebrlum (koordinasi bicara dan motoris). Asetilkolin merupakan neurotransmiter hasil sintesa dari bahan utama berupa kolin. Saat ini, sangat cukup banyak penelitian yang mengkaji peranan kolin dalam pembelajaran. Dopamin Berbagai penelitian menunjukkan dopamin juga makin mendekatkan pada kesimpulan bahwa neurotransmiter jenis ini mempengaruhi proses pengingatan. Melalui mekanisme kompensasi yang di munculkan oleh dopamin, maka hubungan zat kimia ini dalam proses belajar dan ingatan dapat terlihat jelas. Dopamin di produksi pada inti-inti sel yang terletak dekat dengan sistem aktivasi retikuler. Dopamin di bentuk dari asam amino tirosin, yang berfungsi membantu otak mengatasi depresi, meningkatkan ingatan dan meningkatkan kewaspadaan mental. 12. Apa saja gangguan memori dan pembelajaran? a. Alkohol bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat , tetapi mempengaruhi beberapa area otak lebih dari yang lain. Alkohol sangat merusak pengkodean memori episodik (bagian dari memori deklaratif yang berhubungan dengan pengalaman pribadi kita dan peristiwa dalam waktu tertentu), Hal ini disebabkan oleh peningkatan yang cepat dari konsentrasi alkohol dalam darah, yang pada gilirannya mendistorsi aktivitas neuron di hipokampus, sehingga merusak kemampuan seseorang untuk membentuk kenangan episodik baru. Alkohol juga sangat mengganggu encoding dan proses penyimpanan ingatan semantik baru (ingatan kita tentang fakta, makna dan pengetahuan yang diperoleh tentang dunia luar b. Penyakit Alzheimer (juga dikenal sebagai hanya Alzheimer atau AD) adalah penyakit progresif degeneratif otak dan akhirnya berakibat fatal, di mana sel untuk koneksi sel di otak yang hilang. Ini adalah bentuk paling umum dari demensia, dan umumnya didiagnosis pada pasien di atas usia sekitar 65. Gejala yang paling umum dikenal AD adalah ketidakmampuan untuk memperoleh kenangan baru dan kesulitan dalam mengingat fakta-fakta baru-baru yang diamati, tetapi ini tidak berarti

22

symptom saja. Sebagai kemajuan penyakit, gejala termasuk kebingungan, mudah marah dan agresi, perubahan suasana hati, gangguan bahasa, jangka panjang kehilangan memori, dan akhirnya kehilangan fungsi tubuh secara bertahap dan kematian.

Neurologis, AD (dan demensia pada umumnya) ditandai dengan hilangnya neuron dan sinapsis di korteks serebral dan daerah subkortikal tertentu dari otak. Meskipun tidak ada konsensus tentang penyebab AD, salah satu hipotesis mengusulkan bahwa l itu disebabkan oleh berkurangnya sintesis neurotransmitter asetilkolin, yang digunakan dalam komunikasi antara neuron di otak. c. Autisme adalah gangguan perkembangan saraf, yang ditandai dengan gangguan interaksi sosial dan komunikasi , dengan perilaku terbatas dan berulang, yang biasanya dimulai pada masa kanak-kanak. individu dengan gangguan spektrum autisme bahkan Beberapa mungkin

menunjukkan keahlian yang unggul dalam persepsi dan perhatian . Beberapa studi telah menyarankan bahwa mungkin ada kerusakan selektif untuk sistem limbik-prefrontal memori episodik pada beberapa orang dengan autism d. HIV Banyak pasien HIV yang menderita disfungsi kognitif dan masalah memori. Demensia terkait dengan HIV-positif dikenal sebagai Kompleks Demensia AIDS (ADC). Hal ini diyakini bahwa ADC terjadi sebagai akibat dari sel-sel otak yang terinfeksi virus, yang mengarah ke sistem saraf dan gejala mental, seperti kehilangan konsentrasi, kehilangan pelupa, memori, masalah dengan pemikiran, ketidakmampuan untuk fokus untuk jangka waktu yang lama waktu dan lekas marah, antara lain. Meskipun bukan penyebab utama, HIV juga sering menjadi sasaran sistem saraf yang digunakan oleh memori prosedural, terutama di striatum dan basal ganglia otak. Materi penyimpanan Putih dan atrofi subkortikal di wilayah ini, yang diperlukan untuk memori prosedural dan motor keterampilan, telah didokumentasikan dalam pasien HIV-positif. e. Penyakit Huntington adalah kelainan bawaan neurodegenerative

progresif, yang mempengaruhi koordinasi otot dan menyebabkan penurunan kognitif umum. Jika orang tua membawa gen, ada peluang

23

50% dari anak mewarisi itu. Ditandai dengan penurunan kemampuan mental dan masalah perilaku dan kejiwaan, dan penurunan bertahap kemampuan mental ke dalam demensia. Gejala-gejala penurunan memori, terutama yang mempengaruhi memori jangka pendek, biasanya muncul sebelum gejala fungsi motorik. Ketika penyakit berkembang, defisit memori cenderung muncul, mulai dari jangka pendek untuk jangka panjang kesulitan memori, termasuk defisit dalam memori episodik, prosedural dan bekerja, pada akhirnya menyebabkan demensia. Memori dipengaruhi oleh kerusakan pada jalur otak yang penting yang membantu bagian korteks prefrontal dalam subkortikal dan otak untuk berkomunikasi. f. Obsesif-kompulsif (OCD) adalah gangguan mental yang ditandai dengan pikiran mengganggu yang menghasilkan kecemasan (obsesi) dan perilaku repetitif. Gejala mungkin termasuk mencuci tangan-berulang, ketakutan umum dari kontaminasi, keengganan untuk angka ganjil, dan kebiasaan saraf seperti berulang-ulang membuka dan menutup pintu. OCD dapat dilihat sebagai hasil dari ketidakseimbangan antara memori jangka panjang dan jangka pendek proses memori. OCD telah dikaitkan dengan kelainan dengan neurotransmitter serotonin, dan miskomunikasi antara bagian berbeda dari otak yang terlibat dalam pemecahan masalah. Dalam penggunaan normal, ketika masalah atau tugas yang diidentifikasi dalam korteks orbitofrontal di bagian depan otak, yang dibahas dalam korteks cingulate, dan nukleus berekor kemudian bertanggung jawab untuk menandai masalah terselesaikan dan menghapus khawatir atasnya . Pada penderita OCD, diperkirakan bahwa nukleus berekor mungkin

disfungsional. g. Penyakit Parkinson adalah gangguan degenerative kronis dan progresif dari sistem saraf pusat yang merusak keterampilan motorik, berbicara dan fungsi lainnya. Hal ini biasanya ditandai dengan kekakuan otot, tremor, dan memperlambat atau kehilangan gerakan fisik, tetapi proporsi yang tinggi dari penderita juga mengalami gangguan kognitif ringan sebagai kemajuan penyakit, termasuk disfungsi eksekutif (masalah gangguan pemecahan, fluktuasi perhatian, dll), memperlambat kecepatan kognitif dan masalah memori, terutama dengan bekerja, memori episodic

24

memori dan dengan mengingat informasi yang dipelajari.

Penyakit

Parkinson adalah hasil dari stimulasi penurunan korteks bermotor oleh ganglia basal, biasanya karena kurangnya pembentukan dan aksi dari dopamin neurotransmitter di neuron di wilayah substansia nigra otak. Ketika sel-sel yang biasanya menghasilkan dopamin dari mati, gejala Parkinson sering muncul. h. Skizofrenia adalah gangguan mental terutama ditandai oleh kelainan dalam persepsi atau ekspresi realitas, biasanya memanifestasikan dirinya dalam halusinasi, "suara", delusi paranoid atau bicara tidak teratur dan berpikir, seringkali dengan disfungsi sosial atau pekerjaan yang signifikan. Ini tidak selalu berarti "pikiran split" dari gangguan identitas disosiatif (juga dikenal sebagai gangguan kepribadian ganda atau kepribadian terbelah), tetapi penderita skizofrenia dapat mengalami kesulitan yang parah dalam membedakan apa yang nyata dari apa yang tidak. "Kebisingan" dalam otak penderita skizofrenia juga mengakibatkan gangguan kognitif, kehilangan memori dan defisit perhatian,

mengakibatkan kesulitan dalam hari ke hari dan belajar berfungsi. Baik skizofrenia dan gangguan kepribadian ganda terutama mempengaruhi memori biografi atau episodik, memori semantik dan meninggalkan sebagian besar prosedural diakses (untuk semua identitas orang tersebut). Kelainan ini diyakini berkembang sebagai mekanisme pertahanan terhadap kekurangan masa kanak-kanak atau penyalahgunaan atau beberapa jenis lain trauma psikis. i. Stroke (kadang-kadang disebut kecelakaan serebrovaskular) adalah hilangnya berkembang pesat fungsi otak akibat gangguan pada suplai darah ke otak, disebabkan oleh pembuluh darah tersumbat atau pecah. Hal ini dapat disebabkan oleh trombosis atau emboli arteri atau karena pendarahan. Akibatnya, daerah yang terkena otak tidak dapat berfungsi, yang mengarah pada ketidakmampuan untuk memindahkan satu atau lebih anggota badan pada satu sisi tubuh . Stroke menyebabkan cedera otak sebagai kurangnya oksigen yang dihasilkan dari kerusakan bagianbagian tertentu dari otak. Jika lobus temporal otak terkena, efek dapat termasuk jangka pendek gangguan memori dan kesulitan mendapatkan dan mempertahankan informasi baru, serta masalah dengan persepsi dan

25

perhatian, dan dapat menyebabkan full-blown demensia, sering disebut sebagai pembuluh darah demensia (penurunan keseluruhan dalam kemampuan berpikir, dengan gejala mirip dengan Alzheimer). j. Sindrom Tourette, juga dikenal sebagai Sindrom Gilles De La Tourette atau hanya Tourette, adalah gangguan neuropsikiatri yang diwarisi dari sistem saraf pusat dengan onset di masa kecil, ditandai dengan ucapan spontan kata-kata pantas atau tabu sosial atau frase, atau pengulangan kata-kata orang lain. k. Amnesia Gangguan ingatan yang paling umum terjadi. Gangguan ini diduga terutama disebabkan oleh kerusakan dari sistem limbik bilateral. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa sistem limbik bukanlah tempat penyimpanan memori. Sistem limbik berperan dalam mengintegrasikan memori yang tersimpan luas di korteks serebri agar runut dan mudah dipanggil. Gangguan terjadi pada memori deklarasi, bukan pada memori prosedural. Amnesia dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni: a. Amnesia retrograde Ketidakmampuan seseorang mengingat pengalaman dan kejadian yang terjadi sebelum keadaan amnesia terjadi. Keadaan amnesia ini terlihat dari seseorang lupa akan kejadian yang baru saja terjadi, serta memori-memori jangka menengah. Memori jangka panjang tidak terpengaruh. Gangguan ini disebabkan oleh lesi pada hipokampus (yang juga menyebabkan amnesia anterograde), namun secara spesifik disebabkan oleh gangguan di daerah talamus. b. Amnesia anterograde Jenis amnesia yang fatal karena tidak mampu mengingat,

mempertahankan, dan memanggil pengetahuan baru setelah keadaan amnesia terjadi. Contoh kasus amnesia anterograde adalah ketidakingatan penderita bahwa ia baru saja makan beberapa menit lalu, atau melupakan kejadian penting beberapa jam yang baru saja terjadi. Kasus yang cukup mengenaskan adalah ketika Anda bertemu dengan seorang penderita amnesia ini, lalu Anda pergi selama 5 menit dan kembali lagi, namun orang ini tidak mengenali Anda. Amnesia anterograde sebagian besar disebabkan oleh lesi pada bagian hipokampus sistem limbik. Hipokampus diduga merupakan pusat reward-and-

26

punishment yang merupakan mekanisme penting dalam proses pembentukan memori. l. Dementia

Gangguan yang selain memengaruhi ingatan juga memengaruhikemampuan berbahasa, tingkat konsentrasi, dan kemampuan memecahkan masalah. Dementia dapat diakibatkan oleh efek penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol terhadap kinerja otak. Dementia umumnya ditandai dengan kehilangan memori jangka pendek. Demensia ada yang bersifat reversibel dan ireversibel. Meskipun dementia banyak diderita oleh orang berusia lanjut, semua orang dapat mengalami dementia. m. Alzheimers Disease Pembahasan mengenai Alzheimer tidak dapat dilepaskan dari dementia, karena dementia cenderung diakibatkan oleh Alzheimers disease. Alzheimers Disebase diakibatkan adanya gangguan di daerah temporal medial. Namun demikian, secara umum Alzheimers Disease menyebabkan atrofi jaringan saraf terutama di korteks serebri dan daerahsubkorteks. n. Sindrom Wernicke-Korsakoff Sindrom ini ditemukan oleh seorang fisiolog Rusia, bernama Sergei Korsakoff pada tahun 1889. Sindrom ini adalah manifestasi dari kekurangan vitamin B1 (tiamin), atau penyakit beri-beri. Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan juga menyebabkan sindrom ini.Sindrom ini menyebabkan penderitanya mengalami hilang ingatan, kesulitan menceritakan runutan kejadian, menghasilkan cerita yang sesungguhnya tidak terjadi akibat disorganisasi memori (konfabulasi), dan tidak mampu membentuk memori baru. Selain itu sindrom ini juga menyebabkan gangguan koordinasi otot (ataksia), tremor di ekstremitas bawah, dan perubahan kemampuan visual (seperti pergerakan mata yang tidak normal dan penglihatan ganda). Sindrom ini terkait erat dengan amnesia anterograde dalam hal informasi deklaratif. o. Memory-Slip Bukan merupakan gangguan ingatan secara sepenuhnya, melainkan gangguan konsentrasi dalam menyikapi hal yang sedang dikaji. Misalnya ketika Anda melupakan dimana Anda meletakkan kunci rumah atau kunci

27

kendaraan. Bagian frontal otak pada seseorang yang telah berusia lanjut akan mengalami degenerasi sehingga penyimpanan memori temporer akan lebih mudah terlupakan. p. Disleksia dan Masalah Daya Ingat Salah satu gangguan yang berhubungan dengan kurangnya kemampuan untuk mengingat dan/atau konsentrasi adalah disleksia. Beberapa penelitian dan kajian telah dilakukan terhadap penyakit disleksia ini. Dimana dinyatakan bahwa salah satu gejala/tanda-tanda seseorang mengalami disleksia adalah kesulitan dalam mengingat suatu perintah (walaupun sederhana). Namun demikian disamping itu masih banyak tandatanda lainnya yang perlu diketahui. Disleksia berasal dari kata Yunani yaitu dys yang berarti kesulitan dan leksia yang berarti kata-kata. Dengan kata lain, disleksia berarti kesulitan dalam mengolah kata-kata. Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Disleksia Indonesia dr Kristiantini Dewi, Sp A, menjelaskan, disleksia merupakan kelainan dengan dasar kelainan neurobiologis dan ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata dengan tepat atau akurat dalam pengejaan dan dalam kemampuan mengode simbol. Terdapat dua macam disleksia, yaitu developmental dyslexia dan acquired dyslexia. Sejumlah ahli juga mendefinisikan disleksia sebagai suatu kondisi pemrosesan input atau informasi yang berbeda (dari anak normal) yang sering kali ditandai dengan kesulitan dalam membaca yang dapat memengaruhi area kognisi, seperti daya ingat, kecepatan pemrosesan input, kemampuan pengaturan waktu, aspek koordinasi, dan pengendalian gerak. Dapat juga terjadi kesulitan visual dan fonologis, dan biasanya terdapat perbedaan kemampuan di berbagai aspek perkembangan. 13. Jelaskan bagaimana proses STM menjadi LTM? Hal-hal yang berasal dari ingatan jangka pendek dapat diubah untuk disimpanmenjadi ingatan jangka panjang oleh

hipokampus.Hipokampus (terletak diantara lobus temporal otak) dan bagian media lobustemporal (bagian yang terletak paling dekat dengan garis tengah badan) jugaberperan dalam proses penggabungan ingatan (memory consolidation).Yang dimaksud dengan konsolidasi ingatan 28

yaitu perubahan secara fisik, psikologisyang berlangsung terus menerus selama terjadinya organisasi otak dan informasi ulang yang dapat merupakan bagian dari ingatan permanen. Setelah sebagian informasi masuk kedalam ingatan jangka panjang, sebagian lagi masih dalam proses transformasi, mungkin sebagian lagi terlupakan sebelum dia disimpan ecara menetap. Kelihatannya hipokampus dan daerah media temporal berperan dalam formal dan pembentukan memory, dan tidak sebagai tempat penyimpanan permanen (menetap); sehingga pada kerusakan daerah ini ingatan yang lalu tetap utuh, sedangkan ingatan yang baru terjadi atau belum sempat tersimpan akan terganggu. Terjadi kehilangan kapasitas pembentukan ingatan jangka panjang yang baru, sedangkan ingatan jangka pendek tidak terganggu, dan kehilangan perubahan dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang pada seluruh tahapan belajar. Gangguan ini terlihat jelas pada defisit ingatan verbal, tapi pasien ini tetap dapat mempelajari kemampuan motoris tertentu. Pada saat mempelajari sesuatu, bagian temporal membentuk hubungan dengan tempat penyimpanan memory didaerah lain diotak, terutama bagian lain dikorteks. Interaksi ini membutuhkan waktu beberapa tahun selama berlangsungnya reorganisasi memory. Reorganisasi ini melibatkan physical remodelling dari sirkuit neural . Pada suatu saat dimana reorganisasi dan remodeling selesai, bila memeory telah tersimpan secara menetap di korteks, daerah temporal tidak lagi dibutuhkan untuk membantu retensi memory atau pemanggilan ulang. Pasien dengan lesi lobus temporalis tidak mengalami defisit pada penyimpanan ingatan secara primer, tapi mengalami gangguan pada pemanggilan ulang memory. 14. Bagaimana tatalaksana pasien yang mengalami cedera kepala? a. Dexamethason/ kalmetason sebagai pengobatan antiedema serebral. Dosis sesuai dengan berat ringannya trauma. b. Therapi hiperventilasi (trauma kepala berat) unutk mengurangi vasodilatasi. c. Pemberian analgetik.

29

d. Pengobatan antiedema dengan larutan hipertonis yaitu : manitol 20%, glukosa 40% atau gliserol. e. Antibiotik yang mengandung barier darah otak (penicilin) atau untuk infeksi anaerob diberikan metronidazole. f. Makanan atau cairan infus dextrosa 5%, aminousin, aminofal (18 jam pertama dan terjadinya kecelakaan) 2-3 hari kemudian diberikan makanan lunak. g. Pembedahan. (Smelzer, 2001) 15. Kesadaran a. Definisi kesadaran bisa diartikan sebagai kondisi dimana seorang individu memiliki kendali penuh terhadap stimulus internal maupun eksternal. Kesadaran juga mencakup dalam persepsi dan pemikiran yang secara samar-samar disadari oleh individu sehingga akhirnya perhatiannya terpusat, Keadaaan sadar, sapenuhnya siaga, waspada, berorientasi dan tanggap terhadap lingkungan; memiliki sensorik yang jernih atau intak, kewaspadaan subjektif terhadap aspek proses kognitif dan isi pikiran, Keseluruhan pengalaman sekarang ini yang membuat individu atau kelompok sadar pada setiap saat Dalam keadaan sadar/terjaga vibrasi otak berada pada kisaran 14 -21 HZ, biasa disebut dengan tingkat beta- Dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar atau bermimpi yang disebut dengan tingkat alpha dengan vibrasi otak berkisar diangka 7-14 HZ, Selanjutnya tingkatan dalam alam bawah sadar dalam vibrasi otak pada kisaran 4-7 HZ dan disebut dengan theta. Ditingkat ini sangat efektif untuk hipnotis, Tingkat delta pada kisaran 1,5-4 HZ yaitu keadaan tertidur lelap. Pada kondisi itu sangat mudah ditanamkan ingatan atau sugesti tanpa penolakan. b. Jenis-jenis 1. Kesadaran Aktif : kondisi dimana seseorang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari atau daoat menyeleksi stimulus-stimulus internal maupun eksternal 2. Kesadaran Pasif : Keadaan dimana seorang individu bersikap menerima segala stimulus yang diberikan pada saat itu, baik stimulus internal maupun eksternal c. Tingkatan Secara kualitatif kesadaran dibagi berdasarkan tingkatan :

30

1. ComposMentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya. 2. Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh. 3. Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal. 4. Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal. 5. Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri. 6. Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya) 16. Apa penyebab pak iwan mengalami kehilangan kesadaran? Individu yang sadar adalah seseorang yang terbangun serta waspada terhadap diri dan lingkungannya. Untuk menimbulkan kesadaran yang normal, dua bagian utama system saraf yaitu formation retikularis di batang otak dan cortex cerebri harus berfungsi aktif. Formation retikularis berperan dalam keadaan bangun. Cortex cerebri dibutuhkan untuk keadaan waspada, yaitu keadaan yang memungkinkan individu bereaksi terhadap stimulus dan berinteraksi dengan lingkungan. Secara klinis, jika terjadi trauma kepala maka hal ini akan menganggu kinerja kedua system saraf ini. Misalnya pada pendarahan intrakranial yang menimbulkan tekanan atau herniasi pada cortex cerebri dan formation retikularis sehingga dapat menyebabkan pasien tersebut mengalami kehilangan kesadaran.

31

BAB III KESIMPULAN


Bapak Iwan mengalami benturan dikepala yang diperparah oleh ketergantungan obat terlarang sehingga terjadi gangguan pada pusat memori dan pembelajaran.

32

DAFTAR PUSTAKA
Afiatin, T. Belajar Pengalaman Untuk Meningkatkan Memori. Anima, Indonesian Psychological Journal. 2001. Vol. 17. No. 1. 26-35. Baticaca, Fransiska B. 2008. Asuhan keperawatan Klien dengan gangguan Persarafan. Jakarta: Salemba medika. Campbell, Neil A. 2004. Biologi. Jakarta: Erlangga. Carole Wade dan Carol Tavris. 2008. Psikologi Ed. 9 Jilid 1. Jakarta: Erlangga. DeGroot, J., 1997. Neuroanatomi Korelatif. Jakarta; EGC. pp.2, 217-20 Dorland, W.A Newman. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. Jakarta : ECG; 2002. Guyton AC, Hall EJ. Textbook of Medical Physiology: 11th ed. Philadelphia:Elsevier Inc.; 2006. Harvard Medial Shool Neuroanatomy. Available at : http://www.med.harvard.edu//aanlib/home.html Herawati, N. 2000. Peranan DHA Terhadap Tumbuh Kembang Otak. Disertasi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor Nadhiroh. 2008. Golden Period Pertumbuhan Anak. (Online). http:// nadhiroh. blog.unair.ac. id/2008/11/14/golden-period-pertumbuhan-anak/). Sheerwood, Lauralee . 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem edisi 2. Jakarta: EGC Snell, S Richard. Neuroanatomi Klinik Untuk Mahasiswa Kedokteran Edisi 5. Jakarta: EGC, 2006. Wardlaw, G.M., Smith, A.M. 2009. Contemporary Nutrition 7th edition. Ohio: McGrawHill, pp.89-90 W.F, Ganong. Bukuk ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 22. Jakarta : ECG 2008. Woolsey, M.M. 2009. Medical Nutrition Therapy for Psychiatric Conditions. Dalam : Mahan, L.K., Stump, S.E., penyunting. Krauses. Food & Nutrition Therapy. Canada; Elsevier

33

34