Anda di halaman 1dari 13

PENDAHULUAN Salah satu tumor primer yang sering terdiagnostik adalah meningioma, meningioma sendiri merupakan tumor yang

tumbuh dari membrane pelindung yang disebut menings. Kebanyakan tumor ini sifatnya jinak (benigna), gejalahnya biasanya muncul secara bertahap pada lokasi yang terkena. Tumor ini biasa terdeteksi lambat dan paling sering terdiagnostik pada orang dewasa pada dekade ke-5 kehidupan dan perbandingannya wanita lebih sering dari laki-laki (2:1). Dalam mendiagnostik meningioma WHO telah membuat klasifikasi berdasarkan kerakteristik histopatologis yang terdiri dari Grade I, Grade II dan Grade III.1

EPIDEMIOLOGI Dilaporkan meningioma mempunyai presentase mencapai kira-kira 30% dari semua Tumor otak primer yang terdiagnosis pada orang dewasa di Amerika Serikat. Tingkat usia disesuaikan kejadian secara keseluruhan adalah 4,52 per 100.000. Meskipun usia disesuaikan tingkat insiden yang dilaporkan sama di seluruh kelompok ras, kejadian pada wanita kira-kira dua kali lipat pada pria . Kejadian meningkat dengan bertambahnya usia, memuncak pada dekade ketujuh dan kedelapan, tumor ini sangat jarang pada anak-anak.2

ANATOMI

Gambar 1. Anatomi Meninges4

Meninges merupakan selaput atau membrane yang terdiri dari connective tissue yang melapisi dan melindungi otak, terdiri dari tiga bagian, yaitu : duramater, arachnoid, dan piamater. 4

1. Duramater Duramater atau pachymeninx dibentuk dari jaringan ikat fibrous. Secara konvensional duramater ini terdiri dari dua lapis , yaitu lapisan endosteal dan lapisan meningeal.Lapisan endosteal merupakan lapisan periosteum yang menutupi permukaan dalam tulang cranium. Lapisan meningeal merupakan lapisan duramater yang sering disebut dengan cranial duramater. Terdiri dari jaringan fibrous yang padat dan kuat yang membungkus otak dan melanjutkan diri menjadi duramater spinalis setelah melewati foramen magnum yang berakhir sampai segmen kedua dari os sacrum. Pada pemisahan dua lapisan duramater ini, diantaranya terdapat sinus duramatris yang berisi darah vena. Sinus venosus atau duramatris ini menerima darah dari drainase vena pada otak dan mengalir menuju vena jugularis interna. Dinding dari sinus- sinus ini dibatasi oleh endothelium. Pada lapisan duramater ini terdapat banyak cabang-cabang pembuluh darah yang berasal dari arteri carotis interna, a.maxillaris , a. pharyngeus ascendens , a. occipitalis dan a. vertebralis. Dari sudut klinis , yang terpenting adalah a.meningea media ( cabang dari a.maxillaris ) karena arteri ini umumnya sering pecah pada keadaan trauma capitis. Pada duramater terdapat banyak ujung- ujung saraf sensorik, dan peka terhadap regangan sehingga jika terjadi stimulasi pada ujung-saraf ini dapat menimbulkan sakit kepala yang hebat.

2. Arachnoid. Lapisan ini merupakan suatu membrane yang impermeable halus, yang menutupi otak dan terletak diantara piamater dan duramater. Membran ini dipisahkan dari duramater oleh ruang potensial yaitu spatium subdurale, dan dari piamater oleh cavum subarachnoid yang berisi cerebrospinal fluid. Cavum subarachnoid ( subarachnoid space ) merupakan suatu rongga atau ruangan yang dibatasi oleh arachnoid di bagian luar dan piamater pada bagian dalam. Dinding subarachnoid space ini ditutupi oleh mesothelial cell yang pipih. Pada daerah tertentu arachnoid menonjol kedalam sinus venosus membentuk villi arachnoidales. Agregasi villi arachnoid disebut sebagai granulations arachnoidales. Villi arachnoidales ini berfungsi sebagai tempat perembesan cerebrospinal fluid kedalam aliran darah. Arachnoid berhubungan dengan piamater melalui untaian jaringan fibrosa halus yang melintasi cairan dalam cavum
2

subarachnoid.Struktur yang berjalan dari dan keotak menuju cranium atau foraminanya harus melalui cavum subarachnoid.

3. Piamater Lapisan piamater berhubungan erat dengan otak dan sum-sum tulang belakang, mengikuti tiap sulcus dan gyrus . Piamater ini merupakan lapisan dengan banyak pembuluh darah dan terdiri dari jaringan penyambung yang halus serta dilalui pembuluh darah yang memberi nutrisi pada jaringan saraf. Astrosit susunan saraf pusat mempunyai ujung-ujung yang berakhir sebagai end feet dalam piamater untuk membentuk selaput pia-glia.Selaput ini berfungsi untuk mencegah masuknya bahan-bahan yang merugikan kedalam susunan saraf pusat. Piamater membentuk tela choroidea, atap ventriculus tertius dan quartus, dan menyatu dengan ependyma membentuk plexus choroideus dalam ventriculus lateralis, tertius dan quartus.

ETIOLOGI Secara Umum tumor pada menings tidak diketahui penyebabnya tetapi ada beberapa faktor yang kemungkinan dapat menyebabkan terjadinya meningioma. Faktor faktor itu berupa Usia, lingkungan, hormone, radiasi pengion, gaya hidup dan factor genetik. 4 Bukti terkuat sampai saat ini peningkatan meningioma terjadinya karena adanya paparan radiasi pengion. Ini berdasarkan studi yang difokuskan pada kelompok yang

melakukan terapi radiasi penyakit tinea kapitis, tenaga medis yang terpapar dengan radiasi saat penanganan dan korban bom atom.2,4 Para peneliti sedang mempelajari beberapa teori tentang kemungkinan asal usul meningioma. Di antara 40% dan 80% dari meningiornas berisi kromosom 22 yang abnormal pada lokus gen neurofibromatosis 2 (NF2). NF2 merupakan gen supresor tumor pada 22Q12, ditemukan tidak aktif pada 40% meningioma sporadik. Pasien dengan NF2 dan beberapa non-NF2 sindrom familial yang lain dapat berkembang menjadi meningioma multiple, dan sering tetjadi pada usia nuida. Disamping itu, deplesi gen yang lain juga berhubungan dengan pertumbuhan meningioma. Kromosom ini biasanya terlibat dalam menekan pertumbuhan tumor. Penyebab kelainan ini tidak diketahui. Meningioma juga sering memiliki salinan tambahan dari platelet diturunkan faktor pertumbuhan (PDGFR) dan epidermis reseptor faktor pertumbuhan (EGFR) yang mungkin memberikan kontribusi pada pertumbuhan tumor ini. Sebelumnya radiasi ke kepala, sejarah payudara kanker, atau neurofibromatosis tipe 2
3

dapat risiko faktor untuk mengembangkan meningioma. Multiple meningiomas terjadi pada 5% sampai 15% dari pasien, terutama mereka dengan neurofibromatosis tipe 2. Beberapa meningioma memlliki reseptor yaiig berinteraksi dengan hormon seks progesteron, androgen, danjarang estrogen. Ekspresi progesteron reseptor dilihat paling sering pada jinak meningiomas, baik pada pria dan wanita. Fungsi reseptor ini belura sepenuhnya dipahami, dan demikian, sering kali menantang bagi dokter untuk menasihati pasien perempuan mereka tentang penggunaan hormon jika mereka memiliki sejarah suatu meningioma. Meskipun peran tepat hormon dalam peitumbuhan meningioma belum ditentukan, peneliti telah mengamati bahwa kadang-kadang mungkin meningioma tumbuh lebili cepat pada saat kehamilan.2,4

PATOFISIOLOGI Seperti banyak kasus neoplasma lainnya, masih banyak hal yang belum diketahui dari meningioma. Tumor otak yang tergolong jinak ini secara histopatologis berasal dari sel pembungkus arakhnoid (arakhnoid cap cells) yang mengalami granulasi dan perubahan bentuk. Patofisiologi terjadinya meningioma sampai saat ini masih belum jelas. Kaskade eikosanoid diduga memainkan peranan dalam tumorogenesis dan perkembangan edema peritumoral.5 Dari lokalisasinya Sebagian besar meningioma terletak di daerah supratentorial. Insidens ini meningkat terutama ada daerah yang mengandung granulatio Pacchioni. Lokalisasi terbanyak pada daerah parasagital dan yang paling sedikit pada fossa posterior. Etiologi tumor ini diduga berhubimgan dengan genetik, terapi radiasi, hormon sex, infeksi virus dan riwayat cedera kepala. Sekitar 40-80% tumor ini mengalami kehilangan material genetik dari lengan panjang kromosom 22, pada lokus gen neurofibromatosis 2 (NF2). NF2 merupakan gen supresor tumor pada 22Q12, ditemukan tidak aktif pada 40% meningioma sporadik. Pasien dengan NF2 dan beberapa non-NF2 sindrom familial yang lain dapat berkembang menjadi meningioma multiple, dan sering terjadi pada usia muda. Disamping itu, deplesi gen yang lain juga berhubungan dengan pertumbuhan meningioma. Terapi radiasi juga dianggap turut berperan dalam genesis meningioma. Bagaimana peranan radiasi dalani menimbulkan meningioma masih belum jelas. Pasien yang mendapatkan terapi radiasi dosis rendah untuk tinea kapitis dapat berkembang menjadi meningioma multipel di tempat yang terkena radiasi pada dekade berikutnya. Radiasi kranial dosis tinggi dapat menginduksi terjadinya meningioma setelah periode laten yang pendek. Meningioma juga berhubungan
4

dengan hormon seks dan seperti halnya faktor etiologi lainnya mekanisme hormon sex hingga memieu meningioma hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Pada sekitar 2/3 kasus meningioma ditemukan reseptor progesterone. Tidak hanya progesteron, reseptor hormon lain juga ditemukan pada tumor ini termasuk estrogen, androgen, dopamine, dan reseptor untuk platelet derived growth factor. Beberapa reseptor hormon sex diekspressikan oleh meningioma. Dengan teknik imunohistokimia yang spesifik dan teknik biologi molekuler diketahui bahwa estrogen diekspresikan dalam konsentrasi yang rendah. Reseptor progesteron dapat ditemukan dalam sitosol dari meningioma. Reseptor somatostatin juga ditemukan konsisten pada meningioma. Pada meningioma multiple, reseptor progesteron lebih tinggi dibandingkan pada meningioma soliter. Reseptor progesteron yang ditemukan pada meningioma sama dengan yang ditemukan pada karsinoma mammae. Meningioma secara bermakna tidak berhubungan dengan karsinoma mammae, tapi beberapa penelitian lainnya melaporkan hubungan karsinoma mammae dengan meningioma.2,4,5,6

GEJALA KLINIS Gejala umum yang terjadi disebabkan karena gangguan fungsi serebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf, bisa berupa nyeri kepala, muntah, kejang, penurunan kesadaran, gangguan mental, gangguan visual dan sebagainya. Edema papil dan defisit neurologis lain biasanya ditemukan pada stadium yang lebih lanjut. 7 Gejala klinis lain yang paling sering adalah berturut-turut sebagai berikut : kejangkejang (48%), gangguan visus (29%), gangguan mental (13%) dan gangguan fokal (10%) Timbulnya gejala-gejala ini tergantung pada letak tumor dan tingginya tekanan

intrakranial. Gejala-gejala bermacam-macam sesuai dengan fungsi jaringan otak yang ditekan atau dirusak, dapat perlahan-lahan atau cepat. Menurut Leaven, gangguan fungsi otak ini penting untuk diagnosa dini.8 Berikut ini gejala-gejala klinis meningioma sesuai dengan lokasi anatomi 1,4,7,9

Lokasi Tumor Meningioma falx dan parasagital Meningioma Convexitas Meningioma Sphenoid nyeri tungkai

Gejala

kejang, sakit kepala, defisit neurologis fokal, perubahan status mental kurangnya sensibilitas wajah, gangguan
5

lapangan pandang, kebutaan, dan penglihatan ganda Meningioma Olfaktorius kurangnya kepekaan penciuman, masalah visus. nyeri tajam pada wajah, mati rasa, dan Meningioma fossa posterior spasme otot-otot wajah, berkurangnya pendengaran, gangguan menelan, gangguan gaya berjalan, Meningioma suprasellar Spinal meningiom Meningioma Intraorbital Meningioma Intraventrikular pembengkakan diskus optikus, masalah visus nyeri punggung, nyeri dada dan lengan penurunan visus, penonjolan bola mata perubahan mental, sakit kepala, pusing

Tabel 1. Gejala spesifik berdasarkan lokasi tumor1 DIAGNOSIS Meningioma sebagian besar dapat divisualisasikan dengan CT-scan dengan kontras, MRI dengan gadolinium, angiografi serta histopatologi. Hal ini dihubungkan dengan fakta bahwa meningioma ekstra-aksial dan vaskuler. CSF protein biasanya meningkat jika pungsi lumbal dilakukan. Tidak terdapat tes laboratorium khusus untuk meningioma.1,4 Meskipun mayoritas meningioma bersifat jinak, mereka dapat memiliki presentasi ganas. Klasifikasi meningioma didasarkan pada sistem klasifikasi WHO : 7,8,9 Jinak (kelas I) - (90%) - meningothelial, berserat, transisi, psammomatous, angioblastic (paling agresif) Atipikal (Grade II) - (7%) - chordoid, sel jernih, atipikal (termasuk invasi otak) Anaplastik / ganas (III Grade) - (2%) - papiler, rhabdoid, anaplastik Dalam review retrospektif dari kasus meningioma atipikal dan anaplastik, kelangsungan hidup secara keseluruhan rata-rata untuk meningioma atipikal ditemukan menjadi 11,9 tahun dan 3,3 tahun untuk meningioma anaplastik. Kelangsungan hidup bebas untuk meningioma atipikal adalah 11,5 tahun dan 2,7 tahun untuk meningioma anaplastik. Meningioma Anaplastik maligna adalah tumor ganas terutama dengan perilaku agresif. Bahkan jika oleh aturan umum neoplasma sistem saraf (tumor otak) tidak dapat bermetastasis ke dalam tubuh (karena adanya sawar darah otak) Meningioma Anaplastik bisa meskipun
6

mereka berada di dalam rongga otak, mereka berada di bloodside, karena meningioma cenderung untuk "menghubungkan" diri untuk blood vessels untuk "feed". Sel kanker dapat melarikan diri ke dalam aliran darah. Inilah sebabnya mengapa meningioma ketika mereka bermetastasis sering berubah di sekitar paru-paru. Perlu dicatat bahwa meningioma Anaplastik dan hemangiopericytoma sulit untuk membedakan (bahkan dengan cara patologis), karena mereka terlihat serupa, terutama jika kejadian pertama adalah tumor meningeal, dan keduanya tumor terjadi di tempat yang sama (jenis yang sama dari jaringan)7,9

PEMERIKSAAN PENUNJANG Dalam mendiagnosis suatu tumor otak, selain klinis, peranan radiologi sangat besar. Dahulu angiografi, kemudian CT-Scan dan terakhir MRI, terutama untuk tumor-tumor di daerah fossa posterior, karena CT-Scan sukar mendiagnosis tumor otak akibat banyaknya artefak, sekalipun dengan kontras. Dengan MRI suatu tumor dapat dengan jelas tervisualisasi melalui di potongan 3 dimensi, sehingga memudahkan ahli bedah saraf untuk dapat menentukan teknik operasi atau menentukan tumor tersebut tidak dapat dioperasi mengingat risiko/komplikasi yang akan timbul.1,4,11,12 1. Foto polos Hiperostosis adalah salah satu gambaran mayor dari meningioma pada foto polos. Di indikasikan untuk tumor pada mening. Tampak erosi tulang dan dekstruksi sinus sphenoidales, kalsifikasi dan lesi litik pada tulang tengkorak. Pembesaran pembuluh darah mening menggambarkan dilatasi arteri meningea yang mensuplai darah ke tumor. Kalsifikasi terdapat pada 20-25% kasus dapat bersifat fokal maupun difus 2. CT scan Meningioma mempunyai gambaran yang agak khas tetapi tidak cukup spesifik apabila diagnosis tanpa dilengkapi pemeriksaan angiografi dan eksplorasi bedah. Angiografi penting untuk menentukan suplai pembuluh darah ke meningiomanya dan untuk menilai efek di sekitar struktur arteri dan venanya.

Gambar 3. Meningioma otak. CT-scan nonkontras menunjukkan meningioma fossa media. Massa kalsifikasi melekat pada anterior tulang petrous kanan. Terlihat kalsifikasi berbentuk cincin dan punctata. Tidak terlihat adanya edema 11 CT-scan tanpa kontras Kebanyakan meningioma memperlihatkan lesi hiperdens yang homogen atau berbintik-bintik, bentuknya reguler dan berbatas tegas. Bagian yang hiperdens dapat memperlihatkan gambaran psammomatous calcifications. Kadang-kadang meningioma memperlihatkan komponen hipodens yang prominen apabila disertai dengan komponen kistik, nekrosis, degenerasi lipomatous atau rongga-rongga.Sepertiga dari meningioma memperlihatkan gambaran isodens yang biasanya dapat dilihat berbeda dari jaringan parenkim di sekitarnya dan, hampir semua lesi-lesi isodens ini menyebabkan efek masa yang bermakna. CT-scan dengan kontras Semua meningioma memperlihatkan enhancement kontras yang nyata kecuali lesilesi dengan perkapuran. Pola enhancement biasanya homogen tajam (intense) dan berbatas tegas. Duramater yang berlanjut ke lesinya biasanya tebal, tanda yang relatif spesifik karena bisa tampak juga pada glioma dan metastasis. Di sekitar lesi yang menunjukkan enhancement, bisa disertai gambaran hypodense semilunar collar atau berbentuk cincin. Meningioma sering menunjukkan enhancement heterogen yang kompleks.

Gambar 4. CT scan tanpa kontras (kiri) dan dengan kontras (kanan) 11

3. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Melalui MRI, suatu jaringan menunjukkan sifat-sifat karakteristik tertentu pada gambar Tl dan T2 maupun protondensity. Intensitas jaringan tersebut biasanya berbeda pada gambar Tl dan T2, kecuali lemak, darah segar, kalsifikasi, maupun peredaran darah yang cepat. Dengan melihatgambar Tl maupun T2 dapat ditentukan karakteristik suatu tumor apakah tumor tersebut padat, kistik, ada perdarahan, kalsifikasi, nekrosis maupun lemak dan lain-lain. Intensitas jaringan tersebut mulai dari hipo, iso dan hiper intensitas terlihat jelas pada T1 dan T2.

Gambar 5. MRI T1WI(kiri), T2WI(tengah) dan dengan kontras (kanan) 12 4. Angiografi Kelainan pembuluh darah yang paling khas pada meningioma adalah adanya pembuluh darah yang memberi darah pada neoplasma oleh cabang-cabang arteri sistim karotis eksterna. Bila mendapatkan arteri karotis ekstema yang memberi darah ke tumor yang letaknya intrakranial maka ini mungkin sekali neningioma.
9

Umumnya

meningioma

merupakan

tumor

vascular.

Arteri

dan

kapiler

memperlihatkan gambaran vascular yang homogen dan prominen yang disebut dengan mother and law phenomenon.

A B C Gambar 6. Cerebralangiogram dari meningioma sulkus olfaktorius penciuman menunjukkan perpindahan dari arteri serebral anterior (a, b) dan karakteristik tumor memerah, biasanya karena pasokan arteri karotid eksternal (c).11 5. Histopatologi Meningioma biasanya berbentuk globuler dan meliputi dura secara luas. Pada permukaan potongan, tampak pucat translusen atau merah kecoklatan homogen serta dapat seperti berpasir. Gambaran yang khas adalah adanya pusaran (whorl) yang mengelilingi materi hialin. Jika pusaran tersebut disertai oleh deposit kalsium sehingga sebagian atau seluruhnya tampak kalsifikasi, maka gambaran itu disebut psammoma body. Adanya

gambaran ini menunjukkan prognosis pasien yang lebih baik, karena pertumbuhannya lambat. Pada umumnya, gambaran histopatologi meningioma spinal sama dengan bagian meningioma intracranial. Meningothelial meningioma dan transisional meningioma merupakan gambaran paling umum pada meningioma.10,13

Gambar 7. Psamamomatous Meningioma10

10

DIFERENSIAL DIAGNOSSIS

1.

Schwannomas Tumor ini juga disebut neuromas, neurinomas, atau neurolemmomas. Tumor

iniberasal dari sel Schwann dari akar saraf, paling sering pada saraf kranial kedelapan (schwannoma vestibular, sebelumnya disebut schwannoma akustik). Saraf kranial kelima adalah situs kedua yang paling sering, namun, schwannomas mungkin timbul dari setiap tengkorak atau tulang belakang akar kecuali saraf optik dan penciuman, yang myelinated oleh oligodendroglia daripada sel Schwann. NF tipe 2 sangat predisposes untuk schwannoma vestibular. Schwannomas dari akar saraf tulang belakang juga terjadi pada pasien dengan tipe NF 2 sebagai serta pasien dengan tipe NF 1. Schwannomas saraf ke-VIII biasanya muncul dari divisi vestibular saraf. Karena sistem vestibular menyesuaikan dengan memperlambat kerusakan saraf ke-VIII, schwannomas vestibular khas hadir sebagai gangguan pendengaran yang progresif unilateral bukan dengan pusing atau gejala vestibular lainnya. Unexplained pendengaran unilateral kehilangan manfaat evaluasi dengan audiometri dan baik batang otak pendengaran membangkitkan potensi atau scan MRI.10 2. Hemangiopericytomas Dimasa lalu, hemangiopericytomas disebut meningioma angimatosus.

Hemangiopericytomas berpoliferasi sangat agresif daripada meningioma, selain itu Hemangiopericytomas adalah tumor hypersellular dengan karekteristik berdinding tipis bercabang yang disebut staghorn 13

3. Glioma Meningioma dapat menyerang otak dan mirip dengan glioma, dimana area yang terkena ada pada leptomenings. Dimana jika dilakukan biopsy didapatkan protein GFAP dan S100 hasilnya Positif ,10 Glioma merupakan neoplasma dari sel glia, tergantung darimana letak neoplasma tersebut. Pada glioma dapat dibagi berdasarkan morfologinya, antara lain Astrositoma, oligodendroma, ependimoma dan medullablastoma. Dari morfologi itu dapat dikatakan bahwa astrositoma bukan berasal pada astrosit atau oligodondrioma berinduk pada oligondrosit. 2

11

PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan meningioma tergantung dari lokasi dan ukuran tumor itu sendiri. Terapi meningioma masih menempatkan reseksi operatif sebagai pilihan pertama. Beberapa faktor yang mempengaruhi operasi removal massa tumor ini antara lain lokasi tumor, ukuran dan konsistensi, vaskularisasi dan pengaruh terhadap sel saraf, dan pada kasus rekurensi, riwayat operasi sebelumnya dan atau radioterapi. Lebih jauh lagi, rencana operasi dan tujuannya berubah berdasarkan faktor risiko, pola, dan rekurensi tumor. Tindakan operasi tidak hanya mengangkat seluruh tumor tetapi juga termasuk dura, jaringan lunak, dan tulang untuk menurunkan kejadian rekurensi.14

Gambar 8. Kraniotomi untuk mengekspos tumor meningioma . Setelah tumor diangkat, jaringan otak dapat kembali berkembang di rongga.1

Tumor rekurens dan harapan hidup setelah pembedahan tergantung pada tingkat reseksi dan grade histologi dari tumor. Kekomplitan pengangkatan tumor adalah secara frekuen digolongkan menurut Simpson scale, yang berkorelasi dengan tingkat recurans setelah 10 tahun.1,2,4,5,6,8-14 Simpson Grade Grade I Grade II Grade III Grade IV Completeness of Resection complete removal including resection of underlying bone and associated dura complete removal + coagulation of dural attachment complete removal w/o resection of dura or coagulation subtotal resection Tabel 2. Simpson Grading Scale 14
12

10-year Recurrence 9% 19% 29% 40%

Radiasi Beberapa tumor dapat dianggap dioperasi karena lokasi mereka di dekat area otak yang mengontrol fungsi-fungsi vital seperti pernapasan atau intelek. Beberapa meningioma ganas tumbuh kembali setelah operasi pengangkatan. Dalam kasus ini, radiasi dapat digunakan untuk merusak DNA dalam sel membuat mereka tidak mampu untuk membagi dan bereproduksi. Tujuan dari pengobatan radiasi adalah untuk memaksimalkan dosis untuk sel tumor yang abnormal dan meminimalkan paparan sel-sel sehat yang normal. Manfaat radiasi tidak langsung tetapi terjadi dari waktu ke waktu. Secara bertahap, tumor akan berhenti tumbuh, menyusut, dan dalam beberapa kasus, benar-benar hilang. Ada dua cara untuk memberikan radiasi: beberapa dosis rendah (radioterapi) atau dosis tinggi tunggal (radiosurgery).1,4,5,7,8,9,10,14

PROGNOSIS Pada umumnya prognosa meningioma adalah baik, karena pengangkatan tumor yang sempurna akan memberikan penyembuhan yang permanen. Pada orang dewasa kelangsungan hidupnya relatif lebih tinggi dibandingkan pada anak-anak, dilaporkan kelangsungan hidup rate lima tahun adalah 75%. Pada anak-anak lebih agresif, perubahan menjadi keganasan lebih besar dan tumor dapat menjadi sangat besar. Pada penyelidikan pengarang-pengarang barat lebih dari 10% meningioma akan mengalami keganasan dan kekambuhannya tinggi.14 Angka kematian (mortalitas) meningioma sebelum operasi jarang dilaporkan, dengan kemajuan teknik dan pengalaman operasi para ahli bedah maka angka kematian post operasi makin kecil. Diperkirakan angka kematian post operasi selama lima tahun (19421946) adalah 7,9% dan (19571966) adalah 8,5%. Sebab-sebab kematian menurut laporan-laporan yang terdahulu yaitu perdarahan dan edema otak. 7,10,11

13