Anda di halaman 1dari 41

Sample Page Archives o December 2011 Categories o Uncategorized

asmaul khusnah
Blog mahasiswa Universitas Brawijaya DASAR MANAJEMEN No Comments

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA JEMBATAN WHEATSTONE


2011 12.19
BAB 1 PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Jembtan wheatstone tidak diciptakan oleh chavles wheatsone (1802-1875),tetapi diciptakan oleh Hunter christi. Namun charles wheatstone bertanggung jawab untuk mempopulerkan empat resistor, baterai dan galvanometer,dan memebrikan kredit Christi penuh pada 1843 itu disebut bakterian kuliah. Whetstone rangkaian sebuah pengukur Deverensial Perlawanan (Diaf,2009). Jembatan Wheatsone merupakan suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya(bessarnya).kegunaan dari jembatan Wheatstone adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir pada galvonometer sama dengan nol (ka rena patensi ujung-ujungnya sangat besar) sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian silang (Lutfii,2009). Rangkaian jembatan Wheatstone adalah susunan dari empat buah hambatan yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatan variabel dan hambatan yang belum diketahui bersama yang dsusun seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya dipasang sebuah galvanomater dan pada titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan. (Andhie,2010)

2. Maksud dan Tujuan


Maksud dari praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatstone adalah agar para praktikan mengetahui macam-macam alat pada rangkaian jembatan wheatstone.

Tujuan dari praktikum fisika dasar tentng jembatan wheatstone adalah untuk manentukan tahanan suatu penghantar dengan rangkaian suatu jembatan wheatstone dan mengetahui fungsi masing-masing alat pada rangkaian jembatan wheatstone.

3. Waktu dan Tempat Praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatsone ini dilakukan pada hari rabu 08 Desember 2010 pukul 10.30 12.30 WIB.dan dilaksanakan di laboratorium IIP (ilmu-ilmu peraiaran), fakultas perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Brawijaya Malang.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian jembatan wheatstone Jembatan wheatstone adalah susunan komponen-komponen elektronika yang berupa resistor dan catu daya. Hasil kali antara hambatan-hambatan berhadapan yang satu akan sama dengan hasil kali hambatan-hambatan berhadapan lainnya. Jika beda potensial antara c dan d sama dengan nol, R1 R3 = R2 R4. (Revalno,2010) Sebuah jembatan wheatstone adalah sirkuit listrik yang ditemukan oleh samuel hunter christi pada tahun 1833 dan diperbaiki oleh sir charles wheatstone pada tahun1843. Hal ini digunakan untuk mengukur diketahui hambatan listrik dengan menyambungkan dua kaki dan rangkaian jembatan. Satu kaki merupakan komponen yang tidak diketahui. (Medi,2009) Ada jembatan wheatstone yang dibawa-bawa (portable) yaitu yang sel keringnya lengkap dalam satu kotak. Perbandsingan MIN dapat dibuat baterai integral antara 0,001 dan 1000 dengan memuitar sebuah tombol dan harga dapat diatur dengan empat saklar. (Francis,1962)

(Google image,2010)

2.2 Galvanometer Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk deteksi dengan pengukuran arus. Kebanyakan alat atau kerjanya tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan dalam medan magnet. Bentuk mula-mula dari galvanometer adalah seperti alat yang dipakai oested yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur kawat dan jarum diantara keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus didalam kawat. Kepekaan galvanometer sepaerti ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertikal dengan jarum kompas ditengahnya. Dan instrumen semacam ini dibuat oleh Lord Kevin pada tahun 1890, yang tingkat kepekaannya jarang sekali dilampaui oleh alat yang ada pada waktu itu. (lutfi,2009) Semua galvanometer didasarkan atas penemuan oleh Hans C.Oested bahwa jarum magnetis adalah yang dibelokkan oleh keberadaaan sebuah arus listrik yang lewat melalui konduktor dan utara tiang poin antara dalam arah yang ini baris induksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum yang ternyata adalah bergantung pada kekuatan yang sekarang. (Merisca,2009) Setiap alat yang digunakan untuk mendeteksi mengukur arus disebut galvanometer. Pada mulanya galvanometer itu hanyanlah alat seperti yang diciptakan Oested yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri listrik yang akan diukur. Pada saat ini semua galvanometer yang dipakai mengggunakan kumparan bergerak atau kumparan berengsel menurut tipe yang diciptakan oleh D.arsonval. (Zemaky,1962)

(Google image, 2010)

2.3 Hambatan Listrik Dalam suatu rangkaian listrik tentu terdapat hambatan. Hambatan/resistansi merupakan karakteristik umum dari suatu rangkain. Karakteristik hambatan komponen-komponen dalam rangkain listrik adalah: 1). Hambatan kawat penghantar. Besarnya kawat penghantar dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu hambatan jenis penghantar, panjang penghantar, dan luas penampang penghantar. 2). Hambatan resitor digunakan aagr tidak membuang banyank biaya dalam pembuatan suatu hambatan. Besarnya resistansi suatu resistor dapat ditentukan secara langsung menggunakan alat ukur hambatan (ohmmeter) atau menggunakan perhitungan manual dengan kode warna resistor. (Ammanoel,2010)

Daftar Kode Warna Resistor Menurut Ammanoel (2010) warna Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Tak Berwarna Angka I 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Angka II 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Faktor Pengali 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
0

Toleransi

5% 10% 20%

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melkawatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: R= V/I atau dimana tegangan dan I adalah arus satuan untuk hambatan adalah ohm (R). (Anton,2009)

2.4 Manfaat Jembatan Wheatstone dalam Bidang perikanan Berbagai pemanfaatan penginderaan jauh dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dibidang kelautan, hidrologi, klimatologi, lingkungan dankedirgantaraan. Manfaat dibidang kelautan (seasat mos) adalah untuk pengamatan sifat fisi air laut, pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi dan lainlain.(Aryadamis,2009) Menangkap ikan menggunakan cahaya adalah kegiatan perburuan seperti halnya menangkap harimau,babi hutan atau hewan-hewan liar lainnya di hutan, karena sifat memburu,menjadikan kegiatan penangkapan ikan mengandung ketidak pastian yang tinggi. Untuk mengurangi ketidak pastian hasil tangkap ikan tersebut nelayan sejak lama menggunakan sarana cahaya sebagai alat bantu penangkapan ikan. Sesunguhnya sangat berkaitan dengan upaya nelayan dalam memahami prilaku ikan disekitarnya.(vandef,2010)

BAB III METODOLOGI

3.1 Gambar Rangkaian

3.2 Alat dan Fungsi Pada praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatstone ini,alat yang digunakan sebagai berikut: Jembatan Wheatstone : untuk menentukan nilai L1 dan L2,nilai L2>L1 Power Supply : mengubah arus Ac menjadi Dc dan sebagai sumber energi Galvanometer : sebagai alat untuk mendeteksi adanya arus listrik pada rangkaian wheatstone Kontak Geser : sebagai saklar, alat untuk memutus dan menyambung arus listrik Kawat Nikron : sebagai stabilitas untuk menetralisir arus listrik agar terjadi arus listrik disetiap rangkaian jembatan wheatstone Tahanan Standar : sebagai hambatan/tahanan yang sudah diketahui nilai hambatannya yaitu:10,12,15,33,47 Rx : sebagai resistor yang belum dikatahui nilai hambatannya Penjepit Buaya : berfunsi sebagai penjepit pada tiap-tiap kabel agar terjadi arus listrik Kabel Penguhung :untuk menghubungkan rangkaian kabel

3.3 Skema Kerja

Alat yang digunakan Disiapkan disiapkan rangkaian seperti pada gambar(sumber daya dalam keadaan off Dihubungkan kabel penghubung(warna merah dan hitam pada resistor dengan tekanan 10) Diubah power suply dalam posisi on Dicatat kedudukan kontak geser tersebut untuk menentukan panjang l1 dan l2 (calvanometer menunjukan angka nol) Diulangi percobaan tersebut dengan memindahkan kabel penghubung pada RS:10,12,1533,47 secara bergantian Dipindahkan kutub molaritas Rx sebanyak Sx dan diulangi Percobaan diatas Dicatat dan ditentukan nilanya Hasil

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan

Rx1 No. Rs (ohm) L1(cm) 1 2 3 4 5 6310 =7910 37 21 = 17,03 = 37,62 Untuk Rs 12 10 12 15 33 47 37 35 35 37 41 L2(cm) 63 65 65 63 59 L1(cm) 2 1 50 1 1

Rx2 L2(cm) 98 99 50 99 99

ntuk Rs 10 Rx1= L2 Rs Rx2= L2Rs L1 L1 =

Rx1=L2Rs Rx2=L2Rs L1 L1 =6510 =9912

35. 1
=18,57 =1188 Untuk Rs 15

Rx1=L2Rs Rx2=L2Rs L1 L1 =6515 =5015

35. 50
=27,86 =15 Untuk Rs 33

Rx1=L2Rs Rx2=L2Rs

A=A= == == ==

Ralat Mutlak (A)

= 9,8 = 995,49

I1 = I2 = ==

Ralat Nisbi (I)

= 5,23 % = 10, 87 %

Ralat Keseksamaan (K)

K1 = 100 % I1 K2 = 100 % I2 = 100 % 5,23% = 100 % 10,87% = 94,77 % = 89,13 %

Hasil Perhitungan

Hp1 = + A Hp2 = + A = 37,46 + 9,8 = 1832,12 + 99,59 = 47,26 = 2827, 71

Hp1 = A Hp2 = A = 37,46 9,8 = 1932,12 995,59 = 27,66 = 836,53

Untuk Rs (33 )

Rx1 = Rx2 = == = 56,19 = 3267 Untuk Rs (47 )

Rx1 = Rx2 = == = 67,63 = 4653

= 37,46

= 1832,12

No 1. 2. 3. 4. 5.

Rs (ohm) 10 12 15 33 47

Rx1 (ohm) 17,03 18,57 27, 86 59, 19 67, 63

Rx2 (ohm) 37,62 1188 15 3267 4653 20,43 18,89 9,6 18,73 30,17 1794,5 1813,23 1817,12 1434,88 2820,88 417,38 356,83 92,16 350,81 910,23 3220230,25 3287803,03 3301925, 09 2058880, 61 7959363, 97

= 2127,41

= 19826202,95

4.2 Analisa Prosedur Langkah pertama yang dilakukan dalam percobaan iniadalah menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan yaitu: power suply,adaptor,galvanometer,jembatan wheatstone,kabel resistor standart, dan resistor yang belum diketahui nilainya. Kemudian dihubungkan seperti pada gambar,sumber daya dalam keadaan off, setelah itu kabel-kabel warna(hitam dan merah) dihubungkan pada resistor dengan tahanan standart yang awal yaitu 10. Kemudian saklar pada power suply do on kan,lalu pada kontak geser,digeserkan sepanjang kawat hingga galvanometer bergerak menuju angka nol, lalu didapatkan kedudukan kontak geser. Kemudian dicatat l1 dan l2 percobaan ini diulangi hingga atau dengan memindahkan Rx yang tersusun atas dan belum diketahui nilainya. Dilakukan sebanyak 5 perlakuan pada setiap percobaan. Kemudian diulangi denga memindahkan kabel penghubung pada Rs 12,15,33,47, lalu dicatat hasilnya(tiap Rs dihubungkan ke-5 resistor yang belum diketahui besarnya kemudian dicatat hasilnya) Yang terakhir adalah membersihkan alat yang telah didunakan. Semua kabel yang terhubung dengan Rs,Rx,galvanometer,power suply, dan jembatan wheatstone dillepaskan dan dirapikan. Kemudian semua alat diletakkan pada tempay semula.

4.3 Analisis Hasil Berdasarkan pratikum yang telah dilakukan didapat hasil pengamatan terhadap Rx1 dengan Rs 10 didapat L1 = 37 cm dan L2 = 63 cm. Pada Rs 12 nilai L1 = 35 cm dan L2 = 65 cm. Lalu pada Rs 15 didapat nilai L1 = 35 cm dan L2 = 65 cm. Sedangkan pada Rs 33 , L1 = 37 cm dan L2 = 63 cm. Kemudian Rs 47 nilai L1 = 41 cm dan L2 = 59 cm. Berdasarkan hasil perhitungan pada R x1 dengan menggunakan rumus Rx1 = didapat nilai Rx1 pada Rs 10 adalah 17,03 , Rx1 pada Rs 12 = 18,57 pada Rs 15 Rx1 = 27,86 dan Rx1 pada Rs 33 dan 47 secara berturut-turut adalah 56,19 dan 67,63 . Sedangkan nilaidiperoleh dengan menjumlahkan semua R x1 kemudian dibagi 5 dan diperolehsebesar 37,46 . jumlah dari adalah 2127, 41 nilai ralat nisbi (I) = 5, 23% dan Nilai keseksamaan (k) = 94,77%. Untuk hasil perhitungan Hp, (+) = 47, 26 dan Hp (-) = 27, 66. Sedangkan hasil pengamatan terhadap Rx2 dengan Rs 10 diperoleh L1 = 21 cm dan L2 = 79 cm. Pada Rs 12 L1 = 1 cm dan L2 = 99 cm. Sedangkan pada Rs 15 cm didapat L1 = 50 dan L2 = 50 cm. Kemudian pada Rs 33 dan 47 nilai L1 dan L2 nya sama yaitu L1 = 1 cm dan L2 = 99 cm. Dari hasil perhitungan Rx2 dengan rumus Rx2 didapat Rs2 pada Rs 10 sebesar 37,62 , pada Rs12 = 1188 sedangkan nilai Rx2 pada Rs 15 , 33 dan 47 secara berturut-turut adalah 15 , 3267 dan 4653 . Jumlah yaitu 9160,62 dan nilai adalah 1832,12 . Kemudian jumlah dari adalah 19826202,95 . Nilai Ralat mutlak (A) adalah 995,59 sedangkan nilai ralat nisbi (I) adalah 10,87%, kemudian nilai keseksamaan yang didapat adalah 89,13%. Nilai perhitungan Hp adalah Hp2 (+) = 2827,71 dan Hp2(-) = 836,53. BAB V PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Dari praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatstone dapat diambil kesimpulan antara lain adalah sebagai berikut: Power Suply merupakan alat penghasil energi dan merubah arus ac menjadi dc Arus adalah muatan netto yang mengalir melalui daerah satuan waktu L1 danL2 pada Rs 33 dan 47 terhadap Rx2 memiliki nilai yang sama yaitu L1: 1 dan L2: 99 Perubahan L1 dan L2 pada Rs 10,12,15,33,dan 47 terhadap Rx. Penurunan tidak terlalu mencolok

5.2 SARAN Pada praktikum kali ini sebaiknya para praktikan menguasai materi-materinya dan para asisten mengajari cara merangkai jembatan wheatstone agar praktikum paham dan mengerti.

Sample Page Archives o December 2011 Categories

Uncategorized

asmaul khusnah
Blog mahasiswa Universitas Brawijaya DASAR MANAJEMEN No Comments

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA JEMBATAN WHEATSTONE


2011 12.19
BAB 1 PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Jembtan wheatstone tidak diciptakan oleh chavles wheatsone (1802-1875),tetapi diciptakan oleh Hunter christi. Namun charles wheatstone bertanggung jawab untuk mempopulerkan empat resistor, baterai dan galvanometer,dan memebrikan kredit Christi penuh pada 1843 itu disebut bakterian kuliah. Whetstone rangkaian sebuah pengukur Deverensial Perlawanan (Diaf,2009). Jembatan Wheatsone merupakan suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya(bessarnya).kegunaan dari jembatan Wheatstone adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir pada galvonometer sama dengan nol (ka rena patensi ujung-ujungnya sangat besar) sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian silang (Lutfii,2009). Rangkaian jembatan Wheatstone adalah susunan dari empat buah hambatan yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatan variabel dan hambatan yang belum diketahui bersama yang dsusun seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya dipasang sebuah galvanomater dan pada titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan. (Andhie,2010)

2. Maksud dan Tujuan


Maksud dari praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatstone adalah agar para praktikan mengetahui macam-macam alat pada rangkaian jembatan wheatstone. Tujuan dari praktikum fisika dasar tentng jembatan wheatstone adalah untuk manentukan tahanan suatu penghantar dengan rangkaian suatu jembatan wheatstone dan mengetahui fungsi masing-masing alat pada rangkaian jembatan wheatstone.

3. Waktu dan Tempat Praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatsone ini dilakukan pada hari rabu 08 Desember 2010 pukul 10.30 12.30 WIB.dan dilaksanakan di laboratorium IIP (ilmu-ilmu peraiaran), fakultas perikanan dan ilmu kelautan, Universitas Brawijaya Malang.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian jembatan wheatstone Jembatan wheatstone adalah susunan komponen-komponen elektronika yang berupa resistor dan catu daya. Hasil kali antara hambatan-hambatan berhadapan yang satu akan sama dengan hasil kali hambatan-hambatan berhadapan lainnya. Jika beda potensial antara c dan d sama dengan nol, R1 R3 = R2 R4. (Revalno,2010) Sebuah jembatan wheatstone adalah sirkuit listrik yang ditemukan oleh samuel hunter christi pada tahun 1833 dan diperbaiki oleh sir charles wheatstone pada tahun1843. Hal ini digunakan untuk mengukur diketahui hambatan listrik dengan menyambungkan dua kaki dan rangkaian jembatan. Satu kaki merupakan komponen yang tidak diketahui. (Medi,2009) Ada jembatan wheatstone yang dibawa-bawa (portable) yaitu yang sel keringnya lengkap dalam satu kotak. Perbandsingan MIN dapat dibuat baterai integral antara 0,001 dan 1000 dengan memuitar sebuah tombol dan harga dapat diatur dengan empat saklar. (Francis,1962)

(Google image,2010)

2.2 Galvanometer Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk deteksi dengan pengukuran arus. Kebanyakan alat atau kerjanya tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan dalam medan magnet. Bentuk mula-mula dari galvanometer adalah seperti alat yang dipakai oested yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur kawat dan jarum diantara keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus didalam kawat. Kepekaan galvanometer sepaerti ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertikal dengan jarum kompas ditengahnya. Dan instrumen semacam ini dibuat oleh Lord Kevin pada tahun 1890, yang tingkat kepekaannya jarang sekali dilampaui oleh alat yang ada pada waktu itu. (lutfi,2009) Semua galvanometer didasarkan atas penemuan oleh Hans C.Oested bahwa jarum magnetis adalah yang dibelokkan oleh keberadaaan sebuah arus listrik yang lewat melalui konduktor dan utara tiang poin antara dalam arah yang ini baris induksi mengalir. Secara umum, sejauh mana jarum yang ternyata adalah bergantung pada kekuatan yang sekarang. (Merisca,2009) Setiap alat yang digunakan untuk mendeteksi mengukur arus disebut galvanometer. Pada mulanya galvanometer itu hanyanlah alat seperti yang diciptakan Oested yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri listrik yang akan diukur. Pada saat ini semua galvanometer yang dipakai mengggunakan kumparan bergerak atau kumparan berengsel menurut tipe yang diciptakan oleh D.arsonval. (Zemaky,1962)

(Google image, 2010)

2.3 Hambatan Listrik Dalam suatu rangkaian listrik tentu terdapat hambatan. Hambatan/resistansi merupakan karakteristik umum dari suatu rangkain. Karakteristik hambatan komponen-komponen dalam rangkain listrik adalah: 1). Hambatan kawat penghantar. Besarnya kawat penghantar dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu hambatan jenis penghantar, panjang penghantar, dan luas penampang penghantar. 2). Hambatan resitor digunakan aagr tidak membuang banyank biaya dalam pembuatan suatu hambatan. Besarnya resistansi suatu resistor dapat ditentukan secara langsung menggunakan alat ukur hambatan (ohmmeter) atau menggunakan perhitungan manual dengan kode warna resistor. (Ammanoel,2010)

Daftar Kode Warna Resistor Menurut Ammanoel (2010) warna Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Tak Berwarna Angka I 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Angka II 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Faktor Pengali 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
0

Toleransi

5% 10% 20%

Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melkawatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: R= V/I atau dimana tegangan dan I adalah arus satuan untuk hambatan adalah ohm (R). (Anton,2009)

2.4 Manfaat Jembatan Wheatstone dalam Bidang perikanan Berbagai pemanfaatan penginderaan jauh dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya dibidang kelautan, hidrologi, klimatologi, lingkungan dankedirgantaraan. Manfaat dibidang kelautan (seasat mos) adalah untuk pengamatan sifat fisi air laut, pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi dan lainlain.(Aryadamis,2009) Menangkap ikan menggunakan cahaya adalah kegiatan perburuan seperti halnya menangkap harimau,babi hutan atau hewan-hewan liar lainnya di hutan, karena sifat memburu,menjadikan kegiatan penangkapan ikan mengandung ketidak pastian yang tinggi. Untuk mengurangi ketidak pastian hasil tangkap ikan tersebut nelayan sejak lama menggunakan sarana cahaya sebagai alat bantu penangkapan ikan. Sesunguhnya sangat berkaitan dengan upaya nelayan dalam memahami prilaku ikan disekitarnya.(vandef,2010)

BAB III METODOLOGI

3.1 Gambar Rangkaian

3.2 Alat dan Fungsi Pada praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatstone ini,alat yang digunakan sebagai berikut: Jembatan Wheatstone : untuk menentukan nilai L1 dan L2,nilai L2>L1 Power Supply : mengubah arus Ac menjadi Dc dan sebagai sumber energi Galvanometer : sebagai alat untuk mendeteksi adanya arus listrik pada rangkaian wheatstone Kontak Geser : sebagai saklar, alat untuk memutus dan menyambung arus listrik Kawat Nikron : sebagai stabilitas untuk menetralisir arus listrik agar terjadi arus listrik disetiap rangkaian jembatan wheatstone Tahanan Standar : sebagai hambatan/tahanan yang sudah diketahui nilai hambatannya yaitu:10,12,15,33,47 Rx : sebagai resistor yang belum dikatahui nilai hambatannya Penjepit Buaya : berfunsi sebagai penjepit pada tiap-tiap kabel agar terjadi arus listrik Kabel Penguhung :untuk menghubungkan rangkaian kabel

3.3 Skema Kerja

Alat yang digunakan Disiapkan disiapkan rangkaian seperti pada gambar(sumber daya dalam keadaan off Dihubungkan kabel penghubung(warna merah dan hitam pada resistor dengan tekanan 10) Diubah power suply dalam posisi on

Dicatat kedudukan kontak geser tersebut untuk menentukan panjang l1 dan l2 (calvanometer menunjukan angka nol) Diulangi percobaan tersebut dengan memindahkan kabel penghubung pada RS:10,12,1533,47 secara bergantian Dipindahkan kutub molaritas Rx sebanyak Sx dan diulangi Percobaan diatas Dicatat dan ditentukan nilanya Hasil

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan Rx1 No. Rs (ohm) L1(cm) 1 2 10 12 37 35 L2(cm) 63 65 L1(cm) 2 1 L2(cm) 98 99 Rx2

3 4 5 L2 Rs Rx2= L2Rs L1 L1 = 6310 =7910 37 21 = 17,03 = 37,62 Untuk Rs 12

15 33 47

35 37 41

65 63 59

50 1 1

50 99 99

ntuk Rs 10 Rx1=

Rx1=L2Rs Rx2=L2Rs L1 L1 =6510 =9912

35. 1
=18,57 =1188 Untuk Rs 15

Rx1=L2Rs Rx2=L2Rs L1 L1 =6515 =5015

35. 50
=27,86 =15 Untuk Rs 33

Rx1=L2Rs Rx2=L2Rs

A=A=

Ralat Mutlak (A)

== == == = 9,8 = 995,49

I1 = I2 = ==

Ralat Nisbi (I)

= 5,23 % = 10, 87 %

Ralat Keseksamaan (K)

K1 = 100 % I1 K2 = 100 % I2 = 100 % 5,23% = 100 % 10,87% = 94,77 % = 89,13 %

Hasil Perhitungan

Hp1 = + A Hp2 = + A = 37,46 + 9,8 = 1832,12 + 99,59 = 47,26 = 2827, 71

Hp1 = A Hp2 = A

= 37,46 9,8 = 1932,12 995,59 = 27,66 = 836,53

Untuk Rs (33 )

Rx1 = Rx2 = == = 56,19 = 3267 Untuk Rs (47 )

Rx1 = Rx2 = == = 67,63 = 4653

= 37,46

= 1832,12

No 1. 2. 3. 4. 5.

Rs (ohm) 10 12 15 33 47

Rx1 (ohm) 17,03 18,57 27, 86 59, 19 67, 63

Rx2 (ohm) 37,62 1188 15 3267 4653 20,43 18,89 9,6 18,73 30,17 1794,5 1813,23 1817,12 1434,88 2820,88 417,38 356,83 92,16 350,81 910,23 3220230,25 3287803,03 3301925, 09 2058880, 61 7959363, 97

= 2127,41

= 19826202,95

4.2 Analisa Prosedur Langkah pertama yang dilakukan dalam percobaan iniadalah menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan yaitu: power suply,adaptor,galvanometer,jembatan wheatstone,kabel resistor standart, dan resistor yang belum diketahui nilainya. Kemudian dihubungkan seperti pada gambar,sumber daya dalam keadaan off, setelah itu kabel-kabel warna(hitam dan merah) dihubungkan pada resistor dengan tahanan standart yang awal yaitu 10. Kemudian saklar pada power suply do on kan,lalu pada kontak geser,digeserkan sepanjang kawat hingga galvanometer bergerak menuju angka nol, lalu didapatkan kedudukan kontak geser. Kemudian dicatat l1 dan l2 percobaan ini diulangi hingga atau dengan memindahkan Rx yang tersusun atas dan belum diketahui nilainya. Dilakukan sebanyak 5 perlakuan pada setiap percobaan. Kemudian diulangi denga memindahkan kabel penghubung pada Rs 12,15,33,47, lalu dicatat hasilnya(tiap Rs dihubungkan ke-5 resistor yang belum diketahui besarnya kemudian dicatat hasilnya) Yang terakhir adalah membersihkan alat yang telah didunakan. Semua kabel yang terhubung dengan Rs,Rx,galvanometer,power suply, dan jembatan wheatstone dillepaskan dan dirapikan. Kemudian semua alat diletakkan pada tempay semula.

4.3 Analisis Hasil Berdasarkan pratikum yang telah dilakukan didapat hasil pengamatan terhadap R x1 dengan Rs 10 didapat L1 = 37 cm dan L2 = 63 cm. Pada Rs 12 nilai L1 = 35 cm dan L2 = 65 cm. Lalu pada Rs 15 didapat nilai L1 = 35 cm dan L2 = 65 cm. Sedangkan pada Rs 33 , L1 = 37 cm dan L2 = 63 cm. Kemudian Rs 47 nilai L1 = 41 cm dan L2 = 59 cm. Berdasarkan hasil perhitungan pada R x1 dengan menggunakan rumus Rx1 = didapat nilai Rx1 pada Rs 10 adalah 17,03 , Rx1 pada Rs 12 = 18,57 pada Rs 15 Rx1 = 27,86 dan Rx1 pada Rs 33 dan 47 secara berturut-turut adalah 56,19 dan 67,63 . Sedangkan nilaidiperoleh dengan menjumlahkan semua R x1 kemudian dibagi 5 dan diperolehsebesar 37,46 . jumlah dari adalah 2127, 41 nilai ralat nisbi (I) = 5, 23% dan Nilai keseksamaan (k) = 94,77%. Untuk hasil perhitungan Hp, (+) = 47, 26 dan Hp (-) = 27, 66. Sedangkan hasil pengamatan terhadap Rx2 dengan Rs 10 diperoleh L1 = 21 cm dan L2 = 79 cm. Pada Rs 12 L1 = 1 cm dan L2 = 99 cm. Sedangkan pada Rs 15 cm didapat L1 = 50 dan L2 = 50 cm. Kemudian pada Rs 33 dan 47 nilai L1 dan L2 nya sama yaitu L1 = 1 cm dan L2 = 99 cm. Dari hasil perhitungan Rx2 dengan rumus Rx2 didapat Rs2 pada Rs 10 sebesar 37,62 , pada Rs12 = 1188 sedangkan nilai Rx2 pada Rs 15 , 33 dan 47 secara berturut-turut adalah 15 , 3267 dan 4653 . Jumlah yaitu 9160,62 dan nilai adalah 1832,12 . Kemudian jumlah dari adalah 19826202,95 . Nilai Ralat mutlak (A) adalah 995,59 sedangkan nilai ralat nisbi (I) adalah 10,87%, kemudian nilai keseksamaan yang didapat adalah 89,13%. Nilai perhitungan Hp adalah Hp 2 (+) = 2827,71 dan Hp2(-) = 836,53.

PENUTUP 5.1 KESIMPULAN Dari praktikum fisika dasar tentang jembatan wheatstone dapat diambil kesimpulan antara lain adalah sebagai berikut: Power Suply merupakan alat penghasil energi dan merubah arus ac menjadi dc Arus adalah muatan netto yang mengalir melalui daerah satuan waktu L1 danL2 pada Rs 33 dan 47 terhadap Rx2 memiliki nilai yang sama yaitu L1: 1 dan L2: 99 Perubahan L1 dan L2 pada Rs 10,12,15,33,dan 47 terhadap Rx. Penurunan tidak terlalu mencolok

5.2 SARAN Pada praktikum kali ini sebaiknya para praktikan menguasai materi-materinya dan para asisten mengajari cara merangkai jembatan wheatstone agar praktikum paham dan mengerti.

DAFTAR PUSTAKA Ammanoel.2010.hhtp://www.mediabali.net/listrik dinamis/hambatan listrik.html.diakses 26 november 2010.pukul 23.00 wib Andhie.2010.http://andhie 13 student.umm.ac.id/2010/04/09/239/diakses 26 november 2010.pukul 23.00 wib Anton.2009.http://anton 182.wordpress.com/2009/04/22/pengertian hambatan-arus-tegangan-dan-bunyihukum-ohm/diakses 27 november 2010.pukul 10.00 wib Aryadhani.2009.http://aryadhani.blogspot.com/2009/05/01/acchive.html diakses 27 November 2010. pukul 10.00 wib Diaf.2009.http//translate.google.co.id/translate)hi=id dan langpair=enlid dan :http://physics.kenyen.edu/early apparatus/electricus/wheatstone-bridge.diakses 27 November 2010. pukul 10.00 wib Lutfi.2009.http://sebuah nama untuk cinta.blogspot.com/2009/jembatan wheatstone.html.diakses 27 November 2010. pukul 10.00 wib Medi Zilfikar.2009.http://trasnlate google.co.id/translate ?hi=id & longpair-eglid& =http=://en.wikipedia.org/wiki/wheatstone bridge.html.diakses 27 November 2010. pukul 11 wib Francis.1962.fisika untuk universitas 2 bina BDG Merisca.2009.http://problem.fisika a.blogspot.com/2009/04/galvanimeter.html.diakses 27 November 2010. pukul 11.00 wib Revalno.2010.http://www.mediabali net/listrik.dinamis/galvanimeter html.diakses 27 November 2010. pukul 11.00 wib

8. PEMBAHASAN Jembatan Wheatstone merupakan cara lain untuk mengukur besar hambatan listrik yang belum diketahui. Mengukur besarnya hambatan listrik yang belum diketahui dengan metoda Jembatan Wheatstone pada dasarnya ialah membandingkan besar hambatan yang belum diketahui dengan besar hambatan listrik yang sudah diketahui nilainya.

mbatan WheatStone
by admin on March 17, 2012 Mengukur Besar Hambatan Metode Jembatan WheatStone Dalam salah satu mata kuliah teknik elektro tentang tenik pengukuran listrik ataupun rangkaian listrik tentunya kita belajar mengenai cara mengukur besar hambatan /resistor menggunakan metode Jembatan WheatStone. Rangkaian jembatan wheatstone adalah susunan dari 4 buah hambatan, yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatan variable dan hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun secara seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya dipasang sebuah galvanometer dan pada 2 titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan. Dengan mengatur sedemikian rupa besar hambatan variable sehingga arus yang mengalir pada Galvanometer = 0, dalam keadaan ini jembatan disebut seimbang, sehingga sesuai dengan

hukum Ohm berlaku persamaan: Rangkaian jembatanwheatstone juga dapat disederhanakan dengan menggunakan kawat geser bila besarnya hambatan bergantung pada panjang. Prinsip dasar pengukuran listrik metoda Jembatan WheatStone adalah membandingkan besar hambatan yang belum diketahui dengan besar hambatan listrik yang sudah diketahui nilainya. Gambar berikut menunjukkan prinsip dari rangkaian listrik Jembatan Wheatstone.

1. Keterangan : E : sumber tegangan listrik searah. S : penghubung arus. G : galvanometer. RG : hambatan geser (rheo stat). R1 dan R2 : hambatan listrik yang diketahui nilainya. Rb : bangku hambatan. X : hambatan yang akan ditentukan nilainya. Setelah S ditutup, dalam rangkaian akan ada arus listrik. Jika jarum dari galvanometer G mengalami penyimpangan berarti ada arus listrik yang melalui galvanometer G, berarti juga antara titik C dan titik D ada beda potensial. Dengan mengubah-ubah besarnya hambatanRb, R1 dan juga R2, dapat diusahakan sehingga galvanometer G tidak dilalui arus lagi, yang berarti potensial titik C dan titik D sama. Karena itu arus yang melalui R1 dan R2 sama, misalnya i1. Demikian juga arus yang melalui Rb dan X sama misalnya i2. Dengan menggunakan hukum Ohm, dapat diperoleh nilai dari X yang dinyatakan dengan R1, R2 dan Rb sebagai berikut :

Untuk menyederhanakan rangkaian dan mempermudah pengukuran hambatan R1 dan hambatan R2 antara A dan B dapat digantikan dengan kawat lurus yang serba sama dan panjangnya L. Untuk menambah ketelitian pengukuran pada rangkaian dapat ditambahkan komutator K yang dapat digunakan untuk membalikkan arah arus dalam rangkaian. Pada kawat hambatan dapat digeser-geserkan kontak geser C untuk mengubah-ubah besarnya hambatan RAC dan RCB.

Dengan mengeser-geserkan kontak geser C pada kawat hambatan AB atau dengan mengubah-ubah Rb, dapat dicapai keadaan hingga potensial titik C sama dengan potensial titik D, yang dalam hal ini ditunjukkan oleh tidak menyimpangnya jarum dari galvanometer G. Jika hal ini telah dicapai, maka X dapat dinyatakan dengan persamaan :

Dengan mengukur panjang L1 (panjang kawat AC) dan L2 = L L1 (panjang kawat CB) maka jika R telah diketahui besarnya hambatan X dapat dihitung dengan persamaan (2)

Prinsip dari metode jembatan wheatstone adalah

1. Hubungan antara resitivitas dan hambatan, yang berarti setiap penghantar memiliki besar hambatan tertentu. Dan juga menentukan hambatan sebagai fungsi dari perubahan suhu 2. Hukum Ohm yang menjelaskan tentang hubungan antara hambatan, tegangan dan arus listrik. Yang mana besar arus yang mengalir pada galvanometer diakibatkan oleh adanya suatu hambatan. 3. Hukum Kirchoff 1 dan 2, yang mana sesuai dari hukum ini menjelaskan jembatan dalam keadaan seimbang karena besar arus pada ke-2 ujung galvanometer sama besar sehingga saling meniadakan. Contoh Soal Diberikan rangkaian seperti gambar dibawah. Jika R1 = 50 , R2 = 60 , R3 = 40 , R4 = 20 , R5 = 30

Hitung hambatan pengganti dari rangkaian diatas!

Pembahasan Pada rangkaian diatas kondisinya adalah: sehingga R5 tidak bisa dihilangkan begitu saja, harus dimasukkan dalam perhitungan. Solusinya adalah mengganti R1, R4 dan R5 dengan 3 buah hambatan baru sebutlah Ra, Rb dan Rc agar rangkaian diatas bisa diselesaikan secara seri / paralel. Berikut ilustrasi dan rumus transformasinya:

sehingga rangkaian yang baru adalah seperti gambar berikut:

dengan

Langkah berikutnya adalah seri antara Rb dan R2 didapat : 15 + 60 = 75 seri antara Rc dan R3 didapat : 6 + 40 = 46 paralel antara dua hasil diatas

terakhir serikan Rparalel dengan Ra sebagai Rtotal : Dengan demikian didapatkan hambatan pengganti untuk rangkaian jembatan Wheatstone diatas adalah 37,89 . Tagged as: cara mengukur resistor, jembatan wheatstone, makalah teknik elektro, metoda wheatstone, prinsip jembatan wheatstone, teknik pengukuran listrik Diposkan oleh danoe_bushayri di 02.58

Analisa Data

Dalam percobaan yang kami lakukan, kami menggunakan prinsip jembatan wheatstone untuk menentukan besarnya hambatan. Jembatan wheatstone itu sendiri adalah suatu susunan rangkaian listrik yang digunakan untuk mengukur suatu tahanan yang tidak diketahui harganya (besarnya). angkaian jembatan wheatstone yang kami gunakan pada percobaan kami ini adalah sebagai berikut :

Untuk R atau dibaca dengan Resistor standar merupakan tahanan (resistor) yang nilainya dapat diubahubah. Dengan mengatur besarnya potensio maka kita dapat menyetimbangkan rangkaian jembatan wheatstone tersebut. Dengan menggunakan rangkaian ini kami dapat menentukan besarnya hambatan pada resistor standar. Pada saat rangkaian tersebut mempunyai beda potensial sama dengan nol volt atau bisa dikatakan rangkaian tersebut dalam keadaan setimbang, artinya tidak ada arus yang melalui galvanometer. Kondisi ini terjadi bila tegangan dari titik C ke A sama dengan tegangan dari titik D ke A; atau dengan mendasarkan terminalnya, jika tegangan dari titik C ke B sama dengan tegangan dari titik D ke B. jadi jembatan adalah setimbang jika :

Dalam pengukuran, cara mengetahui kapan arus itu sama dengan nol, kita tidak perlu lagi menggunakan alat yang berlebihan (voltmeter dan amperemeter), cukup dengan satu galvanometer untuk melihat apakah ada arus listrik yang melalui rangkaian. Setelah melihat pengukuran galvanometer barulah kita bisa memasukkan persamaan yang kemudian dengan perbandingan tersebut kita dapat menentukan besarnya Rx.

Untuk percobaan di atas kita hitung dan di dapatkan hasil dengan KR(Kesalahan Relatif ) adalah antara -1.7% sampai 4.7%. Dengan hasil seperti di atas maka praktek tersebut bias dikatakan berhasil. Namun hasil praktek ini agak sedikit menyimpang dengan teori yang sebenarnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa sebab seperti waktu kami menghitung R standar masih ada arus yang mengalir pada galvanometer, penyebab lainnya adalah Rx yang tidak dapat mengimbangi beban dari R standar yang menyebabkan hasil Rx praktek berbeda jauh hasil Rx

teori. Atau nilai tahanan resistor yang sudah turun akibat usia atau karena sudah sering dipakai dan dialiri arus listrik. Jika kita kaji lebih dalam lagi kita ketahui bahwa R standar berbanding lurus dengan Rx dan 1, berbanding terbalik dengan 2. Hal ini membuktikan bahwa kita dapat menyimpulkan kalau semakin panjang 1 semakin besar pula nilai R standar, begitu juga dengan sebaliknya semakin besar 2 maka semakin kecil Rx.

VIII. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Jika galvanometer menunjukkan angka nol, maka tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer. 2. Ketika galvanometer menunjukkan angka nol, maka tegangan pada ujung-ujung galvanometer adalah sama. 3. Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi atau mengukur arus listrik pada suatu rangkaian. 4. Besarnya R standar dipengaruhi oleh 1, 2 dan Rx. 5. R potensio berbanding lurus dengan Rx dan l1, berbanding terbalik dengan l2. 6. Semakin panjang 1 maka semakin besar pula hambatan Rstandar. 7. Semakin panjang 2 maka semakin kecil hambatan R standar. 8. R standar adalah suatu tahanan yang dapat diubah-ubah nilainya. 9. Dengan mengatur R standar kita dapat menyetimbangkan jembatan wheatstone.

IX. Daftar Pustaka


Buku Pedoman Praktikum Fisika Dasar www.januararisetiomo.blogspot.com www.scribd.com Wikipedia.org

ANDRI KAVIFA

My Home Kuliyah difisika Info untuk anda Ruang Sastra

May 29th, 2012


05/29/2012 0 Comments

Jurnal
Tiada hari tanpa jurnal itulah anak jurusan Fisika,, penuh dengan perjuangan membuat nya,, mengguras tenaga dan fikiran berbagai turunan dibuktikan

MENYELIDIKI HUBUNGAN HAMBATAN EKIVALEN RANGKAIAN SERI DAN PARAREL Andri Atun Nimah 1001135007 ABSTRACK Wheatstone bridge circuit which is composed of four obstacles. R1, R2 and R3 are barriers that have been known, while the Rx is a bottleneck that will be in search of magnitude. At equilibrium, the galvanometer will show zeros. Since no current flows through the galvanometer.

Archives
May 2012 March 2012

Categories

All Bandul Fisis Jembatan Watstone Kalorimeter Koefisien Muai Panjang Arms of a Wheatstone bridge consisting of R1, R2, R3 and Melde Rx, R1 and R2 is a set of known variables, while R 3 and R, while Modulus Elastisitas the Rx is an unknown resistor value. So that at its meeting R1, R2 Optik given voltage there will be a difference in voltage at the point of R2, 3 and R1, x. current difference is detected by the RSS Feed galvanometer. Used to measure the value of an obstacle by seeking current flowing in the galvanometer = zero (because of the potential at the ends of the galvanometer at large) Key words: Wheatstone bridge, galvanometer, resistance

ABSTRACKS Jembatan Wheatstone adalah rangkaian yang terdiri dari empat buah hambatan. R1 , R2 dan R3 merupakan hambatan yang sudah diketahui, sedangkan Rx adalah hambatan yang akan di cari besarnya. Pada keadaan setimbang, galvanometer akan menunjukkan angka nol. Karena tidak ada arus yang mengalir melalui galvanometer tersebut. Lengan-lengan jembatan wheatstone terdiri dari R1, R2, R3 dan Rx, R1 dan R2 adalah rangkaian yang diketahui sedangkan R3 dan R variable, sedangkan Rx adalah resistor yang tidak diketahui nilainya. Sehingga pada pertemuannya R1, R2 diberikan tegangan maka akan terjadi perbedaan tegangan pada titik R2,3 dan R1,x. perbedaan arus ini dideteksi oleh Galvanometer. Digunakan untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara mengusahakan arus yang mengalir pada galvanometer = nol (karena potensial di ujung-ujung galvanometer sama besar). Kata kunci : jembatan wheatstone,galvanometer, hambatan PENDAHULUAN Jembatan Wheatstone merupakan rangkaian yang terdiri dari empat buah hambatan yang mana dua dari hambatan tersebut adalah hambatan variable dan hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun secara satu sama lain dan pada dua titik diagonalnya dipasang sebuah Galvanometer dan pada dua titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan, dan Jembatan Wheatstone juga berguna untuk menentukan nilai hambatan listrik yang presisi atau nilai hambatan yang tepat. Untuk menggunakan metode Jembatan Wheatstone dapat menggunakan rangkaian Jembatan Wheatstone. Dengan menggunakan rangkaian tersebut, kita dapat melakukan perbandingan antara besar hambatan yang telah diketahui dengan besar hambatan yang belum diketahui yang tentunya dengan keadaan jembatan disebut seimbang yaitu Galvanometer menunjukkan pada angka nol. Dalam makalah Jurnal dasar-dasar fisika ini, secara khusus kami akan membahas mengenai Jembatan Wheatstone dengan menggunakan rangkaian Jembatan Wheatstone. Alasan kami menggunakan metode ini adalah untuk mengetahui bagaimana

menggunakan metode Jembatan Wheatstone dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. langsung melakukan pengukuran pada hambatan Rx dan Hambatan Seri & Parallel dengan menggunakan rangkaian Jembatan Wheatstone. DASAR TEORI Jembatan Wheatstone adalah suatu proses menentukan nilai hambatan listrik yang presisi/tepat menggunakan rangkaian Jembatan Wheatstone dan melakukan perbandingan antara besar hambatan yang telah diketahui dengan besar hambatan yang belum diketahui yang tentunya dalam keadaan Jembatan disebut seimbang yaitu Galvanometer menunjukkan pada angka nol. Rangkaian Jembatan Wheatstone tersebut memiliki susunan dari 4 buah hambatan yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatan variable dan hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun secara seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya dipasang sebuah Galvanometer dan pada 2 titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan. Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan pengukuran arus. Kebanyakan alat ini kerjanya tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan di dalam magnet. Gambar rangkaian Jembatan Wheatstone yaitu seperti gambar di bawah ini :

R1, R2, dan R3 merupakan hambatan yang sudah diketahui, sedangkan Rx adalah hambatan yang akan dicari besarnya. Dengan mengatur sedemikian rupa besar hambatan variable sehingga arus yang mengalir pada Galvanometer sama dengan nol, dalam keadaan ini jembatan tersebut disebut seimbang sehingga sesuai dengan hukum Ohm. Rangkaian Jembatan Wheatstone juga dapat disederhanakan dengan menggunakan kawat geser apabila besarnya hambatan bergantung pada panjang penghantar. Pengukuran Rx Untuk menentukan nilai hambatan listrik dengan presisi digunakan metode Jembatan Wheatstone. Bila Vac = Vbc, maka dalam keadaan saklar S tertutup,

penunjukkan Galvanometer (G) adalah nol. Dalam gambar tersebut, R1, R2, dan R3 diketahui nilainya sehingga hambatan Rx yang dicari adalah : Rx = (R1 R2)/R3 Dalam praktikum ini, R2 dan R3 diganti dengan sebuah pembagi tegangan (voltage divider/potensiometer) Pembagi tegangan ini merupakan kawat lurus homogeny (resistivitas dan diameter sama), sehingga hambatannya sebanding dengan panjang kawat. Jadi, R2 menjadi p1 (panjang sebagian kawat pertama) dan R3 menjadi p2, kemudian dalam hal ini R1 adalah hambatan standar. Maka didapatkan persamaan : Rx = (p1/p2) R1 Hambatan Seri dan Parallel Bila dua buah hambatan dihubungkan secara seri seperti gambar di bawah, maka kedua hambatan dapat digantikan oleh sebuah hambatan ekivalen, dengan persamaan : Rek = R1 + R2

Dan untuk hambatan parallel seperti gambar di bawah ini, didapatkan persamaan : Rek = R1 R2/(R1 + R2) Pada metode Jembatan Wheatstone terdapat beberapa sumber kesalahan dalam menentukan nilai hambatan listrik, kesalahan-kesalahan ini didasarkan pada beberapa kemungkinan, antara lain : Penyusunan rangkaian tidak sesuai pada contoh gambar; Kerusakkan yang terdapat pada alat-alat praktik yang digunakan; Kesalahan penglihatan pengukuran yang dialami seorang pengukur (human error);

METODE PENELITIAN

Dalam percobaan ini praktikum menggunakan metode eksperimen, dengan melakukan percobaan dilaboratorium fisika dasar. Dengan langkah langkah sebagai berikut . 1. Menyiapkan alat dan bahan yang telah disiapkan Munyusun alat percobaan Melakukan pengecekan alat Melakukan percobaan

2. 3. 4.

Selain menggunakan metode eksperimen, demi tercapainya kesempurnaan praktikum juga menggunakan metode tak langsung yaitu dengan tebak literature

PENGUJIAN SISTEM

Pada percobaan jembatan wheatstone yang di uji adalah hambatan listrik, untuk mendapatkan nilai atau hambatan listrik , percobaan ini bertujuan untuk menentukan nilai hambatan listrik yang menyelidiki hubungan hambatan ekivalen rangkaian seri dan pararel. Langkah-langkah percobaan sebagai berikut : 1. Menghubungkan rangkaian, jangan menyalahkan ratu daya sebelum diperiksa asisten. 2. Dalam keadaan saklar s terbuka menyalakan satu daya, kemudian menaikkan satu tahap (3 volt) Mengukur VBC dan VAC dengan multimeter menggeser kedudukan

3.

titik b sehingga perbedaan VBC dan VAC sekecil mungkin. 4. Menutup saklar S, menghubungkan G ke titik a. mengubah kedudukan titik b dengan pisau sambil mengubah hambatan geser dan maksimum ke minimum sehingga memperoleh penunjukan galvanometer menjadi nol.

5.

Mengubah arah arus dengan mengubah saklar pada komulator, mengatur agar penunjukan galvanometer menjadi nol. 6. 7. 8. 9. Meralat P1, P2 dan hambatan standar. Mematikan satu daya. Mengganti Rx dengan Rx2. Mengulangi percobaan 1 sd 7 untuk menentukan Rx2. Menambahkan Rx1 yang sudah di ukur sebelumnya sehingga Rx1 seri dengan Rx2. Mengulangi percobaan 1 sd 7 untuk menentukan Rek dari hubungan seri tersebut. 12. Memasang Rx1 paralel dengan Rx2 mengulangi percobaan 1 sd 7 untuk menentukan Rek dari hubungan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari langkah-langkah percobaan di atas di dapatkan data hasil percoabaan sebagai berikut : Data hasil pengamatan Hambatan(R)

10.

11.

pararlel

Panjang kawat (P1) Panjang kawat (P2) Rx1 (400,05)cm (600,05)cm Rx2 (480,05)cm (520,05)cm Rx1 Seri dengan Rx2 (430,05)cm (570,05)cm Rx1 pararel dengan Rx2 (380,05)cm (620,05)cm Data hasil pembahasan X menentukan Rx1 Rx1 KR % KCR% 75,4 0,18 % 99,82 % X menentukan Rx2

Rx2 KR % KCR% 61,29 0,16% 99,84% X menentukan Rx1 dan Rx2 untuk seri dan pararel Hubungan Rek Seri Pararel 136 33,64 X menentukan Rx1 dan Rx2 KR KCR Rx1 66,66 0,17 % 99,83% Rx2 92,30 0,06 % 99,94%

X menentukan Rek dari Rx1 dan Rx2 yang dihubungkan pararel dan seri Hubungan Rek Seri Pararel 75,4 61,29 KESIMPULAN DAN SARAN Adapun kesimpulan dari laporan praktikum mengenai Jembatan Wheatstone ini adalah sebagai berikut : Jembatan Wheatstone dapat disebut juga sebagai nilai hambatan listrik yang sebanding dengan panjang kawat. Pengukuran arus listrik dengan menggunakan Galvanometer dapat menghasilkan pengukuran yang tepat, itulah sebabnya dinamakan presisi Jika hambatan disusun secara seri atau parallel maka akan didapatkan hambatan ekivalen yang kecil dbandingkan bila tidak di susun seri ataupun parallel. SARAN Dari percobaan menggunakan rangkaian Jembatan Wheatstone ini, hendaknya dalam sarana dan prasarana dalam praktikum agar jumlah alat-alatnya lebih ditambah; Alat peraga atau yang berhubungan dengan praktikum agar lebih disempurnakan dan dilengkapi, contohnya seperti Galvanometer yang sudah using diganti dengan yang lebih bagus agar pengukurannya dapat lebih cermat dan nantinya dalam praktek kami akan mendapatkan hasil yang sebaik dan sesempurna mungkin. DAFTAR PUSTAKA Bueche, Fredick J. dan Eugene Hecht. 2006. Fisika Universitas. Jakarta : Erlangga.

Mars. 2010. Jembatan Wheatstone. http://marausna.wordpress.com/. Suryatmo, F. 1986. Teknik Listrik Pengukuran. Jakarta : Bina aksara. David Halliday, 1985, Fisika Jilid 1 Edisi ke 3, Penerbit Erlangga.

Add Comment

Create a free website with

DAFTAR PUSTAKA Ammanoel.2010.hhtp://www.mediabali.net/listrik dinamis/hambatan listrik.html.diakses 26 november 2010.pukul 23.00 wib Andhie.2010.http://andhie 13 student.umm.ac.id/2010/04/09/239/diakses 26 november 2010.pukul 23.00 wib Anton.2009.http://anton 182.wordpress.com/2009/04/22/pengertian hambatan-arus-tegangan-dan-bunyihukum-ohm/diakses 27 november 2010.pukul 10.00 wib Aryadhani.2009.http://aryadhani.blogspot.com/2009/05/01/acchive.html diakses 27 November 2010. pukul 10.00 wib Diaf.2009.http//translate.google.co.id/translate)hi=id dan langpair=enlid dan :http://physics.kenyen.edu/early apparatus/electricus/wheatstone-bridge.diakses 27 November 2010. pukul 10.00 wib Lutfi.2009.http://sebuah nama untuk cinta.blogspot.com/2009/jembatan wheatstone.html.diakses 27 November 2010. pukul 10.00 wib Medi Zilfikar.2009.http://trasnlate google.co.id/translate ?hi=id & longpair-eglid& =http=://en.wikipedia.org/wiki/wheatstone bridge.html.diakses 27 November 2010. pukul 11 wib Francis.1962.fisika untuk universitas 2 bina BDG Merisca.2009.http://problem.fisika a.blogspot.com/2009/04/galvanimeter.html.diakses 27 November 2010. pukul 11.00 wib Revalno.2010.http://www.mediabali net/listrik.dinamis/galvanimeter html.diakses 27 November 2010. pukul 11.00 wib Zwmasky.1962.modern university physisc,city college newyork.1962 tokyo:japan

This entry was posted on Monday, December 19th, 2011 at 06:53 and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.