Anda di halaman 1dari 2

AL UMURU BI MAQOSIDIHA

Artinya : Segala sesuatu itu tergantung tujuannya.


Sah tidaknya suatu perkara itu tergantung pada niat atau maksud
pelakunya.

Rasulullah bersabda : Innamal a’malubinniyah wa innama likulllimriin ma nawa

Kalimat ”AL UMURU BI MAQOSIDIHA ”di atas adalah salah satu


qoidah dalam ilmu fiqih yang biasa dijadikan dasar bagi para ulama untuk
memutuskan suatu hukum tertentu. Kaidah di atas menunjukkan begitu
pentingnya niat bagi diterimanya suatu amal. Niat merupakan faktor penting
untuk tercapainya suatu tujuan. Ketika niat dalam melakukan suatu ibadah sudah
salah atau bahkan tidak ada niat maka tertolaklah amal kita.

Hukum-hukum yang keluar dari qoidah di atas antarab lain sebagai berikut :
1. Ketika berwudhu, sholat, puasa atau haji maka kita wajib untuk berniat.
Apabila tidak disertai niat atau salah niatnya maka tidak sah
2. Apabila seseorang bermaksud melakukan sesuatu hal yang bersifat mubah
tapi orang tersebut yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah haram,
maka hukum melakukannya adalah haram. Contoh, seorang suami yang
bersetubuh dengan istrinya sendiri namun sang suami tersebut meyakini
bahwa Ia sedang bersetubuh dengan wanita lain maka hukumnya adalah
haram walaupun perempuan tersebut benar-benar istrinya
3. Makan dan minum yang hukum awalnya adalah mubah tapi jika diniatkan
untuk ibadah maka mendapat pahala, jika tidak niat ibadah maka tidak
mendapat pahala
4. Seseorang yang memeras anggur untuk tujuan dibuat cuka, maka hukum
memeras anggur disini tidak haram, tapi apabila niatnya untuk dijadikan
minuman keras (khamr) maka hukumnya haram
5. Tidak menyapa saudaranya lebih dari tiga hari hukumnya haram apabila
niatnya memang untuk mendiamkan dan menciptakan permusuhan.
Namun jika tidak ada niat untuk mendiamkan maka hukumnya tidak
haram
6. Tidak memakai wangi-wangian dan perhiasan lebih dari tiga hari saat
kematian (bukan kematian suami) maka hukumnya haram jika niatnya
adalah untuk berlarut-larut dalam kesedihan dan menyakiti diri, jika tidak
ada niatan seperti tersebut diatas maka tidak haram
7. Apabila seorang penagih hutang mengambil uang dari orang yang
berhutang tanpa izin dengan niat menagih hutang maka dalam islam
penagih tersebut tidak bersalah. Namun jika niatnya adalah mencuri maka
harus dipotong tangannya
8. Thalaq kinayah (sindiran, tidak secara terang-terangan). Contoh seorang
suami berkata: You are alone now. Apabila diniati tholaq maka jatuh
tholaqnya tapi jika tidak diniati tholaq maka tidak jatuh thalaqnya.
Wallahu a’lam bis sowab.

Berdasarkan kitab MABANDIUL AWWALIYAH, qismu tsani hal 12 karangan


Al ustadz Abdullah hamid hakim.