Anda di halaman 1dari 2

Anemia pada Kehamilan

Definisi Anemia : Penurunan konsentrasi eritrosit atau hemoglobin dalam darah dibawah normal, diukur per mm kubik atau melalui volume sel darah merah (packed red cells) dalam 100 ml darah; terjadi ketika keseimbangan antara kehilangan darah (melalui perdarahan atau perusakan) dan produksi darah terganggu. (kamus dorland) Diagnosis pada kehamilan Anemia : Apabila kadar Hb dalam darahnya kurang dari 12 g/100ml. Nilai 10g/100ml sebagai batas terendah untuk kadar Hb dalam kehamilan (anemia fisiologis dalam kehamilan) Diseluruh dunia frekuensi anemia dlm kehamilan cukup tinggi 10-20%. Anemia Fisiologis Anemia Fisiologis adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut penurunan konsentrasi hemoiglobin (Hb) yang terjadi selama kehamilan normal. Volume plasma darah meningkat sekitar 1250 ml (45 %) diatas normal pada akhir gestasi dan walaupun massa eritrosit sendiri meningkat sekitar 25%, ini tetap mengarah pada penurunan konsentrasi Hb. Kadar Hb dibawah 10 g/dl mungkin abnormal dan memerlukan pemeriksaan. Anemia dalam kehamilan 1) Anemia akibat perdarahan akut Solutio Plasenta (Perdarahan dpt terjadi dari pembuluh darah plasenta/uterus plasenta terdesak & terlepas) Plasenta previa (Apabila Plasenta tumbuh pd segmen bwh uterus pelebaran segmen bwh uteruspembukaan serviks tdk dpt diikuti perdarahan) Kehamilan ektopik <Pd tuba> perdarahan karena pembukaan pembuluh2 darah o/ villi koriales pd dinding tuba d t4 implantasi. Mola hidatidosa Abortus Terapi besi (3bln) : terapi terbaik dibanding dengan tranfusi darah. 2) Anemia defisiensi besi Pertama dilakukan pemeriksaan darah tepi lengkap. Diagnosis :wanita dengan anemia sedang biasanya berdasarkan penghapusan penyebab anemia yang lain. Jika wanita tersebut diberikan terapi besi adekuat, terdapat peningkatan hitung retikulosit. Terapi : pemberian Fe sulfat, fumarat atau glukonat secara oral dengan dosis 1 x 200 mg. tidak perlu diberikan asam askorbat atau sari buah. Jika tidak dapat secara oral, berikan secara

parenteral. Untuk memenuhi cadangan besi, berikan terapi sampai 3 bulan setelah anemia diperbaiki. 3) Anemia Pada Penyakit kronik Ciri penyakit kronik : Tubuh lemah,BB,pucat. Neoplasma anemia derajat sedang kadang brt Gagal ginjal defisiensi eritropoietin Kanker HIV 4) Anemia Megaloblastik Etiologi defisiensi as.folat dikarenakan ibu tersebut kurang makan sayuran hijau segardan protein tinggi,jarang sekali karena defisiensi Vit.B12. Diagnosis Ditemukan megaloblas atau promegaloblas dlm darah / sumsum tlg. Perubahan dalam leukopoesis+vakuolisasi, hiperpigmentasi graulosit. Terapi pemberian asam folat 1 mg/hari secara oral, diet yang bergizi, dan besi. Biasanya 4-7 hari setelah terapi dimulai, hitung retikulosit mulai meningkat dan leukopenia serta trombositopenia yang terjadi terkoreksi. Pencegahan : asam folat 4 mg/hari sebelum dan selama kehamilan. 5) Anemia Hemolitik Akibat Defek Eritrosit Heredter Hilangnya lemak dari membran eritrosit, berkurangnya luas permukaan,sel yang kurang lentur hemolisisanemia. Terdapat beberapa defisiensi herediter protein membran eritrosit yang menyebabkan timbulnya sindrom sferositosis herediter Sumber Kapita selekta jilid 1 Obstetri Williams (edisi 21) Ilmu Kebidanan (sarwono) Kapita selekta Hematologi