Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN JAMKESDA Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas

Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Disusun Oleh : Sandy Agustian 07711168 Annas Nurdin 07711041 Septian Andrianto 07711072 Arlinda Kusumawati 07711074

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

2013

JAMKESDA

Negara mengemban amanat yaitu berkewajiban menyejahterakan masyarakat, dan bahwa sehat itu tidak hanya sekedar bebas dari penyakit, tetapi merupakan kondisi sejahtera dari badan, jiwa,dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara ekonomis. Maka sesuai dengan norma HAM, hak-hak Kewajiban diwujudkan negara asasi berkewajiban kesehatan dengan untuk tersebut. itu bisa menghormati, melindungi dan memenuhi menghormati

yang layak dan memadai untuk seluruh masyarakat. Semua penduduk negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal, seperti yang tertera pada amandemen tahun 2002 Undang Undang Dasar 1945 pasal 33 dan 34 ayat 1, 2 dan 3 yang menyatakan adanya penyelenggaraan jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. bentuk perlindungan JAMKESDA sosial yang dibidang (Jaminan Kesehatan Daerah) adalah suatu diselenggarakan pemerintah,

menciptakan

kesehatan dalam bentuk jaminan agar memenuhi kebutuhan dasar kesehatan, bersifat pelayanan kesehatan menyeluruh (komprehensif) mencangkup pelayanan promotif, rehabilitatif berjenjang menjamin praupaya, preventif, yang dan serta komulatif diberikan mutu pembiayaan dan secara yang secara dalam

persamaan akses pelayanan kesehatan, pencegahan dari tindakan-tindakan yang dapat menurunkan status kesehatan langkahmasyarakat, kesehatan, masyarakat, perlindungan membuat melakukakan kesehatan kebijakan

langkah legislasi yang dapat menjamin

dengan

penyediaan anggaran yang memadai, penyediaan jasa-jasa pelayanan kesehatan

diselenggarakan

mekanisme asuransi sosial. Sedangkan

Jamkesda Jaminan

Yogyakarta Kesehatan

merupakan Daerah yang

Sudirman, RSU Ludira Hudara Tama, RSU Jogja ( Wirosaban), RSU patmasuri, RSK Bedah Ringroad Selatan, RSU Queen Lativa, RSK Permata Bunda, RSKIA PKU Kotagede. Untuk ODA atau penderita HIV/ AIDS, lansia terlantar, untuk kartu Jamkesda akan dilakukan updating peserta Jamkesda ( PHL/ GTT, Kader, Pengelola Tempat ibadah, RT/RW, Lansia,HIV AIDS) dengan pengadaan kartu baru. Selama kartu kartu baru lama belum masih terbuat, dapat pemegang PJKD. Adapun kekurangan penyelenggaraan

merupakan program Pemerintah Kota Yogyakarta, yang ditujukan ke penduduk Kota Yogyakarta, yang dilaksanakan dengan asas bersama dan kekeluargaan dengan system pola antuan dan mutu yang terjamin. Syarat memperoleh pelayanan kesehatan Jamkesda cukup mudah, hanya dengan menunjukkan kartu jamkesda atau KMS ( Kartu Menuju Sejahtera). Apabila tidak memiliki jaminan kesehatan apapun cukup menunjukkan Kartu Penduduk Kota Yogyakarta yang masih berlaku atau Kartu Keluarga. Dan semua pelayanan atas indikasi medis, bukan atas permintaan sendiri Tempat Pelayanan Kesehatan melalui Jamkesda Puskesmas/ Puskesmas Pembantu Kota Yogyakarta antara lain bisa didapat diRumah Sakit Pemerintah/ Swasta, antara lain : RSU Sardjito, RSU Panti Rapih, RSU Bethesda, RSUBethesda Lempuyangwangi, RSU Happy Land Medical Centre, RSK Bedah

mengakses jaminan kesehatan di UPT

jamkesda kota Jogjakarta adalah, tidak semua klaim yang diajukan mendapatkan penggantian 100%, misalnya untuk biaya administrasi uang tidak dapat diklaimkan. Sementara semua obat-obatan, pelayanan termasuk visite dokter, maupun pemeriksaan penanganan laboratorium

penunjang harus disamakan harganya sesuai dengan peraturan walikota yang telah ditetapkan bersama saat

pengambilan

kebijakan.

Dan

pada

dapat tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memang pantas mendapatkan dan membutuhkan. Semoga pada masa depan kesehatan di Indonesia khusunya di Kota Yogyakarta semakin membaik untuk menuju masyarakat Indonesia yang sehat dan sejahtera.

penggunaan obat, pada pasien jamkesda penggunaan obat diatur ketat sekali sesuai dengan Ina-DRG, apabila dokter maupun pihak rumah sakit menggunakan obatobatan lain yang tidak terdapat dalam daftar Ina-DRG maka klaim tidak dapat diajukan yang akhirmya biaya dibebankan kepada pasien. Tentulah hal ini sangat merugikan pasien, misalnya pasien sesuai indikasi medis sangat membutuhkan obat X yang ternyata tidak terdapat dalam daftar Ina-DRG maka dengan alasan peraturan obat tersebut tidak dapat diberikan, hal ini sangat tidak bisa dibenarkan dan sangat tidak manusiawi dan bertolak belakang dengan tujuan dibentuknya jamkesda. Saran kami untuk pemerintah, untuk pelaksanaan jamkesda diawasi dengan benar arah alur dana sehingga program pemerintah ini

DAFTAR PUSTAKA 1. http://kesehatan.jogjakota.go.id/? exc=viewberita&id=72 diakses pada tanggal 27 April 2013. 2. http://www.jamsosindonesia.com/ jamsosda/show/41 diakses pada tanggal 27 April 2013. 3. http://jogja.tribunnews.com/2013/ 03/17/pasien-jamkesda-dijaminditerima-rsud-kota-yogya/ diakses pada tanggal 27 April 2013.

CATATAN HARIAN KEGIATAN MAGANG DI JAMKESDA YOGYAKARTA

Senin 29 April 2013 Jam 08.00-08.30 Kegiatan Perkenalan dengan staff Disnakertrans Yogyakarta 08.30-09.00 09.30-10.00 Menuju PT. Adi Satria Abadi Perkenalan dengan manajemen PT. Adi Satria Abadi Observasi lingkungan & proses 10.00-11.00 produksi

11.00-12.00

Diskusi

Selasa, 30 April 2013 Jam Kegiatan

08.00-08.30

Perkenalan dengan dokter perusahaan PT. Adi Satria Abadi

08.30-10.00 10.00-...

Diskusi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Selesai