Anda di halaman 1dari 5

BAB III METODE PENELITIAN

Design Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian bersifat analitik observasional dengan menggunakan pendekatan casecontrol yang bertujuan untuk melihat hubungan infeksi jamur kandidiasis kutis dengan Diabetes Melitus di RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN.

Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilakukan di RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2013 sampai selesai.

Populasi Penelitian Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita kandidiasis kutis dan non kandidiasis kutis dan dilihat apakah menderita DM atau non DM di RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN.

Sampel dan Teknik Sampling Sampel Sempel penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien yang memenuhi kriteria retriksi di RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN.

Teknik sampling pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling yaitu sampel yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah sampel yang diperlukan terpenuhi

Estimasi Besar Sampel Untuk menentukan besarnya sampel penelitian menggunakan rumus penentuan besar sampel (Dahlan, 2011) sebagai berikut :

Z21-/2 P (1-P) n = -------------------d2 (1,96)2 x 0,5 (1-0,5) n = ---------------------------(0,1)2 0,96 n = ---------0,01 n = 96

Keterangan : n = Besar sampel minimum Z1-/2 = Nilai sebaran normal baku yang besarnya tergantung P = Proporsi pada populasi d = Besar penyimpangan (absolut) yang bisa diterima Dengan menggunakan rumus diatas didapatkan jumlah sampel 96 orang.

Kriteria retriksi 1. Kriteria inklusi yaitu: Rekam medis penderita kandidiasis kutis dan non kandidiasis kutis dan dilihat apakah menderita DM atau tidak di bagian rekam medis RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN yang memiliki data lengkap.

2. Kriteria eksklusi dari penelitian ini adalah: Rekam medis penderita kandidiasis kutis dan non kandidiasis kutis dan dilihat apakah menderita DM atau tidak di bagian rekam medis RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN yang memiliki data tidak lengkap.

Variabel penelitian Variabel Bebas Variabel penelitian dari penelitian ini adalah pasien kandidiasis kutis dan pasien yang tidak terkena kandidiasis kutis, Jenis Kelamin, usia, Pekerjaan. Variabel Terikat Variable terikat pada penelitian ini adalah Diabetes Melitus

Definisi Operasional Kandidiasis kutis Kandidosis kutis adalah suatu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur dari genus Candida. Adanya manifestasi penyakit kulit dinilai/diukur dengan melihat data rekam medik pasien yang dibuat oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Hasil pengukuran berupa ada atau tidaknya manifestasi penyakit kulit beserta jenis manifestasinya. 1. Jenis kelamin responden adalah jenis kelamin pasien Pityriasis versicolor karena diabetes melitus pada saat penelitian dilaksanakan, yang dibagi dalam : a. Laki-laki b. Perempuan 2. Usia responden yang akan diteliti adalah interval waktu antara tanggal lahir responden dengan saat pertama kali didiagnosa mengidap penyakit jamur Pityriasis versicolor karena diabetes melitus sesuai dengan yang tercatat pada rekam medik di RSUP H.Adam Malik Medan yang dikategorikan dalam : 1. 1-20 tahun 2. 21-40 tahun 3. 41-60 tahun 4. 61-80 tahun Skala : Nominal

Diabetes melitus Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu sindrom klinik yang khas ditandai oleh adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh defisiensi atau penurunan efektifitas insulin. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah (Purnamasri, 2009). Skala : Nominal

Teknik Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang berasal dari rekam medik penderita kandidiasis kutis dan non kandidiasis kutis dan dilihat apakah menderita DM atau tidak di RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN.

Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis secara bivariat untuk melihat hubungan antar variabel menggunakan uji Chi-square (X2), apabila tidak memenuhi kriteria maka digunakan uji Fisher. Hasil penelitian dinyatakan bermakna (p<0,05) dan dinyatakan tidak bermakna (p>0,05). Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat maka digunakan koefisien kontingensi. Pemaknaan hasil uji hipotesis berdasarkan kekuatan korelasi menurut Dahlan (2007) adalah sebagai berikut : 0,00 0,199 0,20 0,399 0,40 0,599 0,60 0,799 0,80 1,00 : Sangat Rendah : Rendah : Sedang : Kuat : Sangat Kuat

Rancangan Penelitian Populasi

Consecutive Sampling

Sampel Penelitian

Rekam Meds

Catat Hasil

Analisa data dan Laporan

Pelaksanaan penelitian