Anda di halaman 1dari 6

MODUL

SISTEM TELEMETRI RADIO


Erlandy Dwinanto, Muhammad Arief, Adam Mubarok, Nanda Tumangger,
Ginna Permata, Heldi Alfiadi
10210083, 10210091, 10210036, 10210064, 10210082, 10210004
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
E-mail: erlandy.dwinanto@gmail.com
Asisten: Mahdi Mahendra/10209015
Edi Parlindungan /10209104
Tanggal Praktikum : 06-03-2013
Abstrak
Tujuan utama dari percobaan ini adalah untuk menentukan tegangan referensi dari ADC dan
membandingkannya terhadap referensi, menentukan frekuensi sampling an throughput rate ADC. Pada
percobaan sistem telemetri ini akan digunakan stasiun ukur dan stasiun kontrol, dengan perantaranya berupa
saluran transmisi, yang dalam percobaan ini menggunakan gelombang radio FM.Pada percobaan akan
dikirimkan 10 variasi data digital, data tegangan analog, data temperatur, dan 4 variasi data frekuensi sinyal
AC. Selanjutnya data yang diperoleh diolah dengan membandingkan data yang terbaca, data digital, dan data
seletah diproses. Dengan membuat perbandingan tersebut ke dalam bentuk grafik maka dapat dicari beberapa
nilai yang ingin diperoleh. Analisis akan membahas mengenai pentingnya sistem telemetri pada bidang industry
dan penelitian, serta kelebihan sistem telemetri dengan medium udara. Terakhir akan disimpulkan nilai dari
besaran-besaran yang diperoleh dari percobaan.
Kata Kunci: Analog to Digital Converter (ADC), Least Significant Bit (LSB), Mikrokontroler, Modem.
I. Pendahuluan
Percobaan sistem telemetri radio ini
memiliki tiga tujuan yaitu yang pertama untuk
menentukan tegangan referensi dari ADC
(Analog to Digital Converter) yang digunakan,
kedua menentukan frekuensi sampling
(sampling frequency) ADC, dan yang terakhir
adalah menentukan throughput rate ADC.
Telemetri adalah sebuah teknologi
yang memungkinkan pengukuran data
dilakukan pada jarak jauh
[1]
. Kata telemetri
sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri
dari kata tele yang berarti jauh dan metron
yang berarti pengukuran. Sistem telemetri
secara garis besar dapat dibagi ke dalam tiga
blok utama, yaitu blok sumber data, blok
transmisi, dan blok penerima/pengolah data.
Sementara berdasarkan fungsinya dapat dibagi
menjadi dua yaitu stasiun ukur dan stasiun
pengolah data. Berikut ini adalah diagram blok
dari stasiun ukur dan stasiun pengolahan data:
Gambar 1. Blok diagram Stasiun ukur.
Gambar 2. Blok diagram stasiun kontrol
Analog to digital converter atau biasa
dikenal dengan ADC adalah suatu alat yang
berfungsi untuk mengkonversi suatu nilai
analog yang kontinu (biasanya berupa
tegangan), menjadi bilangan digital diskrit
sebelum dikirimkan ke mikrokontroler atau
komputer. Beberapa karakteristik ADC yang
biasa digunakan adalah resolusi, sampling
Multiplekser ADC Sensor
Mikrokontroler Modem Pemancar
Penerima Modem
Mikrokontroler
/Komputer
rate/frequency, dan least significant bit (LSB).
Resolusi adalah banyaknya nilai diskrit yang
dapat dihasilkan pada skala tegangan tertentu.
Sampling rate/frequency dari ADC
menunjukan banyaknya sampel sinyal analog
yang diambil per satuan waktu, persamaannya
adalah :

sumpIng
=
X x N
12x1u
6
x I
u
(1)
Sementara least significant bit (LSB) adalah
resolusi terkecil yang dinyatakan secara
elektrik dalam satuan volt, dimana
persamaannya dapat dituliskan sebagai :
I = I
R10
I
Incu
(2)
Sehingga
u(ISB) =
I (2
n
1)
I
c]
(S)
dengan
I
c]
= o x (2
n
1) (4)
dan
I
Incu
= o x I
dcsmuI
(S)
Keterangan :
a = gradien grafik I
R10
I
dcsmuI
n = jumlah bit ADC
Sedangkan untuk temperatur, pengkonversian
nilai temperatur telemetri dari nilai nilai
tegangan digital dan tegangan referensi ADC
adalah :
I
1cIcmct
=
Jcsimol x I
c]
(2
n
1) (1u mI)
(6)
Modem adalah alat yang berfungsi
memodulasi sinyal digital dari ADC ke dalam
suatu sinyal karier analog dengan
frekuensi/amplitudo/fasa tertentu yang
merepresentasikan data digital. Dalam
praktikum ini digunakan modem dengan jenis
frequency shift keying (FSK). Sinyal karier yang
digunakan dalam percobaan ini adalah
gelombang radio, oleh karena itu digunakan
sistem pemancar FM dan radio penerima FM
superheterodyne.
Gambar 3. Diagram blok radio penerima
superheterodyne
[2]
.
Mikrokontroler yang digunakan pada
percobaan ini adalah mikrokontroler
C8051F006, yang memiliki beberapa kelebihan
antara lain sudah terdapat ADC 12 bit, DAC 12
bit, multiplexer, dan PGA (power gain
amplifier) dalam satu chip.
II. Metode Percobaan
Berikut ini akan dijelaskan langkah-
langkah yang perlu dilakukan dalam
melakukan percobaan ini. Pertama-tama
siapkan stasiun ukur dan stasiun kontrol serta
komputer. Atur agar channel pada stasiun
ukur dan stasiun kontrol sama (0 atau 1),
setelah itu pilih setting pada stasiun ukur, dan
pastikan bahwa sudah memilih pilihan untuk
menyimpan data (save). Jika sudah, pilih input
lalu tekan enter pada pilihan data digital. Atur
posisi mikrokontroler sedemikian rupa dan jika
sudah tekan send. Pastikan data sudah
terkirim. Lakukan pengiriman untuk 10 variasi
data digital. Untuk data terakhir ke-10 tekan
send sebanyak 2 kali. Selanjutnya lakukan
untuk tegangan analog dengan mengatur
potensiometer (10 variasi) untuk 2 input,
masing-masing 10 variasi. Setelah itu data
temperatur (10 variasi), dan terakhir sinyal AC
pada frekuensi 1 KHz, 2 KHz, 4 KHz, dan 6 KHz.
Untuk frekuensi pilih pilihan output.
Seluruh proses pengiriman data
pengukuran di atas dari stasiun ukur ke stasiun
kontrol (mikrokontroler), dilakukan pada
mode 0 yaitu mode MC - RF. Selanjutnya
proses untuk proses pengambilan data dari
mikrokontroler ke komputer ganti menjadi
mode 2 yaitu mode PC - MC. Jika sudah ganti
mode 2 dan program elkahfi 200 sudah
dijalankan tekan tombol file explorer untuk
mengecek data yang ada, lalu download file
untuk mengambil data ke komputer. Jika
sudah simpanlah data tersebut.
Hipotesis pada percobaan ini adalah
terdapat selisih nilai antara data yang terbaca
langsung (tegangan, temperatur, frekuensi)
dengan data desimal dari mikrokontroler yang
dikirimkan melalui sistem telemetri, sehingga
terdapat kesalahan data atau error. Selain itu
diperkirakan pula bahwa besarnya selisih nilai
berbanding lurus dengan besar nilai data yang
dikirimkan, atau dengan kata lain gradien pada
grafik kesalahan linearisasi pengukuran adalah
postif.
III. Data dan Pengolahan
1. Digital Data In
Tabel 1. Tabel Digital Data In.
No Data dikirim
(digital)
Data
diterima
(digital)
Kesalahan
1 0 0 0
2 198 198 0
3 190 190 0
4 1 1 0
5 2 2 0
6 3 3 0
7 4 4 0
8 5 5 0
9 12 12 0
10 15 15 0
Jumlah Data Salah 0
% Kesalahan 0 %
2. Analog In-0
Gambar 4. Grafik hubungan V
RTU
- V
desimal
.
apabila menggunakan model persamaan :
f(x) = p1*x + p2
diperoleh koefisien:
p1 = 0. 0005861 (0.0005859, 0.0005863)
p2 = -0.000636 (-0.001081, -0.0001905)
dengan menggunakan persamaan (4) maka
diperoleh nilai Vref adalah 2.4000795 V.
Sementara itu, dengan menggunakan
persamaan (2) dan persamaan (3) maka dapat
diperoleh grafik V - V
RTU
dan grafik U - V
RTU
sebagai berikut:
Gambar 5. Grafik kesalahan linearisasi pengukuran
tegangan.
Gambar 6. Grafik kesalahan linearisasi pengukuran
tegangan (LSB).
3. Temperatur In
Dengan menggunakan persamaan (6)
maka dapat diperoleh data T
Tele
yang jika
dibuat ke dalam tabel menjadi :
Tabel 2. Tabel Data temperatur In
T
RTU
(C) T Digital T
Tele
(C) T (C)
30 512 30.00832 0.00832
30.12 514 30.12554 0.00554
31.76 542 31.76662 0.00662
32 546 32.00106 0.00106
32.11 548 32.11828 0.00828
33.11 565 33.11465 0.00465
33.17 566 33.17326 0.00326
34.81 594 34.81434 0.00434
33.87 578 33.87658 0.00658
47.23 806 47.23966 0.00966
Jika dibuat dibuat grafik T
RTU
- T
Tele
, maka
akan dihasilkan kurva sebagai berikut :
Gambar 7. Grafik hubungan T
RTU
- T
Tele
.
Apabila digunakan persamaan (2) hanya saja
untuk temperatur, maka dapat dibuat grafik
T - T
RTU
sebagai berikut :
Gambar 8. Grafik kesalahan linearisasi temperatur.
4. Frekuensi
Dengan menggunakan persamaan (1) maka
dapat diperoleh f
sampling
untuk masing-masing
frekuensi (1 KHz, 2 KHz, 4 KHz, dan 6 KHz) :
Tabel 3. Tabel Data frekuensi.
frekuensi
(KHz)
Sampling
time (s)
f
sampling
(Hz)
1 0.006008 19634.62051
2 0.005917 19936.57949
4 0.005962 19786.11
6 0.006156 19162.57
Berikut ini adalah grafik dari hasil penerapan
Fast Fourier Transform (FFT) terhadap data
digital yang diperoleh dari percobaan :
Gambar 9. Grafik frekuensi - Imabs(FFT) 1KHz
Gambar 10. Grafik frekuensi - Imabs(FFT) 2KHz
Gambar 11. Grafik frekuensi - Imabs(FFT) 4KHz
Gambar 12. Grafik frekuensi - Imabs(FFT) 6KHz
Dari Gambar (9)-Gambar (12) yang merupakan
grafik frekuensi terhadap Imabs (FFT) dapat
diperoleh nilai frekuensi hasil pengukuran
telemetri yaitu nilai frekuensi disebelah kiri
dari dua buah puncak kembar dengan
amplitudo tertinggi. Hal itu berarti jika dilihat
dari Gambar (9)-Gambar (12), berturut-turut
frekuensi hasil pengukuran telemetri adalah
0.1 x 10
4
Hz, 0.2 x 10
4
Hz, 0.4 x 10
4
Hz, dan 0.6
x 10
4
Hz yang sesuai dengan frekuensi
pengukuran langsung. Terakhir nilai
throughput rate ADC apabila dirangkum dalam
bentuk tabel :
Tabel 4. Tabel Throughput Rate ADC
frekuensi (KHz)
sampling
time (s)
Throughput
Rate (Ksps)
1 0.006008 21.305
2 0.005917 21.633
4 0.005962 21.469
6 0.006156 20.793
IV. Pembahasan
Pada percobaan pengiriman data
digital, tidak ditemukan kesalahan transfer
data melalui telemetri, semua data dikirim dan
data diterima nilainya sama, sehingga tingkat
kesalahannya adalah 0%.
Dari percobaan pengiriman data
analog berupa tegangan dapat diperoleh nilai
tegangan referensi dari grafik hubungan V
RTU
-
V
desimal
[Gambar 4]. Tegangan referensi dari
ADC berbanding lurus dengan gradien dari
kurva grafik tersebut, dalam percobaan ini
diperoleh nilai V
ref
adalah 2.4000795 volt,
sementara nilai V
ref
yang diperoleh dari
datasheet C8051F006 adalah 2.4 volt. Hal ini
berarti nilai tegangan referensi yang diperoleh
pada percobaan sangat dekat dengan nilai
referensi, hanya selisih 7.95 x 10
-5
volt atau
0.003%. Kesalahan linearisasi ADC dari
datasheet C8051F006 adalah maksimal
sebesar 1 LSB, sementara nilai least
significant bit (LSB) dari percobaan pengiriman
data analog tegangan adalah 0.000417582
volt, oleh karena itu selisih antara nilai
tegangan terbaca langsung dengan nilai
tegangan dari telemetri yang berkisar antara
0.00015851 - 0.00088080 volt masih dapat
dianggap normal.
Perbedaan antara data temperatur
yang dibaca langsung dengan data temperatur
melalui telemetri berdasarkan data linearisasi
ADC dari datasheet C8051F006 adalah juga
sebesar 1 LSB. Karena dalam percobaan ini
sensor temperatur yang digunakan adalah
LM35, berarti perbedaan temperatur sebesar
1 C menghasilkan perbedaan tegangan
sebesar 10 mV, sehingga besar nilai 1 LSB
untuk data temperatur adalah 0.00420757 C.
Kesalahan atau selisih nilai temperatur lebih
besar dari 1 LSB atau 0.000420757 C dapat
disebabkan oleh adanya gangguan atau noise
pada saat transmisi data, terutama gangguan
dalam bentuk gelombang elektromagnetik
karena medium transimisi yang digunakan
dalam percobaan ini adalah udara dengan
menggunakan karier berupa gelombang radio
FM. Selain itu pada percobaan ini selisih
antara nilai tegangan atau temperatur yang
dibaca langsung dengan yang data yang
diterima telemetri hanya berbeda sedikit
diakibatkan pada percobaan ini jarak antara
stasiun ukur dan stasiun kontrol tidak terlalu
jauh, apabila jarak keduanya diperbesar, maka
selisihnya dapat menjadi lebih besar.
Dengan melihat grafik frekuensi -
Imabs(FFT) untuk masing-masing besar
frekuensi [Gambar (9) - Gambar (12)], dapat
diperoleh frekuensi hasil pengukuran
telemetri, yaitu nilai frekuensi disebelah kiri
dari dua buah puncak kembar dengan
amplitudo tertinggi, adalah 1 KHz, 2 KHz, 4
KHz, dan 6 KHz. Nilai tersebut adalah nilai
kasar dari grafik pada saat berada di puncak
sebelah kiri, karena jarak antara nilai frekuensi
yang masih terlalu lebar jaraknya, sehingga
untuk menentukan secara pasti masih
ditemukan kesulitan. Secara umum, nilai
frekuensi dari hasil pengukuran telemetri akan
sama dengan hasil pengukuran langsung untuk
frekuensi-frekuensi yang hampir sama antara
frekuensi gelombang radio FM dan frekuensi
AC dan perbedaan kedua nilai tersebut akan
semakin besar untuk beda frekuensi tinggi. Hal
ini disebabkan syarat terjadinya modulasi
gelombang informasi oleh karier, yang dalam
hal ini adalah gelombang radio FM, adalah
kedua gelombang harus memiliki frekuensi
yang hampir sama, jika tidak maka dapat
terjadi distorsi informasi.
Aplikasi dari sistem telemetri pada
bidang industry dan penelitian sangat banyak,
salah satu contohnya pada bidang industry
yaitu untuk memonitor jumlah bahan bakar
dalam suatu tangki. Dalam penggunaannya
digunakan sensor hidrostatik yang dapat
menunjukkan level ketinggian dan bahan
bakar yang proporsional dengan jumlah bahan
bakar pada tangki. Medium transmisi yang
digunakan dapat menggunakan jaringan
telepon GSM, sehingga tidak memerlukan
instalasi kabel telepon. Sedangkan pada
bidang penelitian sistem telemetri dapat
digunakan untuk memonitor kondisi cuaca
pada suatu daerah yang terpencil dan medan
yang sulit ditempuh, tentunya dengan
menggunakan sensor-sensor yang
berhubungan, contohnya sensor tekanan,
temperatur, ataupun kelembaban untuk
menangkap besaran-besaran fisis, sebelum
dikirim melalui medium transmisi menuju
stasiun kontrol.
V. Simpulan
1. Tegangan referensi, V
ref
, yang diperoleh
dari hasil percobaan adalah 2.4000795 volt,
berbeda 7.95 x 10
-5
dibandingkan nilai V
ref
pada datasheet C8051F006.
2. Frekuensi sampling dari ADC yang
digunakan dalam percobaan berkisar
antara 19162.57 Hz sampai 19936.57949
Hz.
3. Throughput rate dari ADC yang digunakan
dalam percobaan berkisar antara 20.793
sampai 21.633 Ksps dengan nilai maksimum
throughput rate dari datasheet adalah 100
Ksps.
VI. Daftar Pustaka
[1] Telemetry: Summary of concept and
rationale. NASA. NASA Technical Reports
Server.
[2] http://1.bp.blogspot.com/-
3xMIyrKoCaU/Tbv3viqVPeI/AAAAAAAACLY/An
VAjBHBh1w/s1600/Gambar%2B2-742209-
785732.jpg (Diakses pada 8 Maret 2013 22.55)