Anda di halaman 1dari 10

EFEKTIFITAS EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DALAM MEMPERCEPAT PENURUNAN ERITEMA DAN PANJANG LUKA TERBUKA

PADA TIKUS (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR Rasjad Indra *, Tony Suharsono**, Shinta Wahyusari*** *Department of Physiology, Brawijaya University School of Medicine, **Department of Emergency Nursing, Brawijaya University School of Medicine, ***Student of Nursing Program, Brawijaya University School of Medicine.

ABSTRAK
Insiden luka terbuka karena kecelakaan masih tinggi. Bahan yang sering digunakan dalam perawatan luka yaitu povidone iodine 10%, namun penggunaan bahan tersebut memiliki efek samping yaitu iritasi dan perubahan warna kulit. Buah mahkota dewa mengandung alkaloid, saponin, flavonoid dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak buah mahkota dewa dalam mempercepat penurunan eritema dan panjang luka terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak buah mahkota dewa dalam mempercepat penurunan eritema dan panjang luka terbuka. Penelitian ini merupakan penelitian murni (true eksperimental) dengan rancangan post test control group design. Hewan coba dibagi dalam 5 kelompok perlakuan secara acak yaitu kelompok konsentrasi 20% (kelompok 1), 40% (kelompok 2), 60% mg/ml (kelompok 3), normal saline 0,9% (kelompok 4), dan povidone iodine 10% (kelompok 5). Setiap perlakuan terdiri dari 5 tikus. Variabel yang diteliti yaitu penurunan eritema dan panjang luka. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan General Linear Mixed Model (GLMM) dengan Program SAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah mahkota dewa dapat mempercepat penurunan eritema (p value 0,0001) di mana konsentrasi 60% mempunyai efek paling baik. Ekstrak buah mahkota dewa juga dapat mempercepat penurunan panjang luka, akan tetapi konsentrasi 20%, 40%, dan 60% memberikan efek yang sama. Sehingga dapat disimpulkan perawatan luka terbuka dengan ekstrak buah mahkota dewa dapat mempercepat penurunan eritema dan panjang luka. Kata Kunci : Ekstrak Buah Mahkota Dewa, Penurunan Penurunan panjang luka, Luka Terbuka eritema,

ABSTRACT The occurence of opened wound caused by accident is still high. One of substances that used for wound treatment is povidone iodine 10%, but it has several side effects, for example it causes irritation and changes of skin colour. Mahkota dewa fruit is a natural antiinflammatory and antibactery because it contains alkaloid, saponin, flavonoid and atsiri oil. The objective of this research is to investigate the effect of mahkota dewa fruit extract in accelerating the decrease of eritema and length of opened wound in rat (Rattus norvegicus). This research is true experimental with post test control group design. Experimental animals were devided into 5 groups randomly: mahkota dewa 20% (group 1), mahkota dewa 40% (group 2), mahkota dewa 60% (group 3), normal saline 0,9% (group 4), and povidone iodine 10% (group 5). Each group consists of 5 rats. The variables measured are the decrease of eritema and length of wound. Data obtained were analized by general Linear Mixed Model (GLMM) with SAS program. The result shows that mahkota dewa fruit extract can accelerate the decrease of eritema (p value 0,001) which is concentration 60% shows the best effect. Mahkota dewa fruit extract can also accelerate the decrease of length of wound (p value 0,0484), but there wasnt any differences among concentration 20%, 40%, and 60% respectively. In conclusion, mahkota dewa fruit extract accelerate the decrease of eritema and length of opened wound. Key words: Mahkota Dewa Fruit Extract, Eritema Decreasing, Length of Wound Decreasing, Opened Wound

PENDAHULUAN Menurut Lazarus, et al (1994) luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai organ tertentu (Potter dan Perry, 2006). Terdapat bermacammacam jenis luka di antaranya yaitu luka terbuka yang biasa disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja ataupun bencana alam. Angka kejadian luka terbuka 3 tahun terakhir di Indonesia masih sangat tinggi. Tingkat kecelakaan di jalan raya di dunia berdasarkan laporan WHO mencapai 1,2 juta korban meninggal dan lebih dari 30 juta korban luka-luka/cacat akibat kecelakaan lalu lintas per tahun (2.739 jiwa dan luka-luka 63.013 jiwa per hari). Dari survei yang dilakukan oleh Woro Riadina (2005) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di 5 rumah sakit di wilayah DKI Jakarta didapatkan bahwa dari 425 orang terdapat kasus luka terbuka sebesar 58,35%. Sedangkan dari survei yang dilakukan oleh Mulyono Notosiswoyo tentang kesehatan kerja kepada 643 pengrajin dan 200 petani didapatkan bahwa angka kejadian luka terbuka pada pengrajin mencapai 64,22%

dan pada petani yang menggunakan pestisida mencapai 82,05%. Menurut Potter dan Perry, terdapat 3 fase penyembuhan luka yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan maturasi. Eritema merupakan salah satu dari 4 tanda kardinal inflamasi. Eritema merupakan hal pertama yang terlihat di daerah yang Selain dapat luka. mengalami secara diamati peradangan. yang

eritema, indikator penyembuhan luka makroskopis yaitu panjang

Penutupan luka dimulai pada hari ke-3 sampai hari ke-4 setelah fase inflamasi. Jika panjang luka semakin menurun, maka dapat dikatakan luka semakin cepat sembuh. Dalam sering iodine kehidupan seharipovidone antiseptik. hari, jika terjadi luka masyarakat menggunakan 10% sebagai

Menurut Fredrick (2003), perawatan luka menggunakan povidone iodine 10 % memiliki antara beberapa lain efek sifat samping

antimikrobanya berspektrum luas, menimbulkan iritasi pada pasien yang sensitif terhadap luka, dan perubahan warna kulit. Adanya telah dijelaskan berbagai di atas efek maka samping dari povidone iodine yang penggunaan tanaman obat sebagai

terapi alternatif dalam perawatan luka diharapkan dapat digunakan sebagai terapi tambahan. Salah satu tanaman obat yang tidak asing lagi di masyarakat Menurut adalah hasil mahkota penelitian dan Obat kandungan flavonoid, buah

dewa dalam mengurangi eritema dan panjang luka terbuka pada tikus galur wistar. METODE PENELITIAN Penelitian design) dengan ini merupakan control penelitian murni (True experimental posttest group design dimana pengambilan data dilakukan di akhir atau setelah pemberian perlakuan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Sampel dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok ekstrak buah mahkota dewa 20%, 40%, 60%, normal saline 0,9% (kontrol negatif), dan povidone iodine 10% (kontrol positif). Uji statistik yang digunakan yaitu GLMM (General Linear Mixed Model). Hasil Penelitian Eritema Profil derajat trend evolusi penurunan pada kelompok keseluruhan inflamasi secara eritema

dewa.

Puslitbang Tradisional alkaloid, yang

Farmasi Depkes, tannin,

kimia mahkota dewa terdiri dari fenol, saponin dan minyak atsiri. Flavonoid terkandung dalam mahkota dewa berfungsi sebagai antiinflamasi (melalui penghambatan metabolisme asam arakhidonat) dan antibakteri. Sedangkan minyak atsiri dan saponin hanya befungsi sebagai antibakteri. Berbagai dilakukan buah untuk mahkota penelitian menguji dewa. telah khasiat uji

Pada

antiinflamasi, ekstrak etanol buah mahkota dewa dapat menurunkan inflamasi paling tinggi pada dosis 30 mg/kg bb (57,34 % pada jam ke-5) (Mariani, 2005). Sedangkan pada uji antibakteri, menurut penelitian Tri Dewanti, dkk (tanpa tahun) pada sediaan effervescent dapat menghambat bakteri paling tinggi pada dosis 50% (Lee, 2007). Dari latar belakang di atas, maka perlu dilakukan untuk sebuah penelitian mengetahui

masing-masing perlakuan

setelah dilakukan eksplorasi data adalah sebagai berikut :

efektivitas ekstrak buah mahkota

Gambar Derajat inflamasi eritema keseluruhan subyek penelitian Kemudian dilakukan eksplorasi distribusi marginal yang hasilnya adalah pada penelitian ini perlu mempertimbangkan yang akan dibentuk. Karena penelitian random terbukti ini effect, bahwa maka pada perlu menggunakan fixed effect Gambar Panjang luka keseluruhan subyek penelitian Kemudian dilakukan eksplorasi distribusi marginal yang hasilnya adalah pada penelitian ini perlu mempertimbangkan yang akan dibentuk. Karena penelitian random terbukti ini effect, bahwa maka pada perlu menggunakan fixed effect dan random effect dalam model dan random effect dalam model

dilakukan uji kontras yang hasilnya adalah sebagai berikut: kelompok normal saline berbeda signifikan dengan dengan kelompok p value < treatment 0,0001,

kelompok povidone iodine berbeda signifikan dengan mahkota dewa dengan p value 0.0016, dan antar mahkota dewa menunjukkan perbedaan signifikan dengan p value 0,064 di mana mahkota dewa 60% menunjukkan aktivitas paling tinggi dalam menurunkan eritema. Panjang Luka Profil trend evolusi panjang luka pada masing-masing secara kelompok perlakuan keseluruhan

dilakukan uji kontras yang hasilnya adalah sebagai berikut: kelompok normal saline berbeda signifikan dengan dengan dan kelompok p value < dewa treatment 0,0484, tidak yang

sedangkan antara povidone iodine mahkota menunjukan perbedaan

signifikan dengan p value 0,1274. Hal ini mengindikasikan bahwa povidone iodine dan ekstrak buah mahkota dewa memiliki efek yang sama dalam menurunkan panjang luka. Pembahasan Berdasarkan data yang didapat dan hasil analisa luka data, terbuka kelompok dengan perawatan

setelah dilakukan eksplorasi data adalah sebagai berikut :

mahkota dewa menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan normal salin 0.9% sebagai kontrol negatif dan povidone iodine 10% sebagai kontrol positif penurunan paling dalam eritema dan mempercepat (di panjang mana luka

menurun dan menghambat proses terjadinya eksudat pada proses peradanagan. Selain berfungsi sebagai antiinflamasi, ekstrak buah mahkota dewa juga berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur. Zat yang berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur yaitu flavonoid, saponin dan minyak atsiri. Cara kerja antibakteri ini ditunjukkan dengan merusak struktur protein pada dinding bakteri sehingga dapat terjadi lisis. Dengan demikian pertumbuhan bakteri dapat dihambat. Selain juga berfungsi sebagai untuk antiinflamasi dan antibakteri, flavonoid melindungi struktur sel, meningkatkan sintesa sel fibroblas dan bekerja secara sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C). Dalam penyembuhan luka, vitamin C berguna untuk sel sintesa kolagen. dan Selain itu, vitamin C juga berfungsi menstimulasi kapilerisasi. Adanya saponin dalam ekstrak buah mahkota dewa dapat membantu penyerapan zat-zat yang berfungsi penyembuhan dalam luka. proses Menurut fibroblast histiosit sehingga dapat merangsang

konsentrasi 60% mempunyai efek baik) terbuka (mahkota dewa 20%, 40% dan 60% memiliki efek yang sama). Penggunaan ekstrak buah mahkota dewa dalam penelitian ini dikarenakan buah mahkota dewa memiliki kandungan zat yang berfungsi sebagai antimikroba dan antiinflamasi. Fungsi buah mahkota dewa sebagai antiinflamasi karena buah mahkota flavonoid. dewa Mekanisme mangandung kerja dari

flavonoid yaitu dengan menghambat pelepasan asam arkhidonat dan fase eksudasi Aktivitas dengan sehingga peradangan dan Dengan leukotrien peradangan dari proses radang. jalur mediator prostaglandin ditekan. produksi dan mediator antiinflamasi asam produksi seperti dapat ditunjukkan arakhidonat

penghambatan

metabolisme

leukotrien

terhambatnya sebagai

prostaglandin,

tromboksan

mengakibatkan

emigrasi leukosit ke area radang

Gunawan (2004) saponin bersifat

surfaktan sehingga dapat sebagai pengemulsi 2 cairan yang tidak dapat bercampur sehingga dapat membantu peresapan zat ke kulit sehingga sel-sel dan jaringan yang terluka akan mendapat nutrisi untuk kelancaran metabolisme sel dan jaringan yang ditandai dengan adanya granulasi atau warna merah terang (Mashudi, 2008). KESIMPULAN 1. Perawatan luka dengan menggunakan ekstrak buah mahkota dewa 20%, 40%, dan 60% dapat mempercepat penurunan tanda inflamasi eritema pada luka terbuka. Peningkatan ekstrak dewadapat buah konsentrasi mahkota mempercepat

Daftar Pustaka
Billings, dkk. 1982. Medical Surgical in Nursing. USA: The CV Mosby Company. Brady, James E. 1998. General Chemistry Principles and Structure. Jilid 1. St Johns University Jamaica, New York Dea, D.R. Hasyim. Tanpa tahun. Daun Sirih sebagai Antibakteri Pasta Gigi. http://www.unisosdem.org/art icle_detail.php? aid=2675&coid=2&caid=40& gid=5. Depkes, 2005, Phaleria macrocarpa(Scheff)Boerl. http://www.google.com/searc h? q=cache:2QwDKoNUHoUJ:ip tek.apjii.or.id/artikel/ttg_tana man_obat/depkes/buku5/507 4.pdf+Phaleria+macrocarpa& hl=id&ct=clnk&cd=1&gl=id
&client=firefox-a

penurunan derajat inflamasi luka terbuka dengan aktivitas paling tinggi yaitu luka pada dengan konsentrasi ekstrak 60%. 2. Perawatan menggunakan ekstrak buah mahkota dewa 20%, 40%, dan 60% dapat mempercepat penurunan terbuka. konsentrasi panjang ekstrak luka buh Peningkatan

Flona.

2005. Manfaat Mahkota Dewa.http://safuan.wordpres s.com/2008/03/24/manfaatmahkota-dewa/ Purdue. 2003. Wound Healing Studies in Human Volunteers.http://www.wo undcare.org/news.html.

Fredrick,

Gaylene, AB; Patricia,B. 2000. Delmars Fundamental and Advance: Nursing Skill. Canada: Thomson Learning Gujarati, D.N. 2003. Basic Econometrics. International Edition 4th Edition. McGraw Hill, New York

mahkota memberikan efek sama dalam mempercepat penurunan panjang luka.

Gngers, 2008, Khasiat Mahkota Dewa.http://www.google.


com/search? q=cache:y4lOFH2mnUcJ:gng ers.co.cc/%3Fcat %3D64+alkaloid+mahkota+d ewa&hl=id&ct=clnk&cd=6&g l=id&client=firefox-a

tiinflamasi&hl=id&ct=cln k&cd=2&gl=id&client=fire fox-a

Guyton, A.C. 1997. Fisiologi Kedokteran, Edisi 9, EGC, Jakarta, hal. 549-550. Harmanto, Ning. 2004. Menaklukkan Penyakit bersama Mahkota Dewa. PT Agromedia, Jakarta. Harmanto, Ning. 2005. Menggempur Asam Urat dan Rematik dengan mahkota Dewa. PT Agromedia, Jakarta. Hedeker, D. dan R.D. Gibbons. 2006. Longitudinal Data Analysis. John Wiley and Sons, Inc., Canada. Intisari, 2008. Mahkota Dewa dan Khasiatnya.http://www.mahk otadewa.com/Indo/info/artikel /intisari0102.htm. Jawetz, E, J. L. Melnick and E. A. Adelberg. 1996. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 20. Buku Kedokteran. EGC. Jakarta. Jiptunair, 2006, Uji Aktivitas Anti Inflamasi Fraksi-fraksi Hasil Pemisahan Ekstrak Etanol Daun Graptophyllum pictum (l.) Griff. http://www.google.com/searc h? q=cache:3U9HbpukbYQJ:adl n.lib.unair.ac.id/go.php%3Fid %3Djiptunair-gdl-res-1999kusumawati2c-251-inflamatio %26node%3D228%26start %3D6%26PHPSESSID
%3D9920b794e46aaa308b644 e90fb1c9d4c+flavonoid+an

Jiptunair, 2004, UJI Toksisitas Bioinsektisida Ekstrak Biji Mahkota Dewa (Phaleria papuana Warb.) Terhadap Mortalitas Nyamuk Aedes aegypti Linn di Laboratorium. http://www.google.com/searc h? q=ache:wthQZrDDl0J:www.a dln.lib.unair.ac.id/go.php %3Fid %3Djiptunair-gdl-s22004-watu gulyth-1172%26
PHSESSID %3D735f99a341908093de365 a6ff df67c+miny ak+atsiri+mahkota+dewa&h l=id&ct=clnk&cd=10&gl=id &client=firefox-a

Kompas, 2004, Mahkota Dewa Musuh Baru Aneka Penyakit. http://www.google.com/searc h? q=cache:RhtgmJRHJO8J:ww w2.kompas.com/kesehatan/n ews/0411/07/123152.htm+ %22mahkota+dewa %22&hl=id&ct=clnk&cd=5&gl =id&client=firefox-a Kozier, Barbara. 2004. Foundation of Nursing, Concepts, Process, and Practice. Canada: Pearson Education. Kristanti, Novi, 2008, Phaleria papuana, si Alternatif bagi Asam Urat. http://www.google.com/searc h? q=cache:uEC4SPuskC0J:pa sti.itgo.com/tabloid/edisi24/pe rnik.htm+flavonoid+mahkota +dewa&hl=id&ct=clnk&cd=2& gl=id&client=firefox-a. Kutner, M. H. et al. 2005. Applied Linear Statistical Models. McGraw Hill Education, Singapore

La

Rocca. 1998. Wound Care. http://www.skintherapyletter.c om/9.7/3.html.

Lee, Mr. 2007. Phaleria macrocarpa Fructus (mahkota dewa). http://toyansoe.com/2007/07/ mahkota-dewa-phaleriamacrocarpa_31.html Mansjoer, Soewarni, 2003, Mekanisme Kerja Obat Antiradang. http://www.google.com/searc h? q=cache:D4X2PE7GFVAJ:lib rary.usu.ac.id/download/fk/far masisoewarni.pdf+bradikinin &hl=id&ct=clnk&cd=17&gl=i
d &client=firefox-a

Santoso, Joyo, 2008, Penggunaan Rebusan Daging Buah Mahkota (Phaleria macrocarpa (schff. Boerl) dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Glukosa Darah Tikus Putih Jantan yang Diinduksi Aloksan. http://www.google.com/searc h? q=cache:3npKWmH6nfcJ:ww w.info.stikesmuhgombong.ac .id/edisi2saryono.doc+alkaloi d+mahkota+dewa&hl=id&ct= clnk&cd=4&gl=id&client=firef ox-a Sari, Dina Novenda. 2008. Perawatan Luka, Dahulu dan Sekarang.http://perawatonlin e.com/artikel-kep/8-kep-medi kal-bedah/26-perawatan-luka -dahulu-dan-sekarang

Mashudi, Sugeng. 2008. Efektifitas Aloe Vera Dan Normal Saline 0,9% Dalam Perawatan Luka.http://pioners07.com/20 08/12/wound-care.html Morison, Moya J. 2003. Manajemen Luka. Jakarta: EGC. Otsuka. 2000. Wound Cleansing Agents. The Pharmaceutical Pres, London. Parwata, I M. Oka Adi, Dewi, P. Fanny Sastra. 2008. Isolasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiridari Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L..http://ejournal.unud.ac.id/a bstrak/vol%202%20no %202_6.pdf. Potter dan Perry. 2006. Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.

Schlegel, G. Hans. 1993. Seventh Edition. General Microbiology. Cambridge University Press. England. Smeltzer dan Bare. 2001. Keperawatan Medikal Bedah. Volume 1. EGC, Jakarta, hal. 119-120 Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1989. Prinsip dan Prosedur Statistika. Suatu Pendekatan Biometrik. Edisi Kedua. Alih bahasa Ir. Bambang Sumantri. PT. Gramedia, Jakarta Sucipto, Adi, 2008, Kedelai dan Kesehatan. http://naksara.net/index.php? option=com_content&view=a rticle&id=156:kedelai-dankesehatan&catid=43:health&I temid=27 Sumastuti dan Sonlimar, 2008, Efek Sitotoksik Ekstrak Buah dan Daun Mahkotadewa

Price dan Wilson, 2006. Patofisiologi Buku I. EGC, Jakarta, hal. 35-59.

[Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.] Terhadap Sel Hela. http://www.tempointeraktif.co m/medika/arsip/122002/art3.htm. Siswandi. 2006. Budidaya Tanaman Obat. PT Intan Sejati, Jakarta. Sofiyah, Rabiatus. 2008. Jumlah Sel Fibroblas Pada Jaringan Granulasi Pasca Pencabutan Gigi Tikus Wistar Setelah Pemberian Seduhan Buah Mahkota Dewa (Phaleria papuana warb. Var. Wichanannii (val) back . http://digilib.unej.ac.id/go.php ?id=gdlhub-gdl-grey2008rabiatusso-1689& node=184&start=21&PHPSE SSID=7556b7345f7a0ef9e18 c9ff28c80810c Stevens, dkk.. 1999. Ilmu Keperawatan. Edisi 2. Jilid 2. Jakarta: EGC. Sudigdo S, Sofyan I. 1995. Dasardasar Metodologi Penelitian

Klinis. Aksara

Jakarta:

Binarupa

Susanti, Ary. Tanpa tahun. Daya antibakteri ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica less) terhadap Escherichia coli secara in vitro.http://www.journal.unair. ac.id/filerPDF/6.%20daun %20beluntas(Beres).doc. Vane, JR; Ferreira, SH. 1979. Antiinflammatory Drugs. Germany: Springer-Verlag Berlin Heidelberg

Verbeke, G. dan G. Molenberghs. 2000. Linear Mixed Model for Longitudinal Data. Springer Series in Statistics, New York. Wahab, Dudley AF DKK. 1992. Ilmu Bedah Gawat Darurat. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Wu, H. dan Jin-Ting Z. 2006. Nonparametric Regression Methods for Longitudinal Data Analysis. John Willey and Sons, Inc., New Jersey

Mengetahui, Dosen Pembimbing 1

Peneliti

Prof. DR.dr. M Rasjad Indra, MS NIP. 130. 809. 092

Shinta Wahyusari NIM 0510720050